cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 617 Documents
Character Development of Peter in J.M Barrie "Peter and Wendy" Novel Munti, Ayu Haritsa; Valiantien, Nita Maya; Dewi Max, Jonathan irene Sartika
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.8800

Abstract

Character development is the transformation process of the character from bad character to good character or the opposite that influenced by intrinsic elements. That is why the researchersused the guide from intrinsic elements and used the structuralism theory from Seymor Chatman. In this research, the researchers focused on the development of Peter, the main character. The researchers also used characterization theory from Rimmon Kenan to characterized Peter. This research used qualitative content analysis as the research design. The result of the research showed that even though many says that Peter is a flat character that impossible to change, the researcher found that the influence of Wendy towards Peter, she changed him into a better version of himself, appreciated the lost boys, and even though his thought about parents was not good, he still let the lost boys to leave and have their own parents. The researchersalso found influence of intrinsic elements on Peter’s character development. First, plot showed his condition from the beginning until the ending events. Second, setting showed his background in Neverland, the place where he lived.
CAMPUR KODE PEDAGANG DALAM SIARAN LANGSUNG GRUP FACEBOOK BUSAM: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Abdullah, Norhaliza; Surayya Hanum, Irma; Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7785

Abstract

ABSTRAK Pedagang yang memiliki kemampuan lebih dari satu bahasa cenderung memiliki kode yang hendak digunakan dalam berkomunikasi agar menarik perhatian calon pembeli. Hal ini memicu pedagang melibatkan dirinya dalam beberapa fenomena percampuran dua bahasa atau lebih. Fenomena bahasa yang dimaksud ialah gelaja percampuran dalam pemakaian bahasa karena adanya faktor yang menjadi penyebab terjadinya campur kode. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa tuturan dari pedagang pakaian saat melakukan siaran langsung grup facebook BUSAM kemudian ditranskripsikan dalam bentuk tulisan. Sumber data berasal dari pedagang yang melakukan siaran langsung melalui media sosial facebook bernama Ria Bucan sebagai pedagang 1 dan facebook Marwi Amy sebagai pedagang 2. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk campur kode pada tuturan pedagang yaitu campur kode ke dalam (inner code mixing), campur kode ke luar (outer code mixing) dan campur kode campuran ((hybrid code mixing) berupa penyisipan unsur berwujud kata, penyisipan unsur berwujud frasa, penyisipan unsur berwujud klausa, penyisipan unsur berwujud perulangan kata dan penyisipan unsur berwujud baster. Faktor penyebab terjadinya campur kode ialah faktor keterbatasan kode, Faktor penggunaan istilah yang lebih populer, Faktor pembicara atau penutur, Faktor fungsi dan tujuan, Faktor ragam dan tingkat tutur bahasa.Kata Kunci: siaran langsung facebook, campur kode, sosiolinguistik, BUSAM ABSTRACT The merchants who have more than one language skills tend to have codes to communicate with in order to attract the attention of potential buyers. This led the merchant to get involved in some bilingual or more multilingual phenomena. The linguistic phenomenon is the mixing of it in language because of the factors involved in the mixing of code. It is a field study with a qualitative descriptive approach. The research data from the clothing dealer's speech during a live broadcast of the BUSAM facebook group was then transcripted. The data source came from a trader who was broadcasting live through social media called Ria Bucan as trader 1 and Marwi Amy's facebook as trader 2. Research has shown that a code mixing on the trader's speech is internal the code mixing (inner code mixing), external code mixing (outer code mixing) mixed the code mixing (the hybrid code mixing) of interpolation of elements intinged, the insertion of elements belonging to clause, the insertion of elements The underlying factors that arise in code mixing are the factors of the code's limitations, the more popular use of terms, of speakers or speakers, of function and purpose, of diversity and degree of language.Keywords: live broadcast facebook, mixing code, sociolinguistics, BUSAM
Bahasa Sarkasme Warganet dalam Kolom Komentar pada Akun Instagram @tasyafarasya : Kajian Pragmatik Fauziyah, Anisa Nur; Purwanti, Purwanti -; Wahyuni, Ian -
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.11900

