cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PEMANFAATAN TANAMAN LOKAL KELOR (MORINGA OLEIFERA) GUNA PENINGKATAN DAYA TAHAN TUBUH DI ERA PANDEMI COVID-19 Artika Dewie; Hastuti Usman; Niluh Nita Silfia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10705

Abstract

Abstrak: Wabah Covid-19 yang terjadi diseluruh dunia memaksa kita untuk melakukan langkah-langkah untuk menghindarkan diri dan keluarga dari terjangkitnya Covid-19. Dengan kandungan vitamin serta zat-zat penting yang lain, Pemanfaatan tanaman lokal yaitu kelor (Moringa Oleifera) merupakan salah satu alternatif atau cara yang bisa digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari Covid-19 (Marumata et al., 2019). Dilakukannya kegiatan Pengabdian Masyarakat di Desa Pombewe Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah ini bertujuan agar terjadi peningkatan pengetahuan peserta dalam hal ini adalah kelompok tani, kader dan ibu yang memiliki balita sejumlah 40 orang tentang pemanfaatan tanaman kelor. Kegiatan diawali dengan kuesioner pre test, pemberian penyuluhan serta diakhiri dengan kuesioner post test dan pemberian sampel olahan kelor dalam bentuk jus dan puding. Hasil kuesioner terlihat peningkatan pengetahuan dengan perbandingan 43 % antara sebelum dan sesudah diberikan penyuluhan.Abstract : The Covid-19 outbreak that is happening around the world forces us to take steps to avoid ourselves and our families from contracting Covid-19. With the content of vitamins and other important substances, the use of local plants, namely Moringa (Moringa Oleifera) is an alternative method that can be used to increase the body's resistance to avoid Covid-19. The implementation of this Community Service activity in Desa Pombewe Kecamatan Biromaru Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah, aims to increase the knowledge of participants in this case are farmer groups, cadres and mothers who have children under five years a total of 40 respondent about the use of Moringa plants. The activity began with a pre-test questionnaire, providing counseling and ended with a post-test questionnaire and the provision of processed Moringa samples in the form of juice and pudding. The results of the questionnaire showed an increase in knowledge with a comparison of 43% between before and before being given counseling.
PEMANFAATAN TEPUNG MAGGOT SEBAGAI SUBTITUSI PAKAN KOMERSIL UNTUK IKAN BAUNG Helmizuyani Helmizuyani; Boby Muslimin; Khusnul Khotimah; Meika Puspitasari; Mardiyan Mardiyan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11661

Abstract

Abstrak: Biaya produksi terbesar dalam kegiatan usaha budidaya ikan adalah pakan. Setiap tahun, pakan ikan mengalami kenaikan harga yang khususnya dirasakan oleh kelompok budidaya ikan baung. Pakan alternatif yang potensial yang dapat digunakan adalah maggot dan saat diberikan pada benih ikan baung dibutuhkan pengolahan menjadi tepung agar dapat terkonsumsi dengan baik sesuai ukuran mulut ikan. Oleh karena itu, Prodi Akuakultur Universitas Muhammadiyah Palembang melakukan kegiatan pelatihan pembuatan tepung maggot sebagai produk turunan maggot dengan nilai ekonomis yang potensial.yang melibatkan 7 orang peserta pelatihan. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengoptimalkan kegiatan budidaya ikan baung dengan ikan dengan memproduksi maggot tepung sebagai subtitusi pakan dan tingkat pemahaman mitra setelah pelatihan tercapai hingga 73%. Program kegiatan ini dibagi menjadi empat kegiatan, yaitu penggalian pengetahuan peserta tentang maggot dan tepung maggot, sosialisasi materi budidaya maggot dan teknis pembuatan tepung maggot, aplikasi maggot untuk budidaya ikan baung, dan evaluasi pelaksanaan kegiatan dengan penyebaran kuisinoner. Produk yang didapatkan dari kegiatan ini adalah tepung maggot yang menjadi pakan alternatif, sebagai produk turunan dengan nilai jual ekonomis potensial, dan dapat menekan biaya produksi budidaya ikan baung.Abstract: The most considerable production cost in fish farming activities is feed. Every year, fish feed prices increase, which is especially felt by the baung fish farming group, Village-owned enterprise (BumDes) Teratai Indah, Bangsal Village, Pampangan District, Ogan Komering Ilir Regency, South Sumatra Province. A potential alternative feed that could be used is a maggot, and when given to baung fish post-juvenile, it needs processing into flour to be adequately consumed according to the size of the fish's mouth. Therefore, the Aquaculture Study Program, Muhammadiyah University of Palembang, conducted training on the manufacture of maggot flour as a maggot derivative product with potential economic value. This community service program aims to optimize baung fish farming activities by producing alternative feed for baung post-juvenile and making variant products from maggot at BumDes Teratai Indah. This activity program is divided into four movements: exploring participants' knowledge about maggot and maggot flour, socialization of maggot cultivation materials and techniques for making maggot flour, and applying maggot for baung fish cultivation, and evaluation of the implementation of activities. The product obtained from this activity is maggot flour, an alternative feed, as a derivative product with a potential economic selling value and can reduce the production cost of baung fish farming in the Teratai Indah BumDes Ogan Komering Ilir Regency.
EDUKASI PROTOKOL KESEHATAN PADA IBU BALITA DALAM MENCEGAH PENULARAN COVID-19 Sony Bernike Magdalena Sitorus; Christina Entoh; Nilda Yulita Siregar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10280

