cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldwijacendekia@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Kampus PGSD Kebumen FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Kepodang No. 67A Kebumen Jawa Tengah
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
ISSN : 25811843     EISSN : 25811835     DOI : -
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik adalah jurnal yang dipublikasikan oleh Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, Agustus dan Desember P-ISSN 2581-1843, E-ISSN 2581-1835. Jurnal mencakup penelitian dan gagasan ilmiah tentang ilmu pendidikan, pendidikan ilmu sosial dan humaniora, dan pendidikan matematika dan ilmu alam. Pengajuan artikel, serta proses peninjauan, tidak dikenakan biaya (gratis). Jurnal ini juga telah menjadi anggota CrossRef. Oleh karena itu, Semua artikel yang diterbitkan oleh jurnal ini akan memiliki nomor DOI.
Articles 422 Documents
Pengembangan Media Pembelajaran Video Animasi Menggunakan Canva pada Materi Tumbuhan Sumber Kehidupan di Bumi Tree Vinca Gina Savira; Eka Suhardi; Fitri Siti Sundari
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.78977

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan mengevaluasi media pembelajaran video animasi pada materi Tumbuhan Sumber Kehidupan di Bumi. Untuk mengevaluasi kelayakan media pembelajaran video animasi pada aplikasi Canva pada materi Tumbuhan Sumber Kehidupan di Bumi. Metode penelitian dan pengembangan ini adalah Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang terdiri dari lima langkah yang melalui 5 langkah yaitu analisis, perancangan, pengembangan, implementasi, dan evaluasi. Data dalam penelitian ini berupa data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif dianalisis dengan melihat hasil persentase perhitungan angket validitas ahli dan angket respon siswa, sedangkan data kualitatif dianalisis dengan langkah-langkah analisis data deskriptif. Pada tahap analisis didapatkan bahwa pembelajaran di SD Cimacan 2 khususnya pada kelas 4 masih menggunakan media buku saja, dan membutuhkan media bantuan untuk meningkatkan minat belajar siswa, maka dikembangkanlan produk media pembelajaran video animasi ini. Tiga orang ahli dalam penelitian ini, yaitu seorang ahli media, seorang ahli bahasa, dan seorang ahli materi, melakukan evaluasi terhadap produk. Hasil yang diperoleh adalah skor akhir dari ketiga ahli mendapat skor rata-rata pada angka 93%, sehingga dapat didimpulkan bahwa media pembelajaran video animasi menggunakan Canva tidak perlu diubah. 
Analisis Penggunaan E-Modul berbasis Multiple Representation terhadap Minat dan Kemandirian Belajar Peserta Didik Sigit Dwi Saputro; Prita Dellia; Setyo Admoko; Adinda Dwi Putri Andreani
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.80187

