cover
Contact Name
Noh Ibrahim Boiliu
Contact Email
nohibrahim.boiliu@uki.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
regulafidei@uki.ac.id
Editorial Address
Program Studi Pendidikan Agama Kristen, FKIP, Universitas Kristen Indonesia., Indonesia
Location
Kota adm. jakarta timur,
Dki jakarta
INDONESIA
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen
ISSN : 25028030     EISSN : 26209926     DOI : -
Core Subject : Religion, Education,
REGULA FIDEI: Jurnal Pendidikan Agama Kristen diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia. Tujuan dari penerbitan jurnal ini adalah untuk memublikasikan hasil kajian ilmiah di bidang Pendidikan Agama Kristen dan yang terkait dengan studi keagamaan Kristen.
Arjuna Subject : -
Articles 163 Documents
Merangkul Generasi Z di Era PostModern: Strategi Gereja dan Implikasinya bagi Pendidikan Kristen Sidharta, Anton Kurniawan; Silalahi, Frans H. M.
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.323

Abstract

Tulisan ini mengkaji strategi gereja di Indonesia untuk merangkul Generasi Z pada era postmodern yang ditandai relativisme kebenaran dan meningkatnya tantangan kesehatan mental serta implikasinya bagi Pendidikan Agama Kristen (PAK). Metode yang digunakan adalah studi pustaka kualitatif atas referensi terkini. Kajian memfokuskan  pada: (1) konteks postmodern; (2) karakteristik, kebutuhan spiritual, dan kesehatan mental Generasi Z; dan (3) rancangan eklesiologis yang relevan serta implikasinya bagi desain gereja dan PAK. Hasil integrasi ini menunjukan perlunya  perlunya pergeseran paradigma dari event-based menuju community-based church yang berakar pada Missio Dei-setia pada Injil sekaligus kontekstual bagi bahasa dan budaya Gen Z. Temuan kunci menekankan komunitas yang hangat dan autentik, mentoring yang intensional, ruang aman untuk berdialog tentang isu identitas, gender, relativisme, dan kesehatan mental, serta keterlibatan dalam pelayanan lintas generasi sejak dini. Kesimpulan menunjukan bahwa model smart church, literasi kebenaran, dan apologetika kontekstual yang terintegrasi pada ekologi gereja dan sekolah memperkuat pemuridan berkelanjutan bagi generasi Z.
Model Kepemimpinan Pelayan di Era Postmodern sebagai Dasar Pengembangan Pendidikan Kristen: Tinjauan Teologi Praktika atas Markus 10:42–45 dan Yohanes 13:1–17 Prakoso, Boaz Adi; Silalahi, Frans H. M.
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.328

Abstract

Era postmodern menuntut paradigma kepemimpinan yang adaptif, transformatif, dan berfokus pada pelayanan. Artikel ini mengkaji Model Kepemimpinan Pelayan sebagai dasar pengembangan pendidikan Kristen, dengan tinjauan teologi praktika berbasis Markus 10:42–45 dan Yohanes 13:1–17. Pendekatan ini menekankan prinsip kepemimpinan yang melayani, mengutamakan kerendahan hati, empati, dan komitmen terhadap kesejahteraan komunitas. Kajian teologis mengidentifikasi bahwa teladan Yesus dalam melayani menjadi landasan normatif bagi praktik kepemimpinan Kristen, yang selanjutnya dapat diintegrasikan dalam konteks pendidikan untuk membentuk karakter, etika, dan kemampuan kepemimpinan mahasiswa. Artikel ini menyoroti bagaimana kepemimpinan pelayan dapat mendorong pendidikan Kristen yang holistik, partisipatif, dan kontekstual, sekaligus relevan dengan tantangan budaya postmodern, seperti individualisme, pluralitas nilai, dan disrupsi informasi. Temuan menunjukkan bahwa penerapan model ini tidak hanya memperkuat kualitas pembelajaran dan interaksi akademik, tetapi juga membentuk generasi pendidik dan pemimpin Kristen yang berorientasi pada pelayanan, integritas, dan transformasi sosial. Dengan demikian, model kepemimpinan pelayan menjadi paradigma strategis untuk pendidikan Kristen yang responsif, transformatif, dan berakar pada prinsip teologis yang kuat.
Etika Kristen dan Perilaku Bermedia Sosial dalam Era Digital (Perspektif Eklesiologi) Magdalena, Maria
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.355

