cover
Contact Name
Susilo
Contact Email
neo.meld@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsolma@uhamka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal SOLMA
ISSN : 2252584x     EISSN : 26141531     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal SOLMA merupakan jurnal di bawah naungan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) dan dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2614-1531 & P-ISSN: 2252-584x. Jurnal SOLMA mempublikasikan naskah-naskah artikel ilmiah dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal SOLMA dikelola dan diterbitkan oleh LPPM UHAMKA.
Arjuna Subject : -
Articles 1,848 Documents
Optimalisasi Kompetensi Digital Health Kader dalam Pencegahan Dini Stroke di Kelurahan Margasari Idu, Cicirosnita Jayadi; Soleha, Dina Marya; Meliana, Yunda; Arzety, Mahda Aulia; Adnandi, Muhammad Arba
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21926

Abstract

Background: Stroke merupakan penyebab kematian kedua secara global. Salah satu faktor yang berkontribusi terhadap meningkatnya kejadian stroke adalah kurangnya kesadaran dan pengetahuan masyarakat, khususnya kader kesehatan, yang berperan sebagai garda terdepan dalam melakukan skrining dan pencegahan stroke secara dini di masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi Digital Health dan pengetahuan kader kesehatan setelah intervensi terkait pencegahan dini stroke di Kelurahan Margasari. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 11 September 2025 dengan melibatkan 22 kader kesehatan. Intervensi yang diberikan meliputi edukasi kesehatan, pelatihan penggunaan media Digital Health secara langsung, demonstrasi penanganan stroke di rumah, evaluasi pre-post. Hasil: Temuan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dalam kompetensi Digital Health, ditandai dengan penurunan proporsi perserta pada tingkat pemula dari 59,1 % menjadi mayoritas tingkat mandiri (77,3 %) setelah intervensi. Selain itu, pengetahuan kader tentang pencegahan stroke juga mengalami peningkatan, dengan pergeseran dari kategori cukup (63,6 %) menjadi kategori baik (54,5 %) setelah program dilaksanakan. Kesimpulan: Program ini efektif dalam memperkuat kapasitas kader kesehatan dalam memanfaatkan teknologi Digital Health sebagai sarana deteksi dini dan edukasi kesehatan dalam pencegahan stroke di masyarakat. Temuan ini menegaskan pentingnya integrasi pelatihan Digital Health dalam strategi pencegahan stroke berbasis komunitas.
Strategi Edukasi Keluarga dalam Pencegahan Gagal Ginjal : Meningkatkan Kesadaran Melalui Pendekatan FGD berbasis keluarga di RSUD R. Syamsudin SH Yulianti, Yeni; Astia, Dina; Tresnawan, Teten
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21936

Abstract

Background: Gagal ginjal kronis (GGK) meningkat tiga kali lipat pada usia muda di Sukabumi. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan 60 keluarga pasien GGK tentang risiko makanan-minuman tidak sehat di RSUD R. Syamsudin SH (3 Februari–8 Maret 2025). Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahap: koordinasi, pre-test dan penyuluhan visual (4 batch × 15 orang), FGD berbagi pengalaman GGK, serta post-test dan refleksi komitmen. Materi fokus bahaya minuman berpemanis kemasan, mie instan, keripik MSG, dan minuman energi yang memicu diabetes, hipertensi, kerusakan ginjal. Hasil: Median skor pengetahuan meningkat signifikan dari 4,5 menjadi 13,0 (p=0,000, uji Wilcoxon Signed-Rank). Peningkatan tertinggi terjadi pada pemahaman risiko minuman manis kemasan (+55,8%) dan makanan tinggi garam (+52,9%). Sebanyak 85% peserta sebelumnya rutin mengonsumsi teh manis atau mie instan harian; pasca-intervensi, mereka berkomitmen mengganti mie dengan nasi sayur, dan membawa tumbler air putih. Peningkatan terbesar ini mencerminkan perubahan sikap terhadap kebiasaan konsumsi harian paling berisiko bagi ginjal. Kesimpulan: FGD partisipatif efektif tingkatkan literasi kesehatan ginjal dan pencegahan primer keluarga menghadapi tren GGK usia muda Sukabumi
Pelatihan Pembuatan Tempe Sebagai Upaya Peningkatan Ekonomi Masyarakat Kampung Tibatibananam dan Mawar Kecamatan Distrik Teluk Patipi Kabupaten Fakfak Papua Barat Adawiyah, Umi Robiatul; Riyadi, Agus; Karim, Abdul; Sulistio, Sulistio; Setyastama, R.
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21939

