cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
Majalah Farmaseutik
ISSN : 1410590x     EISSN : 26140063     DOI : -
Core Subject : Health,
Majalah Farmaseutic accepts submission concerning in particular fields such as pharmaceutics, pharmaceutical biology, pharmaceutical chemistry, pharmacology, and social pharmacy.
Arjuna Subject : -
Articles 488 Documents
Complexity of Treatment Regimens and Patient Adherence in Individuals with Heart Failure in Yemen: A cross Sectional Study Abdullah, Ramez; Rahmawati, Fita; Widayanti, Anna Wahyuni
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.96997

Abstract

Various studies have consistently found that increased complexity in medication regimens leads to poorer adherence. Recognizing the growing global prevalence of heart failure and the specific challenges it presents, especially in low-resource settings, this study aims to investigate the influence of complexity of treatment regimens on adherence levels among Individuals with heart failure in Yemen. Through a cross-sectional observational study conducted at three major hospitals in Sana’a, structured questionnaires were employed to assess self-reported medication adherence and regimen complexity. The findings reveal a significant negative association between higher regimen complexity and adherence with regression coefficient (B = -0.150; P value 0.020). Moreover, socioeconomic factors such as income (B = 2.753; P value 0.000) and employment status (B = -1.380; P value 0.006) were found to exert considerable influence on adherence levels. This study underscores the imperative for simplified medication regimens and improved patient education to enhance adherence rates among heart failure patients in developing nations.
Validasi Metode Analisa Penetapan Kadar Glukosa dengan Metode Dubois secara Spektrofotometri Rahmayani, Almira; Marzuki, Ahmad; Ritmaleni, Ritmaleni; Sri Tunjung, Woro Anindito
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.97119

Abstract

Penetapan kadar glukosa dalam sampel biologis dan makanan sangat penting di berbagai bidanhg khususnya farmasi dan makanan. Ketidakseimbangan kadar glukosa dalam darah dapat menjadi indikator berbagai kondisi kesehatan seperti diabetes mellitus. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi penetapan kadar glukosa dengan metode Dubois dengan spektrofotometri. Metode ini melibatkan reaksi antara glukosa dengan fenol dan asam sulfat pekat, menghasilkan senyawa berwarna kuning yang dapat terbaca pada panjang gelombang visibel ± 490 nm. Proses validasi mencakup uji spesifisitas, linearitas, LOD-LOQ, akurasi, dan presisi sesuai pedoman ICH Q2(R1). Hasil validasi menunjukkan spesifisitas pada l 488 nm dengan nilai R = 0,999, LOD serta LOQ pada 13,36 ppm dan 44,53 ppm, % perolehan kembali 101,11% dan RSD 1,73%. Berdasarkan parameter validasi yang telah diuji, maka prosedur penetapan kadar glukosa dengan instrumen spektrofotometri telah memenuhi kriteria dan dinyatakan telah valid.
Evaluasi Potensi Penghambatan Ekstrak Etil Asetat Isolat Fungi Indonesia terhadap Staphylocaccus aureus ATCC 25923 dan Escherichia coli ATCC 25922 Pangeran, Paryany; Purwantini, Indah; Chrisnayanti, Evita
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v21i2.97584

Abstract

Indonesia dengan iklim tropis menjadi tempat ideal bagi pertumbuhan fungi yang diketahui menjadi salah satu sumber senyawa bioaktif, termasuk antibiotik. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memiliki koleksi fungi yang diisolasi dari berbagai daerah di Indonesia dari tahun 2015 hingga 2020 yang berpotensi besar sebagai sumber senyawa antibakteri baru. Skrining aktivitas penghambatan terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli telah dilakukan untuk ekstrak etil asetat isolat fungi tersebut dengan metode difusi cakram. Sepuluh dari 22 ekstrak menunjukkan penghambatan terhadap Staphylococcus aureus dan hambatan terbesar dihasilkan oleh ekstrak F4-20 dengan diameter zona penghambatan 14,773±1,387 mm. Satu ekstrak, yaitu F4-7 menunjukkan penghambatan terhadap Escherichia coli dengan diameter zona penghambatan 9,939±0,578 mm. KLT Bioautografi dilakukan terhadap ekstrak-ekstrak yang mampu menghambat pertumbuhan kedua bakteri uji. Berdasarkan hasil KLT bioautografi diperkirakan terdapat 6 senyawa antibakteri yaitu senyawa dengan Rf 0,63 dan 0,7 (F4-2), Rf 0,46 (F4-3), Rf 0,77 (F4-11), Rf 0,43 (F4-15), Rf 0,68 (F4-20). Senyawa dengan Rf 0,7 (F4-2) teridentifikasi sebagai senyawa diterpen berdasarkan visualisasi menggunakan reagen anisaldehid-asam sulfat.
Discordance between Activated Partial Thromboplastin Time and Anti-factor Xa in Unfractionated Heparin Monitoring: Literature Review Ciptasari, Debora Purwasista; Pinzon, Rizaldy Taslim; Nugroho, Agung Endro
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.98746

