cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 617 Documents
Skema Citra Identitas pada Metafora dalam Lagu-Lagu Kings Of Convenience: Kajian Semantik Kognitif Puteri, Ariani Dwi; Nur, Tajudin
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i1.14019

Abstract

Penelitian skema citra identitas ini dilakukan menggunakan metode kualitatif. Data penelitian diambil dari lirik lagu-lagu Kings of Convenience, berjudul Mrs. Cold, Love Is A Lonely Thing dan Cayman Islands dari situs internet. Teori yang digunakan adalah skema citra, bentuk dan jenis metafora yang terdapat pada data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan teori Cruse dan Croft (2004) terdapat spesifik skema citra identitas sebanyak 14 data. Skema citra identitas yang muncul didukung oleh teori Sprecher dan Duck (1994) yang membagi skema citra identitas menjadi dua, yaitu kesesuaian (matching) dan superimposisi (superimposition). Teori skema citra identitas ini dapat diaplikasikan di dalam berbagai bidang, salah satunya yaitu ilmu linguistik yang berhubungan dengan semantik kognitif. Jenis skema citra identitas sesuai ditemukan 12 data, sedangkan skema citra superimposisi ditemukan 2 data. Setelah itu pengklasifikasian jenis metafora yang muncul menggunakan teori Lakoff dan Johnson (2003), ditemukan 6 metafora struktural dan 8 metafora ontologis.
The Adaptation to Climate Change Portrayed Through Al Gore's Character in An Inconvenient Sequel:Truth to Power Film(An Ecocriticism Study)   Novita Sari; Singgih Daru Kuncara; Fatimah M
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.7871

Abstract

In industrialization era, human activities have a global impact on the environment. Natural phenomena begin to occur, one of which is climate change. Rising sea-levels, warming earth temperatures, and air pollution are the actual impacts of climate change. The study aimed to explain how climate change is portrayed in An Inconvenient Sequel: Truth to Power Film. In addition, this study also tried to investigate the adaptations carried out by Al Gore as the main character in responding to climate change. This study is descriptive qualitative research. The study used ecocriticism theory (By Garrard, 2004) to explain the representation of climate change and the adaptation of the main character to climate change. Data obtained from An Inconvenient Sequel: Truth to Power Film by Bonni Cohen and Jon Shenk was released in 2017. The results of the data analysis showed the representation of climate change in the film through issues covering three aspects, apocalypse, pollution, and earth. These three aspects significantly impact human life, particularly health, economy, and environment. In addition, adaptations made by the main character in responding to climate change can be analyzed through environmentalism and deep ecology. The main character responded to environmentalism by building self-awareness of environmental concerns, and he created a training program to build awareness of human beings. Meanwhile, in deep ecology, he suggested switching to renewable energy to meet human energy needs to be more environmentally friendly and reduce the effects of greenhouse gases and pollution.
The Portrayal of Liberal Feminism in the Main Character's Roles in Difret Film Samria Sunaryo; Nita Valiantien; Eka Sudirman
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.10147

Abstract

This research discusses the personality of Meaza and the portrayal of liberalfeminism values in the Difret film. The researchers uses the theory of characterizationtheory by Bogss and Patrie and liberal feminism values by Wollstonecraft, Mill, andTaylor. The researchers uses qualitative research by Tracy and data analysis by Miles,Huberman, and Saldana for the film. The findings of this research showed threeaspects ofliberalfeminism portrayedin thefilm, namely equaleducation, equalliberty, and suffrage. Those aspects are portrayed through the personality of Meazawhen she struggles to help women in Ethiopia get justice by being intelligent to get anequaleducation,hard-workingandindependenttogetequalliberty.Also,care,determined,and braveare included in getting suffrage.
RESPONS PEMBACA TERHADAP CERPEN “MAKAM” KARYA HERMAN RN KAJIAN: RESEPSI SASTRA Kholifah, Dwi Nur; Dahlan, Dahri; Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.9696

