Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar
Pendas : Jurnah Ilmiah Pendidikan Dasar is a journal published twice a year, namely in June and December that aims to be a forum for scientific publications to pour ideas and studies complemented with the results of research related to primary school education. To achieve this, basic education journals will selectively disseminate ideas and studies complemented by quality research results related to basic education, develop an education center to the elementary-school that can produce innovative, creative and original work and tested in the field of education and learning elementary School to be disseminated and implemented for improving the quality of primary-to-national education at the national, regional and international levels.
Articles
17,892 Documents
PENGARUH KEGIATAN EKSPERIMEN HIDROPONIK TERHADAP KEMAMPUAN PROSES SAINS ANAK USIA DINI DI TAMAN KANAK-KANAK KEMALA BHAYANGKARI 03 ALAI
Cut Salwa;
Nenny Mahyuddin
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Progres
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.25557
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya pembelajaran berbasis eksperimen dalam mengembangkan keterampilan proses sains anak usia dini. Di tengah metode pembelajaran sains yang masih didominasi oleh teori, eksperimen hidroponik menawarkan pendekatan inovatif yang memberikan pengalaman belajar langsung dan praktik bagi anak. Melalui metode ini, anak-anak didorong untuk aktif mengeksplorasi konsep-konsep ilmiah, meningkatkan rasa ingin tahu mereka, dan mengembangkan pemahaman tentang proses pertumbuhan tanaman. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh eksperimen hidroponik terhadap keterampilan proses sains anak-anak di TK Kemala Bhayangkari 03 Alai. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Quasi-Experimental. Populasi terdiri dari 30 anak, dengan purposive sampling digunakan untuk memilih dua kelompok: kelas eksperimen (12 anak) yang berpartisipasi dalam kegiatan hidroponik, dan kelas kontrol (12 anak) yang terlibat dalam pembelajaran konvensional melalui eksperimen pencampuran warna. Analisis data dilakukan dengan menggunakan tes prasyarat dan uji-t sampel independen dengan bantuan SPSS 23.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa skor rata-rata pra-tes di kelas eksperimen meningkat dari 12,08 menjadi 21,83 pada pasca-tes. Di kelas kontrol, skor meningkat dari 10,33 menjadi 18,17. Meskipun nilai signifikansi (0,064) menunjukkan tidak ada perbedaan yang signifikan secara statistik antara kedua kelompok (p > 0,05), peningkatan yang lebih besar di kelas eksperimen menunjukkan bahwa eksperimen hidroponik memiliki dampak positif pada keterampilan proses sains anak-anak. Kata Kunci: Percobaan Hidroponik 1 Keterampilan Proses Sains 2 Anak Usia Dini 3
IMPLEMENTASI METODE COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION (CIRC) BERBATUAN KOMIK PADA PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KELAS IV DI SD NEGERI PAJURANGAN
Farihah Zamili;
Didit Yulian Kasdriyanto;
Faridahtul Jannah
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i2.25558
Teachers who are less innovative in learning methods have a big impact on students' understanding of the material that has been explained. What needs to be done is that teachers must prepare and determine various methods and media to achieve the expected learning objectives. This research aims to determine the planning, implementation and evaluation of the application of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) method assisted by comics in class IV Indonesian language learning at Pajurangan State Elementary School and to find out how this CIRC method can help overcome problems for students in understanding new vocabulary material with the affix meng. This research uses a qualitative method which involves collecting data in the form of descriptions or explanations of a series of words that describe data findings found during research activities in the field. The data collection proses was carried out through observation, interviews whit class teacher, school principals, students, and documentation. Based on the results of research data, the planning process involves preparing teaching modules and learning media related to the CIRC method that will be applied. Regarding the implementation of the Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) method assisted by comics in class IV Indonesian language learning at Pajurangan State Elementary School, it involves stages that are in accordance with the steps of the CIRC method. The evaluation shows that the application of the CIRC method can help students quickly understand the material in Indonesian language learning and also create fun learning.
