cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Narrative Review: Keberhasilan Terapi Proton Pump Inhibitor (PPI) Pada Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) Amalia, Retno; Nugroho, Agung Endro; Probosuseno, Probosuseno
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.93163

Abstract

Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) pada lazimnya disangka seperti penyakit yang ringan, namun mampu menimbulkan kekambuhan dan kematian bila tidak diatasi dengan benar. Tingkat kekambuhan terapi pada pasien GERD diperkirakan bahwa 10% sampai 40% dari pasien GERD. Studi berikut berupa narrative review dengan mengunakan pustaka acuan yang mengacu pada pangkalan data Cochrane, PubMed, dan Science Direct. Penggalian pustaka acuan memakai kata kunci GERD, PPI, keberhasilan terapi GERD.  Proton Pump Inhibitor (PPI) merupakan terapi yang sangat besar pengaruhnya akan memulihkan GERD, jika dipadankan terhadap antasida, prokinetik, dan H2 bloker receptor. Proton Pump Inhibitor (PPI) telah merevolusi penatalaksanaan pasien GERD karena efek penekanan asam yang mendalam dan berkepanjangan sehingga menjadi terapi andalan, bila dibandingkan dengan obat penekan asam lainnya, PPI menunjukkan penyembuhan mukosa dan pengendalian gejala yang lebih baik. serta mencegah mukosa dan gejala kambuh.
Perbandingan Efektivitas dan Keamanan Terapi Antidiabetika pada Pasien Diabetes dengan Penyakit Ginjal Kronik di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Safitri, Nurul; Andayani, Tri Murti; Yasin, Nanang Munif
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.93498

Abstract

Kontrol glikemik pada pasien DMT2 memiliki hubungan terhadap kadar serum kreatinin sehingga pemberian terapi yang efektif dan aman menjadi fokus utama dalam terapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas dan efek samping terapi diabetes melitus yaitu insulin dibanding glikuidon pada pasien diabetes melitus (DM) dengan PGK pada pasien rawat jalan di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cohort retrospektif. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan metode consecutive sampling dengan cara meninjau catatan medis pasien rawat jalan penderita diabetes melitus tipe 2 (DMT2) dengan komplikasi PGK yang menerima terapi antidiabetik insulin maupun antidiabetik glikuidon di RSUD. Dr. Moewardi Surakarta periode Januari – April 2022. Sebanyak 120 pasien diabetes dengan PGK yang menjalani rawat jalan, 64 pasien memenuhi kriteria inklusi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa usia pasien didominasi oleh usia 18-59 tahun (82,81%), pasien pada penelitian ini lebih banyak ditemukan pada jenis kelamin laki-laki yaitu 23 pasien kelompok glikuidon (71,87%) dan 15 pasien kelompok insulin (46,87%). Terjadi penurunan kadar GDP dan GD2JPP pada kedua kelompok setelah 6 bulan periode terapi. Tidak ditemukan adanya kejadian hipoglikemia pada kedua kelompok. Kelompok glikuidon menunjukkan penurunan fungsi ginjal yang tidak signifikan dibandingkan insulin. Kelompok insulin memiliki rata-rata nilai eGFR sebelum terapi sebesar 49,65 mL/mnt/1,73 m 2 dan setelah terapi selama 6 bulan sebesar 60,74 mL/mnt/1,73 m 2. Terdapat perbaikan nilai ureum pada kedua kelompok walaupun tidak terdapat perbedaan signifikan berdasarkan statistik.
Persepsi Pengguna terhadap Keberhasilan Implementasi SIMRS di Rawat Inap Rumah Sakit Santo Borromeus Susanti, Eni; Lazuardi, Lutfan; Satibi, Satibi
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.94140

