Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar
Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar is a journal published twice a year, namely in June and December that aims to be a forum for scientific publications to pour ideas and studies complemented with the results of research related to primary school education. To achieve this, basic education journals will selectively disseminate ideas and studies complemented by quality research results related to basic education, develop an education center to the elementary-school that can produce innovative, creative and original work and tested in the field of education and learning elementary School to be disseminated and implemented for improving the quality of primary-to-national education at the national, regional and international levels.
Articles
15,076 Documents
STRATEGI BRAND POSITIONING SEKKA CRAFT BALIGE: PELESTARIAN IDENTITAS LOKAL DI TENGAH TANTANGAN FAST FASHION DAN PENURUNAN DAYA BELI
Estiagusrini Simanjutak;
Septrio Hamonangan;
Hans Twin Immanuel Manik;
Santi Agustina Manik
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.36566
Sekka Craft Balige faces a decline in sales due to changes in consumer behavior after the pandemic and the rapid growth of fast fashion that offers cheaper and trend-driven products. This study aims to analyze the brand positioning strategy of Sekka Craft by focusing on the role of cultural identity based on Toba mandar cloth as the core element of its brand. The study uses a qualitative approach with thematic analysis to identify patterns that appear from interviews and field observations. The analysis shows three key findings. First, cultural identity becomes a strong differentiator because the product carries historical and symbolic meaning for the Toba community. Second, the decline in purchasing power and the dominance of fast fashion reduce perceived value, brand awareness, and customer visits. Third, the absence of updated positioning strategies weakens brand relevance in the modern market. The results show that Sekka Craft needs to strengthen cultural storytelling, improve product design, and build a stronger emotional connection with customers. The study provides insight into how cultural-based brand identity can become a competitive advantage for local craft businesses.
IDENTIFIKASI BURNOUT SHADOW TEACHER ABK PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SDN 131/IV KOTA JAMBI
Shofy Ilaina;
Hendra Budiono;
Khoirunnisa
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 4 (2025): Volume 10. No4, Desember 2025.
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i4.36569
This study aims to describe the experiences of mentor teachers in dealing with fatigue and identify factors that influence the emergence of fatigue in mentors with special needs (ABK) in science learning at SD Negeri 131/IV, Jambi City. The study used a qualitative approach with a phenomenological research type. The research subjects consisted of two shadow mentor teachers of grade III and one principal as a supporting informant. Data collection was conducted through in-depth interviews and document studies. The results showed that mentor teachers experienced mental fatigue characterized by emotional exhaustion, depersonalization, and decreased personal achievement. This fatigue arises as a result of inconsistent behavior of students with special needs, difficult-to-understand science material demands, and a continuous workload. Depersonalization can be seen when teachers try to maintain distance to balance themselves, while decreased personal achievement is caused by feelings of failure when student development does not reflect expectations. This mental fatigue is influenced by various factors such as student behavior, material demands, level of engagement, work atmosphere, and support from the school. School initiatives such as monthly meetings, providing breaks, and personal communication also help reduce the burden felt by mentor teachers.
PEMIKIRAN PENDIDIKAN ISLAM PADA MASA BANI ABBASIYAH
Nurhaliza;
Eva Dewi;
Ayumi Tampubolon
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.36571
Penelitian ini mengkaji pemikiran pendidikan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah (750-1258 M) dan relevansinya dengan sistem pendidikan modern. Dinasti Abbasiyah merupakan periode keemasan peradaban Islam yang ditandai dengan kemajuan luar biasa dalam bidang pendidikan, ilmu pengetahuan, dan kebudayaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis sejarah berdirinya Dinasti Abbasiyah, mengeksplorasi pemikiran pendidikan Islam pada masa tersebut, dan mengidentifikasi relevansinya dengan pendidikan kontemporer. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kepustakaan (library research) dengan pendekatan historis-analitis. Data dikumpulkan dari sumber primer dan sekunder berupa buku, jurnal, dan dokumen sejarah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem pendidikan Abbasiyah mengintegrasikan ilmu agama (naqliyah) dan ilmu rasional (aqliyah) melalui lembaga-lembaga seperti kuttab, masjid, madrasah, dan Bayt al-Hikmah. Tokoh-tokoh seperti Al-Kindi, Al-Farabi, Ibnu Sina, dan Al-Ghazali memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan konsep pendidikan holistik. Konsep-konsep pendidikan Abbasiyah seperti sistem wakaf untuk pembiayaan pendidikan, integrasi ilmu agama dan sains, serta pembentukan karakter holistik masih relevan dengan sistem pendidikan modern, khususnya di Indonesia. Penelitian ini memberikan implikasi penting bagi pengembangan pendidikan Islam kontemporer yang seimbang antara tradisi dan inovasi.
