cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 617 Documents
An Analysis of Delusion on Jake in I’m Thinking of Ending Things Film Salmansyah, Fandy; Natsir, M.; Rahayu, Famala Eka Sanhadi
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.10203

Abstract

This research discusses the delusion of the character Jake, as seen in the film I'm Thinking of Ending Things. This study aims to identify the types of delusions and the causes of delusions by Jaimie Leeser and William O'Donohue. The theory of delusions is used to identify the types of delusions experienced by Jake and the causes of delusion in the film. This study also uses the theory of character and characterization by Dennis W. Petrie and Joseph M. Boggs to describe how the types and causes of delusions are depicted in the character Jake, who suffers delusions. This study uses qualitative methods as research methods. This study shows that there are three types of delusions experienced Jake’s character in the film. The delusions depicted in the film are erotomania where Jake believes he has a relationship; persecutory delusions when Jake feels someone is watching them make him harmed and angry, and grandiose delusions that he believed he had a unique ability and found something new in his world until he gets the Nobel medallion and everyone recognizes and appreciates him. The causes of delusions are also depicted in the film which is environmental causes such that Jake is portrayed as a lonely person and always bullied at school and genetic causes from Jake's father who has a history of Dementia which was passed down to Jake. Delusions in the film have an important role in the plot of the story to distinguish delusion and reality to make the audience understand what happened in this film.Key words: delusion, character, causes of delusion.
Campur Kode Bahasa Batak Toba di Samarinda Kajian Sosiolinguistik Sitorus, Yulian Elfrida; Wahyuni, Ian; Purwanti, Purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7794

Abstract

ABSTRAK Masyarakat suku Batak Toba menggunakan bahasa daerah dalam berkomunikasi sehari-hari yang diselipkan bahasa Indonesia maka dari situ terjadilah campur kode. Campur kode merupakan suatu kondisi di mana seseorang menggabungkan dua bahasa atau lebih ke dalam bahasa lain. Bukti dari masyarakat Indonesia merupakan masyarakat heterogen salah satunya dapat dilihat dari masyarakat suku Batak Toba yang tinggal di Samarinda. Hal ini yang menjadikan salah satu faktor bagi masyarakat suku Batak Toba yang lain untuk menggunakan lebih dari satu bahasa ketika berinteraksi. Adapun Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan bentuk campur kode; (2) mendeskripsikan faktor terjadinya campur kode. Penelitian ini menggunakan penelitian lapangan dengan pendekatan kualitatif yang dipaparkan secara deskriptif. Penelitian ini memiliki data berupa tuturan lisan masyarakat, sedangkan sumber data penelitian adalah masyarakat suku Batak Toba yang berada di Kelurahan Gunung Lingai, Kelurahan Lempake, Kelurahan Mugirejo, Kelurahan Bengkuring dan Kelurahan Bukit Pinang. Metode dalam penelitian ini adalah teknik libat cakap, teknik rekam, dan catat dan bentuk analisis data mendeskripsikan campur kode.  Hasil peneltian ini adalah campur kode bahasa Batak Toba di Samarinda kajian Sosiolinguistik terdapat beberapa bentuk campur kode dalam tuturan campur kode bahasa    Batak Toba kajian sosiolinguistik yang terdiri dari (1) penyisipan kata (2) penyisipan frasa (3) penyisipan klausa,. Faktor penyebabnya dalah faktor ekstralinguistik yaitu status sosial, sikap penutur menyatakan pretise. Faktor intralinguistik, yaitu adanya padanan kata dan kesesuaian maksud.Kata kunci:bahasa batak toba,campur kode, sosiolinguistikABSTRACTThe Toba Batak people use the local language in their daily communication, which is inserted in Indonesian, so there is code-mixing. Code mixing is a condition in which a person combines two or more languages in another language. The evidence of the Indonesian people being a heterogeneous society can only be seen in the Toba Batak people who live in Samarinda. This is one of the factors for other Toba Batak people to use more than one language when interacting. This study aims to (1) describe the form of code-mixing; (2) describe the factors of code-mixing. This study uses field research with a qualitative approach that is described descriptively. This study has data in the form of community oral speech, while the source of research data is the Toba Batak people who are in Gunung Lingai Village, Lempake Village, Mugirejo Village, Bengkuring Village, and Bukit Pinang Village. The method in this study is a conversational engagement technique, recording technique, and data analysis technique describing code-mixing. The result of this research is that the Toba Batak language code-mixing in Samarinda Sociolinguistic studies there are several forms of code-mixing in the Toba Batak language code-mixing speech which consists of (1) insertion of words for example as a family (2) insertion of phrases in good health (3) insertion of cute clauses, security. The causative factors are extralinguistic, namely social status, and appropriate speech attitudes. Intralinguistic factors, namely the existence of equivalent words and the intent.Keywords: Toba Batak language, code-mixing, sociolinguistics
PERILAKU ABNORMAL TOKOH MALA DALAM NOVEL MAMA KARYA WULAN MULYA PRATIWI DAN ERBY S KAJIAN PSIKOLOGI SASTR Normadi, Dinda Tri Rusmita; Kiftiawati, Kiftiawati; Nugroho, Bayu Aji
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.7877

