cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.
Arjuna Subject : -
Articles 303 Documents
Upaya Pemberdayaan Peserta Didik Underchiever dalam Meningkatkan Prestasi Belajar di SMPN 6 Kisaran Ira, Miftahul Jannah; Asari, Hasan
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v6i32023p312

Abstract

Abstract: This study aims to determine the efforts of PAI teachers in empowering underachiever students at SMP Negeri 6 Kisaran, focusing on the characteristics of underachievers, causative factors, and efforts of PAI teachers in empowering underachiever students. The method used is qualitative with a case study approach. The results of the study show that underachiever students initially have good learning abilities but their achievement decreases due to lack of motivation. The causative factors consist of internal (physical and spiritual) and external (family and school environment) factors, with lack of parental attention and support as the main cause. PAI teachers' efforts include guidance, motivation, and cooperation with BK teachers and homeroom teachers, as well as involving parents to pay attention to their children's learning at home, so that underachiever students are expected to improve their achievements. This research is expected to encourage attention from various parties, not only focusing on BK teachers and homeroom teachers, but covering all aspects related to students' concerns.Keywords: PAI Teachers, Student Empowerment, Underachiever. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui upaya guru PAI dalam pemberdayaan peserta didik underachiever di SMP Negeri 6 Kisaran, dengan fokus pada karakteristik underachiever, faktor penyebab, serta upaya guru PAI dalam pemberdayaan peserta didik underachiever. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peserta didik underachiever memiliki karakteristik dimana kemampuan belajar yang baik namun prestasinya menurun karena kurangnya motivasi. Faktor penyebabnya terdiri dari faktor internal (jasmani dan rohani) dan eksternal (lingkungan keluarga dan sekolah), dengan kurangnya perhatian dan dukungan orang tua sebagai penyebab utama. Upaya guru PAI meliputi bimbingan, motivasi, serta kerja sama dengan guru BK dan wali kelas, juga melibatkan orang tua untuk memperhatikan belajar anak di rumah, sehingga diharapkan peserta didik underachiever dapat meningkatkan prestasinya. Penelitian ini diharapkan dapat mendorong perhatian dari berbagai pihak, tidak hanya terfokus pada guru BK dan wali kelas, tetapi mencakup seluruh aspek terkait dilungkungan peserta didik.Kata kunci: Guru PAI, Pemberdayaan peserta didik, Underachiever
Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Mengembangkan Profesionalisme Guru di SMP PAB 21 Pematang Johar Lubis, Bunga Br; Fadhli, Muhammad
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i22024p169