Abstract

Cerpen “Makam” karya Herman RN menarik untuk dijadikan objek penelitian karena cerpen ini memberikan pelajaran untuk menepati janji dan berbakti kepada orangtua terhadap pembaca. Adapun rumusan masalah pada penelitian ini, yaitu respons pembaca melalui unsur intrinsik pada cerpen “Makam“ Karya Herman RN di analisis menggunakan teknis analisis sinkronik eksperimental. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan respons pembaca melalui unsur intrinsik pada cerpen “Makam” karya Herman RN. Pendekatan resepsi sastra yang digunakan adalah teori resepsi sastra menurut Hans Robert Jauss.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ialah responden terhadap cerpen dan sumber data ialah 16 siswa kelas XI SMAN 2 Longikis. Teknik pengumpulan data merupakan teknik wawancara, teknik catat, teknik rekam, dan transkripsi. Teknik analisis data menggunakan metode resepsi sinkronis secara eksperimental.Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan maka dapat disimpulkan, bahwa secara keseluruhan responden dapat memahami unsur intrinsik cerpen “Makam” karya Herman RN dengan baik dan tidak ada kendala. Mulai dari tokoh, latar, alur, tema, sudut padang, dan amanat. Siswa memberikan tanggapan yang berbeda-beda pada unsur intrinsik amanat, ada yang memberikan tanggapan mengenai amanah, berbakti, dan pekerja keras pada cerpen “Makam” karya Herman RN. Hal tersebut dikarenakan setiap pembaca memiliki horizon harapan tersendiri berdasarkan pengetahuan dan pengalamannya, bahkan juga ideologinya, maka mereka akan menanggapi sebuah karya sastra secara berbeda- beda.Kata Kunci : cerpen, resepsi sastra, respons pembaca, Herman RN
PERJUANGAN TOKOH LARASATI DALAM NOVEL LARASATI KARYA PRAMOEDYA ANANTA TOER KAJIAN FEMINISME MARXIS Jubaidah, Siti; Dahlan, Dahri; Nugroho, Bayu Aji
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.9504

Abstract

Novel Larasati menampilkan perjuangan tokoh perempuan yang tangguh juga berani. Larasati berjuang untuk mendapatkan kesetaraan. Walau tergolong dalam keluarga kelas menengah ke bawah, tidak melonggarkan semangat Larasati untuk terus berusaha. Ketidakadilan yang sering perempuan alami memunculkan sebuah gerakan feminisme. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kepustakaan dan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan kisah perjuangan tokoh utama dalam novel Larasati karya Pramoedya Ananta Toer berdasarkan feminisme marxis. Fakta cerita yang terdiri atas tokoh dan penokohan, alur dan latar. Dengan tokoh utama Larasati juga beberapa tokoh pendukung lainnya. Alur maju yang disajikan menggambarkan bagaimana panasnya keadaan di jaman tersebut.
Black and White Women’s Struggle during the Victorian Era Portrayed in The Various Flavors of Coffee Novel by Anthony Capella Aisy, Rihhadatul; Setyowati, Ririn; Sartika Dewi Max, Jonathan Irene
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i1.13489

Abstract

This research is expected to give readers the knowledge of understanding and appreciating literary works, especially those written about women. The methodology of this research is a descriptive qualitative method with a novel entitled The Various Flavors of Coffee (2008) written by Anthony Capella as the object. It analyzes the paragraphs, narrations, quotations and sentences from the novel that shows the theory of women struggle from the main female characters in order to be able to answer the research question. The results of this research shows how women struggled in five sectors in life, those are the working field, financial dependence, political rights, education, sexual exploitation and marriage.
ANALISIS MANTRA PESTA PANEN ADAT LOMPLAI SUKU DAYAK WEHEA DI DESA NEHAS LIAH BING KABUPATEN KUTAI TIMUR KAJIAN SEMIOTIKA Putra, Aslam Cahya; kiftiawati, kiftiawati kiftiawati; purwanti, purwanti purwanti
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.9526

