cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota malang,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan
ISSN : -     EISSN : 26158574     DOI : -
Core Subject : Science, Education,
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan [e-ISSN 2615-8574] was first published in 2018 by the Department of Educational Administration Faculty of Education State University of Malang. Published four times a year, March, June, September, and December. We accept research articles within the scope of the study of educational administration and educational management.
Arjuna Subject : -
Articles 434 Documents
Manajemen Inovasi Kelas dalam Mengatasi Kejenuhan Akademik pada Pembelajaran Kimia di SMA Belinda Monalisa
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: A conducive learning environment plays a crucial role in supporting effective learning. However, academic burnout remains a significant challenge that negatively affects students' motivation and engagement. Previous studies have primarily examined classroom management from a general perspective, while research specifically investigating the relationship between classroom innovation management and academic burnout remains limited. Therefore, this study aims to analyze the implementation of classroom innovation management in helping students overcome academic burnout in chemistry learning. This study was conducted with chemistry teachers and students at SMA Negeri 2 Sungai Penuh using a qualitative phenomenological approach. Data were collected through observations, in-depth interviews, and document analysis, while data credibility was ensured through source triangulation. The findings revealed that teachers effectively implemented classroom innovation management by designing diverse instructional strategies, employing various teaching methods, integrating digital learning media, fostering positive social interactions, and utilizing technology-based assessment and motivational approaches. These strategies enhanced students' engagement, interest, and learning motivation, thereby reducing academic burnout in chemistry learning. The study concludes that classroom innovation management serves as an effective and adaptive instructional strategy for creating a positive learning environment and mitigating students' academic burnout, particularly in chemistry education. Keywords: classroom innovation management; academic burnout; chemistry learning. Abstrak: Lingkungan belajar yang kondusif memiliki peran penting dalam mendukung keberhasilan pembelajaran. Namun, kejenuhan akademik masih menjadi salah satu hambatan yang berdampak pada rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa. Penelitian sebelumnya cenderung membahas manajemen kelas secara umum, sementara kajian yang secara spesifik mengaitkan manajemen inovasi kelas dengan kejenuhan akademik masih terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan manajemen inovasi kelas dalam membantu siswa mengatasi kejenuhan akademik pada pembelajaran kimia. Penelitian ini dilakukan pada siswa dan guru kimia di SMA Negeri 2 Sungai Penuh dengan menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, dengan uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mampu menerapkan manajemen inovasi kelas melalui perencanaan pembelajaran yang variatif, penggunaan metode yang beragam, integrasi media digital, pengelolaan interaksi sosial, serta pemberian motivasi dan evaluasi berbasis teknologi. Strategi tersebut terbukti meningkatkan keterlibatan, minat, dan motivasi belajar siswa, sehingga membantu mengurangi kejenuhan akademik dalam pembelajaran kimia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa manajemen inovasi kelas berperan penting sebagai strategi pembelajaran yang adaptif dalam menciptakan lingkungan belajar yang positif dan efektif dalam mengatasi kejenuhan akademik siswa. Kata kunci: manajemen inovasi kelas; kejenuhan akademik; pembelajaran kimia
Analisis Pengaruh Kompetensi Guru terhadap Peningkatan Hard Skills Siswa dalam Penerapan Project-Based Learning pada Mata Pelajaran Kejuruan di SMK Maya Yusti Fardian; Dedy Achmad Kurniady; Suryadi Suryadi; Nugraha Suharto
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: Vocational education plays a strategic role in preparing graduates with technical skills or hard skills that are relevant to the demands of the labor market and industrial transformation. In vocational high schools, Project-Based Learning (PjBL) is widely regarded as an effective learning approach because it enables students to develop practical competencies through direct involvement in designing, implementing, and evaluating real-world projects. However, the effectiveness of PjBL does not only depend on the learning model itself, but also on teachers’ competence in planning project activities, facilitating collaboration, integrating technology, and assessing students’ performance-based outcomes. This study aims to analyze the development of research on the relationship between teacher competence and the improvement of students’ hard skills in the implementation of PjBL in vocational subjects at vocational high schools. This study employed a bibliometric literature review approach using publication data from the Scopus database during the 2021–2026 period. A total of 30 relevant publications were analyzed using VOSviewer to map publication trends, keyword co-occurrence networks, author distribution, institutional affiliations, and country contributions. The findings show that vocational education appears as the central