cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Proceeding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan
Published by Universitas Hasanuddin
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Arjuna Subject : -
Articles 184 Documents
Studi Kondisi Oseanografi pada Daerah Penangkapan Ikan Pelagis Besar dengan Menggunakan Pole and Line di Perairan Teluk Bone Safruddin Safruddin; Yashinta Kumala Dewi; Rachmat Hidayat; Moh. Tauhid Umar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1421.9 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menentukan hubungan antara dinamika kondisi oseanografi terhadap fluktuasi hasil tangkapan dan memetakan daerah penangkapan (DPI) ikan pelagis besar di perairan Teluk Bone. Studi mengenai dinamika kondisi oseanografi difokuskan pada sebaran suhu permukaan laut, konsentrasi klorofil-a, dan kedalaman perairan. Pengambilan data dimulai pada bulan April sampai dengan September 2017. Studi ini menggunakan dua jenis yaitu data primer mencakup jenis dan jumlah hasil tangkapan serta posisi penangkapan ikan. Data citra satelit oseanografi yang bersumber dari satelit Terra/MODIS dan AVISO/ETOPO2 sebagai data sekunder. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Generalized Additive Models (GAMs) dan dipetakan dengan menggunakan teknik Sistem Informasi Geografis (SIG). Hasil studi menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang kuat antara dinamika kondisi oseanografi dengan fluktuasi hasil tangkapan ikan pelagis besar di perairan Teluk Bone. Distribusi ikan cenderung terjadi pada area perairan dengan suhu permukaan laut berkisar antara 29 - 29,5 oC, dimana konsentrasi klorofil-a pada area tersebut pada nilai 0,2 - 0,4 mg/m-3, dan cenderung di daerah lepas pantai pada kedalaman perairan sekitar 500 - 1.000 m. Kata kunci: kondisi oseanografi, DPI, ikan pelagis besar, teluk bone. 
Analisis Aspek Perikanan Ikan Baronang Lingkis (Siganus canaliculatus) di Perairan Teluk Bone, Kabupaten Luwu Irman Halid
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1511.071 KB)

Abstract

Ikan Baronang Lingkis merupakan salah satu jenis ikan demersal perairan Teluk Bone yang potensial, bernilai ekonomis tinggi sehingga banyak dimanfaatkan oleh nelayan di perairan pantai Kabupaten Luwu. Ikan ini dieksploitasi secara intensif oleh nelayan pada daerah penangkapan potensial di Desa Karang-karangan Kecamatan Bua Kabupaten Luwu sepanjang tahun, terutama pada saat musim pemijahan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aspek perikanan Siganus canaliculatus berupa ukuran layak tangkap, jumlah tangkapan yang diperbolehkan dan kemampuan memanfaatkan. Metode yang digunakan melalui pendekatan histologi, analisis jumlah tangkapan yang diperbolehkan serta analisis kemampuan memanfaatkan. Hasil penelitian menunjukkan ukuran layak tangkap > 16,0 cm, nilai jumlah tangkapan yang diperbolehkan (TAC) sebesar 95,437 ton/tahun, kemampuan memanfaatkan (Hc) sebesar 103,68 ton/tahun. Berdasarkan analisis dari aspek perikanan, maka dalam prinsip pengelolaan perikanan berkelanjutan perlu melakukan pengurangan jumlah alat tangkap yang beroperasi dan atau menerapkan aturan jedah tangkap. Kata Kunci: Aspek perikanan, Baronang Lingkis, Perairan Teluk Bone. 
Upaya Menghindarkan Penyu dari Tangkapan Pukat Bawal dengan Menggunakan Lampu Hijau di Perairan Pulau Bunyu Andi Assir Marimba; Dewi Yanuarita; Muhammad Rijal Idrus
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (787.661 KB)