Abstract

E-modul dikembangkan bertujuan untuk membantu peserta didik belajar mandiri, sedangkan multiple representation bermanfaat untuk memudahkan peserta didik dalam belajar konsep. Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis kemandirian belajar, dan minat belajar peserta didik pada Pelajaran fisika dalam penggunaan e-modul berbasis multiple representation. Metode yang digunakan adalah dengan kuantitatif deskriptif. Tahap penelitian mulai dari validitas e-modul, penerapan-emodul oleh peserta didik sejumlah 30 orang, dan analisis kemandirian belajar, dan minat belajar peserta didik. Instrumen yang digunakan pada penelitian ini adalah menggunakan angket minat dan kemandirian belajar. Analisis minat dan kemandirian menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan aplikasi eviews. Hasil penelitian diperoleh bahwa persentase kemandirian belajar peserta didik mencapai 83% termasuk dalam kategori sangat baik. Minat belajar mencapai 80,2% termasuk dalam kategori sangat baik. Kelemahan penelitian ini masih dalam skala kecil hanya 30 orang dalam satu lokasi. Perlu dilakukan uji dalam skala yang lebih luas untuk memperoleh hasil yang lebih komplek. Selain itu perlu dilakukan uji coba kemampuan kognitif peserta didik untuk mengukur penguasaan konsep materi fisika.     
Kurikulum Merdeka sebagai new-framework dalam pengembangan pembelajaran musik fase-A Muhammad Aji Fathurohman; Yudi Sukmayadi
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i1.85072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis kurikulum merdeka sebagai framework baru pengembangan pembelajaran musik pada fase-A di SD Tridaya Tunas Bangsa. Dengan fokus pada konteks pembelajaran musik, studi ini mengidentifikasi implementasi kurikulum merdeka sebagai suatu faktor krusial dalam memperkaya pengalaman belajar siswa pada fase awal pendidikan. Untuk mengkaji hal tersebut peneliti menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian studi kasus. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan studi dokumentasi. Hasil penelitian ini menyoroti kontribusi positif kurikulum merdeka terhadap pengembangan pembelajaran musik pada fase-A, termasuk pendekatan inovatif dalam merancang dan menyajikan materi pembelajaran. Ditemukan pula bahwa kurikulum tersebut mendorong integrasi teknologi dan kreativitas dalam pengajaran musik, memberikan ruang ekspresi bagi siswa di tingkat awal pendidikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan pemahaman lebih mendalam tentang peran kurikulum merdeka dalam memajukan pembelajaran musik pada fase-A, serta memberikan panduan bagi penyelenggaraan kurikulum yang mendukung pengembangan kompetensi musik siswa sejak dini. Implikasi temuan ini diharapkan dapat memberikan sumbangan konstruktif bagi pengembangan kebijakan pendidikan dan praktik pengajaran musik di tingkat dasar. Merdeka Curriculum as a new framework in the development of A-phase music learning Abstract: This research aims to explore and analyze the independent curriculum as a new framework for developing music learning in the A-phase at SD Tridaya Tunas Bangsa. Focusing on the context of music learning, this study identifies the implementation of the Merdeka curriculum as a crucial factor in enriching students' learning experiences in the early phase of education. To examine this, the researcher used a qualitative approach with a case study research method. Data collection techniques used interviews, observations, and documentation studies. The results of this study highlighted the positive contribution of the independent curriculum to the development of music learning in the A-phase, including innovative approaches in designing and presenting learning materials. It was also found that the curriculum encourages the integration of technology and creativity in music teaching, providing a space of expression for students at the early level of education. This research is expected to provide a deeper understanding of the role of an independent curriculum in promoting music learning in the A-phase, as well as provide guidance for the implementation of a curriculum that supports the development of students' musical competencies from an early age. The implications of these findings are expected to provide constructive contributions to the development of educational policies and music teaching practices at the primary level.
Efektivitas e-modul interaktif matematika berbasis local issues dengan pendekatan personalized learning terhadap computational thinking Asria Ratau; Halima Bugis
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i2.89649

