cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
DISEMINASI PRODUK TEKNOLOGI PENCETAK BIO- BRIKET SISTEM EXTRUDER PRESSURE FLYWHEEL BAGI MASYARAKAT DESA SAMBIREJO KEDIRI Yuliati Yuliati; Hadi Santosa; Rasional Sitepu; Martinus Edy S; Ery Susiany R
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10162

Abstract

Abstrak: Lingkungan Desa Sambirejo Kediri banyak dijumpai berbagai jenis tanaman atau sisa sisa hasil pertanian yang terbuang dan tidak digunakan atau dibakar saja. Berdasarkan survei awal, analisa situasi dan identifikasi kebutuhan warga maka pengolahan dan pemanfaatan sampah organic sebagai sumber energi alternatif menjadi focus tim abdimas. Metode nya adalah workshop pembuatan arang briket dan edukasi pemanfaatan sampah organik menjadi sumber energi alternative arang briket bagi warga masyarakat desa Sambirejo Kediri. Tujuan abdimas ini adalah penerapan teknologi tepat guna serta impementasi alat pencetak briket sistem extruder pressure flywheel, edukasi kepada masyarakat tentang bagaimana pengolahan sampah organic menjadi arang briket guna peningkatan pengetahuan dan ketrampilan warga tentang pembuatan arang briket serta edukasi tentang bagaimana prospek bisnisnya dalam upaya membangun ekonomi sirkular. Secara umum , mereka memberikan apresiasi yang sangat baik serta masukan kegiatan abdimas agar berkelanjutan dari hasil senerainya. Hasil kegiatan abdimas ini antara lain warga mampu mengoperasikan alat pencetak briket dari sampah organik, mampu mengolah sampah organic menjadi arang briket karena pada kegiatan ini warga dengan penuh antusiasme berpraktek langsung dalam pemanfaatan sampah organik menjadi arang briket atau aromaterapi yang semula merupakan hal yang baru bagi mereka.Abstract: In Sambirejo Village, Kediri, there are many types of plants or agricultural residues that are wasted and are not used or burned. Based on the initial survey, situation analysis and identification of residents' needs, the processing and utilization of organic waste as an alternative energy source became the focus of the abdimas team. The method is a workshop on making charcoal briquettes and education on the use of organic waste as an alternative energy source for charcoal briquettes for residents of the Sambirejo village of Kediri. The purpose of this service is the application of appropriate technology and the implementation of a briquette printing device with a pressure flywheel extruder system, educating the public about how to process organic waste into charcoal briquettes in order to increase the knowledge and skills of residents about making charcoal briquettes as well as education about how their business prospects are in an effort to build a circular economy. . In general, they gave a very good appreciation as well as input on abdimas activities so that the results of the list were sustainable. The results of this community service activity include residents being able to operate briquette printers from organic waste, being able to process organic waste into charcoal briquettes because in this activity residents enthusiastically practice directly in utilizing organic waste into charcoal briquettes or aromatherapy which was originally a new thing for them.
INOVASI TEKNOLOGI SISTEM PENGERING TERASI TIPE LORONG UNTUK MENINGKATKAN HASIL USAHA PRODUKSI TERASI BAGI PELAKU USAHA GAMPONG SIMPANG LHEE Ratih Permana Sari; Muhammad Yakob; Molani Paulina Hasibuan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10922