Abstract

Era teknologi digital telah mengubah pola komunikasi, interaksi sosial, dan cara gereja melaksanakan pelayanannya. Awalnya, media sosial hanya sebagai alat untuk berkomunikasi, namun kini menjadi ruang publik yang membentuk opini, identitas, dan bahkan praktik keimanan umat Kristen. Meskipun terdapat banyak peluang besar, namun muncul tantangan besar terkait etika seperti penyebaran berita palsu (hoaks), ujaran kebencian, manipulasi informasi, hingga degradasi moral. Fenomena ini mempengaruhi kesaksian iman, kualitas persekutuan, serta kesehatan spiritual jemaat. Oleh karena itu, isu etika Kristen dalam perilaku bermedia sosial perlu dikaji secara mendalam dari perspektif eklesiologi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif-deskriptif dengan metode studi literatur untuk menggali hubungan antara etika Kristen dan cara umat berinteraksi di media digital. Analisis dilakukan dengan teknik content analysis untuk menyelidiki prinsip etis Alkitabiah yang relevan, seperti kasih, integritas, kebenaran, dan penghormatan terhadap martabat manusia (Imago Dei). Hasil penelitian menunjukkan bahwa eklesiologi digital memandang gereja sebagai komunitas yang memiliki tanggung jawab moral dalam membentuk cara umat berperilaku di media sosial. Gereja bukan hanya menyampaikan pesan iman, tetapi juga menyediakan pendidikan literasi digital bagi jemaat untuk membedakan kebenaran dan kebohongan, menghindari ujaran kebencian, serta menerapkan kasih dalam komunikasi daring. Dengan demikian, gereja digital bukan sekadar adaptasi terhadap teknologi, melainkan panggilan etis untuk menyampaikan terang Kristus di dunia maya.
Menjadi Gereja Injili Cerdas Konteks di Era Postmodern: Menganalisa dan Menanggapi Fenomena The Emergent Church Kantjana, Jussac
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.359

Abstract

Era postmodern telah membawa dampak fundamental terhadap pola pikir Generasi Z. Banyak di antara mereka meninggalkan gereja, meragukan iman Kristen, dan bahkan meninggalkan iman itu sendiri. Pemimpin gereja memerlukan pemahaman yang benar tentang konteks zaman ini, dan menanggapinya dengan cerdas. Diperlukan sebuah kecerdasan kontekstual, yang berisi petunjuk tentang karakteristik pola pikir kaum muda. Kecerdasan tersebut juga harus dilaksanakan secara praktis sehingga menghasilkan pola kepemimpinan gereja yang relevan. Akan tetapi di tengah munculnya berbagai model gereja relevan, harus ada patokan yang Alkitabiah dan jelas, sehingga gereja tidak terjebak dengan filosofi dan praktek yang salah. Artikel ini meneliti fenomena gerakan The Emergent Church yang muncul dan berkembang secara cukup signifikan di Amerika dan menawarkan sebuah filosofi pelayanan yang disebut relevan terhadap generasi postmodern. Penelitian dilakukan melalui studi pustaka, dengan menggunakan sebuah kerangka pemikiran. Analisa terhadap The Emergent Church dan tanggapan terhadapnya akan didasarkan pada pandangan Kristen Injili. Temuannya dapat menjadi masukan dan pelajaran bagi gereja-gereja di Indonesia sehingga bisa menanggapi dengan cerdas jika gerakan ini, atau yang serupa, merambah ke Indonesia.
Eksplorasi Literasi Digital Sebagai Pilar Dasar Pendidikan Berkelanjutan Melalui Telaah Kesiapan Siswa SMTK Kristo, Manado Lumi, Deflita Rusly Norsly; Kapojos, Shintia Maria; Bojoh, Cinta Sydney Avril
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.363

