cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.
Arjuna Subject : -
Articles 441 Documents
Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan dalam Menunjang Mutu Pembelajaran di MAN 2 Kota Semarang Anna Amalia Silfi; Fahrurrozi Fahrurrozi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This article examines issues arising from the social fact that the availability of adequate educational facilities is not always accompanied by optimal management, particularly in terms of utilization, maintenance, and data-based management. In the context of modern education and demands for improved learning quality, facility and infrastructure management is a strategic factor because it directly affects the comfort, effectiveness, and quality of the teaching and learning process. This study uses a qualitative approach with a case study type. Data collection techniques were carried out through observation, in-depth interviews with the head of the madrasah, the deputy head of facilities and infrastructure, teachers, and students, as well as documentation. Data analysis was carried out through the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results of the study show that the management of facilities and infrastructure at MAN 2 Semarang City has been running quite well in terms of planning and procurement, and is supported by the availability of relatively complete facilities. However, it was found that the utilization of facilities was not yet evenly distributed, maintenance was still corrective in nature and not yet fully scheduled, and inventory data was not yet optimally utilized as a basis for managerial decision-making. The conclusion of this study emphasizes the need for strengthening facilities and infrastructure management to be more planned, preventive, and data-driven. Therefore, it is recommended that madrasahs develop a periodic maintenance system, optimize the digitization of facilities and infrastructure management, and improve human resource competencies to support the sustainability of learning quality. Keywords: facility and infrastructure management, learning quality, digitization of facility and infrastructure management Abstrak: Artikel ini mengkaji isu yang berangkat dari fakta sosial bahwa ketersediaan fasilitas pendidikan yang memadai belum selalu diikuti dengan pengelolaan yang optimal, khususnya pada aspek pemanfaatan, pemeliharaan, dan pengelolaan berbasis data. Dalam konteks pendidikan modern dan tuntutan peningkatan mutu pembelajaran, manajemen sarana dan prasarana menjadi faktor strategis karena berpengaruh langsung terhadap kenyamanan, efektivitas, dan kualitas proses belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara mendalam dengan kepala madrasah, wakil kepala bidang sarana dan prasarana, guru, serta peserta didik, dan dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan sarana dan prasarana di MAN 2 Kota Semarang telah berjalan cukup baik pada aspek perencanaan dan pengadaan, serta didukung oleh ketersediaan fasilitas yang relatif lengkap. Namun demikian, ditemukan bahwa pemanfaatan fasilitas belum merata, pemeliharaan masih cenderung bersifat korektif dan belum terjadwal secara menyeluruh, serta data
Peran Pengawas Sekolah dalam Pengembangan dan Evaluasi Supervisi Pengajaran untuk Peningkatan Mutu Pembelajaran Tri Ananda Setiyani; Nur Adzkia Kamilah; Siti Raisyah; Sulistiyana Sulistiyana; Metroyadi Metroyadi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The role of school supervisors is a key component in ensuring educational quality through the implementation of effective instructional supervision. This article aims to describe, both theoretically and empirically, the role of school supervisors in the development and evaluation of instructional supervision, including the supporting and inhibiting factors they encounter. This study employs a descriptive qualitative approach, with the primary informant being a school supervisor at the elementary level overseeing approximately 20 schools. