cover
Contact Name
Susilo
Contact Email
neo.meld@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsolma@uhamka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal SOLMA
ISSN : 2252584x     EISSN : 26141531     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal SOLMA merupakan jurnal di bawah naungan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) dan dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2614-1531 & P-ISSN: 2252-584x. Jurnal SOLMA mempublikasikan naskah-naskah artikel ilmiah dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal SOLMA dikelola dan diterbitkan oleh LPPM UHAMKA.
Arjuna Subject : -
Articles 1,815 Documents
Penguatan Kompetensi Guru Madrasah Aliyah Wilayah MGMP Kimia Jakarta melalui Implementasi E-Modul Kimia Berbasis STEM dan Etnosains Nurjayadi, Muktiningsih; Wulandari, Meyliana; Hati, Futi Kusuma; Fitri, Ika Keumala; Fatimah, Siti; Nur’aini, Ruhul Aflah; Purnama, Yaktiva Dwi; Erliasna, Emia
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22706

Abstract

Background: Madrasah Aliyah (MA) menghadapi tantangan berupa keterbatasan waktu pembelajaran dan sarana praktikum yang berdampak pada optimalisasi pembelajaran kimia. Pemanfaatan e-modul berbasis STEM dan etnosains menjadi alternatif inovatif, namun implementasinya masih memerlukan penguatan kompetensi guru. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru kimia MA yang tergabung dalam MGMP Kimia Jakarta melalui pelatihan dan pendampingan implementasi e-modul generasi keempat berbasis STEM-POGIL, STEM–Case Based Learning, dan etnosains pada materi laju reaksi, koloid, dan larutan penyangga. Metode: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan melalui pendekatan blended learning berupa pelatihan, diskusi kelompok terarah (FGD), dan pendampingan kepada guru kimia Madrasah Aliyah yang tergabung dalam MGMP Kementerian Agama DKI Jakarta. Materi meliputi penggunaan e-modul kimia generasi keempat berbasis STEM-POGIL pada materi laju reaksi, STEM–Case Based Learning pada koloid, serta pendekatan etnosains pada larutan penyangga. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test, post-test, serta kuesioner tertutup dan terbuka. Hasil:  Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman yang signifikan, ditandai dengan dominasi skor post-test sebesar 100% pada sebagian besar indikator dibandingkan pre-test yang masih berada pada rentang 60–70% pada beberapa butir, serta tidak adanya peserta dengan skor di bawah 60 pada akhir kegiatan. Tingkat kepuasan peserta juga berada pada kategori sangat baik (88,3–98,3%), terutama pada aspek penguasaan materi narasumber (98,3%) dan pemahaman materi (97,2%). Kesimpulan: Meskipun demikian, implementasi di sekolah masih menghadapi kendala infrastruktur dan kebijakan internal, sehingga diperlukan pendampingan berkelanjutan untuk memastikan penerapan e-modul berbasis STEM dan etnosains secara lebih merata dan berkelanjutan.
Penguatan Kapasitas Guru SMA Muhammadiyah 1 Malang dalam Implementasi Deep Learning Terintegrasi Nilai Rahardjanto, Abdulkadir; Husamah, H.; Hadi, Samsun
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22719

Abstract

Background: Transformasi pendidikan nasional mendorong penerapan pembelajaran mendalam (deep learning). SMA Muhammadiyah 1 Malang memiliki potensi sebagai sekolah unggulan, namun need assessment menunjukkan kesenjangan kapasitas guru dalam memahami konsep, menyusun perangkat ajar, mengoptimalkan teknologi, dan mengintegrasikan nilai Islam Berkemajuan. Kegiatan bertujuan memperkuat kapasitas guru dalam merancang dan mengimplementasikan deep learning terintegrasi nilai. Metode: Pengabdian dilaksanakan partisipatif melalui lima tahap: (1) sosialisasi-koordinasi, (2) pelatihan tematik, (3) clinic class penerapan teknologi dan pengembangan perangkat ajar, (4) pendampingan-evaluasi berbasis lesson study, dan (5) perencanaan keberlanjutan program. Data bersumber dari dokumen program (rencana pembelajaran mendalam/modul ajar lintas mata pelajaran) dan analisis deskriptif terhadap bukti produk. Hasil: Program menghasilkan contoh perangkat ajar deep learning lintas mata pelajaran yang memuat desain pembelajaran reflektif, kolaboratif, berbasis proyek/masalah, serta pemanfaatan LMS dan alat asesmen digital. Kesimpulan: Kombinasi pelatihan, klinik perangkat ajar, penguatan teknologi, dan lesson study berbasis nilai merupakan jalur implementatif yang layak direplikasi untuk mempercepat adopsi deep learning di sekolah Muhammadiyah. Hasil penilaian rubrik terhadap 14 perangkat ajar menunjukkan peningkatan kualitas dari rerata 2.09 (awal) menjadi 3.44 (akhir) pada skala 1–4; pada akhir program, 57.1% perangkat ajar berada pada kategori Baik dan 42.9% pada kategori Sangat Baik. Dengan demikian pengabdian ini mampu meningkatkan kapasitas guru dalam merancang dan mengimplementasikan deep learning terintegrasi nilai.
Penerapan Pendekatan SDGs dalam Penguatan Literasi dan Numerasi untuk Guru PAUD di Kecamatan Stabat, Kabupaten Langkat Frisnoiry, Suci; Srinahyanti, Srinahyanti; Surya, Edi; Khairani, Nerli; Frimaulia, Sara; Siregar, Tiur Malasari; Elfitra, Elfitra
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22738

