cover
Contact Name
Diah Krisnatuti
Contact Email
jurnal.ikk@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnal.ikk@gmail.com
Editorial Address
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Department of Family and Consumer Sciences Faculty of Human Ecology Bogor Agricultural University Kampus IPB Darmaga, Bogor, West Java, Indonesia Postal Code: 16680
Location
Kota bogor,
Jawa barat
INDONESIA
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen (JIKK) receives scientific manuscripts (research results) that can contribute to improving the quality of families and consumers. Acceptable research topics are well-being, resilience, sociology, psychology, resource management, education, ecology, communication, and family development; gender partnership; human development; parenting, child protection; consumer behavior, consumer education, and consumer protection.
Articles 384 Documents
PERAN ADAT DALAM PENGASUHAN BALITA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA PEDAWA, BALI: The Role of Adat in Toddler Care as an Effort to Prevent Stunting in Pedawa Village, Bali Triratnawati, Atik; Ardianti, Novitasari
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.3.291

Abstract

Rendahnya angka stunting di Desa Pedawa, Bali memberi sinyal baik bagi warganya akan keunggulan budaya setempat dalam mengatur kesehatan ibu dan anak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran adat dalam pengasuhan Balita sebagai upaya pencegahan kasus stunting. Desa Pedawa, Bali dipilih sebagai lokasi penelitian karena memiliki kasus stunting rendah, yaitu sebanyak 9 kasus dari 300 balita. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Teknik purposive digunakan dalam menentukan informan penelitian dengan menggunakan syarat-syarat tertentu, sehingga 11 ibu dengan balita masuk dalam informan penelitian. Pengambilan data dilakukan pada bulan Juni dan Agustus 2023 dengan metode observasi partisipasi dan wawancara mendalam. Analisis data dilakukan dengan teknik analisis tematik. Hasil penelitian menemukan adanya peran adat dalam pengasuhan yang dapat mendukung pencegahan kasus stunting pada balita. Peran adat ditemukan pada tiga aspek penting kehidupan anak, yaitu (1) kedudukan anak, (2) sumber pangan anak, dan (3) lingkungan sosial anak. Hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan sebagai salah satu strategi dalam mengatasi stunting yang berasal dari nilai-nilai kultural masyarakat.
PARENTING SELF-PERCEPTION: A COMPARATIVE STUDY OF TEENAGE AND EMERGING ADULT MOTHERS IN WEST JAVA: Persepsi Diri terhadap Pengasuhan: Sebuah Studi Komparatif antara Ibu Berusia Remaja dan Emerging Adult di Jawa Barat Hildayani, Rini; Agustiani, Hendriati; Purwono, R. Urip; Noer, Afra Hafny
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.3.222

Abstract

Some studies have shown differences in parenting practices between teenage and emerging adult mothers; however, not all research has found this to be the case. This study aims to examine differences in perceptions of parenting roles between teenage and emerging adult mothers. Perceptions of parenting roles are associated with parenting practices and encompass four dimensions: parenting competence, parenting satisfaction, parenting investment, and integration/role balance. This research is a non-experimental study using a between-subjects design. A total of 86 teenage mothers (15–19 years old) and 86 emerging adult mothers (20–23 years old) participated in the study. Parenting self-perception was measured using the Self-Perception of Parenting Role (SPPR), and the data were analyzed using a t-test. The results indicated significant differences in parenting self-perception between teenage and emerging adult mothers in the areas of parenting competence, parenting satisfaction, and integration/role balance. Emerging adult mothers demonstrated higher competence, greater satisfaction, and a better ability to integrate the various roles they undertake. In contrast, no significant differences were found between the two groups in parenting investment. These findings support Law Number 16 Year 2019, which permits marriage for men and women aged 19 years and older.
PERAN KEBERFUNGSIAN KELUARGA SEBAGAI MODERATOR DALAM HUBUNGAN ANTARA POLA ASUH OVERPROTEKTIF DAN TINGKAT KECEMASAN PADA REMAJA: The Role of Family Functioning as a Moderator in the Relationship between Overprotective Parenting and Anxiety Levels in Adolescents Satiadarma, Monty P.; Soetikno, Naomi; Judodihardjo, Evelyn
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.3.276

