cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Pengukuran Kualitas Hidup dan Faktor yang Memengaruhinya Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di Beberapa Puskesmas Kota Surabaya Raharja, Febrila Tarisa; Putra, Oki Nugraha; Yusan, Liza Yudistira; Adiwinoto, Ronald Pratama
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.101496

Abstract

Diabetes melitus merupakan penyakit kronik yang berdampak terhadap kualitas hidup pasien. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kualitas hidup dan faktor-faktor yang memengaruhinya pada pasien DM tipe 2. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional. Penelitian ini dilakukan di Puskesmas Mulyorejo dan Puskesmas Keputih. Pengukuran kualitas hidup pasien DM tipe 2 dilakukan dengan menggunakan kuesioner short form-36 (SF-36). Analisis multivariat digunakan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kualitas hidup pasien DM tipe 2. Penelitian ini diperoleh 56 pasien DM tipe 2 yang memenuhi kriteria inklusi. Diantara 56 pasien tersebut, jenis kelamin perempuan lebih banyak ditemukan dengan rerata usia keseluruhan ialah 56,4 tahun. Secara umum, skor rerata kualitas hidup pasien DM tipe 2 tergolong baik, yaitu 60,5 ± 9,25. Berdasarkan uji multivariat, didapatkan hasil bahwa usia ≥ 56 tahun menjadi satu-satunya variabel yang secara berpengaruh terhadap kualitas hidup (P-value 0,011; aOR 5,614; CI 95% 1,216–12,314). Pasien DM tipe 2 dengan usia ≥ 56 tahun berpengaruh terhadap kualitas hidup pasien DM Tipe 2.
Pengaruh Pemberian Seduhan Bunga Rosella (Hibiscus sabdariffa L.) Terhadap Aktivitas Diuretik Pada Tikus Putih Jantan Galur Wistar Hastuti, Dwi
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.102218

Abstract

Bunga rosella (Hibiscus sabdariffa L.)  dipercaya sebagai tanaman dengan khasiat diuretik yang dapat meningkatkan volume urine. Salah satu model pengujian diuretik dapat menggunakan tikus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian seduhan bunga rosella terhadap aktivitas diuretik pada tikus putih jantan galur wistar. Seduhan bunga rosella kering diberikan melalui peroral dengan sonde pada tikus. Metode yang digunakan adalah eksperimental laboratorium dengan pengambilan data secara posttest only control group design. Tikus terbagi menjadi 5 kelompok (n=5 ekor/kelompok) yaitu kontrol negatif (Aquadest), kontrol positif (furosemid), dan 3 kelompok dengan dosis bertingkat seduhan bunga rosella (90 mg/KgBB, 180 mg/KgBB dan 360 mg/KgBB). Pengamatan aktivitas diuretik melalui volume urin tikus selama 6 jam. Dilakukan analisis data menggunakan SPSS Statistics Versi 25.0 metode uji One Way Anova (p <0,05) untuk melihat perbedaan rata-rata pada setiap kelompok uji dan dilanjutkan uji LSD (Least Significance Difference) dengan taraf kepercayaan 95% jika terdapat perbedaan bermakna. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat disimpulkan bahwa seduhan bunga rosella memiliki aktivitas diuretik terhadap tikus jantan galur wistar. Konsentrasi dosis seduhan bunga rosella memberikan pengaruh terhadap aktivitas diuretik tikus jantan galur wistar dengan dosis seduhan bunga rosella 180 mg/KgBB dan 360 mg/KgBB memberikan efek diuretik yang lebih tinggi dibandingkan dengan furosemid.
Uji Aktivitas Antidepresan Minyak Atsiri Pala Tanpa Miristisin Dengan Metode Open Field Test dan Forced Swimming Test Wangu, Chelsy Fauziah; Ansory, Hery Muhamad; Hanifah, Inaratul Rizkhy
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.81518

