cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496379     EISSN : 25496387     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap 6 bulan, yaitu Maret dan September. Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 2017 dengan membawa misi sebagai salah satu pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal JCEBT diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 244 Documents
Analisis Kinerja dan Rekayasa Lalu Lintas pada Jalan Pulau Irian Kawasan Industri Medan I Amrizal; Hasanul Arifin Purba; S Efri Debby Ekinola Ritonga
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.16409

Abstract

Kemacetan lalu lintas sering terjadi di Jalan Pulau Irian, Kawasan Industri Medan I, terutama pada jam sibuk pagi dan sore akibat tingginya volume kendaraan serta aktivitas kawasan yang beragam. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja lalu lintas serta merumuskan solusi rekayasa lalu lintas guna meningkatkan tingkat pelayanan jalan. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui survei lapangan berupa pencacahan volume lalu lintas, pengamatan kondisi geometrik jalan, serta analisis kapasitas jalan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia. Pengumpulan data dilakukan selama 14 hari dan dilengkapi survei tambahan untuk menangkap kondisi jam puncak. Hasil penelitian menunjukkan kapasitas jalan sebesar 3.531 smp/jam, dengan volume lalu lintas tertinggi mencapai 3.006 smp/jam sehingga diperoleh nilai V/C ratio sebesar 0,85. Kondisi ini menunjukkan tingkat pelayanan jalan berada pada Level of Service (LOS) E yang ditandai dengan arus lalu lintas tidak stabil serta sering terjadi tundaan. Pada jam sibuk, kondisi lalu lintas mendekati bahkan mencapai kapasitas jalan sehingga memicu kemacetan. Faktor utama yang mempengaruhi adalah konflik lalu lintas, parkir di badan jalan, serta keterbatasan lebar jalan. Dapat disimpulkan bahwa Jalan Pulau Irian telah beroperasi mendekati kapasitas maksimum sehingga memerlukan penanganan segera. Rekomendasi yang diberikan meliputi pembatasan atau pelarangan parkir di badan jalan, pelebaran jalan, pengubahan menjadi jalan terbagi, serta pemasangan pembatas jalan (barrier). Upaya tersebut diharapkan mampu meningkatkan kinerja lalu lintas dan memperbaiki tingkat pelayanan jalan.
Analisis Performa Operasional Pelabuhan Cirebon Berdasarkan Nilai BOR, YOR, dan Produktivitas Bongkar Muat Jenny Saputra; Nurullah Budisiswanto
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17578

Abstract

Kinerja operasional Pelabuhan Cirebon sebagai pelabuhan nonpetikemas menunjukkan dinamika yang dipengaruhi oleh peningkatan arus kargo dan keterbatasan efisiensi operasional. Penelitian sebelumnya cenderung bersifat parsial dan lebih banyak berfokus pada terminal petikemas, sehingga kajian komprehensif yang mengintegrasikan indikator utama kinerja pada pelabuhan nonpetikemas masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis performa operasional Pelabuhan Cirebon melalui integrasi indikator Berth Occupancy Ratio (BOR), Yard Occupancy Ratio (YOR), dan produktivitas bongkar muat. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif dengan memanfaatkan data primer melalui wawancara serta data sekunder berupa laporan operasional pelabuhan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai BOR berkisar antara 33,33%–59,09%, dengan nilai tertinggi masih berada dalam kategori optimal, sehingga dermaga belum mencapai kondisi jenuh. Kapasitas dermaga sepanjang 1.124 meter mampu melayani hingga ±11 kapal secara simultan tanpa terjadi kelebihan kapasitas. Dari sisi pemanfaatan fasilitas, YOR pada closed storage mencapai 78,26% (optimal), sedangkan open storage sebesar 48% yang menunjukkan masih tersedianya ruang peningkatan utilisasi. Produktivitas bongkar muat tergolong baik, dengan capaian hingga ±40 ton/jam untuk general cargo dan ±200 ton/jam untuk curah kering, melampaui standar regional. Secara keseluruhan, kinerja operasional pelabuhan tergoloong stabil dan memenuhi standar teknis. Namun demikian, efisiensi masih dapat ditingkatkan hingga ±20–25% melalui pengurangan waktu tidak operasional (Not Operating Time), peningkatan koordinasi antarpemangku kepentingan, serta optimalisasi sistem digital. Penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan kinerja pelabuhan nonpetikemas lebih efektif dilakukan melalui optimalisasi operasional dibandingkan ekspansi infrastruktur fisik.
Probabilitas Kerusakan Gedung Bertingkat Rendah Akibat Beban Seismik Menggunakan Kurva Kerapuhan Hakas Prayuda; Taufiq Ilham Maulana; Samsul Abdul Rahman Sidik Hasibuan; Darda Bari Farizqi; Faiik Ilmi; Renita Husna
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17666

