cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kab. lamongan,
Jawa timur
INDONESIA
EDU-KATA: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pembelajarannya
ISSN : 23551356     EISSN : 25795015     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal is published by the Master Program of Indonesian Language and Literature Education, Postgraduate Program, Islamic University Darul Ulum Lamongan as a medium of information, teaching facilities, and dissemination of research results, theoretical developments, and scientific writings on language, literature and learning. This journal is published twice a year: February and August; first published in February 2014.
Arjuna Subject : -
Articles 235 Documents
Forms and Types of Neologisms in the Speech of Schizophrenia Patients Reno Novita Sari; Ike Revita; Oktavianus Oktavianus
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13237

Abstract

This study aims to describe the forms and types of neologisms in the speech of schizophrenia patients. This study used a descriptive qualitative method with a psycholinguistic approach. The data were spontaneous spoken utterances produced by schizophrenia patients in daily communication at Dr. Soeharto Heerdjan Psychiatric Hospital Jakarta and Prof. HB Saanin Psychiatric Hospital Padang. The data were collected through observation, direct conversations with patients, and natural conversations among patients and those around them. All data were recorded and transcribed. The data were analyzed by identifying the forms and types of neologisms based on the theories of Fish and Covington et al. The results showed that 48 neologisms were found in the patients’ speech. Word forms were more dominant with 33 data (68.8%), while phrase forms were found in 15 data (31.2%). Based on the types, idiosyncratic word use was the most dominant type with 28 data (58.3%), while true neologism was found in 20 data (41.7%). The dominance of word forms indicates that patients tend to use simpler, more spontaneous utterances in daily communication. Meanwhile, the dominance of idiosyncratic word use shows that most neologisms still have connections with common language through sound similarity, word combinations, and recognizable language elements, although the meanings are personal. This study shows that neologisms are not only a form of language disorder but are also used by schizophrenia patients in everyday communication.
Filosofi Pendidikan Ekopedagogi dalam Pembelajaran Sastra: Membangun Kesadaran Lingkungan Mahasiswa Melalui Puisi Theoresia Rumthe Wa Mirna
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13252

Abstract

This study aims to describe the values ​​of ecopedagogy education philosophy contained in the poems by Theoresia Rumthe in her book "Mungkin Rumah Tak membawamu Pulang" and describe the implementation of ecopedagogy-based literature learning in building environmental awareness of Indonesian Language Education students at UIN A.M. Sangadji Ambon. This study uses a qualitative approach with a descriptive interpretive research type. The research data are in the form of words, phrases, lines, and stanzas in five poems by Theoresia Rumthe that contain ecopedagogy values. Data collection was carried out through library research, reading, and note-taking techniques. Data analysis used Greg Misiaszek's ecocritical-Freirean approach combined with Moacir Gadotti's ecopedagogy theory and Paulo Freire's critical pedagogy. The results of the study show that Theoresia Rumthe's poems contain values ​​of ecological awareness, human-nature relations, criticism of environmental damage, ecological sustainability, as well as ecological reflective and spiritual dimensions. These values ​​are reflected in ecological symbols such as land, sea, trees, sun, ponds, and plants, which represent the harmonious relationship between humans and the environment. Furthermore, the implementation of ecopedagogy-based literature learning through these poems fosters students' environmental awareness through dialogue, reflection, and contextualization. Literature learning not only enhances the poetry appreciation skills of Indonesian Language Education students at UIN A.M. Sangadji Ambon, but also fosters environmental awareness, ecological awareness, and critical thinking toward ecological issues and environmental sustainability in their surroundings.
Strategi Pembelajaran Menulis Puisi Berbasis Pengalaman Emosional Siswa di Era Digital Masnuatul Hawa; Rima Nuke Sarasati; Aziz Saputra; Devina Dwi Saskia; Ameliya Latifa; Tri Inayah Maula; Umi Nur Kholisah
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13341