Abstract

Anticoagulants are prescribed very frequently, but their use is often associated with adverse drug reactions. The optimal monitoring of heparin is unknown, either by aPTT or anti-Xa levels. This paper compares which anti-Xa or aPTT most closely correlates with patients on intravenous heparin. This review also compares the achievement of target goals of unfractionated heparin (UFH) using aPTT and anti-Xa tests. Literature searching was started in June 2024 and ended in July 2024 through some online scientific databases: Scopus, PubMed, Google Scholar, Science Direct, and Willey Online Library. This review includes fifteen studies, at least involving 2,938 patients or 94,038 sets of measurements. The review demonstrates that anti-Xa outperforms aPTT in achieving the therapeutic range of unfractionated heparin, time to therapeutic goal, and dose modification.
Penggunaan Antibiotik Profilaksis dalam Setting Klinik Bedah: Suatu Studi Cross-Sectional Kurniawati, Fivy; Yasin, Nanang Munif; Rini, Desi Setya; Hidayatika, Annisa
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.99639

Abstract

Bedah merupakan salah satu komponen pelayanan kesehatan yang penting karena selain dapat menghilangkan penderitaan pasien bedah juga melibatkan biaya yang mahal. Penggunaan antibiotik profilaksis yang tepat pada pembedahan merupakan hal yang penting dalam keberhasilan penyembuhan luka pasien untuk kembali normal, selain itu juga terkait pencegahan terhadap percepatan resistensi antibiotik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran dan mengindentifikasi kesesuaian penggunaan antibiotik profilaksis pasien bedah digesti dan bedah ortopedi dewasa di Rumah Sakit Akademik Universitas Gadjah Mada. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross sectional. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif melalui rekam medis pasien. Pasien yang masuk dalam penelitian ini adalah pasien usia 18- 64 tahun mendapat antibiotik profilaksis dengan data rekam medis lengkap. Data dianalisis dan ditampilkan secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 146 pasien yang terlibat dalam penelitian ini terdapat 71,9 % pasien sesuai indikasi, 45,2 % pasien sesuai jenis antibiotik dengan penggunaan terbanyak adalah seftriakson, 22,6 % pasien sesuai durasi, dan 15,1 % pasien sesuai dosis dan waktu administrasi. Penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien menerima antibiotik profilaksis sesuai indikasi tetapi tidak pada dosis dan waktu pemberian.
Formulasi dan Uji Aktivitas Handbody Gel Ekstrak Kulit Mangga Manalagi (Mangifera indica L.) Sebagai Antioksidan Zakiyah, Fatiya; Halimatushadyah, Ernie; Krismayadi, Krismayadi
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.100009