keyword connected to project-based learning, teacher competence, digital competence, vocational curriculum, and technology integration. The results also indicate that research in this field is still distributed across various authors and institutions, suggesting that the topic remains open for further development and collaboration. In terms of country distribution, Indonesia contributes the highest number of publications in the analyzed dataset, followed by Spain, Russia, and Thailand. This study concludes that teacher competence is a key factor in the successful implementation of PjBL for improving students’ technical skills in vocational education. Therefore, strengthening teachers’ pedagogical, professional, and digital competencies is essential to support effective project-based vocational learning. Keywords: teacher competence, project based learning, vocational education, hard skills, bibliometric analysis. Abstrak: Pendidikan kejuruan memiliki peran strategis dalam mempersiapkan lulusan yang memiliki keterampilan teknis atau hard skills yang relevan dengan kebutuhan pasar kerja dan transformasi industri. Pada jenjang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Project-Based Learning (PjBL) dipandang sebagai salah satu pendekatan pembelajaran yang efektif karena memungkinkan siswa mengembangkan kompetensi praktis melalui keterlibatan langsung dalam merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi proyek nyata. Namun, efektivitas PjBL tidak hanya ditentukan oleh model pembelajaran itu sendiri, tetapi juga oleh kompetensi guru dalam merancang aktivitas proyek, memfasilitasi kolaborasi, mengintegrasikan teknologi, serta menilai hasil belajar berbasis kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan penelitian mengenai hubungan antara kompetensi guru dan peningkatan hard skills siswa dalam penerapan PjBL pada mata pelajaran kejuruan di SMK. Penelitian ini menggunakan pendekatan bibliometric literature review dengan data publikasi dari database Scopus pada periode 2021–2026. Sebanyak 30 publikasi yang relevan dianalisis menggunakan VOSviewer untuk memetakan tren publikasi, jaringan ko-kemunculan kata kunci, distribusi penulis, afiliasi institusi, dan kontribusi negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kata kunci vocational education menjadi pusat jaringan yang terhubung dengan project-based learning, teacher competence, digital competence, vocational curriculum, dan technology integration. Temuan juga menunjukkan bahwa penelitian pada bidang ini masih tersebar pada berbagai penulis dan institusi, sehingga topik ini masih terbuka untuk dikembangkan melalui kolaborasi penelitian yang lebih luas. Berdasarkan distribusi negara, Indonesia menjadi negara dengan kontribusi publikasi terbanyak dalam dataset yang dianalisis, diikuti oleh Spanyol, Rusia, dan Thailand. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetensi guru merupakan faktor kunci dalam keberhasilan implementasi PjBL untuk meningkatkan keterampilan teknis siswa pada pendidikan kejuruan. Oleh karena itu, penguatan kompetensi pedagogik, profesional, dan digital guru sangat penting untuk mendukung pembelajaran kejuruan berbasis proyek secara efektif. Kata kunci: kompetensi guru, project based learning, pendidikan kejuruan, hard skills, bibliometrik
Implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Sebagai Intervensi Kebijakan Pendidikan dan Implikasinya Terhadap Minat Belajar Siswa: Studi Kasus di SMK Negeri 1 Merangin Tukini Rahmawati; Mardalena Mardalena; Vevi Juniarti; Widyawati Widyawati; Yulivia Indryani
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The Free Nutritious Meal Program (MBG) is a flagship policy of President Prabowo Subianto, with a budget of IDR 71 trillion, targeting student nutrition as a prerequisite for educational success. However, policy evaluations remain limited to health outcomes, while the program's impact on learning interest —an affective dimension, particularly at the vocational high school level—has not been adequately mapped. This study addresses this gap by offering novelty through an administrative-pedagogical approach and a temporal case study at SMK Negeri 1 Merangin. The objective is to analyze MBG implementation and its implications for students' interest in learning. A qualitative case study method was employed, with data collected through observation (two periods: December 2025 and January 2026), in-depth interviews with teachers, principals, and MBG officers, and documentation. The findings reveal: (1) MBG implementation is structured around fixed schedules, communal eating, prayer, and handwashing; (2) all four dimensions of learning interest (attention, enthusiasm, discipline, and activeness) significantly improved; (3) key mediating factors include perceived care (feeling valued by the state), physiological fulfillment, and economic savings; (4) changes in learning interest occur more rapidly (2-3 months) than changes in academic achievement (>1 year). Policy implications: MBG evaluation must not rely solely on academic scores; it should also incorporate affective process indicators, such as learning interest. This study contributes to the development of welfare-based educational management theory. Keywords: Free Nutritious Meal Program (MBG); learning interest; policy implementation; educational management; policy evaluation Abstrak: Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan kebijakan unggulan Presiden Prabowo Subianto dengan anggaran Rp71 triliun yang menyasar aspek gizi siswa sebagai prasyarat