cover
Contact Name
dr. Mitayani, M.Si. Med
Contact Email
mitayani.dr@gmail.com
Phone
+6281320074327
Journal Mail Official
sifa_medika@um-palembang.ac.id
Editorial Address
Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Palembang Gedung F lantai 1 Jl. K.H. Balqhi, 13 Ulu, Seberang Ulu I, Palembang
Location
Kota palembang,
Sumatera selatan
INDONESIA
Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
ISSN : 2087233X     EISSN : 25806971     DOI : -
Core Subject : Health, Science,
Syifa MEDIKA published by Faculty of Medicine, University of Muhammadiyah Palembang is a peer-reviewed journal that published two times a year: September and March. Syifa MEDIKA is a national peer-reviewed and open access journal. We accept original article, case report, and literature review from all area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Focus and Scope: All area of medicine, biomedicine, and publich health fields. Anatomy, Biomedicine, Pharmacology, Microbiology, Nutrition, Biochemistry, Physiology, Tropical Medicine, Public Health, Pediatric, Internal Medicine, Obstetry and Gynaecology, Dermatovenereology, Surgery, Neurology, Family Medicine, Medical Education.
Articles 230 Documents
GAMBARAN SISTEM SURVEILANS TB DI PUSKESMAS WILAYAH KABUPATEN JEMBER BERDASARKAN KOMPONEN INPUT Wafiroh, Nabila Yunib Hibatu; Bumi, Candra; Kinanthi, Citra Anggun
Syifa'Medika Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v14i2.6680

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat. Sistem surveilans TB perlu didukung dengan suatu sistem pencatatan dan pelaporan yang baik dan terstandar. Sistem surveilans TB bertujuan sebagai upaya monitoring kejadian TB, sehingga dapat meminimalisir under-reporting/lost to follow up kasus TB. Pemeriksaan TCM TB sebagai alat diagnosis utama TB di Kabupaten Jember tersebar di 10 Puskesmas yang menjadi garda terdepan dalam menemukan TB secara langsung di masyarakat. Sebuah input diperlukan dalam sebuah sistem surveilans TB guna mendukung pelaksanaan (proses) sistem surveilans sehingga dapat menghasilkan data berkualitas (output). Tujuan penelitian ini untuk mengetahui gambaran sistem surveilans TB di Puskesmas wilayah Kabupaten Jember berdasarkan komponen input. Metode penelitian menggunakan penelitian deskriptif. Penelitian dilaksanakan di 10 Puskesmas yang memiliki laboratorium TCM TB. Variabel input yang diteliti meliputi sumber daya manusia, fasilitas, perlengkapan, dan pendanaan. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar (60%) SDM sistem surveilans TB puskesmas belum sesuai pedoman yakni pada pelatihan yang belum menyeluruh bagi semua komponen tenaga program, sebagian besar (70%) fasilitas sistem surveilans TB puskesmas belum sesuai pedoman yakni belum tersedia dan/atau tidak digunakannya timer, dan label/sticker, sebagian besar (80%) perlengkapan sistem surveilans TB puskesmas belum sesuai pedoman yakni pada tidak tersedianya pedoman pemeriksaan dahak dan form TB secara lengkap, dan sebagian besar (60%) pendanaan sistem surveilans TB puskesmas telah sesuai pedoman. Kesimpulan sebagian besar SDM, fasilitas dan perlengkapan sistem surveilans TB pada 10 puskesmas di Jember belum sesuai pedoman pada komponen input
Online Lecture During the COVID-19 Pandemic Affectss Medical Students' Learning Outcomes Based on MCQ Score Examination Kesuma, Putri; Oktariza, Rury Tiara; rohani, siti; Anggraini, wieke; Indriyani, Indriyani
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.7761