Abstract

Era digital memberikan pengaruh yang besar terhadap proses pembelajaran, termasuk dalam pembelajaran menulis puisi. Namun, siswa masih mengalami berbagai kesulitan dalam menulis puisi, seperti menentukan ide, mengembangkan imajinasi, dan mengekspresikan perasaan ke dalam bahasa puitis. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi pembelajaran menulis puisi berbasis pengalaman emosional siswa di era digital. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari berbagai sumber, seperti buku, jurnal, artikel ilmiah, dan dokumen yang relevan dengan topik penelitian. Analisis data dilakukan melalui kegiatan membaca, mengelompokkan, dan menyimpulkan informasi yang sesuai dengan fokus penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi pembelajaran menulis puisi berbasis pengalaman emosional siswa di era digital dapat dilakukan melalui lima tahapan utama, yaitu: 1) Emotional Recall 2) Emotional Exploration 3) Emotional Transformation 4) Poetry Writing, dan 5) Digital Publication. Strategi tersebut membantu siswa menjadikan pengalaman emosional sebagai sumber ide dalam menulis puisi, sementara teknologi digital berperan sebagai media pendukung dalam proses eksplorasi, pengembangan, dan publikasi karya. Dengan demikian, strategi ini dapat menjadi alternatif pembelajaran yang mampu meningkatkan kreativitas dan kemampuan menulis puisi siswa di era digital. Kata Kunci: Era Digital; Kreativitas Siswa; Menulis Puisi; Pengalaman Emosional; Strategi Pembelajaran.
Legenda Gunung Pegat Desa Karang Kembang Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan (Kajian Struktur Naratif, Nilai Budaya, dan Resepsi Masyarakat ) Rizalyta Nafarayana; Ida Sukowati; Irmayani
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13447

Abstract

Dalam penelitian sastra lisan ini peneliti mengkaji Legenda Gunung Pegat di Desa Karang Kembang dengan kajian struktur naratif, nilai budaya dan resepsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur naratif, nilai budaya dan resepsi Masyarakat pada Legenda Gunung Pegat. Metode pada penelitian ini adalah metode deskriptif kualitatif dengan objek penelitian berupa sastra lisan. Penelitian ini berlatar Desa Karang Kembang Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan. Data dalam penelitian ini berupa hasil penelitian dilapangan yang didapat dari beberapa narasumber meliputi struktur naratif, nilai budaya dan resepsi masyarakat. Teknik pada penelitian ini menggunakan Teknik perekaman yakni dengan merekam cerita mengenai Gunung Pegat dan mencatat hal-hal yang dianggap penting dan ada kaitanya dengan Legenda Gunung Pegat. Hasil yang diperoleh penelitian ini yaitu: (1) Struktur Naratif meliputi : alur cerita, terem, fungsi dan pelaku cerita (2) nilai budaya meliputi : nilai hakikat manusia dengan sang pencipta, nilai kemasyarakatan manusia dengan sesamanya dan nilai yang berhubungan manusia dengan alam sekitarnya. (3) resepsi masyarakat meliputi : Gunung Pegat memiliki keberkahan, Gunung Pegat memiliki perbukitan kapur dan Gunung Pegat dikenal Masyarakat dengan mitos perceraian.
Abreviasi pada Bahasa Slang Influencer Tik Tok dari Kalangan Gen Z Wiwin Ria Safitri; Yunita Suryani; Lailatul Afifah
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13505

Abstract

Penelitian abreviasi pada bahasa slang influencer Tik Tok dari kalangan Gen Z tentunya membahas tentang penggunaan abreviasi pada bahasa slang yang digunakan oleh influencer Tik Tok dari kalangan Gen Z. Adapun permasalah yang diangkat dalam penelitian ini adalah tentang bagaimana abreviasi bahasa slang menjadi alat komunikasi yang efektif sekaligus membentuk identitas kelompok di media sosial. Tujuan dalam penelitian ini untuk mendeskripsikan bentuk-bentuk abreviasi pada bahasa slang yang digunakan oleh influencer Tik Tok dari kalangan Gen Z pada akun @fujiiian, @alwifahry, @hesfinatia, @iniganta, dan @emilmario69. Metode dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan data berupa tangkapan layar (screenshoot) dan keterangan (caption) dari video konten Tik Tok dalam periode tertentu. Selain itu, teknik analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan untuk mengidentifikasi pola penggunaan abreviasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat 52 bentuk abreviasi yang dikelompokkan ke dalam tiga kategori utama, yaitu akronim, singkatan, dan penggalan. Akronim menjadi kategori yang paling dominan dengan 29 data, diikuti singkatan sebanyak 19 data, dan penggalan sebanyak 4 data. Temuan ini menunjukkan bahwa abreviasi tidak hanya mempercepat komunikasi tetapi juga menjadi ekspresi identitas generasi Z. Penelitian ini berkontribusi pada kajian linguistik modern dengan menyoroti peran bahasa slang dalam membentuk pola komunikasi di era digital yang dinamis.   
Bentuk Penggunaan Bahasa Sarkasme dalam Gameplay Mobile Legends dan Potensi Dampaknya terhadap Psikologi Remaja Ridha Fazia Azzahra Ridha Fazia Azzahra; Yunita Suryani; Lailatul Afifah
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13506