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis. The findings indicate that school supervisors act as mentors, motivators, and evaluators who drive supervision programs based on the needs of teachers and the schools under their guidance. The supervision program is developed through needs analysis, planning, implementation, evaluation, and follow-up, applying collaborative and reflective principles. Supervision evaluation is carried out continuously to assess the effectiveness of teacher coaching and its impact on the quality of learning. Key supporting factors include policy support and collaboration with school principals, while the main obstacles involve limited time and the large number of supervised schools. This article highlights that school supervisors play a strategic role as change agents in enhancing teacher professionalism in the era of the Merdeka Curriculum. Keywords: school supervisor; instructional supervision; supervision evaluation; learning quality Abstrak: Peran pengawas sekolah menjadi komponen kunci dalam menjamin mutu pendidikan melalui pelaksanaan supervisi pengajaran yang efektif. Artikel ini bertujuan mendeskripsikan secara teoritis dan empiris peran pengawas sekolah dalam pengembangan serta evaluasi supervisi pengajaran, termasuk faktor pendukung dan penghambat yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan narasumber utama seorang pengawas sekolah di tingkat sekolah dasar dengan total kurang lebih 20 sekolah binaan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengawas sekolah berperan sebagai pembimbing, motivator, dan evaluator yang menggerakkan program supervisi berbasis kebutuhan guru dan sekolah binaan. Program supervisi dikembangkan melalui analisis kebutuhan, perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, dan tindak lanjut dengan prinsip kolaboratif dan reflektif. Evaluasi supervisi dilakukan secara berkelanjutan untuk menilai efektivitas pembinaan guru dan dampaknya terhadap mutu pembelajaran. Faktor pendukung utama berasal dari dukungan kebijakan dan kolaborasi dengan kepala sekolah, sementara hambatan utama adalah keterbatasan waktu dan banyaknya sekolah binaan. Artikel ini menegaskan bahwa pengawas sekolah memiliki peran strategis sebagai agen perubahan (change agent) dalam meningkatkan profesionalisme guru di era Kurikulum Merdeka. Kata kunci: pengawas sekolah; supervisi pengajaran; evaluasi supervisi; mutu pembelajaran
Pengaruh Kepemimpinan Transformasional Kepala Sekolah Terhadap Kompetensi Pedagogik Guru SMP Endang Sri Darmayanti; Bunyamin Bunyamin; M Prayito
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the influence of the principal’s transformational leadership on the pedagogical competencies of junior high school teachers. Teachers’ pedagogical competencies are a key factor in improving the quality of learning and education. One factor believed to influence the improvement of teachers’ pedagogical competencies is the principal’s transformational leadership. Transformational leadership emphasizes the principal’s ability to provide motivation, intellectual stimulation, individual attention, and foster a collaborative school culture to support teachers’ professional development. This study employs a quantitative approach with an ex post facto design. The study was conducted at junior high schools in Jepon Subdistrict, Blora Regency, involving 101 teachers as the research sample, selected using proportionate stratified random sampling from a total population of 136 teachers. Data collection utilized a questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data were analyzed using descriptive statistics, normality tests, linearity tests, and simple regression analysis with the aid of SPSS software. The results of the study indicate that the principal’s transformational leadership has a positive and significant effect on teachers’ pedagogical competence, with a regression coefficient of 0.650 and a significance level of 0.000 (p < 0.05). A correlation coefficient of 0.603 indicates a fairly strong relationship between the two variables, while a coefficient of determination of 0.363 indicates that the principal’s transformational leadership contributes 36.3% to teachers’ pedagogical competence. These findings suggest that inspirational, supportive, and professional development-oriented leadership can foster continuous improvement in teachers’ pedagogical competence. Therefore, strengthening the principal’s transformational leadership is a key strategy for enhancing the quality of learning and education in schools. It is hoped that the results of this study will serve as a basis for schools to develop leadership models capable of effectively enhancing teacher professionalism and the quality of learning. Keywords: Transformational Leadership, Principal, Teacher Performance Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kepemimpinan transformasional kepala sekolah terhadap kompetensi pedagogik guru SMP. Kompetensi pedagogik guru merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan. Salah satu faktor