Abstract

The COVID-19 pandemic has made major changes, one of which is the policy of implementing online lectures from home. This change in method can affect student learning outcomes that can be observed through the results of the MCQ exam at the end of the block. This study was conducted to determine the influence of online lectures during the COVID-19 pandemic on the results of the final MCQ test of student blocks. The retrospective cohort research design was carried out by collecting the MCQ scores at the end of the block at the time before the pandemic, the beginning of the pandemic and the sixth month of the pandemic from students of the 2017, 2018, and 2019 batches and data analysis was carried out by means of the Friedman Test, the Repeated Anova test, the Kruskal-Wallis test and the One-Way Anova. In the class of 2017, the average MCQ test results of the final block before, at the beginning, and in the sixth month of the pandemic were 50.72+8.02 consecutively; 51,39+6,8; 50.31+8.41, and there was no significant difference between them (p>0.001). Meanwhile, in other batches, a significant difference (p<0.001) was found with the results of the final MCQ exam in the 2018 batch of 45.29 + 7.87; 42.77 + 10.4 and 50.68 + 10.63 and for the class of 2019 it is 62.00 + 6.83; 46.8+10.92 and 52.32+10.02. At the beginning of the implementation of online lectures, the final MCQ score of the junior student block was most affected (p<0.001). The online lecture method affects the learning outcomes of first- and second-year students but not for third-year students.
Analisis Kuantitatif Pewarnaan Rhodamin B pada Jajanan Pasar di Seberang Ulu II Palembang Indriani, Nabila; Fitriani, Nyayu; Rosita, Yanti; Erlyn, Putri
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.7891

Abstract

Makanan merupakan keperluan utama setiap orang. Masyarakat Indonesia sering mengkonsumsi jajanan pasar yang siap dikonsumsi dengan harga yang lebih terjangkau dan warna yang lebih menarik. Sering kali produsen menyalahgunakan pemakaian zat pewarna tekstil seperti rhodamin B sebagai bahan tambahan pangan karena mudah ditemukan, harga yang lebih terjangkau, dan menghasilkan warna yang lebih menarik, merah cerah mengkilap. Apabila terpapar rhodamin B dalam jumlah yang banyak menyebabkan gejala akut dan keracunan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pewarna rhodamin B pada jajanan pasar di Seberang Ulu II. Penelitian ini merupakan penelitian survei deskriptif dengan pengujian metode spektrofotometri UV Vis. Sampel diperoleh dari Pasar Silaberanti, Pasar Pocong, dan Pasar Sentosa. Penelitian ini didapatkan 25 sampel yang diuji dengan metode ekstraksi cair-cair dengan hasil pengamatan bening lalu dilanjutkan dengan pengujian metode spektrofotometri UV Vis dan didapatkan tidak ada sampel yang mengandung rhodamin B (absorbansi 0,000). Hasil penelitian didapatkan kesimpulan bahwa seluruh sampel jajanan pasar di Seberang Ulu II tidak mengandung rhodamine B.
MANFAAT ZAT AKTIF PURWOCENG (Pimpinella pruatjan) SEBAGAI AFRODISIAK, ANTIOKSIDAN, PEMACU ORGANOGENESIS, DAN ANTIBAKTERI Arjadi, Fitranto; Ahmad, Faiq Alaika; Fidnillah, Diva Azka; Ailsa, Shafa; Maulida, Adzkia; Sirajuddin, Mohammad Salman; Zhafira, Adistya Hasna; Hidi, Aulli Rahman
Syifa'Medika Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v14i2.7518

Abstract

Purwoceng merupakan tanaman obat asli Indonesia yang dipercaya berkhasiat sebagai Afrodisiak (meningkatkan vitalitas seksualitas pria). Purwoceng sebagai afrodisiak mengandung beberapa zat kimia seperti steroid, minyak atsiri, furanocoumarin,flavonoid dan vitamin, yang terdapat pada bagian daun dan akarnya. Tujuan studi pustaka ini adalah   menyusun pemahaman yang lebih komprehensif tentang zat aktif dalam tanaman purwoceng dan manfaatnya bagi kesehatan manusia. Beberapa penelitian dengan hewan coba tikus, menunjukan bahwa zat aktif didalam Purwoceng memiliki efek positif androgenik karena dapat meningkatkan LH, FSH, dan testosteron. Selain itu ekstrak purwoceng memiliki aktivitas antioksidan Bioflavonoidyang memiliki kemampuan menangkap radikal bebas, menurunkan ROS, dan mengurangi stres oksidatif.  Purwoceng memiliki kandungan zat aktif antioksidan yang dapat mencegah stres oksidatif dan bermanfaat meningkatkan kadar hormone LH, FSH, dan testosteron.
THE RELATIONSHIP OF DIET WITH OBESITY IN ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN Noviyanti, Noviyanti; Ulandari, Yolanda; Indriyani, Indriyani; Oktariza, Rury Tiara; Anggaraini, Wieke
Syifa'Medika Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v14i2.7889

