cover
Contact Name
Moh Salimi
Contact Email
salimi_guru@yahoo.co.id
Phone
-
Journal Mail Official
jurnaldwijacendekia@mail.uns.ac.id
Editorial Address
Kampus PGSD Kebumen FKIP Universitas Sebelas Maret, Jl. Kepodang No. 67A Kebumen Jawa Tengah
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik
ISSN : 25811843     EISSN : 25811835     DOI : -
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik adalah jurnal yang dipublikasikan oleh Universitas Sebelas Maret Surakarta. Jurnal ini diterbitkan dua kali setahun, Agustus dan Desember P-ISSN 2581-1843, E-ISSN 2581-1835. Jurnal mencakup penelitian dan gagasan ilmiah tentang ilmu pendidikan, pendidikan ilmu sosial dan humaniora, dan pendidikan matematika dan ilmu alam. Pengajuan artikel, serta proses peninjauan, tidak dikenakan biaya (gratis). Jurnal ini juga telah menjadi anggota CrossRef. Oleh karena itu, Semua artikel yang diterbitkan oleh jurnal ini akan memiliki nomor DOI.
Articles 422 Documents
Persepsi Dosen Terhadap Kebutuhan Pembelajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (Studi Kasus Perguruan Tinggi Jawa Tengah) Dhelinta Fitri Pramadhanti; Sarwiji Suwandi; Muhammad Rohmadi
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.80060

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui persepsi dosen di perguruan tinggi Jawa Tengah terhadap proses pembelajaran BIPA. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus eksploratif. Hasil penelitian menunjukan bahwa dengan adanya latar belakang budaya dan bahasa dari berbagai negara para pemelajar BIPA yang datang setiap tahunnya, para pengajar dari universitas perlu mempersiapkan dengan baik dari proses perencanaan, pelaksanaan hingga evaluasi sehingga pemelajar BIPA termotivasi untuk belajar bahasa Indonesia. Selain itu perlu menciptakan pemahaman lintas budaya untuk menambah kosa kata dan wawasan pemelajar BIPA tentang Jawa Tengah sesuai dengan tempat tinggal mereka di Indonesia agar lebih mudah berinteraksi dan menyesuaikan diri dengan mahasiswa maupun masyarakat. Selanjutnya, dosen perlu memperbarui materi, metode, bahan ajar dan juga media supaya sesuai dengan perkembangan zaman dan teknologi serta sesuai dengan kebutuhan maupun karakteristik pemelajar BIPA. Temuan ini dapat dijadikan bahan pertimbangan untuk dosen, instruktur, dan institusi khususnya mengenai proses pembelajaran BIPA ke depannya, dan penelitian ini dapat menjadi sumber referensi dalam mengembangkan kerangka teori, pengumpulan data, dan analisis. 
Pengaruh Flipbook E-Module berbasis Nilai Multikulturalisme terhadap Peningkatan Kemampuan Critical Thinking (CT) Siswa Sekolah Dasar Nur Luthfi Rizqa Herianingtyas; Arifin Maksum; Arita Marini
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.79086

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh flipbook e-module berbasis nilai multikulturalisme terhadap peningkatan kemampuan critical thinking siswa sekolah dasar. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif menggunakan pre-experimental study dengan O1 X O2 pretest-posttest design. Sampel penelitian berjumlah 60 siswa dari 180 siswa kelas IV Sekolah Dasar terletak di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Kelas eksperimen menggunakan flipbook e-module berbasis nilai multikulturalisme dan kelas kontrol menggunakan pembelajaran konvensional menggunakan buku te,a Kurikulum 2013 untuk melaksanakan pembelajaran. Teknik pengambilan data CTS melalui jenis tes tertulis dalam bentuk soal essay. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa flipbook e-module berbasis nilai multikulturalisme dinyatakan efektif dalam meningkatkan CTS siswa dengan tingkat keefektifan tinggi. Penelitian ini dapat berkontribusi untuk memberikan rekomendasi implementasi bahan ajar yang dapat memfasilitasi terbentuknya CT dan sikap toleransi siswa khususnya di jenjang MI/SD. 
Teachers’ Perception and Readiness Toward IPAS Learning Implementation of the Merdeka Curriculum Izzah Muyassaroh; Aprilia Eki Saputri; Asep Saefudin; Nana Djumhana; Ira Rengganis; Mela Darmayanti
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.80728