yang diduga berpengaruh terhadap peningkatan kompetensi pedagogik guru adalah kepemimpinan transformasional kepala sekolah. Kepemimpinan transformasional menekankan pada kemampuan kepala sekolah dalam memberikan motivasi, stimulasi intelektual, perhatian individual, dan membangun budaya sekolah yang kolaboratif untuk mendukung pengembangan profesional guru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto. Penelitian dilaksanakan pada SMP di Kecamatan Jepon Kabupaten Blora dengan melibatkan 101 guru sebagai sampel penelitian yang dipilih menggunakan teknik proportionate stratified random sampling dari total populasi sebanyak 136 guru. Teknik pengumpulan data menggunakan angket yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji linearitas, dan analisis regresi sederhana dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah berpengaruh positif dan signifikan terhadap kompetensi pedagogik guru dengan nilai koefisien regresi sebesar 0.650 dan nilai signifikansi sebesar 0.000 (p < 0.05). Nilai koefisien korelasi sebesar 0.603 menunjukkan hubungan yang cukup kuat antara kedua variabel, sedangkan nilai koefisien determinasi sebesar 0.363 menunjukkan bahwa kepemimpinan transformasional kepala sekolah memberikan kontribusi sebesar 36,3% terhadap kompetensi pedagogik guru. Temuan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan yang inspiratif, suportif, dan berorientasi pada pengembangan profesional mampu mendorong peningkatan kompetensi pedagogik guru secara berkelanjutan. Oleh karena itu, penguatan kepemimpinan transformasional kepala sekolah menjadi salah satu strategi penting dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan mutu pendidikan di sekolah. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan bagi sekolah dalam mengembangkan pola kepemimpinan yang mampu meningkatkan profesionalisme guru dan mutu pembelajaran secara efektif. Kata kunci: Kepemimpinan Transformasional, Kepala Sekolah, Kinerja Guru
Pengaruh Supervisi Akademik dan Motivasi Kerja Guru terhadap Kualitas Pembelajaran Imamuddin Sa&#039;id; Rasiman Rasiman; Soedjono Soedjono
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aimed to analyze the effect of academic supervision and teachers’ work motivation on the quality of learning in Sekolah Dasar Penggerak in Rembang Regency. The study employed a quantitative approach with a survey design. The population consisted of 107 teachers from six Sekolah Dasar Penggerak, selected using a total sampling technique. Data were collected through a closed-ended questionnaire using a five-point Likert scale and analyzed using simple linear regression and multiple linear regression after meeting the prerequisite assumption tests. The results indicated that academic supervision had a positive and significant effect on learning quality (β = 0.412; t = 6.149; p < 0.05). Teachers’ work motivation also had a positive and significant effect on learning quality (β = 0.563; t = 7.602; p < 0.05). Simultaneously, academic supervision and teachers’ work motivation significantly influenced learning quality (F = 141.328; p < 0.05) with an Adjusted R² value of 0.726, indicating that both variables contributed 72.6% to the variance in learning quality. These findings confirm that improving learning quality requires the integration of effective principal academic supervision and strengthened teachers’ work motivation to support learning transformation in Sekolah Dasar Penggerak Keywords: academic supervision, teachers’ work motivation, learning quality Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh supervisi akademik dan motivasi kerja guru terhadap kualitas pembelajaran di Sekolah Dasar Penggerak Kabupaten Rembang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain survei. Populasi penelitian berjumlah 107 guru dari enam Sekolah Dasar Penggerak dengan teknik total sampling. Data dikumpulkan melalui angket tertutup skala Likert lima tingkat dan dianalisis menggunakan regresi linear sederhana serta regresi linear berganda setelah memenuhi uji prasyarat analisis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa supervisi akademik berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran (β = 0,412; t = 6,149; p < 0,05). Motivasi kerja guru juga berpengaruh positif dan signifikan terhadap kualitas pembelajaran (β = 0,563; t = 7,602; p < 0,05). Secara simultan, supervisi akademik dan motivasi kerja guru berpengaruh signifikan terhadap kualitas pembelajaran (F = 141,328; p < 0,05) dengan nilai Adjusted R² sebesar 0,726, yang menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 72,6% terhadap variasi kualitas pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa peningkatan mutu pembelajaran memerlukan integrasi antara efektivitas supervisi kepala sekolah dan penguatan motivasi kerja guru dalam mendukung transformasi pembelajaran di Sekolah Dasar Penggerak. Kata kunci: supervisi akademik, motivasi kerja guru, kualitas pembelajaran