keberhasilan pendidikan. Namun, evaluasi kebijakan ini masih terbatas pada aspek kesehatan, sementara dampaknya terhadap minat belajar sebagai dimensi afektif—terutama di jenjang SMK—belum terpetakan secara memadai. Penelitian ini mengisi gap tersebut dengan menawarkan kebaruan (novelty) berupa pendekatan administratif-pedagogis dan studi kasus temporal di SMK Negeri 1 Merangin. Tujuan penelitian adalah menganalisis implementasi MBG dan implikasinya terhadap minat belajar siswa. Metode yang digunakan adalah kualitatif studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi (dua periode: Desember 2025 dan Januari 2026), wawancara mendalam dengan guru, kepala sekolah, dan petugas MBG, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan: (1) implementasi MBG berjalan terstruktur dengan mekanisme jadwal tetap, makan bersama, doa, dan cuci tangan; (2) keempat dimensi minat belajar (perhatian, semangat, kedisiplinan, keaktifan) meningkat signifikan; (3) faktor mediasi utama adalah perceived care (rasa diperhatikan negara), pemenuhan fisiologis, dan penghematan ekonomi; (4) minat berubah lebih cepat (2-3 bulan) dibandingkan dengan prestasi akademik (>1 tahun). Implikasi kebijakan: evaluasi MBG tidak boleh hanya berbasis nilai akademik, melainkan harus menyertakan indikator proses afektif seperti minat belajar. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan teori manajemen pendidikan berbasis kebijakan kesejahteraan. Kata kunci: Program MBG; minat belajar; implementasi kebijakan; manajemen pendidikan; evaluasi kebijakan
Manajemen Kesiswaan Ekstrakulikuler Content Creator Dalam Pengembangan Publikasi Digital Islami Di Smk Swadaya Semarang Rivaly Dhafin Hatmojo; Muh Ahlis Ahwan
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen kesiswaan dalam pengelolaan ekstrakurikuler YouTube Content Creator serta kontribusinya terhadap pengembangan publikasi digital Islami di SMK Swadaya Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi wakil kepala sekolah bidang kesiswaan, pembina ekstrakurikuler, serta siswa anggota kegiatan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan uji keabsahan melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa manajemen ekstrakurikuler telah menerapkan fungsi manajemen pendidikan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan evaluasi secara sistematis. Program dirancang berbasis capaian pembelajaran dan pembagian tugas sesuai minat serta kompetensi siswa. Proses produksi konten dilakukan melalui tahapan terstruktur mulai dari perencanaan ide hingga publikasi dan evaluasi. Pengawasan dilakukan tidak hanya pada aspek teknis, tetapi juga pada integrasi nilai-nilai Islami dalam konten digital. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan literasi digital, kreativitas, kepercayaan diri, prestasi siswa, serta penguatan citra sekolah di era digital. Meskipun demikian, masih terdapat kendala pada aspek kedisiplinan dan komitmen anggota sehingga diperlukan evaluasi berkelanjutan.Penelitian ini menunjukkan bahwa ekstrakurikuler berbasis content creator dapat menjadi model inovatif manajemen kesiswaan dalam mengembangkan publikasi digital Islami yang profesional, edukatif, dan berkarakter di lingkungan sekolah kejuruan. Kata kunci: manajemen kesiswaan, ekstrakurikuler, content creator, publikasi digital Islami, literasi digital.
Optimalisasi Sumber Daya Manusia dalam Sistem Pendidikan Nasional Nur Kholis; Muhsinin Muhsinin; Mi'at Mi'at; Aslamiah Aslamiah; Ahmad Suriansyah
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study examines human resource management (HRM) in the education system as a strategic factor that determines the quality, effectiveness, and sustainability of educational institutions. This study is motivated by the persistence of administrative-oriented HRM practices that have not fully addressed the demands of institutional transformation in the digital era. This condition indicates a gap between the need for competency-based human resource development in the 21st century and the conventional management practices still widely implemented across educational institutions. The objective of this study is to analyze the concepts, strategies, and models of effective educational HRM through a synthesis of previous research findings. This study employs a qualitative approach using a literature review method, focusing on scholarly publications from 2020 to 2025 selected through purposive sampling based on relevance and source credibility. Data analysis is conducted thematically through stages of reduction, classification, interpretation, and synthesis to generate a systematic and comprehensive conceptual understanding. The findings reveal that the optimization of educational HRM is influenced by three main dimensions: system digitalization, participative leadership, and a value-based collaborative organizational culture. The integration of these dimensions contributes to the development of an adaptive, innovative, and responsive HRM system in addressing global educational challenges. Furthermore, the results emphasize that HRM effectiveness is not solely determined by technical and administrative aspects, but also by the synergy between technological utilization, organizational values, and transformational leadership. The contribution of this study lies in the development of an integrative conceptual model that combines institutional, leadership, and digital transformation perspectives within a unified analytical framework. This model provides both theoretical and practical implications as a foundation for