Implementasi Model Problem Based Learning Berbantuan Media Puzzle Angka untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas 2 SD: Penelitian Tindakan Kelas (PTK)
Wahyuni, Nini;
Sukmawati, Sukmawati;
Wahyudi, Andi Ardhila
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.25561
The purpose of this study was to improve the learning outcomes of class 2A students through the implementation of the problem based learning model assisted by number puzzle media at UPT SPF SD Inpres Pa'baeng-baeng 1. The type of research used was Classroom Action Research (CAR), which consisted of 2 cycles. Where each cycle consists of 4 meetings carrying out the learning process with research stages, namely planning, implementation, observation and reflection. The subjects of this study were 29 class 2A students. Data collection from the research results was in the form of observation formats, evaluation tests and documentation. The data analysis techniques used were quantitative and qualitative. The results showed that there was an increase in mathematics learning both in teacher teaching activities and student learning activities. Furthermore, the conclusion of this study is that in learning activities students are more active in following a learning when compared between cycle I to Cycle II and attract more student attention by implementing the PBL model assisted by number puzzle media. This is proven based on the results of the evaluation test, there was an increase from cycle I, where a score of 69% was obtained in the sufficient category, which increased in cycle II, where a score of 92% was obtained in the very good category and the implementation of the problem-based learning model assisted by number puzzle media can improve the Mathematics learning outcomes of class 2A students.
KONSEP DAN IMPLEMENTASI PENDEKATAN DEEP LEARNING DI SEKOLAH DASAR
Nurul, Aulia;
Iskandar, Sofyan;
Amalia, Mutiah;
Putri Fasya Naziha
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i2.25562
This article discusses the integration of the concept of deep learning with the implementation of a learning approach that emphasizes meaningful, mindful, joyful elements in the context of elementary school education. The purpose of this research is to analyze how the concept of deep learning can be effectively implemented at the primary school level. The method used is a qualitative approach based on literature and content analysis from various scientific sources and educational practices. The results of the analysis show that learning that applies a deep learning approach that is joyful, meaningful, and mindful can increase student engagement, strengthen concept understanding, and support cognitive and emotional development. Effective implementation requires the support of teachers who understand modern pedagogical approaches, the availability of adequate technology, and a curriculum that is adaptive to changing times.
MENINGKATKAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK MELALUI IMPLEMENTASI MEDIA PEMBELAJARAN WORDWALL KELAS VIII DI SMP NEGERI 26 PALEMBANG
Anitasya, Erica;
Alfiandra;
Reni
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.25566
Penelitian ini bertujuan untuk memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi oleh guru di SMP Negeri 26 Palembang, dengan permasalahan mengenai rendahnya minat belajar peserta didik yang diketahui dari hasil observasi dan penyebaran angket minat belajar pada tahap pra siklus. Maka dari itu, solusi yang tepat dengan menerapkan media pembelajaran wordwall untuk meningkatkan minat belajar. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan inat belajar peserta didik dengan menggunakan media wordwall pada mata pelajaran PPKn di kelas VIII.5 Palembang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan dengan 3 siklus dan terdiri dari 4 tahapan yakni perencanaan, pelaksanaan, pengamatani dan refleksi. Adapun indikator dari minat belajar yakni perasaan senang, ketertarikan, perhatian dan keterlibatan. Subjek dalam penelitian ini kelas VIII.5 berjumlah 30 orang peserta didik. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa media pembelajaran wordwall dapat meningkatkan minat belajar, hal tersebut dapat dilihat dari hasil angket pada siklus 1 dengan persentase 77,83% dengan kategori baik dan pada siklus 2 mengalami peningkatan menjadi 80,87% dengan kategori baik juga. Maka dari itu peneliti dapat menyimpulkan bahwa penggunaan media pembelajaran wordwall dapat meningkatkan minat belajar peserta didik di kelas ViII.5 SMP Negeri 26 Palembang.
