cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING, BUILDING AND TRANSPORTATION
Published by Universitas Medan Area
ISSN : 25496379     EISSN : 25496387     DOI : -
Core Subject : Engineering,
Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan berkala setiap 6 bulan, yaitu Maret dan September. Jurnal JCEBT Program Studi Teknik Sipil diterbitkan untuk pertama kalinya pada tahun 2017 dengan membawa misi sebagai salah satu pelopor dalam penerbitan media informasi perkembangan ilmu Teknik Sipil di Indonesia. Sebagai media nasional, Jurnal JCEBT diharapkan mampu mengakomodir kebutuhan akan sebuah media untuk menyebarluaskan informasi dan perkembangan terbaru bagi para peneliti dan praktisi Teknik Sipil di Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 302 Documents
Evaluasi Proyeksi Permintaan Mass Rapid Transit (MRT) Fase IV Koridor Fatmawati–TMII Berbasis Analisis Multi-Skenario Edi Kadarsa; Ratna Dewi; Arie Putra Usman
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17901

Abstract

Pengembangan Mass Rapid Transit (MRT) Fase IV koridor Fatmawati–Taman Mini Indonesia Indah (TMII) merupakan bagian dari upaya penguatan sistem transportasi massal terintegrasi di wilayah selatan–timur Jakarta yang terus mengalami peningkatan mobilitas akibat pertumbuhan kawasan perkotaan dan aktivitas regional. Namun, perbedaan hasil proyeksi pada berbagai studi terdahulu menunjukkan adanya ketidakpastian dalam peramalan permintaan transportasi, terutama terkait asumsi pertumbuhan pergerakan, integrasi jaringan, dan proses kalibrasi model. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi proyeksi permintaan transportasi pada koridor MRT Fatmawati–TMII melalui analisis komparatif beberapa studi pemodelan transportasi. Penelitian menggunakan pendekatan evaluatif dan komparatif dengan memanfaatkan data survei primer, basis data transportasi sekunder, serta telaah hasil studi sebelumnya. Analisis difokuskan pada indikator jumlah penumpang harian (daily ridership) dan Peak Passenger per Hour per Direction (PPHPD) untuk menilai kebutuhan kapasitas sistem dan konsistensi proyeksi permintaan. Hasil penelitian menunjukkan adanya variasi estimasi yang signifikan antar-skenario. Model konsorsium memperkirakan jumlah penumpang sebesar 97.340 penumpang per hari pada tahun 2030 dan 158.350 penumpang per hari pada tahun 2050, sedangkan hasil analisis konsultan menunjukkan nilai yang lebih tinggi, yaitu 190.075 dan 264.278 penumpang per hari. Studi RIPP DKI Jakarta merepresentasikan skenario paling optimistis dengan nilai PPHPD mencapai 24.000 penumpang per jam per arah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perencanaan MRT memerlukan pendekatan evaluasi multi-skenario untuk meningkatkan keandalan proyeksi permintaan.
Penyesuaian Tarif Tol Berdasarkan Kelayakan Finansial Operator dan Kemampuan Membayar Pengguna Anasta Wirawan; Caesario Boing; Achmad Andhika Kharisma
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 1 (2025): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penentuan tarif jalan tol merupakan aspek penting dalam menjaga keseimbangan antara keberlanjutan investasi infrastruktur dan keterjangkauan masyarakat sebagai pengguna jalan. Jalan Tol Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat memiliki peran strategis sebagai penghubung kawasan industri, Pelabuhan Kuala Tanjung, dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Danau Toba, sehingga diperlukan formulasi tarif yang mampu mendukung kelayakan finansial operator tanpa mengurangi minat pengguna. Penelitian ini bertujuan menganalisis Ability to Pay (ATP), Willingness to Pay (WTP), dan Besar Keuntungan Biaya Operasi Kendaraan (BKBOK) sebagai dasar rekomendasi penyesuaian tarif jalan tol. Penelitian menggunakan pendekatan mixed method melalui kombinasi analisis data makroekonomi dan survei lapangan menggunakan metode Roadside Interview (RSI) dengan teknik Stated Preference. Sebanyak 3.357 responden dilibatkan dalam penelitian ini. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai ATP pengguna Golongan I sebesar Rp1.700/km, sedangkan nilai WTP sebesar Rp1.196/km. Nilai BKBOK pada batas regulasi 70% mencapai Rp1.983/km. Analisis menunjukkan bahwa kondisi pengguna termasuk kategori choice riders, yaitu kemampuan membayar lebih tinggi dibandingkan kemauan membayar. Titik keseimbangan tarif optimal untuk Golongan I berada pada Rp1.255/km dengan probabilitas penggunaan jalan tol sebesar 83%. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi analisis ATP, WTP, dan BKBOK dapat menghasilkan formulasi tarif yang lebih adaptif dan berkelanjutan. Rekomendasi penelitian adalah penerapan tarif awal yang mendekati titik keseimbangan ATP-WTP serta peningkatan kualitas pelayanan jalan tol untuk meningkatkan minat pengguna. Implikasi penelitian ini dapat menjadi dasar pengambilan kebijakan tarif jalan tol berbasis kondisi sosial-ekonomi masyarakat dan manfaat ekonomi pengguna.
Analisis Implementasi Metode Pelaksanaan Pekerjaan Struktur Rangka Baja pada Proyek Rehabilitasi Fasilitas Sanitasi di Kota Padang Putria Rahmadani; Eka Juliafad
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17930