Abstract

Abstrak: Indonesia menetapkan permasalahan Covid-19 merupakan Bencana Nasional yang memerlukan tindak lanjut secara komprehensif. Penularan Covid-19 mudah terjadi yang berawal dari sakit yang diderita manusia sampai kapada manusia yang sehat. Balita adalah kelompok yang sensitif dalam hal gangguan kesehatan khususnya pada penyakit infeksi termasuk Covid-19. Sebab vaksinasi belum dianjurkan untuk kelompok usia balita. Tujuan dari pemberian edukasi ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan ibu terkait protokol kesehatan dalam mencegah penularan Covid-19 pada balita. Sasaran pada kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu ibu-ibu yang mempunyai anak balita. Kegiatan ini dihadiri oleh 14 peserta ini dilakukan dengan metode penyuluhan dengan cara ceramah, demonstrasi dan tanya jawab. Evaluasi kegiatan ini dilakukan pada tahap persiapan, pelaksanaan dan tahap akhir membagikan kuesioner posttest. Hasil yang diperoleh dari kegiatan ini yaitu terdapat peningkatan rerata nilai pengetahuan ibu sebelum dan sesudah diberikan edukasi. Pengetahuan ibu sebelum diberikan edukasi diperoleh cukup 11 orang (78,57%) dan kurang 3 orang (21,43%). Setelah dilakukan pemberian edukasi, seluruh ibu memiliki pengetahuan baik 100%.Abstract: Indonesia has determined that the Covid-19 problem is a National Disaster that requires comprehensive follow-up. Transmission of Covid-19 is easy, starting from illness suffered by humans to healthy humans. Toddlers are a sensitive group in terms of health problems, especially infectious diseases including Covid-19. Vaccination is not optimal for the toddler age group. The purpose of providing this education is to improve mothers regarding health protocols in preventing the transmission of Covid-19 in toddlers. The targets of this community service activity are mothers who have toddlers. This activity was attended by 14 participants. This activity was carried out using the counseling method by means of lectures, demonstrations and question and answer. Evaluation of this activity was carried out at the preparation, implementation and final stages of distributing posttest questionnaires. The results obtained from this activity are that there is an increase in the average value of mother's knowledge before and before being given education. Mother's knowledge before being given education was enough for 11 people (78.57%) and less than 3 people (21.43%). After giving education, all mothers have good 100%.
PENINGKATAN IMUNITAS IBU HAMIL SELAMA PANDEMI Rabia Zakaria; Siti Choirul Dwi Astuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10752

