cover
Contact Name
Susilo
Contact Email
neo.meld@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
jurnalsolma@uhamka.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal SOLMA
ISSN : 2252584x     EISSN : 26141531     DOI : -
Core Subject : Education,
Jurnal SOLMA merupakan jurnal di bawah naungan Lembaga Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (LPPM) dan dipublikasikan oleh Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Jurnal terdaftar dengan E-ISSN: 2614-1531 & P-ISSN: 2252-584x. Jurnal SOLMA mempublikasikan naskah-naskah artikel ilmiah dari kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) dari berbagai disiplin ilmu. Jurnal SOLMA dikelola dan diterbitkan oleh LPPM UHAMKA.
Arjuna Subject : -
Articles 1,627 Documents
Pengembangan “ARA Berkelana” Sebagai Alat Assessment Responsibilty Berbasis Keunggulan Lokal PANTURA Untuk Pelatihan Guru SD 5 Bae Sekar Dwi Ardianti; Savitri Wanabuliandari; Fajar Nugraha
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.12476

Abstract

Pendahuluan: Penguatan pendidikan karakter di Indonesia mengalami beberapa kendala, salah satunya penurunan self responsibility siswa. Self responsibility penting untuk dikembangkan karena dalam masa pandemi masih  banyak  siswa yang tidak bertanggung jawab terhadap kewajibannya. Tujuan dari kegiatan ini adalah menghasilkan “ARA Berkelana” Application of Responsibilty Assessment Berbasis Keunggulan Lokal PANTURA sebagai alat assessment self responsibility untuk pelatihan bagi Guru SD 5 Bae. Metode: Metode yang digunakan, yaitu kualitatif yang dimulai dari tahap analisis kebutuhan awal, perancangan, dan pengembangan aplikasi serta evaluasi. Evaluasi kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan teknik non tes meliputi teknik wawancara dan teknik dokumentasi. Hasil: Hasilnya, tersedianya “ARA Berkelana” Application of Responsibility Assessment Berbasis Keunggulan Lokal PANTURA sebagai alat assessment self responsibility untuk pelatihan bagi Guru SD 5 Bae. Kesimpulan: Pengembangan aplikasi assessment untuk mengukur self responsibility siswa disusun sesuai dengan kebutuhan pengguna dan indikator self responsibility. ARA Berkelana dikembangkan dengan mengintegrasikan keunggulan lokal PANTURA sebagai alat assessment self responsibility untuk pelatihan guru SD 5 Bae.
Training on Making Sunscreen Cream from Tapak Dara Leaf Extract in Banjarsari Bojonegoro Village Akhmad Al-Bari; Titi Agni Hutahaen; Atika Nirmala
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.12507

Abstract

Background: Penggunaan bahan alam terutama tanaman obat keluarga (TOGA) untuk pengobatan, belum banyak mendapat perhatian dari masyarakat. Padahal, tanaman tapak dara memiliki manfaat diantaranya antihiperglikemi, antidiabetes, antibakteri, dan agen penurun stress oksidatif dan efek tabir surya yang dapat melindungi kulit dari sinar ultraviolet. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah memberikan pemahaman baru kepada masyarakat tentang manfaat tanaman TOGA terutama tapak dara, sehingga dapat melestarikan dan mengolahnya sebagai krim tabir surya. Metode: Pelatihan ini menggunakan metode dengan menyajikan materi dalam bentuk video pelatihan dan slide penjelasan. Kegiatan pelatihan ini dilakukan di Kelurahan Banjarsari dengan metode menyajikan materi video dan slide power point. Pelatihan pembuatan krim tabir surya ini melibatkan 50 Kader PKK yang dilaksanakan selama dua bulan. Hasil: Selama diskusi dua arah, antusiasme peserta terlihat dalam pertanyaan yang diajukan terkait teknis pembuatan krim dan manfaat tanaman tapak dara, menunjukkan minat yang besar dari masyarakat terhadap penggunaan kosmetik herbal dari tanaman TOGA. Kesimpulan: Pelatihan pembuatan krim tabir surya dari ekstrak daun tapak dara di Desa Banjarsari merupakan upaya penginformasian kepada masyarakat tentang proses pembuatan krim dari tanaman TOGA dengan hasil pengabdian antusiasme masyarakat untuk diadakan kegiatan serupa.
Pelatihan, Pendampingan, dan Respon Pelajar SMP Terhadap Kegiatan Komposting Mulyati, Sri Slamet; Hidayah, Nurul; Hafiyana, Aliyah; Tryuwanasari, Feny; Firmansyah, Fahmi; Zakaria, Hafizh Muhammad
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12508

