cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Jurnal Kesehatan Vokasional
ISSN : 25410644     EISSN : 25993275     DOI : -
Jurnal Kesehatan Vokasional (JKesVo) with registered number ISSN 2541-0644 (print), ISSN 2599-3275 (online) is a collection of health scientific articles, especially in the field of medical records and health information as well as applied health sciences such as midwifery, nursing and others who are initiated by the department of health services and information, vocational college of universitas Gadjah Mada (UGM). The initial frequency of publication in 2016 is in October and then the second issue in April 2017, by 2017 the frequency of issuance changes from October and April to May and November
Arjuna Subject : -
Articles 229 Documents
High Intensity Interval Training (HIIT) dalam Meningkatkan Daya Tahan dan Mencegah Cedera pada Pemain Bulu Tangkis Setiawan, Cahyo; Jannah, Suci Muqodimatul; Kurniawan, Muhammad Dwi; Nurhayati, Shahad Erma
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.88362

Abstract

Latar Belakang: High-Intensity Interval Training (HIIT) merupakan latihan terbaik untuk meningkatkan daya tahan tubuh dan mencegah cedera. Latihan tersebut adalah latihan kardiovaskular yang menggabungkan latihan intensitas tinggi dalam dosis tertentu. Selain melakukan gerakan raket yang kompleks, pemain bulutangkis membutuhkan koordinasi motorik yang tinggi, stamina kardiovaskular, kelincahan, kekuatan, kecepatan dan ketepatan. Pemain bulutangkis juga rentan mengalami cedera.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pemberian High-Intensity Interval Training untuk meningkatkan daya tahan dan mencegah cedera pada pemain bulutangkis.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimen dengan desain one group study. Terdapat 15 pemain bulutangkis berusia antara 18 hingga 25 tahun yang berpartisipasi dalam penelitian ini. Paired t-test dilakukan untuk mengevaluasi efek pelatihan dan dianalisis menggunakan SPSS.Hasil: Hasil penelitian ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan (p<0,05) dalam daya tahan atletik setelah HIIT dengan peningkatan 2,8% dalam kinerja ketahanan mereka. Ada juga efek yang signifikan (p<0,005) dalam pencegahan risiko cedera dengan rata-rata sebesar 1,1%.Kesimpulan: Program Latihan HIIT dapat memberikan efek yang signifikan dalam meningkatkan komponen fisik, terutama daya tahan, dan mencegah cedera.
Penerapan Healthcare Failure Mode and Effect Analysis (HFMEA) pada Implementasi Rekam Medis Elektronik Yudianti, Ellya -; Arini, Merita -
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.88541

Abstract

Latar Belakang: Rekam Medis Elektronik (RME) terbukti meningkatkan kualitas layanan kesehatan. Namun, penerapannya belum mencapai target yang diharapkan, berisiko terhadap kepuasan dan keselamatan pasien, bahkan terancam gagal. Rumah sakit harus mengelola berbagai risiko pada penerapan RME untuk mencapai tujuannya.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menilai risiko-risiko penerapan RME, serta menyusun strategi pengendaliannya.        Metode: Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan partisipatif dan menerapkan Healthcare Failure Mode and Effect Analysis di sebuah rumah sakit swasta, melalui Consensus Decision-Making Group.Hasil: Penelitian ini mengidentifikasi 51 risiko penerapan RME, dengan 49 di antaranya yang diproses dan dikelompokkan menjadi 5 tema, yaitu kebijakan penggunaan RME, subjek RME, kualitas sistem RME, infrastruktur, dan komunikasi. Penilaian risiko bervariasi dari risiko rendah sampai sangat tinggi. Perhatian petugas masih berfokus pada kelengkapan data dan sistem yang berjalan, tetapi keamanan data belum menjadi perhatian. Penelitian ini merumuskan 16 rencana pengendalian risiko dengan 3 prioritas yang direkomendasikan, yaitu menyusun kebijakan dan pedoman implementasi RME, pelatihan secara hands-on kepada dokter, dan pembaruan sistem RME berkala serta menyusun co-creation tentang penambahan fitur sistem RME.                   Kesimpulan: Penerapan RME tidak terlepas dari risiko kegagalan. HFMEA mampu memotret hal ini dengan menggali potensi kesalahan. Diperlukan uji coba implementasi rekomendasi strategi perbaikan untuk mencegah kegagalan. 
Monitoring Kesehatan Remaja Berbasis Elektronik Rosita, Riska; Sari, Fitriana Yuni Permana; Suryadi, Agung; Pribadie, Laras Setya; Demir, Emine; Stone, Selina
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.88804