Abstract

Obesity has become a worldwide epidemic health problem. The World Health Organization says that more than 1.9 billion adults aged 18 years and under are overweight and 600 million of them are obese. Obesity in children is a risk factor for various diseases such as cardiovascular and metabolic disorders. A sedentary lifestyle/excess can be a factor in the occurrence of obesity, one of which is a bad diet. The purpose of this study was to determine the relationship between diet and obesity in elementary school children. This type of research is quantitative-analytical, observational, and cross-sectional as the research design. The sampling technique uses total sampling conducted on Class V children of State Elementary School 104 Palembang. The obesity variable is measured using a z score, while diet is measured using the Food Frequency Questionnaire (FFQ). The data was processed and analyzed using the chi-square test. The results of this study were from 86 respondents obtained more children who were not obese than children who were obese, namely 15 respondents with a percentage (17.4%) who were obese and as many as 71 respondents with a percentage (82.6%) who were not obese. The results of the chi-square test obtained a p-value of 0.045. The conclusion is that there is a relationship between diet and obesity in elementary school children of Negeri 104 Palembang.
Effectiveness of Anthocyanins on Kidney Fibrosis; A Systemic Literature Review Lusiana, Evi; Azizah, Aida Nur; Islami, Arya Putera
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.7932

Abstract

Renal fibrosis refers to the abnormal accumulation of extracellular matrix during the process of tissue repair. Kidney fibrosis is mostly caused by chronic inflammation, which leads to tissue remodeling and subsequently impairs kidney function, resulting in a reduction in the glomerular filtration rate (GFR). Reduced glomerular filtration rate (GFR) can elevate blood concentrations of urea and creatinine. The chemicals known as anthocyanins possess anti-inflammatory and antioxidant characteristics, hence potentially enhancing renal function. This study was conducted based on a literature review approach, utilizing journal papers published over the past decade (2015-2024) obtained from Pubmed, Science Direct, and Google Scholar. This article aims to represent the diverse scientific investigations made on the efficacy of anthocyanins in enhancing renal function in cases with renal fibrosis. The present study indicates that anthocyanins have a positive impact on kidney function by effectively lowering urea and creatinine levels in individuals with renal fibrosis.
Dukungan Keluarga Bagi Akseptor Jangka Panjang Di Puskesmas 1 Ulu Kota Palembang Salsyah, Alya; Purwoko, Mitayani; Anggraini, Wieke
Syifa'Medika Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i1.7978

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi pemilihan jenis kontasepsi adalah dukungan keluarga. Dukungan keluarga terdiri dari dukungan informasional, instrumental, penilaian, dan emosional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dukungan penilaian dan dukungan emosional dari pasangan akseptor dalam pemilihan jenis kontrasepsi jangka panjang. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi untuk mengeksplorasi fenomena dalam pemilihan kontrasepsi jangka panjang pada akseptor KB di Puskesmas 1 Ulu Kota Palembang. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pasangan aksepto memberikan dukungan penilaian berupa ikut membantu memecahkan masalah dalam menentukan jenis kontrasepsi dan dukungan emosional dengan memberikan perhatian dan berkomunikasi setelah pemasangan KB. Fenomena yang ditemukan yaitu, KB pria masih rendah karena pria menganggap KB merupakan urusan wanita saja serta jenis KB jangka panjang dipilih karena mempertimbangkan faktor ekonomi dan kesehatan istri.
PERSEPSI DAN KEBUDAYAAN MENGENAI PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF DI DESA LETING MALUKU Lestari, Ayu; Asmin, Elpira; Glovrig Siahaya, Presli
Syifa'Medika Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v14i2.6520