Abstract

Background: Since the Covid-19 pandemic, existing environmental care activities have stopped at the junior high school. Previously, mushroom cultivation extracurricular activities had been carried out. Purpose: This service aims to measure the level of knowledge of students before and after counseling is carried out. Method: This community service activity involved students from SMP 1 Margaasih, Bandung Regency. The number of students involved was 60 people. Data collection was carried out by measuring the level of knowledge before and after counseling, and assessing students' responses to composting practices. Results: There is an increase in knowledge from the average value of 84.3 to 95.17. 3 Working Groups (Pokja) were formed to carry out composting to become compost. Stimulus production of finished compost packaging is made. Conclusion: the students who were given composting training and assistance were very enthusiastic and responded very well to the activity. Keywords : Response, students, training, mentoring, composting
Pendampingan dan Pelatihan Penyusunan AKM Bagi Guru di MTs Muhammadiyah 1 Malang Effendi, Moh. Mahfud; Taufik, Marhan; Susanti, Reni Dwi
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Background: Schools have yet to fully know and understand policies related to the Minimum Competency Assessment (AKM). Problems that are very important to overcome are related to the socialization and preparation of the AKM in schools. MTs Muhammadiyah 1 Malang, through Focussed Group Discussion (FGD) with the UMM service team, said that schools needed socialization and assistance in preparing AKM by teachers. Method: The solution offered is to provide socialization and help until the AKM is compiled to be implemented in schools. The implementation of this activity begins with socialization by education evaluation experts, and then assistance in the preparation of the AKM is carried out. Next, the teacher listened to the presentation of the AKM material by the speakers invited by the team. The team at the school carried out the following mentoring activity with the teacher. This is done to measure the increase in teachers' understanding of AKM from the overall activities carried out. Result: From the service activities' results, the training and mentoring implementation went smoothly and well. Participants responded to the service activities with high enthusiasm. Conclusions: This is evidenced by 52% of service participants being satisfied with the provision of AKM training, 62% being delighted with the provision of assistance in the preparation of AKM, and 48% being pleased with the assignments and evaluations provided by the service team.
Pelatihan Guru SD Dalam Pembelajaran STEM Menggunakan IoT Berbasis Canva Fida Rahmantika Hadi; Liya Atika Anggrasari; Endang Sri Maruti
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.12573

Abstract

Background: Pelatihan guru dalam Program Pendampingan Pembelajaran STEM menggunakan IoT berbasis Canva merupakan inisiatif yang inovatif untuk memberikan guru alat yang efektif dalam merancang dan menyajikan materi pembelajaran yang menarik, visual, dan mudah dipahami. Dengan demikian, guru akan mampu menghasilkan materi pembelajaran yang dapat merangsang minat dan partisipasi siswa dalam bidang STEM melalui pengalaman praktis dan visual yang mengesankan. Metode: Metode pelaksanaan pada pelatihan ini yaitu koodinasi dengan guru menegenai program pelaksanaan pendampingan program dan evaluasi. Penelitian dilakukan pada guru-guru di SDN 01 Kanigoro Madiun. Hasil: Hasil pelatihan ini menunjukkan bahwa program ini memberikan guru pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengintegrasikan konsep STEM dan IoT ke dalam desain pembelajaran yang kreatif dan menarik menggunakan platform Canva. Kesimpulan: Integrasi pembelajaran STEM menggunakan IoT berbasis Canva memberikan cara baru yang efektif dan menarik dalam mengajarkan konsep-konsep STEM kepada siswa.
Pendampingan Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Faktor Risiko Penyakit Tidak Menular (PTM) Di Desa Tawang Weru Sukoharjo Kusumawati, Yuli; Werdany, Kusuma Estu; Darnoto , Sri; Sutrisna, Em; Wardiono , Kelik; Anis, Muchlison; Maimun, Muhammad Halim; Zulaekah, Siti; Rahmi , Anggraita Nur; Widananda , Clarisa; Yuniar, Siska; Nurfauzia, Elita Nadia; Nurhaliza, Alfida Aulia Rahma Firdauzy; Pratiwi, Betty Intan; Fauziana , Eni
Jurnal SOLMA Vol. 13 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v13i1.12583