Abstract

Abstract This research aims to describe the principal's leadership and how professionals are used at SMP PAB 21 Pematang Johar to foster teacher professionalism. To collect data in this research, qualitative descriptive methods were used which included observation, documentation and interviews. Those involved in this research were the principal, deputy principal, teachers and other staff members who took part in this research. Research conclusions include the following: 1) Principal leadership in fostering teacher professionalism. Here are some of the principal's responsibilities: Effective communication, working relationships or collaboration, and responsibility. 2) The professionalism of PAB 21 Pematang Johar Middle School teachers is being developed. The role of teacher professionalism includes: Learning methodology, program evaluation, and in-depth mastery of educational resources are part of a teacher's professional responsibilities. However, some teachers lack commitment; examples include failure to prepare teaching materials or equipment, being late to class, missing class or being prevented from attending class, and failing to use teaching resources. However, in principle, the principal always tries to solve this problem at a personal level by offering guidance, providing rewards, incentives and punishments as well as effective communication. Then, to provide quality and productive learning, provide direction and opportunities for instructors to demonstrate their skills in carrying out their professional teaching obligations.Keywords: Leadership, Principal, Professional Teacher Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan kepemimpinan kepala sekolah dan bagaimana profesional yang digunakan di SMP PAB 21 Pematang Johar untuk menumbuhkan profesionalisme guru. Untuk mengumpulkan data dalam penelitian ini, digunakan metode deskriptif kualitatif yang meliputi observasi, dokumentasi, dan wawancara. Adapun yang terlibat dalam penelitian ini yaitu kepala sekolah, wakil kepala, guru, dan anggota staf lainnya berpartisipasi dalam penelitian ini. Kesimpulan penelitian antara lain sebagai berikut: 1) Kepemimpinan kepala sekolah dalam membina profesionalisme guru. Berikut beberapa tanggung jawab kepala sekolah: Komunikasi yang efektif, hubungan kerja atau kolaborasi, dan bertanggung jawab. 2) Profesionalisme guru SMP PAB 21 Pematang Johar sedang dikembangkan. Adapun peranan profesionalisme guru mencakup : Metodologi pembelajaran, evaluasi program, dan penguasaan sumber daya pendidikan secara mendalam merupakan bagian dari tanggung jawab profesional seorang guru. Namun demikian, beberapa guru kurang memiliki komitmen; contohnya termasuk kegagalan menyiapkan materi atau peralatan pengajaran, terlambat masuk kelas, tidak masuk kelas atau dilarang mengikuti kelas, dan gagal menggunakan sumber daya pengajaran. Namun prinsipnya kepala sekolah selalu berupaya menyelesaikan masalah ini pada tingkat pribadi dengan menawarkan bimbingan, memberikan reward, insentif, dan hukuman serta komunikasi yang efektif. Kemudian, untuk menyelenggarakan pembelajaran yang bermutu dan produktif, memberikan arahan dan kesempatan kepada instruktur untuk menunjukkan kemahirannya dalam melaksanakan kewajiban mengajar profesionalnya.Kata Kunci: Kepemimpinan, Kepala Sekolah, Profesional Guru
Pengaruh Transformational Leadership terhadap Teacher Performance Pada Sekolah Kristen dengan School Climate Sebagai Variabel Mediasi Irawan, Agathon Charis; Wijaya, Serli; Jaolis, Ferry
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i12024p122

Abstract

Abstract: The purpose of this research is to examine the impact of Transformational Leadership and School Climate on Teacher Performance. The survey was conducted on teachers from five Christian high schools located in Surabaya and Sidoarjo. The sample was selected by convenience where as many as 103 teachers were willing to participate in the survey conducted. Using the SEM-PLS statistical technique to process the collected primary data, the results showed that transformational leadership had a direct, positive and significant effect on school climate but had no significant effect on teacher performance. Furthermore, school climate has a direct, positive and significant effect on teacher performance. What's interesting is that transformational leadership has a positive and significant effect on teacher performance when mediated by school climate. Thus, school climate is a perfect mediating variable in which transformational leadership applied by school leaders will have a significant effect on teacher performance only when the school climate is also considered positive.Keywords: transformational leadership, school climate, teacher performanceAbstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh Transformational Leadership dan School Climate terhadap Teacher Performance. Survei dilakukan kepada para guru dari lima SMA Kristen yang terletak di Surabaya dan Sidoarjo. Sampel dipilih secara convenience dimana sebanyak 103 guru yang sedia berpartisipasi dalam survei yang dilakukan. Menggunakan teknik statistik SEM-PLS untuk mengolah data primer yang terkumpul, hasil penelitian menunjukkan bahwa transformational leadership secara langsung, berpengaruh positif dan signifikan terhadap school climate namun tidak berpengaruh signifikan terhadap teacher performance. Selanjutnya, school climate secara langsung, berpengaruh positif dan signifikan terhadap teacher performance. Yang menarik adalah transformational leadership berpengaruh positif dan signifikan terhadap teacher performance ketika dimediasi oleh school climate. Dengan demikian, school climate merupakan variabel mediasi sempurna dimana kepemimpinan transformational yang diterapkan oleh pimpinan sekolah akan signifikan pengaruhnya terhadap kinerja guru hanya ketika iklim sekolah dinilai juga ikut positif.Kata kunci: transformational leadership, school climate, teacher performance
Manajemen Pendidikan Karakter Berbasis Kearifan Budaya Lokal Masyarakat Samin dalam Menghadapi Era Globalisasi Putri, Septia Dwi Anggraeni; Sumarsono, Raden Bambang; Sunarni, Sunarni; Maisyaroh, Maisyaroh
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i12024p77

