cover
Contact Name
Henky Irawan
Contact Email
henkyirawan.umrah@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
Intekakuakultur.umrah@gmail.com
Editorial Address
Jalan Politeknik Senggarang Tel (0771) 4500089 Fax 4500091
Location
Kota tanjung pinang,
Kepulauan riau
INDONESIA
Jurnal Intek Akuakultur
ISSN : 25796291     EISSN : 25796291     DOI : https://doi.org/10.31629/intek
The scope of Intek Aquaculture Journal include System and Technology, Biotechnology, Nutrition and Feed, Fish Health Management, Water Quality Management , Reproduction and Genetics in the field of Aquaculture.
Arjuna Subject : -
Articles 111 Documents
Suplementasi HYPEROL untuk Peningkatan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus vannamei) Nurul Fatimah; Fatimah, Nurul; Verdian, Aldi Huda; Faturrohman , Kurnia; Siburian, Arif Faisal; Astria, Qorie; Prastiti, Linuwih Aluh; Oktaviana , Adni
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 1 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peneleitian ini bertujuan untuk megevaluasi efek suplementasi kombinasi kalsium, magnesium, dan vitamin D3 (HYPEROL) pada pakan terhadap pertumbuhan dan kelangsungan hidup udang vaname. Selama 60 hari udang diberi pakan dengan perlakuan yang berbeda yaitu kontrol (tanpa suplementasi kombinasi kalsium, magnesiun dan vitamin D3) dan empat tingkat suplementasi kombinasi kalsium, magnesiun dan vitamin D3 yaitu 0.25%; 0.50%; 0.75%; 1,00%. Pemeliharaan udang dilakukan di dalam akuarium dengan ukuran 40x25x30cm yang berisi 4 L air laut yang didesinfeksi pada kepadatan tebar 100 larva m-2. Penelitian ini menunjukkan bahwa suplementasi HYPEROL pada konsentrasi hingga 10 mL Kg-1 secara signifikan dapat meningkatkan pertumbuhan dan tingkat kelangsungan hidup udang vaname.
Pengaruh Ketebalan Media Fermentasi Ampas Tahu dan Padat Tebar terhadap Pertumbuhan Cacing Sutra (Tubifex sp.) Ramadhan, Rezki; Nuraini, Nuraini; Aryani, Netti; Heltonika, Benny
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 1 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Budidaya cacing sutra masih sangat minim, karena masih rendahnya hasil kulturnya.  Menggunakan media kultur yang tepat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan media fermentasi dan padat tebar yang berbeda terhadap populasi, biomassa dan panjang cacing sutra (Tubifex sp.) yang dikultur pada media fermentasi ampas tahu, dilakukan 12 Februari – 9 April 2021 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama ketebalan media dengan tiga taraf masing-masing 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm. Faktor kedua padat tebar dengan empat taraf masing-masing 10g, 15g, 20g dan 25g, selain itu ada media kontrol (K) berupa lumpur kolam, sehingga diperoleh 15 taraf perlakuan. Setiap perlakuan menggunakan 3 kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan optimal populasi cacing 9971±72,84 individu, pertumbuhan biomassa 77.56±1,05 g, pertambahan panjang 2.60±0,09 cm (P12, kultur cacing sutra menggunakan media fermentasi ampas tahu dengan ketebalan 2,0 cm dan padat tebar 20 g), sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan P1 kultur cacing sutra menggunakan media lumpur kolam dengan ketebalan 2,0 cm padat tebar 10 gram). Berdasarkan hasil uji Analisis Variansi (ANAVA) faktor ketebalan media dan padat tebar, serta kombinasi kedua faktor memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan populasi (individu), biomassa (gram) dan panjang (cm) cacing sutera (Tubifex sp.) (P < 0,05). esimpulan penelitian ini adalah dengan media fermentasi ampas tahu 2 cm dan padat tebar 20 g merupakan titik optimum kultur cacing sutra. Budidaya cacing sutra masih sangat minim, karena masih rendahnya hasil kulturnya.  Menggunakan media kultur yang tepat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan media fermentasi dan padat tebar yang berbeda terhadap populasi, biomassa dan panjang cacing sutra (Tubifex sp.) yang dikultur pada media fermentasi ampas tahu, dilakukan 12 Februari – 9 April 2021 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama ketebalan media dengan tiga taraf masing-masing 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm. Faktor kedua padat tebar dengan empat taraf masing-masing 10g, 15g, 20g dan 25g, selain itu ada media kontrol (K) berupa lumpur kolam, sehingga diperoleh 15 taraf perlakuan. Setiap perlakuan menggunakan 3 kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan optimal populasi cacing 9971±72,84 individu, pertumbuhan biomassa 77.56±1,05 g, pertambahan panjang 2.60±0,09 cm (P12, kultur cacing sutra menggunakan media fermentasi ampas tahu dengan ketebalan 2,0 cm dan padat tebar 20 g), sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan P1 kultur cacing sutra menggunakan media lumpur kolam dengan ketebalan 2,0 cm padat tebar 10 gram). Berdasarkan hasil uji Analisis Variansi (ANAVA) faktor ketebalan media dan padat tebar, serta kombinasi kedua faktor memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan populasi (individu), biomassa (gram) dan panjang (cm) cacing sutera (Tubifex sp.) (P < 0,05). esimpulan penelitian ini adalah dengan media fermentasi ampas tahu 2 cm dan padat tebar 20 g merupakan titik optimum kultur cacing sutra. Budidaya cacing sutra masih sangat minim, karena masih rendahnya hasil kulturnya.  