Abstract

Background: Masyarakat Kampung Tibatibananam dan Kampung Mawar, Distrik Teluk Patipi, Kabupaten Fakfak, Papua Barat, memiliki potensi untuk diberdayakan melalui kegiatan produktif berbasis rumah tangga guna meningkatkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi. Pelatihan pembuatan tempe dipilih karena bernilai gizi tinggi, berbiaya rendah, dan berpotensi dikembangkan sebagai usaha mikro. Metode: Program pemberdayaan dilaksanakan secara partisipatif melalui sosialisasi, pelatihan teknis, praktik langsung, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, khususnya ibu rumah tangga dan keluarga usia produktif. Hasil: 1) Pelaksanaan program diawali dengan tahap persiapan dan sosialisasi, dilanjutkan pelatihan teknis pembuatan tempe, praktik produksi secara berkelompok, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi. 2) Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam memproduksi tempe secara mandiri, tumbuhnya kesadaran terhadap pengolahan pangan yang higienis dan bergizi, serta munculnya peluang ekonomi berbasis rumah tangga melalui pemanfaatan tempe sebagai konsumsi keluarga dan sumber pendapatan tambahan. Program ini juga mendorong penguatan kerja sama dan solidaritas sosial masyarakat. Kesimpulan: Pelatihan pembuatan tempe efektif sebagai strategi pemberdayaan masyarakat dalam meningkatkan ketahanan pangan dan kemandirian ekonomi, yang ditunjang oleh partisipasi aktif masyarakat, pendampingan berkelanjutan, serta integrasi keterampilan teknis dan kewirausahaan sederhana.
Implementasi Edukasi Digital SEHATI dan Pangan Lokal dalam Pencegahan Anemia pada Ibu Hamil Fatimah, Siti; Rohmah, Siti; Purnamasari, Kurniati Devi; Sari, Deassy Ratna Juwita; Kurniasih, Ira
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21971

Abstract

Background: The prevalence of anemia among pregnant women in Sukamulya Village has reached 60%, which is considerably higher than the provincial and national rates, indicating the need for educational and sustainable interventions. This community service program aimed to improve knowledge and preventive behaviors related to anemia through culturally based nutrition education and local food empowerment utilizing the SEHATI Digital Education innovation. Methods: This study employed a community service (PkM) program approach with a pre–post test design involving 60 participants (30 pregnant women and 30 posyandu cadres). The intervention included cadre training, education sessions for pregnant women, interactive modules, Sundanese-language educational videos, and a mobile-based digital application. Results: The implementation of Digital SEHATI increased pregnant women’s knowledge scores regarding anemia, iron (Fe) tablet consumption, and the utilization of local foods, from a mean pre-test score of 58 to 79 on the post-test (±36% increase). These findings indicate that the SEHATI digital education media has the potential to enhance health education outcomes compared to conventional approaches and support the establishment of the “Ibu Hamil Sadar Gizi Sukamulya (ISGS)” group as a platform for program sustainability. Conclusion: Technology-based nutrition education, combined with local food empowerment, effectively improved knowledge, health behaviors, and community capacity to prevent anemia among pregnant women.
Integrasi Konservasi dan Budaya Lokal dalam Pemenuhan Gizi Ibu Hamil KEK Melalui Inovasi PMT Berbasis Budidaya Ikan Lele Silvia Widyani Heriyanti; Ratna Suminar; Widya Maya Ningrum; Yudita Ingga Hindiarti; Mochamad Arief Rizki Mauladi; Mirda Lestari
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21981

Abstract

Background: Permasalahan Kekurangan Energi Kronis (KEK) pada ibu hamil masih menjadi isu gizi di Desa Sukamulya, Kabupaten Ciamis, yang disebabkan oleh rendahnya konsumsi protein hewani dan keterbatasan pemanfaatan potensi pangan lokal. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini bertujuan meningkatkan status gizi ibu hamil melalui pengembangan Abon Lele Sehat dan penerapan teknologi budidaya lele dengan sistem akuaponik sederhana berbasis galon bekas. Metode:Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan budidaya lele dan pengolahan abon, pendampingan kader posyandu, serta evaluasi berkala setiap dua minggu sekali. Produk Abon Lele Sehat dibuat dari ikan Clarias gariepinus segar hasil budidaya akuaponik, melalui proses perebusan, penghalusan, penumisan dengan bumbu alami, dan pengeringan hingga kering. Hasil:Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan kader dalam budidaya dan pengolahan lele, serta peningkatan pengetahuan ibu hamil tentang gizi seimbang dan konsumsi protein hewani. Kesimpulan:Sistem akuaponik sederhana terbukti efisien, hemat lahan, dan ramah lingkungan dalam mendukung ketersediaan protein hewani di tingkat keluarga. Pengembangan Abon Lele Sehat sebagai PMT alternatif menunjukkan hasil positif, baik dari sisi peningkatan pengetahuan gizi ibu hamil maupun kemampuan kader dalam memproduksi pangan lokal yang higienis, bergizi, dan bernilai ekonomi. Program ini menghasilkan model pemberdayaan masyarakat berbasis pangan lokal yang berkelanjutan serta berpotensi direplikasi untuk mendukung ketahanan pangan dan pencegahan KEK.
Desain Signage Wayfinding di kawasan Heritage Samudra Pasai (Studi Kasus: Gampong Beuringen Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh) Novianti, Yenny; Zulman, Muhammad Reza; Sisca, Deassy; Arvian, Ahmad Syauqi; Valda, Andika Abriza; Zahara, Silfa
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21990