Pengembangan Model Supervisi Kolegial Berbasis MGMP Untuk Meningkatkan Mutu Pembelajaran Guru Maria Silaen; Syawal Gultom; Aman Simare-mare
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to develop a collegial supervision model based on the Subject Teacher Forum (MGMP) to improve the quality of teacher learning, particularly in the aspects of planning, implementation, and assessment of learning. This study uses a Research and Development (R&D) approach adapted from the Borg and Gall model. This study was conducted at SMA Negeri 4 Medan. The sample selection of this study used a purposive sampling technique, making 25 teachers as respondents and involving the principal, vice principal for curriculum, and the head of MGMP to obtain data on the implementation of academic supervision in schools. Data collection techniques for this study were observation, interviews, questionnaires, and documentation. The research instruments used were the teacher learning quality instrument, the collegial supervision instrument, and the instrument for assessing the feasibility of the model by experts. Data analysis techniques used descriptive qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis was used to describe the conditions of the implementation of academic supervision in schools. Quantitative analysis was used to analyze the data from the questionnaire on the quality of teacher learning and the feasibility of the developed supervision model. The results showed that the quality of teacher learning increased in all aspects, with an N-Gain value of 0.68 (moderate) for planning and implementation, and 0.70 (high) for assessment. The paired sample t-test results showed a significant difference between pretest and posttest scores (p < 0.001), confirming the effectiveness of the developed model. This model can be applied in secondary education and teacher professional development programs, particularly in MGMP as a professional learning community, to support collaborative supervision and improve teaching quality. The uniqueness of this study lies in the integration of collegial supervision with MGMP, shifting supervision from a top-down approach to a collaborative and reflective process that supports continuous teacher professional development.. Keywords: Collegial Supervision, MGMP, Learning Quality,Teacher Development, Academic Supervision Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model supervisi kolegial berbasis Forum Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk meningkatkan kualitas pembelajaran guru, khususnya pada aspek perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan Research dan Development (R&D) yang diadaptasi dari model Borg dan Gall. Penelitian ini dilaksanakan di SMA Negeri 4 Medan. Pemilihan sampel penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling menjadikan 25 guru sebagai responden dan melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, serta ketua MGMP untuk memperoleh data mengenai pelaksanaan supervisi akademik di sekolah. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi, wawancara, angket, dan dokumentasi. Instrumen penelitian yang digunakan yaitu instrumen mutu pembelajaran guru, instrumen supervisi kolegial, serta instrumen penilaian kelayakan model oleh ahli. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk menggambarkan kondisi pelaksanaan supervisi akademik di sekolah. Analisis kuantitatif digunakan untuk menganalisis data hasil angket mutu pembelajaran guru serta kelayakan model supervisi yang dikembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas pembelajaran guru meningkat pada semua aspek, dengan nilai N-Gain sebesar 0,68 (sedang) untuk perencanaan dan pelaksanaan, dan 0,70 (tinggi) untuk penilaian. Hasil uji t sampel berpasangan menunjukkan perbedaan signifikan antara skor pretest dan posttest (p < 0,001), yang menegaskan efektivitas model yang dikembangkan. Model ini dapat diterapkan dalam pendidikan menengah dan program pengembangan profesional guru, khususnya dalam MGMP sebagai komunitas pembelajaran profesional, untuk mendukung supervisi kolaboratif dan meningkatkan kualitas pengajaran. Keunikan studi ini terletak pada integrasi supervisi kolegial dengan MGMP, menggeser supervisi dari pendekatan top-down ke proses kolaboratif dan reflektif yang mendukung pengembangan profesional guru secara berkelanjutan. Kata kunci: Supervisi kolegial, MGMP, Kualitas Pembelajaran, Pengembangan Guru, Supervisi Akademik
