cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Pengaruh Brief Counseling Apoteker terhadap Kepatuhan Pengobatan dan Perbaikan Tekanan Darah Pasien Hemodialisa Yasin, Nanang Munif; Filliana, Ulfa; Kristina, Susi Ari
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.92562

Abstract

Intervensi hemodialisa memunculkan berbagai komplikasi, paling banyak yaitu hipertensi yang dapat meningkatkan resiko rawat inap dan kematian lebih cepat. Polifarmasi, ketidakpatuhan minum obat, dan kurangnya pemahaman pasien menjadi faktor penyebab target tekanan darah sulit tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh brief counseling apoteker terhadap kepatuhan pengobatan dan perbaikan tekanan darah pasien hemodialisa. Rancangan penelitian quasi-experimental dengan desain pretest-posttest with control group. Intervensi brief counseling dilakukan 1x seminggu selama 1 bulan menggunakan teknik 5A dan alat bantu leaflet pada pasien hemodialisa dengan kriteria inklusi eksklusi selama bulan September-Oktober 2023. Data dianalisis statistik menggunakan uji Paired sample t-test dan Wilcoxon test untuk melihat perbedaan masing-masing kelompok, uji Independent sample t-test dan Mann Whitney test untuk melihat perbedaan antar kelompok setelah intervensi. Sebanyak 57 responden terdiri dari 29 kelompok kontrol dan 28 kelompok intervensi, menunjukkan bahwa kelompok intervensi terdapat peningkatan kepatuhan dengan selisih skor pretest posttest Δ2,71±1,822 dibandingkan kelompok kontrol Δ-0,44±1,152 (p<0,001), perbaikan tekanan darah yaitu penurunan sistolik dengan selisih skor pretest posttest Δ-12,07±8,969 dibandingkan kelompok kontrol Δ-2,55±4,695 (p<0,001) dan diastolik dengan selisih skor pretest posttest Δ-5,03±5,439 dibandingkan kelompok kontrol Δ-0,86±4,420 (p=0,004). Intervensi brief counseling apoteker disimpulkan dapat memperbaiki kepatuhan dan tekanan darah pasien hemodialisa.
Analisis Penangkapan Radikal Bebas Jamu Rosella dan Fenolik Totalnya Nurhaeni, Farisya; Purwanto, Purwanto; Irianto, Iramie Duma Kencana; Fiqoh, Latifah Nisa; Ardiyanti, Febriana
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.92578

Abstract

Dengan semakin berkembangnya tingkat aktivitas manusia, semakin tinggi pula prevalensi penyakit-penyakit yang diakibatkan oleh radikal bebas, yang salah satunya disebabkan oleh pola hidup dan polusi yang ada. Untuk menanggulangi radikal bebas tersebut diperlukan antioksidan, yang mana salah satu sumber utamanya adalah dari tanaman herbal. Guna meningkatkan pemanfaatan herbal tersebut, pembuatan sediaan seperti jamu adalah diperlukan karena sediaan ini yang banyak diminati masyarakat. Dalam penelitian ini, herbal seperti bunga rosella, rimpang kunyit, rimpang jahe, sereh, dan jeruk nipis dipilih sebagai bahan jamu godhog yang kaya akan antioksidan. Dalam hal sebagai sediaan jamu, produk ini terbukti cukup aktif dapat menangkap radikal bebas dengan reagen DPPH. Kandungan fenolik dan flavonoid dalam sediaan jamu tersebut adalah komponen utama yang bertanggung jawab terhadap aktivitas penangkapan radikal bebasnya.
Efektivitas Penggunaan Ozon Untuk Dekontaminasi Mikroba Pada Simplisia Herba Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) di Pasar Bringharjo Dengan Pengujian Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang Khamir (AKK) cempaka, agnesia; Bayumurti, Yosi; Purwantini, Indah
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.92732