Abstract

Background: Kualitas penataan sistem informasi dan penunjuk arah akan menentukan keberhasilan penataan kawasan terhadap orientasi secara spasial. Meningkatnya jumlah pengunjung pada kawasan heritage Samudra Pasai, akan tetapi tidak didukung oleh kemudahan akses sirkulasi dan sistem informasi maupun penanda tempat yang jelas. Kawasan Heritage Samudra Pasai berada di Kecamatan Samudera Pasai, Gampong Beuringen, Kecamatan Samudera, Kabupaten Aceh Utara Provinsi Aceh. Adapun tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan sistem informasi dan penanda tempat bagian dari upaya peningkatan dan pelestarian warisan sejarah kerajaan Islam tertua di Asia Tenggara melalui signage. Adapun isu utama yang dihadapi adalah minimnya akses sistem informasi, media interpretatif, serta rendahnya keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan situs. Metode: Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif-kolaboratif yang mencakup dari tahapan persiapan, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi dan monitoring. Adapun mitra kegiatan berjumlah dua kelompok yaitu Mitra 1 Kelompok Makam Malik Ash Shalih dan Mitra 2 adalah kelompok Museum Samudra Pasai. Hasil: Hasil kegiatan adalah penerapan Teknologi inovasi melalui produk desain dan konstruksi. Kegiatan ini berhasil memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas informasi, orientasi ruang spasial dan pengalaman pengunjung. Kesimpulan: Implementasi signage dilengkapi dengan elemen interpretatif dan sistem penunjuk arah mampu memperkuat struktur spasial kawasan serta identitas tempat dan historis situs. Kegiatan pengabdian Berbasis Masyarakat ini di danai oleh BIMA tahun 2025 dalam ruang lingkup Pengabdian Masyarakat dan Mahasiswa. 
Gambaran Pengetahuan Perempuan Jemaat GPM Poka Sebelum dan Sesudah Seri Edukasi Kesehatan melalui Analisis Pre Test dan Post Test Farah Christina Noya; Theresia Natalia Seimahuira; Marliyati Sanaky; Vina Zakiah Latuconsina; Nerissa Alviana Sutantie; Karina Jesslyn Sung; Wanda Tanamal; Nathalia Juita Julandari Resimery; Christiana Manuella Violynn Tuamelly; Cherlyn Seleky
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21997

Abstract

Metode: Perempuan memiliki peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat. Pengetahuan dan kesadaran perempuan terhadap isu-isu kesehatan menjadi salah satu kunci dalam membentuk perilaku hidup sehat di lingkungan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan perempuan Jemaat GPM Poka melalui lima seri edukasi kesehatan yang mencakup Deteksi Dini Kanker Payudara, Penyakit Metabolik Diet dan Aktivitas Fisik, Tumbuh Kembang Anak dan Penggunaan Gadget, Gizi Seimbang, Serta Dampak Rokok Bagi Perokok Pasif. Metode: Edukasi dilaksanakan melalui penyampaian materi, diskusi interaktif, pembagian leaflet, serta evaluasi pre test dan post test untuk mengetahui adanya perubahan pengetahuan. Hasil: Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mengalami peningkatan pengetahuan pada setiap seri, yaitu 61,9% pada Seri I,  69,2% pada Seri II, 46% pada Seri III, dan 74,1% pada Seri V.  Sementara itu, pada Seri IV evaluasi dilakukan hanya melalui post test, dengan 47,62% peserta berada pada kategori pengetahuan “Baik”. Kesimpulan: Secara keseluruhan, intervensi edukatif ini terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Kegiatan ini menegaskan pentingnya edukasi kesehatan berkelanjutan berbasis komunitas untuk memperkuat perilaku hidup sehat di lingkungan jemaat.
Gambaran Pelaksanaan Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) pada Jemaat GPM Poka Tahun 2025 Farah Christina Noya; Nerissa Alviana Sutantie; Theresia Natalia Seimahuira; Marliyati Sanaky; Vina Zakiah Latuconsina; Karina Jesslyn Sung; Wanda Tanamal; Nathalia Juita Julandari Resimerry; Christiana Manuella Violynn Tuamelly; Cherlyn Seleky
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.21999