Abstract

Abstract: Character education that is instilled in students can be related to local cultural wisdom so that it is not eroded by the increasingly advanced era of globalization. The purpose of this study is to review in depth the management of character education based on local cultural wisdom of the Samin community starting from planning, implementation, monitoring, and the inhibiting and supporting factors of character education management activities. This research method uses a qualitative approach to the type of research design through case studies. Data collection techniques were carried out by interviews, observation, and documentary studies. Data analysis was carried out by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The result of the research is that SDN Margomulyo II Margomulyo Sub-District holds an Annual School Work Plan which produces the P5 teaching module. The activities carried out to implement character education based on the local cultural wisdom of the Samin people are through bazaars (market day) which is held on Fridays and the Samin festival, namely poetry reading and writing competitions. There are inhibiting factors, namely the lack of discipline of students, ignoring teacher advice, and at home there are still those who do not obey their parents' orders, while the supporting factors are the native residents of Kampung Samin who have been taught aboutGreat Advice, "Margomulyo Inspires" activities that can help students with good character are appropriateGreat Advice Samin's teachings, as well as good examples from parents, school principals, teachers, and community leaders.Keywords: education management, character education, local culture, Samin society, globalization era. Abstrak: Pendidikan karakter yang ditanamkan kepada peserta didik dapat berkaitan dengan kearifan budaya lokal agar tidak tergerus dengan era globalisasi yang semakin maju. Tujuan penelitian ini untuk mengulas secara mendalam mengenai manajemen pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal masyarakat Samin yang dimulai dari perencanaan, implementasi, pengawasan, dan faktor penghambat dan pendukung dari kegiatan manajemen pendidikan karakter. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis rancangan penelitian melalui studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan studi dokumenter. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian adalah SDN Margomulyo II Kecamatan Margomulyo mengadakan Rencana Kerja Tahunan Sekolah yang menghasilkan modul ajar P5. Kegiatan yang dilaksanakan untuk mengimplementasikan pendidikan karakter berbasis kearifan budaya lokal masyarakat Samin adalah melalui bazar (market day) yang dilaksanakan di hari Jum’at dan festival Samin yaitu lomba baca dan cipta puisi. Terdapat faktor penghambat yaitu kurang displinnya peserta didik, tidak menghiraukan nasihat guru, dan saat di rumah masih ada yang tidak menuruti perintah orang tua, sedangkan faktor pendukungnya yaitu warga asli Kampung Samin yang sedari kecil telah diajarkan tentang Pitutur Luhur, kegiatan “Margomulyo Menginspirasi” yang dapat membantu peserta didik berkarakter baik sesuai Pitutur Luhur ajaran Samin, serta adanya teladan baik dari orang tua, kepala sekolah, guru, dan tokoh masyarakat.Kata kunci: manajemen pendidikan, pendidikan karakter, budaya lokal, masyarakat Samin, era globalisasi.
Pendidikan di Singapore: Keberhasilan Implementasi Kebijakan Pendidikan Berbasis Sistem Meritokrasi dan Pengembangan Guru Haq, Ahmad Matinul; Sholeh, Muhammad
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v6i42023p336