policy formulation and the development of adaptive, sustainable, and quality-oriented HRM practices in the education sector. Keywords: digitalization; education system; human resource management; leadership; organizational culture. Abstrak: Penelitian ini membahas manajemen sumber daya manusia (SDM) dalam sistem pendidikan sebagai faktor strategis yang berperan dalam menentukan mutu, efektivitas, dan keberlanjutan lembaga pendidikan. Kajian ini dilatarbelakangi oleh masih dominannya praktik pengelolaan SDM yang berorientasi administratif, sehingga belum sepenuhnya mampu menjawab tuntutan transformasi kelembagaan di era digital. Kondisi tersebut menunjukkan adanya kesenjangan antara kebutuhan pengembangan SDM berbasis kompetensi abad ke-21 dengan praktik manajemen yang masih konvensional di berbagai satuan pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep, strategi, serta model manajemen SDM pendidikan yang efektif melalui sintesis berbagai hasil penelitian terdahulu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis studi literatur terhadap publikasi ilmiah periode 2020–2025 yang dipilih secara purposif berdasarkan relevansi topik dan kredibilitas sumber. Proses analisis data dilakukan secara tematik melalui tahapan reduksi, klasifikasi, interpretasi, dan sintesis untuk memperoleh pemahaman konseptual yang sistematis dan komprehensif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa optimalisasi manajemen SDM pendidikan dipengaruhi oleh tiga dimensi utama, yaitu digitalisasi sistem manajemen, kepemimpinan partisipatif, dan budaya organisasi kolaboratif berbasis nilai. Integrasi ketiga dimensi tersebut mampu menciptakan sistem pengelolaan SDM yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perubahan lingkungan pendidikan global. Selain itu, temuan ini menegaskan bahwa efektivitas manajemen SDM tidak hanya ditentukan oleh aspek teknis dan administratif, tetapi juga oleh sinergi antara pemanfaatan teknologi, penguatan nilai organisasi, serta kualitas kepemimpinan yang transformasional. Kontribusi penelitian ini terletak pada pengembangan model konseptual integratif yang menggabungkan perspektif kelembagaan, kepemimpinan, dan transformasi digital dalam satu kerangka analisis yang utuh. Model ini memberikan implikasi teoretis dan praktis sebagai dasar dalam perumusan kebijakan serta pengembangan praktik manajemen SDM pendidikan yang adaptif, berkelanjutan, dan berorientasi pada peningkatan mutu serta daya saing pendidikan nasional. Kata kunci: budaya organisasi; digitalisasi; kepemimpinan; manajemen sumber daya manusia; sistem pendidikan
Kontribusi Komite Sekolah dalam Mengembangkan Budaya Sekolah Unggul Studi Situs pada SMK Negeri 1 Lamongan Fathurrahman Fathurrahman; M. Saunan Al Faruq; Silvi Rosiva Rosdiana
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: The school committee played a strategic role in developing an excellent school culture through support, oversight, and the strengthening of collaboration among schools, parents, and the community. This is in releted with the view that a strong organizational culture emerges from the active involvement of stakeholders. Therefore, the school committee serves as one of the key pillars in promoting public participation to foster a school climate and culture that are oriented toward school excellence. This research aims to describe the contribution of school committees in developing superior schools. This research uses a qualitative approach with a case study method at SMK Negeri 1 Lamongan.. The selection of research informants was based on the strategic roles of the research subjects, including school committee members, the leadership of SMKN 1 Lamongan, teachers, and selected parents. Data were collected through observations of events and collaborative activities between the school committee and the principal, focusing on the phenomenon of collaboration among various stakeholders within the school. In addition, interviews were conducted with school committee members, the principal, and teachers, complemented by a review of relevant documents.Data analysis techniques are carried out through data condensation, display/presentation, verification and drawing conclusions. Data validity is carried out by data triangulation, source triangulation, member check, extension of observation time. The research results showed that the school committee made a significant contribution to improving the schools culture in the efective schools. Through: (1) establishing synergistic collaboration with the principal, school leaders, and teachers; (2) actively participating in school development team meetings related to school policies; (3) optimizing its role as a communicator of school programs to parents and the wider community; (4) conveying the aspirations of parents and the community to the school; (5) actively involving parents in school-based character-building and habituation activities; (6) supporting educational activities by assisting in committee fundraising efforts for learning programs. Keywords: School Committee Contribution, School Culture, Excellent School Abstrak: Komite sekolah memiliki peran strategis dalam mengembangkan budaya sekolah unggul, melalui dukungan, pengawasan, dan penguatan kerja sama antara sekolah, orang tua, serta masyarakat. Hal tersebut sejalan dengan pandangan bahwa budaya organisasi yang kuat lahir dari keterlibatan para pemangku kepentingan. Oleh karenanya komite sekolah menjadi salah satu pilar penting dalam menggerakkan partisipasi publik guna menumbuhkan iklim dan budaya