Abstract

Indonesia merupakan wilayah dengan tingkat aktivitas seismik yang tinggi karena berada pada zona cincin api dunia, sehingga banyak bangunan, khususnya bangunan bertingkat rendah, rentan mengalami kerusakan saat terjadi gempa bumi. Bangunan masjid sebagai salah satu fasilitas publik yang umum dijumpai juga tidak terlepas dari risiko tersebut, terutama apabila didesain tanpa perencanaan teknis yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan suatu metode yang mampu memprediksi tingkat kerusakan bangunan secara kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi probabilitas kerusakan bangunan beton bertulang bertingkat rendah menggunakan metode kurva kerapuhan. Objek penelitian berupa dua tipe bangunan masjid 2 lantai dengan bentuk tidak beraturan. Analisis dilakukan secara numerik menggunakan aplikasi STERA 3D dengan beban gempa riwayat waktu (time-history) dari beberapa kejadian gempa (Parkfield, Kobe, Chichi, Tabas, dan Chuetsu-oki). Kurva kerapuhan dikembangkan menggunakan metode HAZUS untuk menentukan probabilitas kerusakan pada berbagai tingkat (slight, moderate, extensive, dan complete). Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bangunan dan karakteristik gempa sangat mempengaruhi respons seismik dan tingkat kerusakan. Bangunan berbentuk L cenderung memiliki nilai perpindahan dan probabilitas kerusakan yang lebih tinggi dibandingkan bangunan berbentuk H. Selain itu, sebagian besar kondisi menunjukkan bangunan berada pada fase plastis, kecuali pada gempa Chichi yang masih dalam kondisi elastis. Dapat disimpulkan bahwa ketidakberaturan bentuk bangunan meningkatkan kerentanan terhadap kerusakan akibat gempa. Oleh karena itu, direkomendasikan agar perencanaan bangunan masjid mempertimbangkan aspek regularitas struktur serta dilakukan evaluasi kinerja berbasis analisis kerapuhan untuk meminimalkan risiko kerusakan di wilayah rawan gempa.
Analisis Perencanaan Kapasitas Daya Dukung Pondasi pada Dinding Penahan Tanah di UPT Pengelolaan Irigasi Wampu Besitang, Kabupaten Langkat Gery Perdana Aqsha; Bangun Pasaribu; Darlina Tanjung
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17677

Abstract

Longsor merupakan salah satu permasalahan geoteknik yang sering terjadi pada daerah dengan kondisi topografi curam dan curah hujan tinggi, sehingga berpotensi mengganggu stabilitas infrastruktur dan keselamatan masyarakat. Salah satu upaya penanganan yang umum dilakukan adalah pembangunan dinding penahan tanah yang didukung oleh pondasi dalam, seperti bored pile. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kapasitas daya dukung pondasi bored pile pada dinding penahan tanah di UPT Pengelolaan Irigasi Wampu Besitang, Kabupaten Langkat. Metode yang digunakan adalah analisis kuantitatif berbasis data sekunder, meliputi data sondir (Cone Penetration Test/CPT), gambar perencanaan, dan data teknis struktur. Parameter yang dianalisis mencakup nilai tahanan konus (qc), kapasitas ultimit (Qu), kapasitas bersih (Qnet), kapasitas izin (Qa), serta beban yang bekerja pada masing-masing tiang pondasi. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai rata-rata qc sebesar 61,18 kg/cm², kapasitas ultimit tiang (Qu) sebesar 71.649 kg, kapasitas bersih (Qnet) sebesar 67.034 kg, dan kapasitas izin (Qa) sebesar 26.813 kg. Beban maksimum yang bekerja pada tiang (Pmax) sebesar 17.173 kg, yang lebih kecil dari kapasitas izin (Qa), sehingga memenuhi kriteria keamanan (Pmax < Qa). Dengan demikian, pondasi bored pile yang digunakan dinyatakan mampu menahan beban dinding penahan tanah secara aman dan stabil. Penelitian ini merekomendasikan dilakukan uji beban statik dan analisis tambahan terhadap pengaruh muka air tanah serta beban dinamis guna meningkatkan akurasi dan keandalan perencanaan di masa mendatang.
Optimasi Penjadwalan Perawatan Listrik Aliran Atas (LAA) Berbasis Analisis Beban Kerja dan Window time pada Operasi Perkeretaapian Jabodetabek Syafek Jamhari; Dandun Prakosa; M. Popik Montanasyah
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17678