Abstract

Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) terintegrasi di Rumah Sakit Santo Borromeus telah diterapkan sejak tahun 2019. Implementasi SIMRS ini sudah banyak dirasakan manfaatnya, namun masih ditemui permasalahan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan gambaran keberhasilan implementasi SIMRS di rawat inap RS Santo Borromeus. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional. Teknik pengumpulan data dengan survei melalui kuesioner. Populasi penelitian adalah seluruh pegawai RS Santo Borromeus dengan kriteria inklusi adalah petugas rumah sakit yang memiliki hak akses terhadap penggunaan SIMRS dan secara langsung menggunakan SIMRS di rawat inap dalam menunjang pekerjaan sehari-hari. Kriteria eksklusi adalah petugas rumah sakit yang tidak bersedia dilibatkan dalam penelitian dan dengan masa kerja kurang dari 1 tahun. Teknik pengumpulan data dengan proportionate stratified random sampling, sebanyak 204 responden terlibat dalam penelitian ini. Analisis data dilakukan secara deskriptif dengan cara menjelaskan destribusi prosentase dan rata-rata (mean) atas jawaban yang telah diberikan oleh responden. Hasil analisis menunjukkan tingkat keberhasilan implementasi SIMRS adalah tinggi dengan skor rata-rata kualitas sistem, kualitas informasi, kualitas layanan, penggunaan sistem, kepuasan pengguna, struktur, lingkungan, dan manfaat berturut-turut adalah 3,0; 2,9; 2,9; 3,2; 2,7; 3,1; 3,2; dan 3,0. Masih diperlukan pengembangan baik pada aspek teknologi, manusia, dan organisasi guna meningkatkan kualitas layanan pasien di rawat inap RS Santo Borromeus.Kata kunci:  SIMRS; evaluasi sistem informasi; imlementasi SIMRS
Comparison of effectiveness and safety between ceftriaxone/azithromycin and levofloxacin in hospitalized CAP patients: a review Hikmah, Nurul; Andayani, Tri Murti; Puspitasari, Ika
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.94147

Abstract

Community-acquired pneumonia (CAP) is a major health issue as it is a highly prevalent disease with significant morbidity and mortality worldwide. Current IDSA guidelines recommend ceftriaxone/azithromycin combination or levofloxacin monotheraphy as one of the empirical antibiotic options in non-ICU hospitalized CAP patients. This literature review aims to evaluate the comparative effectiveness and safety of ceftriaxone/azithromycin combination therapy and levofloxacin monotherapy in non-ICU hospitalized CAP patients. Four databases (PubMed, Scopus, DOAJ, and Cochrane Library) were used for article search with Boolean approach. Publication years were limited to 2013-2023 and without study design restrictions. Five articles which met the inclusion and exclusion criteria were evaluated. Two RCTs compared the effectiveness and safety of ceftriaxone/azithromycin combination and levofloxacin monotherapy, while the other 3 studies did not compare the safety of both antibiotic regimens due to the limitations of retrospective study design. The five studies analyzed the effectiveness of both regimens on various outcomes such as clinical improvement, mortality, and length of stay (LOS). The results of this literature review demonstrated that levofloxacin monotherapy had better clinical improvement, lower mortality, and reduced length of stay in non-ICU hospitalized CAP patients compared to ceftriaxone/azithromycin combination. However, the safety of both treatment regimens is still uncertain due to the limited number of studies evaluating the incidence of adverse events.
Penilaian Rasionalitas Peresepan Rawat Jalan Berdasarkan Indikator World Health Organization (WHO) Wabula, Syahrul; Puspandari, Dyah Ayu; Widayanti, Anna Wahyuni
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.94189

Abstract

Pelayanan kesehatan diharuskan memberikan pengobatan yang rasional. Penggunaan obat menjadi penting karena merupakan bagian dari pengelolaan obat yang menunjukan efisensi dan efektifitas pelayanan kesehatan. Diyakini bahwa obat yang diresepkan dan diberikan secara tidak tepat sehingga menghambat tujuan dari pengobatan. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi peresepan rawat jalan RSD Kota Tidore Kepulauan sesuai dengan standar indikator WHO tentang penggunaan obat yang rasional. Dengan sumber data retrospektif, penelitian ini menggunakan 660 lembar resep pasien rawat jalan antara bulan januari hingga desember 2022 sebagai sampel untuk dianalisa. Hasil pengukuran indikator peresepan menunjukan terdapat 3,16 item rata-rata per lembar resep, persentase 70,25% obat yang diresepkan dengan nama generik dan persentase 62,38% resep yang termasuk dalam daftar obat esensial. Hasil ini belum sesuai standar indikator peresepan, sedangkan, 8,73% resep antibiotik dan 3,60% resep sediaan injeksi sudah sesuai dengan standar yang ditetapkan. Dapat disimpulkan bahwa peresepan rawat jalan RSD Kota Tidore belum mencapai peresepan yang rasional. Dengan kepatuhan peresepan obat yang rasional, dapat menjamin penggunaan obat yang tepat dan meningkatkan efisensi dan efektifitas pengobatan.
Faktor yang Mempengaruhi Manajemen Vaksin yang Efektif Di Negara Berpenghasilan Rendah dan Menengah: Tinjauan Literatur Pakpahan, Agustina Rotua; Kristina, Susi Ari; Widayanti, Anna Wahyuni
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.94710