Abstract

Kulit buah mangga manalagi merupakan salah satu tumbuhan buah yang umum ditemukan di Indonesia. Kulit buah mangga manalagi memiliki senyawa aktif yaitu fenol dan flavonoid yang dapat digunakan sebagai senyawa aktivitas antioksidan, sehingga perlu diteliti senyawa antioksidannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antioksidan pada kulit mangga manalagi pada ekstrak kental dan dalam sediaan handbody gel. Metode pelaksanaan ini diawali dengan pemilihan buah mangga manalagi dan dilakukan determinasi tanaman, pemisahan, pembersihan kulit buah mangga manalagi, pembuatan ekstrak kental dari kulit buah manga manalagi, menentukan nilai aktivitas antioksidan dalam kulit mangga manalagi, pembuatan sediaan handbody gel kulit mangga manalagi dan uji evaluasi sediaan meliputi uji organoleptic, uji homogenitas, uji pH, dan uji daya sebar. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa kulit buah mangga manalagi memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yaitu 69,6 ppm termasuk kedalam kategori kuat pada ekstrak kental dan pada sediaan handbody gel kulit mangga manalagi dengan formulasi 10%, 20%, dan 30% memiliki aktivitas antioksidan dengan nilai IC50 yaitu 270,1 ppm, 241,8 ppm, dan 172,6 ppm termasuk kedalam kategori lemah dan sangat lemah. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa ekstrak kental kulit mangga manalagi memiliki aktivitas antioksidan dan aktivitas antioksidan sediaan handbody gel yang paling baik pada formulasi 30% yang mendapat nilai IC50 172,6 ppm.
Analisis Bibliometrik tentang Distribusi Vaksin Covid-19 Tahun 2020-2021 Kusumawati, Desi; Perwitasari, Dyah Aryani; Supadmi, Woro Woro Supadmi
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.100082

Abstract

Covid-19 is an infectious disease that has caused the highest mortality since 2019. This study aims to determine the map of research developments related to ‘Covid-19 Vaccines’. This article review was conducted by searching for publications through the Pubmed database in October-November 2021 with the keyword ‘Vaccines/supply and distribution’. The publication map in this study researchers used bibliometric analysis of the Biblioshiny web interface application for the article search period during 1 January 2020 - 30 November 2021 in Pubmed found around 6528 articles. The article that ranked first out of 1406 articles was The New Englands Journal Of Medicine with 214 articles (15.22%), Vaccine with 208 articles (14.79%), and Nature with 189 articles (13.44%). The most authors out of 444 authors were Baden LR with 63 articles (14.19%), Rubin Ej with 57 articles (12.84%) and Morrisey S with 56 articles (12.61%). Institutions or institutions dominated by European-American origin ranked first University Of Oxford with 1229 articles (29.57%), followed by Harvard Medical School with 484 articles (11.65%), followed by the National Institute Of Allergy And Infectious Diseases with 376 articles (9.05%). The most keywords in Pubmed searches in the period during the study were related to Covid-19 Vaccine/supply & distribution in a table showing keywords with the word Human had a frequency of use of 6432 times (98.52%) then keywords with the word sars-cov-2 had been used 3275 times (50.2%) then the 3rd highest was keywords with the word covid-19 vaccines had been used 3268 times (50.1%) of the total number of articles available. Author productivity is mostly dominated by European countries, namely Argentina and Afghanistan.
Optimasi Formula Lotion O/W Senyawa Oktil Metoksisinamat Dan Uji Aktivitasnya Sebagai Tabir Surya Secara In Vitro Sari, Silvia Lila; Zulkarnain, Abdul Karim
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.100227

Abstract

Senyawa yang berkhasiat sebagai tabir surya salah satunya adalah senyawa oktil metoksisinamat (OMS). Tujuan dari penelitian ini adalah menentukan formula optimum lotion o/w  senyawa oktil metoksisinamat serta mengevaluasi sifat fisik, stabilitas fisik, dan aktivitas sebagai tabir surya secara in vitro. Optimasi formula dilakukan pada variasi komposisi propilen glikol sebagai humektan, gliserin sebagai emolien, dan setil alkohol sebagai agen pengemulsi menggunakan metode Simplex Lattice Design melalui software Design Expert®. Respon yang diuji dari formula optimum yaitu daya sebar, pH, viskositas, dan daya lekat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi propilen glikol 8,87%, gliserin 12,98% dan setil alkohol 4,65% menghasilkan formula optimum. Lotion dengan konsentrasi oktil metoksisinamat 7,5% memiliki aktivitas sebagai tabir surya secara in vitro dengan nilai SPF 17,6%. Melalui cycling test, formula optimum stabil dalam satu bulan penyimpanan.
Pengembangan Sediaan Lip Balm Berbasis Ekstrak Buah Bit (Beta vulgaris L.): Evaluasi Mutu Fisik dan Potensi SPF Besan, Emma Jayanti; Setyowati, Endang; Fadel, Muhammad Nurul; Firdyansyah, Diah Aprilia
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.100424