Abstract

Penjadwalan perawatan sistem listrik aliran atas (LAA) pada perkeretaapian perkotaan menghadapi keterbatasan window time, ketidakseimbangan beban kerja, serta potensi gangguan operasional yang tinggi. Kondisi ini menuntut pendekatan perencanaan yang lebih sistematis dan berbasis analisis kuantitatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan mengoptimalkan penjadwalan perawatan LAA melalui integrasi analisis beban kerja dan skenario waktu. Metode yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif deskriptif-analitis dengan tahapan analisis kondisi eksisting, perhitungan beban kerja, serta penyusunan alternatif jadwal berdasarkan skenario optimis, normal, dan pesimis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi total perawatan pada skenario normal sebesar 174 menit masih berada dalam batas window time 218 menit, sedangkan skenario pesimis melampaui batas sebesar 23 menit. Analisis beban kerja mengindikasikan kekurangan tenaga kerja sebanyak empat orang dari kondisi eksisting. Kegiatan kritis seperti perawatan cantilever dan disconnecting switch memiliki kontribusi dominan terhadap durasi total pekerjaan. Temuan ini menunjukkan bahwa optimalisasi penjadwalan berbasis analisis beban kerja dan skenario waktu mampu meningkatkan efisiensi pelaksanaan, pemanfaatan sumber daya, serta keandalan sistem. Disimpulkan bahwa integrasi perencanaan waktu dan kebutuhan tenaga kerja menjadi faktor kunci dalam keberhasilan perawatan LAA. Oleh karena itu, direkomendasikan penambahan tenaga kerja, pengelompokan pekerjaan kritis, serta penerapan strategi penjadwalan adaptif untuk mendukung keberlanjutan operasional perkeretaapian.
Studi Komparatif Respons Seismik Portal Terbuka Menggunakan Metode Respon Spektrum di Kota Medan Angella Kezia Manurung; Samsul Abdul Rahman Sidik Hasibuan
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17695

Abstract

Perkembangan desain bangunan di kawasan perkotaan mendorong penggunaan konsep portal terbuka pada lantai dasar untuk memenuhi kebutuhan ruang fungsional. Namun, konfigurasi ini berpotensi menurunkan kekakuan lateral struktur dan meningkatkan risiko terjadinya soft story saat gempa. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis respons seismik struktur portal terbuka tingkat rendah serta membandingkan pengaruh peningkatan tinggi kolom dan penambahan shear wall terhadap kinerja struktur. Metode yang digunakan adalah analisis numerik berbasis simulasi menggunakan perangkat lunak ETABS dengan pendekatan respon spektrum sesuai SNI 1726:2019. Model struktur yang dianalisis merupakan gedung rekayasa 4 lantai yang ditinjau pada wilayah Medan dengan klasifikasi tanah sedang. Tiga variasi model digunakan, yaitu portal terbuka, peningkatan tinggi kolom lantai dasar, dan penambahan shear wall. Hasil analisis menunjukkan bahwa peningkatan tinggi kolom menyebabkan peningkatan displacement dan simpangan antar lantai secara signifikan, sehingga tidak memenuhi batas izin dan berpotensi menimbulkan soft story. Model portal terbuka juga menunjukkan kinerja yang kurang optimal akibat rendahnya kekakuan lateral. Sebaliknya, model dengan penambahan shear wall mampu mengendalikan deformasi, meningkatkan kekakuan struktur, serta menghasilkan distribusi gaya dalam yang lebih baik. Meskipun demikian, terjadi peningkatan gaya aksial dan geser pada kolom yang perlu diperhatikan dalam desain. Dapat disimpulkan bahwa penambahan shear wall merupakan solusi yang paling efektif untuk meningkatkan kinerja seismik struktur portal terbuka tingkat rendah. Oleh karena itu, penerapan sistem struktur ganda direkomendasikan dalam perencanaan bangunan tahan gempa guna meningkatkan keamanan dan kinerja struktur secara keseluruhan.
Analisis Produktivitas dan Kebutuhan Alat Berat pada Pekerjaan Cut and Fill di Kawasan Industri Cikopo, Purwakarta Deny Ernawan; Machfino Sanjaya Putra Pratama; Moch. D. Suraez Assidiq; Rendi Agustriana; Rosalinda
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17703