sekolah yang berorientasi pada keunggulan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menjabarkan kontribusi komite sekolah dalam mengembangkan budaya sekolah unggul. Penelitian didesain menggunakan penelitian kualitatif dengan jenis studi kasus pada SMK Negeri 1 Lamongan. Penentutan informan penelitian didasarkan pada peran strategis dari subjek penelitian meliputi anggota komite sekolah, pimpinan SMKN 1 Lamongan, dewan guru dan wali murid terpilih. Teknik pengumpulan data melalui observasi atas kejadian dan kerjasama komite dan kepala sekolah, melalui pengamatan fenomena kolaborasi antar elemen di sekolah. Wawancara dengan komite sekolah, kepala sekolah dan guru, serta dengan telaah dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan melalui kondensasi data, display/penyajian, verifikasi dan penarikan kesimpulan. Keabsahan data dilakukan dengan trianggulasi data, trianggulasi sumber, member check, perpanjangan waktu pengamatan. Hasil penelitian didapatkan bahwasannya komite sekolah memberikan kontribusi signifikan dalam mengembangkan budaya sekolah unggul. Pada SMKN 1 Lqamongan , Melalui; 1) melaksanakan kerjasama sinergis dengan kepala sekolah, pimpinan sekolah dan guru; 2) dalam hal kebijakan sekolah, komite sekolah terlibat aktif dalam rapat tim pengembang sekolah; 3) mengoptimalkan peran menjadi komunikator program sekolah kepada wali murid dan masyarakat; 4) menyampaikan aspirasi wali murid dan masyarakat kepada pihak sekolah; 5) komite sekolah bersama wali murid aktif melibatkan dalam kegiatan pembiasaan baik di sekolah; 6) untuk penguatan kegiatan, komite sekolah membantu penggalangan dana komite untuk pembelajaran. Kata kunci: Kontribusi Komite sekolah, Budaya Sekolah, Sekolah Unggul
Strategi Kepala Sekolah Meningkatkan Karakter Siswa Berbasis Kearifan Lokal “Silat Pelintau ” Pada Sekolah Dasar di Kabupaten Aceh Tamiang Heri Kurnila; Najmuddin Najmuddin; Sari Rizki
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze the principal’s strategy in integrating the local wisdom values of Silat Pelintau into character education programs in elementary schools in Aceh Tamiang Regency. The focus of the study is directed at how principals plan, organize, implement, and evaluate the Silat Pelintau program as a medium for shaping students’ character, while also identifying obstacles and formulating recommendations for program development. This study employed a qualitative approach with a case study design. The research informants included principals, classroom teachers, physical education teachers, Silat Pelintau trainers, studio leaders, and community figures who understand the practice of Pelintau culture. Data were collected through in-depth interviews, field observations, and document analysis, and were then analyzed through data reduction, data display, conclusion drawing, and thematic coding assisted by NVivo. The findings indicate that the principal’s strategy was implemented through four main stages: program planning within school and extracurricular activities, organizing the roles of teachers and trainers, implementing Silat Pelintau training adapted to the characteristics of elementary school students, and evaluating character development through observation and discussions with teachers and trainers. The integration of Silat Pelintau was found to contribute to strengthening the values of discipline, responsibility, politeness, courage, perseverance, cooperation, emotional control, and love for the local culture of Aceh Tamiang. The obstacles identified include limited facilities, time allocation, fluctuating student motivation, the absence of official curriculum guidelines, and the suboptimal documentation of the program in learning documents. Strategic recommendations emphasize the need to strengthen school policies, establish a memorandum of understanding with local studios, provide teacher training, enhance multi-stakeholder collaboration, and develop sustainable programs. Theoretically, this study enriches the discourse on character education based on local wisdom; practically, its findings may serve as a reference for principals, teachers, studios, and local governments. The findings also highlight the importance of principal leadership in ensuring the sustainability of local culture-based character education programs. This study affirms that Silat Pelintau has the potential to serve as a contextual, applicable, and relevant model of character education for elementary school students. Keywords: Principal strategy; Character education; Local wisdom; Silat Pelintau ; Elementary school. Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi kepala sekolah dalam mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal Silat Pelintau ke dalam program pendidikan karakter pada sekolah dasar di Kabupaten Aceh Tamiang. Fokus penelitian diarahkan pada bagaimana kepala sekolah merencanakan, mengorganisasikan, melaksanakan, dan mengevaluasi program Silat Pelintau sebagai media pembentukan karakter siswa, sekaligus mengidentifikasi kendala dan merumuskan rekomendasi pengembangan program. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Informan penelitian meliputi kepala sekolah, guru kelas, guru olahraga, pelatih Silat Pelintau, pimpinan sanggar, dan tokoh masyarakat yang memahami praktik budaya Pelintau. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi lapangan, dan telaah dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, serta coding tematik berbantuan NVivo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi kepala sekolah dilakukan melalui empat tahapan utama, yaitu perencanaan program dalam kegiatan sekolah dan ekstrakurikuler, pengorganisasian peran guru dan pelatih, pelaksanaan latihan Silat Pelintau yang disesuaikan dengan karakteristik siswa sekolah dasar, serta evaluasi perkembangan karakter melalui observasi dan diskusi bersama guru maupun pelatih. Integrasi Silat Pelintau terbukti berkontribusi terhadap penguatan nilai disiplin, tanggung jawab, sopan santun, keberanian, ketekunan, kerja sama, pengendalian emosi, dan kecintaan terhadap budaya lokal Aceh Tamiang. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas, alokasi waktu, motivasi siswa yang fluktuatif, belum adanya panduan kurikulum resmi, serta belum optimalnya dokumentasi program dalam perangkat pembelajaran. Rekomendasi strategis menekankan perlunya penguatan kebijakan sekolah, penyusunan Kerjasama dengan sanggar, pelatihan guru, kolaborasi multipihak, dan pengembangan program berkelanjutan. Secara teoretis, penelitian ini memperkaya kajian pendidikan karakter berbasis kearifan lokal; secara praktis, hasilnya dapat menjadi acuan bagi kepala sekolah, guru, sanggar, dan pemerintah daerah. Temuan ini juga menunjukkan pentingnya kepemimpinan kepala sekolah dalam menjaga kesinambungan program karakter berbasis budaya lokal. Penelitian ini menegaskan bahwa Silat Pelintau memiliki potensi sebagai model pendidikan karakter yang kontekstual, aplikatif, dan relevan bagi siswa sekolah dasar. Kata kunci: Strategi kepala sekolah; Pendidikan karakter; Kearifan lokal; Silat Pelintau ; Sekolah dasar
Pemanfaatan SATUDIK (Sajian Mutu Pendidikan) Sebagai Alat Monitoring Mutu Pendidikan oleh Pengawas SMP di Kabupaten Luwu Nurhidayah Nurhidayah; Aris Munandar; Ansar Ansar
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyse the utilization of SATUDIK as a tool for monitoring educational quality by junior high school supervisors in Luwu Regency. The focus of the study includes the implementation of the Internal Quality Assurance System (SPMI) cycle, the level of SATUDIK utilization, and the supporting and inhibiting factors affecting its use in educational quality supervision. This research employed a qualitative approach with a case study design. Data were collected through in-depth interviews, observations, and document analysis involving junior high school supervisors, principals, and related educational stakeholders. Data analysis applied the Miles and Huberman interactive model, consisting of data reduction, data display, and conclusion drawing/verification. Data validity was strengthened through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The findings indicate that SATUDIK has contributed significantly to strengthening data-based quality monitoring, particularly in the stages of quality mapping and evaluation. However, its utilization has not been evenly implemented and has not been fully integrated into the school planning and quality improvement cycle. The main supporting factors include policy support, availability of integrated data, training programs, and supervisors’ digital competencies. Meanwhile, the inhibiting factors consist of low data literacy, inconsistent data quality, limited infrastructure, and a school work culture that is not yet fully data-driven. This study confirms that the success of SATUDIK is determined not only by the availability of digital platforms but also by human resource capacity, quality leadership, and an evidence-based decision-making culture. Keywords: SATUDIK, school supervisors, quality monitoring, Internal Quality Assurance System (SPMI), educational data. Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis pemanfaatan SATUDIK sebagai alat monitoring mutu pendidikan oleh pengawas SMP di Kabupaten Luwu. Fokus penelitian mencakup pelaksanaan siklus Sistem Penjaminan Mutu Internal, tingkat pemanfaatan SATUDIK, serta faktor pendukung dan penghambat penggunaannya dalam pengawasan mutu pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan studi dokumentasi terhadap pengawas SMP, kepala sekolah, serta pemangku kepentingan pendidikan terkait. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan/verifikasi. Keabsahan data diperkuat melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member check. Hasil penelitian menunjukkan bahwa SATUDIK telah berkontribusi dalam memperkuat monitoring mutu berbasis data, terutama pada tahap pemetaan dan evaluasi mutu. Namun, pemanfaatannya belum merata dan belum sepenuhnya terintegrasi dalam siklus perencanaan dan peningkatan mutu sekolah. Faktor pendukung utama meliputi dukungan kebijakan, ketersediaan data terintegrasi, pelatihan, serta kompetensi digital pengawas. Sementara itu, faktor penghambat mencakup rendahnya literasi data, kualitas data yang belum konsisten, keterbatasan infrastruktur, dan budaya kerja sekolah yang belum sepenuhnya berbasis data. Penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan SATUDIK tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan platform digital, tetapi juga oleh kapasitas sumber daya manusia, kepemimpinan mutu, dan budaya pengambilan keputusan berbasis bukti. Kata kunci: SATUDIK, pengawas sekolah, monitoring mutu, SPMI, data pendidikan