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk-bentuk sarkasme yang muncul dalam interaksi antarpemain selama gameplay Mobile Legends serta mengkaji potensi dampak psikologis yang ditimbulkan pada remaja. Penelitian ini menggunakan teori ketidaksantunan berbahasa Culpeper yang memandang ketidaksantunan sebagai perilaku komunikasi yang bertujuan menyerang muka (face) mitra tutur atau menyebabkan mitra tutur merasa terserang. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan fokus pada fenomena penggunaan sarkasme dalam gameplay Mobile Legends dan implikasinya terhadap psikologi remaja. Data penelitian berupa tuturan sarkastis yang diperoleh dari interaksi antarpemain dalam permainan Mobile Legends. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan 38 data sarkasme yang terdiri atas sarkasme yang merendahkan kemampuan bermain (skill) sebanyak 23 data, sarkasme yang merendahkan secara seksual sebanyak 6 data, sarkasme yang merendahkan secara fisik sebanyak 6 data, serta sarkasme dalam bentuk lainnya sebanyak 3 data. Berdasarkan teori Culpeper, tuturan tersebut menunjukkan adanya tindakan ketidaksantunan yang dilakukan secara sengaja untuk merendahkan atau menyerang mitra tutur sehingga melanggar norma kesantunan berbahasa. Selain itu, penggunaan sarkasme secara berulang berpotensi memberikan dampak psikologis pada remaja, seperti penurunan kepercayaan diri, munculnya stres dan kecemasan, perilaku agresif, terganggunya hubungan sosial, serta meningkatnya kerentanan terhadap masalah psikologis tertentu. Kata Kunci: sarkasme; Mobile Legends; ketidaksantunan berbahasa; psikologi remaja.
Tindak Tutur Perlokusi Warganet Terhadap Aksi Demonstrasi Tunjangan DPR Di Instagram Kompas.com Pada Agustus-September 2025 Fauziah Musfiroh -; Eko Muharudin; Eko Suroso; Isnaeni Praptanti
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13582

Abstract

Perkembangan media sosial sebagai ruang komunikasi publik menyebabkan interaksi masyarakat tidak hanya terjadi secara langsung. Kolom komentar pada media sosial menjadi salah satu bentuk partisipasi masyarakat dalam menyampaikan tanggapan terhadap isu sosial dan politik yang berkembang. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh munculnya respons warganet terhadap isu demonstrasi tunjangan DPR yang menunjukkan adanya penggunaan bahasa dengan maksud dan dampak tertentu bagi pembaca. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk tindak tutur perlokusi yang terdapat dalam komentar warganet serta menjelaskan efek yang ditimbulkan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data penelitian berupa tuturan pada komentar warganet di unggahan Instagram Kompas.com terkait aksi demonstrasi tunjangan DPR periode Agustus–September 2025. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui metode simak dengan teknik lanjutan berupa catat dan pilah. Analisis data dilakukan menggunakan teori tindak tutur menurut Searle dengan mengidentifikasi bentuk tuturan dan efek perlokusi yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan warganet didominasi oleh tindak tutur ekspresif yang berisi ungkapan kemarahan, kekecewaan, dan kritik terhadap DPR. Selain itu, ditemukan pula bentuk representatif, direktif, komisif, dan deklaratif yang menunjukkan upaya warganet dalam membangun opini serta memengaruhi sikap pembaca. Penelitian ini menegaskan bahwa media sosial menjadi ruang penting bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan membentuk respons publik melalui penggunaan bahasa. Kata Kunci: Tindak tutur perlokusi; Warganet; Instagram; Demonstrasi
Efektivitas Model Pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition dalam Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Ulasan Berbantuan Video Film Pendek pada Siswa Kelas VIII SMPIT Permata Hati Tambun Selatan Siti Noer Afipah; Suntoko; Kurnia Dewi
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13636