Abstract

Background: Skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) merupakan upaya penting dalam deteksi dini faktor risiko seperti hipertensi, diabetes melitus, hiperkolesterolemia, dan obesitas. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menggambarkan pelaksanaan serta hasil skrining PTM pada Jemaat Poka di Kota Ambon. Metode: Kegiatan dilaksanakan dalam bentuk skrining berbasis komunitas dengan menargetkan 50 peserta dewasa. Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi dan edukasi kesehatan, kemudian dilanjutkan dengan pengukuran antropometri serta pemeriksaan tekanan darah, gula darah sewaktu, kadar kolesterol, dan asam urat. Hasil: Berdasarkan data skrining, sebanyak 29 peserta (58%) mengikuti pemeriksaan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian peserta memiliki tekanan darah sistolik ≥140 mmHg, kadar gula darah sewaktu ≥200 mg/dL, kadar kolesterol ≥190 mg/dL, serta asam ura >7mg/dL dengan variasi status IMT dari kategori normal hingga obesitas. Analisis rata-rata parameter juga menunjukkan bahwa laki-laki memiliki nilai IMT, GDS, Kolesterol, dan Asam urat lebih tinggi dibandingkan perempuan. Berdasarkan kelompok usia, peserta usia 50–59 tahun dan ≥60 tahun menunjukkan rata-rata tekanan darah, IMT, kolesterol, dan asam urat lebih tinggi dibandingkan kelompok usia lebih muda. Kesimpulan: Temuan ini memberikan gambaran awal risiko PTM di tingkat komunitas sebagai dasar perencanaan intervensi lanjutan serta mendukung skrining berbasis gereja sebagai strategi promotif–preventif yang efektif.
Optimalisasi Green Innovation Diversifikasi Industri Pabrik Tahu Lestari Magetan Berbasis Produksi dan Pemasaran Novitasari, Maya; Fandidarma, Bayu; Wahyuningsih, Sri; Amalia, Rizki; Annisa, Umayroh Khusnul
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22016

Abstract

Pabrik Tahu Lestari Magetan merupakan salah satu penghasil tahu di wilayah Magetan yang memiliki pesanan yang cukup banyak. Pesanan tahu dalam 1 hari rata-rata mencapai 3 kuintal - 6 kuintal. Pabrik Tahu Lestari harus memenuhi permintaan pasar tepat waktu. Kegiatan pemberdayaan Masyarakat kali ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan pemasaran Pabrik Tahu Lestari Magetan. Agar dapat memenuhi target pasar dan dikenal lebih luas oleh Masyarakat. Metode yang dilakukan adalah observasi lapangan untuk mengetahui permasalahan mitra, sosialisasi tentang aspek produksi dan aspek pemasaran yang memberikan pemahaman kepada mitra betapa pentingnya kedua aspek tersebut, serah terima alat hibah, dilanjutkan dengan pelatihan produksi dan pemasaran. Hasiil kegiatan pengabdian berupa solusi terhadap masalah produksi dan pemasaran. Produk yang dihasilkan berupa alat boiler ketel uap dan dinamo, media sosial Instagram, publikasi di Radar Madiun, video, poster dan publikasi artikel jurnal. Hasilnya adalah dapat memproduksi tahu memenuhi permintaan pasar dan Pabrik Tahu Lestari Magetan dapat dikenal lebih luas oleh masyarakat.
Pelatihan Komunikasi Organisasi dan Implementasi Pengendalian Penyakit Bercak Daun pada Bibit Kelapa Sawit Cameron, Rizky Randal; Afriani, Siti Rakhmi; Rosita, Rosita; Sihotang, Agustina Elisabeth; Wanti, Ririn Meyda; Dedek, Dedek; Priatna, Nuur Rizkia; Rifaldo, Rifaldo
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22029

Abstract

Pendahuluan: Kelapa sawit (Elaeis guineensis Jacq.) telah menjadi pilar utama ekonomi di Sumatera Selatan, berfungsi tidak hanya sebagai sumber pangan dan energi, tetapi juga sebagai pencipta lapangan kerja dan penggerak pendapatan daerah. Studi ini bertujuan untuk memberikan penguatan kepada mitra mengenai pengendalian penyakit bercak daun pada bibit kelapa sawit dengan melakukan komunikasi organisasi efektif dan implementasi Integrated Disease Management. Metode: Integrated Disease Management (IDM). Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan dari segi komunikasi efektif dan manajemen, metode IDM mampu menurunkan tingkat serangan penyakit secara signifikan (0,41%) dibandingkan dengan metode konvensional (1,66%). Selain lebih efisien dari segi biaya, pendekatan ini juga lebih ramah lingkungan dan menjaga keberlanjutan kesuburan tanah. Kesimpulan: Kegiatan ini membuktikan bahwa dengan pendekatan yang tepat, pembibitan kelapa sawit dapat ditingkatkan kualitasnya sekaligus mendukung keberlanjutan sektor perkebunan di daerah yang endemik penyakit.