Abstract

Abstrak: Selama pandemi ibu hamil termasuk kelompok rentan terhadap COVID-19 karena mengalami penurunan sistem imun sehingga diperlukan upaya pencegahan COVID-19 dengan olahraga melakukan prenatal gentle yoga dan meningkatkan kualitas tidur. Hasil survei kasus COVID-19 pertama ditemukan di Puskesmas Kabila sehingga menyebabkan ibu hamil yang ada di Puskesmas Kabila mengalami kecemasan (1). Penyebabnya karena kurangnya pengetahuan tentang COVID-19. Selama pandemi kelas prenatal ditiadakan dan juga Puskesmas Kabila belum pernah melakukan kelas prenatal secara virtual sehingga ibu hamil tidak bisa melakukan olahraga. Ibu hamil di Puskesmas Kabila juga belum mengetahui tentang prenatal gentle yoga. Tujuannya untuk mengurangi kecemasan selama pandemi dengan meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang COVID-19 dan meningkatkan imunitas melalui prenatal gentle yoga (2). Metodenya dengan pemberian materi dan praktik melalui kelas prenatal virtual pada 70 ibu hamil. Pencegahan COVID-19 juga dilakukan dengan memberikan masker, handshop, handsanitizer dan termometer digital (3). Hasil yang didapat berdasarkan evaluasi kuesioner tentang pengetahuan dan kualitas tidur 93% ibu hamil mempunyai pengetahuan yang baik tentang COVID-19 dan 97% ibu hamil mempunyai kualitas istirahat dengan waktu yang cukup (4).Abstract: During the pandemic, pregnant women are among the vulnerable groups to COVID-19 because they experience a decrease in the immune system, so efforts to prevent COVID-19 by doing gentle prenatal yoga and improving sleep quality are needed. The results of the first COVID-19 case survey were found at the Kabila Health Center, causing pregnant women in the Kabila Health Center to experience anxiety (1). The cause is due to lack of knowledge about COVID-19. During the pandemic, prenatal classes were abolished and also the Kabila Health Center had never conducted prenatal classes virtually so that pregnant women could not do sports. Pregnant women at the Kabila Health Center also do not know about prenatal gentle yoga. The goal is to reduce anxiety during the pandemic by increasing pregnant women's knowledge about COVID-19 and increasing immunity through gentle prenatal yoga (2). The method is by providing material and practice through virtual prenatal classes for 70 pregnant women. Prevention of COVID-19 is also carried out by providing masks, hand shops, hand sanitisers and digital thermometers (3). The results obtained based on the evaluation of the questionnaire about knowledge and sleep quality 93% of pregnant women have good knowledge about COVID-19 and 97% of pregnant women have quality rest with sufficient time (4).
PENINGKATAN UMKM BIDANG PEMASARAN DAN KEUANGAN MENYONGSONG INDONESIA EMAS 2045 Fitriani Latief; Karlina Ghazalah Rahman; Dirwan Dirwan; Moch. Ridho Ghazalih R.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10654