Abstract

Aslam Cahya Putra, Kiftiawati, PurwantiProgram Studi Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu BudayaUniversitas MulawarmanEmail: aslamr074@gmail.com  ABSTRAKKata kunci: suku dayak wehea, mantra, lomplai, sastra lisanSuku Dayak merupakan salah satu dari banyaknya suku di Indonesia. Selain terdiri dari banyak sub-suku, Suku Dayak juga kaya budaya. Salah satunya, Suku Dayak Wehea yang memiliki sebuah upacara pesta panen yang diadakan setahun sekali yaitu Lomplai. Tari-tarian dan pembacaan mantra yang menjadi salah satu keunikan acara ini. Penelitian ini berjudul “Analisis Mantra Pesta Panen Adat Lomplai Suku Dayak Wehea di Desa Nehas Liah Bing Kabupaten Kutai Timur Kajian Semiotik”. Rumusan masalah dalam penelitian ini ialah (1) bagaimana bentuk mantra yang digunakan dalam upacara adat Lomplai?, dan (2) bagaimana makna mantra yang digunakan dalam upacara adat Lomplai? Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Data dalam penelitian ini ialah kata, frasa, klausa, ataupun kalimat yang terdapat dalam objek penelitian yaitu mantra. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan-informan yang diwawancarai oleh peneliti yang memenuhi kriteria yang telah ditentukan sehingga menghasilkan keputusan narasumber yaitu kepala adat Suku Dayak Wehea, para pelaku tetap upacara adat Lomplai, dan kepala Desa Nehas Liah Bing. Waktu penelitian di lapangan menghabiskan waktu selama 12 hari kerja. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah teknik observasi, kemudian wawancara. Kemudian dilakukan pula dokumentasi untuk pengambilan beberapa gambar dan video (jika ada) dan selanjutnya mentranskrip data. Transkripsi data yaitu mengubah bentuk data dari lisan menjadi tulisan. Hasil wawancara yang telah diperoleh yang diolah menjadi teks yang selanjutnya dianalisis menggunakan teori yang ada.Hasil yang didapatkan dari penelitian ini yaitu (1) bentuk mantra berbentuk puisi. Analisis bentuk membawa peneliti pada kesimpulan bahwa semua mantra dalam upacara ini memiliki sifat mengeksplorasi bunyi, mengandung repetisi, memiliki rima yang hampir sama di tiap barisnya, dan diyakni masyarakat memiliki efek perubahan, dan (2) makna yang terkandung dalam mantra-mantra yang ada yaitu memuji dan meminta kehadiran para leluhur dalam upacara, memohon untuk melindungi padi dari hama, mengantar “pulang” roh-roh padi yang telah mati karena hama, penolak bala atau doa agar dijauhkan dari hal-hal buruk, dan berserah diri kepada leluhur dan dewa-dewa yang mereka yakini.   ABSTRACT Key Words: dayak wehea tribe, spell, lomplai, oral literature The Dayak tribe is one of many tribes which exist in Indonesia. Not only it has a sub-tribe, but the Dayak tribe is also rich in its culture. One of them was the Dayak Wehea tribe which has their harvest ceremony which was celebrated once a year, named Lomplai. The choreographies and the spell reading are one of the uniqueness that exists in this ceremony. This research entitled “The Analysis of The Harvest Ceremony’s Spell Lomplai Tradition The Dayak Wehea Tribe in Nehas Liah Bing village Kutai Timur Regency The Semiotic Study”. Research questions that formed in this research are (1) How the form of the spell was used in the Lomplai tradition ceremony?, and (2) How the meaning of the spell was used in the Lomplai tradition ceremony?This research is based on field research by using qualitative research as an approach. The data in this research is based on the words, phrases, clauses, or sentences that exist in the object of this research, which is the spell. The source of the data in this research is based from the informants interviewed by the writer selected based on the predetermined criteria hence to obtain the decision of the said informants, which are the Head Village of the Dayak Wehea tribe, The permanent executor of the ceremony Lomplai tradition, and the head Village Nehas Liah Bing. Research time took 12 working days in the field. The data collection techniques used required observation techniques and then interviews. Documentations are also carried out by taking several pictures and videos (if necessary or needed) and then transcribing the data. On top of that, the data transcription is changing the form of the data from spoken to interview. The interview managed to give its results obtained to be processed into the text, which is then analyzed by using the existing theory.The result from this research indicates that (1) The form of the spell is based on the poem. The analysis of the form leads the writers to conclude that each spell in this ceremony event has its personality to exploit the sound, contains repetition, has similar rhyme in each of its linear, and believed by the people that it has the effectiveness to change, and (2) The meanings contained in the spells are praising and asking for the presence of the ancestors of the ceremony, to beg them to protect their rice field from the pests, therefore to take “home” the spirits of the rice which have died because of the pests, thus repelling reinforcements or praying to be kept away from bad things. Which hope to surround themselves with their ancestors and the Gods they believe in.
RESPONS MAHASISWA SASTRA INDONESIA FIB UNIVERSITAS MULAWARMAN TERHADAP CERPEN AIR KARYA DJENAR MAESA AYU:KAJIAN SASTRA INDONESIA Pesiliani, Tri; Mulawarman, Widyatmike Gede; Rokhmansyah, Alfian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.7779

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan respons Mahasiswa Sastra Indonesia terhadap cerpen Air karya Djenar Maesa Ayu melalui resepsi pembaca. Resepsi pembaca tentang respons pembaca terhadap karya sastra. Responden penelitian terdiri atas dua belas mahasiswa Sastra Indonesia FIB yang diambil secara acak. Pendekatan penelitian ini pendekatan kualitatif deskriptif. Datanya berupa ujaran dari responden yang sudah ditranskripsikan dan sumber datanya merupakan dua belas mahasiswa Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman. Teknik pengumpulannya merupakan teknik baca, teknik catat, teknik wawancara, teknik rekam, dan transkrip. Berdasarkan hasil penelitian bahwa cerpen Air karya Djenar Maesa Ayu dapat dipahami oleh sebagian besar responden, karena responden yang dapat menjawab semua jawaban dan ada pula yang tidak memberikan tanggapannya mengenai cerpen tersebut. Sedangkan hampir semua responden menyukai cerpen Air karya Djenar Maesa Ayu dan ada dua responden yang kurang menyukai cerpen tersebut. Dua belas Mahasiswa Sastra Indonesia memberikan harapan terhadap cerpen Air karya Djenar Maesa Ayu sebagian responden memiliki harapan ingin memiliki sifat seperti tokoh perempuan yang pekerja keras dan dapat bertanggung jawab atas perbuatannya. Dalam penelitian ini objek yang digunakan adalah pembaca biasa sehingga dapat memberikan tanggapan yang apa adanya. Kata kunci: resepsi pembaca, unsur pembangun, cerpen
Akumulasi Modal Korrie Layun Rampan dalam Menembus Arena Sastra Indonesia Kamilah, Aflaz Maosul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 1 (2024): Januari 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i1.14795