The Evolution of Digital Learning Governance in Higher Education: A Systematic Literature Review and Bibliometric Analysis Li Bingwei; Nur Aedi; Sururi Sururi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine the evolution of digital learning governance in higher education through a systematic literature review (SLR) combined with bibliometric analysis. The study responds to the growing need for higher education institutions to govern digital learning ecosystems in ways that are not only technologically adaptive but also ethical, secure, accountable, and sustainable. The dataset was obtained from the Scopus database, covering publications from 2021 to 2026. After screening based on relevance, document type, and thematic alignment, 28 articles were included in the final analysis. The data were analyzed using VOSviewer to identify publication trends, keyword co-occurrence patterns, thematic structures, author distribution, institutional affiliations, and country contributions. The findings show that digital learning governance has shifted from conventional administrative control toward a multidimensional and technology-driven paradigm. Artificial intelligence, blockchain, learning analytics, cybersecurity, and data-driven decision-making emerged as central themes in the literature. The keyword network indicates that AI has become the most dominant driver of governance transformation, while blockchain reflects growing attention to secure, decentralized, and transparent academic data management. The bibliometric findings also reveal that this field remains fragmented, with dispersed authorship, diverse institutional contributions, and the absence of dominant research centers. Geographically, Asian countries, particularly China, Indonesia, Saudi Arabia, Malaysia, and Vietnam, show strong research engagement, suggesting the increasing role of emerging economies in shaping digital learning governance discourse. However, the field still faces critical challenges, including data privacy, cybersecurity risks, algorithmic bias, unequal institutional readiness, and the lack of integrated governance frameworks. This study concludes that digital learning governance is evolving into an interdisciplinary system that integrates technological innovation, institutional policy, pedagogical quality, ethical responsibility, and sustainability. Future research should develop context-sensitive governance frameworks, while higher education institutions and policymakers should strengthen collaboration to ensure transparent, inclusive, and sustainable digital transformation. Keywords: Digital Learning Governance; Higher Education; Artificial Intelligence; Digital Transformation; Data-Driven Governance. Abstrak: Penelitian Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji evolusi tata kelola pembelajaran digital dalam pendidikan tinggi melalui pendekatan systematic literature review (SLR) yang dikombinasikan dengan analisis bibliometrik. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh meningkatnya kebutuhan perguruan tinggi untuk mengelola ekosistem pembelajaran digital secara adaptif, etis, aman, akuntabel, dan berkelanjutan. Dataset diperoleh dari database Scopus dengan cakupan publikasi tahun 2021 hingga 2026. Setelah dilakukan penyaringan berdasarkan relevansi, jenis dokumen, dan kesesuaian tema, sebanyak 28 artikel digunakan sebagai data akhir penelitian. Data dianalisis menggunakan VOSviewer untuk mengidentifikasi tren publikasi, pola ko-kemunculan kata kunci, struktur tematik, distribusi penulis, afiliasi institusi, dan kontribusi negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola pembelajaran digital telah bergeser dari model kontrol administratif konvensional menuju paradigma multidimensional yang digerakkan oleh teknologi. Kecerdasan buatan, blockchain, analitik pembelajaran, keamanan siber, dan pengambilan keputusan berbasis data muncul sebagai tema utama dalam literatur. Jaringan kata kunci menunjukkan bahwa kecerdasan buatan menjadi penggerak paling dominan dalam transformasi tata kelola, sedangkan blockchain mencerminkan meningkatnya perhatian terhadap pengelolaan data akademik yang aman, terdesentralisasi, dan transparan. Temuan bibliometrik juga menunjukkan bahwa bidang ini masih terfragmentasi, ditandai dengan persebaran kontribusi penulis, keragaman afiliasi institusi, dan belum adanya pusat riset yang dominan. Secara geografis, negara-negara Asia, khususnya China, Indonesia, Arab Saudi, Malaysia, dan Vietnam, menunjukkan keterlibatan riset yang kuat, sehingga memperlihatkan meningkatnya peran negara berkembang dalam membentuk diskursus tata kelola pembelajaran digital. Namun demikian, bidang ini masih menghadapi tantangan penting, seperti privasi data, risiko keamanan siber, bias algoritmik, ketimpangan kesiapan institusi, dan belum tersedianya kerangka tata kelola yang terintegrasi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tata kelola pembelajaran digital berkembang menjadi sistem interdisipliner yang mengintegrasikan inovasi teknologi, kebijakan institusional, mutu pedagogik, tanggung jawab etis, dan keberlanjutan. Penelitian selanjutnya perlu mengembangkan kerangka tata kelola yang kontekstual, sedangkan perguruan tinggi dan pembuat kebijakan perlu memperkuat kolaborasi untuk memastikan transformasi digital yang transparan, inklusif, dan berkelanjutan. Kata kunci: Tata Kelola Pembelajaran Digital; Pendidikan Tinggi; Kecerdasan Buatan; Transformasi Digital; Tata Kelola Berbasis Data