Abstract

Abstrak: Indonesia merupakan negara kepulauan yang hampir dua pertiga wilayahnya berupa lautan. Salah satu produk hasil laut yang dihasilkan dan sangat terkenal dikalangan masyarakat adalah terasi. Sebagai salah satu kota yang terletak dipantai pesisir timur Aceh, kota Langsa menjadi salah satu kota penghasil terasi terbesar di Provinsi Aceh. Namun peningkatan produksi akan menurun jikalau musim hujan datang, dikarenakan pelaku usaha terasi di Kota Langsa menemukan kendala pada proses pengeringan. Tujuan kegiatan pengabdian adalah meningkatkan hasil dan kualitas produk terasi serta pemahaman mitra melalui inovasi teknologi berupa sistem pengering terasi berbentuk tipe lorong. Inovasi ini bermanfaat bagi mitra untuk meningkatkan pengetahuan mengenai solusi menghasilkan terasi meskipun musim penghujan tiba. Kegiatan dilaksanakan disalah satu pelaku usaha atau UKM di Gampong Simpang Lhee yaitu usaha Terasi Awaina. Metode yang digunakan adalah survei mitra, desain alat, konsultasi desain, pembuatan alat, penyerahan alat dan evaluasi produk yang dihasilkan. Hasil yang didapatkan adalah sebuah alat teknologi berupa sistem pengering terasi tipe lorong seperti rumah yang dapat menampung 5-10 kg udang sabu basah dan terdiri dari 2 penampungan berbentuk laci sebagai pengganti pengering manual dan dimodifikasi dengan teknologi sistem surya dan pemanas sehingga mampu memproduksi terasi dalam jumlah yang lebih banyak, kadar air lebih sedikit yaitu 20-30% serta waktu yang lebih singkat yaitu kurang dari 24 jam. Alat teknologi ini juga dilengkapi dengan penutup ruangan sehingga mampu meningkatkan kualitas terasi menjadi lebih higienis dan bersih.Abstract: Indonesia is an archipelagic country which almost two-thirds of its territory is ocean. One of the seafood products produced and very well known among the public is shrimp paste. As one of the cities located on the east coast of Aceh, Langsa city is one of the largest shrimp-producing cities in Aceh Province. However, the increase in production will decrease if the rainy season comes, because the shrimp paste business in Langsa City finds obstacles in the drying process. The purpose of the service activity is to increase the yield and quality of shrimp paste products as well as the understanding of partners through technological innovation in the form of an aisle-type shrimp paste drying system. This innovation is beneficial for partners to increase knowledge about solutions to produce shrimp paste even though the rainy season arrives. The activity was carried out in one of the business actors or SMEs in Simpang Lhee Village, namely the Awaina Terasi business. The methods used are partner survey, tool design, design consultation, tool manufacture, tool delivery and product evaluation. The result obtained is a technological tool in the form of a hallway-type shrimp paste dryer system that can accommodate 5-10 kg of wet shabu prawns and consists of 2 drawer-shaped reservoirs as a substitute for manual dryers and modified with solar and heating system technology so as to be able to produce shrimp paste in large quantities. which is more, less water content is 20-30% and shorter time is less than 24 hours. This technology tool is also equipped with a room cover so that it can improve the quality of the shrimp paste to be more hygienic and clean.
PENDAMPINGAN PEMANTAUAN DAN PEMETAAN STATUS GIZI BALITA DI KABUPATEN JENEPONTO Rini Jusriani; Syamsul Alam
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11334

Abstract

Abstrak: Keterlibatan masyarakat dalam menentukan status gizi balita melalui kader posyandu masih terbatas pada penimbangan berat badan dan pencatatan dalam Kartu Menuju Sehat (KMS). Hasil penimbangan dianalisis oleh petugas gizi dari puskesmas sehingga kader belum secara mandiri menilai status gizi balita di posyandu. Tujuan pendampingan adalah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok desa sehat di Desa Ujung Bulu Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto sebanyak 10 orang. Metode yang digunakan yaitu sosialisasi pendampingan, pelatihan peningkatan kapasitas, pendampingan, pemantauan, dan pemetaan status gizi balita. Hasil menunjukkan bahwa kelompok desa sehat telah mampu mengumpulkan data antropometri anak balita (100%) dengan adanya peningkatan kemampuan dan keterampilan dalam pemantauan dan pemetaan status gizi (85%) oleh kelompok desa sehat melalui pelatihan dan pendampingan. Dari Kegiatan pendampingan, diperoleh gambaran hasil penilaian dan pemetaan status gizi anak balita di desa yang dapat digunakan sebagai acuan pemerintah setempat untuk melakukan intervensi baik upaya pencegahan maupun penanganan terhadap permasalah gizi balita. Kegiatan dari pelatihan dan pendampingan diharapkan dapat diaplikasikan pada kegiatan rutin penimbangan balita di posyandu.Abstract: Community involvement in determining the nutritional status of children under five through posyandu cadres is still limited to weighing and recording in the Card of Towards Health (KMS). The results of the weighing were analyzed by nutrition officers from the puskesmas so that the cadres were not yet independent in assessing the nutritional status of children under five at the posyandu. The purpose of the mentoring is to provide training and assistance to healthy village groups in Ujung Bulu Village, Rumbia District, Jeneponto Regency that are 10 peoples. The methods used are mentoring socialization, capacity building training, mentoring, monitoring, and mapping the nutritional status of children under five. The results show that the healthy village group has been able to collect anthropometric data for children under five (100%) with an increase in the abilities and skills (85%) of the healthy village group through training and mentoring. From the mentoring activities, a description of the nutritional results and mapping of the nutritional status of children under five in the village was obtained which could be used as a reference for the local government to intervene in both prevention and treatment of under-five problems. The activities from the training and mentoring are expected to be applied to the routine weighing of toddlers at the posyandu.
WORKSHOP DAN PENDAMPINGAN PENTINGNYA PENULISAN KARYA TULIS ILMIAH PENELITIAN TINDAKAN KELAS BAGI GURU Tri Susilawati; Desi Maulidyawati; Indra Darmawan; Eka Ardiansyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10434