Abstract

Indonesia secara geografis terletak pada daerah tropis yang memiliki kelembaban relatif tinggi. Kelembaban yang tinggi dapat meningkatkan risiko kontaminasi mikroba. Mikroba tumbuh subur pada lingkungan yang memiliki kadar air tinggi. Produk simplisia merupakan salah satu produk yang dapat terkontaminasi pada kondisi tersebut. Simplisia sebagai bahan baku obat tradisional/obat herbal biasanya disimpan dalam waktu yang cukup lama sebelum digunakan pada proses pembuatan obat. Sambiloto (Andrographis paniculata (Burm.f.) Nees) merupakan tanaman yang sering digunakan untuk bahan baku obat herbal.Dekontaminasi menggunakan ozon merupakan metode untuk menghilangkan kontaminan mikroba. Dalam penelitian ini dilakukan perlakuan ozon pada 50 g sampel herba sambiloto dilakukan dengan kekuatan 10 g/h dengan interval 0; 30; 60; 90 dan 120 menit. Efektivitas ozon diukur dengan melakukan uji Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang Khamir (AKK) pada sampel yang diberikan perlakuan dan tanpa perlakuan (kontrol).Dekontaminasi mikroba menggunakan ozon 30; 60; 90; dan 120 menit pada simplisia herba sambiloto dapat menurunkan persentase nilai ALT berturut-turut sebesar 88%; 99%; 99,6% dan 100%, sedangkan untuk persentase penurunan nilai AKK berturut-turut adalah 33%; 67%; 100% dan 100%.
Bauran Pemasaran Obat Over The Counter Untuk Meningkatkan Efektivitas Strategi Penjualan di Perusahaan: Literatur Interview Silvia, Desy; Satibi, Satibi; Syahlani, Suci Paramita
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.93219

Abstract

Industri Farmasi merupakan perusahaan yang memiliki peluang tumbuh besar dalam mengembangkan obat dan mengalami persaingan yang kompetitif antar perusahaan. Persaingan obat OTC berangekaragam yang dihadapi setiap perusahaan. Sehingga, perusahaan dapat menggunakan bauran pemasaran dengan elemen 4P (produk, tempat, harga dan promosi) yang dapat meningkatkan efektivitas penjualan. Artikel ini bertujuan untuk melakukan tinjauan terhadap strategi bauran pemasaran untuk meningkatkan efektivitas penjualan obat OTC di perusahaan farmasi di berbagai daerah yang diteliti sejak tahun 2018-2022. Pencarian artikel yang dilakukan menggunakan database Garuda dan Google Scholar dengan kata kunci “bauran pemasaran obat OTC” dan “efektivitas penjualan” dengan pendekatan kualitatif. Didapatkan delapan artikel yang memenuhi kriteria inklusi. Delapan artikel yang direview, meliputi penelitian di berbagai daerah seperti Cikarang, Bandung, Semarang dan Jakarta. Strategi bauran pemasaran yang paling efektif untuk meningkatkan penjualan yaitu menggunakan strategi promosi. Aktivitas promosi yang dilakukan perusahaan yaitu mulai dari pengiklanan melalui sosial media dan browsur atau pamflet, serta pemberian potongan harga. Strategi promosi yang dilakukan perusahaan memberikan pengaruh paling besar untuk meningkatkan efektivitas obat OTC karena strategi tersebut menjadi peluang dan mempermudah pelanggan untuk mengetahui obat yang dijual oleh perusahaan
POTENSI SUMBER DAYA ALAM INDONESIA SEBAGAI BAHAN BAKU ALTERNATIF PEMBUATAN CARBOXYMETHYLCELLULOSE – Natrium (CMC-Na) : review Nugraheni, Heka Mareta; Zai, Khadijah; Santosa, Djoko
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.93539

Abstract

Carboxymethylcellulose – Natrium (CMC-Na) merupakan salah satu senyawa turunan dari selulosa yang memiliki berbagai kegunaan baik pada bidang farmasi, tekstile, konstruksi dan makanan. CMC-Na dapat diperoleh dari bahan alam yang mengandung selulosa seperti batang tumbuhan, kayu, daun, kulit buah, tangkai maupun serabut. Berdasarkan banyaknya kegunaan dan berlimpahnya bahan alam sebagai bahan utama pembuatan CMC-Na menjadikan banyaknya penelitian terkait sintesis CMC-Na. Review artikel ini bertujuan untuk membahas potensi bahan alam sebagai bahan baku dalam pembuatan CMC-Na. Pencarian arikel dilakukan secara online melalui Google Scholar dengan katakunci tertentu untuk mendapatkan informasi terbaru yang dipubikasi pada tahun 2013 sampai tahun 2022. Proses sintesis CMC-Na melalui beberapa tahapan, yaitu delignifikasi, bleaching, alkalisasi dan karboksimetilasi. Disisi lain, terdapat beberapa faktor yang perlu dilakukannya penelitian lebih lanjut, seperti proses ekstraksi selulosa, konsentrasi NaOH dan Natrium Monokloroasetat yang dgunakan, serta waktu dan suhu. Faktor-faktor tersebut berperan penting dalam mempengaruhi kualitas CMC-Na yang dihasilkan, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk memastikan bahwa bahan alam yang tersedia melimpah di Indonesia dapat menghasilkan produk CMC-Na dengan kualitas yang baik.
Perbandingan Disolusi Dispersi Padat Valsartan Dalam Bentuk Tablet dan Kapsul cahyani, sulastari; Laksitorini, Marlyn Dian; Sulaiman, Teuku Nanda
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.94205