Efektivitas Manajemen Pendidikan untuk Membangun Ketahanan Komunitas Ditinjau dari Zakat dan Resiliensi Ekonomi Fitri Uswatun Khasanah; Welius Purbonuswanto; Saryanto Saryanto; Yudhi Purwa Nugraha
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Traditionally, disaster management has tended to focus predominantly on the response and recovery phases following the occurrence of a disaster. The transition toward a proactive disaster preparedness approach requires significant investment in what is referred to as disaster preparedness education management. This study aims to examine the effectiveness of disaster preparedness education management in strengthening community resilience, taking into account the roles of zakat and economic resilience. This study adopts a quantitative approach with a factorial design, complemented by mediation analysis to test causal relationships among variables and to investigate the mediating role in explaining the mechanism through which the independent variables affect the dependent variable. A total of 106 islamic boarding school students (siswa) participated in this study. The results of the Tests of Between-Subjects Effects (ANOVA) revealed a statistically significant main effect of the intervention on the enhancement of community resilience. Moreover, the mediation analysis demonstrates that economic resilience serves as a principal mediating variable that explains the mechanism through which disaster preparedness is transformed into community resilience. Zakat funds should be optimized by shifting assistance strategies from short-term consumptive support toward long-term human capital investment. These funds may be distributed through sustainable educational scholarship schemes and the provision of entrepreneurial capital for economically vulnerable siswa families. Keywords: Community Resilience; Economic Resilience Abstrak: Secara tradisional, manajemen bencana cenderung dominan pada fase respons dan pemulihan setelah bencana terjadi. Transisi menuju pendekatan kesiapsiagan bencana yang proaktif menuntut investasi yang signifikan dalam apa yang disebut sebagai manajemen pendidikan kesiapsiagan bencana. Tujuan umum penelitian adalah menganalisis efektivitas manajemen pendidikan kesiapsiagaan bencana dalam membangun ketahanan komunitas, dengan mempertimbangkan peran zakat dan resiliensi ekonomi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain faktorial yang dilanjutkan dengan desain mediasi untuk menguji hubungan kausal antarvariabel serta peran variabel mediator dalam menjelaskan mekanisme pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Subjek penelitian sebanyak 106 siswa. Berdasarkan hasil analisis menggunakan Tests of Between-Subjects Effects (ANOVA), ditemukan efek utama yang signifikan dari intervensi terhadap peningkatan ketahanan komunitas. Selanjutnya hasil analisis mediasi menunjukan bahwa resiliensi ekonomi berperan sebagai penghubung utama yang menentukan keberhasilan transformasi kesiapsiagaan bencana menjadi ketahanan komunitas. Dana zakat perlu dioptimalkan melalui pergeseran strategi bantuan dari yang bersifat konsumtif menjadi investasi modal manusia. Dana zakat dapat disalurkan melalui program beasiswa pendidikan berkelanjutan dan pemberian modal usaha bagi keluarga siswa yang rentan secara ekonomi. Kata kunci: Disaster Preparedness Education Management, Ketahanan Komunitas, Resiliensi Ekonomi
Penggunaan Game Edukasi Ati (Accounting Tour Indonesia) untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Motivasi Belajar Akuntansi Siswa SMK Negeri 1 Salatiga Cindy Ayu Paembonan; Dwi Iga Luhsasi; Tri Nugroho Budi Santoso