Abstract

Abstract: This research examines the successful implementation of meritocracy-based educational policies and the professional development of teachers in Singapore. The method used in this research is qualitative based on literature research by collecting information or data from trusted sources, such as journal articles and books. After that, it is analyzed in content, processed briefly and systematically. The research results show that the implementation of meritocracy-based education policies in Singapore has been successful in increasing the quality of learning in the country. This policy ensures that outstanding students are given appropriate recognition and incentives, thereby encouraging them to continue learning, being competitive, and performing high. Not only that, this policy also helps increase accountability and transparency in the learning system. The development of qualified teachers is also a major focus in Singapore's learning policy. Teachers in Singapore are given the opportunity to develop themselves reliably. Teachers are given the opportunity to take 100 hours per year for their professional development (Professional Development / PD). Thus producing a more efficient learning area. Overall, this research shows that meritocracy-based educational policies and teacher professional development in Singapore have been successful in increasing the quality of learning and producing better learning areas. This is what makes Singapore in its education zone very advanced and becomes a reference for other countries to study there, let alone try to imitate its policy system.Keywords: Singapore, Education Policy, Meritocracy, Teacher Development Abstrak: Riset ini mengulas tentang keberhasilan implementasi kebijakan pendidikan berbasis meritokrasi dan pengembangan profesional guru di Singapore. Metode yang digunakan dalam riset ini merupakan kulitatif yang berbasis riset pustaka dengan mengumpulkan informasi ataupun data dari sumber- sumber yang terpercaya, semacam artikel jurnal, serta buku- buku. Setelah itu di analisis secara isi, diolah secara ringkas serta sistematis. Hasil riset menampilkan kalau implementasi kebijakan pendidikan berbasis meritokrasi di Singapore sudah sukses tingkatkan mutu pembelajaran di negeri tersebut. Kebijakan ini membenarkan kalau siswa-siswi yang berprestasi diberikan pengakuan serta insentif yang pantas, sehingga mendesak mereka buat terus belajar, berkompetitif, serta berkinerja besar. Tidak hanya itu, kebijakan ini pula menopang tingkatkan akuntabilitas serta transparansi dalam sistem pembelajaran. Pengembangan handal guru pula jadi fokus utama dalam kebijakan pembelajaran Singapore. Guru di Singapore diberikan peluang buat meningkatkan dirinya secara handal. Guru di berikan peluang buat mengambil 100 jam per tahun buat pengembangan profesionalnya (Professional Development/ PD). Sehingga menghasilkan area belajar yang lebih efisien. Secara totalitas, riset ini menampilkan kalau kebijakan pendidikan berbasis meritokrasi dan pengembangan profesional guru di Singapore sudah sukses tingkatkan mutu pembelajaran serta menghasilkan area belajar yang lebih baik. Perihal tersebutlah menjadikan Singapore dalam zona pendidikannya sangat maju serta jadi referensi negara-negara lain buat belajar disitu apalagi mencoba meniru sistem kebijakannya.Kata kunci: Singapore, Kebijakan Pendidikan, Meritokrasi, Pengembangan Guru
Manajemen Peserta Didik Melalui Peran Guru dalam Upaya Peningkatan Karakter Disiplin Siswa SMA PAB 4 Melalui Pendidikan Agama Islam Amini, Aisyah; Hasibuan, Humaidah Br
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Student discipline is a matter of obeying the rules in all aspects of life. Student discipline is very influential in life in managing whatever they want to do according to their time. However, currently there are still many individuals who are negligent in disciplining their time, especially students who are still in the process of studying. In reality, many students come to school late and do not comply with the rules made by the school. So this research aims to examine the duties of Islamic religious education teachers in improving student discipline, specifically at SMA PAB 4 Sampali. This study used qualitative research methods. The data collection technique in this research is by observation, interviews and documentation. The data analysis techniques used are data reduction, namely summarizing, data presentation, namely choosing the main things, or focusing on the important things, and drawing conclusions. The findings of this research show that Islamic religious education teachers are well-known as educators who guide students in terms of discipline such as giving advice on the importance of discipline, giving warnings to students who are not disciplined and giving punishments according to violations committed by students.Keywords: Student Management, Discipline, PAI  Abstrak: Disiplin siswa adalah soal mentaati peraturan dalam segala aspek kehidupan. Disiplin siswa sangat berpengaruh dalam kehidupan dalam mengatur apapun yang ingin dilakukannya sesuai dengan waktunya. Namun saat ini masih banyak oknum yang lalai dalam mendisiplinkan waktunya, terutama para pelajar yang masih dalam proses belajar. Kenyataannya banyak siswa yang datang terlambat ke sekolah dan tidak mematuhi peraturan yang dibuat oleh sekolah. Maka penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tugas guru pendidikan agama Islam dalam meningkatkan kedisiplinan siswa khususnya di SMA PAB 4 Sampali. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data yaitu merangkum, penyajian data yaitu memilih hal-hal yang pokok, atau memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, dan menarik kesimpulan. Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa guru pendidikan agama Islam terkenal sebagai pendidik yang membimbing peserta didik dalam hal kedisiplinan seperti memberi nasehat pentingnya disiplin, memberi teguran kepada peserta didik yang tidak disiplin dan memberikan hukuman sesuai pelanggaran yang dilakukan. siswa.Kata kunci: Manajemen Siswa, Disiplin, PAI
Peningkatan Kualitas Madrasah Yang Berfokus Pada Penguatan Program Vokasi Mustabsyiroh, Nurul; Sumarsono, Raden Bambang; Imron, Ali; Juharyanto, Juharyanto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v6i32023p228