Abstract

Perairan Provinsi Kalimantan Utara merupakan alur lintas penyu hijau dan penyu sisik dari perairan pulau Derawan ke Perairan Samudera Pasifik di kepulauan Filipina. Hal ini menjadi masalah karena mereka sering tertangkap oleh jaring nelayan yang beroperasi di perairan tersebut. Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan oleh pakar perikanan didapatkan bahwa lampu hijau dapat mengusir penyu sehingga dilakukan ujicoba penggunaan lampu hijau yang diletakkan pada tali ris atas sebuah pukat bawal yang dioperasikan selama tiga hari empat malam pada bulan Mei 2017 yang dioperasikan mulai dari perairan Pulau Sebatik hingga perairan Pulau Tarakan. Selama pengoperasian 40 pieces pukat bawal yang sebagian (10 pieces) diberi lampu hijau tidak ditemukan penyu yang tersangkut pada jaring. Kemudian dilakukan ujicoba pemasangan lampu hijau pada tiga dari duabelas unit pukat bawal yang beroperasi di perairan sebelah timur Pulau Bunyu pada bulan Juni 2017. Dari ujicoba tersebut diperoleh hasil tangkapan seekor penyu yang ditangkap oleh salah satu dari pukat bawal yang tidak menggunakan lampu hijau. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif sehingga walaupun belum bisa dibuktikan dengan analisis statistika kemampuan lampu hijau dalam mengusir penyu karena selam percobaan tersebut pukat bawal hanya sekali menangkap penyu tetapi dapat dibuktikan bahwa walaupun penyu tertangkap oleh pukat bawal tetapi masih mampu untuk tetap hidup karena mereka mampu naik kepermukaan laut untuk mengambil nafas walaupun dalam kondisi terjerat oleh jaring. Kata Kunci: pukat bawal, lampu hijau, penyu, Pulau Bunyu, Kalimantan Utara. 
Ablasi Tangkai Mata Mempercepat Pematangan Ovari Lobster Pasir (Panulirus homarus) pada Musim Pemijahan Yudha Trinoegraha Adiputra; Muhammd Zairin Junior; Muhammad Agus Suprayudi; Wasmen Manalu; Widanarni Widanarni
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (447.391 KB)

Abstract

Musim pemijahan alami lobster pasir di perairan Pesisir Barat Lampung terjadi pada Juli-September yang ditandai dengan hasil tangkapan induk betina yang membawa telur mendominasi saat ditangkap. Pelarangan penangkapan lobster pasir ukuran kecil diduga akan menganggu produksi penangkapan sehingga perlu dimulai pembenihan yang memperlukan teknik pemeliharaan dan maturasi ovari induk betina lobster pasir hasil tangkapan alam. Tujuan penelitian ini mempelajari cara pemeliharaan induk dan pengaruh ablasi satu tangkai mata pada maturasi ovari lobster pasir (Panulirus homarus). Empatpuluh delapan ekor lobster pasir digunakan dan dipisahkan menjadi 2 kelompok yaitu ablasi satu tangkai mata dan tanpa ablasi tangkai mata. Tiga ekor diambil dari setiap kelompok pada hari ke-1:3:7:10:14:21 dan 27 untuk evaluasi perubahan anatomi ovari dan gonadosomatik indeks (GSI). Hasil penelitian menunjukkan seleksi selama masa adaptasi induk dapat meniadakan kematian induk karena ablasi mata. Anatomi ovari menunjukkan terjadinya maturasi ovari yang meningkat dari matang awal menjadi matang berlebih dengan ablasi mata pada hari ke-3 setelah ablasi sampai hari ke-27. Berbeda dengan perlakuan diatas, induk betina tanpa ablasi mata tidak dapat mematangkan ovari secara spontan. Setelah 27 hari, ovari secara serentak mencapai matang berlebih yang diasumsikan karena nutrien dari pakan yang diberikan dapat mendukung maturasi ovari. Perbedaan GSI antara perlakuan ablasi satu tangkai mata berbeda nyata (P<0,05) dengan tanpa ablasi tangkai mata. Hal ini menunjukkan hilangnya hormon penghambatan vitelogenesis (VIH) dan terpacunya hormon stimulasi vitelogenesis (VSH) karena ablasi tangkai mata. Studi merekomendasikan adaptasi untuk seleksi induk, ablasi untuk memperoleh maturasi ovari yang singkat dibandingkan dengan tanpa ablasi mata meskipun dengan nutrien pakan yang berkualitas. Kata Kunci: ablasi mata, GSI, lobster pasir, maturasi ovari, musim pemijahan 
Analisis Kualitas Perairan di Wilayah Reklamasi: Tinjauan pada Perairan Pantai Seruni, Kabupaten Bantaeng Rahmadi Tambaru; Khairul Amri; Taufik Hidayat
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (579.079 KB)