Abstract

Unggahan Tasya Farasya di Instagram mengundang respons negatif dari warganet dikarenakan perseteruan dengan saudarinya, Tasyi Athasyia. Permasalahan tersebut yang melatarbelakangi warganet melontarkan kata dan kalimat kasar untuk menghujat dan menyindir Tasya Farasya dalam unggahan akun Instagram miliknya. Komentar warganet ini termasuk bahasa sarkasme, sehingga penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis sarkasme dan makna implikatur bahasa sarkasme warganet dalam kolom komentar pada akun Instagram @tasyafarasya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Data penelitian yaitu kata, frasa, dan kalimat. Sumber data dalam penelitian ini yaitu akun media sosial Instagram @tasyafarasya yang menunjukkan jenis sarkasme Elizabeth Camp. Data diperoleh dengan teknik simak bebas libat cakap (SBLC), teknik sadap berupa tangkapan layar, dan teknik catat. Selanjutnya diklasifikasikan menggunakan kartu data berbentuk tabel data. Analisis data dalam kajian pragmatik ini menggunakan metode padan ekstralingual atau pemaknaan interpretasi berdasarkan konteks. Hasil penelitian yang ditemukan dalam kolom komentar pada akun Instagram @tasyafarasya, di antaranya yaitu sarkasme proposional, sarkasme leksikal, sarkasme like prefixed, dan sarkasme ilokusi. Jenis sarkasme yang lebih dominan ditemukan dalam kolom komentar pada akun Instagram @tasyafarasya, yaitu sarkasme leksikal karena terdapat penggunaan kata atau kalimat yang memuji kemudian menghina. Makna implikatur yang ditemukan hanya makna konvensional karena penggunaan bahasa sarkasme warganet yang ditemukan bersifat umum diketahui oleh masyarakat. Hasil analisis jenis sarkasme dan makna implikatur bahasa sarkasme warganet dalam kolom komentar pada akun Instagram @tasyafarasya dilatarbelakangi dengan konteks permasalahan pribadinya.
Masculinity of Percy Jackson in Heroes of Olympus: House of Hades Novel by Rick Riordan Hakim, Aji Muhammad Luqmanul; Zamruddin, Mardliya Pratiwi; Sudirman, Eka Pratiwi
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.8092

Abstract

This study analyzes the concept of masculinity by Brannon in the novel Heroes of Olympus: House of Hades. The purpose of this study is to describe how forms of masculinity are displayed through the character of Percy Jackson in his practice of applying the behavior of a man in responding to his surroundings. This study uses a qualitative descriptive research design. The data are in the form of narration and dialogue, which are related to forms of masculinity. Data analysis used Brannon theory and then the data analysis process used Miles and Huberman's theory. In the results of this study, researchers found forms of masculinity used by Percy's character for the sake of protecting his friends and lovers from Percy himself. Therefore, Percy Jackson and his masculinities can be taken as representative of human nature in general in terms of being a gentleman for others which is also common happen in current society.
SOCIAL ENVIRONMENT’S INFLUENCE ON CHARLIE’S HARD TIMES IN THE PERKS OF BEING A WALLFLOWER NOVEL Putri, Yasmin Medina Anggia; Zamruddin, Mardliya Pratiwi; Muhajir, Fatimah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.10025

Abstract

Symbolic Interactionism theory by Cooley explains that an individual cannot be separated from society. Individuals or groups of people will interact through communication until they finally enter the social order. Through this interaction, not only actions but also mindsets are changed. This thesis discusses the influence of the social environment on Charlie's hard times in The Perks of Being a Wallflower novel. The purpose of this research is to find out and explain the influence of Charlie's social environment to help him rise from his hard times. These hard times are identified through the conflicts that Charlie faces. This thesis also focuses on Charlie's way of making new friends by interacting with his new friends, Patrick and Sam. In this case, Patrick and Sam are Charlie's social environment. Both of them provide him with various forms of social support: instrumental, tangible, informational, and emotional. The researcher uses symbolic interactionism theory with qualitative research method and a sociological approach in this thesis. Based on the analysis, Charlie, the main character, managed to get through his hard times because of his friendship with Patrick and Sam. It can be seen from the way they interact until Charlie receives all types of social support from Patrick and Sam. Charlie was given gifts, advice, entertainment, attention, love, and care. In this thesis, the researcher also found that the presence of a social environment for Charlie, who is going through hard times, has a big impact on his ability to finally be confident, feel loved by his family and friends, and be able to get along with other people around him besides Patrick and Sam. Charlie has also stated that he will begin to become preoccupied with interacting with other people in real life. He said he would not write letters so often anymore and would participate with other people.
Citra Tokoh Melur Dalam Novel Perempuan Karya Maman Suherman Kajian Feminisme Eksistensialisme Resky - Juliansyah; Dahri Dahlan; Ahmad Mubarok
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Juliansyah, Resky. 2021. Analisis Citra Tokoh Melur Dalam Novel Perempuan Karya Maman Suhermam. Skripsi. Program Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman.Pembimbing I: Dahri Dahlan., S.S., M.  HUM.;Pembimbing II: Ahmad Mubarok., S.S., M. HUM.Kata Kunci : Feminisme, Eksistensialisme, Novel, Tokoh utama Novel Perempuan adalah buku lanjutan dari Re; dan buku ketiga dari Maman Suherman. Novel tersebut mengangkat cerita tentang Melur, anak dari Rere atau Re: yang telah berhasil menyandang gelar Dr didepan namanya, banyak kilas balik kemasa lalu yang disajikan oleh Maman Suherman dalam novel tersebut serta tentang keadilan bagi perempuan tentang feminisme.            Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bertujuan untuk mendeskripsikan secara sistematis antar fenomena yang diselidiki melalui tahapan identifikasi novel, feminisme dan menyimpulkan hasil penelitian. Analisis awal menggunakan teori fakta cerita Robert Stanton dan teori feminisme dari berbagai teori.            Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa novel karya Maman Suherman ini mengusung perlawanan perempuan terhadap tindakan yang terjadi terhadap perempuan. Namun setelah Melur menyelesaikan S3 di Tokyo maka dari itu Melur kembali ke indonesia untuk menyelidiki kematian dari ibu kandungnya.
DISCRIMINATION TOWARDS JESSE OWENS AS PORTRAYED IN THE RACE (2016) FILM Purnawati, Novita Diah; Kuncara, Singgih Daru; Sudirman, Eka Pratiwi
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.7880