Abstract

Latar   Belakang: Kesehatan remaja merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Permasalahan kesehatan remaja seperti anemia, kurang energi kronis (KEK), obesitas, dan tingginya angka pernikahan dini telah berkontribusi pada kejadian stunting dan memicu penyakit degeneratif. Oleh karena itu, perlu adanya sistem monitoring kesehatan remaja melalui aplikasi website untuk menekan angka kesakitan remaja dan mengurangi resiko melahirkan anak stuntingTujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan media monitoring kesehatan remaja berbasis elektronik agar mampu menyajikan informasi yang lengkap, akurat, dan tepat waktuMetode: Desain penelitian yang digunakan adalah kualitaif dengan pendekatan Rapid Application Development (RAD) yang terdiri atas perencanaan, workshop desain, dan implementasi. Populasi penelitian ini adalah kader kesehatan di Posyandu Remaja Sondakan, sedangkan sampel yang digunakan adalah total populasi yaitu sejumlah 5 orang.Hasil: Aplikasi posyandu remaja dapat digunakan untuk memantau BMI, LILA dan hasil pemeriksaan darah.Laporan data dapat disajikan dalam bentuk grafik dan dicetak. Tingkat kelayakan berdasarkan PIECES diperoleh skor 89,8%.Kesimpulan: Pemeriksaan kesehatan remaja dapat dilakukan dengan mudah melalui grafik sebagai pemantauan hasil pemeriksaan. Pada sistem analisis menunjukan 89,9% telah layak digunakan dalam mendeteksi kondisi remaja yang tidak normal, sehingga bidan dapat segera memberikan pendidikan kesehatan, pengobatan, atau terapi.  Bagi peneliti selanjutnya bisa mengembangkan sistem monitoring kesehatan remaja berbasis android.
Pemetaan Spasial Malaria dan Faktor Risiko di Kecamatan Lamboya Kabupaten Sumba Barat Mbiliyora, Agustina; Satoto, Tri Baskoro Tunggul; Murhandarwati, Elsa Herdiana
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.88985

Abstract

Latar Belakang: Malaria adalah penyakit tular vektor yang masih menjadi masalah utama kesehatan masyarakat di Kecamatan Lamboya Sumba Barat. Analisis spasial diperlukan untuk mengetahui sebaran kasus malaria, penentuan wilayah receptive dan vulnerable.Tujuan: Penelitian bertujuan untuk mengetahui pola sebaran kasus malaria, tipe habitat jentik, pemetaan wilayah receptive dan vulnerable dan pengaruh faktor risiko di Kecamatan LamboyaMetode: Penelitian ini menggunakan rancangan unmatched case control. Besar sampel masing-masing 36 kontrol responden positif dan negatif malaria Januari 2023. Data diperoleh melalui e-SISMAL (Elektronik Sistem Informasi Surveilans Malaria) Puskesmas Kabukarudi dan Klinik Malaria. Analisis data meliputi analisis spasial dengan QGIS, univariat dan bivariat dengan uji chi-square. Wilayah receptive ditentukan berdasarkan temuan kasus malaria dan habitiat positif jentik, vulnerable wilayah tanpa kasus namun berbatasan langsung dengan wilayah receptiveHasil: Sebaran malaria berpola random dekat habitat nyamuk radius 500m ada 25 kasus dan radius 1000m ada 6 kasus. Habitat positif jentik pada sawah, mata air, muara, sungai, genangan dan kubangan. Lima wilayah receptive pada Patiala Bawa, Palamoko, Lamboya Bawa, Ringurara dan Watukarere. Tiga wilayah vulnerable Wailibo, Kabukarudi dan Rajaka. Hasil identifikasi nyamuk ditemukan An.Vagus, An.Limosus, An.Subpictus, An. Indefinitus dan An.Annularis.Kesimpulan: Pola sebaran malaria menyebar mendekati habitat nyamuk. Ditemukannya nyamuk potensial vektor malaria dan habitat positif jentik menunjukkan bahwa di Kecamatan Lamboya berpotensi tinggi terjadinya penularan malaria.
Pengaturan Pengaktifan Kembali Rekam Medis Elektronik pada Rumah Sakit X Kota Denpasar Putu Ayu Sri Murcittowati; Made Karma Maha Wirajaya; Ika Widi Astuti; I Gusti Ayu Kartika; Putu Ika Farmani
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.89228