Abstract

Dalam pasal 1 Butir 23 UU Nomor 01 tahun 2014 perubahan atas UU nomor 27 tahun 2007, reklamasi diartikan sebagai kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan manfaat sumber daya lahan ditinjau dari sudut lingkungan dan sosial ekonomi dengan cara pengurugan, pengeringan lahan atau drainase. Dalam perkembangannya, banyak kasus yang terjadi sebagai akibat dari pelaksanaannya yang tidak mengikuti kaidah-kaidah lingkungan yang tepat. Pada kasus reklamasi pantai misalnya, perubahan kualitas perairan di sekitar lokasi kegiatan dapat saja terjadi sebagai akibat dari pelaksanaan yang tidak sesuai dengan kaidah lingkungan, pada akhirnya memberikan pengaruh terhadap kehidupan organisme seperti fitoplankton. Untuk mencermati hal itu, telah dilakukan suatu penelitian untuk mencermati perubahan kualitas perairan pantai pada wilayah yang direklamsi. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai Mei 2017 di perairan Pantai Seruni Kabupaten Bantaeng di mana pada perairan ini pernah dilakukan kegiatan reklamasi. Berdasarkan hasil penelitian, ternyata bahwa nilai parameter kualitas perairan seperti suhu, salinitas, derajat keasaman (pH), kecerahan perairan, kecepatan arus, Total Suspended Solid (TSS) dan oksigen terlarut (DO) secara umum berada dalam kisaran yang masih bersesuaian dengan kehidupan fitoplankton. Hal ini berarti, untuk kasus kegiatan reklamasi yang dilaksanakan di perairan pantai Seuni Kabupaten Bantaeng tidak banyak merubah kualitas perairan. Kata kunci: Pantai, Reklamasi, Kualitas air, Bantaeng 
Potensi Lestari Ikan Kerapu di Teluk Kwandang Kabupaten Gorontalo Utara Dewi Shinta Achmad; Syamsu Alam Ali; Sudirman Sudirman; Yusran Nur Indar
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (388.633 KB)

Abstract

Ikan kerapu merupakan salah satu target penangkapan di Teluk Kwandang. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui potensi lestari (MSY) ikan kerapu di Teluk Kwandang. Metode yang digunakan untuk menentukan potensi lestari adalah dengan menggunakan potensi maksimum lestari dari Schaefer. Potensi lestari ikan kerapu sebesar 243,36 ton, upaya optimal (fMSY) 1560 unit, dengan jumlah tangkapan yang dibolehkan (TAC) sebesar 194,68 ton. Tingkat pemanfaatan ikan kerapu di Teluk Kwandang tergolong fully eksploited menuju over eksploited. Diperlukan strategi pengelolaan pemanfataan yang sesuai untuk mencegah penangkapan berlebih seperti membatasi fishing capacity dan effort. Kata kunci: Ikan kerapu, potensi lestari, Teluk Kwandang 
Peran Media Baru bagi Nelayan dalam Rantai Distribusi Pangan Sehat Ana Windarsih
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.733 KB)

