cover
Contact Name
Alfian Rokhmansyah
Contact Email
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Phone
+6285385388335
Journal Mail Official
jurnalilmubudaya.fibunmul@gmail.com
Editorial Address
Jl. Ki Hajar Dewantara, Gunung Kelua, Kec. Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Indonesia 75123
Location
Kota samarinda,
Kalimantan timur
INDONESIA
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya
Published by Universitas Mulawarman
ISSN : 25497715     EISSN : 25497715     DOI : -
Jurnal Ilmu Budaya (Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya) merupakan jurnal yang dikelola oleh Fakultas Ilmu Budaya sebagai media publikasi ilmiah hasil penelitian dalam bidang bahasa, sastra, seni, dan budaya, termasuk pengajarannya. Terbit sebanyak empat kali setahun, yaitu pada bulan Januari, April, Juli, dan Oktober, dan diterbitkan hanya dalam format elektronik.
Arjuna Subject : -
Articles 617 Documents
Fenomena Sarkasme Penggunaan Nama Binatang pada Politik Indonesia dalam Media Sosial X: Kajian Linguistik Forensik Ramadhana, Novia; Purwanti, Purwanti; Dahlan, Dahri
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i3.13998

Abstract

Perbincangan politik seringkali memunculkan penggunaan bahasa kiasan yang menggambarkan figur politik dengan istilah binatang. Penelitian ini memiliki tujuan utama untuk mendeskripsikan bentuk dan makna sarkasme terkait penggunaan nama binatang dalam media sosial X, khususnya dalam konteks situasi politik. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data berupa kata, frasa, dan kalimat yang mengandung nama-nama binatang sebagai sarkasme dalam pernyataan pengguna media sosial X. Sumber data utama berasal dari cuitan postingan yang mencakup kata kunci seperti kadal gurun, kampret, cebong, dan tikus berdasi.Penelitian ini menggunakan teori semantik kontekstual sebagai teori yang memberikan pemahaman mendalam terhadap makna yang terkandung dalam penggunaan sarkasme nama binatang dalam konteks politik. Pemahaman semantik kontekstual menjadi dasar untuk mengungkapkan makna tersembunyi dan inti pesan yang ingin disampaikan oleh pengguna media sosial X. Lebih lanjut, penelitian ini berfokus pada analisis gaya bahasa sarkasme untuk memperkaya pemahaman terhadap bentuk-bentuk sarkasme yang digunakan. Meskipun tidak langsung digunakan, peran linguistik forensik dalam penelitian ini memandu analisis terhadap bahasa dalam kejahatan, terutama fokus pada teks politik di media sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat dua bentuk utama sarkasme yang digunakan, yaitu sindiran dan ejekan. Sarkasme sindiran digunakan untuk menyindir tanpa serangan langsung, sementara sarkasme ejekan cenderung lebih tajam dan mengandung unsur penghinaan. Ditemukan pula penggunaan abreviasi ketika nama binatang dijadikan singkatan dari ide atau objek tertentu, sementara peyorasi muncul ketika sindiran menggunakan nama binatang dengan sifat merendahkan. 
Kreativitas Tabuh Baleganjur Peradah Desa Kertabuana Putra, Agus Kastama; Pratama, Zamrud Whidas
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i3.16132