Abstract

LatarBelakang: Pelaksanaan Rekam Medis Elektronik (RME) pada fasilitas pelayanan kesehatan terdapat ketimpangan dengan Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis (RM). Salah satunya adalah ketimpangan adalah perbaikan atau penambahan catatan RM yang berujung pada pengaktifan kembali RME lebih dari 2x24 jam.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaturan dan hak akses pengaktifan kembali RME.Metode:  Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode postpositivistik. Sampel penelitian dari Instalasi RM periode April 2023 berjumlah 43 RM yang telah mengalami perbaikan. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara serta teknik triangulasi berupa studi dokumentasi dan observasi.Hasil: Proses pengaktifan kembali meliputi memperbaiki SOAP dan asesmen, penambahan diagnosis dan melengkapi resume. Dua orang diberikan akses untuk memastikan kelengkapan pengisian RME sesuai peraturan direktur. Kesalahan atau ketidaklengkapan dalam diagnosis dan tindakan, mengakibatkan pemberian kode penyakit dan tindakan tidak tepat sehingga hasil pengumpulan data dan pelaporan tidak akurat.Kesimpulan: Pengaturan pengaktifan kembali dan hak akses RME di RS X Kota Denpasar tidak sesuai Standar Prosedur Operasional dan Permenkes No. 24 Tahun 2022 tentang RM karena pengaktifan kembali melebihi 2 x 24 jam setelah pasien selesai dirawat. Evaluasi kebijakan dengan pelatihan, sosialisasi, kontrol akses serta pelaporan pelaksanaan RME dilakukan untuk menjaga kerahasiaan serta integritas data pasien.
Revitalisasi Desain Ruang Unit Kerja Rekam Medis Berdasarkan Aspek Ergonomi di Rumah Sakit Umum X Jember Dony Setiawan Hendyca Putra; Gandis Winur Cahyani; Maya Weka Santi; Efri Tri Ardianto
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 8, No 4 (2023): November
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.89775

Abstract

Latar   Belakang: Ruang Unit Kerja Rekam Medis  (UKRM) tidak hanya menyimpan dokumen penting akan tetapi sebagai pendukung  dalam proses pelayanan kesehatan. Ruang UKRM di (Rumah Sakit Umum (RSU) X Jember belum memenuhi aspek ergonomi baik secara fisik dan lingkungan. Oleh karena itu perlu adanya perbaharuan desain ruang yang dapat mendukung kinerja petugas rekam medis sesuai ergonomi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk revitalisasi desain secara ergonomi ruang kerja unit rekam medis di RSU X Jember.Metode: Desain penelitian ini menggunakan metode kualitatif untuk analisis kebutuhan pembuatan desain ruang unit kerja rekam medis sesuai ergonomi. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan brainstorming.  Desain UKRM menggunakan aplikasi SketchUp Pro 2023.Hasil: Ruang UKRM di RSU X Jember terdiri dari 3 ruangan dengan keadaan tepisah yakni ruang pendaftran, ruang kerja RM dan filing. Desain  ruang UKRM baru diubah menjadi 4 ruangan yaitu pendaftaran berukuran 12m x 11m, ruang kerja petugas rekam medis berukuran 9,45m x 6,5m, filing berukuran 17,65m x 6,5m dan toilet berukuran 3,25m x 6,5m. Penyesuaian prasarana sesuai antropometri petugas dengan penambahan 11 rak penyimpanan, 2 meja dan 2 kursi, sedangkan lingkungan fisik perlu perencanaan penambahan atau pemeliharaan lampu dan ventilasi.Kesimpulan: Perubahan desain UKRM dengan memindahkan dan memperluas serta penyesuaian prasarana dan lingkungan fisik sesuai standar dan aspek ergonomi agar meningkatkan mutu pelayanan dan keselamatan pelayanan medis.
Efektivitas Program Latihan Aerobik pada Penurunan Nyeri Dismenore Primer: Meta-analysis Fadli, Arif; Rustanti, Marti; Windiastoni, Yoga Handita
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.92667