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur efektivitas e-modul interaktif matematika berbasis local issues dengan pendekatan personalized learning dalam meningkatkan kemampuan CT siswa SMP. Desain penelitian yang digunakan adalah eksperimen pretest-posttest control group design dengan sampel terdiri dari 60 siswa yang dibagi menjadi kelompok eksperimen sebanyak 30 siswa yang menggunakan e-modul interaktif dan kelompok kontrol sebanyak 30 siswa yang menggunakan metode pembelajaran konvensional. Instrumen yang digunakan adalah tes kemampuan CT yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan menggunakan independent sample t-test untuk membandingkan perbedaan rata-rata kemampuan CT antara kedua kelompok sebelum dan sesudah perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peningkatan signifikan pada kemampuan CT siswa di kelompok eksperimen dibandingkan dengan kelompok kontrol. Hasil analisis diperoleh nilai sig. 2-tailed adalah 0.00. Nilai ini menunjukan bahwa penggunaan e-modul interaktif matematika berbasis lokal issues dengan pendekatan personalized learning efektif terhadap CT siswa SMP. Hasil penelitian ini memiliki implikasi praktis bagi pengembangan kurikulum dan metode pengajaran, serta dapat menjadi acuan bagi pendidik dan pembuat kebijakan dalam merancang program pembelajaran yang lebih adaptif dan kontekstual. Effectiveness of interactive e-modules for mathematics based on local issues with a personalized learning approach to computational thinking Abstract: This study aims to measure the effectiveness of an interactive e-module of mathematics based on local issues with a personalized learning approach in improving the CT ability of junior high school students. The research design used was an experimental pretest-posttest control group design with a sample of 60 students divided into an experimental group of 30 students using interactive e-modules and a control group of 30 students using conventional learning methods. The instrument used was a validated CT ability test. Data analysis was conducted using an independent sample t-test to compare the average difference in CT ability between the two groups before and after treatment. The results showed that there was a significant increase in students' CT ability in the experimental group compared to the control group. The results of the analysis obtained the sig. 2-tailed is 0.00. This value shows that the use of interactive e-modules of mathematics based on local issues with personalized learning approach is effective on CT of junior high school students. The results of this study have practical implications for curriculum development and teaching methods and can be a reference for educators and policymakers in designing learning programs that are more adaptive and contextual.
From Local Wisdom to the Classroom: Integrating Belangiran Values for Holistic Elementary Education Annisa Meristin; Mamat Supriatna
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.78688

Abstract

Kearifan lokal memiliki rentetan nilai, norma, dan kebijaksanaan lokal yang dapat diintegrasikan dalam lingkup pendidikan. Integrasi tersebut dapat memberikan kontribusi pada pengembangan Pendidikan yang lebih baik. Hipotesis penelitian didasarkan pada asumsi bahwa dalam budaya Belangiran, terdapat nilai utama dan nilai pendukung yang memiliki potensi untuk diintegrasikan dalam ranah pendidikan dasar. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan gambaran analitis mendalam mengenai nilai-nilai tersebut dalam konteks kearifan Belangiran di Kecamatan Teluk Betung, Lampung. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa video observasi kegiatan dan wawancara dengan penyeimbang adat. Instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah lembar pedoman wawancara dan lembar observasi. Data yang dikumpulkan dari penelitian ini adalah data primer berupa rekaman wawancara langsung dengan alat penyeimbang adat dan data sekunder berupa video observasi hasil kegiatan. Analisis data menggunakan statistik deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini adalah nilai lingkungan sebagai nilai utama dan nilai pendukungnya adalah nilai religius, tanggung jawab, dan nilai sosial. Nilai-nilai dalam Belangiran tersebut berpotensi untuk diintegrasikan dan diterapkan dalam pendidikan dasar melalui integrasi kurikulum, pembelajaran aktif, penanaman kebiasaan, dan keteladanan. Penelitian selanjutnya dapat menggali lebih jauh mengenai metode pengajaran yang paling efektif dalam mengintegrasikan nilai-nilai Belangiran ke dalam kurikulum pendidikan dasar. 
Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi Menggunakan Program Multitiered System of Support (MTSS) Sonya Sinyanyuri; Arifin Maksum; Arita Marini
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.79792