Menggunakan media kultur yang tepat dibutuhkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ketebalan media fermentasi dan padat tebar yang berbeda terhadap populasi, biomassa dan panjang cacing sutra (Tubifex sp.) yang dikultur pada media fermentasi ampas tahu, dilakukan 12 Februari – 9 April 2021 di Laboratorium Pembenihan dan Pemuliaan Ikan Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau. Metode yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap pola faktorial (RAL) dengan dua faktor. Faktor pertama ketebalan media dengan tiga taraf masing-masing 1 cm, 1,5 cm, dan 2 cm. Faktor kedua padat tebar dengan empat taraf masing-masing 10g, 15g, 20g dan 25g, selain itu ada media kontrol (K) berupa lumpur kolam, sehingga diperoleh 15 taraf perlakuan. Setiap perlakuan menggunakan 3 kali ulangan. Hasil menunjukkan bahwa pertumbuhan optimal populasi cacing 9971±72,84 individu, pertumbuhan biomassa 77.56±1,05 g, pertambahan panjang 2.60±0,09 cm (P12, kultur cacing sutra menggunakan media fermentasi ampas tahu dengan ketebalan 2,0 cm dan padat tebar 20 g), sedangkan yang terendah terdapat pada perlakuan P1 kultur cacing sutra menggunakan media lumpur kolam dengan ketebalan 2,0 cm padat tebar 10 gram). Berdasarkan hasil uji Analisis Variansi (ANAVA) faktor ketebalan media dan padat tebar, serta kombinasi kedua faktor memberikan pengaruh nyata terhadap pertumbuhan populasi (individu), biomassa (gram) dan panjang (cm) cacing sutera (Tubifex sp.) (P < 0,05). esimpulan penelitian ini adalah dengan media fermentasi ampas tahu 2 cm dan padat tebar 20 g merupakan titik optimum kultur cacing sutra.
Kelangsungan Hidup Larva Yellow Fin Tuna (YFT) yang Dipelihara dengan Desain Aerasi Berbeda pada Bak Bundar Asri, Yuliana; Nirmala, Kukuh; Prihadi, Tri Heru; Hutapea, John Harianto
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 1 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingkat kelangsungan hidup yang sangat rendah pada larva merupakan faktor pembatas dalam produksi benih ikan tuna sirip kuning. Larva mengalami kematian massal pada hari ke sepuluh hingga juvenil, dengan nilai kelangsungan hidup kurang dari 0,05%. Faktor utama penyebab kematian larva ikan tuna adalah lingkaran arus air dalam bak pemeliharaan yang mengakibatkan terjadinya kematian karna tegangan permukaan dan larva yang tenggelam. Maksud dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui apakah larva yellow fin tuna yang dipelihara dengan beberapa desain aerasi di dalam bak pemeliharaan memiliki dampak terhadap kelangsungan hidup larva. Penelitian dirancang menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga ulangan: empat batu aerasi ditengah bak sebagai kontrol A, empat batu aerasi di bawah B dan gabungan dua batu aerasi di tengah dan dua batu aerasi di bagian bawah C. Pemeliharaan dengan desain aerasi pada bagian bawah dan gabungan memberikan pengaruh nyata pada kelangsungan hidup larva yellow fin tuna dengan sintasan 0,31±0,04% dan 0,30±0,06%.
Pertumbuhan, Tingkat Kelangsungan Hidup dan Stres Salinitas Litopenaeus Vannamei Melalui Pengkayaan Artemia dengan Alginat Yudiati, Ervia; Harahap, Akbar; Ridlo, Ali; Arifin, Zaenal; Hidayati, Jelita Rahma
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 1 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu faktor penurunan produktivitas udang disebabkan oleh faktor lingkungan, termasuk salinitas dan kualitas pakan, sehingga perlu ditingkatkan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pemberian Artemia yang diperkaya alginat terhadap tingkat kelangsungan hidup, pertumbuhan dan ketahanan terhadap stres salinitas pada Post-Larva (PL)1 Litopenaeus vannamei. Pengkayaan Artemia dilakukan dengan proses perendaman selama satu jam. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah Rancangan Acak Kelompok, dengan Kontrol (tanpa pengkayaan alginat) dan 3 perlakuan (pengkayaan Artemia sebanyak 10 ekor/mL/hari dengan alginat pada dosis 0 (kontrol), 400, 600, 800 ppm). Setiap perlakuan diulang sebanyak tiga kali. Pemeliharaan dengan pemberian pakan pengkayaan Artemia dilakukan selama 14 hari. Pertumbuhan panjang mutlak tertinggi diperoleh perlakuan yang diberi Artemia yang diperkaya alginat 600 ppm. Pertumbuhan mutlak berat diperoleh dari perlakuan Artemia dengan pengkayaan alginat 600 dan 800 ppm. Ketahanan stres salinitas tertinggi dengan kematian terlama diperoleh pada perlakuan yang diberi Artemia dengan pengkayaan alginat 400 ppm. Pemberian Artemia yang diperkaya alginat mampu meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan terhadap stres salinitas PL L. vannamei, namun tidak menunjukan pengaruh terhadap tingkat kelangsungan hidup.
Kepadatan Sel Spirulila platensis Pada Skala Laboratorium, Skala Intermediet, dan Skala Massal Yang Dipelihara Pada Salinitas 2 ppt renitasari, diana; Anton, Anton; Supryady, Supryady; Rasnijal, Muhammad
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 2 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/intek.v7i2.5922