Peran Academic Resilience dalam Memediasi Pengaruh Dukungan Guru dan Iklim Pembelajaran Terhadap Kepuasan Belajar Siswa SMA IT Al-Madinah Cibinong Vinsensius Crispinus Lemba; Khairunnisa Putri Alif; Vera Maya Santi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine the effects of teacher support and classroom learning climate on students’ learning satisfaction, both directly and indirectly through academic resilience as a mediating variable, among students of SMAIT Al-Madinah Cibinong, Bogor Regency. The research employed a quantitative approach with an explanatory correlational design. A sample of 200 students was selected proportionally from the population. Data were collected using a closed-ended questionnaire with a four-point Likert scale and analyzed through validity and reliability tests, classical assumption tests, and path analysis. The findings indicate that teacher support and learning climate have positive and significant effects on academic resilience (β = 0.516; β = 0.566; p < 0.05), as well as direct and significant effects on learning satisfaction (β = 0.216; β = 0.206; p < 0.05). Academic resilience also demonstrates a strong positive effect on learning satisfaction (β = 0.604; p < 0.05). Furthermore, academic resilience is proven to mediate the effects of teacher support (0.312 > 0.216) and learning climate (0.342 > 0.206) on learning satisfaction. These findings suggest that learning satisfaction is not solely determined by the quality of the learning environment but also by students’ ability to respond adaptively to academic challenges. In this context, academic resilience functions as a key mechanism that bridges learning experiences and students’ evaluative judgments of those experiences. Practically, schools are encouraged to integrate instructional strategies that not only emphasize academic achievement but also strengthen students’ psychological capacities. Therefore, enhancing teacher support and fostering a conducive learning climate should be strategically directed toward developing academic resilience, so that students’ learning satisfaction can be sustained in a more stable, long-term, and meaningful manner. Keywords: Teacher Support; Learning Climate; Academic Resilience; Learning Satisfaction; Path Analysis Abstrak: Studi ini difokuskan untuk menganalisis pengaruh dukungan guru dan iklim pembelajaran terhadap kepuasan belajar siswa, baik secara langsung maupun tidak langsung melalui academic resilience sebagai variabel mediasi pada siswa SMAIT Al-Madinah Cibinong, Kabupaten Bogor. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain eksplanatori korelasional. Sampel berjumlah 200 siswa yang dipilih dari populasi secara proporsional. Data dikumpulkan melalui kuesioner tertutup dengan skala Likert empat tingkat, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, serta analisis jalur (path analysis). Hasil penelitian memperlihatkan secara kuat bahwa dukungan guru dan iklim pembelajaran berpengaruh positif dan signifikan terhadap academic resilience (β = 0,516; β = 0,566; p < 0,05), serta berpengaruh langsung dan signifikan terhadap kepuasan belajar (β = 0,216; β = 0,206; p < 0,05). Academic resilience juga menunjukkan pengaruh yang kuat terhadap kepuasan belajar (β = 0,604; p < 0,05). Selain itu, academic resilience terbukti memediasi pengaruh dukungan guru (0,312 > 0,216) dan iklim pembelajaran (0,342 > 0,206) terhadap kepuasan belajar. Temuan ini mengindikasikan bahwa kepuasan belajar tidak hanya ditentukan oleh kualitas lingkungan belajar, tetapi juga oleh kemampuan siswa dalam merespons tekanan akademik secara adaptif. Dalam konteks ini, resiliensi akademik berperan sebagai mekanisme penting yang menjembatani pengalaman belajar dengan penilaian siswa terhadap proses tersebut. Implikasi praktisnya, sekolah perlu mengintegrasikan strategi pembelajaran yang tidak hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga pada penguatan aspek psikologis siswa. Oleh karena itu, penguatan dukungan guru dan penciptaan iklim pembelajaran yang kondusif perlu diarahkan secara strategis untuk mengembangkan academic resilience, sehingga kepuasan belajar siswa dapat terbentuk secara lebih stabil, berkelanjutan, dan berorientasi jangka panjang. Kata kunci: Dukungan Guru; Iklim Pembelajaran; Resiliensi Akademik; Kepuasan Belajar; Analisis Jalur

Filter by Year

2018 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 No 2 Juni 2026 Vol 9, No 1 (2026): Volume 9 No 1 Maret 2026 Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025 Vol 8, No 3 (2025): Volume 8 No 3 September 2025 Vol 8, No 2 (2025): Volume 8 No 2 Juni 2025 Vol 8, No 1 (2025): Volume 8 No 1 Maret 2025 Vol 7, No 4 (2024): Volume 7 No 4 Desember 2024 Vol 7, No 3 (2024): Volume 7 No 3 September 2024 Vol 7, No 2 (2024): Volume 7 No 2 Juni 2024 Vol 7, No 1 (2024): Volume 7 No 1 Maret 2024 Vol 6, No 4 (2023): Volume 6 No 4 Desember 2023 Vol 6, No 3 (2023): Volume 6 No 3 September 2023 Vol 6, No 2 (2023): Volume 6 No 2 Juni 2023 Vol 6, No 1 (2023): Volume 6 No 1 Maret 2023 Vol 5, No 4 (2022): Volume 5 No 4 Desember 2022 Vol 5, No 3 (2022): Volume 5 No 3 September 2022 Vol 5, No 2 (2022): Volume 5 No 2 Juni 2022 Vol 5, No 1 (2022): Volume 5 No 1 Maret 2022 Vol 4, No 4 (2021): Volume 4 No 4 Desember 2021 Vol 4, No 3 (2021): Volume 4 No 3 September 2021 Vol 4, No 2 (2021): Volume 4 No 2 Juni 2021 Vol 4, No 1 (2021): Volume 4 No 1 Maret 2021 Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020 Vol 3, No 3 (2020): Volume 3 No 3 September 2020 Vol 3, No 2 (2020): Volume 3 No 2 Juni 2020 Vol 3, No 1 (2020): Volume 3 No 1 Maret 2020 Vol 2, No 4 (2019): Volume 2 No 4 Desember 2019 Vol 2, No 3 (2019): Volume 2 No 3 September 2019 Vol 2, No 2 (2019): Volume 2 No 2 Juni 2019 Vol 2, No 1 (2019): Volume 2 No 1 Maret 2019 Vol 1, No 4 (2018): Volume 1 No 4 Desember 2018 Vol 1, No 3 (2018): Volume 1 No 3 September 2018 Vol 1, No 2 (2018): Volume 1 No 2 Juni 2018 Vol 1, No 1 (2018): Volume 1 No 1 Maret 2018 More Issue