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study examines the effectiveness of the implementation of the ATI (Accounting Tour Indonesia) educational game in improving cognitive, psychomotor, and learning motivation outcomes of class X AKL 1 students at SMK Negeri 1 Salatiga. The initial problem showed low learning achievement with an average score of 60.37 and only 23% of students passed the KKM, plus the dominance of low learning motivation reaching 60% due to monotonous conventional teaching methods. The study used the Classroom Action Research (CAR) approach of the Kemmis & McTaggart model which was implemented in two cycles, including the planning, action, observation, and reflection stages. The research subjects were 35 class X AKL 1 students. Data collection techniques included cognitive learning outcome tests, psychomotor observation sheets, and learning motivation questionnaires. Data analysis was carried out descriptively and comparatively between the pre-cycle, cycle I, and cycle II. The results showed that the ATI educational game succeeded in increasing students' active involvement in the learning process, deepening their understanding of accounting concepts through fun interactive simulations, and triggering students' intrinsic motivation. Significant improvements were seen in cognitive learning outcomes, from an average of 60.37 (pre-cycle) to 78.5 (cycle I) and 85.2 (cycle II), with a pass rate of 91%. Psychomotor skills also increased from 65% to 88% in cycle II, while the percentage of students with low motivation dropped drastically from 60% to just 11%. Students were more enthusiastic because ATI presented accounting learning in a contextual manner, such as simulations of journals, ledgers, and balance sheets in the form of virtual adventures. Overall, ATI's educational games proved effective as an innovative medium that supports accounting learning in vocational schools, making it more engaging, relevant, and meaningful. Accounting teachers are recommended to regularly integrate ATI to overcome boredom and improve the quality of vocational school graduates. Keywords: Educational Games; Learning Outcomes; Learning Motivation; Accounting; Vocational School Abstrak: Penelitian ini mengkaji efektivitas penerapan permainan edukasi ATI (Accounting Tour Indonesia) dalam meningkatkan hasil belajar kognitif, psikomotorik, dan motivasi belajar siswa kelas X AKL 1 di SMK Negeri 1 Salatiga. Masalah awal menunjukkan rendahnya capaian belajar dengan rata-rata nilai 60,37 dan hanya 23% siswa lulus KKM, ditambah dominasi motivasi belajar rendah mencapai 60% akibat metode pengajaran konvensional yang monoton. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) model Kemmis & McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus, meliputi tahap perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian adalah 35 siswa kelas X AKL 1. Teknik pengumpulan data mencakup tes hasil belajar kognitif, lembar observasi psikomotorik, serta kuesioner motivasi belajar. Analisis data dilakukan secara deskriptif komparatif antara pra-siklus, siklus I, dan siklus II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permainan edukasi ATI berhasil meningkatkan keterlibatan aktif siswa dalam proses belajar, memperdalam pemahaman konsep akuntansi melalui simulasi interaktif yang menyenangkan, serta memicu motivasi intrinsik siswa. Peningkatan signifikan terlihat pada hasil belajar kognitif dari rata-rata 60,37 (pra-siklus) menjadi 78,5 (siklus I) dan 85,2 (siklus II), dengan tingkat kelulusan mencapai 91%. Aspek psikomotorik juga naik dari 65% menjadi 88% pada siklus II, sementara persentase siswa dengan motivasi rendah turun drastis dari 60% menjadi hanya 11%. Siswa lebih antusias karena ATI menyajikan pembelajaran akuntansi secara kontekstual, seperti simulasi jurnal, buku besar, dan neraca dalam bentuk petualangan virtual.Secara keseluruhan, permainan edukasi ATI terbukti efektif sebagai media inovatif yang mendukung pembelajaran akuntansi di sekolah kejuruan menjadi lebih menarik, relevan, dan bermakna. Rekomendasi untuk guru mata pelajaran akuntansi adalah mengintegrasikan ATI secara rutin guna meningkatkan konsentrasi peserta didik meningkatkan kualitas lulusan SMK. Kata kunci: Permainan Edukasi; Hasil Belajar; Motivasi Belajar; Akuntansi; SMK
Strategi Manajemen Pembelajaran Matematika dengan Pendekatan Deep Learning pada Siswa Kelas 1 SD Nomas Indah Larasati; Dian Hidayati; Muhammad Zuhaery