Abstract

Abstract: This study aims to describe the condition of the quality of Islamic education institutions after implementing doubletrack, and the strategy and implementation of the vocational program at MAN Kota Mojokerto. The research method is a qualitative approach to case study design with interview, observation, and documentation data collection techniques. The results of this research are that the Vocational Program is held on the basis of 1) the allocation of the distribution of graduates is mostly working; 2) the issuance of a decree stating that MAN in Mojokerto City has been transformed into MA Plus Skills; 3) Provision of grants from the Ministry of Religion for the purchase of supporting tools for the implementation of vocational programs. The implementation of the vocational program is included in the school intracurricular so that students who take part in the vocation are class X students except X-E5 and X-E6 and all class XI from the Science, Social Sciences and Religion majors using the moving class method every Monday and Friday. The strategies carried out are forming vocational teams, collaboration between teachers, rigorous selection of prospective vocational teachers, increasing teacher competency, and partner collaboration. Indicators of quality achievement from the implementation of the vocational program can be seen from the increase in student achievement, increase in existence, and increase in student skills. There are factors supporting quality improvement through the implementation of the vocational program including: 1) teacher collaboration, having professional teaching staff, student enthusiasm, support from student guardians, committees, and the existence of working partners. While the inhibiting factors are the lack of availability of facilities and infrastructure and the ups and downs of learning enthusiasm from students. Keywords: Enhancement; Quality; Madrasah; Program; Vocational Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keadaan mutu lembaga pendidikan Islam setelah menerapkan doubletrack, dan strategi serta implementasi program vokasi di MAN Kota Mojokerto. Metode dalam riset pendekatan kualitatif rancangan studi kasus dengan teknik pengumpulan data wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil riset ini adalah program vokasi diselenggarakan atas dasar (1) alokasi penyebaran lulusan sebagian besar bekerja; (2) pemberian SK bahwa MAN Kota Mojokerto bertranformasi menjadi MA Plus Keterampilan; (3) Pemberian dana hibah dari Kemenag untuk pembelian alat pendukung penyelenggaraan program vokasi. Pelaksanaan program vokasi dicantumkan dalam intrakulikuler sekolah sehingga peserta didik yang mengikuti vokasi yaitu siswa kelas X kecuali X-E5 dan X-E6 dan seluruh kelas XI baik dari jurusan IPA, IPS, dan Agama dengan metode moving class setiap hari senin dan jumat. Adapun strategi yang dilakukan yaitu pembentukan tim vokasi, kolaborasi antar guru, seleksi ketat calon guru vokasi, peningkatan kompetensi guru, dan kerja sama mitra. Indikator ketercapaian mutu dari pelaksanaan program vokasi dilihat dari peningkatan prestasi peserta didik, peningkatan eksistensi, dan peningkatan skill peserta didik. Terdapat faktor pendukung peningkatan mutu melalui penerapan program vokasi yaitu: (1) kolaborasi guru; (2) memiliki tenaga pendidik profesional;  (3) antusiasme peserta didik; (4) dukungan dari wali murid dan komite; (6) adanya mitra kerja sama. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana serta naik turunnya semangat belajar dari peserta didik.  Kata kunci: Peningkatan; Kualitas; Madrasah; Program; Vokasi
Pengaruh Manajemen MBKM Pertukaran Pelajar Terhadap Penguasaan Pembelajaran Mahasiswa Universitas Negeri Malang Indrawanto, Dwi Wahyu; Burhanuddin, Burhanuddin; Benty, Djum DJum Noor
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/m027v7i22024p259