Abstract

Pembangunan infrastruktur sanitasi memiliki peran penting dalam mendukung kualitas lingkungan dan kesehatan masyarakat. Salah satu infrastruktur sanitasi yang memerlukan pengelolaan optimal adalah fasilitas pengolahan lumpur tinja. Pada Project XYZ di Kota Padang digunakan struktur rangka baja pada beberapa elemen bangunan sehingga diperlukan metode pelaksanaan yang efektif agar pekerjaan dapat berjalan sesuai target waktu, penggunaan sumber daya, dan mutu pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tahapan metode pelaksanaan pekerjaan struktur rangka baja, menganalisis implementasi pelaksanaan di lapangan, serta mengevaluasi efektivitas pelaksanaan ditinjau dari aspek waktu, penggunaan sumber daya, dan mutu pekerjaan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif komparatif dengan pengumpulan data melalui observasi lapangan, wawancara, dan dokumentasi proyek. Data yang dianalisis meliputi jadwal pelaksanaan pekerjaan, penggunaan material, tenaga kerja, peralatan, dan kondisi aktual pelaksanaan di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan pekerjaan struktur rangka baja terdiri atas tahap persiapan, pengiriman material, fabrikasi, erection, dan penyambungan struktur. Dari aspek waktu terjadi keterlambatan pelaksanaan akibat kendala pengadaan material, keterbatasan tenaga kerja khusus, dan kondisi cuaca sehingga diperlukan penyesuaian jadwal pelaksanaan pekerjaan. Dari aspek penggunaan material, pelaksanaan pekerjaan dinilai cukup efisien karena penggunaan material telah sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan yang direncanakan. Namun, pada aspek penggunaan tenaga kerja dan peralatan masih ditemukan idle time yang menyebabkan efektivitas pekerjaan belum optimal. Sementara itu, dari aspek mutu, hasil pekerjaan struktur baja secara umum telah memenuhi spesifikasi teknis yang ditetapkan. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan koordinasi pengadaan material, pengendalian jadwal pekerjaan, dan optimalisasi penggunaan tenaga kerja serta peralatan agar pelaksanaan pekerjaan struktur baja pada proyek sejenis dapat berjalan lebih efektif dan efisien.
Evaluasi Perencanaan Mitigasi Risiko Operasional Berbasis Data Geoteknik pada Pembangunan Villa di Area Lereng Project XYZ Hafizul Adib Zulyan; Nevy Sandra
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 1 (2025): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i1.17954

Abstract

Pembangunan konstruksi pada area lereng memiliki tingkat kompleksitas dan risiko operasional yang lebih tinggi dibandingkan pembangunan pada lahan datar, terutama terkait kestabilan tanah, longsor, settlement, akses material, dan keselamatan kerja. Kondisi tersebut menyebabkan diperlukan analisis geoteknik dan strategi mitigasi risiko yang terintegrasi agar pelaksanaan proyek dapat berjalan secara aman dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi risiko operasional pada pembangunan villa di area lereng, menganalisis keterkaitan hasil penyelidikan tanah terhadap potensi risiko konstruksi, serta merumuskan strategi mitigasi risiko operasional yang sesuai berdasarkan kondisi aktual lapangan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi dokumen proyek dan observasi langsung lapangan. Data yang dianalisis meliputi hasil Cone Penetration Test (CPT), boring log, dokumen perencanaan proyek, serta kondisi operasional konstruksi pada Project XYZ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi tanah didominasi oleh clayey silt dengan konsistensi very soft to soft hingga kedalaman ±16–19 m dan nilai N-SPT 1–4 pukulan/30 cm yang mengindikasikan daya dukung tanah rendah serta potensi settlement dan longsor. Risiko dominan yang teridentifikasi adalah longsor lereng dengan kategori high–extreme. Strategi mitigasi dilakukan melalui penggunaan pondasi tiang pancang, retaining wall, bronjong, sistem drainase, pengaturan mobilisasi alat berat, dan monitoring lapangan secara berkala. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan mitigasi mampu menurunkan tingkat risiko operasional proyek. Penelitian ini memberikan implikasi bahwa data geoteknik memiliki peranan penting dalam pengambilan keputusan teknis dan pengendalian risiko pada pembangunan konstruksi di area lereng.
Dampak Pembangunan Jalan Trans Wamena–Jayapura terhadap Ekonomi Lokal dan Akses Layanan Publik Helmud Helakombo; Arung Lamba; Agustina Ivonne Poli; Dewi Ana Rusim
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 1 (2025): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i1.17974