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan fakta cerita yang mencerminkan abnormalitas tokoh Mala, mendeskripsikan bentuk perilaku abnormal dan faktor penyebab perilaku abnormal tokoh Mala dalam novel Mama karya Wulan Mulya Pratiwi dan Erby S ditinjau dengan psikologi sastra. Penulis tertarik mengkaji novel Mama, karena novel ini terdapat edukasi terkait gangguan mental pascamelahirkan. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu untuk menggambarkan bentuk perilaku dan faktor penyebab perilaku abnormal tokoh Mala dalam novel Mama. Penelitian ini menggunakan pendekatan psikologi abnormal. Sumber data penelitian adalah novel Mama karya Wulan Mulya Pratiwi dan Erby S.Teknik pengumpulan data menggunakan teknik membaca dan teknik mencatat. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fakta cerita novel Mama karya Wulan Mulya Pratiwi dan Erby S terdiri atas tokoh, alur dan latar. Tokoh Mala dalam novel ini berperasn sebagai perempuan yang mengalami gangguan mental pascamelahirkan. Alur yang digunakan dalam cerita ini yaitu alur maju-mundur (kombinasi). Latar cerita ini yaitu rumah Mala, IGD, dan Rumah Sakit Jiwa. Tokoh Mala memiliki 6 bentuk perilaku abnormal yaitu perilaku yang tidak biasa, perilaku melanggar norma sosial, persepsi yang salah terhadap realitas, perilaku yang berada dalam stres pribadi yang signifikan, perilaku maladaptiv, dan perilaku berbahaya. Perilaku abnormal tokoh Mala disebabkan oleh 3 faktor yaitu struktur keluarga yangpatogenis, pola asuh yang tidak akurat dan trauma pada masa kecil.
Prejudice toward Indian Characters in Gore Verbinski's The Lone Ranger Film Zuhdi, Ahnaf; Natsir, Muhammad; Sartika Dewi, M, Jonathan Irene
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.11075

Abstract

This research deals with prejudice in The Lone Ranger film by Gore Verbinski. Prejudice is an unfounded attitude of dislike or hatred towards a particular person or group of people based on judgmental beliefs without regard to the unique characteristics of a person or group of people based simply on their membership in that group. The researcher analyzed the prejudiced aspects by characterizing the characters experiencing treatment in this film. This research used a qualitative research design. The data were generated from the speech, action, and thoughts of the characters portrayed in the film. The researcher revealed that the stages of prejudice action in this film are committed by white people and experienced by the Indian People. In conclusion, the four stages of prejudice experienced by the characters were anti-locution, discrimination, physical attack, and extermination. Therefore, the researcher concluded that the difference between both races such as their skin tone, or their behavior is what generated prejudice toward Indian characters.
The Portrayal of Liberal Feminism through the Main Character of Charlotte Bronte's Jane Eyre Novel Sari, Lia Paramita; Lubis, Indah Sari; Ariani, Setya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.7286