Abstract

Latar Belakang Penelitian: Manajemen vaksin yang efektif dapat mencegah pemborosan biaya dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Dengan berbagai tantangan, sarana dan prasarana yang kurang memadai, sumberdaya manusia yang terbatas dan beban kerja yang tinggi di negara berpenghasilan rendah dan menengah apakah pengelolaaan vaksin masih dapat dilakukan dengan baik? Tujuan: Mengidentifikasi dan menganalisis faktor yang mempengaruhi manajemen vaksin yang efektif di negara berpenghasilan rendah dan menengah. Metodelogi: Pencarian komprehensif menggunakan 4 database yaitu Science Direct, Pubmed, PLOS One, serta GARUDA. Pencarian menggunakan kata kunci “cold chain management” AND vaccine, “effective vaccine management” AND vaccine dan “rantai dingin vaksin” dengan pembatasan tahun publikasi 2018-2022.  Dilakukan seleksi artikel menggunakan PRISMA dan ekstraksi data didapatkan 12 artikel untuk direview. Hasil dan ksimpulan: faktor yang mempengaruhi manajemen vaksin yang efektif yaitu perencanaan logistik, ketersediaan stok vaksin, stok opname vaksin, sistem pencatatan elektronik, penyimpanan vaksin sesuai suhu rekomendasi, ketersediaan peralatan cold chain, sistem Internet Of Things (IOT) untuk monitoring suhu, rencana kontijensi, panduan pemeliharaan cold chain, koordinasi yang baik, penilaian berkala atau monitoring, umpan balik hasil monitoring, penilaian Effective Vaccine Management (EVM), memiliki Standard Operating Prosedure (SOP), kepatuhan terhadap SOP, kualitas pengelola vaksin, status pendidikan petugas, pelatihan yang berkelanjutan.
Bibliometric Analysis of Herbal Used for Diabetic Food Ulcer Pratiwi, Sekar Ayu; Hertiani, Triana
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.95727

Abstract

Diabetic Foot Ulcer (DFU) is a serious condition prevalent among diabetic patients. Due to its minimal side effects and cost-effectiveness, herbal remedies have garnered attention for DFU treatment. Many researchers are exploring effective herbal treatments. Bibliometric analysis serves as a tool to understand research focus and trends and identify extensively studied or underexplored herbs. In this study, publications related to herbal treatments for DFU were obtained from the Scopus database, where 90 articles meeting the inclusion criteria were analyzed using Vosviewer 1.6.20 software. The analysis was conducted using co-occurrence methods on titles and abstracts to provide an overview of herbal research for DFU, while co-occurrence methods on keywords offer a more detailed focus. Based on keyword analysis, the most frequently cited herb in the 90 articles over the past 10 years is Aloe Vera. Meanwhile, the analysis of titles and abstracts indicates that the most cited terms are "Angiogenesis," "Ointment," and "Infection." The findings of this study are expected to guide researchers in further exploring the potential of herbal treatments for DFU, thus contributing to the development of more effective and efficient therapies for diabetic patients suffering from foot ulcers.
Analisis Penetapan Prioritas Masalah Distribusi dan Penggunaan Obat di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya dengan Metode Hanlon Aini, Nurul; Yuniarti, Endang; Satibi, Satibi
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.95890