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memperkuat literasi digital sebagai fondasi pendidikan berkelanjutan, khususnya di sekolah keagamaan seperti SMTK Kristo Manado yang menghadapi keterbatasan infrastruktur, variasi kemampuan digital siswa, serta tuntutan kompetensi abad ke-21. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi kesiapan siswa dalam mengikuti pembelajaran digital serta menilai peran literasi digital sebagai pilar pengembangan pendidikan jangka panjang. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa memiliki motivasi dan familiaritas dasar yang baik terhadap perangkat digital, tetapi keterbatasan akses internet, minimnya perangkat sekolah, dan ketidakseimbangan kemampuan teknis masih menghambat efektivitas pembelajaran digital. Pembahasan menegaskan bahwa penguatan literasi digital membutuhkan dukungan infrastruktur, kompetensi guru, dan kebijakan sekolah yang lebih terarah.
Peran Orang Tua dan Pengajar Pelayanan Anak dan Remaja dalam Menanamkan Nilai Religius Untuk Anak di Era Digital Banamtuan, Maglon Ferdinand; Boineno, Misael; Natonis, Yulius Musa; Selan, Dominggus; Koto, Weli Jofita
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.366

Abstract

Perkembangan teknologi digital yang pesat memberikan dampak signifikan terhadap pola pikir, perilaku, dan nilai-nilai religius anak dan remaja. Kondisi ini menuntut adanya peran aktif dari pengajar pelayanan anak dan remaja dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan yang kokoh di tengah arus globalisasi informasi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pengajar pelayanan anak dan remaja dalam menanamkan nilai religius kepada anak di era digital pada Jemaat Gereja Masehi Injili di Timor Sion Boentuka. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengajar memiliki peran penting sebagai pendidik, pembimbing rohani, serta teladan dalam kehidupan beriman. Mereka menerapkan strategi pengajaran yang kontekstual dengan mengintegrasikan media digital secara positif, membangun komunikasi yang interaktif, serta menanamkan nilai-nilai kasih, disiplin rohani, dan tanggung jawab kristiani. Meskipun terdapat tantangan seperti pengaruh media sosial dan kurangnya pengawasan orang tua, para pengajar tetap berupaya menciptakan lingkungan pelayanan yang mendukung pertumbuhan iman anak dan remaja. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pengajar pelayanan anak dan remaja berperan strategis dalam membentuk karakter religius generasi muda agar tetap berakar pada nilai-nilai iman Kristen di tengah tantangan era digital.
Model Pendidikan Agama Kristen Berbasis Inklusif dan Dialog dalam Membina Sikap Toleransi Beragama di SDN 11 Kalibata, Jakarta Selatan Selano, Linda Penina
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.371

Abstract

Tulisan ini mengkaji strategi gereja di Indonesia untuk merangkul Generasi Z pada era postmodern Penelitian ini bertujuan menganalisis model Pendidikan Agama Kristen (PAK) berbasis inklusif dan dialogis dalam membina sikap toleransi beragama di SDN 11 Kalibata, Jakarta Selatan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dengan guru PAK, siswa, dan kepala sekolah, serta dokumentasi pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran PAK telah menanamkan nilai kasih, penghormatan terhadap perbedaan, serta praktik dialog antariman dalam kehidupan sekolah. Nilai-nilai tersebut tampak dalam interaksi siswa, kegiatan sekolah, dan sikap saling menghormati dalam menjalankan ibadah. Namun, model pembelajaran yang diterapkan masih bersifat kontekstual dan belum tersusun secara sistematis dalam kerangka kurikulum PAK. Oleh karena itu, diperlukan pengembangan model PAK inklusif-dialogis yang lebih terstruktur secara pedagogis dan teologis agar pembinaan toleransi beragama dapat berlangsung secara konsisten dan berkelanjutan sejak pendidikan dasar.
Kepemimpinan Kristen sebagai Fondasi Etis dalam Implementasi Metode Pembelajaran Aktif pada Pendidikan Agama Kristen Telaumbanua, Marlina; Topayung, Semuel Linggi
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.380