Abstract

Penggunaan teknologi aplikasi yang berbasis internet tumbuh secara masif di berbagai sektor baik pertanian, pendidikan (7pagi; Asdos), transportasi (Go-Jek; Grab) maupun kesehatan (Calorie counter; NikeBoom). Semua sektor tersebut sudah memanfaatkan perkembangan aplikasi, di sektor pertanian memberikan fasilitas untuk mendekatkan dan kemudahan kepada konsumen untuk mendapatkan produk yang terjamin kualitasnya. Misalnya Brambang.com; Sayurbox; Limakilo.id; RegoPantes.com untuk mendapatkan produk sayur segar dan buah juga bumbu. Perkembangan teknologi tersebut harus pula memberikan kemajuan pembangunan sektor kelautan dan perikanan. Meski sudah dikembangkan teknologi aplikasi untuk kemudahan nelayan, namun dalam implementasinya justru bias. Nelayan bukannya terbantu, namun justru kebingungan menggunakan aplikasi. Kesenjangan siber di area rural dan urban memang disinyalir menjadi penyebab hambatan dan kendala implementasi teknologi baru. Di sisi lain potensi pasar pangan sehat dari hasil tangkapan maupun produksi nelayan sangat besar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa dan mengkaji peran media baru (aplikasi) dalam rantai distribusi pangan sehat generasi era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah netnografi dilengkapi dengan studi literatur dengan analisa deskriptif. Seiring dengan kebijakan dari pemerintah tentang gerakan makan ikan, seharusnya kemajuan teknologi aplikasi semakin membantu nelayan mewujudkan peningkatan penghidupannya. Kata kunci: media baru (start up), nelayan, rantai distribusi, pangan sehat 
Penambahan Nukleotida dalam Pakan Pembesaran sebagai Immunostimulan pada Udang Vaname, Litopenaeus vannamei Siti Subaidah; Sofiati Sofiati; Manijo Manijo; Titis Titis
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (848.194 KB)

Abstract

Udang tidak memiliki respon imun spesifik dan sepenuhnya tergantung pada respon imun nonspesifik. Nukleotida merupakan immunostimulan yang sudah diketahui dapat meningkatkan respon imun nonspesifik ikan. Pada udang, belum banyak penelitian tentang penggunaan nukleotida sebagai imunostimulan. Nukleotida dapat menawarkan alternatif bagi penggunaan antibiotik atau bahan-bahan kimia, sebab bahan ini tidak meninggalkan residu dalam tubuh ikan serta tidak mengakibatkan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu, perekayasaan terhadap penggunaan nukleotida dalam upaya mengontrol penyakit dalam aktivitas budidaya udang sangat diperlukan dengan tujuan mengevaluasi pengaruh pemberian nukleotida terhadap resistensi dan performa pertumbuhan pada pembesaran udang vaname. Pemberian nukleotida dengan dosis 400 mg/kg pakan yang diberikan selama 4 minggu memberikan peningkatan pertumbuhan bobot yang lebih baik dibanding pemberian 2 minggu dan kontrol tanpa pemberian. Nukleotida yang lebih spesifik berfungsi sebagai immunostimulan memberikan sintasan yang lebih baik yaitu sebesar 62,75% atau 12,72% lebih tinggi dari kontrol, dan sebesar 59,50% atau 6,88% lebih tinggi dari kontrol, yang didukung oleh ekspresi gen proPO. Kata kunci: udang vaname, nukleotida, immunostimulan. 
Desain Purse Seine yang Ideal Berdasarkan Tingkah Laku Ikan Layang (Decapterus macarellus) dan Ikan Tongkol Deho (Auxis thazard) di Rumpon Arham Rumpa; Khairuddin Isman
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (799.519 KB)