Abstract

Background: Literacy and numeracy are fundamental competencies in fostering critical thinking skills in early childhood; however, early childhood education teachers in Stabat District, Langkat Regency, face limitations in integrating literacy and numeracy instruction with the values of the Sustainable Development Goals (SDGs). Objective: This community service program aimed to enhance teachers’ competencies in implementing SDGs-based literacy and numeracy learning in a contextual and meaningful manner. Methods: The program employed a Participatory Action Research (PAR) approach over three months, comprising stages of socialization, training, and workshops; implementation of educational technology; mentoring; and evaluation. Data were collected using pre-test and post-test instruments, classroom observations, and teacher reflections, and were analyzed descriptively by comparing pre- and post-intervention conditions. Results: The findings indicate a significant improvement in teachers’ average understanding of literacy (from 56.4 to 82.1), numeracy (from 53.8 to 80.6), and the integration of the SDGs (from 48.2 to 79.3). In addition, one-way instructional practices decreased from 72.5% to 20.0%, while interactive learning increased to 80.0%, and the use of innovative learning media reached 85.0%. Conclusion: The SDGs-based literacy and numeracy approach effectively strengthened teachers’ pedagogical competencies and promoted more interactive, contextual, and sustainable early childhood learning practices.
Peningkatan Produktivitas dan Pemasaran Lobster Air Tawar melalui Inovasi Pakan Suplementasi Berbasis Asam Amino dan Glukosa serta Digital Marketing di Aquatama Farm Mutmainnah, Nurul
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22763

Abstract

Pendahuluan: Aquatama Farm merupakan kelompok pembudidaya lobster air tawar di Kota Parepare, Sulawesi Selatan, yang menjadi mitra dalam Program Kemitraan Masyarakat (PKM). Selama ini, mitra menghadapi permasalahan pada aspek produksi, rendahnya tingkat kelangsungan hidup larva lobster air tawar yang masih berada di bawah 30%, sehingga produksi belum mampu memenuhi permintaan pasar. Tujuan utama dari kegiatan PKM ini adalah untuk meningkatkan keberdayaan mitra melalui penerapan inovasi pakan suplemen berbasis asam amino dan glukosa, serta penguatan pemasaran melalui pemanfaatan teknologi digital. Metode: Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu, sosialisasi, pelatihan digital marketing, dan penerapan langsung pakan suplemen, serta dilanjutkan tahap pendampingan yang disertai evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Aquatama Farm sebagai mitra dalam kegiatan memiliki 10 orang anggota yang secara aktif bertugas pada unit pembenihan ini. Hasil: berdasarkan uji statistik menggunakan paired t-test menunjukkan peningkatan signifikan (p<0,05) pemahaman pada seluruh indikator yang diukur. Peningkatan nyata pada pengetahuan, keterampilan, dan kinerja mitra. Pemahaman mitra mengenai fase kritis larva, pengendalian kanibalisme, dan teknik pemberian pakan suplemen meningkat dari kurang dari 40% pada kondisi awal menjadi lebih dari 70% setelah pelatihan. Penerapan pakan suplemen berbasis asam amino dan glukosa terbukti meningkatkan  kelangsungan hidup (SR) larva lobster air tawar yang dipelihara selama 3 bulan, dari <30% menjadi >50%. Pada aspek pemasaran, mitra kini telah memiliki website resmi dan katalog produk digital yang memudahkan promosi serta proses pemesanan produk. Kesimpulan: kegiatan PKM ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan efisiensi produksi, memperkuat daya saing usaha pembenihan lobster air tawar, dan mendorong penerapan teknologi tepat guna yang berkelanjutan.
Pemberdayaan Nasyiatul Aisyiyah Transformasi Food Waste Ampas Kelapa Menjadi Olahan Pangan Berbasis Manajemen Usaha Untuk Mendukung Green Supermarket Sejati Mart Yaya, Astrina Nur Inayah; Haryono, Iranita; Syasurya, Ya’qub; Basri, Fitra; Riska, Riska; Riskia, Riskia
Jurnal SOLMA Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v15i1.22773

Abstract

Pendahuluan: Nasyiatul Aisyiyah (NA) Sidenreng Rappang menghadapi kendala dalam optimalisasi limbah pangan dan pengelolaan usaha berbasis ekonomi hijau. Ampas kelapa belum dimanfaatkan secara optimal dan berpotensi mencemari lingkungan, padahal memiliki nilai ekonomi jika diolah dengan tepat. Metode: Kegiatan ini melibatkan 30 peserta dan dilaksanakan melalui tiga tahap: persiapan (survei dan Focus Group Discussion), pelaksanaan (pelatihan dua hari terkait pengolahan produk dan manajemen usaha digital), serta evaluasi menggunakan pretest dan postest. Hasil: Adanya peningkatan signifikan, dengan rata-rata nilai peserta meningkat dari 55 (pre-test) menjadi 82 (post-test), atau naik sebesar 49%. Sebanyak 87% peserta mampu mempraktikkan pengolahan ampas kelapa menjadi produk bernilai jual, dan 80% peserta memahami dasar manajemen usaha serta pemasaran digital. Selain itu, 70% produk yang dihasilkan memenuhi standar awal untuk dipasarkan di Green Supermarket Sejati Mart. Kesimpulan: Program ini efektif dalam meningkatkan kapasitas peserta dalam pengolahan limbah pangan dan manajemen usaha berbasis ekonomi hijau, serta berpotensi memperkuat rantai pasok produk lokal berkelanjutan.