Abstract

Abstrak: Tujuan pengabdian ini adalah bagaimana cara untuk meningkat UMKM khususnya pada bidang pemasaran dan keuangan sehingga mampu bersaing menyongsong Indonesia emas 2045 . Metode yang digunakan dalam pengabdian adalah sosialisasi pengembangan skill masyarakat di bidang pemasaran dan workshop dalam bidang keuangan UMKM. Mitra pengabdian ini adalah UMKM di desa Bolaromang Kabupaten Gowa. Jumlah yang terlibat adalah 15 orang. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner terhadap mitra. Hasil yang dicapai adalah 14 orang atau 85,7% dari hasi evaluasi bersama dengan pengelola UMKM menggunakan kuesioner terbuka dan wawancara menyatakan bahwa setelah ada sosialisasi dan workshop yang dilakukan terjadi peningkatan penjualan yang terjadi karena banyaknya konsumen yang membeli dari luar Desa Bolaromang. UMKM juga banyak yang telah menggunakan buku kas dalam proses pencatatan keuangannya. Sehingga kedepannya mitra ingin menggunakan social media lebih aktif lagi dan ingin terus menggunakan buku kas dalam pencatatan keuangan produknya.Abstract: The purpose of this service is how to increase MSMEs, especially in the fields of marketing and finance so that they are able to compete for a golden Indonesia in 2045 . The method used in the service is socialization of community skill development in the field of marketing and workshops in the field of MSME finance. The partners of this service are MSMEs in Bolaromang village, Kabupaten Gowa. The number involved is 15 people. Evaluation is carried out using questionnaires against partners. The results achieved were 14 people or 85.7% of the evaluation results together with MSME managers using open questionnaires and interviews stating that after the socialization and workshops carried out there was an increase in sales that occurred due to the large number of consumers who bought from outside Bolaromang Village. Many MSMEs have also used cash books in the process of recording their finances. So that in the future partners want to use social media more actively and want to continue to use cash books in recording the finances of their products.
PEMBUATAN FILTER AIR UNTUK MENJERNIHKAN AIR BAKU Ruslin Hasan; Bun Yamin M. Badjuka; Rahman Suleman; Novalia Warow
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11413

Abstract

Abstrak: Air yang dikonsumsi manusia haruslah memenuhi indikator fisika, kimia, dan biologi, agar tidak emnimbulkan gangguan kesehatan. Mn dan Fe adalah indikator kimiawi air, yang apabila dikonsumsi diatas batas aman, maka akan menimbulkan penyakit bagi manusia. Masalah yang dihadapi oleh mitra kegiatan ini adalah air baku yang tercemar Mn dan Fe dalam jumlah yang cukup besar (2) Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan solusi pengolahan air melalui desain alat penjernih air dengan metode aerasi filtrasi (3) Metode kegiatan ini yaitu tahapan pra kegiatan dimana tim melakukan persiapan keperluan pengabmas, pelaksanaan kegiatan, dan tahap evaluasi yaitu tim melakukan pengukuran parameter fisik air. Serta disosialisasikan tentang cara perawatan alat, meliputi pencucian pasir, serta pemeliharaan sambungan pipa, shoer, dan keran, pada masyarakat yang menjadi sasaran. Kegiatan ini melibatkan mitra Desa Tualango yang terdiri dari 5 orang aparat Des, 20 orang masyarakat, dan 1 orang petugas Puskesmas. Evaluasi pasca pelaksanaan kegiatan dilakukan sebanyak 2 kali yang meliputi perawatan serta perbaikan alat, serta pengukuran hasil olahan dari alat. Hasil yang dicapai pada kegiatan ini, adalah diperolehnya air baku masyarakat yang memenuhi syarat fisik (tidak berbau, berwarna, dan berasa) dengan persentase 100% setelah dilakukan pengolahan dengan alat yang digunakan. Sementara, untuk perawatan alat penjernih telah diajarkan pada masyarakat pada saat tahapan sosialisasi .Abstract: Water consumed by humans must meet physical, chemical, and biological indicators, so as not to cause health problems. Mn and Fe are chemical indicators of water, which if consumed above the safe limit, it will cause disease for humans. The problem faced by partners in this activity is raw water that is contaminated with Mn and Fe in large enough quantities (2) The purpose of this service is to provide water treatment solutions through the design of water purification equipment with aeration filtration method (3) The method of this activity is the pre-processing stage. An activity where the team prepares for the needs of community service, implementation of activities, and the evaluation stage, where the team measures the physical parameters of water. As well as being socialized on how to maintain tools, including sand washing, as well as maintenance of pipe connections, shoers, and faucets, to the target community. This activity involved Tualango Village partners consisting of 5 village officials, 20 community members, and 1 Puskesmas officer. Post-implementation evaluation activities were carried out 2 times which included maintenance and repair of tools, as well as measurement of the processed results of the tools. The result achieved in this activity is the obtaining of community raw water that meets physical requirements (odorless, colorless, and tasteless) with a percentage of 100% after processing with the equipment used. Meanwhile, the maintenance of the purifier has been taught to the community during the socialization stage.
SOSIALISASI DAN PELATIHAN PEMANFAATAN SAMPAH ORGANIK DI SMA NEGERI 5 BAUBAU SULAWESI TENGGARA S. Hafidhawati Andarias; Agus Slamet; Dyah Pramesthi Isyana Ardyati; WD. Syarni Tala; Tika Amalia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10195