Abstract

Tulisan ini berisikan tentang proses kreativitas Perhimpunan Pemuda Hindu Bali (Peradah)  Desa Kerta Buana  dalam mengkomposisi musik Baleganjur. Tujuan penulisan ini ialah sebagai dokumentasi budaya trutama berkaitan dengan  proses kreatifitas yang dilaksanakan oleh Peradah Desa Kerta Buana dalam mengkomposisi tabuh Baleganjur. Metode yang digunakah ialah metode kualintatif, serta pendekatan secara Etnografi, yaitu dengan menggali informasi melalui  proses wawancara, melihat kelapangan, mencari sumber informasi yang terkait. Pengumpulan data, menyiapkan rancangan pertanyaan, wawancara, dan observasi langsung kelapangan ketika Peradah Desa Kerta Buana melaksanakan kegiatan Pementasan adalah Langkah yang ditempuh dalam penelitian ini. Hasil penelitian ini memperoleh informasi tentang kreatifitas yang dilakukan oleh Peradah Desa Kerta Buana dalam menggarap komposisi tabuh Baleganjur.  Pementasan tabuh Baleganjur yang dilaksanakan, selain menampilkan Baleganjur umum, Peradah desa Kerta Buana juga menampilkan garapan didalamnya.  Ditinjau dari sebuah pendekatan teori dari Mel Rhodes, yaitu Person, Process, Press, Produk, keempat hal tersebut berperan dalam proses kreatifitas penyajian tabuh Baleganjur yang ditampilkan oleh Peradah Desa Kerta Buana. Dalam Proses Kreatifitas penyajian karya tabuh Baleganjur, terdapat Penata tabuh yang berperan diantaranya, I Ketut Susila, I Made Tirta Yoga, dan I Made Bayu Anggara. Proses yang dilalui untuk menghadirkan sebuah sajian musik Baleganjur yaitu dengan rutinitas latihan yang cukup. Kreatifitas dalam sajian tabuh Baleganjur yang ditampilkan, sangat dipengaruhi oleh tujuan ditampilkannya tabuh Baleganjur  tersebut. Diantaranya digunakan dalam Pawai Budaya, sebagai musik tari  atau kegunaan lain  seperti kegiatan ritual keagamaan. Dari berbagai hal yang dilalui diatas maka dihasilkanlah tabuh Baleganjur yang dalam penyajiannya selalu ada kreatifitas baru didalamnya.
Prejudice to The Inferior Races in Heart of Darkness Novella by Joseph Conrad Irvani, Rodhy; Zamruddin, Mardliya Pratiwi; Alamsyah, Alamsyah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i3.12612

Abstract

ABSTRACTThe word Prejudice or Prejudice lately can be defined as a preconceived thought or opinion about a person or a group solely based on the particular culture, ethnicity, gender, or religion that that person or group has. In literary works, the word prejudice or prejudice can be seen through a character or a group and even forms of prejudice can also be formed from within oneself. This study aims and discusses the forms of prejudice in Joseph Conrad's novella entitled Heart of Darkness. The purpose of this study is to identify the forms of prejudice formed by Marlow's character towards the African Congo ethnicity and to describe how the author characterizes these forms of prejudice in Marlow. This research focuses on the experience of prejudice or prejudice that is formed in Marlow's character.This research aims to identify the superior and inferior races in the novella Heart of Darkness. This study uses the Theory of Prejudice from Gordon Allport and Narrative Fiction from Rimmon Kennan to apply this research. In this literature, researcher used qualitative research methods. The results of this study indicated that antilocution (negro, and black people) several brands of stereotypes or prejudices given to African society by superior race (white people) and discrimination (exile, forced labor etc). The dominant data were found such as antilocution, and physical attack and the least found is Extermination. The highlights  are in the Novel in Heart of Darknessthe forms of society that white people do prejudices to other races and still happen in the modern era right now. Keywords: Prejudice, Narrative, Superior, Inferior.
Allusion in William Blake’s Selected Poems Prafitri, Wilma; Nasir, Muhammad Alim Akbar; Triyoga, Anwar Ibrahim
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i2.15159

Abstract

This research conducts a comprehensive analysis about the Allusion on William Blake’s Selected Poems. The researchers choose three famous poems by William Blake such as ‘The Tyger’,’The Lamb’ and ‘A Poison Tree’. The researchers explored several types of allusion such as religious allusion, literary allusion, historical allusion, and mythical allusion. Furthermore, the researchers also explored autobiographical allusions in order to find the implication of allusion in the poems and Blake’s personal experience and philosophy. Using Bezerman’s approach, the researchers concluded several points. First, the researchers found twelve allusions in Blake’s selected poems. Specifically, there are three religious allusions, three mythical allusions, and two literary allusions in the Tyger. Furthermore, the researchers identified two religious allusions in The Lamb. In ‘A Poison Tree’ there are two religious allusions and two mythical allusions. Allusion is a powerful literary device that connects a text to other works, events, or ideas, enriching the reader's understanding through these connections. In the case of William Blake's poetry, allusion plays a critical role in creating layers of meaning, allowing readers to explore deeper interpretations and examine broader themes.
Memori dan Rekonsiliasi Trauma dalam Cerpen Siapa Namamu, Sandra? Karya Norman Erikson Pasaribu Fajariyah, Widatul
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i3.15105