Abstract

Abstract: This study aims to describe: (1) the performance management MBKM student exchange at State University of Malang; (2) the level of students learning mastery at State University of Malang; and (3) effect of student exchange MBKM management on student learning mastery at State University of Malang. This study uses a quantitative research approach with regression design. The research location was conducted at the State University of Malang. The population of the study were 1.199 students enrolled in 2019-2020 who participated in the student exchange program. The samples of the study were selected using a proportional random sampling technique. Results of the study show that MBKM management on student exchange at State University of Malang on the planning function is in  poor category, the organizing function is in good category, the mobilization function is in good category, and the supervisory function is in poor category. The achievement level of student learning mastery at the State University of Malang in the cognitive domain is in poor category, affective domain and psychomotor domain are also in poor category. There is a significant influence of student exchange MBKM management on student learning achievement at Malang State University.Keywords: management, MBKM, student exchange, learning mastery Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan: (1) tingkat manajemen MBKM pertukaran pelajar di Universitas Negeri Malang; (2) tingkat penguasaan pembelajaran mahasiswa Universitas Negeri Malang; dan  (3) pengaruh manajemen MBKM pertukaran pelajar terhadap penguasaan pembelajaran mahasiswa di Universitas Negeri Malang. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif. Lokasi penelitian dilakukan di Universitas Negeri Malang. Populasi dari penelitian adalah seluruh mahasiswa angkatan 2019-2020 yang pernah mengikuti program pertukaran pelajar, yakni sejumlah 1.198 mahasiswa. Adapun sampel dipilih dan ditetapkan  menggunakan teknik proportional random sampling. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tingkat penerapan manajemen MBKM pertukaran pelajar di Universitas Negeri Malang pada fungsi perencanaan dalam kategori kurang, fungsi pengorganisasian dalam kategori baik, fungsi penggerakan dalam kategori baik, dan fungsi pengawasan dalam kategori kurang. Tingkat capaian penguasaan pembelajaran mahasiswa Universitas Negeri Malang pada ranah kognitif dalam kategori kurang, ranah afektif dalam kategori kurang, dan ranah psikomotorik dalam kategori kurang.Terdapat pengaruh yang signifikan antara manajemen MBKM pertukaran pelajar terhadap penguasaan pembelajaran mahasiswa Universitas Negeri Malang.Kata kunci: manajemen, MBKM, pertukaran pelajar, penguasaan pembelajaran.
Manajemen Project Based Learning dalam Meningkatkan Keterampilan Abad 21 di Sekolah Penggerak Jenjang Dasar Idawati, Idawati; Marsithah, Iis; Yanti, Hera
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um027v7i12024p100

Abstract

Abstract: This study aims to analyze  Project Based Learning planning, Project Based Learning implementation  and Project Based Learning evaluation conducted by SD  Negeri 21 Bireuen in improving 21st century skills for students and studying the challenges faced in  Project Based Learning management. This research uses a qualitative approach with a descriptive method. Data collection through observation techniques, interviews and documentation review.  The research subjects were the principal, deputy principal for curriculum, and two class teachers in Phase C. Research results: 1) Project based learning  planning has gone well. The activities start from teacher council meetings, socializing project activities to parents. Planning, including: analysis of material characteristics from learning outcomes, determination of goals, conditions, time, compiling steps of project based learning activities, evaluating learning and making worksheets and 6C skill assessment formats. 2) The application  of the Project Based Learning  model related to improving 6C skills is going well, judging from the steps of activities used according to the procedures of the  Project based learning concept. 3) Project based learning  evaluation went well. It can be seen from the acquisition of scores on teacher activities to achieve very good predicates, and 4) The challenges faced are that school principals need teachers to be more creative, require a lot of media, costs and time in implementation, so there needs to be breakthroughs and innovations so that the project runs well.Keywords: Management; Project Based Learning; 21st century skills Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perencanaan Project Based Learning, pelaksanaan Project Based Learning dan evaluasi Project Based Learning yang dilakukan oleh SD  Negeri 21 Bireuen dalam meningkatkan keterampilan abad 21 bagi siswa serta mempelajari tantangan yang dihadapi dalam manajemen Project Based Learning. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Pengumpulan data melalui teknik observasi, wawancara, dan telaah dokumentasi. Subjek penelitian adalah kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan dua orang guru kelas di Fase C. Hasil penelitian: 1) Perencanaan project based learning telah berjalan dengan baik. Kegiatannya mulai dari rapat dewan guru, mensosialisasikan kegiatan project kepada orang tua siswa. Perencanaan, meliputi: analisis karakteristik materi dari dari capaian pembelajaran, penentuan tujuan, kondisi, waktu, menyusun langkah-langkah kegiatan project based learning, evaluasi pembelajaran dan membuat lembar kerja serta format penilaian keterampilan 6C. 2) Penerapan model Project Based Learning terkait peningkatan keterampilan 6C berjalan baik, dilihat dari langkah-langkah kegiatan yang digunakan sesuai prosedur dari konsep Project based learning. 3) Evaluasi project based learning berjalan dengan baik. Terlihat dari adanya perolehan nilai terhadap kegiatan guru mencapai predikat sangat baik, dan 4) Tantangan yang dihadapi yaitu kepala sekolah perlu guru agar lebih kekreatifan, membutuhkan banyak media, biaya dan waktu dalam pelaksanaannya, sehingga perlu adanya terobosan dan inovasi agar project berjalan dengan baik.      Kata kunci: Manajemen; Project Based Learning; keterampilan abad 21
Implementasi Kurikulum Merdeka dalam Perspektif Manajemen Pendidikan Islam di SMA Negeri 2 Ranah Batahan Andrian, Yogi; Rifa'i, Muhammad
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/10.17977/um027v7i32024p338