Abstract

Kecemasan merupakan salah satu gangguan yang paling banyak ditemui pada remaja dan sering kali dikaitkan dengan pola asuh orang tua dan kelekatan antara orang tua dan anak, sedangkan keberfungsian keluarga secara keseluruhan juga memiliki peran penting sebagai wadah tumbuh kembang bagi anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pola asuh overprotektif dan tingkat kecemasan pada remaja dengan keberfungsian keluarga sebagai moderator. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif korelasional. Partisipan dalam penelitian ini terdiri dari 288 remaja berusia 17–21 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Partisipan memiliki tingkat kecemasan sedang sampai sangat berat, dan tinggal bersama salah satu atau kedua orang tuanya. Hasil uji korelasi menunjukkan bahwa pola asuh overprotektif berkorelasi secara positif terhadap kecemasan secara signifikan (r = 0,207, p < 0,05), yakni terdapat hubungan yang signifikan antara pola asuh overprotektif dan kecemasan pada remaja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberfungsian keluarga yang fungsional memiliki peran sebagai moderator, yakni menurunkan tingkat kecemasan pada remaja (β = -2,153, p = 0,038). Temuan ini mengimplikasikan bahwa upaya menurunkan ciri pola asuh yang terlalu protektif dan mempertimbangkan keberfungsian keluarga yang lebih baik merupakan hal yang penting dalam rangka menurunkan tingkat kecemasan remaja.
KEPUASAN HIDUP GENERASI SANDWICH DI INDONESIA: PERAN BAKTI KEPADA ORANG TUA, TANGGUNG JAWAB KEPADA ORANG TUA, DAN RASA BERSALAH: Life Satisfaction in Sandwich Generation in Indonesia: The Role of Filial Piety, Filial Responsibility, and Guilt Feeling Simanjuntak, Erni Julianti; Roring, Brigita Wulandini
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.3.233

Abstract

Dalam menjalankan peran merawat orang tua, generasi sandwich sering mengalami stres, depresi, kecemasan, dan merasa terbebani karena tanggung jawab ganda yang menekankan bakti kepada orang tua. Penelitian ini bertujuan untuk mengekplorasi peran dari bakti kepada orang tua (filial piety), tanggung jawab kepada orang tua (filial responsibility), dan rasa bersalah terhadap kepuasan hidup generasi sandwich di Indonesia. Sebanyak 132 partisipan dari seluruh Indonesia yang memiliki latar belakang berbeda-beda mengikuti penelitian ini secara online. Pengukuran variabel menggunakan alat ukur Dual Filial Piety Scale, The Filial Responsibility Scale, Guilt and Shame Experience Scale, dan Satisfaction with Life Scale yang dianalisis menggunakan uji statistik regresi berganda. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa secara simultan atau bersama-sama, filial piety, filial responsibility, dan rasa bersalah ditemukan berpengaruh terhadap kepuasan hidup generasi sandwich di Indonesia. Akan tetapi, secara parsial atau secara terpisah, didapati hasil bahwa hanya filial piety yang berpengaruh terhadap kepuasan hidup generasi sandwich di Indonesia. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan hidup generasi sandwich dalam merawat orang tua dengan membangun pandangan yang positif terhadap bakti dan perawatan kepada orang tua.
THE URGE TO OPTIMIZE THINKING PROCESS: THE INFLUENCE OF PARENT AND PEER ATTACHMENT ON PROBLEMATIC INTERNET USE (PIU) MEDIATED BY EXECUTIVE FUNCTION: Urgensi Mengoptimalkan Proses Berpikir: Kontribusi Kelekatan kepada Orang Tua dan Teman Sebaya terhadap Problematic Internet Use (PIU) Dimediasi oleh Executive Rahmawati, Yuliana Mukti; Roebiyanto, Adiyo
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.1
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2025.18.1.14