Abstract

Latar Belakang: Wanita dengan Dismenore Primer (DP) dapat merasakan nyeri hebat akibat hiperkontraktilitas saat menstruasi, hipoksia, dan iskemia otot rahim. Wanita dengan DP akan mengalami hambatan aktivitas belajar dan keseharian. Obat analgetik efektif menurunkan nyeri dismenore primer dengan efek samping mual dan muntah. Program latihan aerobik bisa menjadi solusi pengobatan nyeri  DP tanpa efek samping.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas program latihan aerobik untuk pengurangan nyeri akibat dismenore primer.Metode: Systematic review dan meta-analisis artikel publikasi tahun 2013 s/d 2023 pada desain Randomized Control Trial di databased PubMed, Google Scholar, OVID, ResearchGate, ScienceDirect. Program Revman 5.3 digunakan dalam analisis data dengan ukuran efek terapi pada penurunan nyeri DP.Hasil: Lima artikel dengan 312 wanita DP dimasukan sintesis meta-analisis. Hasilnya menunjukan bahwa latihan aerobik efektif menurunkaan nyeri akibat dismenore primer dibandingkan dengan kelompok kontrol tanpa intervensi dengan ukuran efek terapi adalah besar (d= -2,03; CI= -3,37 – 0,69; P <0,00001).Kesimpulan: Program latihan aerobik efektif menurunkan nyeri akibat dismenore primer. Latihan aerobik dapat menurunkan nyeri melalui peningkatan sirkulasi darah sistemik yang disertai penurunan sensitifitas gerak akibat dismenore primer.
Analisis Tantangan Kesiapan Implementasi Rekam Medis Elektronik di Puskesmas Kota Padang Siswati, Sri; Ernawati, Tuty; Khairunnisa, Muthia
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.92719

Abstract

Latar   Belakang: Puskesmas merupakan salah satu fasilitas kesehatan yang wajib melaksanakan Rekam Medis Elektronik (RME) paling lambat 31 Desember 2023 melalui Permenkes Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Namun, faktor kesiapan sumber daya manusia menjadi tantangan dalam implementasi.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor dan hambatan yang mempengaruhi kesiapan tenaga kesehatan dalam menerapkan RME di Puskesmas.Metode: Penelitian ini menggunakan mixed-method dengan model sequantial explanatory dilakukan pada Mei sampai Oktober 2023 di 23 Puskesmas Kota Padang. Pengambilan data kuantitatif dengan crosssectional dilakukan pada 69 sampel, yaitu dokter, perekam medis, dan perawat, sedangkan kualitatif dilakukan terhadap 46 informan, yaitu 23 kepala puskesmas dan 23 perekam medis dengan cara purposive sampling. Hasil: Tenaga Kesehatan yang siap menerapkan RME hanya 33 orang (47,8%). Faktor Tingkatpendidikan, pengalaman kerja, pengetahuan, dan persepsi berpengaruh signifikan terhadap kesiapan tenaga kesehatan melaksanakan RME. Temuan wawancara mendalam diketahui penyebab belum siap tenaga kesehatan dalam melaksanakan RME adalah kurangnya pengetahuan tentang RME karena pelatihan RME tidak diberikan ke seluruh tenaga kesehatan selain itu keterampilan penggunaan komputer menjadi hambatan utama. Kesimpulan: Tidak semua tenaga kesehatan siap menerapkan RME karena pelatihan hanya oleh perekam medis sehingga perlu pelatihan serta pendampingan dari dinas kesehatan guna memantau keberhasilan implementasi
Early Warning System pada Henti Jantung Berbasis Smartphone Purbianto, Purbianto; Agustanti, Dwi; Nasihin, Nasihin
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.92777