Abstract

Lip balm merupakan sediaan pelembab bibir untuk melindungi bibir. Buah bit (Beta vulgaris L) berfungsi sebagai antioksidan dan memiliki pontensi sebagai radikal bebas.Tujuan penelitian ini untuk menganalisis stabilitas fisik lip balm dan penentuan nilai SPF dari ekstrak buah bit. Penelitian ini dibuat lip balm dengan 3 formula ekstrak buah bit konsentrasi yang berbeda yaitu F1(5%), F2(10%), F3(15%). Jenis penelitian ini adalah eksperimental. Metode ekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 70%. Sediaan lip balm dilakukan uji mutu fisik meliputi uji organoleptik, uji homogenitas , Uji pH dan selanjutnya dilakukan penentuan nilai SPF dengan metode in vitro menggunakan spektrofotometri UV-VIS. Data uji pH dan nilai SPF dianalisis menggunakan metode Kruskal Wallis untuk melihat pengaruh konsentrasi ekstrak. Berdasarkan uji Kruskal Wallis didapatkan hasil bahwa konsentrasi ekstrak buah bit berpengaruh terhadapat uji mutu fisik dan penentuan nilai SPF sediaan lip balm. Hasil uji organoleptik ke-3 formula memenuhi kriteria. Uji homogenitas ke-3 formula homogen. Uji pH ketiga formula memiliki rentang stabil pH-5 memenuhi syarat. Nilai SPF F1(5%) 1,47 F2(10%) 2,80 F3(15%) 2,96 formula F2 dan F3 memenuhi syarat SPF 2-4(Minimal). Ketiga formula memenuhi spesifikasi dan stabil uji mutu fisik pada masa simpan 14 hari. Perbedaan konsentrasi dapat mempengaruhi hasil nilai SPF, nilai spf tertinggi pada konsentrasi 15%. Ketiga formula dapat diketahui uji mutu fisik yaitu organoleptik, homogenitas, dan pH.
Ekstraksi Kolagen dari Produk Sampingan Industri Pengalengan Lemuru (Sardinella lemuru) Menggunakan Ekstraksi Asam Asetat Cesarinda, Resma Anisa Nofa; Artemisia, Stephanie Devi; Udianto, Abi Mas; Kustriyani, Anung
Majalah Farmaseutik Vol 20, No 4 (2024)
Publisher : Faculty of Pharmacy, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/farmaseutik.v20i4.101188

Abstract

Kabupaten Banyuwangi, terutama wilayah Muncar, merupakan area pendaratan utama untuk ikan Lemuru, sebagian besar dari tangkapan tersebut dikirim ke pabrik pengalengan lokal. Produk sampingan dari pabrik-pabrik ini meliputi kepala ikan, isi perut, dan ekor. Meskipun produk sampingan ini biasanya digunakan untuk membuat tepung ikan, nilai ekonominya bisa lebih tinggi jika diproses menjadi kolagen. Penelitian ini menyelidiki ekstraksi kolagen dari produk sampingan ikan Lemuru (Sardinella lemuru) menggunakan tiga konsentrasi asam asetat: 0,25M, 0,5M, dan 0,75M. Ekstraksi menghasilkan kolagen berupa padatan putih, dengan hasil tertinggi dicapai menggunakan asam asetat 0,75M. Tes kualitatif dengan reagen ninhidrin dan Hopkins-Cole dilakukan untuk menilai keberadaan kolagen. Tes ninhidrin menunjukkan hasil positif (warna ungu) untuk sampel yang diekstraksi dengan asam asetat 0,5M dan 0,75M, sementara sampel dengan asam asetat 0,25M menunjukkan hasil negatif. Tes Hopkins-Cole, yang mendeteksi triptofan, menunjukkan hasil negatif untuk semua sampel. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsentrasi asam asetat yang lebih tinggi meningkatkan hasil kolagen, menunjukkan bahwa konsentrasi pelarut secara signifikan mempengaruhi efisiensi ekstraksi.