Abstract

Attachment relationships are shaped by higher-order cognitive abilities that help individuals regulate their behavior, including internet usage, which is a prevalent activity among students. The purpose of this study is to assess the mediating role of executive function (EF) in the relationship between individual attachment and problematic internet use (PIU) behavior. EF is believed to serve as a buffer against the negative effects of weak attachment between individuals and their parents or peers, thereby helping to suppress PIU behavior. This study employed a quantitative research design with 127 college students from DKI Jakarta. Convenience sampling was used to select participants. Attachment was measured using the Inventory of Parent and Peer Attachment – Revision (IPPA-R), PIU was assessed using the Indonesian Problematic Internet Use Scale (IPIUS), and EF was evaluated using the Amsterdam Executive Function Inventory (AEFI). The mediation regression analysis revealed a significant indirect effect of attachment to parents on PIU, mediated by EF. It is recommended that parents foster early interactions with their children to optimize their cognitive development and take peer influences into consideration when supporting their children’s behavior regulation.
KEINGINAN KELUARGA MENGHENTIKAN PINJAMAN BANK EMOK: POTRET TEKANAN EKONOMI, MANAJEMEN KEUANGAN, DUKUNGAN SOSIAL, DAN LINGKUNGAN KELUARGA: Families' Desire to Cease Bank Emok Loans: An Examination of Economic Pressure, Financial Management, Social Support, and Family Environment Sunarti, Euis; Ajrania, Sri; Pranadji, Diah Krisnatuti; Siswanto, Agus; Hambari; Musthofa; Istighfarani, Syifa
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.3.247

Abstract

Banyak keluarga terjebak menjadi nasabah Bank Emok dalam waktu cukup lama dan memberikan tekanan kepada keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengelaborasi keinginan menghentikan pinjaman dari Bank Emok dan faktor yang memengaruhinya (tekanan ekonomi, manajemen keuangan, dukungan sosial, dan lingkungan keluarga). Penelitian ini melibatkan 120 keluarga nasabah Bank Emok di Kabupaten dan Kota Bogor. Keluarga ingin menghentikan pinjaman dengan segera menyelesaikan cicilan (90%) dan tidak ingin meminjam lagi (85%). Tekanan ekonomi keluarga cukup tinggi. Sebagian besar keluarga tidak memiliki tabungan yang cukup untuk enam bulan kebutuhan keluarga. Sebagian besar pendapatan keluarga lebih kecil dari pengeluaran. Hampir semua keluarga berutang kurang dari 50 persen aset keluarga. Alasan utama keluarga berutang untuk modal usaha dan kebutuhan darurat keluarga. Keluarga paling sering meminta dukungan atau bantuan dari keluarga besar dan tetangga. Keluarga mengaku mengenal baik masyarakat, saling hormat, dan peduli pada lansia. Hasil PLS menunjukkan bahwa makin tinggi skor tekanan ekonomi, manajemen keuangan, dukungan sosial, dan lingkungan keluarga, maka makin tinggi keinginan menghentikan pinjaman. Keluarga disarankan untuk meningkatkan manajemen keuangannya, utamanya dengan menabung untuk kebutuhan baik yang sudah diketahui maupun kebutuhan darurat.
RESILIENSI IBU TUNGGAL: PERAN KEBERSYUKURAN DAN REGULASI EMOSI: Becoming a Resilient Single Mother: Role of Gratitude and Emotion Regulation Lidiawati, Krishervina Rani; Dewi, Wiwit Puspitasari; Simamora, Shema Christy Noya
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.3.263