Abstract

Minyak atsiri pala dilaporkan memiliki aktivitas antidepresan, zat aktif yang berperan dalam aktivitas antidepresan tersebut adalah miristisin, akan tetapi senyawa tersebut juga dilaporkan  bersifat halusinogen dan toksik yang dapat menyebabkan keracunan pada dosis berlebih. dalam penelitian ini diujikan aktivitas minyak atsiri pala tanpa miristisin sebagai antidepresan dan menjadi kebaruan dari penelitian. Dalam penelitian ini digunakan 6 kelompok hewan uji yaitu kelompok kontrol normal, kontrol positif, kontrol negatif, dosis 5; 10; 20 mg/kgBB dan menggunakan metode open field test, forced swimming test dan tail suspension test. Analisis data normalitas menggunakan Shapiro Wilk setelah itu akan dilanjutkan melihat perbedaan signifikan dengan One Way ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan minyak atsiri pala tanpa miristisin tidak memiliki aktivitas antidepresan yang dilihat pada parameter penurunan immobility time dan peningkatan lokomotor. Hasil analisis menggunakan post hoc  LSD menunjukkan tidak ada kelompok yang berbeda secara signifikan saat dibandingkan dengan kontrol positif amitriptilin 3,25 mg/KgBB sig. p(<0,05).
Evaluasi Kesesuaian Penerapan Cara Distribusi Alat Kesehatan Yang Baik Pada Penyalur Alat Kesehatan Di DIY Faluti, Dimas Rizki; Wiedyaningsih, Chairun; Yasin, Nanang Munif
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.90984

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan yang dialami oleh PAK Pusat di DIY dalam mendapatkan sertifikat CDAKB dari Kemenkes RI. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kesesuaian pelaksanaan kegiatan distribusi PAK Pusat di DIY terhadap standar CDAKB dan memahami faktor yang memengaruhi tercapainya kesesuaian kegiatan distribusi PAK Pusat dengan standar CDAKB. Desain penelitian adalah deskriptif evaluatif pada 20 PAK Pusat secara purposive sampling di DIY selama 3 bulan penelitian. Pendekatan kuantitatif menggunakan instrumen kuesioner dan pendekatan kualitatif menggunakan pedoman wawancara kepada PJT Alkes. Analisa data kuantitatif dengan perhitungan persentase tingkat kesesuaian pelaksanaan 13 aspek standar CDAKB pada PAK Pusat, kemudian dikategorikan dalam katagori sesuai dan belum sesuai, sedangkan data kualitatif disajikan dengan menarasikan faktor yang memengaruhi tercapainya kesesuaian dengan standar CDAKB. Hasil penelitian menunjukkan tingkat kesesuaian kegiatan distribusi PAK Pusat di DIY terhadap standar CDAKB adalah 75%, sedangkan faktor yang memengaruhi kesesuaian kegiatan distribusi PAK Pusat dengan standar CDAKB adalah karakteristik PAK Pusat, faktor manusia, faktor sistem dan faktor lingkungan. Kesimpulan penelitian, masih terdapat ketidaksesuaian kegiatan distribusi PAK Pusat di DIY dengan standar CDAKB dan faktor yang memengaruhi kesesuaian perlu ditindaklanjuti dengan usaha melaksanakan kegiatan distribusi sesuai standar CDAKB baik dari sisi ketersediaan sarana-prasarana serta dokumen pendukung.
Efektivitas Ozon Untuk Dekontaminasi Simplisia Temu Mangga Terhadap Cemaran Mikroba Di Pasar Beringharjo Rahmawati, Arini Nur Yunia Puspitaningrum; Purwantini, Indah; Murti, Yosi Bayu
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.92668

Abstract

Temu mangga (Curcuma mangga) merupakan tanaman obat Indonesia yang memiliki banyak manfaat kesehatan. Namun, simplisia temu mangga sering tercemar mikroba selama proses penanganan dan penyimpanan yang akan berpengaruh terhadap mutu dan keamanannya. Salah satu metode yang sedang dikembangkan untuk dekontaminasi mikroba adalah penggunaan ozon dan telah terbukti efektif dalam mengurangi mikroba pada berbagai jenis bahan pangan. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat efektifitas ozon dalam proses dekontaminasi simplisia temu mangga. Sampel temu mangga diambil dari Pasar Beringharjo dan diozonasi dengan dosis 10 g/h. Proses dekontaminasi ozon dilakukan pada rentang waktu 0-120 menit Perhitungan cemaran mikroba dilakukan dengan menghitung Angka Lempeng Total (ALT) dan Angka Kapang Kamir (AKK) sesuai persyaratan BPOM. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ozon efektif dalam mengurangi jumlah mikroba pada temu mangga. Tanpa perlakuan ozon, ALT pada sampel mencapai 1,5 x 105 koloni/g. Setelah perlakuan ozon, ALT menurun menjadi 0,1-1 x 105 koloni/g. Selain itu, pada simplisia temu mangga setelah dilakukan ozonasi selama 30 menit tidak terdapat kapang dan kamir. 
Profil dan Maintenance Overstock dan Near ED Perbekalan Farmasi di Salah Satu Apotek Jaringan X di Sleman Yogyakarta Wahyukurnia, Pilar Tesalonika; Widhiarso, Ari
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.93301