Abstract

ASI eksklusif merupakan ASI dengan kandungan berupa zat gizi dan antibodi yang dapat diberikan pada bayi baru lahir selama 6 bulan pertama kelahiran tanpa makanan ataupun minuman tambahan lainnya seperti air putih, susu formula, jeruk, madu, air teh, dan makanan padat seperti pisang, pepaya, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Persepsi dan kebudayaan dapat menyebabkan timbulnya perilaku dari ibu untuk tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan kebudayaan mengenai pemberian ASI eksklusif di Desa Leting Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Pencarian informan menggunakan metode snowball sampling dengan total informan sebanyak 9 orang yang terdiri dari ibu yang mempunyai bayi berusia 0-24 bulan dan keluarga dari ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pemberian ASI eksklusif di Desa Leting dipengaruhi faktor pengetahuan, pengalaman dan motivasi, selanjutnya kebudayaan mengenai pemberian ASI eksklusif di Desa Leting dipengaruhi faktor cara pemberian ASI, kebiasaan, tradisi dan kepercayaan. Persepsi pemberian ASI eksklusif di Desa Leting ditemukan bahwa satu ibu memberikan ASI karena mengetahui, memahami dan motivasi diri sendiri tentang manfaat memberikan ASI kepada bayinya. Kebudayaan mengenai pemberian ASI eksklusif di Desa Leting yaitu sebagian besar ibu memiliki kebiasaan sesuai tradisi dan kepercayaan masyarakat bahwa kolostrum adalah ASI basi yang harus dibuang, pemberian papeda dan pembacaan doa untuk kelancaran ASI ibu. Saran bagi petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan informasi yang benar mengenai ASI eksklusif agar persepsi masyarakat dapat diperbaiki serta kebudayaan yang keliru dapat dihilangkan.ASI eksklusif merupakan ASI dengan kandungan berupa zat gizi dan antibodi yang dapat diberikan pada bayi baru lahir selama 6 bulan pertama kelahiran tanpa makanan ataupun minuman tambahan lainnya seperti air putih, susu formula, jeruk, madu, air teh, dan makanan padat seperti pisang, pepaya, biskuit, bubur nasi, dan nasi tim. Persepsi dan kebudayaan dapat menyebabkan timbulnya perilaku dari ibu untuk tidak memberikan ASI eksklusif pada bayi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui persepsi dan kebudayaan mengenai pemberian ASI eksklusif di Desa Leting Kabupaten Kepulauan Aru, Maluku tahun 2023. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan desain fenomenologi. Pencarian informan menggunakan metode snowball sampling dengan total informan sebanyak 9 orang yang terdiri dari ibu yang mempunyai bayi berusia 0-24 bulan dan keluarga dari ibu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi pemberian ASI eksklusif di Desa Leting dipengaruhi faktor pengetahuan, pengalaman dan motivasi, selanjutnya kebudayaan mengenai pemberian ASI eksklusif di Desa Leting dipengaruhi faktor cara pemberian ASI, kebiasaan, tradisi dan kepercayaan. Persepsi pemberian ASI eksklusif di Desa Leting ditemukan bahwa satu ibu memberikan ASI karena mengetahui, memahami dan motivasi diri sendiri tentang manfaat memberikan ASI kepada bayinya. Kebudayaan mengenai pemberian ASI eksklusif di Desa Leting yaitu sebagian besar ibu memiliki kebiasaan sesuai tradisi dan kepercayaan masyarakat bahwa kolostrum adalah ASI basi yang harus dibuang, pemberian papeda dan pembacaan doa untuk kelancaran ASI ibu. Saran bagi petugas kesehatan diharapkan dapat memberikan informasi yang benar mengenai ASI eksklusif agar persepsi masyarakat dapat diperbaiki serta kebudayaan yang keliru dapat dihilangkan.
Analisis Kepatuhan Hand Hygiene pada Tenaga Kesehatan Syahniar, Rike; Sugiarto, Sugiarto; Kharisma, Dayu Swasti; Indriyani, Indriyani; Ferdiansyah, Ferry
Syifa'Medika Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i2.7796