Abstract

This research discusses about the portrayal of liberal feminism experienced by the main character in the Jane Eyre novel. In conducting this research, the researcher used the theory of liberal feminism and the theory of characterization by Reaske. The researcher used qualitative research as the method and mimetic as the approach of this research. The findings of this research showed that there are two aspects of liberal feminism that are portrayed in the novel; namely equal education and equal liberty. Those aspects are portrayed through Jane Eyre’s character when she struggled to get her freedom by being intelligent and progressive to get well education, and being independent and courageous to get her freedom.
KEPRIBADIAN NEUROTIK TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MAYSURI KARYA NADJIB KARTAPATI: KAJIAN PSIKOANALISIS SOSIAL KAREN HORNEY Noviana, Hana; Kiftiawati, Kiftiawati; Nugroho, Bayu Aji
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7855

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita, mendeskripsikan faktor penyebabterjadinya kepribadian neurotik tokoh utama melalui analisis psikoanalisis sosial Karen Horneydan menguraikan bentuk pemenuhan dorongan kompulsif tokoh utama dalam novel Maysurikarya Nadjib Kartapati. Penulis tertarik mengkaji novel Maysuri, karena novel ini mengisahkananak pelacur yang tidak segan untuk tidak menyembunyikan latar belakang ibunya yangmerupakan seorang pelacur. Jenis penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaituuntuk mengetahui faktor penyebab terjadinya kepribadian neurotik dan bentuk pemenuhandorongan kompulsif tokoh utama dalam novel Maysuri. Penelitian ini menggunakan pendekatanpsikoanalisis sosial Karen Horney. Sumber data penelitian adalah novel Maysuri karya NadjibKartapati. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisisdata menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitianmenunjukkan bahwa fakta cerita novel Maysuri karya Nadjib Kartapati terdiri atas tokoh, alurdan latar. Tokoh Maysuri digambarkan selalu berkelakuan baik tetapi menderita kepribadianneurotik. Alur yang digunakan dalam cerita ini yaitu alur maju. Latar cerita ini yaitu Jakarta,kamar Maysuri, rumah nomor 59, rumah Ayah Fandi, dan kontrakan Maysuri. Faktorterbentuknya kepribadian neurotik Maysuri disebabkan oleh tiga pengaruh kultur modern danpengabaian pada masa kanak-kanak. Hal tersebut mengharuskan Maysuri untuk memenuhidorongan kompulsif sebagai usaha untuk melawan kecemasan dasar dan melawan konflik dasaryang terdiri dari delapan kubutuhan neurotik dan tiga kecenderungan neurotik yangmemunculkan mekanisme pertahanan ego.
PENINDASAN PEREMPUAN DALAM NASKAH MONOLOG “PEREMPUAN OBRAK-ABRIK” KARYA RIAN KURNIAWAN HARAHAP: KAJIAN FEMINISME RADIKAL Putri, Fira Rahmadania Eka; Yusriansyah, Eka; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.12165