Abstract

Spirulinia platensis adalah salah satu jenis mikroalga yang banyak dimanfaatkan untuk kegiatan pembenihan ikan sebagai pakan alami karena kandungan proteinnya yang tinggi. Tujuan studi ini adalah untuk mengetahui waktu panen yang tepat yang dilihat berdasarkan pola kepadatan sel S. platensis. Prosedur kerja kultur skala laboratorium ini digunakan wadah erlemeyer volume 2 liter. Skala intermediet dipelihara pada bak konteiner volume 60 liter dan berada di luar ruangan. Skala massal dipelihara pada kolam dengan volume 1.000 liter dan di luar ruangan. Pupuk walne digunakan pada skala laboratorium dengan dosis 0,5 ppm. Pada skala intermediet dan skala masal pupuk yang digunakan meliputi Urea, SP-36 dan ZA. Pengamatan kepadatan sel dan kualitas air seperti pH dan suhu dilakukan setiap hari. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif yakni dengan menyajikan data dalam bentuk grafik dan tabel. Hasil studi pada skala laboratorium yakni fase eksponensial terjadi pada hari ke 3. Fase eksponensial pada kultur skala intermediet tidak terlihat karena kepadatan sel terus mengalami peningkatan sampai hari ke 10. Pada skala massal hari ke 9 dan 10 menunjukkan fase stationer. Selama pemeliharaan kualitas air pada skala laboratorium cenderung stabil 20-25 °C dan 7-7,3 sedangkan skala terbuka (intermediet dan massal) kualitas air mempunyai kisaran yang sangat luas 21-30 °C dan 7,0-8,5. Studi ini dapat disimpulkan bahwa waktu pemenan mikroalga untuk skala laboratorium yaitu hari ke-3, dan skala massal yaitu hari ke 7 atau ke-8.
The Effect of Different Compost Fertilizers on Production and Nutritional Content of Azolla caroliniana anis nugrahawati; Muktitama, Asih Makarti
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 2 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/intek.v7i2.6135