Abstract

Keberhasilan operasi penangkapan ikan tergantung pada hubungan antara ukuran gerombolan ikan, ukuran dan jarak dimana ikan dapat mendeteksi kapal serta kecepatan dan arah renang ikan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kriteria desain alat tangkap purse seine yang ideal berdasarkan tingkah laku biologis ikan layang (Decapterus macarellus) dan ikan tongkol deho (Auxis thazard) di rumpon. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Januari 2017 hingga Maret 2017 di Kabupaten Bone, sebanyak 25 sampel alat tangkap dan kapal. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survey yaitu mengambil sampel dari populasi model alat tangkap purse seine, untuk analisis data mengenai kriteria desain alat tangkap purse seine yang ideal berdasarkan tingkah laku biologis ikan layang (decapterus macarellus) dan ikan tongkol deho (auxis thazard) di rumpon menggunakan perhitungan formula teoritis yang relevan dalam rancang bangun alat tangkap ikan. Hasil penelitian yang didapat ialah kriteria panjang minimal purse seine kondisi gerombolan ikan praktis tidak bergerak dibawah rumpon pada waktu pengoperasian alat tangkap pukul 04.00 – 05.00 sudah memenuhi nilai ketentuan teknis berkisar minimal 157 meter dan kondisi gerombolan ikan bergerak semua sampel berkisar 223,8 – 572,3 meter dibandingkan dengan rata-rata panjang jaring terpasang berkisar antara 240 – 360 meter di dapatkan 56 % sesuai dengan nilai ketentuan teknis sedangkan kedalaman ideal jaring minimal 36 - 39 meter jika dibandingkan dengan tinggi jaring terpasang masing-masing sampel berkisar antara 29,5 – 57,7 meter sesuai dengan nilai ketentuan teknis. untuk lebih optimalnya operasi penangkapan ikan maka salah satu solusinya dengan memperpanjang alat tangkap agar area pelingkaran lebih luas guna manghalau gerakan ikan untuk keluar dari sasaran target lingkaran jaring Kata kunci: Purse seine , Tingkah laku ikan , Kriteria ideal, Kabupaten Bone 
Pemanfaatan Daun Miana yang Dicampur Madu dalam Pengobatan Ikan Mas (Cyprinus Carpio) yang Terinfeksi Aeromonas Hydropilla Yuliana Salosso
Prosiding Simposium Nasional Kelautan dan Perikanan Vol. 5 (2018): PROSIDING SIMPOSIUM NASIONAL V KELAUTAN DAN PERIKANAN UNHAS
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan (FIKP), Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (818.736 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan perasan daun miana yang di campur madu dalam meenyembuhkan ikan mas yang terinfeksi bakteri Aeromonas hydropilla. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap, dengan satu variabel bebas (konsentrasi perasan miaya yang dicampur madu yang berbeda). Perlakukan konsentrasi perasan miaya yang dicampur madu yang diberikan dengan metode penyuntikan pada penelitian ini adalah 40%, 50%, 60%. Masing-masing perlakuan diulang 3 kali dan selain itu ditambahkan 2 unit kontrol yaitu kontrol negatif (disuntik akuades) dan kontrol positif (disuntik bakteri tanpa pengobatan). Kepadatan bakteri A.hydropilla sebagai patogen adalah 106 sel/ml. Hasil penelitian menunjukkan Perasan daun miana yang dicampur madu mampu menyembuhkan ikan mas yang terinfeksi bakteri A.hydropilla, dengan menurunkan kepadatan bakteri pada ikan yang terserang bakteri A.hydropilla sehingga menormalkan hematologi ikan mas yang pada akhirnya meningkatkan sintasan ikan mas tersebut. Konsentrasi perasan daun miana yang dicampur madu yang efektif dalam meningkatkan kesembuhan pada ikan mas yang terinfeksi A.hydropilla sehingga meningkatkan sintasannya pada akhir penelitian adalah 60% yang diberikan dengan metode penyuntikan. Kata Kunci : Aeromonas hydrophila, ikan mas, madu, daun miana 

Page 3 of 19 | Total Record : 184