Abstract

ABSTRAK Valsartan adalah zat aktif yang sukar larut air yang mana kelarutannya bergantung pada pH saluran cerna. Dispersi padat merupakan salah satu metode yang efektif untuk meningkatkan kelarutan dan disolusi zat aktif sukar larut. Penelitian sebelumnya telah didapatkan dispersi padat valsartan dengan pembawa PVP VA, poloxamer 188 dan poloxamer 407 yang memiliki kelarutan jenuh dan disolusi intrinsik yang baik. Kendati demikian pelepasan dispersi padat valsartan dalam bentuk sediaan khususnya tablet dan kapsul belum diketahui, sebagaimana diketahui bahwa pembawa yang digunakan dan bentuk sediaan obat mempengaruhi profil disolusi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan disolusi dispersi padat valsartan dalam bentuk sediaan  tablet dan kapsul pada pH 1,2 dan 4,5. Karakteristik fisik tablet dispersi padat dispersi padat valsartan meliputi kekerasan, kerapuhan dan waktu hancur. Adanya PVP VA, poloxamer 188 dan poloxamer 407 pada sistem dispersi padat menghasilkan tablet yang memiliki pelepasan obat diperlama dan menghasilkan daya apung setelah diformulasi menjadi tablet. Kapsul dispersi padat valsartan memiliki profil disolusi yang lebih baik dibandingkan tablet dispersi padat valsartan pada pH 1,2 maupun pH 4,5.  Nilai Q60 kapsul dispersi padat valsartan pada pH 1,2 dan 4,5 berturut-turut 2,73% dan 103,28% sedangkan nilai Q60 tablet dispersi padat valsartan berturut-turut 2,89% dan 36,75%.Kata Kunci : dispersi padat, valsartan, tablet, kapsul
Formulasi dan Uji Stabilitas Fisik Sediaan Krim Tabir Surya Pentagamavunon-5 Serta Uji Aktivitasnya Secara In Vitro Zulkarnain, Abdul Karim; Syach, Muhammad Ferdian; Ritmaleni, Ritmaleni
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.95459

Abstract

 Pentagamavunon-5 (PGV-5) adalah salah satu senyawa analog kurkumin yang memiliki aktivitas antioksidan yang tinggi yang dapat berpotensi dimanfatkan sebagai bahan aktif tabir surya. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasikan asam stearat dan parafin cair untuk mendapatkan sediaan tabir surya yang memiliki sifat fisik yang baik serta menghasilkan efek proteksi dari PGV-5 sebagai bahan aktif dengan maksimal. Metode optimasi formula dilakukan dengan mengubah konsentrasi dari asam stearat dan parafin cair. Optimasi dilakukan dengan menggunakan metode Simplex Lattice Design pada Design Expert versi 13 yang dilanjutkan dengan verifikasi formula optimum dan uji sifat fisik serta stabilitas sediaan krim. Data yang diperoleh dilakukan analisis dengan One-Sample t-Test dengan taraf kepercayaan 95% dan IBM SPSS Statistic 26 untuk mengevaluasi stabilitas fisik sediaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sediaan krim dengan PGV-5 sebesar 0,25% dihasilkan nilai SPF sebesar  40,25; sedangkan SPF basis krim sebesar 6,93. Hasil uji stabilitas fisik sediaan yang disimpan pada suhu ekstrim pada  siklus 0, 1, 2, dan 3 tidak terdapat perbedaan yang signifikan dengan nilai signifikansi > 0.05. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sediaan memiliki SPF 40,25 dan stabil selama penyimpanan pada suhu ekstrim. Nilai %Te krim PGV-5 24%, sedangkan nilai %Tp adalah 12,69% termasuk dalam kategori sebagai sunblock 
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Kepatuhan Pasien Hipertensi di Apotek di Yogyakarta Supadmi, Woro; Sary, Mega Indah; Gailea, Astrimulyana; Monica, Lia; Saputri, Ginanjar Zukhruf; Hastuti, Dwi
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.95659