Abstract

Kematian suami mendorong istri untuk mengambil peran ganda dalam keluarga, sehingga menyebabkan munculnya berbagai tantangan yang dihadapi oleh ibu tunggal karena harus menghidupi keluarga seorang diri. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkap kontribusi kebersyukuran dan regulasi emosi terhadap resiliensi ibu tunggal. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Responden penelitian terdiri dari 143 ibu tunggal berusia 30–60 tahun yang telah ditinggal suami karena kematian selama minimal dua tahun. Data dikumpulkan dengan menggunakan skala Connor Davidson Resilience Scale (CD-RISC) 25, Emotion Regulation Questionnaire (ERQ), dan Gratitude Questionnaire (GQ-6). Hasil penelitian yang dianalisis menggunakan JASP dan SPSS menunjukkan bahwa kebersyukuran dan regulasi emosi secara simultan signifikan memprediksi resiliensi ibu tunggal sebesar 23,6 persen (R²=0,236, F=14,338, p<0,001). Kebersyukuran memprediksi resiliensi sebesar 13,1 persen, sementara regulasi emosi sebesar 15,9 persen. Secara khusus, dimensi regulasi emosi cognitive reappraisal memberikan kontribusi signifikan sebesar 15,7 persen dan expressive suppression sebesar 5,2 persen. Temuan ini menekankan pentingnya kebersyukuran dan regulasi emosi dalam membentuk resiliensi ibu tunggal.
PERAN RESILIENSI DAN KESEJAHTERAAN SUBJEKTIF DALAM MEMPREDIKSI KEBIJAKSANAAN IRT PENUH WAKTU YANG MENGALAMI PARENTAL BURNOUT: Wisdom of Full-Time Housewives Experiencing Parental Burnout: Resilience and Subjective Well-Being of Mothers as Predictors Sahrani, Riana; Dewi, Fransisca Iriani Roesmala; Kirana, Liuciana Handoyo
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2024.17.3.305

Abstract

Penelitian menunjukkan bahwa ibu rumah tangga (IRT) penuh waktu di Indonesia sering mengalami parental burnout akibat rutinitas yang berulang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peran resiliensi dan kesejahteraan subjektif ibu terhadap kebijaksanaan pada IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 347 IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout. Partisipan terdiri dari IRT penuh waktu yang masih dalam ikatan pernikahan dan memiliki setidaknya satu anak di bawah usia 18 tahun. Instrumen pengukuran yang digunakan meliputi Brief Self-Assessed Wisdom Scale untuk mengukur kebijaksanaan, Connor-Davidson Resilience Scale untuk mengukur resiliensi, dan Subjective Well-Being for Mother untuk mengukur kesejahteraan subjektif ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa resiliensi dan kesejahteraan subjektif ibu memiliki pengaruh signifikan terhadap kebijaksanaan pada IRT penuh waktu yang mengalami parental burnout. Implikasi dari penelitian ini menekankan pentingnya meningkatkan resiliensi dan kesejahteraan subjektif ibu untuk meningkatkan kebijaksanaan pada IRT yang mengalami parental burnout.
VALIDATING THE INTERPERSONAL MINDFULNESS IN PARENTING (IM-P) SCALE FOR PARENTS IN INDONESIA: Validasi Alat Ukur Interpersonal Mindfulness in Parenting (IM-P) pada Orang Tua di Indonesia Dumbi, Khairunnisa Fahira; Juaninda, Carrenina Prilly; Savitri, Luh Surini Yulia
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.1
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2025.18.1.1

Abstract

The concept of mindful parenting, derived from the broader framework of mindfulness, has gained increasing recognition in Indonesian parenting practices over recent years. However, the Interpersonal Mindfulness in Parenting (IM-P) instrument, which possesses strong psychometric properties, has not yet been available in Bahasa. The purpose of this study is to adapt the IM-P instrument into a valid and reliable Indonesian version. The IM-P was translated and adapted into Indonesian, involving a sample of 735 parents (M = 36.63; SD = 7.354) with children aged 3 to 17 years. Using a random sampling procedure, the first sample (n = 367) was used for Exploratory Factor Analysis (EFA), while the second sample (n = 368) was used for Confirmatory Factor Analysis (CFA). The study revealed that the Indonesian version of the IM-P consists of 20 items and 4 dimensions: Emotional Awareness of Self and Child, Self-Regulation in Parenting, Non-judgmental and Compassion for Child, and Non-judgmental and Compassion for Self. Overall, the IM-P Indonesia demonstrated good reliability. Additionally, the IM-P Indonesia showed a significant negative correlation with parenting stress, except for the dimension of Non-judgmental and Compassion for Self. These findings suggest that the IM-P is a valid and reliable measure for use within the Indonesian population.
PERAN MODERASI RELIGIOUS COPING TERHADAP HUBUNGAN RESILIENSI DAN KUALITAS HIDUP PADA PEREMPUAN DENGAN INFERTILITAS: The Moderating Role of Religious Coping on the Relationship between Resilience and Quality of Life in Women with Infertility Kilis, Grace; Lisyanti
Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.1
Publisher : Department of Family and Consumer Sciences, Faculty of Human Ecology, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24156/jikk.2025.18.1.38