Abstract

Latar Belakang: Kasus henti jantung di Amerika Serikat lebih dari 350.000/tahun dan kurang dari 10% yang bertahan hidup, di United Kingdom lebih dari 30.000/tahun di luar rumah sakit hanya 1 orang selamat dari 10 orang yang terserang. Prognosis henti jantung adalah kematian otak dan kematian permanen yang terjadi dalam 8-10 menit. Kondisi ini dapat dicegah dengan Resusitasi Jantung Paru (RJP) dan defibrilasi yang diberikan antara 5-7 menit dapat memberikan peluang hidup 30% - 45%. Diperlukan metode yang digunakan untuk menyelamatkan dengan segera untuk mencari bantuan dan melakukan cara penanganan.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan prototipe sensor denyut nadi.Metode: Desain penelitian ini adalah kuasi eksperimen. Besar sampel 35 responden dengan 4 kali pengulangan. Analisis data dengan uji sensitivitas, spesifitas dan uji beda dua mean dependent.Hasil: Sensitivitas prototipe 98,53% menyatakan frekuensi nadi normal pada orang yang normal. Spesifitas prototipe 50%, bermakna prototipe menyatakan denyut nadi tidak normal pada orang yang tidak normal.Kesimpulan: Prototipe sensor denyut nadi  dapat mengukur frekuensi denyut nadi hampir mendekati sama dengan alat standar yang digunakan.
Evaluasi Pemanfaatan PACS dan RIS Rumah Sakit Provinsi Yogyakarta, Indonesia Icanervilia, Ajeng Viska; Choridah, Lina; Pribadi, Amri Wicaksono; Rahman, Afif; Gusti, Abdi Marang; Huwaida, Azizah; Kusumasari, Dyan Pramandita Windu; Kusumawardani, Aurisa Winda; Frinces, Freshilla Sonia; Setyawan, Nurhuda Hendra
Jurnal Kesehatan Vokasional Vol 9, No 1 (2024): February
Publisher : Sekolah Vokasi Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jkesvo.92887

Abstract

Latar   Belakang:    Permintaan pemeriksaan radiologi di kalangan profesional kesehatan terus meningkat. Meskipun Picture Archiving and Communication System (PACS) dan Radiology Information System (RIS) telah diterapkan di RSUP Dr. Sardjito selama dua tahun, tetapi sistem tersebut masih kurang dimanfaatkan. Sistem tersebut sangat penting diterapkan untuk interpretasi yang akurat dan distribusi hasil pencitraan yang tepat waktu.Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan PACS dan RIS oleh tenaga medis di RSUP Dr. Sardjito.Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode wawancara mendalam. Responden dipilih berdasarkan metode purposive-maximum variety sampling. Metode wawancara menggunakan rekaman audio dan transkrip secara verbatim yang dianalisis secara tematik.Hasil: Penelitian ini menghasilkan 3 tema, yaitu: a) Manfaat PACS  dan RIS; b) Feedback terhadap PACS   dan  RIS; c) Pelatihan meningkatkan pemahaman & pemanfaatan PACS   dan RIS. PACS dan RIS dapat mempersingkat waktu pelayanan kesehatan dan membantu staf medis bekerja secara efisien. Selain itu, sosialisasi dan pelatihan PACS dan RIS juga membawa dampak positif dalam implementasinya, meskipun beberapa responden masih mengandalkan hard film karena keterbatasan akses komputer.Kesimpulan: Penerapan PACS dan RIS meningkatkan kualitas pelayanan rumah sakit. Optimalisasi pemanfaatan sistem PACS dan RIS memerlukan lebih banyak komputer di rumah sakit, pembaruan fitur di telepon seluler, dan pelatihan bagi pengguna