Abstract

Abstrak: permasalahan utama yang terjadi di mitra PGRI Kecamatan Batulanteh yaitu kurangnya minat guru-guru dalam menulis karya tulis ilmiah jenis PTK. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah agar guru-guru memahami dan mampu melakukan PTK serta menuangkannya dalam bentuk karya ilmiah. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan metode hybrid yaitu luring untuk workshop, pelatihan dan sosialisasi serta secara daring untuk pendampingan . Tingkat keberhasilan pengabdian masyarakat diukur dengan intrumen pretest, posttest dan wawancara serta melihat karya tulis ilmiah yang mampu dibuat oleh peserta Hasil pengabdian masyarakat menunjukan ada peningkatan yang cukup signifikan dari kegiatan workshop. Pencapaian kemampuan dan pemahaman guru dari 47% menjadi 75% serta mampu menghasilkan karya tulis ilmiah PTK sebanyak 65 % yaitu sebanyak10 karya tulis.Abstract: The main problem that occurs in PGRI partners in Batulanteh District is the lack of interest of teachers in writing CAR-type scientific papers. The purpose of this community service is for teachers to understand and be able to do CAR and put it in the form of scientific work. This community service activity is carried out using a hybrid method, namely offline for workshops, training and socialization as well as online for mentoring. The level of success of community service is measured by pretest, posttest and interview instruments as well as seeing scientific papers that can be made by participants. The results of community service show that there is a significant increase in workshop activities. The achievement of the ability and understanding of teachers from 47% to 75% and able to produce CAR scientific papers as much as 65%, namely as many as 10 papers.
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT WILAYAH PESISIR DALAM MENGATASI LIMBAH TAMBAK UDANG MELALUI REHABILITASI LINGKUNGAN Fifin Fitriana; Winda Purnama Sari; Diana Pramesti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11154

Abstract

Abstrak: Maraknya aktivitas tambak udang Vaname (Litopenaeus vannamei) di wilayah pesisir lokasi mitra berdampak secara langsung bagi masyarakat sekitar. Dampak yang dirasakan nelayan adalah berkurangnya hasil tangkap laut dan hasil olah laut yang biasanya untuk konsumsi dan dijual serta banyak masyarakat terpapar malaria dan demam berdarah. Tujuan pengabdian dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam menjaga keseimbangan ekosistem di lingkungan wilayah pesisir yang terdampak dari aktivitas tambak udang. Jumlah peserta yang terlibat sebanyak 50 orang dari masyarakat desa Gunung Pelawan, masyarakat dusun Pejem, pokdarwis, kumpulan PKK dan karang taruna. Pelaksanaan dari bulan Mei-September 2022. Metode yang digunakan adalah sosialisasi cara memanfaatkan mangrove dan untuk meniminalisir terpaparnya malaria dan demam berdarah serta menerapkan metode praktik cara hitung jarak tanam dan penanaman mangrove, jambu mete dan cemara laut. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pada aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan dengan rerata 86 yang berada pada kategori amat baik 2%, cukup 4% dan baik 94% serta masyarakat menilai kepuasan terhadap PkM sebesar 90%.Abstract: The Litopenaeus vannamei ponds' rife activity in the coastal regions of partner locations has a direct influence on the community and fishermen. The impact is decrease in marine catches and product for consumption and sale, dengue disease and malaria are spread widely. The service's goal is to maintain the ecological balance of the coastal region to optimizing recover aquatic species with economic worth. There were 50 participants, including members of the women's, youth, and pokdarwis organizations and local people. Service implementation from May to September 2022. The strategy is to spread knowledge on how to utilize mangroves while reducing risk of contracting dengue and malaria. Furthermore, there are useful techniques for mangrove, cashew, and sea pine planting as well as plant spacing calculations. The activities produced an average score of 86, of which 2% fell into the excellent category, 4% into the moderate category, 94% into the good category and assessment of service satisfaction by 90%.
PENDAMPINGAN UMKM PENJUAL KRIPIK KREMES DAN WINGKO UNTUK MENINGKATKAN PENJUALAN MELALUI MERK, LABEL DAN KEMASAN Willybrordus Lanamana; Laurentius Dominicus Gadi Djou; Yohanes Pande; Kristono Yohanes Fowo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10046