Abstract

Pembangunan infrastruktur jalan memiliki peran strategis dalam meningkatkan konektivitas wilayah, menurunkan biaya logistik, serta mendorong pertumbuhan sosial ekonomi yang inklusif di daerah pegunungan. Di Papua Pegunungan, ruas Jalan Trans Wamena–Jayapura menjadi koridor transportasi darat utama yang menghubungkan kawasan produksi, pusat perdagangan, fasilitas pendidikan, dan layanan kesehatan. Namun, kondisi jalan yang belum merata masih menimbulkan ketimpangan aksesibilitas dan menghambat pembangunan wilayah. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk (1) menganalisis pengaruh pembangunan Jalan Trans Wamena–Jayapura terhadap pertumbuhan ekonomi lokal, (2) mengkaji dampaknya terhadap akses pasar masyarakat, serta (3) mengevaluasi pengaruhnya terhadap akses pendidikan dan kesehatan di Kota Wamena, Provinsi Papua Pegunungan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif yang didukung observasi lapangan dan wawancara. Data diperoleh melalui kuesioner terhadap 120 responden yang terdiri atas masyarakat umum, sopir, pedagang, tenaga pendidikan, dan tenaga kesehatan dengan teknik proportional random sampling. Analisis data dilakukan melalui uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, dan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembangunan jalan berpengaruh signifikan terhadap seluruh variabel penelitian. Pengaruh terbesar terjadi pada akses pasar dengan nilai R² sebesar 0,677, diikuti pertumbuhan ekonomi lokal sebesar 0,427 dan akses pendidikan serta kesehatan sebesar 0,382. Perbaikan kondisi jalan terbukti menurunkan biaya transportasi, meningkatkan aktivitas perdagangan, mempercepat mobilitas masyarakat, dan mempermudah akses terhadap layanan publik. Penelitian menyimpulkan bahwa pembangunan jalan tidak hanya berfungsi sebagai sarana transportasi, tetapi juga sebagai instrumen transformasi sosial ekonomi wilayah. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas dan pemerataan infrastruktur jalan secara berkelanjutan guna mendukung integrasi wilayah dan pembangunan yang inklusif di Papua Pegunungan.
Analisis Defect Sounding dan Strategi Mitigasi Perbaikan Lantai Homogeneous Tile (HT) pada Tahap Finishing Project XYZ Rima Novira; M. Giatman
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.17979

Abstract

Pekerjaan finishing lantai pada bangunan bertingkat memiliki peranan penting dalam menentukan kualitas fungsional, estetika, dan keamanan bangunan, khususnya pada area dengan intensitas lalu lintas tinggi. Salah satu permasalahan yang sering ditemukan pada pemasangan Homogeneous Tile (HT) adalah fenomena sounding atau lantai kopong akibat kegagalan daya rekat antara ubin, mortar perekat, dan substrat lantai. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor penyebab terjadinya defect sounding pada pekerjaan pemasangan HT di Project XYZ, mengevaluasi pengaruh metode pelaksanaan terhadap munculnya cacat mutu, serta merumuskan strategi perbaikan dan pengendalian mutu yang efektif. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif-kualitatif dengan metode studi kasus. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi lapangan, hammer test, wawancara teknis, dokumentasi visual, serta studi dokumen proyek dan standar teknis. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan Root Cause Analysis (RCA) untuk mengidentifikasi akar penyebab kerusakan dan mengevaluasi efektivitas metode mitigasi yang diterapkan. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 3.063 titik sounding yang dominan disebabkan oleh pembebanan dini (early loading), penggunaan metode single spreading, distribusi perekat yang tidak merata, serta lemahnya pengendalian curing area. Strategi mitigasi menggunakan metode injeksi semen cair hasil filtrasi terbukti efektif mengembalikan integritas lantai tanpa pembongkaran material HT. Metode ini memberikan efisiensi waktu, biaya, dan tenaga kerja dibandingkan metode bongkar pasang konvensional. Penelitian ini merekomendasikan penerapan metode double spreading, sistem hold point, sterilisasi area curing, serta penguatan quality control berbasis punch list untuk meningkatkan kualitas pekerjaan finishing lantai pada proyek konstruksi gedung bertingkat.
Analisis Potensi, Optimasi, dan Kelayakan Rainwater Harvesting pada Fasilitas Pendidikan SDN 007 Bangkinang Arfi Desrimon; Hanantatur Adeswastoto
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 1 (2025): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i1.17983