Abstract

ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan naskah monolog melalui penjelasan struktur naratif. Metode penelitian yang digunakan adalah deskiptif kualitatif, dan dalam analisis objek dibantu dengan menggunakan teori semiotika untuk membedah struktur naskah, kemudian dikaji menggunakan teori feminisme sebagai teori utama pada penelitian ini. Data yang digunakan adalah kutipan kalimat yang bersumber pada naskah monolog “Perempuan Obrak-abrik” Karya Rian Kurniawan Harahap. Teknik pengumpulan data penelitian menggunakan teknik baca dan catat. Analisis data dilakukan dengan teknik deskriptif kualitatif melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menujukkan bahwa melalui pembedahan struktur naratif dengan aspek sintaksis, semantik, dan pragmatik hasil yang didapatkan mampu menjadi jembatan penelitian untuk menemukan hasil penelitian yang kedua yaitu bentuk penindasan yang meliputi diskriminasi, labelisasi, kekerasan, dan subordinasi. Kemudian hasil penelitian selanjutnya ditemukan dua bentuk perlawanan yang dilakukan oleh tokoh utama perempuan yaitu perlawanan terhadap diskriminasi, serta perlawanan terhadap kekerasan.Kata Kunci: feminisme, naskah monolog, perempuan obrak-abrik, penindasan perempuan ABSTRACTThis study aims to describe monologue texts through explanations of narrative structures. The research  method used is qualitative descriptive, and in object analysis assisted by using semiotic theory to dissect the structure of the text, then analyzed using the theory of feminism as the main theory in this research. The data used are excerpts from sentences originating in monologue text of  “Perempuan Obrak-abrik” by Rian Kurniawan Harahap. Data collection techniques using reading and note techniques. Data analysis was carried out using qualitative descriptive techniques through data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The result showed that through dissecting narrative structure with syntactic, semantic and pragmatic aspects, the result obtained were able to become a research bridge to find the second research result, which is a form of oppression which includes discrimination, labeling, violence, and subordination. Then the results of further research found two forms of resistance carried out by the main female character, namely resistance to discrimination, and resistance to violence.Keywords: feminism, monologue text, perempuan obrak-abrik, oppression of women 
MORALITAS PADA CERITA RAKYAT BULUNGAN (PUTRI LEMLAI SURI) DAN PASER (PUTRI PETUNG) KAJIAN SASTRA BANDINGAN Lahung, Kornelia Fransiska; Dahlan, Dahri; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7144

Abstract

Penelitian ini bertujuan (1) mengetahui struktur faktual yang terdapat dalam ceritaPutri Lemlai Suri dan cerita Putri Petung (2) mengetahui nilai-moral yang terdapat dalamcerita Putri Lemlai Suri dan cerita Putri Petung (3) mengetahui perbandingan nilai moralyang terdapat dalam cerita Putri Lemlai Suri dan cerita Putri Petung. Jenis penelitian yangdigunakan adalah penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif. Data dalampenelitian ini berupa data tertulis: kata, kalimat, atau kutipan yang terdapat dalam keduacerita. Sumber data dalam penelitian ini adalah didapatkan dari buku kumpulan ceritarakyat daerah Kalimantan Timur yang ditulis oleh Moh. Noor (1980) dan buku kumpulancerita rakyat Paser dan Berau yang ditulis oleh Syahiddin (2013). Analisis data dilakukandengan membaca kedua cerita kemudian menganalisis perbandingan yaitu persamaan danperbedaan secara struktur faktual dan nilai moral pada cerita Putri Lemlai Suri dan ceritaPutri Petung. Hasil dalam penelitian yang ditemukan pada struktur faktual yaitu (1)penokohan yaitu (A) Kuwanyi, Istri, Jauwiru, Lemlai Suri, Seekor Anjing: cerita PutriLemlai Suri (B) Perana, Itak, Putri Petung, Seekor Kerbau: cerita Putri Petung (2) aluryang digunakan dalam cerita Putri Lemlai Suri dan cerita Putri Petung ialah alur maju (3)latar tempat dalam cerita Putri Lemlai Suri (Kabupaten Bulungan) dan cerita Putri Petung(Kabupaten Paser). yang ditemukan pada nilai moral yaitu (1) Moralitas hubunganmanusia dengan Tuhan. Dalam cerita rakyat Putri Lemlai Suri dan cerita rakyat PutriPetung yaitu bertanggung jawab, mengerjakan sesuatu dengan sepenuh hati, dan berbakti.(2) Moralitas hubungan manusia dengan masyarakat. Dalam cerita rakyat Putri LemlaiSuri dan cerita rakyat Putri Petung yaitu manusia akan mendapatkan apa yang sudahdilakukan. (3) Moralitas hubungan manusia dengan diri sendiri. Dalam cerita rakyat PutriLemlai Suri dan cerita rakyat Putri Petung yaitu saling menolong, tanpa pamrih, tidakserakahKata kunci: cerita rakyar, nilai moral, sastra bandingan
The Representation of Orientalism in The Hate U Give Movie Pratama, Ridho Adam; Tawakkal, Alamsyah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.12343