Abstract

This qualitative descriptive research aims to explore teachers’ perceptions and preparedness for implementing the IPAS learning approach in the context of the MC. The subjects of this study were 87 elementary school teachers in Bekasi District who were selected through a purposive random sampling technique. Data collection was carried out through observation, interviews, and questionnaires. The collected data were then analyzed using interactive qualitative data analysis techniques, including data collection, presentation, and conclusions drawing. The results show that teacher readiness in the curriculum structure understanding is 24% in the high category, 69% medium, and 7% low. In lesson plan aspect, 27% are in the high category, 67% medium, and 6% low category. In the aspect of understanding of differentiated learning, 32% are in the high category, 55% medium, and 13% low. In terms of understanding of P5, 24% are in the high category, 63% medium, and 13% low. Regarding understanding of the Merdeka Mengajar platform, 18% in high category, 44% medium, and 38% low. Teachers' understanding regarding the IPAS assessment are 55% in the high category, 42% medium, and 3% low. Teachers are quite ready to organize science learning in MC implementation and show positive perception. 
Penerapan Pembelajaran Berdiferensiasi Konteks IPAS Pada Guru Sekolah Dasar Wilayah Perbatasan Kartini Kartini; Sucahyo Mas'an Al Wahid; Ina Nurfadillah Ersa
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.78733

Abstract

Pembelajaran yang melibatkan tutor sebaya sebagai bentuk penguasaan konten diferensiasi wilayah perbatasan dengan mengembangkan media konteks IPAS seperti interaksi jual-beli hasil laut dan pertanian melalui role play serta eksperimen pembuatan telor asin sebagai produk dalam hasil pembelajaran diferensiasi. Penelitian ini menggunakan penelitian kulitattif deskriptif dengan fokus penelitian adalah penerapan pembelajaaran diferensiasi, Konten, proses dan produk. Data dikumpulkan melalui wawancara guru kelas awal, Kepala Sekolah dan angket kepada siswa. Observasi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan non partisipasi yaitu peneliti mengamati proses kegiatan belajar mengajar di kelas awal serta dokumentasi. Berdasarkan hasil temuan yang didapatkan melalui angket keterampilan guru dalam memanfaatkan media pembelajaran berbasis teknologi perlu untuk diberikan intervensi seperti stimulasi media yang sudah ada dan pembuatan bersama khususnya media yang dibuat melalui google form soal berdiferensiasi dengan kesesuaian konteks IPAS. Sedangkan hasil angket siswa dapat menyimak pembelajaran dengan baik dan terampil dalam mengerjakan tugas, namun kenyataan dalam memberikan saran terhadap angket yang dibagikan terlihat siswa antusias memanfaatkan media bersama yang dikhwatirkan penerapan media sangat minim dan bersemangaat ketika pembelajaran menggunakan media interaktif. 
Persepsi Siswa terhadap Literasi Budaya melalui Permainan Tradisional Petak Umpet Flashcard Afridha Sesrita; Arifin Maksum; Arita Marini
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.79900

Abstract

Indonesia dicirikan sebagai negara majemuk dan multikultural. Keberagaman bangsa Indonesia merupakan kekayaan yang harus dijaga. Namun tantangan muncul untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air. Banyak upaya yang perlu dilakukan, salah satunya adalah pelestarian budaya dilingkungan sekolah. SD Amaliah telah melakukan literasi budaya sebagai salah satu upaya pelestarian nilai-nilai budaya bangsa Indonesia, yaitu melalui permainan tradisional sebagai bentuk pelestarian budaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat persepsi siswa terhadap literasi budaya melalui permainan tradisional petak umpet flashcard. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Subjek penelitian adalah siswa kelas II Sekolah Dasar Amaliah Bogor pada semester ganjil tahun ajaran 2023/2024 sebanyak 80 orang. Data dikumpulkan melalui angket yang langsung diisi oleh siswa dan wawancara mendalam sesuai dengan kebutuhan data penelitian. Informasi terkait persepsi siswa terhadap literasi budaya dalam permainan tradisional akan dianalisis secara deskriptif sesuai fokus penelitian. Hasil penelitian tentang persepsi siswa terhadap literasi budaya melalui permainan tradisional petak umpet flashcard memperoleh nilai maksimal dengan dua indikator yaitu dapat menumbuhkan minat dan keinginan siswa terhadap budaya yang dikembangkan dengan lima pernyataan dan indikator kedua yakni meningkatkan kesadaran siswa dalam menjaga dan memelihara budaya dengan dua pernyataan. Persepsi siswa tentang literasi budaya yang disampaikan guru dalam pembelajaran dengan permainan tradisional petak umpet flashcarddengan empat pernyataan juga mendapatkan hasil maksimal. 
Analisis Isi Penelitian Model Pembelajaran Problem Based Learning terhadap Pembelajaran IPA SD di Indonesia Conny Dian Sumadi
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.78526