Abstract

Ketersediaan perbekalan farmasi merupakan kebutuhan utama yang menjadi jaminan keberlangusngan operasional di apotek. Perbekalan farmasi yang harus dijaga ketersediaanya sehingga tidak berpotensi menimbulkan kerugian apotek. Perbekalan farmasi harus dijaga ketersediaanya agar tidak terjadi kondisi under stock, overstock yang berpotensi menjadi near expired date (ED) bahkan expired date (ED). Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil perbekalan farmasi dan cara maintenance stock di salah satu apotek jaringan X di Sleman Yogyakarta terutama untuk kondisi perbekalan farmasi yang mengalami kondisi overstock dan near ED pada pada periode bulan September 2023. Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan pendekatan   kualitatif, berdasarkan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Dari penelitian didapatkan data sebesar 37 item dari total 614 item dengan nominal Rp 7.685.345,- atau sebesar 4,52% dari item overstock dan near ED berhasil terlikuidasi.  Dari data yang diperoleh dapat disimpulkan bawah proses maintenance stock secara likuidasi dengan metode link selling dan up selling cukup efektif dilakukan di apotek jaringan X di Sleman Yogyakarta.
Perbandingan antara Efektivitas Penggunaan Fluorokuinolon VS Beta-Laktam dan/atau Makrolida pada Pasien Pneumonia Komunitas Rawat Inap: Sebuah Kajian Literatur Riandika, Andi Amelia Sari; Yasin, Nanang Munif; Nuryastuti, Titik
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.94339

Abstract

Pneumonia komunitas merupakan infeksi pneumonia yang diperoleh dari lingkungan masyarakat atau dari luar rumah sakit, di mana rejimen antibiotik pasien dengan pneumonia komunitas adalah monoterapi fluorokuinolon (FK) atau dengan kombinasi beta laktam (BL) dan  makrolida (MD). Review ini membandingkan efektivitas penggunaan antara monoterapi FK dengan BL±MD pada pasien dewasa pneumonia komunitas yang dirawat inap. Studi kontrol terandomisasi dilibatkan dalam review artikel ini mengikuti daftar checklist PRISMA. Hasil review dari 6 studi kontrol terandomisasi menunjukkan bahwa monoterapi dengan FK memiliki efektivitas yang serupa dengan terapi rejimen BL+MD pada pasien pneumonia komunitas mild hingga moderate. Monoterapi BL, rejimen BL+MD, dan monoterapi FK memiliki efektivitas yang serupa pada pasien pneumonia komunitas mild hingga moderate dan yang dirawat inap di ruangan non intensive care unit (non-ICU). Monoterapi MD tidak kalah dengan monoterapi FK dari segi efektivitas pada pasien pneumonia komunitas bakterial mild hingga moderate. Kesimpulannya, antara monoterapi FK, monoterapi BL, monoterapi MD, dan kombinasi BL+MD memiliki profile efektivitas yang serupa.
Modifikasi Metode Pemberian Infus Vankomisin dan Amiodaron Melalui Vena Perifer : Kajian Literatur Hafizah, Ilmi Nur; Puspitasari, Ika; Andayani, Tri Murti
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.94376