Peningkatan Minat Belajar Peserta Didik Melalui Games Educaplay di Kelas IX.4 SMP Negeri 30 Palembang
Asri;
Emil El Faisal;
Susilawati
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.25567
Minat belajar yang rendah dapat menjadi kendala dalam mencapai tujuan pembelajaran secara maksimal. Berdasarkan hasil observasi di kelas IX.4 SMP Negeri 30 Palembang, diketahui bahwa sebagian besar peserta didik menunjukkan minat yang kurang dalam mengikuti pembelajaran PPKn. Hal ini terlihat dari minimnya partisipasi dalam diskusi, kurangnya semangat belajar, serta kecenderungan peserta didik bersikap pasif selama proses pembelajaran berlangsung. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar peserta didik melalui penggunaan media pembelajaran berbasis permainan, yaitu Educaplay, di kelas IX.4 SMP Negeri 30 Palembang. Penelitian ini merupakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK), dengan subjek sebanyak 38 peserta didik kelas IX.4. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket minat belajar dan hasil belajar peserta didik. Berdasarkan hasil penelitian, pada tahap pra tindakan, rata-rata minat belajar peserta didik tercatat sebesar 70,54% (cukup). Setelah penerapan tindakan pada siklus I, terjadi peningkatan menjadi 82,65% (baik). Kemudian pada siklus II, minat belajar peserta didik kembali meningkat secara signifikan menjadi 87,47% (baik). Hasil tersebut menunjukkan bahwa penggunaan media pembelajaran berbasis permainan seperti Educaplay efektif dalam meningkatkan minat belajar peserta didik di kelas tersebut.
PENGEMBANGAN MODEL KURIKULUM REKONTRUKSI SOSIAL DAN IMPLEMENTASINYA PADA JENJANG PENDIDIKAN MENENGAH
Elsa Feryani;
Abudin Nata
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Progres
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.25568
Kurikulum sebagai suatu rancangan dalam melaksanakan pendidikan di sekolah berkedudukan penting dalam pelaksanaannya. Kurikulum banyak mengalami perubahan dan perbaikan seiring berkembangnya jaman, salah satunya yaitu model kurikulum rekontruksi sosial. Perkembangan kurikulum ini menekankan suatu lembaga sekolah sebagai suatu ajang untuk membawa perubahan positif yang akan membangun masyarakat lebih baik. Sehubungan mengenai hal tersebut tujuan penulisan artikel yaitu untuk menggali hubungan pengembangan model kurikulum rekontruksi sosial dengan implementasinya dalam pembelajaran pendidikan karakter di dalam lembaga sekolah. Perlu diketahui bahwa pada zaman sekarang banyak peserta didik yang mulai melupakan beberapa karakter yang tertanam dalam diri bangsa sejak bangsa tersebut merdeka. Pendidikan karakter sebagai implementasi pengembangan model kurikulum rekontruksi sosial inilah yang nantinya dapat diharapkan untuk mengubah karakter peserta didik yang dapat nantinya dapat membangun masyarakat menjadi lebih baik terutama bagi peserta didik pada jenjang pendidikan menengah.