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) berbantuan media video film pendek dalam meningkatkan kemampuan menulis teks ulasan siswa kelas VIII di SMPIT Permata Hati. Metode yang digunakan adalah kuantitatif eksperimen semu (quasi-experimental) dengan desain nonequivalent control group yang melibatkan 60 siswa. Pengumpulan data dilakukan melalui tes menulis, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen meningkat signifikan dari 69,2 menjadi 93, sedangkan kelas kontrol hanya meningkat dari 68,6 menjadi 77,8. Uji N-Gain mendukung temuan ini dengan perolehan kelas eksperimen sebesar 0,74 (kategori tinggi) dan kelas kontrol sebesar 0,27 (kategori rendah). Hasil uji hipotesis menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok (Sig. < 0,001). Peningkatan ini juga tecermin pada ketepatan siswa dalam menerapkan struktur teks dan kaidah kebahasaan. Penelitian ini berimplikasi bahwa integrasi model CIRC dan media audiovisual dapat menjadi alternatif inovatif bagi guru untuk mengoptimalkan keterlibatan aktif dan keterampilan menulis siswa.
Efektivitas Model Genre Based Approach Berbantuan Media Teks Pidato dalam Peningkatan Kemampuan Menulis Teks Pidato Siswa SMPN 3 Karawang Barat SEPTIANI SHOBIHAH; WIENIKE DINAR PRATIWI; SLAMET TRIYADI
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13642

Abstract

This study aims to determine the effectiveness of the Genre Based Approach learning model assisted by speech text media on the speech writing ability of class VIII students of SMPN 3 Karawang Barat. This study uses a quantitative approach with a quasi-experimental method and a Nonequivalent Control Group Design. Data collection was carried out through a speech writing ability test given before and after treatment. Data were analyzed using relevant statistical tests to determine differences in student learning outcomes. The results showed that the application of the Genre Based Approach model assisted by speech text media had a positive effect on students' speech writing ability. Students who participated in learning using this model showed a better improvement in writing ability compared to students who participated in regular learning. Genre Based Approach assisted by speech text media can be used as an effective learning alternative in improving students speech writing ability.
Penindasan Perempuan dalam Film Andai Ibu Tidak Menikah Dengan Ayah Karya Evelyn Afnilia: Kajian Feminisme Radikal Nabila Nur Aulia; Baiq Nurmarini Nursaly; Mudarman
EDU-KATA Vol. 12 No. 2 (2026): Agustus 2026
Publisher : Program Pascasarjana Universitas Islam Darul `Ulum Lamongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/kata.v12i2.13652

Abstract

This study aims to describe the forms of oppression against women and the impact of such oppression on psychosocial conditions in the film Andai Ibu Tidak Menikah dengan Ayahb by Evelyn Afnilia, based on Kate Millett’s radical feminist perspective. The research method used is qualitative descriptive, employing a literature review approach. Data collection was conducted through observation and note-taking combined with documentation to deepen the analysis of the film’s content. The theoretical framework employed is Kate Millett’s radical feminism, which views patriarchal culture as the root of women’s oppression, positioning men as the dominant group holding full power and rights, while women are positioned as the disadvantaged group. The research data consisted of scene excerpts, dialogue, and character expressions. The data were analyzed using the Miles and Huberman model, which includes data reduction, data analysis, data presentation, and drawing conclusions. The results of the study indicate that several forms of women’s oppression are represented in the film, namely labeling, marginalization, subordination, and the double burden. This oppression impacts the psychosocial condition of the female characters, manifesting as emotional stress, disappointment, frustration, mental exhaustion, limitations in making life choices, and the loss of opportunities for women to develop their full potential. From the perspective of Kate Millett’s radical feminism, this film demonstrates that patriarchy not only creates social inequality but also influences psychosocial conditions through control and the domination of power within family life.