Abstract

Abstract: The curriculum plays a vital role in educational institutions as it determines the direction, content, and processes of learning, ultimately influencing the type and quality of graduates. Within the education system, the curriculum serves as the main framework guiding the achievement of national education goals. This paper aims to understand the concept of Merdeka Belajar (Freedom to Learn) for students. The curriculum holds a crucial role in shaping the educational journey by defining its direction, content, and processes, which in turn impacts the type and quality of graduates produced. This study employs a literature review method with a qualitative approach. The findings reveal that the Merdeka Belajar concept restores the role of educational literacy to its intended purpose as a strategic moment in achieving national education objectives. Through Merdeka Belajar, students’ literacy in religious spirituality, self-control, personality, intelligence, moral character, and skills can be enhanced, ultimately contributing to the recovery and improvement of education quality in Indonesia. In other words, Merdeka Belajar provides space for students to grow holistically, in alignment with their individual potential and interests. The implementation of Merdeka Belajar is seen as an important effort to support the recovery and enhancement of educational quality in Indonesia, especially in addressing global challenges and local needs. This approach is expected to produce graduates who are not only intellectually capable but also strong in character and equipped with relevant life skills. Therefore, Merdeka Belajar is believed to be a solid foundation for realizing more inclusive and meaningful education. Keywords: Independent Learning Curriculum, Islamic Education Management Abstrak: Kurikulum memiliki peran yang sangat penting dalam lembaga pendidikan karena menentukan arah, isi, dan proses pembelajaran yang pada akhirnya memengaruhi jenis dan mutu lulusan. Dalam sistem pendidikan, kurikulum menjadi kerangka utama yang mengarahkan pencapaian tujuan pendidikan nasional. Tujuan penulisan ini adalah untuk memahami kurikulum merdeka dalam belajar bagi peserta didik. Kurikulum memegang peranan penting dalam lembaga pendidikan karena menentukan arah, isi dan proses pendidikan yang pada akhirnya berpengaruh terhadap jenis dan mutu lulusan. Penelitian ini menggunakan metode studi pustaka dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsep Merdeka Belajar mengembalikan peran literasi pendidikan sesuai dengan tujuannya sebagai momen strategis dalam mencapai tujuan Pendidikan Nasional. Dengan Merdeka Belajar, literasi peserta didik dalam spiritualitas keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia dan keterampilan dapat ditingkatkan yang pada akhirnya akan mendukung pemulihan mutu pendidikan di Indonesia. Dengan kata lain, Merdeka Belajar memberikan ruang bagi siswa untuk berkembang secara holistik, sesuai dengan potensi dan minat mereka masing-masing. Implementasi Merdeka Belajar juga dipandang sebagai upaya penting dalam mendukung pemulihan dan peningkatan mutu pendidikan di Indonesia, terutama dalam menghadapi tantangan global dan kebutuhan lokal. Pendekatan ini diharapkan mampu membentuk lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berkarakter kuat dan memiliki keterampilan hidup yang relevan. Dengan demikian, Merdeka Belajar diyakini dapat menjadi fondasi yang kokoh untuk mewujudkan pendidikan yang lebih inklusif dan bermakna. Kata Kunci: Kurikulum Belajar Mandiri, Manajemen Pendidikan Islam