Abstract

Model Pembelajaran Problem Based Learning (PBL) banyak diimplementasikan dalam proses pembelajaran sains (IPA) di sekolah dasar. Penelitian ini merupakan studi literatur dengan pendekatan studi kasus. Metode yang digunakan adalah analisis isi. Sumber data yang digunakan adalah penelitian yang telah terpublikasi di jurnal ilmiah di Indonesia. Teknik yang digunakan adalah teknik purporsive sampling melalui google scholar. Sampel dalam penelitian sebanyak 21 artikel yang memiliki relevansi dengan model pembelajaran PBL dalam pembelajaran IPA SD di seluruh Indonesia pada tahun 2021-2023. Teknik analisis data dilakukan dengan cara mengklasifikasikan sampel ke dalam beberapa aspek dan indikator. Hasil yang dipaparkan pada makalah ini adalah persebaran wilayah dari  21 artikel yang dikaji paling dominan berasal dari Indonesia Barat. Jenis penelitian yang banyak digunakan adalah penelitian kuantitatif tipe kuasi ekperimental desain. Subjek penelitian yang dipilih berdasarkan kajian artikel adalah siswa kelas V SD. Penelitian menggunakan model PBL menggunakan lembar tes untuk instrumen pengambilan data. Untuk analisis data yang digunakan adalah uji-t. Model PBL paling banyak diteliti pengaruhnya terhadap hasil belajar siswa. 
Pengembangan LKPD berbasis Alur “MERDEKA” sebagai penguatan Literasi Numerasi dalam Implementasi Pembelajaran Berdiferensiasi di Sekolah Dasar Rosiana Mufliva; Andhin Dyas Fitriani; Sandi Budi Iriawan
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.79571

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya kemampuan literasi numerasi siswa berdasarkan hasil PISA 2018 yang dirilis OECD (2019) yang menunjukan bahwa rata-rata skor matematika peserta didik Indonesia mencapai 379 dengan skor rata-rata OECD 487. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) berbasis alur “MERDEKA” sebagai upaya meningkatkan kompetensi literasi numerasi siswa khususnya pada bidang kajian bilangan dalam rangka mendukung tercapainya indikator hasil belajar siswa dan untuk memperoleh gambaran mengenai respon siswa terhadap penggunaan LKPD berbasis alur “MERDEKA” pada bidang kajian bilangan di SD kelas 1. Penelitian ini metode penelitian desain didaktis (didactical design research) yang meliputi tahap analisis prospektif, analisis metapedadidaktis, dan analisis retrospektif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa LKPD matematika bidang kajian bilangan berbasis alur “MERDEKA” sangat layak untuk digunakan dengan persentase sebesar 93,3% dengan kategori sangat layak menurut ahli materi dan ahli desain LKPD. Sedangkan hasil uji coba terhadap peserta didik menunjukkan bahwa LKPD matematika bidang kajian bilangan berbasis alur “MERDEKA”ini menunjukkan persentase sebesar 90% dengan kategori sangat layak. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa LKPD matematika bidang kajian bilangan berbasis alur “MERDEKA”ini dapat digunakan untuk membantu siswa dalam memahami materi bilangan siswa kelas 1 SD dan mendukung pembelajaran berdiferensiasi.  
Hambatan Berpikir Aljabar Siswa pada Konsep Perkalian Bilangan Cacah di Sekolah Dasar Iis Wasitoh; Karlimah Karlimah; Erwin Rahayu Saputra
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.82097

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh banyaknya siswa yang mengalami kesulitan dalam memahami konsep perkalian bilangan cacah dan lemah dalam keterampilan berpikir aljabar. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis karakteristik hambatan belajar siswa sekolah dasar dalam keterampilan berpikir aljabar pada konsep perkalian bilangan cacah yang dilihat dari sudut pandang siswa, guru dan materi ajar. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan menerapkan model Didactical Design Research (DDR). Partisipan penelitian terdiri dari 50 siswa kelas 4 dan kelas 5 dari sekolah dasar negeri di Tasikmalaya. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, tes kemampuan berpikir aljabar, wawancara tidak terstruktur, dan studi dokumentasi. Penelitian mengidentifikasi tiga hambatan belajar. Pertama, hambatan ontogenik instrumental muncul saat siswa kesulitan merepresentasikan soal matematika dan melakukan perhitungan. Hambatan ontogenik konseptual tercermin dari kesulitan siswa mengenali pola penjumlahan berulang dan menghubungkannya dengan perkalian, serta hambatan ontogenik psikologis siswa ditunjukkan dalam ketegangan, kurang antusias, keraguan, dan ketidaknyamanan menyuarakan pendapat. Kedua, hambatan epistemologis tampak dari kesulitan siswa mengkomunikasikan penalaran dan pembuktian secara jelas. Ketiga, hambatan didaktis terlihat dalam pembelajaran yang kurang bermakna, pembelajaran sebatas hafalan, dan minim eksplorasi konsep 
Penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah menengah pertama: Studi kualitatif mengenai kesiapan Guru Agama Katolik Arius Arifman Halawa; Rezkie Zulkarnain; Yusi Kurniati; Albina Imakulata
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 1 (2024): April 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i1.84548