Abstract

Abstrak: Produk turunan ubikayu Nuabosi; kripik, kremes dan wingko telah dipromosi dan dipasarkan. Bahan baku produk tersebut diambil dari ubikayu varietas lokal terbaik, dan organik, namun produk tersebut belum memiliki merk, label dan kemasan. Tujuan pengabdian kepada masyarakat adalah untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan pendapatan secara berkelanjutan. Jumlah anggota PKK yang berpartisipasi pada kegiatan ini, 30 orang. Metode yang digunakan penyuluhan, FGD, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan diawali dengan memberikan pretest diakhiri posttest. Pada pretest soal benar paling banyak 6 nomor dari 15 nomor yang diberikan, pada posttest jumlah soal benar 15 nomor, paling sedikit 13 nomor dari 15 nomor soal yang diberikan. Hasil yang dicapai dari kegiatan pengabdian ini; peningkatan pengetahuan, keterampilan mitra serta peningkatan volume penjualan. Saran, optimalisasi peran BUMDES, untuk memasarkan produk pertanian dan turunannya.Abstract: Nuabosi cassava derivative products; kripik, kremes and wingko have been promoted and marketed. The raw materials for these products are taken from the best local varieties of cassava, and are organic, but these products do not yet have brands, labels and packaging. The purpose of community service is to increase knowledge, skills and income in a sustainable manner. The number of PKK members who participated in this activity, 30 people. The methods used are counseling, FGD, training and mentoring. The activity begins with giving a pretest and ends with a posttest. In the pretest the number of correct questions is at most 6 out of 15 numbers given, in the posttest the number of correct questions is 15 numbers, at least 13 numbers out of the 15 numbered questions are given. The results achieved from this service activity; increased knowledge, skills of partners and increased sales volume. Suggestions, optimizing the role of BUMDES, to market agricultural products and their derivatives.
DEMONSTRASI PENGELOLAAN MAKANAN PANGAN LOKAL PADA IBU HAMIL DAN IBU BALITA DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING Juli Gladis Claudia; Selvi Mohamad; Pepi Sugianto Umar; Nurnaningsih Ali Abdul; Puspita Sukmawaty Rasyid
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Stunting berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan balita yang tidak sesuai usia. Stunting tertinggi di kecamatan tilongakabila terdapat di desa Bongoime dengan kasus sangat pendek 43 balita dan kasus pendek 114 balita. ibu hamil dan ibu balita tidak paham tentang stunting, tidak paham bahwa pangan lokal seperti tanaman kelor yang dijadikan makanan ternak banyak manfaatnya. Daun kelor sumber pangan nabati yang kaya kandungan gizi. Salah satu antioksidan adalah jus buah tomat (Solanum lycopersicum). Asam folat untuk ibu hamil mencegah kecacatan janin ketika dilahirkan. Pangan lokal salah satunya Jagung merupakan sumber protein tinggi. Pengabdian masyarakat bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil dan ibu balita dalam pengelolaan bahan pangan lokal. Metode yang digunakan ceramah, demonstrasi membuat pudding daun kelor dan jus tomat serta kuesioner. Kegiatan dilakukan pada 10 orang kader dan 30 orang ibu hamil dan ibu balita.monitoring berupa pretest kategori baik 37,5% dan posttest kategori baik meningkat 62,5% hasil yang dicapai adalah kader, semua ibu hamil dan ibu balita mengalami peningkatan pengetahuan dengan nilai value 0,000<0,05 nilai t hitung = 3.76 > t table = 1,99.Abstract: Stunting has an impact on the growth and development of toddlers that are not age appropriate. The highest stunting in tilongakabila district was in Bongoime village with 43 very short cases and 114 short cases. Pregnant women and mothers of toddlers do not understand stunting, do not understand that lokal food such as moringa which is used as animal feed has many benefits. Moringa leaves are a source of vegetable food that is rich in nutrients. One of the antioxidants is tomato juice (Solanum lycopersicum). Folic acid for pregnant women prevents fetal defects when born. Lokal food, one of which is corn, is a source of high protein. Community service aims to improve the knowledge and skills of pregnant women and mothers under five in the management of lokal foodstuffs. The method used is lectures, demonstrations of making Moringa leaf pudding and tomato juice and questionnaires. The activity was carried out on health cadre 10 and 30 pregnant women and mothers of toddlers. Monitoring in the form of pre-test and post-test the results achieved were that all pregnant women and mothers of toddlers experienced an increase in knowledge 37,5% than 62,5% good category and increased skills with a value of 0.000 <0.05 t value = 3.76 > t table = 1,99.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU DALAM PELAKSANAAN PROGRAM PERENCANAAN PERSALINAN DAN PENCEGAHAN KOMPLIKASI Matje Meriaty Huru; Serlyansie Boimau; Hasri Yulianti; Adriana Boimau
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11085