Abstract

ABSTRACT Discrimination is a social problem that often occurs in society. This study focused on discrimination issues towards Jesse Owens as the main character in the Race film. The purposes of this research are to identify the types of discrimination and the types of responses against discrimination that happens to Jesse Owens in the Race film. The researcher used a qualitative method and mimetic approach in this research. To identify the types of discrimination and the types of responses against discrimination, the researcher used Feagin and Sikes' theory. There were four types of discrimination that occurred towards Jesse Owens, namely avoidance, rejection, verbal attacks, and the last are other threats and harassment. From all the types of discrimination found, verbal attacks were the most common type found in this research. In addition, there was no type of police threats and harassment in this film, because Jesse Owens rarely interacts with the police. Besides, there were two types of responses against discrimination shown by Jesse Owens in the Race film, namely withdrawal and resigned acceptance. From all the types of responses against discrimination, resigned acceptance is the most common type in this research. In addition, there was no verbal confrontation and physical confrontation in this film because the discrimination stopped after he did the resigned acceptance to against it. All of the discrimination in this study is depicted through Jesse Owens as the victim in this film.  
An Analysis of Stuttering Character in Once Upon a Time in Hollywood Film Lukita, Chandra; Ariani, Setya; Setyowati, Ririn
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.8611

Abstract

ABSTRACTThis research aimed to find the types of stuttering and the types of associated behaviors in Once Upon a Time in Hollywood film. The chosen character to be analyzed is Rick Dalton. This research used Hedge and Davis’ theory of the types of stuttering and Zebrowski’s theory of the types of associated behaviors concluded in psycholinguistics field. This research applied a descriptive qualitative method. The data sources of this research are Once Upon a Time in Hollywood film and its script. The data were taken from the words and sentences uttered by Dalton in the film which showed the stuttering phenomenon, as well as certain gestures that accompanied Dalton’s stuttering. Through the findings of the analysis, the researcher found two out of four types of stuttering, namely repetition (part-word repetition, whole-word repetition, and phrase repetition) and block (sound prolongation). Also, all types of associated behaviors were found, they are: (1) head, torso, and limb movement, (2) audible inhalations and exhalations, (3) visible muscle tension in orofacial tension, and (4) eye behaviors. Through this research, the readers can have more understanding and raise their awareness of stuttering phenomenon that also happen in real life which can affect someone’s life who suffered from stuttering.Keywords: Psycholinguistics, Speech Disorders, Stuttering, Associated Behaviors, Once Upon a Time in Hollywood Film ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk menemukan jenis gagap dan jenis perilaku terkait dalam film Once Upon a Time in Hollywood. Karakter yang dipilih untuk dianalisis adalah Rick Dalton. Penelitian ini menggunakan teori jenis gagap milik Hedge dan Davis dan teori jenis perilaku terkait milik Zebrowski yang tercakup dalam lingkup psikolinguistik. Penelitian ini menerapkan metode kualitatif deskriptif. Sumber data dari penelitian ini adalah film Once Upon a Time in Hollywood dan naskahnya. Data diambil dari kata-kata dan kalimat yang diucapkan oleh Dalton dalam film yang menunjukkan kegagapan, juga gestur tertentu yang menyertai kegagapan Dalton. Melalui temuan dari analisis, peneliti menemukan dua dari empat jenis gagap, yaitu pengulangan (pengulangan sebagian kata, pengulangan seluruh kata, dan pengulangan frasa) dan blok (jeda sesaat). Pun, semua jenis perilaku terkait ditemukan, yaitu: (1) pergerakan kepala, badan, dan lengan, (2) penghirupan dan penghembusan napas yang terdengar, (3) ketegangan otot pada otot orofasial, dan (4) pergerakan mata. Dari penelitian ini, pembaca bisa lebih memahami dan meningkatkan kesadaran mereka terhadap fenomena gagap yang juga terjadi di kehidupan nyata, yang dapat mempengaruhi kehidupan seseorang yang menderita kegagapan.Kata Kunci: Psikolinguistik, Gangguan Berbicara, Gagap, Perilaku Terkait, Film Once Upon a Time in Hollywood
MITOS KECANTIKAN DALAM NOVEL GENDUT? SIAPA TAKUT! KARYA ALNIRA: KAJIAN FEMINISME NAOMI WOLF Hakiki, Dwi Rijaya; Sari, Norma Atika; Kiftiawati, Kiftiawati
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.7271