MODEL PEMBELAJARAN INOVATIF dan KREATIF PjBL-FLIPPED CLASSROOM-ROLEPLAY UNTUK MENINGKATKAN PEMAHAMAN dan SIKAP POSITIF SISWA TERHADAP PUBERTAS : Bahasa Indonesia
Riris Mawar Juwita
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.36573
Materi pubertas sering kali dianggap sensitif untuk dibahas ditingkat sekolah dasar. Apalagi Indonesia memiliki budaya ketimuran. Keadaan ini memaksa pendidik perlu mencari strategi pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga menarik dan menyenangkan supaya siswa dapat memahami perubahan fisik dan psikis yang dialami dengan penerimaan yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan penerapan model pembelajaran integratif yang menggabungkan Project Based Learning (PjBL), Flipped Classroom, dan Roleplay dalam meningkatkan pengertian siswa terhadap masa pubertas. Penelitian ini dilakukan kepada 30 siswa kelas V di SD Don Bosco 1 Kelapa Gading yang terdiri dari 18 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model integratif ini mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap konsep pubertas serta menumbuhkan sikap terbuka, empatik, dan percaya diri dalam menghadapi perubahan yang mereka alami.
Pengaruh lingkungan fisik sekolah terhadap motivasi belajar dan perilaku siswa di sekolah dasar
Ratih Meiliani;
Haifaturrahmah;
Yuni Mariyati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.36582
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan fisik sekolah terhadap motivasi belajar siswa dengan menggunakan metode Systematic Literature Review (SLR). Literatur yang dikaji diperoleh dari berbagai basis data nasional dan internasional dengan rentang publikasi sepuluh tahun terakhir (2015–2025). Prosedur telaah mencakup tahapan identifikasi sumber, penyaringan, penilaian kelayakan, serta sintesis tematik terhadap penelitian yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan fisik sekolah berperan signifikan dalam meningkatkan motivasi dan kenyamanan belajar siswa. Faktor-faktor seperti kebersihan ruang kelas, pencahayaan yang memadai, ventilasi yang baik, pengaturan suhu, serta ketersediaan sarana dan prasarana pembelajaran menjadi komponen penting dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Selain itu, peran guru dan manajemen sekolah dalam mengelola serta merawat lingkungan fisik turut memperkuat semangat dan partisipasi siswa dalam proses pembelajaran. Meskipun demikian, terdapat kesenjangan penelitian terkait pengaruh faktor demografis—seperti usia, jenis kelamin, dan tingkat kelas—sebagai variabel moderasi. Oleh karena itu, diperlukan penelitian lanjutan secara empiris untuk memperluas pemahaman mengenai hubungan tersebut.
Implementasi Metode Praktik Langsung Dalam Pelatihan Desain Grafis pada Murid Paket B dan C di SKB Kota Serang
Nisrina Nur Aisyah;
Ratu Amelda;
Chanda Maulana Irawan;
Siska Resti Maysara;
Arlis
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.36583
This study aims to describe the implementation of Canva based graphic desain learning methods for Package B and C students at SKB Kota Serang and to evaluate its impact on digital skills, creativity and learning motivation. Using a qualitative descriptive approach with triangulation techniques, data were collected through observations, in depth interviews, and documentation. The findings indicate that the application of interactive and practice based learning, supported by tutor guidance, successfully enhances students digital literacy, design skills, and self confidence. Learners were able to produce visual works such as promotional posters and experienced learning that was more engaging, relevant, and beneficial for real world contexts such as entrepreneurship and social media. This study highlights the strategic role of non formal education in developing digital competencies and supporting creative economic empowerment in the digital era.
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR PPKN BERMUATAN NILAI TRADISI MENUGAL MASYARAKAT DAYAK KUHIN UNTUK MENUMBUHKAN SIKAP GOTONG ROYONG DAN TANGGUNG JAWAB SISWA KELAS III SDN 6 MENTENG
Gunawan;
Ady Ferdian Noor;
Asep Solikin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.36585
The declining spirit of cooperation and responsibility among elementary school students has become a critical issue in character education. Within PPKn learning that often remains conventional and abstract, the Dayak menugal tradition stands as a powerful yet underused source of local wisdom. This study aims to identify menugal values relevant to Grade III PPKn learning, develop culturally grounded teaching materials, assess their feasibility, and evaluate their effectiveness in strengthening cooperative and responsible behavior. Using a Research and Development design with the ADDIE model, the study involved 26 Grade III students at SDN 6 Menteng. Data were gathered through interviews, observations, documentation, questionnaires, and tests. Findings show that menugal embodies key values such as cooperation, collective responsibility, solidarity, teamwork, and ecological awareness, all suitable for integration into PPKn. The developed materials received expert validation above 80% and proved effective, producing moderate to high gains in students’ cooperative and responsible attitudes.