Abstract

Abstrak: Program Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K) ditunjukkan dengan program penempelan stiker P4K di setiap rumah ibu hamil, dengan tujuan untuk meningkatkan peran kader posyandu dalam program perencanaan proses persalinan dan pencegahan komplikasi. Kurangnya pemahaman kader posyandu tentang P4K dan belum adanya penempelen stiker P4K dirumah ibu hamil. Tujuan pengabdian untuk meningkatkan pengetahuan kader posyandu tentang P4K dan memotivasi kader posyandu untuk menempel stiker P4K dirumah ibu hamil. Metode yang digunakan untuk mengukur tingkat pengetahuan dan ketrampilan kader posyandu melalui penyuluhan dan praktikum cara pengisian stiker P4K. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kader Posyandu sebanyak 20 orang dari 4 posyandu yang berada di Desa Penfui Timur. Evaluasi pengetahuan dengan post-test sedangkan untuk ketrampilan melalui observasi dengan lembar observasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan kader posyandu tentang P4K dari 35% menjadi 100% dan ketrampilan memberikan penyuluhan dan pengisian stiker P4K dari 30% menjadi 95% serta telah dilakukan penempelan stiker P4K di setiap rumah ibu hamil.Abstract: The Childbirth Planning and Complication Prevention (P4K) Program is shown by a P4K sticker pasting program in each pregnant woman's home, with the aim of posyandu cadres in labor planing programs and complications. The lack of understanding of posyandu cadres about P4K and the absence of P4K stickers in pregnant women's homes. The purpose of the service is to increase the knowledge of posyandu cadres about P4K and motivate posyandu cadres to stick P4K stickers in the homes of pregnant women. The method used to measure the level of knowledge and skills of posyandu cadres through counseling and practicum on how to fill P4K stickers. Partners in this activity are Kader Posyandu as many as 20 people from 4 posyandu located in East Penfui Village. Evaluation of knowledge with post-test while for skills through observation with observation sheets. The results of the activity showed that there was an increase in the knowledge of posyandu cadres about P4K from 35% to 100% and the skills of providing counseling and filling P4K stickers from 30% to 95% and had P4K stickers are pasted in every pregnant woman's house.
PERAN NENEK SEBAGAI PERSONAL REFERENCE DALAM UPAYA MENINGKATKAN PERILAKU MENYUSUI EKSKLUSIF Lucia Retnowati; Nurul Pujiastuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.9920