Abstract

Penelitian ini berfokus pada aspek bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel Gendut? Siapa Takut! karya Alnira (2019). Analisis dilakukan dengan memanfaatkan teori feminisme Naomi Wolf. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah: (1) aspek unsur intrinsik dalam novel; (2) bentuk dan pengaruh mitos kecantikan dalam novel; dan (3) upaya tokoh utama perempuan melawan mitos kecantikan dalam novel. Penelitian ini merupakan penelitian studi pustaka dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data didapat melalui teknik baca dan catat. Teknik analisis meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Alur pada novel Gendut? Siapa Takut!karya Alnira adalah alur campuran. Tokoh utama perempuan dalam novel bernama Moza Aphrodite seorang perempuan bertubuh gendut yang berusia 28 tahun. Penggambaran latar dalam novel mencakup banyak tempat dengan waktu dan kondisi tertentu. Ditemukan 4 bentuk mitos kecantikan dalam novel, yaitu: (1) mitos berat badan ideal adalah yang bertubuh langsing, (2) mitos cantik berdasarkan usia, (3) mitos cantik berdasarkan penampilan fisik yang menarik, dan (4) sindrom Barbie. Pengaruh mitos kecantikan yang ditampilkan pada novel adalah; (1) budaya patriarki yang memperlemah kemajuan perempuan, (2) body shaming, (3) kriteria cantik yang mengkondisikan, dan (4) kelebihan budaya massa dan media.Upaya yang dilakukan oleh Moza sebagai tokoh utama perempuan untuk melawan mitos kecantikan yaitu dengan memupuk kekaguman pribadi, kepercayaan diri yang tinggi sehingga kemandirian, dan akhirnya mencapai fase penerimaan diri. Ditemukan 4 bentuk mitos kecantikan dalam novel, yaitu: (1) mitos berat badan ideal adalah yang bertubuh langsing, (2) mitos cantik berdasarkan usia, (3) mitos cantik berdasarkan penampilan fisik yang menarik, dan (4) sindrom Barbie. Pengaruh mitos kecantikan yang ditampilkan pada novel adalah; (1) budaya patriarki yang memperlemah kemajuan perempuan, (2) body shaming, (3) kriteria cantik yang mengkondisikan, dan (4) kelebihan budaya massa dan media.Upaya yang dilakukan oleh Moza sebagai tokoh utama perempuan untuk melawan mitos kecantikan yaitu dengan memupuk kekaguman pribadi, kepercayaan diri yang tinggi sehingga kemandirian, dan akhirnya mencapai fase penerimaan diri. Ditemukan 4 bentuk mitos kecantikan dalam novel, yaitu: (1) mitos berat badan ideal adalah yang bertubuh langsing, (2) mitos cantik berdasarkan usia, (3) mitos cantik berdasarkan penampilan fisik yang menarik, dan (4) sindrom Barbie. Pengaruh mitos kecantikan yang ditampilkan pada novel adalah; (1) budaya patriarki yang memperlemah kemajuan perempuan, (2) body shaming, (3) kriteria cantik yang mengkondisikan, dan (4) kelebihan budaya massa dan media.Upaya yang dilakukan oleh Moza sebagai tokoh utama perempuan untuk melawan mitos kecantikan yaitu dengan memupuk kekaguman pribadi, kepercayaan diri yang tinggi sehingga mencapai kemandirian, dan akhirnya mencapai fase penerimaan diri. (2) berdasarkan mitos cantik berdasarkan usia, (3) mitos cantik yang menarik, dan (4) sindrom fisik. Pengaruh mitos kecantikan yang ditampilkan pada novel adalah; (1) budaya patriarki yang memperlemah kemajuan perempuan, (2) body shaming, (3) kriteria cantik yang mengkondisikan, dan (4) kelebihan budaya massa dan media. Upaya yang dilakukan oleh Moza sebagai tokoh utama perempuan untuk melawan mitos kecantikan yaitu dengan memupuk kekaguman pribadi, kepercayaan diri yang tinggi sehingga mencapai kemandirian, dan akhirnya mencapai fase penerimaan diri. (2) berdasarkan mitos cantik berdasarkan usia, (3) mitos cantik yang menarik, dan (4) sindrom fisik. Pengaruh mitos kecantikan yang ditampilkan pada novel adalah; (1) budaya patriarki yang memperlemah kemajuan perempuan, (2) body shaming, (3) kriteria cantik yang mengkondisikan, dan (4) kelebihan budaya massa dan media. Upaya yang dilakukan oleh Moza sebagai tokoh utama perempuan untuk melawan mitos kecantikan yaitu dengan memupuk kekaguman pribadi, kepercayaan diri yang tinggi sehingga mencapai kemandirian, dan akhirnya mencapai fase penerimaan diri. (3) Kriteria cantik yang meng menarik, dan (4) kelebihan oleh budaya massa dan media. Upaya yang dilakukan oleh Moza sebagai tokoh utama perempuan untuk melawan mitos kecantikan yaitu dengan memupuk kekaguman pribadi, kepercayaan diri yang tinggi sehingga mencapai kemandirian, dan akhirnya mencapai fase penerimaan diri. (3) Kriteria cantik yang meng menarik, dan (4) kelebihan oleh budaya massa dan media. Upaya yang dilakukan oleh Moza sebagai tokoh utama perempuan untuk melawan mitos kecantikan yaitu dengan memupuk kekaguman pribadi, kepercayaan diri yang tinggi sehingga mencapai kemandirian, dan akhirnya mencapai fase penerimaan diri.
STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA DALAM NOVEL MENOLAK AYAH KARYA ASHADI SIREGAR KAJIAN PSIKOANALISIS SIGMUND FREUD Ani, Nur Fitri; Kiftiawati, Kiftiawati; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 2 (2023): Vol 7, No 2 (2023): April 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i2.7745