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengalaman traumatis tokoh Sandra dalam cerpen Siapa Namamu, Sandra? karya Norman Erikson Pasaribu. Analisis dilakukan untuk mengetahui penyebab dari memori traumatis dan trauma tokoh Sandra, serta kemungkinan mengunjungi tempat yang mengingatkan kepada objek cinta yang telah hilang sebagai upaya rekonsiliasi atau working through. Untuk menganalisis upaya rekonsiliasi trauma dalam cerpen tersebut, penulis menggunakan teori Cathy Caruth dalam buku Unclaimed Experience: Trauma, Narrative, and History (1996) dan Trauma: Exploration in Memory (1995) dalam mendefinisikan trauma, sebagai teori sekunder, dan Writing History, Writing Trauma (2014), oleh Dominic LaCapra untuk melihat upaya rekonsiliasi subjek akan traumanya. Peneliti mencoba melihat penyebab dari memori traumatis dan bentuk-bentuk trauma tokoh Mama Sandra dan upaya-upaya rekonsiliasi yang dilakukan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Mama Sandra adalah subjek traumatis, di mana memori trauma tercipta dari dua peristiwa; Pertama, Mama Sandra kehilangan Bison dalam wujud pengkhianatan akan ide atau ekspektasi yang tidak sesuai dengan norma sosial, yaitu kenyataan bahwa Bison adalah seorang Gay. Kedua, Mama Sandra harus kehilangan Bison sekali lagi untuk selamanya–Bison bunuh diri sebab identitas barunya tidak diterima oleh Mama Sandra. Hal tersebut memicu memori traumatis yang terindikasi dalam beberapa ciri seperti kilas balik dengan terus-menerus mencari ‘my son’ di internet lalu menangis penuh penyesalan, penarikan diri dari dunia luar, denial, rasa bersalah, dan mimpi buruk, hingga dorongan untuk mengunjungi ‘Mỹ Sơn’ di Quảng Nam, Vietnam. 2) upaya-upaya rekonsiliasi trauma dilakukan dengan bertestimoni dan melakukan “healing journey” ke Vietnam.  Kata Kunci: Memori, Trauma, Rekonsiliasi, Acting Out, Working Through.  ABSTRACT This study aims to describe the traumatic experience of Sandra's character in the short story What's Your Name, Sandra? by Norman Erikson Pasaribu. The analysis is carried out to find out the causes of Sandra's traumatic memory and trauma, as well as the possibility of visiting a place that reminds of the lost love object as an effort of reconciliation or working through. To analyze the short story, the author uses Cathy Caruth's theory in the book Unclaimed Experience: Trauma, Narrative, and History (1996) and Trauma: Exploration in Memory (1995) in defining trauma, and Writing History, Writing Trauma (2014), by Dominic LaCapra. The researcher tries to see the causes of traumatic memory and the forms of trauma of Mama Sandra's character and the reconciliation efforts made. The results showed that 1) Mama Sandra is a traumatic subject, where the trauma memory is created from two events; First, Mama Sandra lost Bison in the form of betrayal of ideas or expectations that are not in accordance with social norms–the fact that Bison is gay. Second, Mama Sandra had to lose Bison once again–Bison committed suicide because his new identity was not accepted by Mama Sandra. This triggered traumatic memories that were indicated in several characteristics such as flashbacks by constantly searching for 'my son' on the internet and then crying full of regret, withdrawal from the outside world, denial, guilt, and nightmares, to the urge to visit 'Mỹ Sơn' in Quảng Nam, Vietnam. 2) Trauma reconciliation efforts were carried out by doing testimonies and taking a "healing journey" to Vietnam.Keywords: Memory, Trauma, Acting Out, Working Through.  
Individual Psychology as Represented By Joel In Love And Monster Film (2020) Christyanti, Irene Jessica; Arifin, M Bahri; Max, Jonathan Irene Sartika Dewi
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i3.14722