Abstract

Abstrak: Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di desa Sumberporong Kecamatan Lawang Kabupaten Malang, diikuti oleh 35 nenek dengan memberikan penyuluhan tentang ASI eksklusif, perawatan payudara nifas, dan pembuatan bolu daun katuk. Tujuan pengabmas yaitu mewujudkan peran nenek sebagai personal reference dalam upaya meningkatkan perilaku menyusui eksklusif. Sebelum dan setelah penyuluhan diberikan lima (5) pertanyaan terkait masalah menyusui. Lima pertanyaan tersebut meliputi pengertian ASI eksklusif, anatomi payudara, lama menyusui bayi, posisi dan pelekatan bayi yang benar. Sebelum penyuluhan mempunyai nilai rata-rata 60. Setelah penyuluhan, mempunyai nilai rata-rata 80. Selanjutnya dilakukan diskusi dengan para nenek tentang cara mengatasi produksi ASI yang kurang. Diperoleh informasi bahwa nenek memberikan jamu khusus untuk ibu menyusui, memberikan sayuran seperti daun katuk, daun pepaya, serta memompa payudara namun produksi ASI masih kurang. Oleh karena itu, penyuluhan yang diberikan memberikan manfaat tambahan pengetahuan bagi nenek. Usulan penyuluhan selanjutnya adalah teknik memerah ASI, cara mengatasi puting susu datar atau tenggelam, serta cara mengatasi puting susu lecet. Saat penyuluhan, nenek mendapatkan booklet tentang peran keluarga dan menyusui eksklusif sehingga dapat menjadi sumber informasi bagi nenek untuk memberikan motivasi pada ibu menyusui.Abstract: Community Service Activities in Sumberporong Village, Lawang District, Malang Regency, there are 35 participants in the counseling. The counseling provided includes exclusive breastfeeding, postpartum breast care, and making katuk leaf cake. The aim of community service is to realize the role of grandmothers as personal references in an effort to improve exclusive breastfeeding behavior. Before and after the counseling, five (5) questions related to breastfeeding were given. The five questions include the definition of exclusive breastfeeding, breast anatomy, duration of breastfeeding the baby, the correct position and attachment of the baby. Before counseling, the average score was 60. After counseling, the average score was 80. After that, there was a discussion with the grandmothers about how to overcome the lack of breast milk production. Information was obtained that the grandmother gave special herbs for nursing mothers, gave vegetables such as katuk leaves, papaya leaves, and pumped the breasts but the milk production was still lacking. Therefore, the counseling provided provides additional benefits of knowledge for grandmothers. The next counseling proposal is the technique of expressing breast milk, how to deal with flat or sinking nipples, and how to deal with sore nipples. During counseling, grandmothers received booklets about the role of family and exclusive breastfeeding so that they could be a source of information for grandmothers to motivate breastfeeding mothers.
UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR (PTM) DAN DEMONSTRASI MAKANAN SELINGAN BERBAHAN PANGAN LOKAL Indra Domili; M. Anas Anasiru; Yusni Igirisa; Maya Kumalasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10796

Abstract

Abstrak : Penyakit Tidak Menular (PTM) adalah salah satu yang merupakan penyebab kematian di dunia. Data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018 menyebutkan bahwa Provinsi Gorontalo termasuk dalam 10 besar provinsi dengan prevalensi PTM tertinggi secara nasional. Lansia di Desa Poowo Kecamatan Kabila Kabupaten Bone Bolango sebagian besar menderita penyakit tidak menular (PTM) berdasarkan hasil Posbindu. Salah satu cara untuk mengatasi PTM pada lansia yaitu melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin serta mengkonsumsi makanan yang sehat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan melakukan pemeriksaan kesehatan kepada 42 orang lansia di Desa Poowo Kecamatan Kabila berupa pemeriksaan kesehatan. Lansia yang mengalami masalah kesehatan diberikan konseling gizi, kemudian dilakukan demonstrasi pembuatan makanan selingan menggunakan bahan pangan local. Hasil kegiatan berdampak positif bagi lansia dimana 100% lansia telah melakukan pemeriksaan kesehatan berupa pemeriksaan tekanan darah, gula darah dan kolesterol, peningkatan pengetahuan sebesar 61,9% pada lansia dilakukan melalui konseling gizi serta aktif mengikuti kegiatan demonstrasi makanan selingan menggunakan bahan lokal.Abstract: Non-Communicable Diseases (NCD) is one of the leading causes of death in the world. Basic Health Research Data (Riskesdas) 2018 states that Gorontalo Province is included in the top 10 Provinces with the highest prevalence of NCDs nationally. The elderly in Poowo Village, Kabila District, Bone Bolango Regency mostly suffer from non-communicable diseases (PTM) based on the results of Posbindu. One way to overcome PTM in the elderly is to carry out regular health checks and consume healthy foods. This community service activity aims to carry out health checks for 42 elderly people in Poowo Village, Kabila District in the form of health checks. Elderly who experience health problems are given nutritional counseling, then a demonstration of making snacks using local food is carried out. The results of the activity have a positive impact on the elderly where 100% of the elderly have carried out health checks in the form of checking blood pressure, blood sugar and cholesterol, increasing knowledge in the elderly after nutrition counseling and being active in snack demonstration activities using local ingredients