Abstract

Implementasi metode pembelajaran aktif dalam Pendidikan Agama Kristen (PAK) sering kali berfokus pada aspek teknis-instruksional, sementara dimensi etis dan kepemimpinan guru kurang mendapat perhatian yang memadai. Kondisi ini berpotensi menimbulkan reduksi pedagogi menjadi sekadar strategi pembelajaran tanpa orientasi nilai yang jelas. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merekonstruksi kepemimpinan Kristen sebagai fondasi etis dalam implementasi metode pembelajaran aktif pada Pendidikan Agama Kristen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualittif dengan pendekatan kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Kristen berperan sebagai orientasi nilai dalam perencanaan pembelajaran, membentuk dinamika relasi dialogis dalam proses belajar, serta menjadi kontrol etis dalam evaluasi pembelajaran. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran aktif tidak hanya bersifat partisipatoris, tetapi juga praksis etis yang berakar pada nilai servanthood, keteladanan, dan tanggung jawab spiritual. Kontribusi penelitian ini terletak pada formulasi model integratif kepemimpinan-etis dalam pedagogi PAK yang memperluas diskursus kepemimpinan Kristen dari ranah struktural menuju praksis pedagogis.
Praksis Kepemimpinan Kristen Guru dalam Perspektif Servant Leadership untuk Membangun Budaya Pelayanan di Sekolah Kristen Manimalai, Daniel
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.381

Abstract

Budaya pelayanan merupakan salah satu ciri khas pendidikan Kristen yang berakar pada nilai kasih dan keteladanan Kristus, namun dalam praktiknya tidak semua sekolah Kristen mampu menginternalisasikannya secara konsisten dalam kehidupan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis praksis kepemimpinan Kristen guru dalam membangun budaya pelayanan di sekolah Kristen. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praksis kepemimpinan Kristen guru diwujudkan melalui keteladanan hidup, relasi yang empatik, pengambilan keputusan yang berorientasi pada nilai pelayanan, serta integrasi nilai iman dalam proses pembelajaran. Praksis tersebut berkontribusi dalam membentuk budaya pelayanan yang tercermin dalam sikap saling menghargai, kerja sama, tanggung jawab, dan kepedulian sosial di lingkungan sekolah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kepemimpinan Kristen guru yang bersifat reflektif dan transformatif memiliki peran strategis dalam membangun dan memelihara budaya pelayanan secara berkelanjutan di sekolah Kristen.
Strategi Pastoral dalam Menumbuhkan Gaya Hidup Doa dan Puasa Bagi Pelayan Tuhan di Gereja Bahtera Indonesia Tanjung, Vicia Manuela; Hermanto, Yanto Paulus
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol. 11 No. 1 (2026): Maret 2026
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v11i1.321

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pastoral untuk menumbuhkan doa dan puasa sebagai gaya hidup pelayan Tuhan di Gereja Bahtera Indonesia. Latar belakang penelitian adalah rendahnya partisipasi pelayan dalam doa dan puasa bulanan meskipun aktif dalam pelayanan Minggu. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus melalui wawancara dengan gembala dan pelayan, observasi, serta telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan tiga hambatan utama, yaitu anggapan doa dan puasa sebagai aktivitas opsional, kesibukan pribadi, dan kurangnya pembinaan rohani yang sistematis. Partisipasi meningkat ketika disiplin ini dipahami sebagai bagian integral dari pelayanan. Empat strategi utama yang ditemukan adalah mentoring rohani, pembinaan kelompok kecil, integrasi dalam liturgi, dan keteladanan pemimpin. Penelitian ini menawarkan model pastoral kontekstual yang mengintegrasikan formasi spiritual, motivasi, dan komunitas sebagai kontribusi bagi teologi pastoral dan praktik gereja lokal.