Abstract

Pekerjaan cut and fill merupakan tahapan penting dalam pematangan lahan yang sangat menentukan keberhasilan proyek konstruksi, terutama pada pengembangan kawasan industri yang memiliki volume pekerjaan besar dan target waktu yang ketat. Permasalahan yang sering terjadi adalah ketidaktepatan dalam perencanaan penggunaan alat berat yang berdampak pada rendahnya produktivitas dan efisiensi kerja. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis produktivitas serta kebutuhan alat berat excavator dan dump truck pada pekerjaan cut and fill di proyek Kawasan Industri Cikopo, Kabupaten Purwakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah observasi lapangan dengan pengumpulan data primer dan sekunder, kemudian dianalisis menggunakan perhitungan produktivitas berdasarkan waktu siklus, kapasitas alat, dan efisiensi kerja. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produktivitas excavator mencapai 100,081 m³/jam dengan produksi harian sebesar 700,567 m³/hari, sehingga kebutuhan alat adalah 1 unit. Sementara itu, produktivitas dump truck sebesar 28,96 m³/jam dengan produksi harian 202,72 m³/hari dan kebutuhan sebesar 3 unit per jam atau 21 unit per hari. Hasil analisis menunjukkan bahwa kombinasi alat tersebut telah mencapai keseimbangan kerja yang optimal sehingga mampu meminimalkan waktu tunggu dan meningkatkan efisiensi operasional. Kesimpulannya, perencanaan alat berat yang tepat sangat berpengaruh terhadap produktivitas dan efisiensi proyek. Rekomendasi yang diberikan adalah optimalisasi manajemen alat serta peningkatan kompetensi operator. Implikasi penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan dalam perencanaan penggunaan alat berat pada proyek pematangan lahan dengan karakteristik serupa.
Analisis Pengaruh Hubungan Keterkaitan Pekerjaan Pasangan Dinding terhadap Durasi Proyek Konstruksi Gedung dengan Pendekatan Penjadwalan I Putu Yana Hermawan; I Gede Angga Diputera
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17705

Abstract

Proyek konstruksi merupakan kegiatan yang kompleks dan keberhasilannya ditentukan oleh tiga parameter utama, yaitu biaya, mutu, dan waktu. Dalam praktiknya, keterlambatan proyek masih sering terjadi akibat kurang optimalnya perencanaan penjadwalan, khususnya dalam pengaturan hubungan keterkaitan antar pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hubungan keterkaitan pekerjaan pasangan dinding terhadap durasi proyek konstruksi bangunan gedung serta menentukan model hubungan yang paling efisien. Metode penelitian yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pendekatan perbandingan dua model penjadwalan, yaitu permodelan 1 (pekerjaan pasangan dinding dilakukan setelah pembongkaran bekisting) dan permodelan 2 (pekerjaan pasangan dinding dilakukan setelah seluruh pekerjaan struktur selesai). Data yang digunakan berupa Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan time schedule proyek yang kemudian dianalisis menggunakan metode jaringan kerja dan lintasan kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa permodelan 1 menghasilkan durasi proyek sebesar 147 hari, sedangkan permodelan 2 sebesar 161 hari, sehingga terdapat selisih waktu sebesar 14 hari. Hal ini menunjukkan bahwa pengaturan hubungan keterkaitan pekerjaan yang lebih dinamis dan bertahap mampu meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan proyek secara signifikan. Selain itu, meskipun jumlah aktivitas pada lintasan kritis sama, terdapat perbedaan struktur lintasan kritis pada kedua model. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa penempatan hubungan keterkaitan pekerjaan pasangan dinding secara bertahap merupakan strategi yang lebih optimal dalam mempercepat durasi proyek. Implikasi penelitian ini memberikan kontribusi praktis dalam perencanaan penjadwalan proyek yang lebih efisien, serta merekomendasikan penerapan hubungan keterkaitan yang fleksibel dalam proyek konstruksi.
Analisis Produktivitas Tenaga Kerja pada Pekerjaan Dinding Bata Ringan Menggunakan Metode Work Sampling (Studi Kasus: Proyek Villa Selingsing, Tabanan, Bali) I Gede Angga Diputera; Ni Luh Made Ayu Mirayani Pradnyadari; I Gusti Putu Wahyu Dana Arsana
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17708