Abstract

Amiodaron dan vankomisin merupakan obat yang sering digunakan pada populasi bedah jantung dengan saran pemberiannya melaui vena sentral. Akan tetapi, pemasangan vena sentral menimbulkan berbagai komplikasi yang dapat memperburuk kondisi pasien, serta penggunaannya secara teknis susah untuk diterapkan pada kondisi darurat. Sehingga diperlukan cara/metode pemberian infus melalui vena perifer dengan memperhatikan reaksi yang ditimbulkan seperti infiltrasi, ekstravasasi, plebitis bahkan infeksi. Kajian ini bertujuan untuk mengetahui apakah modifikasi metode atau pedoman praktek klinik pemberian infus amiodaron atau vankomisin melalui perifer aman dan dapat menurunkan komplikasi. Pencarian literatur dilakukan menggunakan database Pubmed dan Cochrane yang diterbitkan 10 tahun terakhir yang berupa penelitian observasional maupun experimental dengan desain penelitian cohort, crossectional, deskriptif, randomized control trial dan quasi experimental. Dari 26 artikel yang ditemukan terdapat 4 artikel yang memenuhi kriteria peneliti. Kesimpulan dari hasil penelusuran yang didapat yaitu pemberian infus vankomisin dalam jangka waktu pendek aman diberikan melalui vena perifer khususnya menggunakan kateter midline dan penggunaan konsentrasi vankomisin yang rendah mampu menurunkan kejadian plebitis. Sedangkan Pemberian amiodaron konsentrasi tinggi disarankan menggunakan vena sentral disertai penggunaan in-line filter.
Pola Peresepan Obat Antihipertensi Pada Pasien Geriatri Saputra, Yuli Edy; Purwantiningsih, Purwantiningsih; Nugroho, Agung Endro
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.96041

Abstract

Salah satu penyakit degeneratif yang paling sering diderita pada pasien geriatri yaitu hipertensi. Hipertensi dikenal dengan meningkatnya tekanan darah yang melebihi batas normal yaitu 140 mmHg untuk tekanan darah sistolik dan 90 mmHg untuk tekanan darah diastolik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran pola peresepan obat antihipertensi pada pasien geriatri. Penelitian ini bersifat observasi/deskriptif dengan pengambilan data retrospektif. Data diambil dari catatan rekam medik pada pasien geriatri. Kriteria inklusi yang digunakan yaitu pasien geriatri dengan diagnosis hipertensi primer (I10 Esseential [Primary] Hypertension) yang dirawat inap di RSUP Dr. Sardjito. Hasil penelitian dari 98 pasien, 45,9% diberi resep monoterapi, 35,7%menggunakan dua kombinasi obat antihipertensi, 11,2% diberi tiga kombinasi obat antihipertensi, dan 7,1% diberi empat kombinasi obat. Pada penelitian ini yang paling banyak diresepkan pada pasien geriatri rawat inap RSUP Dr. Sardjito yaitu amlodipin sebesar 27,55%. Calcium channel blocker khususnya amlodipin merupakan obat antihipertensi yang paling sering digunakan, dan ditemukan pada pasien geriatric dianggap efektif dan dapat ditoleransi dengan baik.
Kajian Literatur Penerapan Lean Management pada Distribusi Obat di Rumah Sakit Mojau, Feliciane; Satibi, Satibi; Yuniarti, Endang
Majalah Farmaseutik Vol 21, No 1 (2025)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i1.98350

Abstract

Distribusi obat kepada pasien oleh instalasi farmasi menjadi salah satu element pendukung kesuksesan kinerja rumah sakit. Oleh sebab itu, meningkatkan kualitas pelayanan distribusi obat harus senantiasa dilakukan dan salah satu konsep yang telah terbukti kesuksesan dalam meningkatkan kualitas pelayanan adalah lean management. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan kajian literatur penerapan lean management dalam distribusi obat kepada pasien di instalasi farmasi rumah sakit di Indonesia. Penelusuran literatur dilakukan dengan menggunakan data base Google Scholar dengan batasan artikel yang terpublikasi 10 tahun terakhir dan dapat diakses secara full-text. Dari hasil penelusuran didapatkan 21 artikel yang membahas penerapan lean management pada distribusi obat kepada pasien. Penerapan lean management paling banyak dilakukan pada distribusi obat kepada pasien berdasarkan resep (pelayanan resep) di instalasi farmasi rawat jalan. Penerapan lean management menunjukan bahwa melalui upaya meminimalkan waste memberikan manfaat dalam peningkatan efisiensi pelayanan dan waktu tunggu obat. Tools lean management yang sering digunakan adalah value stream map (VSM) untuk memvisualisasikan aliran proses dan menerapkan 5S (seiri, seiton, seiso, seiketsu dan shitsuke) untuk memperbaiki lingkungan kerja di instalasi farmasi sehingga produktifitas petugas farmasi meningkat.