HUBUNGAN PEMAHAMAN NILAI-NILAI PANCASILA DALAM PEMBELAJARAN PENDIDIKAN PANCASILA DENGAN SIKAP TOLERANSI SISWA KELAS V SEKOLAH DASAR
Febriana, Vina;
Sumantri, Mohamad Syarif;
Dallion, Engga
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.25569
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara pemahaman tentang nilai-nilai Pancasila dengan sikap toleransi yang dimiliki oleh siswa kelas V di sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini adalah minimnya Sikap Toleransi siswa seperti, masih banyak siswa yang mengejek teman, tidak menghormati dan menghargai perbedaan antar teman, serta masih ada siswa yang sering memaksakan kehendaknya, maka dari itu pentingnya meningkatkan pemahaman nilai-nilai pancasila kepada siswa untuk menumbuhkan sikap toleransi yang tinggi, seperti saling menghargai dan menghormati antar teman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Penelitian ini dilaksanakan di SDN Pegangsaan Dua 05 pada kelas V dengan Jumlah sampel sebanyak 60 siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan total sumpling. Teknik pengumpulan data menggunakan tes pilihan ganda untuk Variebal X (Pemahaman Nilai-nilai Pancasila) dan angket kuesioner untuk Variabel Y (Sikap Toleransi), dengan jumlah masing-masing instrumen sebanyak 15 item. Data dianalisis menggunakan Uji Korelasi Pearson. Hasil analisis menunjukkan terdapat hubungan yang cukup signifikan antara Pemahaman Nilai-nilai Pancasila dengan toleransi Sikap, dimana hasil Koefisien Korelasi yang ditandai dengan nilai r sebesar 0,599. Dengan demikian, semakin tinggi pemahaman nilai-nilai pancasila siswa, maka semakin tinggi pula sikap toleransi yang ditunjukan siswa dalam kehidupan yang beragam. Maka guru diharapkan memberikan nilai-nilai pancasila secara bermakna.
MANAJEMEN KESISWAAN DALAM MENGEMBANGKAN BUDAYA LITERASI DIGITAL SISWA
Wahyuni, Heru;
Burhan Eko Purwanto;
Sutji Muljani
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 2 (2025): Volume10 Nomor 2, Juni 2025
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i2.25570
Digital literacy development is the idea of the development of technology and information. The development of digital literacy programs in schools needs to be done appropriately through good student management. Where in the preparation of a program carried out by student management needs to go through several stages, namely planning, organizing, directing, and supervising. The research was conducted by conducting a literature study, namely by analyzing several journals and articles from previous research. Based on previous research, it shows that the implementation of the digital literacy program has not been fully implemented optimally. This can be caused by several determining factors other than the research variables that have been determined, so researchers cannot specifically indicate the determining factors for the lack of maximization of the program.
IMPLEMENTASI ICE BREAKING DALAM MENUMBUHKAN ANTUSIASME BELAJAR PADA PESERTA DIDIK KELAS 3 SEKOLAH DASAR
Nursyifa Hidayat, Lintang;
Syarif Sumantri, Mohamad;
Dallion EW, Engga
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 10 No. 02 (2025): Volume 10 No. 02 Juni 2025 In Build
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.23969/jp.v10i02.25571
Antusiasme belajar peserta didik di jenjang Sekolah Dasar kerap mengalami fluktuasi akibat kejenuhan dan kurangnya variasi dalam proses pembelajaran. Kondisi ini menjadi tantangan bagi para guru, terutama dalam menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan memotivasi peserta didik untuk terlibat aktif dalam pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana implementasi kegiatan ice breaking dapat menumbuhkan antusiasme belajar pada peserta didik kelas 3 di SD Avicenna Gemilang. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini meliputi peserta didik kelas 3 dan guru kelas, sedangkan fokus penelitiannya adalah pelaksanaan kegiatan ice breaking yang dilakukan dalam proses pembelajaran. Temuan penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ice breaking memberikan pengaruh positifterhadap peningkatan antusiasme dan keterlibatan belajar peserta didik. Selain berperan sebagai penyegar suasana, kegiatan ice breaking juga mampu mempererat hubungan sosial antara guru dan peserta didik, menciptakan lingkungan kelas yang lebih nyaman, serta membantu peserta didik untuk lebih fokus dan berkonsentrasi. Peserta didik menjadi lebih aktif, ceria, dan termotivasisetelah mengikuti sesi ice breaking dilakukan. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa ice breaking merupakan strategi pembelajaran yang efektif dalam meningkatkan antusiasme belajar peserta didik Sekolah Dasar. Penggunaan metode ini direkomendasikan sebagai bagian dari pendekatan pembelajaran yang memperhatikan kebutuhan emosional dan psikologis peserta didik secara holistik.