Abstract

Ketersediaan air bersih pada fasilitas pendidikan dasar menjadi permasalahan penting, terutama di wilayah tropis yang mengalami ketidakstabilan distribusi curah hujan antara musim hujan dan musim kemarau. SDN 007 Bangkinang, Kabupaten Kampar, masih bergantung pada pasokan air PDAM dan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan sanitasi sekolah sehingga rentan terhadap gangguan pasokan air. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi pemanenan air hujan berdasarkan data hidrologi dan spasial, menentukan kapasitas tangki optimum melalui simulasi keseimbangan air, merancang sistem teknis Rainwater Harvesting (RWH), serta mengevaluasi kelayakan ekonominya. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan data curah hujan periode 2014–2023 dari BMKG, interpretasi citra Google Earth Pro untuk analisis area tangkapan atap, serta simulasi water balance bulanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa wilayah Bangkinang memiliki curah hujan rata-rata tahunan sebesar 2.185 mm dengan luas area tangkapan efektif sebesar 650 m². Potensi pemanenan air hujan mencapai 1.521.000 liter per tahun atau jauh melebihi kebutuhan sanitasi sekolah sebesar 336.000 liter per tahun. Simulasi menunjukkan bahwa kapasitas tangki 10 m³ mampu memberikan reliabilitas sistem sebesar 100% sepanjang tahun. Sistem yang dirancang terdiri atas talang PVC, first flush diverter, filter sedimentasi, dan tangki polietilena 10.000 liter. Analisis ekonomi menunjukkan sistem layak diterapkan dengan nilai Benefit-Cost Ratio (BCR) sebesar 1,47–1,70 dan payback period sekitar 6,8 tahun. Penelitian ini merekomendasikan penerapan sistem RWH pada fasilitas pendidikan dasar sebagai alternatif penyediaan air sanitasi berkelanjutan sekaligus media edukasi konservasi air. Implikasi penelitian menunjukkan bahwa integrasi analisis hidrologi dan spasial dapat mendukung perencanaan infrastruktur air yang lebih adaptif pada wilayah tropis.
Analisis Perbandingan Durasi Pelaksanaan Proyek Sebelum dan Sesudah Penerapan Metode Fast Track pada Pembangunan Jembatan Agus Alisa Putra; Hanantatur Adeswastoto; Beny Setiawan; Putri Amanda
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.18003

Abstract

Keterlambatan pelaksanaan proyek konstruksi masih menjadi salah satu permasalahan utama dalam pembangunan infrastruktur, khususnya pada proyek konstruksi jembatan yang memiliki hubungan ketergantungan antaraktivitas pekerjaan yang cukup kompleks. Keterlambatan pada pekerjaan yang berada pada lintasan kritis dapat memengaruhi keseluruhan waktu penyelesaian proyek dan berpotensi menimbulkan tambahan biaya pelaksanaan. Salah satu metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan efisiensi waktu pelaksanaan proyek adalah metode fast track, yaitu metode percepatan proyek melalui penerapan aktivitas pekerjaan secara tumpang tindih (overlapping) tanpa mengubah ruang lingkup pekerjaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan durasi pelaksanaan proyek sebelum dan sesudah penerapan metode fast track pada proyek pembangunan jembatan. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif berdasarkan data sekunder berupa jadwal proyek, laporan kemajuan pekerjaan, dan dokumen pendukung proyek lainnya. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi lintasan kritis proyek, kemudian melakukan penyesuaian hubungan antaraktivitas pekerjaan melalui sistem overlapping pada aktivitas kritis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa durasi proyek yang semula direncanakan selama 198 hari kalender dapat dipercepat menjadi 168 hari kalender setelah penerapan metode fast track. Dengan demikian, diperoleh efisiensi waktu sebesar 30 hari atau sekitar 15,15% dari durasi awal proyek. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode fast track dapat menjadi alternatif percepatan waktu pada proyek konstruksi jembatan apabila didukung oleh koordinasi, pengawasan, dan pengendalian jadwal yang baik. Penelitian selanjutnya disarankan untuk menganalisis pengaruh penerapan fast track terhadap biaya dan mutu pekerjaan konstruksi.
Efektivitas dan Efisiensi Metode Patching Cold Mix dan Hot Mix pada Perkerasan Lentur Jalan Tol Subang–Cikedung Dicky Dwi Anggoro; Ferry Rusgiyarto
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 9 No. 2 (2025): JCEBT SEPTEMBER
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v9i2.18037