Abstract

Pembelajaran diferensiasi sebuah pendekatan dalam pembelajaran yang dirancang untuk mengakomodasi berbagai kebutuhan peserta didik, seperti gaya belajar, kemampuan kognitif, dan minat. Multitiered system of support (MTSS) salah satu pendekatan pembelajaran yang dirancang untuk membantu sekolah mengidentifikasi peserta didik yang mengalami kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi MTSS di SD Lazuardi Al Falah kota Depok. Menggunakan metodologi penelitian kualitatif dengan metode naratif melalui kegiatan wawancara mendalam semi struktur dilakukan terhadap dua orang tenaga kependidikan dengan pertanyaan terbuka. Konteks penelitian ini adalah sebuah sekolah dasar di daerah perkotaan besar yang telah menerapkan MTSS selama satu tahun. Hasil penelitian menunjukkan telah terbentuk pola implementasi yang baik di SD Lazuardi Alfalah Depok mulai dari langkah-langkah persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi. Hasil implementasi MTSS juga menunjukkan adanya peningkatan motivasi belajar dan kemampuan menulis khususnya pada siswa kelas satu (I) dan (II). Implementasi MTSS dengan benar terbukti akan meningkatkan kemampuan akademik dan emosi sosial yang baik. Perlu pemahaman yang baik dari seluruh komponen agar dapat menentukan program di setiap tingkatan MTSS dan proses monitoring serta evaluasi yang baik. 
Pembelajaran seni tari di Rumah Budaya Sukuraga Kota Sukabumi: Etnografi praktik pendidikan seni non-formal Dewi Rachmawati; Trianti Nugraheni; Nanang Ganda Prawira; Irna Khaleda Nurmeta
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i1.84568

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses pembelajaran tari Kudu Leumpang di RBS. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode etnografi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, studi literatur, dan dokumentasi. Partisipan penelitian yakni pelatih, para peserta pelatihan di RBS serta masyarakat dan budayawan sekitar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa RBS sebagai tempat eduwisata dan media pendidikan karakter yang disampaikan oleh para tokoh Wayang Sukuraga. Untuk pembelajaran tari, RBS memiliki beberapa komponen, yang pertama adalah seniman tradisi yang sudah diakui profesionalitasnya di lingkungan Sukabumi dan Jawa Barat, materi fokus pada tari Sunda kreasi khususnya tari Kudu Leumpang, peserta didik berasal dari usia sekolah dasar hingga mahasiswa yang merupakan penggiat seni di RBS. Selain itu, beberapa komponen lain di RBS masih belum terpenuhi di antaranya belum ada tingkatan kelas sesuai dengan materi yang dipelajari, materi tari masih fokus pada pengembangan tari Kudu Leumpang, kurangnya keterlibatan peserta mengikuti lomba-lomba tari, serta sarana-prasarana yang perlu dilengkapi untuk menunjang proses pembelajaran. Dance learning at Rumah Budaya Sukuraga, Sukabumi City: An ethnography of non-formal art education practices Abstract: This research aims to describe the learning process of Kudu Leumpang Dance at RBS. This research used a qualitative approach with the ethnographic method. Data collection techniques were observation, interview, literature study, and documentation. The research participants were trainers, trainees at RBS, and the surrounding community and cultural experts.  The results showed that RBS is a place for education and a medium for character education delivered by Wayang Sukuraga figures. For dance learning, RBS has several components, the first is traditional artists who have been recognized for their professionalism in Sukabumi and West Java, the material focuses on Sundanese dance creations, especially Kudu Leumpang Dance, students come from elementary school age to university students who are art activists at RBS. In addition, several other components at RBS are still not fulfilled, including no grade level according to the material studied, dance material still focuses on the development of Kudu Leumpang Dance, lack of participant involvement in dance competitions, and infrastructure that needs to be equipped to support the learning process.
Plastic waste management using a Life Cycle Assessment (LCA) approach: A step toward improving sustainability literacy Siti Fatimah; Margareta Rahayuningsih; Aditya Marianti; Alfred Irambona
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i2.86339