Abstract

Azolla caroliniana Wild. merupakan kelompok pteridophyta yang tumbuh di permukaan air yang subur. A. caroliniana memiliki potensi sebagai pakan alternatif bagi ikan, namun belum banyak dimanfaatkan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis pupuk kandang terhadap produksi dan kandungan nutrisi A. caroliniana. Rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan P1 (tanah), P2 (kompos sapi), P3 (kompos ayam), P4 (kompos kambing). A. caroliniana dipelihara selama 15 hari dan diberi pupuk dengan dosis 250 g/m2. Variabel yang diamati dalam penelitian ini adalah produksi, laju pertumbuhan relatif (RGR), doubling time (DT), dan kadar hara pada A. caroliniana. Hasil penelitian menunjukkan produksi A. caroliniana perlakuan 3 dan 4 tidak berbeda (P>0,05), akan tetapi berbeda dengan perlakuan 1 dan 2. A. caroliniana produksi P1 (0,55 g), P2 (2,07 g), P3 (3,82 g), P4 (4,45 g). RGR berkisar 0,01-0,04 g/hari, DT berkisar 17,19-68,30 hari. Kadar protein awal P (26,79), P1 (19,68), P2 (22,98), P3 (23,19), P4 (23,34), dan kadar serat awal P (7,38), P1 (12,43), P2 (14,92), P3 (13,65), P4 (9,14). Pemberian jenis pupuk kompos ayam dan pupuk kompos kambing memiliki respon yang sama terhadap produksi A. caroliniana.
Kinerja Pertumbuhan Lobster Air Tawar Cherax quadricarinatus yang Diberi Dosis Total CaO 100 mg/L dengan Frekuensi Berbeda Asih Makarti Muktitama; Nugrahawati, Anis; Rinaldi, Rinaldi
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 2 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/intek.v7i2.6136

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan frekuensi pemberian kapur yang tepat dengan dosis total 100 mg/L agar kontinuitas kalsium dalam wadah pemeliharaan dapat terus terjaga sehingga mampu mendukung stadia pendederan lobster air tawar. Lobster yang digunakan dalam penelitian ini memiliki bobot rata rata 1,14±0.08 g dan panjang rata rata 3,48±0.06 cm. Wadah akuriumyang digunakan berdimensi 50x30x30 cm3. Penelitian ini dilakukan selama 30 hari dan pakan diberikan secara at satiation dengan frekuensi pemberian 2 kali sehari. Perlakuan pemberian CaO terbagi menjadi 4 yakni, permberian CaO diawal permeliharan sebanyak 100 mg/L, pemberian CaO setiap sepuluh hari sekali dengan dosis 33,34mg/L, pemberian CaO setiap lima hari sekali dengan dosis 16,67 mg/L, dan perlakuan kontrol tanpa pemberian kapur. Hasil penenelitian menunjukkan bahwa pemberian kapur dengan dosis 16,67 mg/L memberikan tingkat laju pertumbuhan tertinggi yakni sebesar 1,64% dibanding perlakuan lain. Berdasarkan hasil parameter penelitian didapatkan bahwa pemberikan CaO sebaiknya di lakukan setiap lima hari sekali agar kontinuitas kalsium pada media pemeliharaan lobster air tawar Cherax quadricarinatus tetap terjaga.
KOMBINASI TEPUNG DAUN KELOR DAN PROBIOTIK DALAM PAKAN TERHADAP KECERNAAN PAKAN, KETAHANAN STRESS, PERTUMBUHAN DAN SINTASAN LARVA IKAN NILA (O. niloticus) ., Rasdi; Muslimin, Istyqamah; Nurfadilah; Kalsum, Ummi
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 2 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/intek.v7i2.6176