Abstract

This research focuses on analyzing the character of Joel Dawson in the film Love and Monsters, directed by Michael Matthews, through the lens of Alfred Adler's individual psychology. This research applied a descriptive qualitative method. This research applied the theory of characterization by Petrie and Boggs to draw conclusions about the character's individual psychology. The results obtained by the researcher in this research are the five aspects of individual psychology, such as inferiority feeling, fictional finalism, striving for superiority, creative self, and style of life.
Kepribadian tokoh utama dalam novel Ratih tanpa Smartphone karya Syafruddin Pernyata: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud Lainah, Arhani; Dahlan, Dahri; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 2 (2024): April 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i2.7763

Abstract

Penelitian dengan judul “Kepribadian tokoh utama dalam novel Ratih tanpa Smartphone karya Syafruddin Pernyata: Kajian Psikoanalisis Sigmund Freud”. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan kepribadian tokoh utama dalam novel Ratih tanpa Smartphone karya Syafruddin Pernyata dengan fakta cerita sebagai landasan untuk menganalisis id, ego, superego dalam psikoanalisis Sigmund Freud. Teori yang digunakan dalam memecahkan permasalahan penelitian ini menggunakan teori fakta cerita Robert Stanton dan teori kepribadian Sigmund Freud.Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kepustakaan dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Data dalam penelitian adalah teks berupa kutipan kalimat yang bersumber pada novel Ratih Tanpa Smartphone karya Syafruddin Pernyata. Teknik pengumpulan data menggunakan metode baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode hermeneutika dengan langkah analisis melalui reduksi data, penyajian data dan menarik simpulan.Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa melalui fakta cerita dalam novel, terdapat alur maju yang menggambarkan kepribadian tokoh utama dengan tokoh-tokoh lainnya yang mendukung jalannya cerita. Kepribadian tokoh yang digambarkan juga dilatarbelakangi oleh waktu, tempat, dan latar sosial budaya. Adapun hasil analisis struktur kepribadian menurut Sigmund Freud pada tokoh utama bernama Ratih mendeskripsikan bentuk id atau keinginan Ratih sangat besar di antaranya keinginan tetap bekerja, bisa menyelam, menjadi pengusaha pariwisata, membangun hotel bintang dua, tidak ingin memiliki smartphone, menghubungi pujaan hatinya, dan menikah namun keseluruhan id tersebut tidak semua direalisasikan oleh ego karena dapat dikendalikan superego. Di antara ketiga struktur kepribadian tersebut, aspek superego yang lebih mendominasi diri Ratih. Superego mampu menunda pemuasan keseluruhan aspek id dengan realitas menjadi pencapaian pemuasan id secara moralitas.Kata Kunci: novel Ratih tanpa Smartphone, kepribadian tokoh utama, psikoanalisis Sigmund Freud
The Hierarchy of Needs Analysis on Brianna Jackson in On the Come Up Novel by Angie Thomas Alaydrus, Syarifah Fairuz Shafira; Valiantien, Nita Maya; M, Fatimah
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 3 (2024): Juli 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i3.8402