ANALISIS KEBUTUHAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS VIDEO PADA MATA PELAJARAN DESAIN GRAFIS DI SMK MA’ARIF SUKAWENING
Iden Rustandi;
Rivan Syahrul Falah;
Kuntum Anisa Imania
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.36587
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kebutuhan guru dan siswa terhadap pengembangan media pembelajaran berbasis video sebagai sarana pendukung kegiatan belajar mengajar pada mata pelajaran Desain Grafis di Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif, dengan subjek 30 siswa kelas XI dan dua guru Desain Grafis di SMK Ma’arif Sukawening, Kabupaten Garut. Data dikumpulkan melalui angket, wawancara, dan observasi, kemudian dianalisis secara deskriptif kualitatif dengan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (mengacu pada model Miles & Huberman). Hasil menunjukkan bahwa pembelajaran masih didominasi metode ceramah dan demonstrasi langsung. Terdapat indikasi kuat bahwa sebagian besar siswa dan guru membutuhkan media video untuk membantu pemahaman langkahlangkah teknis secara mandiri. Kesimpulannya, terdapat kebutuhan tinggi terhadap media pembelajaran berbasis video sebagai solusi inovatif untuk meningkatkan efektivitas, motivasi, dan kemandirian belajar siswa SMK. Hasil analisis ini memberikan peta kebutuhan dan dasar empiris yang kontekstual bagi pengembang media dalam merancang model media pembelajaran berbasis video yang efektif dan tepat sasaran.
Pengaruh Model Pembelajaran Inovatif dan Interaktif Berbasis Project- Based Learning Berbantuan Media Digital dan Kearifan Lokal terhadap Aktivitas dan Hasil Belajar IPAS Materi Rantai Makanan di Sekolah Dasar: Bahasa Indonesia
Harum pratiwi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.36592
Tujuan utama dalam menerapkan pembelajaran inovatif dan interaktif berbasis Project Based Learning (PjBL) berbantuan media digital dan kearifan lokal untuk mengembangkan aktivitas dan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran IPAS materi rantai makanan. 9, 13, 16 Oktober 2025 bertempat di SDN Pusaka Rakyat 01 Kp. Tambun Permata Desa Pusaka Rakyat Kecamatan Tarumajaya Kabupaten Bekasi 17214. 28 peserta didik kelas V-C dengan jumlah laki-laki 15 dan 13 perempuan yang menjadi subjek penelitian. Metode Penelitian Tindakan Kelas (perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi). Aktivitas belajar dari 73% menjadi 91%, dan rata-rata nilai hasil belajar dari 70,25 menjadi 86,75. Video edukasi di Youtube, Canva dan Wordwall, serta memadukan praktik melalui kearifan lokal berupa observasi ekosistem sawah, yang menjadikan pembelajaran mendalam yang nyata dan menarik. Bimbingan penggunaan media digital dan sistem gotong royong menjadi solusi. Model ini melahirkan motivasi, kreativitas, dan pencapaian penalaran peserta didik pada mata pelajaran IPAS materi rantai makanan. Memasukkan pembelajaranberdiferensiasi, menjalankan komunitas belajar dan saling bergotong royong serta selalu merefleksikan pembelajaran dengan membudayakan aksi nyata yang menginspirasi, 3 hal tersebut merupakan kegiatan tindak lanjut.
PENGARUH MODEL ROLE PLAYING, COLLABORATIVE LEARNING, DAN PROJECT BASED LEARNING BERBASIS INTERAKSI SOSIAL TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV
Neng Eka Pebriani;
DEK NGURAH LABA LAKSANA
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 04 (2025): Volume 10 No. 04 Desember 2025 Published
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i04.36593
This research focuses on analyzing the improvement of fourth-grade students' learning outcomes at SDN 1 Sukawening, Garut Regency, through the initiation of an innovative social interaction-based learning model. This pedagogical intervention specifically applies three different approaches: Role-Playing, Collaborative Learning, and Project-Based Learning (PjBL) in the context of Pancasila Education material regarding rules in the surrounding environment. The implementation of this interactive learning involved the participation of 22 students and was divided into three meeting cycles. The main hope of this research is to provide a real contribution to improving the quality of the learning process at the elementary school level, particularly in efforts to instill Pancasila values from an early age. Evaluation shows that the implementation of the social interaction-based model succeeded in substantially increasing student engagement and resulting in a significant increase in learning outcomes. Furthermore, this model effectively encourages students to be more active, hones collaboration skills, and strengthens individual responsibility. Although issues of passivity were identified in some students, this obstacle was successfully overcome through adjustments to the grouping strategy to ensure equitable participation. Therefore, this study concludes that the social interaction-based learning model is an effective strategy to be applied in the context of fourth-grade interactive learning to foster cooperative attitudes and crucial values for the formation of students' character. Keyword: Innovative Learning; Learning Outcomes, Pancasila Education