Abstract

Perempuan dengan infertilitas di Indonesia seringkali melibatkan keyakinan pada Tuhan, baik secara positif maupun negatif, sebagai coping menghadapi stres infertilitas. Tujuan penelitian kuantitatif ini adalah untuk melihat apakah religious coping (the Brief Religious Coping) memoderasi hubungan antara resiliensi (Connor-Davidson Resilience Scale 25) dan kualitas hidup (WHO Quality of Life Brief). Data dikumpulkan dari 135 perempuan (mean usia 27,8 tahun, SD = 3,58) yang mempersepsi sedang menghadapi kondisi infertilitas yakni sudah menikah minimal satu tahun, tidak sedang menunda kehamilan dengan mengusahakan kehamilan melalui cara alami ataupun program hamil, dan belum berhasil memiliki anak serta menunjukkan stres infertilitas yang tinggi. Hasil uji moderasi menunjukkan hipotesis 1 dan 2 penelitian ditolak, yaitu baik positive religious coping maupun negative religious coping tidak memoderasi hubungan antara resiliensi dan masing-masing dimensi kualitas hidup. Meskipun demikian, uji korelasi menunjukkan temuan menarik adanya korelasi positif antara negative religious coping dengan resiliensi dan dimensi environment. Penelitian ini menunjukkan pentingnya penyediaan sarana-prasarana, seperti informasi kesehatan, layanan konseling, dan komunitas pendukung untuk meningkatkan kemampuan bangkit dalam menghadapi stres infertilitas.

Filter by Year

2008 2025


Filter By Issues
All Issue Vol. 18 No. 3 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.3 Vol. 18 No. 2 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.2 Vol. 18 No. 1 (2025): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 18.1 Vol. 17 No. 3 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.3 Vol. 17 No. 2 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.2 Vol. 17 No. 1 (2024): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 17.1 Vol. 16 No. 3 (2023): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 16.3 Vol. 16 No. 2 (2023): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 16.2 Vol. 16 No. 1 (2023): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 16.1 Vol. 15 No. 3 (2022): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 15.3 Vol. 15 No. 2 (2022): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 15.2 Vol. 15 No. 1 (2022): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 15.1 Vol. 14 No. 3 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.3 Vol. 14 No. 2 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.2 Vol. 14 No. 1 (2021): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN 14.1 Vol. 13 No. 3 (2020): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 13 No. 2 (2020): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 13 No. 1 (2020): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 12 No. 3 (2019): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 12 No. 2 (2019): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 12 No. 1 (2019): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 11 No. 3 (2018): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 11 No. 2 (2018): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 11 No. 1 (2018): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 10 No. 3 (2017): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 10 No. 2 (2017): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 10 No. 1 (2017): JURNAL ILMU KELUARGA DAN KONSUMEN Vol. 9 No. 3 (2016): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 9 No. 2 (2016): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 9 No. 1 (2016): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 8 No. 3 (2015): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 8 No. 2 (2015): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 8 No. 1 (2015): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 7 No. 3 (2014): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 7 No. 2 (2014): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 7 No. 1 (2014): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 6 No. 3 (2013): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 6 No. 2 (2013): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 6 No. 1 (2013): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 5 No. 2 (2012): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 5 No. 1 (2012): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 4 No. 2 (2011): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 4 No. 1 (2011): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 3 No. 2 (2010): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 3 No. 1 (2010): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 2 No. 2 (2009): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 2 No. 1 (2009): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 1 No. 2 (2008): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen Vol. 1 No. 1 (2008): Jurnal Ilmu Keluarga dan Konsumen More Issue