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk membahas akumulasi modal Korrie Layun Rampan dalam menembus arena sastra Indonesia. Korrie merupakan salah seorang pengarang Indonesia yang terkenal dengan produktivitas dan karya-karyanya yang berkualitas. Pada 1976, ia pernah memenangkan sayembara penulisan roman Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) dengan novelnya yang berjudul Upacara. Hal inilah yang kemudian membuat Korrie mulai dikenal oleh publik sastra Indonesia. Penelitian ini menggunakan teori sosiologi sastra Pierre Bourdieu tentang arena produksi kultural, khususnya tentang modal dan arena. Berdasarkan hasil penelitian, terdapat tiga modal yang digunakan Korrie untuk menembus arena sastra Indonesia, yaitu modal budaya, sosial, dan simbolik. Modal budaya berupa perpustakaan pribadi milik sang ayah, sering membawa warna lokal Dayak Benuaq dalam karya-karya yang ditulisnya, serta produktif dalam menulis karya-karya sastra yang berkualitas; modal sosial berupa bergabung dengan Persada Studi Klub (PSK), menjadi pengajar, wartawan, editor, redaktur, anggota DPRD Kutai Barat, serta bergabung dengan sejumlah komunitas sastra dan budaya; modal simbolik berupa legitimasi dari Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), majalah Horison, serta berbagai penghargaan dan apresiasi yang diberikan kepadanya. Dengan mengakumulasi semua modal tersebut, posisi Korrie di arena sastra Indonesia pun kian kokoh dan spesifik.Kata kunci: modal, arena, sastra, Korrie Layun Rampan, Pierre Bourdieu
Solidaritas Sosial Dayak Bahau dalam Roman Legenda Lubang Undan Karya Johansyah Balham Kajian Sosiologi Sastra Faishal, Muhammad Faris Agus; Hanum, Irma Surayya; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 4 (2023): Oktober 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i4.7875

Abstract

Solidaritas sosial adalah perasaan atau ungkapan dalam sebuah kelompok yang dibentuk oleh kepentingan, aturan, dan kepercayaan bersama. Solidaritas sosial dibagi menjadi dua, yaitu solidaritas sosial organik dan mekanik. Perbedaan solidaritas sosial mekanik dan organik dapat dilihat dari sistem kerja, kepadatan dinamis, hukum refresif dan restitutif, normal dan patologis, serta keadilan.       Penelitian ini termasuk dalam jenis penelitian kepustakaan dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Data berupa kata, frasa, atau kalimat, dan sumber data dalam penelitian ini adalah sebuah roman Legenda Lubang Undan Karya Johansyah Balham. Menggunakan teknik pengumpulan data dengan teknik baca dan catat, data dianalisis menggunakan metode penafsiran melalui unsur intrinsik roman berdasarkan teori-teori solidaritas sosial Emile Durkheim.       Hasil penelitian menunjukkan bahwa suku Bahau di dalam roman Legenda Lubang Undan karya Johansyah Balham mempunyai bentuk solidaritas sosial mekanik, yaitu bersatu karena semua orang adalah generalis. Ikatan di antara orang-orang ialah karena mereka terlibat di dalam kegiatan-kegiatan yang mirip dan mempunyai tanggung jawab yang mirip. Suku Bahau mempunyai (a) tanggung jawab yang mirip yaitu mata pencaharian mereka adalah berladang, berburu, dan mencari sumber daya alam di dalam hutan; (b) hukum refresif yaitu hukum yang harus dipatuhi oleh masyarakat; (d) mereka memiliki moralitas yang kuat mengenai baik dan tidak baik melalui panutan mereka dari seseorang yang disebut kepala adat; (e) keadilan yang dipersatukan karena memiliki pengalaman yang sama yaitu adanya upacara kematian yang diurus bersama-sama, pesta panen, dan juga upacara pernikahan. Solidaritas organik suku Bahau adalah (a) kepadatan dinamis, yaitu terjadinya peningkatan pertumbuhan penduduk dan munculnya pembagian kerja dalam masyarakat.