Abstract

Latar Belakang: Ketidakpatuhan dalam mencuci tangan berkontribusi besar dalam infeksi nosokomial. Mencuci tangan menjadi poin penting dalam mecegah terjadinya infeksi nosokomial. Kesadaran tenaga kesehatan dalam menjalankan hand hygiene yang benar menjadi aspek yang paling penting dalam mencegah penularan infeksi. Beberapa penelitian menemukan bahwa kepatuhan hand hygiene pada kalangan tenaga kesehatan masih cukup rendah. Tujuan: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bagaimana analisis kepatuhan hand hygiene pada tenaga Kesehatan. Metode: Penelitian ini adalah survei cross-sectional terhadap tenaga kesehatan di Rumah Sakit Islam Jakarta Cempaka Putih tahun 2023. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi hand hygiene tenaga kesehatan dalam five moments hand hygiene menurut WHO. Olah data menggunakan analisis cross tab dan disajikan dalam bentuk deskriptif. Hasil: Hasil observasi kepatuhan cuci tangan pada five moment hand hygiene didapatkan 93.18% tenaga kesehatan di RSIJ Cempaka Putih sudah mematuhi perilaku cuci tangan 6 langkah pada 5 momen yang dianjurkan oleh WHO. 7 orang (3.98%) melakukan cuci tangan, namun tidak sesuai 6 langkah WHO, ketidakpatuhan ditemukan paling banyak pada saat setelah menyentuh lingkungan pasien dan sebelum menyentuh pasien. Simpulan: 93.18% tenaga kesehatan di RSIJ Cempaka Putih sudah mematuhi perilaku cuci tangan 6 langkah pada 5 momen yang dianjurkan oleh WHO.
Evaluasi Pelaksanaan Program Penanggulangan Tuberkulosis Di Wilayah Kerja Puskesmas Wangon I Kabupaten Banyumas Amalia, Ifada; Maharani, Chatila
Syifa'Medika Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v15i2.9174

Abstract

Strategi Nasional Penanggulangan Tuberkulosis tahun 2020-2024 menyebutkan bahwa target Indeks Kasus pada tahun 2022 adalah 90% namun Jawa Tengah masih belum mencapai target yakni 62%. Jumlah seluruh kasus tuberkulosis di Kabupaten Banyumas pada tahun 2021-2023 meningkat dari 3404 kasus menjadi 4853 kasus. Angka keberhasilan pengobatan juga mengalami peningkatan dari 80% menjadi 90,3%. Meskipun angka keberhasilan pengobatan naik namun angka kematian tuberkulosis juga mengalami peningkatan pada tahun 2023 yakni 4,9% menjadi 5,6%. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program penanggulangan tuberkulosis dari aspek input, process, dan output di wilayah kerja Puskesmas Wangon I Kabupaten Banyumas pada Tahun 2024 jika dibandingkan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pedoman Penanggulangan Tuberkulosis. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan metode deskriptif yang dilakukan pada bulan September 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa promosi Kesehatan belum dilakukan dengan terjadwal, penggunaan sarana prasarana di Puskesmas Wangon I belum maksimal serta upaya penemuan kasus yang belum dilakukan menyeluruh. Output yang dihasilkan yakni capaian sudah sesuai target puskesmas namun masih belum mencapai dari target nasional. Simpulan penelitian ini adalah kegiatan penanggulangan tuberkulosis, sumber daya, kebijakan, sistem informasi, pengorganisasian dan peran serta masyarakat sudah sesuai dengan pedoman tetapi pada poin pelaksanaan terdapat surveilans kasus dan pengendalian faktor risiko lingkungan yang belum sesuai dengan pedoman.  

Filter by Year

2010 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 2 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 15, No 1 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 2 (2024): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 14, No 1 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 2 (2023): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 13, No 1 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 2 (2022): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 12, No 1 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 2 (2021): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 11, No 1 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 2 (2020): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 10, No 1 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 2 (2019): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 9, No 1 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 8, No 2 (2018): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): vol.7 no.2 Vol 8, No 1 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 2 (2017): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 7, No 1 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 2 (2016): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 6, No 1 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 2 (2015): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 5, No 1 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 2 (2014): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 4, No 1 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 2 (2013): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 3, No 1 (2012): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 2 (2012): syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 2, No 1 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 2 (2011): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan Vol 1, No 1 (2010): Syifa' MEDIKA: Jurnal Kedokteran dan Kesehatan More Issue