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Mathematics learning in early elementary school requires strategies that build students' in-depth conceptual understanding through process stages, not just outcomes, in accordance with their cognitive developmental stages. This study aims to describe mathematics learning management strategies using a deep learning approach for first-grade students at Muhammadiyah Elementary School, Komplek Kolombo.The study used a qualitative, descriptive approach. Data were obtained through interviews, observations, and documentation involving the principal, vice principal for curriculum, and first-grade teachers. Data analysis was conducted using the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data presentation, and conclusion drawing, with the assistance of the ATLAS.ti 9 application. The results of the study indicate that the deep learning-based mathematics learning management strategy is implemented through integrated planning, organizing, implementing, and monitoring stages. In the planning stage, teachers analyze student characteristics, the curriculum, and learning needs to design meaningful learning. The organizing stage includes classroom management, scheduling, and the fair and flexible use of resources and teaching aids. The learning implementation applies differentiation practices, mentoring supervision, and reflective learning communication. The monitoring stage is carried out through in-depth cognitive assessment, problem-solving evaluation, and standardization and reporting that emphasize thinking processes and conceptual understanding. It is concluded that the implementation of the deep learning-based mathematics learning management strategy can encourage student-centered learning, strengthen conceptual understanding, and develop critical thinking and problem-solving skills from the early grades of elementary school. Keywords: learning management, mathematics, deep learning, elementary school, qualitative research. Abstrak: Pembelajaran matematika di kelas awal sekolah dasar menuntut strategi yang mampu membangun pemahaman konsep siswa secara mendalam melalui tahapan proses tidak hanya hasil, sesuai dengan tahap perkembangan kognitifnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan strategi manajemen pembelajaran matematika dengan pendekatan deep learning pada siswa kelas 1 di SD Muhammadiyah Komplek Kolombo. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang melibatkan kepala sekolah, wakil kepala sekolah bidang kurikulum, dan guru kelas 1. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan, dengan bantuan aplikasi ATLAS.ti 9. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi manajemen pembelajaran matematika berbasis deep learning dilaksanakan melalui tahapan perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan yang saling terintegrasi. Pada tahap perencanaan, guru melakukan analisis karakteristik siswa, kurikulum, serta kebutuhan belajar untuk merancang pembelajaran bermakna. Tahap pengorganisasian mencakup pengelolaan kelas, penjadwalan, serta pemanfaatan sumber daya dan alat peraga secara adil dan fleksibel. Pelaksanaan pembelajaran menerapkan praktik diferensiasi, supervisi pendampingan, serta komunikasi belajar yang reflektif. Tahap pengawasan dilakukan melalui penilaian kognitif mendalam, evaluasi problem solving, serta standardisasi dan pelaporan yang menekankan proses berpikir dan pemahaman konsep. Disimpulkan bahwa penerapan strategi manajemen pembelajaran matematika berbasis deep learning mampu mendorong pembelajaran yang berpusat pada siswa, memperkuat pemahaman konseptual, serta mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah sejak kelas awal sekolah dasar. Kata kunci: manajemen pembelajaran, matematika, deep learning, sekolah dasar, penelitian kualitatif.
Inkoherensi Sistemik dalam Pembiayaan Pendidikan Vokasi Berbasis Kemitraan pada Teaching Factory Perikanan dan Kelautan Dani Darmawan; Dedy Achmad Kurniady; Taufani Chusnul Kurniatun; Aan Komariah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze systemic incoherence in partnership-based vocational education financing for fisheries and marine Teaching Factories. The study was conducted using a qualitative case study design to understand how financing mechanisms, industry partnerships, production-based learning, governance practices, and institutional arrangements interact within a real vocational education setting. Data were collected through semi-structured interviews, field observations, document analysis, and stakeholder confirmation involving school leaders, finance officers, productive teachers, Teaching Factory managers, and industry partners. The findings show that the Teaching Factory was supported by multiple financing sources, industry collaboration, and real production-based learning through vaname shrimp farming. However, these components had not yet formed a fully coherent and integrated financing system. Five main forms of systemic incoherence were identified: misalignment between policy direction and production needs, administrative financing and productive financing, industry partnership and learning design, formal