Abstract

Perkerasan lentur pada jalan tol memiliki peran penting dalam mendukung mobilitas dan distribusi logistik nasional, terutama pada ruas dengan volume lalu lintas tinggi. Ruas Subang–Cikedung pada Jalan Tol Cikopo–Palimanan mengalami beban lalu lintas berat yang mempercepat kerusakan perkerasan sehingga memerlukan pemeliharaan rutin melalui metode patching. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan efektivitas serta efisiensi metode patching cold mix dan hot mix berdasarkan data pemeliharaan tahun 2024. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif–komparatif dengan metode studi kasus. Data sekunder meliputi catatan kerusakan perkerasan, volume pekerjaan, frekuensi kerusakan berulang, durasi perbaikan efektif, waktu respons Service Level Agreement (SLA), dan biaya pemeliharaan. Analisis dilakukan menggunakan indikator teknis dan ekonomis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode hot mix lebih efektif dengan frekuensi kerusakan berulang lebih rendah serta durasi efektif rata-rata sekitar 21 hari, dibandingkan cold mix yang hanya 2–3 hari. Meskipun cold mix unggul pada respon awal (59,68% hari ke-0), hot mix menunjukkan kinerja lebih stabil dan berkelanjutan. Dari sisi biaya, hot mix lebih efisien dengan tingkat efisiensi 92,97% serta mampu menurunkan biaya pemeliharaan jangka panjang. Disimpulkan bahwa hot mix merupakan metode paling optimal untuk pemeliharaan rutin karena keseimbangan antara kinerja teknis dan efisiensi biaya. Cold mix direkomendasikan hanya untuk perbaikan darurat, sedangkan hot mix diprioritaskan untuk strategi pemeliharaan jangka panjang. Implikasi penelitian ini menunjukkan perlunya optimalisasi strategi pemeliharaan berbasis efektivitas dan efisiensi dalam pengelolaan jalan tol.
Studi Eksperimental Karakteristik Mekanik Mortar Serat dengan menggunakan High Volume Fly Ash, Superplasticizer, Serat PVA Martyana Dwi Cahyati; Hakas Prayuda; Fanny Monika
JOURNAL OF CIVIL ENGINEERING BUILDING AND TRANSPORTATION Vol. 10 No. 1 (2026): JCEBT MARET
Publisher : Universitas Medan Area

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31289/jcebt.v10i1.18053

Abstract

Material perbaikan struktur memerlukan performa mekanik dan durabilitas yang tinggi, namun penggunaan semen dalam jumlah besar pada mortar berkontribusi terhadap peningkatan emisi karbon dan pencemaran lingkungan. Penelitian ini bertujuan menganalisis karakteristik mekanik mortar berserat yang menggunakan High Volume Fly Ash (HVFA), superplasticizer, dan serat Polyvinyl Alcohol (PVA) sebagai material ramah lingkungan. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen melalui variasi kadar fly ash, rasio air terhadap binder, dosis superplasticizer, dan persentase serat PVA. Pengujian meliputi karakteristik mortar segar, kuat tekan, dan kuat tarik mortar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan fly ash dalam jumlah tinggi menyebabkan penurunan kuat tekan awal akibat reaksi pozzolanik yang lebih lambat dibandingkan semen Portland. Namun demikian, penggunaan fly ash sebesar dua kali berat semen masih mampu menghasilkan kuat tekan di atas 20 MPa. Rasio air terhadap binder optimum diperoleh pada nilai 0,23, sedangkan dosis superplasticizer optimum sebesar 2% dari berat binder. Penggunaan superplasticizer berlebih menyebabkan bleeding dan menurunkan kuat tekan mortar. Peningkatan kadar serat PVA mampu meningkatkan kuat tarik dan ketahanan retak melalui mekanisme crack bridging, meskipun kuat tekan cenderung menurun akibat berkurangnya workability dan meningkatnya porositas. Secara keseluruhan, kombinasi HVFA, superplasticizer, dan serat PVA berpotensi menghasilkan mortar berkelanjutan dengan performa mekanik yang memadai.