Abstract

Novel Menolak Ayah dijadikan objek penelitian ini karena novel tersebut menggambarkan realitas hidup seorang anak dengan menyelipkan kondisi Indonesia pada masa pergolakan antara pemerintah pusat dan daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan fakta cerita, struktur kepribadian, dan faktor yang memengaruhi tokoh utama. Pendekatan yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa kutipan kalimat dan kata, sedangkan sumber data penelitian dari novel Ashadi Siregar yang berjudul Menolak Ayah. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data, yaitu reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Hasil analisis menunjukkan tokoh utama bernama Tondinihuta. Alurnya merupakan alur sebab akibat. Latar terjadi di Danau Toba, Jakarta, dan hutan. Waktu yang terjadi antara tahun 1950—1960-an. Latar sosial terdapat adat suku Batak, sosial militer, dan suasana ibu kota, Jakarta. Dorongan id dalam diri Tondi terjadi saat Tondi dan ibunya ditelantarkan oleh sang ayah. Respons ego pada diri Tondi ialah dengan menolak kehadiran sang ayah. Superego dalam diri Tondi mampu mengendalikan rasa benci ke hal yang positif. Tondi tidak melampiaskan kebenciannya untuk membalas ayahnya dalam bentuk kekerasan. Terdapat keseimbangan antara id, ego, dan superego yang dialami oleh Tondi. Meskipun terdapat satu keinginan yang Tondi tidak bisa tahan, yaitu keinginannya untuk memuaskan nafsu birahi. Superego berusaha untuk menuntun ego agar melaksanakan keinginan id berdasarkan konsep idealnya sehingga ketegangan yang ada dalam diri Tondi dapat terpenuhi. Faktor internal yang memengaruhi Tondi berupa keinginan kuat untuk mengubah perekonomian dirinya dan ibunya menjadi lebih baik. Faktor eksternal, yaitu ekonomi, keretakan keluarga, perang, atasannya, dan Jakarta Kata Kunci: struktur kepribadian, tokoh utama, novel, psikoanalisis Sigmund Freud.