Abstract

Background: Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi, Diabetes Mellitus (DM), stroke dan jantung saat ini menjadi perhatian besar dunia, dan masih menjadi besar di Indonesia. Prevalensi penderita hipertensi di Desa Tawang sebanyak 20,5% dan prevalensi penderita diabetes mellitus (DM) sebanyak 70,2%. Kegiatan pengabdian ini bertujuan sebagai upaya pencegahan secara mandiri melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam mendeteksi faktor risiko (FR) PTM dan memberikan edukasi dalam mengurangi risiko-risiko penyakit tidak menular (PTM) melalui peningkatan perilaku hidup yang lebih sehat. Metode: Kegiatan ini dilakukan dengan metode edukasi kesehatan tentang PTM dan pendampingan kader cara deteksi dini faktor risiko (FR). Hasil: Adanya peningkatan pengetahuan tentang PTM dengan rata-rata sebesar 7,5 poin (11,41%) dengan rata-rata skor sebelum diberikan edukasi 65,75 dan rata-rata skor setelah edukasi 73,25. Kesimpulan: Kegiatan edukasi deteksi dini FR PTM dapat meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam deteksi dini PTM. Kader kesehatan di Desa Tawang merasa senang dan lebih paham tentang cara FR dan cara deteksi dini FR PTM, serta dapat melakukan dengan benar sehingga dapat mengetahui seseorang yang berisiko dan dapat mendukung melakukan pencegahan.
Pelatihan Teknis Paket Teknologi Budidaya Pertanian untuk Meningkatkan Keterampilan Rekayasa Teknologi Sederhana Bagi Petani Milenial Suherman, Suherman; Zamzam, Syamsiar; Taufiq, Muh.; Nurbaya, Nurbaya; Sarina, Sarina; Sukmawati, Sukmawati; Rahim, Iradhatullah; Suwardoyo, Untung
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 3 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i3.12589

Abstract

Background: Kurangnya minat generasi muda di sektor pertanian disebabkan beberapa kendala, yaitu modal terbatas, dan tidak memiliki keterampilan bertani, dan lemahnya pengetahuan teknologi. Jika terus dibiarkan maka angkatan kerja pertanian adalah tenaga kerja usia tua. Hal tersebut akan berdampak pada ketimpangan produksi dan mengancam ketahanan pangan nasional. Kegiatan ini dilakukan untuk melatih dan memberdayakan generasi milenial untuk menghasilkan kompetensi dan daya saing melalui pelatihan teknologi budidaya pertanian. Metode: Mitra dalam kegiatan ini adalah Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) yang ada di Kota Parepare sebagai generasi muda yang potensi, dimana peserta terdiri dari perwakilan AMM meliputi Pemuda Muhammadiyah (10 orang), IPM (5 orang) dan IMM (5 orang). Metode yang digunakan meliputi pendidikan/penyuluhan dan pelatihan/demonstrasi teknologi sederhana dan tepat guna. Hasil: Hasil kegiatan telah memberikan pemahaman kepada peserta pentingnya inovasi dan adopsi teknologi dengan bahan sederhana dalam bertani untuk memudahkan pekerjaan serta murah dan efisien. Beberapa paket teknologi yang didemonstrasikan adalah pembuatan alat tanam benih, alat tabur pupuk, dan alat semprot tanpa tangki gendong. Kesimpulan: Kegiatan dapat membangun perubahan pemipikiran peserta untuk melakukan usaha tani dengen menerapkan teknologi sederhana melalui intensifikasi.
Pelatihan dan Pendampingan dalam Mendesain Augmented Reality bagi Kelompok Guru IPA Hartono Bancong; Nurazmi Nurazmi; Dian Pramana Putra; Amrullah Mansida; Muhammad Muzaini
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.12599

Abstract

Background: Pelaksanaan praktikum di sekolah sangat penting dalam rangka mendukung pembelajaran dan memberikan penekanan pada aspek proses khususnya mata pelajaran IPA. Akan tetapi, terdapat permasalahan yang dialami oleh mitra sehingga tidak dapat melaksanakan praktikum, diantaranya: keterbatasan alat dan bahan praktikum dan belum memiliki keterampilan dalam mendesain kegiatan praktikum dengan menggunakan aplikasi. Tujuan pengabdian ini adalah untuk melatih dan mendampingi guru-guru IPA di Bulu Cenrana dalam mendesain dan melaksanakan praktikum secara virtual dengan menggunakan augmented reality. Metode: Metode yang digunakan dalam pelaksanaan program adalah melalui pendekatan partisipatori dalam artian bahwa tim pengusul dan mitra secara proaktif terlibat dalam setiap kegiatan. Program pelatihan dan pendampingan dalam mendesain augmented reality (AR) bagi kelompok guru IPA dilaksanakan di Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidrap. Pihak-pihak yang terlibat dalam pengabdian masyarakat ini adalah dosen pelaksana program sebanyak 4 orang dan mitra  kelompok guru IPA Bulu Cenrana Kabupaten Sidrap sebanyak 20 orang. Selain dosen, mahasiswa sebanyak 5 orang juga terlibat di dalam program ini. Langkah-langkah pelaksanaan program terdiri dari (1) perijinan, (2) sosialisasi, (3) pengadaan peralatan, (4) pelatihan dan pendampingan, (5) evaluasi. Hasil: Hasil respon peserta terhadap materi pelatihan secara rata-rata adalah 91,37%. Kemudian respon peserta terhadap instruktur dan media augmented reality secara berturut-turut adalah 90,55% dan 87,72%. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian ini adalah Pelatihan dan Pendampingan bagi Kelompok Guru IPA dalam Mendesain Media Augmented Reality di Kabupaten Sidrap telah berjalan dengan baik.
Penerapan Sistem Keuangan BUMDESA Amanah Di Desa Karanganyar Kecamatan Plupuh, Sragen Andy Dwi Bayu Bawono; Heppy Purbasari; Devi Afriantari Puspa Putri; Nursiam Nursiam; Banu Witono
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.12600

Abstract

Background: Undang-undang Desa beserta peraturan turunannya telah merubah dan mendorong pola kemandirian di desa salah satu melalui keberadaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) sebagai pendorong perekonomian desa. Desa Karanganyar, Kecamatan Plupuh, Kabupaten Sragen telah memiliki BUMDesa bernama BUMDesa “Amanah” yang berdiri sejak Tahun 2018. Akan tetapi pengelolaan keuangan di BUMDesa tersebut belum sesuai dengan standar akuntansi keuangan yang berlaku dan salah satu unit usaha berupa pelayanan air minum belum memiliki pengelolaan produksi yang baik. Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi mitra (BUMDesa “Amanah”) dalam menyusun dan menerapkan Sistem Pengelolaan Keuangan Desa menggunakan Sistem Aplikasi Pengelolaan Keuangan BUMDesa, manajemen pengelolaan produksi dan pelayanan termasuk pengujian kualitas air minum Metode: Kegiatan ini terdiri dari FGD, Pelatihan penyusunan laporan keuangan yang mencakup pemahaman dasar-dasar akuntansi dan pendampingan manajemen produksi dan pelayanan unit PAM. Hasil: Hasil yang diperoleh selama kegiatan pengabdian masyarakat yaitu penetapan nama akun dan kode akun yang sesuai dengan SAK ETAP, penerapan aplikasi system pengelolaan keuangan BUMDesa Amanah, beserta hasil laboratorium pengujian air. Kegiatan pengabdian masyarakat di BUMDesa Amanah Desa Karanganyar Kecamatan Plupuh Kabupaten Sragen telah menghasilkan system pengelolaan keuangan BUMDesa yang dapat digunakan untuk membuat laporan keuangan secara terintegrasi dari masing-masing unit. Selain itu kegiatan ini juga menghasilkan pengujian kualitas air sebagai bentuk pemberian informasi kepada pelanggan SR
Peningkatan Kompetensi Guru dalam Mendesain Tugas Berbasis Masalah Sri Suryanti; Yudhi Arifani; Lia Budi Tristanti; Nur Khomariyah
Jurnal SOLMA Vol. 12 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v12i2.12601

Abstract

Background: Terdapat ketimpangan antara pembiasaan yang dilakukan oleh guru kepada siswa dengan tuntutan kompetensi yang diharapkan dimiliki oleh siswa pada abad 21. Guru cenderung memberikan tugas/soal matematika yang bersifat procedural dibandingkan dengan tugas yang menuntut penalaran siswa. Berdasarkan hasil wawancara terhadap guru MTs N 4 Jombang, mereka selalu menggunakan buku dan LKS yang disediakan oleh pemerintah atau penerbit, yang sebagian besar penugasan yang ada tidak mendukung terhadap pemikiran siswa. Selain itu, berdasarkan hasil isian kuesioner yang dilakukan oleh guru, mereka penunjukkan pemahaman yang salah terhadap karakteristik tugas yang mampu mendorong pemikiran siswa. Tujuan kegiatan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman dan kemampuan dalam mendesain tugas berbasis masalah yang mampu mendorong pemikiran siswa.  Metode: Mitra yang terlibat dalam kegiatan ini adalah guru-guru kelas 7 MTsN 4 Jombang, sebanyak 39 guru. Program tersebut dilaksanakan melalui tahapan: 1) Penguatan konsep tugas berbasis masalah melalui aktivitas recognising dan analyzing; 2) Workshop mengembangkan tugas berbasis masalah melalui aktivitas prototyping; 3) Implementasi dan evaluasi secara mandiri melalui aktivitas implementing dan evaluating. Hasil: Hasil kegiatan menunjukkan 100% guru setuju bahwa tugas yang diberikan kepada siswa sebaiknya tidak sama dengan yang telah dicontohkan oleh guru. Selanjutnya terkait dengan kemampuan guru dalam mendesain tugas, 85% guru mampu mendesain tugas berbasis masalah dalam kategori baik, sedangkan sisanya dalam kategori cukup baik. Program pengembangan kompetensi guru dalam mendesain tugas yang tepat untuk siswa perlu untuk terus dilakukan secara kontinu, agar terjadi peningkatan profesionalisme guru secara berkelanjutan

Page 68 of 163 | Total Record : 1627