Abstract

Analisis dengan metode Hanlon digunakan untuk membandingkan masalah kesehatan yang berbeda-beda dalam rangka evaluasi dan bahan pertimbangan dalam menyusun strategi dan pengembangan mutu pelayanan menjadi lebih baik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prioritas masalah pada tahap distribusi dan penggunaan obat berdasarkan hasil analisis menggunakan Metode Hanlon di RSUD dr. Soekardjo Tasikmalaya. Rancangan penelitian bersifat deskriptif, pengambilan data secara retrospektif dan concurrent. Data yang dikumpulkan berupa data kuantitatif yang berasal dari penelusuran dokumen tahun 2022 dan pengamatan saat penelitian. Tahap distribusi dan penggunaan obat diukur tingkat efisiensinya menggunakan indikator Depkes (2008) dan penelitian Satibi dkk (2019). Indikator yang belum tercapai diidentifikasi sebagai masalah, kemudian dilakukan pembobotan untuk menetapkan prioritas masalah dengan metode Hanlon. Pada tahap akhir dari penelitian ini adalah perumusan rekomendasi strategi perbaikan berdasarkan prioritas masalah yang ditemukan. Hasil evaluasi pengelolaan obat pada tahap distribusi dan penggunaan obat dari 9 indikator yang diteliti terdapat 7 indikator yang belum sesuai standar. Penetapan prioritas masalah menggunakan metode Hanlon mendapatkan hasil indikator rata-rata waktu tunggu dan tingkat ketersediaan obat merupakan prioritas utama untuk diselesaikan. Rekomendasi strategi perbaikannya yaitu peresepan elektronik, menggunakan alat bantu Artificial Intelligence, pelatihan staf secara berkala, pengendalian dengan metode MMSL, implementasi forecasting kebutuhan obat dan pembayaran ke distributor tepat waktu.
Valproic acid Population Pharmacokinetics in Asian Pediatric Epileptics: A Systematic Review Hidayat, Muh. Faris; Purwantiningsih, Purwantiningsih; Pinzon, Rizaldy Taslim
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.96233

Abstract

The pharmacokinetic profile of valproic acid in pediatric subjects in Asian populations is lacking. One of the most useful ways to develop a personalized dosing strategy is to use population pharmacokinetics. The focus of this systematic review is to describe the population pharmacokinetic profile of valproic acid (VPA) and determine the variables influencing pharmacokinetic models of the drug in children with epilepsy that have been published in Asian journals. A comprehensive literature search was carried out from 2014 to 2024 on Science Direct and PubMed.  Keywords used valproic acid, valproic, VPA, sodium valproate  and population pharmacokinetic, pharmacokinetic model. In this review, four studies were considered. The pharmacokinetic model was developed by looking at several covariates that significantly affect the population pharmacokinetics of VPA using TDM data from pediatric epilepsy patients. The clearance value and volume of distribution of VPA can be seen to be in the range of 0.148 - 3.19 L/h, and 0.317 - 24 L/KgBB. In addition, subjects with SCN1A A/A genotype showed a decreased therapeutic effect of VPA. Significant covariates affecting the pharmacokinetics of VPA were age, dose, and the use of comedication with other anti-seizure drugs.
Hubungan Dukungan Keluarga Terhadap Kepatuhan Minum Obat Pasien dengan Gangguan Jiwa: Studi Literature Review Asyari, Wahid Hasyim; Widayanti, Anna Wahyuni
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 3 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i3.96306

Abstract

Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) adalah seseorang yang mengalami gangguan fikiran, perilaku dan emosi, ditunjukkan pada peningkatan gejala dan perubahan perilaku yang signifikan, sehingga menyebabkan penderitaan dan gangguan kinerja dalam kehidupan. Salah satu aspek penting dalam pengobatan gangguan kesehatan jiwa adalah kepatuhan pasien dalam minum obat. Kepatuhan minum obat pada pasien gangguan jiwa dapat diawasi dengan baik jika ada dukungan dari anggota keluarga. Pasien dengan gangguan jiwa sangat bergantung pada dukungan keluarga, yang merupakan komponen penting dalam menentukan kepatuhan mereka terhadap minum obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dukungan keluarga terhadap kepatuhan minum obat pasien dengan gangguan jiwa di Indonesia. Metode: Penelitian ini menggunakan metode Literature Review, pengumpulan data/ artikel dilakukan dengan mengakses database jurnal Garuda dan Researchgate. Berdasarkan hasil review dari sepuluh artikel memberikan hasil yang signifikan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pasien jiwa. Kesimpulan dari hasil tinjauan menunjukkan bahwa ada hubungan antara dukungan keluarga dan kepatuhan minum obat pasien dengan gangguan jiwa. Semakin banyak dukungan keluarga yang diberikan, semakin baik kepatuhan minum obat pasien dengan gangguan jiwa.