Abstract

This research discusses the needs of a character named Brianna Jackson in On the Come Up novel by Angie Thomas. The theory applied for the study is the hierarchy of needs theory proposed by Maslow and characterization theory by Kenan. Under the umbrella of qualitative research, this study uses the psychological criticism approach to find out whether Brianna is able to fulfill all her needs and her character portrayal based on how she fulfills her needs. Living as a struggling sixteen year-old girl always challenges Brianna to attain even her most basic needs. The analysis reveals that Brianna manages to satisfy her physiological need, safety need, love and belongingness need, and esteem need. However, her self-actualization need is failed to be fulfilled due to some of Brianna’s actions being unfit as a self-actualizing person. Out of fifteen required characteristics in self-actualization, there are only five of them that are found in Brianna. The other eight characteristics were unfulfilled since they contradicted with Brianna’s behavior. Meanwhile, the other two were not reflected. Nonetheless, the exploration of her actions in fulfilling her needs also unveils the way Brianna’s character is portrayed in the novel. It turns out that Brianna is an argumentative, impulsive, confident, and determined character who always tries her best in securing her needs no matter how hard things get for her.
Eksistensi tokoh utama dalam novel Perempuan Kamar karya Agus Subakir: kajian psikologi humanistis Erich Fromm Ryzkhal, Muhammad; Nugroho, Bayu Aji; Yusriansyah, Eka
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i4.14574

Abstract

Psikologi sastra merupakan salah satu kajian sastra yang berfokus pada bentuk kejiwaan tokoh atau karakter di dalam karya sastra. Psikologi Humanistis adalah contoh teori kepribadian yang diusung oleh Erich Fromm. Pemikiran dasar Erich Fromm mengenai teori kepribadian humanistis ialah manusia atau tiap individu yang merasa terasing dan terisolasi karena dipisahkan oleh alam dan sosial sekitarnya. Teori psikologi humanistis Erich Fromm dapat diimplementasikan ke karya sastra, seperti novel Perempuan Kamar karya Agus Subakir. Jenis penelitian ini adalah penelitian kepustakaan dengan menggunakan pendekatan psikologi sastra dengan metode deskripsi kualitatif. Data penelitian ini berupa kata, frasa, dan konteks kalimat yang terdapat pada sumber data, yaitu novel Perempuan Kamar karya Agus Subakir.Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah baca, tandai, dan catat. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah reduksi data, penyajian data, dan simpulan. Analisis data pada penelitian ini menggunakan teori psikologi humanistis Erich Fromm. Hasil penelitian ini menunjukkan teori Erich Fromm bekerja terhadap karakter Srebrenika. Tokoh Srebrenika ini sejalan dengan asumsi dasar Erich Fromm yaitu seorang individu yang merasa terisolasi oleh alam dan lingkungan sekitarnya. Srebrenika juga memiliki disintegrasi mental dan gangguan kesehatan jiwa. Adanya faktor-faktor kondisi eksistensi yang terpenuhi dan tidak terpenuhi dalam diri Srebrenika, menjadi alasan mengapa Srebrenika memiliki gangguan kesehatan jiwa.
Pembelajaran Sosial Emosional: Menghadirkan Pendidikan yang Berpihak Kepada Siswa Melalui Kurikulum Merdeka Majidah, Indana Zulfa; Ahmadi, Anas
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 8, No 4 (2024): Oktober 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v8i4.15224

Abstract

Pembelajaran sosial emosional penting untuk diterapkan di sekolah khususnya pada Kurikulum Merdeka. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis penerapan pembelajaran sosial emosional dalam pembelajaran Bahasa Indonesia khususnya pada materi teks fiksi dan non fiksi. Pembelajaran sosial emosional menjadi penting karena untuk menanamkan kontrol diri kepada siswa khususnya ketika berinteraksi dengan orang lain. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni observasi dan dokumentasi. Instrumen pengumpulan data menggunakan lembar catatan lapangan dan smartphone. Teknik sampling yang digunakan yakni teknik sampling jenuh dengan melibatkan total 28 siswa kelas VII G SMPN 40 Surabaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan pembelajaran sosial emosional di kelas VII G SMPN 40 Surabaya memiliki dampak positif yang muncul, khususnya pada lima komponen pembelajaran sosial. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penerapan pembelajaran sosial emosional di VII G SMPN 40 Surabaya mampu memunculkan lima komponen serta berdampak positif pada perilaku dan hasil belajar siswa.