Abstract

Industri konstruksi merupakan sektor yang sangat bergantung pada kinerja tenaga kerja, khususnya pada pekerjaan manual seperti pemasangan dinding bata ringan. Namun, dalam praktiknya, pemanfaatan waktu kerja tenaga kerja sering kali belum optimal sehingga berdampak pada rendahnya produktivitas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat produktivitas tenaga kerja serta efisiensi penggunaan waktu kerja berdasarkan parameter Labor Utilization Rate (LUR) pada pekerjaan pemasangan dinding bata ringan di Proyek Villa Selingsing, Tabanan, Bali. Metode yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan work sampling melalui productivity rating, yaitu pengamatan berulang terhadap aktivitas tenaga kerja untuk mengklasifikasikan waktu kerja menjadi waktu efektif, kontribusi, dan tidak efektif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata LUR sebesar 66,42%, yang berada di atas standar teoritis 40%–60%, sehingga menunjukkan bahwa pemanfaatan waktu kerja tergolong efisien. Sementara itu, produktivitas tenaga kerja rata-rata sebesar 5,43 m²/jam, dengan nilai tertinggi 5,89 m²/jam dan terendah 5,14 m²/jam. Variasi produktivitas dipengaruhi oleh faktor teknis dan non-teknis, seperti tingkat kesulitan pekerjaan, penggunaan alat bantu, serta kondisi tenaga kerja. Secara keseluruhan, kinerja tenaga kerja tergolong baik, namun masih terdapat potensi peningkatan melalui pengelolaan waktu kerja yang lebih optimal. Penelitian ini memberikan implikasi praktis sebagai bahan evaluasi bagi manajemen proyek dalam meningkatkan efisiensi tenaga kerja serta menjadi referensi bagi penelitian lanjutan di bidang produktivitas konstruksi.
Analisis Kausal Multilevel dan Cost-Effectiveness (ICER) dalam Pertanggungjawaban Hukum Kecelakaan Akibat Jalan Berlubang pada Musim Hujan Dede Amirudin; Dwi Septianto; Fahri Kurniawan; Wisnu Wardana Kusuma
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.17720

Abstract

Jalan berlubang pada musim hujan merupakan hazard keselamatan yang signifikan karena meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas sekaligus menimbulkan persoalan pertanggungjawaban hukum penyelenggara jalan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pertanggungjawaban hukum berbasis kerangka kausalitas (duty–breach–causation–damage) serta mengevaluasi efektivitas biaya intervensi keselamatan menggunakan pendekatan Incremental Cost-Effectiveness Ratio (ICER). Metode yang digunakan adalah mixed-methods dengan desain sekuensial terintegrasi, meliputi pemodelan multilevel (kejadian–segmen–wilayah/musim), Difference-in-Differences (DiD), dan analisis yuridis empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kecelakaan bersifat multikausal akibat interaksi faktor infrastruktur, perilaku pengemudi, dan lingkungan. Model multilevel mengidentifikasi bahwa segmen jalan berisiko tinggi dipengaruhi oleh kombinasi potholes dan curah hujan, sementara faktor perilaku memperkuat tingkat keparahan kecelakaan. Analisis cost-effectiveness menunjukkan bahwa intervensi terpadu (respons cepat, perbaikan infrastruktur, dan penegakan hukum) merupakan pilihan paling efisien, terutama dalam skenario sensitivitas musim hujan. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa pertanggungjawaban hukum perlu didistribusikan secara proporsional berdasarkan kontribusi kausal masing-masing pihak. Rekomendasi kebijakan meliputi penguatan respons cepat, peningkatan infrastruktur berbasis risiko, serta penegakan hukum adaptif. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa integrasi analisis kausal multilevel, evaluasi ICER, dan pendekatan hukum dapat memperkuat kebijakan keselamatan jalan berbasis bukti dan meningkatkan akuntabilitas pengelolaan infrastruktur publik.