Abstract

Jumlah penderita hipertensi tahun 2021 di Daerah Istimewa Yogyakarta mencapai 251.100 kasus. Jumlah pasien yang sudah mendapat pelayanan kesehatan 129.420 kasus (51,5%). Pengetahuan tentang obat hipertensi dapat berpengaruh terhadap kepatuhan penggunaan obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dengan kepatuhan pada pasien hipertensi di Apotek di Yogyakarta. Rancangan penelitian ini adalah cross-sectional dengan pengambilan data secara prospektif pada Maret-April 2023. Jumlah sampel di tentukan dengan rumus Lameshow. Sampel diambil dengan menggunakan teknik non-probability sampling dengan metode purposive sampling sesuai kriteria inklusi. Pengumpulan data meliputi karakteristik pasien, data penggunaan obat, pengetahuan menggunakan kuesioner dan kepatuhan kuesioner MARS. Data dianalisis secara univariat dan biavariat untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan dan kepatuhan. Hasil penelitian yang dilakukan dengan 200 pasien didapatkan hasil tingkat pengetahuan tinggi 68,0% dan kepatuhan patuh 80,0%. Hasil uji menggunakan uji chi-square dan kolerasi Spearman diperoleh p-value<0,05, koefisien kolerasi 1,000. Hal ini menunjukkan bahwa adanya hubungan sangat kuat antara tingkat pengetahuan dan kepatuhan pasien hipertensi di Apotek di Yogyakarta. Terdapat hubungan sangat kuat antara tingkat pengetahuan dengan kepatuhan terapi pada pasien hipertensi di Apotek di Yogyakarta.
Metode Hanlon Sebagai Cara Menentukan Prioritas Masalah Perencanaan dan Pengadaan Obat di RS Wijayakusuma Purwokerto Lubis, Muammar; Yuniarti, Endang; Wiedyaningsih, Chairun
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.95716

Abstract

                Metode Hanlon adalah sebuah metode yang digunakan untuk membandingkan berbagai macam masalah kesehatan secara adil dan obyektif, serta sebagai dasar untuk merencanakan strategi perbaikan guna meningkatkan pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran pengelolaan obat tahap perencanaan dan pengadaan di RS Wijayakusuma Purwokerto dibandingkan dengan indikator standar dan dilakukan penetapan prioritas masalah dengan metode Hanlon kemudian memberikan rekomendasi perbaikan untuk penyelesaian masalah. Rancangan penelitian bersifat deskriptif, pengambilan data secara retrospektif dan concurent. Data yang dihasilkan berupa data kuantitatif dari penelusuran dokumen tahun 2022 dan penilaian metode Hanlon pada saat penelitian. Indikator standar yaitu kemenkes RI (2010), Satibi et al. (2019) dan Pudjaningsih (1996). Pemilihan responden penilaian metode Hanlon secara purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan, tiga indikator tidak memenuhi standar yaitu persentase kesesuaian jumlah permintaan (83,21%) dengan nilai OPR (22,65), persentase dana yang tersedia terhadap dana yang dibutuhkan (75,38%) dengan nilai OPR (26,15) dan frekuensi tertundanya pembayaran oleh RS terhadap waktu yang telah ditetapkan (32 kali) dengan nilai OPR (23,52). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa prioritas utama diselesaikan yaitu indikator kecukupan dana, kedua indikator tertundanya pembayaran faktur dan ketiga indikator kesesuaian jumlah permintaan. Rekomendasi perbaikan: melakukan evaluasi dan penyesuaian anggaran, penyediaan anggaran yang memadai, menerapkan sistem pengadaan yang kompetitif dan meningkatkan fleksibilitas pengadaan obat. 
Network Pharmacology Analysis of Secondary Metabolites of Ciplukan (Physalis angulata L.) Against Lung Cancer Khoirunnisa, Azka; Jamil, Ahmad Shobrun; Muchlisin, Muhammad Artabah
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 2 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i2.96275

Abstract

Lung cancer is the most common and high-risk type of cancer. Ciplukan (Physalis angulata L.) has antibacterial, anti-inflammatory, and anticancer activities, as well as cytotoxic ability and inhibits cancer cell growth. Research that discusses the molecular cellular mechanism of P. angulata's potential as an anti-lung cancer has not been widely informed, especially on the network pharmacology aspect of this plant's active compounds. This study reveals the prediction of the molecular mechanism of active compounds of P. angulata as anti-lung cancer using several tools including: Compound database retrieval with Knapsack and PubChem. Absorption Distribution Metabolism and Excretion (ADME) screening with SwissADME. Target protein identification with Gene Card, SwissTargetPrediction and Venny Diagram. Network pharmacology construction with String-DB and Cytoscape. Network pharmacology analysis using Gene Ontology (GO), and Cellular Component and Molecular Function. Based on the results of the analysis of P. angulata protein potential based on Maximal Clique Centrality (MCC) on CytoHubba in Cytoscape application, it shows that the Protein-protein Interaction (PPI) network has 10 main targets, namely ERBB2, KRAS, TP53, PTEN, CDKN2A, NRAS, PIK3CA, BRAF, NF1, and EGFR which interact with each other to regulate cell growth, differentiation, and survival. The results of this study can be concluded that the secondary metabolite compounds of P. angulata have the potential to control and alternative for lung cancer therapy.