Abstract

This research aims to explain how Orientalism is represented in The Hate U Give movie through the main character of Starr Carter using the Orientalism theory by Edward Said. In this research, the researcher uses qualitative research and descriptive method. Furthermore, the researcher elaborates on the Postcolonial issue in the literary work using the Postcolonial approach. The data of this research is taken from The Hate U Give (2018) movie directed by George Tillman Jr. and its English subtitle that is downloaded from the website subscene.com. The researcher finds there are seven data representing five representations of Orientalism in The Hate U Give movie through Starr Carter. The first representation is “black” portrayed Starr’s action rules and appearance. The second representation is “violent” described through Starr’s choice of words. The third representation is “inappropriate” depicted through Starr’s relationship with her white boyfriend. The fourth representation is “powerless” illustrated through the difference of power and authority between Starr and a white cop. The fifth representation is “poor” displayed through the sad moment of Starr. The conclusion of this research is the five representations of Orientalism represented by Starr Carter in The Hate U Give (2018) movie are black, violent, inappropriate, powerless, and poor portrayed by Starr Carter in the negative and bad images.
RASIONALITAS TINDAKAN SOSIAL TOKOH UTAMA DALAM NOVEL KIRANA CINTA KARYA ANJAR ANASTASIA: KAJIAN SOSIOLOGI SASTRA Wahyuningsih, Diana; Hanum, Irma Surayya; Nugroho, Bayu Aji
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7142

Abstract

Rasionalitas salah satu tindakan manusia yang masuk akal dan dilakukan dengan keadaan yang sadar. Penelitian ini menggunakan novel Kirana Cinta Karya Anjar Anastasia dan penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan unsur intrinsik dan rasionalitas tindakan sosial tokoh utama di dalam novel Kirana Cinta Karya Anjar Anastasia. Dalam penelitian ini membahas novel Kirana Cinta Karya Anjar Anastasia karena tokoh utama dan tokoh lain mempunyai hubungan sosial, Rana sebagai tokoh utama yang peduli, membantu dan mementingkan kehidupan orang lain dibandingkan kehidupannya sendiri.Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan metode kepustakaan, dengan penelitian pendekatan kualitatif deskriptif. Data dan sumber data didapatkan dari novel Kirana Cinta yang ditulis oleh Anjar Anastasia (2014). Data penelitian dikumpulkan dengan cara membaca dan mencatat kata atau kalimat yang berupa kutipan. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan reduksi data, penyajian data dan penarikan simpulan.Hasil penelitian ini menunjukkan tokoh utama dalam novel Kirana Cinta Karya Anjar Anastasia adalah Rana sebagai penyiar radio yang mempunyai tindakan sosial peduli dan mementingkan kehidupan orang lain dibandingkan kehidupan dirinya sendiri. Dalam tindakan Rana ditemukan Rasionalitas tindakan sosial ada empat aspek yang dalam novel berupa tindakan rasional instrumental yaitu dilakukan dengan pertimbangan dan pilihan yang sadar, tindakan rasional berorientasi nilai yaitu dipertimbangkan secara sadar untuk mencapai tujuan, tindakan tradisional  yaitu tindakan karena kebiasaan, tradisi dan adat istiadat dan tindakan afektif yaitu tindakan yang didominasi perasaan atau emosi tanpa refleksi intelektual atau perencanaan yang sadar.Kata Kunci: rasionalitas, tindakan sosial, novel