Abstract

Penyediaan benih ikan nila yang berkualitas di Sulawesi Selatan banyak mengalami masalah khususnya masalah sintasan pada fase larva yang rendah. Penyediaan benih ikan nila yang berkualitas di sulawesi selatan banyak mengalami masalah khususnya masalah sintasan pada fase larva yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi penambahan daun kelor dan probiotik terhadap kecernaan pakan, pertumbuhan dan sintasan larva ikan nila. Penelitian ini dilaksanakan di pada bulan juli sampai agustus 2023 di UMK. Widya Aquatic, Kota Makassar. Larva ikan nila berumur 3 hari di tebar kedalam wadah penelitian berkapasitas 40L dengan kepadatan 100 ekor/wadah dan dipelihara selama 40 hari. Penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan yaitu dosis ekstrak daun kelor 0%(kontrol) 2%, 4%, 6% dan 8% ditambah 6 mL probiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi ekstrak daun kelor 6% berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap kecernaan pakan, pertumbuhan, sintasan dan ketahanan stres larva ikan nila. Oleh karena itu peneltiian ini menunjukkan bahwa penambahan ekstrak daun kelor dengan dosis 6% merupakan yang terbaik dalam meningkatkan produksi benih ikan nila.
Kajian Biji Melon (Cucumis Melo) Sebagai Kandidat Bahan Baku Pakan Ikan Herjayanto, Muh.; Roidelindho, Kiki; Faisal, Ibnu; Hermawan, Dodi; Syamsunarno, Mas Bayu
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 2 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31629/intek.v7i2.6322

Abstract

Suatu kajian dengan tujuan untuk mengevaluasi profil nutrien biji melon (Cucumis melo) sebagai kandidat bahan bahan baku pakan ikan telah dilakukan. Biji buah melon diambil dari pembuatan jus atau pengolahan buah melon yang terdapat di Kota Serang, Provinsi Banten. Biji melon dibuat tepung. Sebagian tepung biji melon diambil untuk penurunan kandungan lemaknya melalui metode hydraulic pressing pada suhu 30oC selama 120 menit. Sampel tepung biji melon yang tidak diolah dan diolah diambil untuk analisis kandungan proksimat dan profil asam amino. Hasil kajian menunjukkan buah melon memiliki rata 332,80±16,30 biji melon dengan berat rata-rata 8,52 ± 0,16 g biji melon. Tepung biji melon mengandung 24,37% protein kasar, 30,48% lemak kasar, 15,03% serat kasar dan 3,94% abu. Bila kandungan lemak dikurangi menjadi 4,26%, kandungan protein meningkat hingga 40,89%. Biji melon memiliki kandungan asam amino esensial yang lengkap, namun kekurangan metionin dan triptofan. Hal ini menunjukkan bahwa biji melon berpotensi digunakan sumber protein dan minyak nabati untuk bahan baku pakan.
Laju Pertumbuhan Ikan Kakap Putih (Lates calcalifer) yang Diberi Jenis Pakan yang Berbeda Rika Fatmala Putri; Putri, Rika Fatmala; Muzahar, Muzahar; Putri, Dwi Septiani
Jurnal Intek Akuakultur Vol. 7 No. 1 (2023): Intek Akuakultur
Publisher : Program Studi Budidaya Perairan Universitas Maritim Raja Ali Haji

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis pakan yang dapat memberikan pertumbuhan yang terbaik pada ikan kakap putih. Penelitian dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2022  di keramba jaring apung (KJA) milik kelompok Maju Jaya Desa Penaga, Kecamatan Teluk Bintan, Kabupaten Bintan. Rancangan penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan terdiri atas perlakuan A (pemberian pelet 7% dari total biomassa), perlakuan B (pemberian pelet 3,5% dan ikan tamban 3,5% dari total biomassa), perlakuan C (pemberian ikan tamban 2,8% dan pelet 4,2% dari total biomassa), dan perlakuan D (pemberian ikan tamban 7% dari total biomassa). Hasil analisis sidik ragam menunjukkan bahwa perlakuan D (pemberian ikan tamban 7% dari total biomassa) memberikan pengaruh nyata terhadap parameter pertumbuhan bobot, panjang, dan spesifik harian ikan kakap putih (p<0,05) masing-masing nilai: pertumbuhan bobot mutlak 35,14 g, pertumbuhan panjang mutlak 4,02 cm, pertumbuhan spesifik harian 0,59 g, kelangsungan hidup 97,78 %, rasio konversi pakan 3,38, dan efisiensi pakan 29,80 %. Nilai kualitas air selama penelitian masuk kategori layak berdasarkan SNI (suhu 30,6ºC, salinitas 25,3 ppm, pH 7,6, dan DO 6,5 ppm).

Page 11 of 12 | Total Record : 111