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kesiapan guru Agama Katolik di Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Mempawah dalam menerapkan Kurikulum Merdeka. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif pemilihan subjek berdasarkan purposive sampling yaitu 25 orang guru. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara dan diskusi kelompok terfokus. Hasil analisis data yang dilakukan melalui pengkodean wawancara dan notula diskusi kelompok terfokus menunjukkan bahwa sebagian besar sekolah sudah menerapkan Kurikulum Merdeka dan tergolong pada tahap ber-kembang. Pada tahap ini dijelaskan bahwa guru telah menyesuaikan praktik pembelajaran dan asesmen yang dituntut dalam Kurikulum Merdeka. Hal ini ditandai dengan guru yang merencanakan pembelajaran beriorientasi pada dokumen yang telah disediakan oleh Kemendikbudristek. Guru juga menerapkan program membaca kitab suci dan renungan sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai sebagai bentuk penguatan karakter profil pelajar Pancasila. Sebagai tolak ukur dalam merencanakan pembelajaran, guru memberikan refleksi dan evaluasi pasca pembelajaran. Kemudian guru mampu membimbing siswa untuk menyelesaikan tugas yang diberikan. Namun kendala yang dirasakan guru yaitu kesulitan dalam memperoleh modul ajar sejenis khususnya pelajaran Agama Katolik. Sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan belajar, guru juga turut berkolaborasi kepada guru lain, masyarakat, dan orang tua siswa seperti mengadakan pertemuan di akhir semester.Kata Kunci: Kurikulum Merdeka; Kesiapan Guru; Pendidikan Agama Katolik. Implementation of Merdeka Curriculum in junior high school: A qualitative study of Catholic Religious Teachers' readiness Abstract: This study aims to determine the readiness of Catholic Religion teachers in Junior High Schools in Mempawah Regency in implementing the Merdeka Curriculum. The research method used is descriptive qualitative subject selection based on purposive sampling, namely 25 teachers. Data collection techniques using interviews and focus group discussions. The results of data analysis conducted through interview coding and focus group discussion minutes show that most schools have implemented the Merdeka Curriculum and are classified as in the developing stage. At this stage, it is explained that teachers have adjusted the learning and assessment practices required in the Merdeka Curriculum. This is indicated by teachers who plan learning oriented to the documents provided by the Ministry of Education and Culture. Teachers also implement scripture reading and devotional programs before teaching and learning activities begin as a form of strengthening the character of the Pancasila student profile. As a benchmark in planning learning, teachers provide post-learning reflection and evaluation. Then the teacher is able to guide students to complete the assigned tasks. However, the obstacle felt by teachers is the difficulty in obtaining similar teaching modules, especially Catholic Religion lessons. As a form of support for learning progress, teachers also collaborate with other teachers, the community, and parents of students such as holding meetings at the end of the semester.
Analysis of learning difficulties in reading, writing, and counting (Calistung) in upper elementary school: A case study Umalihayati Umalihayati; Rina Yuliana; Halimatus Sa'diyah; Laksmi Evasufi Widi Fajari; Syarifah Aini; Vivit Nurhikmah Havita; Ardaneswari Putri Cahyaningsih; Puji Rahayu Ningsih; Sulistia Ningrum; Gladisya Audita Azzahra
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 8, No 2 (2024): September 2024
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v8i2.86598

Abstract

Reading, writing, and counting (calistung) are fundamental skills taught early to students and have become a significant issue in the learning process of upper elementary classes faced by teachers at the primary school level. This study aims to analyze the learning difficulties in calistung and the efforts made by schools and teachers to address these difficulties in upper elementary school students. The research method employed is qualitative, using a case study approach with data collection techniques including observation, interviews, and document analysis. The research sample consisted of upper elementary students (grades IV to VI) who experienced difficulties in calistung, selected through purposive sampling. The data analysis technique involved stages such as data collection, data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The research findings indicate the presence of calistung learning difficulties among upper elementary school students, which include pre-academic and academic learning difficulties influenced by internal and external factors. Pre-academic learning difficulties involve deviant student behavior and language development disorders, while academic learning difficulties encompass challenges in reading, writing, and counting. The study suggests that calistung learning difficulties in upper elementary schools can be addressed through teachers designing effective learning activities based on student needs and providing counseling services for students facing learning challenges.