Abstract

Plastic waste has become a serious issue for the environment and health. This study aims to analyze the management of plastic waste using the LCA approach and its influence on sustainability literacy in science learning. The research utilizes a mixed-methods exploratory sequential design. It begins with qualitative data collection through observation, interviews, and documentation, followed by quantitative data collection through experimental design. Sustainability literacy is assessed using a Sustainability Literacy questionnaire. Data analysis techniques include data condensation, data display, and data verification. Hypothesis testing is conducted using t-tests. The analysis results suggest that the LCA approach can be an alternative to managing plastic waste. LCA provides a systematic process consisting of goal formulation, data inventory, impact assessment, and interpretation. Knowledge and understanding of plastic waste management are efforts to promote sustainability literacy among university students. The sustainability literacy profile of students is categorized as very good. In terms of t-test analysis results, the SSIBL model proves to influence students' sustainability literacy with a significance value of 0.042.
Development of STEAM learning media-based on coding scratch game on the material of the characteristics of living things for elementary school Livvia Khusnul Qomatfian; Nur Ngazizah; Rintis Rizkia Pangestika
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i2.90168

Abstract

This research aims to (1) Produce digital learning media from several STEAM (Science, Technology, Engineering, Art, and Math) disciplines based on scratch in the form of coding games on the material characteristics of living things for elementary schools, and (2) Knowing the feasibility of digital learning media STEAM based on scratch game coding on the material characteristics of living things for elementary schools. The type of research used is Research and Development (R&D) with the ADDIE model (analysis, design, development, implementation, and evaluation). The trial was conducted on 30 students of Muhammadiyah Purworejo University. The sampling technique of this research is purposive random sampling. Data collection used observation, interview, and questionnaire techniques. Data analysis techniques using quantitative descriptive statistical processing. The results of this study, namely: (1) STEAM learning media based on coding scratch games on the material of the characteristics of living things for elementary school. (2) The feasibility of STEAM learning media based on coding scratch games on the material characteristics of living things for elementary schools obtained a value in the aspect of ideas with a percentage of 95.83% very feasible category, the aspect of usefulness with a percentage of 95.00% very feasible category, the aspect of creativity with a percentage of 92.50% very feasible category, and the display aspect with a percentage of 93.33% very feasible category. Based on the results of the assessment of the aspects of ideas, usefulness, creativity, and appearance of STEAM learning media based on coding scratch games on the material of the characteristics of living things for elementary schools, it is declared feasible to apply with very feasible criteria. In addition, digital learning media can harmonize existing technological developments in accordance with the times.
Efektivitas multimedia interaktif “Mentik” bagi calon guru sekolah dasar Dwi Anggraini; Hasnawati Hasnawati; Ike Kurniawati; Muhammad Cokro Sabani; Belia Nur Zahara
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i1.85437

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas multimedia interaktif “Mentik” berbasis Android untuk calon guru sekolah dasar. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian dan pengembangan. Subjek penelitian adalah mahasiswa semester III Program Studi PGSD Universitas Bengkulu. Desain pengembangan yang digunakan adalah analysis, design, development, implementation and evaluation (ADDIE). Teknik pengumpulan data berupa penilaian validasi ahli media dan ahli materi, kepraktisan (angket respon pengguna), keefektifan penggunaan soal tes. Data kemudian dianalisis dengan menggunakan teknik analisis deskriptif untuk analisis desain produk, validasi ahli untuk kelayakan media dan kepraktisan serta keefektifan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan multimedia interaktif “Mentik” yang dilakukan efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Berdasarkan hasil uji t, terdapat perbedaan antara kelas eksperimen dan kelas kontrol. Effectiveness of interactive multimedia “Mentik” for prospective elementary school teachers Abstract: This research aims to determine the effectiveness of Android-based interactive multimedia "Mentik" for prospective elementary school teachers. The research method used is research and development. The research subjects were third semester students of the Bengkulu University PGSD Study Program. The development design used is analysis, design, development, implementation, and evaluation (ADDIE). Data collection techniques are media and material expert validation assessments, practicality (user response questionnaires), effectiveness of using test questions. The data was then analyzed using descriptive analysis techniques for product design analysis, expert validation for media suitability and practicality, and effectiveness using the t-test. The research results show that the development of the interactive multimedia "Mentik" which was carried out was effective in improving student learning outcomes. Based on the test results, there are differences between the experimental class and the control class.