planning and field dynamics, and formal governance and adaptive coordination. The study concludes that the main challenge in partnership-based vocational education financing is not merely funding adequacy or the existence of industry partnership, but the weak integration among financing, production, partnership, governance, and learning. Therefore, vocational schools and policymakers should develop an integrated financing governance model that connects accountability with operational flexibility, institutionalises industry partnership, supports production risk management, and strengthens the sustainability of production-based vocational education. Keywords: Fisheries and marine Teaching Factory; Industry partnership; Production-based learning; Systemic incoherence; Vocational education financing. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis inkoherensi sistemik dalam pembiayaan pendidikan vokasi berbasis kemitraan pada Teaching Factory sektor perikanan dan kelautan. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif untuk memahami interaksi antara mekanisme pembiayaan, kemitraan industri, pembelajaran berbasis produksi, tata kelola sekolah, dan pengaturan kelembagaan dalam konteks pendidikan vokasi nyata. Data dikumpulkan melalui wawancara semi-terstruktur, observasi lapangan, analisis dokumen, dan konfirmasi pemangku kepentingan yang melibatkan pimpinan sekolah, pengelola keuangan, guru produktif, pengelola Teaching Factory, serta mitra industri. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Teaching Factory didukung oleh berbagai sumber pembiayaan, kolaborasi industri, dan pembelajaran berbasis produksi nyata melalui budidaya udang vaname. Namun, berbagai komponen tersebut belum membentuk sistem pembiayaan yang sepenuhnya koheren dan terintegrasi. Lima bentuk utama inkoherensi sistemik ditemukan, yaitu ketidaksesuaian antara arah kebijakan dan kebutuhan produksi, pembiayaan administratif dan pembiayaan produktif, kemitraan industri dan desain pembelajaran, perencanaan formal dan dinamika lapangan, serta tata kelola formal dan koordinasi adaptif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tantangan utama bukan semata-mata kecukupan dana atau keberadaan kemitraan industri, melainkan lemahnya integrasi antara pembiayaan, produksi, kemitraan, tata kelola, dan pembelajaran. Oleh karena itu, sekolah vokasi dan pembuat kebijakan perlu mengembangkan model tata kelola pembiayaan terintegrasi yang menghubungkan akuntabilitas dengan fleksibilitas operasional, melembagakan kemitraan industri, mendukung manajemen risiko produksi, dan memperkuat keberlanjutan pendidikan vokasi berbasis produksi. Kata kunci: Inkoherensi sistemik; Kemitraan industri; Pembelajaran berbasis produksi; Pembiayaan pendidikan vokasi; Teaching Factory perikanan dan kelautan.
STRATEGI PENINGKATAN MOTIVASI BELAJAR SISWA BERBASIS APLIKASI QUIZIZZ di SEKOLAH DASAR Dewi Tejawati; Ricky Yoseptry
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi perkembangan teknologi informasi telah membuka peluang baru dalam dunia pendidikan. Salah satu inovasi yang banyak digunakan di sekolah-sekolah adalah aplikasi pembelajaran interaktif, salah satunya Quizizz yang merupakan platform pembelajaran berbasis permainan (game-based learning). Penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Dasar Negeri Loji dan Sekolah Dasar Negeri Ciluluk 02 Kabupaten Bandung Tahun 2025. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif yang bertujuan untuk memahami fenomena secara mendalam dan holistik. Simpulan penelitian ini adalah: a) Perencanaan: Guru menyiapkan materi sesuai kurikulum, lalu memetakannya menjadi soal interaktif dengan variasi (pilihan ganda, benar-salah, bergambar) agar menarik; b) Pelaksanaan: Guru memulai dengan penjelasan materi singkat, mengenalkan tata cara penggunaan aplikasi, lalu mengajak siswa mengikuti kuis; c) Evaluasi: Siswa menjadi lebih antusias, fokus, aktif, dan bahkan yang biasanya pasif mulai berani berpartisipasi. Mereka lebih termotivasi untuk bertanya serta menyimak penjelasan guru karena ingin memperoleh skor tinggi; d) Tindak lanjut: Guru memanfaatkan laporan Quizizz untuk memberi pendampingan khusus bagi siswa dengan nilai rendah dan menyesuaikan strategi pembelajaran. Selain itu, variasi soal, penggunaan media visual, serta pemberian apresiasi kecil digunakan untuk menjaga motivasi siswa. Kata Kunci: Strategi, Motivasi, Aplikasi Quizizz.

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026 Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue