cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496379     EISSN : 25496387     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap 6 bulan, yaitu Maret dan September. Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 2017 dengan membawa misi sebagai salah satu pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal JCEBT diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 302 Documents
Analisis Kelayakan Badan Otorita sebagai Integrator Pengelolaan Koridor Trans Papua Ruas Jayapura–Wamena Nathaniel Alfons; Petrus Bahtiar; Janviter Manalu; Dewi Ana Rusim
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17802

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan Trans Papua, khususnya ruas Jayapura–Wamena, telah meningkatkan konektivitas wilayah, namun belum diikuti dengan tata kelola kawasan yang terintegrasi. Permasalahan utama meliputi fragmentasi kewenangan, lemahnya koordinasi lintas sektor, serta belum optimalnya pelibatan masyarakat adat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi eksisting pengelolaan koridor, merumuskan model kelembagaan yang ideal, serta menilai kelayakan pembentukan Badan Otorita sebagai lembaga integrator kawasan. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain konvergen melalui kuesioner, wawancara mendalam, focus group discussion, studi dokumen, dan analisis spasial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan kawasan belum terpadu, potensi ekonomi koridor belum tergarap optimal, dan partisipasi masyarakat adat belum terlembagakan secara kuat. Model yang direkomendasikan adalah Badan Otorita Koridor berbasis kawasan strategis dengan fungsi koordinasi, perencanaan terpadu, pengawasan, pengendalian ruang, fasilitasi investasi, serta pelibatan masyarakat adat. Penilaian kelayakan menunjukkan bahwa pembentukan badan ini pada prinsipnya layak dari aspek kelembagaan, sosial budaya, ekonomi, perencanaan wilayah, dan regulasi, dengan syarat adanya dasar hukum yang kuat, kejelasan kewenangan, serta implementasi bertahap dan kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa Badan Otorita berpotensi menjadi instrumen strategis dalam memperkuat tata kelola, mendorong pengembangan ekonomi kawasan, dan meningkatkan keberlanjutan koridor. Rekomendasi utama adalah penerapan model kelembagaan secara bertahap dengan penekanan pada integrasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat adat. Implikasi penelitian ini menegaskan pentingnya pendekatan pengelolaan berbasis kawasan dalam pembangunan infrastruktur di wilayah dengan kompleksitas sosial dan geografis tinggi.
Analisis dan Desain Struktur Gereja Dua Lantai Tahan Gempa di Provinsi Maluku Berdasarkan SNI 1726:2019 Mc Coy Muller Kalay; Morgan L. Setiady; Syafruddin I. Latuconsina
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17804

Abstract

Provinsi Maluku merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik tinggi akibat interaksi beberapa lempeng tektonik aktif yang berpotensi menimbulkan kerusakan signifikan pada bangunan, termasuk fasilitas ibadah. Penelitian ini bertujuan untuk merencanakan desain struktur gereja dua lantai tahan gempa serta mengevaluasi kinerja strukturnya berdasarkan standar nasional. Metode yang digunakan adalah Sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dengan mengacu pada SNI 1726:2019, SNI 1727-2020, dan SNI 2847-2019. Tahapan penelitian meliputi perancangan konsep bangunan, penentuan dimensi awal elemen struktur, estimasi pembebanan, serta pemodelan dan analisis struktur menggunakan SAP2000. Evaluasi kinerja struktur dilakukan melalui parameter utama, yaitu gaya geser dasar (base shear), periode fundamental, partisipasi massa, simpangan antar lantai, serta kebutuhan tulangan elemen struktur. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai base shear sebesar 1755,60 kN, yang mencerminkan respons struktur terhadap beban gempa rencana. Periode fundamental struktur dan partisipasi massa telah memenuhi ketentuan, dengan akumulasi partisipasi massa melebihi 90%. Simpangan antar lantai pada arah X dan Y berada di bawah batas izin yang dipersyaratkan, sehingga struktur dinyatakan aman terhadap deformasi. Selain itu, dimensi serta kebutuhan tulangan pada pelat, balok, dan kolom telah memenuhi kriteria kekuatan dan daktilitas sesuai konsep SRPMK. Perencanaan pondasi tipe pile cap juga menunjukkan kapasitas yang memadai dalam menahan beban aksial dan momen. Dengan demikian, desain struktur yang dihasilkan memenuhi aspek keamanan, kekakuan, dan efisiensi untuk diterapkan pada wilayah rawan gempa. Penelitian ini memberikan implikasi praktis dalam perencanaan bangunan tahan gempa, serta direkomendasikan untuk pengembangan lebih lanjut melalui analisis nonlinier dan interaksi tanah-struktur.
Experimental Study on the Comparative Flexural Strength of Reinforced Concrete Beams under Post-Burning Conditions at 350°C, 450°C, and 550°C Samsul Abdul Rahman Sidik Hasibuan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 8 No. 2 (2024): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v8i2.17819

Abstract

Reinforced concrete is widely used in structural engineering due to its high compressive strength, durability, and cost efficiency. However, its mechanical performance significantly deteriorates when exposed to elevated temperatures such as fire, leading to moisture evaporation, microcracking, and decomposition of calcium silicate hydrate (C–S–H). This study aims to analyze and compare the flexural strength of reinforced concrete beams subjected to post-burning conditions at 350°C, 450°C, and 550°C, and to evaluate the degradation trend as temperature increases. An experimental laboratory approach was employed using reinforced concrete beam specimens with identical geometry and material properties. The specimens were exposed to controlled furnace heating for 30 minutes at each temperature level, followed by natural cooling before testing. Flexural strength was determined using a two-point loading system in a Universal Testing Machine. The results show a continuous reduction in flexural strength with increasing temperature, where the control specimen recorded 27.556 MPa, while specimens exposed to 350°C, 450°C, and 550°C showed strengths of 25.81 MPa, 24.01 MPa, and 21.697 MPa, respectively. The relationship between temperature and flexural strength demonstrates an excellent correlation with an R² value of 0.9952, indicating a highly predictable degradation pattern. The reduction is attributed to progressive microstructural damage, decomposition of hydration products, and weakening of the interfacial transition zone between concrete and reinforcement. The findings confirm that temperatures above 500°C cause significant structural deterioration. It is recommended that fire-damaged concrete structures undergo detailed post-fire assessment prior to reuse. The results provide important implications for structural fire safety design and rehabilitation strategies for reinforced concrete structures.
Integrasi Walkability Index dan Graph Theory untuk Evaluasi Konektivitas Jalur Pejalan Kaki di Pusat Kota Binjai Juara Panggabean; Irfan Hardiansyah; Eli Jumaeli
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17832

Abstract

Pusat Kota Binjai sebagai kawasan pusat kegiatan dengan intensitas mobilitas tinggi memerlukan fasilitas pejalan kaki yang aman, nyaman, terhubung, dan inklusif. Namun, kondisi eksisting menunjukkan masih terdapat trotoar yang rusak, jalur pejalan kaki yang terputus, minimnya fasilitas pendukung, hambatan oleh parkir liar dan pedagang kaki lima, serta rendahnya aksesibilitas bagi penyandang disabilitas. Penelitian ini bertujuan menganalisis tingkat walkability dan konektivitas jalur pejalan kaki di Pusat Kota Binjai serta merumuskan rekomendasi peningkatan fasilitas pejalan kaki yang berkelanjutan. Metode penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan analisis kuantitatif melalui Walkability Index berdasarkan SE Menteri PUPR Nomor 15/SE/DB/2023 dan analisis konektivitas menggunakan Graph Theory. Persepsi pengguna diperoleh melalui survei terhadap 96 responden menggunakan rumus Cochran dan dianalisis dengan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Jalan Kapten Muslim, Jalan Husni Thamrin, Jalan Zainal Zakse, Jalan HOS Cokroaminoto, dan Jalan Jenderal Ahmad Yani memiliki nilai walkability rendah dengan kategori kurang baik. Analisis konektivitas menunjukkan Jalan Kapten Muslim, Jalan Zainal Zakse, dan Jalan HOS Cokroaminoto memiliki tingkat konektivitas rendah akibat jalur pejalan kaki yang terputus. Penelitian ini menyimpulkan bahwa peningkatan kualitas trotoar, penyediaan fasilitas pendukung, fasilitas disabilitas, serta penyambungan jalur pejalan kaki perlu segera dilakukan. Rekomendasi penelitian berupa revitalisasi trotoar, pemasangan bollard, lampu penerangan, CCTV, jalur pemandu, dan peningkatan konektivitas antar pusat kegiatan. Implikasi penelitian ini diharapkan mendukung perencanaan transportasi perkotaan yang lebih inklusif, aman, dan berkelanjutan.
Pemanfaatan Fly Ash Bottom Ash (FABA) dan Slurry Limestone sebagai Substitusi Semen pada Produksi Bata Paving Ramah Lingkungan Sopyan Hadi; Gita Zakiah Putri; Khoirul Huda; Hamdan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17840

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengaruh substitusi semen menggunakan Fly Ash Bottom Ash (FABA) dari PLTU Tenayan yang dikombinasikan dengan slurry limestone dari Rokan Hulu terhadap kuat tekan bata paving. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi kinerja mekanik, menentukan komposisi optimum, serta menganalisis mekanisme kimia berdasarkan SNI 03-0691-1996. Metode yang digunakan adalah eksperimen laboratorium dengan tiga variasi campuran yaitu K-0 (kontrol), K-1 (25% FABA + slurry limestone), dan K-2 (50% FABA + slurry limestone). Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 28 hari menggunakan Compression Testing Machine. Hasil penelitian menunjukkan bahwa K-1 menghasilkan kuat tekan tertinggi sebesar 10,36 MPa dan telah memenuhi SNI Mutu D (≥10 MPa), sedangkan K-0 dan K-2 masing-masing sebesar 4,85 MPa dan 9,54 MPa. Peningkatan kuat tekan pada K-1 disebabkan oleh reaksi pozzolanik antara SiO₂ FABA dan Ca(OH)₂ hasil hidrasi semen, serta kontribusi ion Ca²⁺ dari slurry limestone yang mempercepat pembentukan C-S-H dan meningkatkan densitas matriks beton. Pada K-2, penurunan kuat tekan terjadi akibat berkurangnya ketersediaan Ca(OH)₂ sehingga reaksi pozzolanik tidak optimal. Kesimpulannya, sistem ikat hibrida FABA dan slurry limestone efektif sebagai substitusi parsial semen dalam produksi bata paving ramah lingkungan. Selain meningkatkan performa teknis, penelitian ini juga memberikan kontribusi dalam pemanfaatan limbah industri dan pengurangan penggunaan semen.
Pengendalian Mutu dan Praktik Keinsinyuran pada Pelaksanaan Flexible Pavement Jalan Tol Trans Sumatera Fatimah Nadia; Saloma
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17853

Abstract

Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera merupakan salah satu proyek strategis nasional yang berperan penting dalam meningkatkan konektivitas wilayah, efisiensi transportasi, dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Dalam pelaksanaannya, kualitas konstruksi flexible pavement menjadi faktor utama yang menentukan umur layanan jalan dan keberhasilan operasional infrastruktur. Namun, pelaksanaan pekerjaan flexible pavement masih menghadapi berbagai permasalahan seperti pengendalian mutu yang kurang optimal, kerusakan dini perkerasan, keterlambatan material, serta penerapan keselamatan kerja dan praktik keinsinyuran yang belum maksimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pekerjaan flexible pavement pada proyek Jalan Tol Trans Sumatera Ruas Palembang–Betung Seksi 1, mengevaluasi penerapan pengendalian mutu dan Keselamatan dan Kesehatan Kerja dan Lingkungan (K3L), serta mengkaji implementasi profesionalisme dan kode etik insinyur dalam mendukung keberhasilan proyek konstruksi jalan tol. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan observasi lapangan melalui pengamatan langsung pada tahapan pekerjaan flexible pavement mulai dari persiapan, penyemprotan tack coat, penghamparan AC-Base, AC-BC, AC-WC, pemadatan, hingga pengendalian mutu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan flexible pavement telah dilakukan sesuai Spesifikasi Umum Bina Marga 2018 Revisi 2 melalui pengendalian suhu, pemeriksaan material, pengujian core drill, serta penerapan K3L secara terintegrasi. Praktik profesionalisme dan kode etik insinyur juga berperan penting dalam menjaga mutu konstruksi, keselamatan kerja, dan efektivitas pelaksanaan proyek. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi material, pengawasan mutu lapangan, dan penerapan teknologi konstruksi modern untuk meningkatkan kualitas pekerjaan flexible pavement pada proyek jalan tol di Indonesia.
Karakteristik Mekanik Beton Geopolimer Berbasis Fly Ash dengan Substitusi Abu Daun Bambu Anderson Siwalette; Rabiyatul Uzda; Morgan Lamotokana
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17855

Abstract

Perkembangan teknologi konstruksi mendorong inovasi penggunaan material ramah lingkungan, salah satunya melalui pemanfaatan beton geopolimer sebagai alternatif beton konvensional berbasis semen. Beton geopolimer memanfaatkan material pozzolan seperti fly ash dan abu daun bambu yang kaya kandungan silika (SiO₂) dan alumina (Al₂O₃) sehingga mampu membentuk ikatan polimer dengan bantuan alkali aktivator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan abu daun bambu terhadap kuat tekan, nilai slump, berat isi, dan pola retak beton geopolimer berbahan dasar fly ash. Penelitian dilakukan menggunakan metode eksperimen laboratorium di Laboratorium Politeknik Negeri Ambon dengan benda uji silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm. Variasi abu daun bambu yang digunakan sebesar 6%, 8%, dan 10% dari total berat fly ash dengan pengujian kuat tekan pada umur 7 hari dan konversi umur 28 hari. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan abu daun bambu mampu meningkatkan kuat tekan beton hingga kadar optimum 8%. Nilai kuat tekan umur 7 hari berturut-turut sebesar 9,62 MPa; 13,96 MPa; dan 12,64 MPa, sedangkan hasil konversi umur 28 hari sebesar 14,80 MPa; 21,47 MPa; dan 19,44 MPa. Analisis regresi menunjukkan setiap penambahan 1% abu daun bambu meningkatkan kuat tekan sebesar 0,755 MPa pada umur 7 hari dan 1,16 MPa pada konversi umur 28 hari. Penggunaan abu daun bambu juga memengaruhi workability dan berat isi beton. Penelitian ini merekomendasikan penggunaan abu daun bambu sebesar 8% sebagai komposisi optimum beton geopolimer karena memberikan peningkatan kuat tekan paling baik serta berpotensi mendukung pengembangan material konstruksi berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Evaluasi Pelaksanaan dan Pengendalian Mutu Rigid Pavement pada Proyek Jalan Tol Palembang–Betung Annisa L.F; Saloma; M. Batara
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17861

Abstract

Peningkatan volume lalu lintas di Indonesia mendorong kebutuhan terhadap infrastruktur jalan yang andal dan berdaya tahan tinggi, khususnya jalan tol yang mendukung konektivitas wilayah dan pertumbuhan ekonomi. Perkerasan kaku (rigid pavement) banyak digunakan pada pembangunan jalan tol karena memiliki kapasitas struktural tinggi, umur layanan panjang, dan mampu menahan beban lalu lintas berat. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi metode pelaksanaan, pengendalian mutu, dan praktik keinsinyuran pada pekerjaan rigid pavement di Proyek Jalan Tol Palembang–Betung Seksi 1. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dan kuantitatif melalui observasi lapangan, dokumentasi, checklist inspeksi, serta evaluasi pelaksanaan pekerjaan berdasarkan Spesifikasi Bina Marga Divisi 9 Tahun 2020 tentang Perkerasan Beton Semen Portland. Tahapan pekerjaan yang diamati meliputi pekerjaan persiapan, pemasangan dowel dan tie bar, pengecoran beton, grooving, curing, cutting, dan joint sealant. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan rigid pavement secara umum telah memenuhi spesifikasi teknis dan standar mutu yang ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian PUPR. Penerapan quality control melalui slump test, pengukuran temperatur beton segar, dan prosedur inspeksi memberikan kontribusi penting dalam menjaga mutu perkerasan. Selain itu, penerapan keselamatan kerja, profesionalisme keinsinyuran, dan manajemen konstruksi mampu meningkatkan efisiensi pekerjaan serta meminimalkan potensi cacat konstruksi. Namun, perubahan kondisi cuaca menjadi salah satu kendala utama selama pelaksanaan di lapangan. Penelitian ini merekomendasikan penguatan manajemen konstruksi berbasis kondisi cuaca, peningkatan sistem monitoring, dan optimalisasi quality assurance untuk meningkatkan kinerja dan durabilitas perkerasan kaku pada proyek infrastruktur jalan di Indonesia.
Implementasi Building Information Modeling (BIM) 4D dan Quantity Take Off pada Konstruksi Main Dam Bendungan Meninting Mukhammad Septian Daffa Ubaidillah; Anita Trisiana; Sri Sukmawati; Luthfi Amri Wicaksono; Setiyo Ferdi Yanuar
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17872

Abstract

Perkembangan teknologi digital pada industri konstruksi mendorong penerapan Building Information Modelling (BIM) untuk meningkatkan efisiensi, akurasi, dan pengendalian proyek konstruksi. Salah satu implementasi BIM yang berkembang adalah BIM 4D yang mengintegrasikan model tiga dimensi dengan penjadwalan proyek sehingga mampu menghasilkan visualisasi progres konstruksi secara terintegrasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengimplementasikan BIM 4D pada pekerjaan timbunan Main Dam Bendungan Meninting guna memperoleh quantity take off material dan visualisasi monitoring pelaksanaan konstruksi secara efektif. Penelitian dilakukan menggunakan Autodesk Revit untuk pemodelan tiga dimensi dan perhitungan volume material, serta Autodesk Navisworks Manage untuk simulasi visualisasi dan clash detection. Pemodelan dilakukan pada 24 segmen dengan 6 zona material, yaitu material inti, filter halus, filter kasar, random tanah, batuan, dan rip-rap. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM mampu menghasilkan visualisasi progres konstruksi secara detail dan terintegrasi. Hasil quantity take off menunjukkan volume material inti sebesar 390.860,15 m³, filter halus 128.778,14 m³, filter kasar 196.208,98 m³, random tanah 2.211.039,73 m³, batuan 322.273,91 m³, dan rip-rap 104.405,00 m³ dengan total volume pekerjaan sebesar 3.353.565,91 m³. Selain itu, proses clash detection berhasil mengidentifikasi benturan antar komponen model sehingga dapat dilakukan perbaikan sebelum tahap konstruksi. Implementasi BIM 4D terbukti mampu meningkatkan efektivitas monitoring proyek, mempermudah pengawasan progres pekerjaan, serta meminimalkan potensi keterlambatan proyek. Penelitian ini direkomendasikan sebagai acuan penerapan BIM 4D pada proyek bendungan dan infrastruktur skala besar lainnya guna mendukung pengelolaan proyek yang lebih efisien dan terintegrasi.
Analisis Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) pada Daerah Irigasi SIKUBALPAWAI, Kabupaten Kampar Harmiyati; Tengku Wahyudi Rasyid; Firdaus; Chitra Hermawan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17886

Abstract

Infrastruktur irigasi memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui peningkatan produktivitas pertanian. Namun, banyak jaringan irigasi mengalami penurunan fungsi akibat kerusakan fisik, keterbatasan pemeliharaan, dan perubahan tata guna lahan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Angka Kebutuhan Nyata Operasi dan Pemeliharaan (AKNOP) pada Bendung Uwai di Daerah Irigasi SIKUBALPAWAI, Kabupaten Kampar, serta mengevaluasi kondisi kinerja jaringan irigasi sebagai dasar optimalisasi pengelolaan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan studi kasus. Data diperoleh melalui survei lapangan (data primer) dan dokumen teknis dari Balai Wilayah Sungai Sumatera III (data sekunder). Analisis dilakukan melalui penilaian indeks kinerja irigasi berdasarkan enam indikator utama serta perhitungan biaya AKNOP yang mencakup aspek manajemen, operasi, dan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa indeks kinerja jaringan irigasi sebesar 66,27% yang termasuk kategori kondisi sedang dengan tingkat kinerja kurang dan perlu perhatian. Total kebutuhan biaya AKNOP tahun 2025 adalah sebesar Rp2.840.690.900, terdiri dari biaya manajemen Rp1.471.615.398, biaya operasi Rp78.868.800, dan biaya pemeliharaan Rp930.206.701. Pembahasan menunjukkan bahwa aspek prasarana fisik menjadi prioritas utama perbaikan karena berpengaruh langsung terhadap distribusi air dan produktivitas pertanian. Kesimpulannya, kondisi jaringan irigasi memerlukan peningkatan kegiatan operasi dan pemeliharaan secara terencana. Disarankan adanya peningkatan alokasi anggaran berbasis AKNOP serta penguatan partisipasi kelembagaan petani. Implikasinya, hasil penelitian ini dapat menjadi dasar dalam perencanaan kebijakan pengelolaan irigasi yang lebih efektif dan berkelanjutan.