Abstract

Abstrak: Sampah merupakan material sisa dari suatu proses atau aktivitas. Meskipun demikian, sampah dapat didaur ulang menjadi bentuk lain yang bernilai. Hampir seluruh aktivitas manusia, baik secara sadar ataupun tidak sadar menghasilkan sampah, salah satunya dari sampah rumah tangga. Selain itu, sampah juga dapat terbentuk dari guguran daun tumbuhan. Pengolahan dan pemanfaatan sampah dapat dimulai dari lingkungan kita sendiri. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi kepada siswa mengenai cara pemanfaatan dan pengolahan sampah organik di sekitar lingkungan tempat tinggal mereka. Sosialisasi dan pendampingan pemanfaatan sampah ini dilaksanakan di SMA Negeri 5 Baubau pada 10 Juli 2021. Peserta kegiatan adalah perwakilan dari siswa kelas X, XI, dan XII yang tergabung dalam kepengurusan Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) SMA Negeri 5 Baubau sebanyak 24 orang siswa. Tahapan kegiatan ini meliputi prestest, pemaparan materi, tanya jawab, praktik langsung oleh peserta, dan posttest. Para siswa terlihat cekatan mempraktikkan pembuatan masing-masing olahan berdasarkan metode kerja yang telah disampaikan saat pemaparan materi. Para siswa juga menyampaikan keinginannya untuk mempraktikkan kembali metode pengolahan sampah seperti yang disajikan dalam kegiatan ini di tempat tinggal mereka . Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan bahwa pemahaman peserta terkait topik yang disajikan mengalami peningkatan dari 38% menjadi 87%.Abstract : Waste is residual material from a process or activity. However, waste can be recycled into other viable forms. Almost all human activities, both consciously and unconsciously, produce waste, like from household waste. In addition, waste can also be formed from plant leaf fall. Waste processing and utilization can be started from our own environment.This activity aims to provide information to students about how to use and process organic waste in their neighborhood. The socialization and assistance for the use of waste was carried out at SMA Negeri 5 Baubau on July 10, 2021. There are 24 participants were representatives from class X, XI, and XII students who were members of the Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) of SMA Negeri 5 Baubau. The stages of this activity include are pretest, material presentation, discussion, direct practice by participants, and posttest. The students seemed deft in practicing the making of each preparation based on the work method that had been conveyed during the presentation of the material. The students also expressed their desire to re-practice the waste management methods as presented in this activity in their homes. The results of the evaluation showed that participants' understanding of the topics presented had increased from 38% to 87%. 
SIMULASI MEDIA WAYANG KARTUN SEBAGAI UPAYA BRANDING APOTEKER CILIK PADA SISWA SEKOLAH DASAR GUNA MEWUJUDKAN LAMONGAN PEDULI KESEHATAN SEJAK DINI Primanitha Ria Utami; Maya Maghfirotur Rohmah; Galuh Ambar Pramudita; Cahaya Eka Parvilia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10956

Abstract

Abstrak: Saat ini, fenomena apoteker masih kurang diakui keberadaannya oleh masyarakat, masih kerap terjadi, termasuk di Lamongan. Begitu halnya yang terjadi di Masyarakat Desa Lukrejo, Kalitengah, mulai dari anak-anak hingga usia dewasa belum mengetahui sosok seorang Apoteker. Kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah simulasi Apoteker Cilik menggunakan media wayang kartun, yang bertujuan meningkatkan branding Apoteker Cilik pada siswa sekolah dasar sehingga dapat mengenal lebih dekat kegiatan yang dilakukan oleh seorang apoteker dan dapat meningkatkan pengetahuan tentang obat sejak dini. Media wayang kartun digunakan sebagai alat bantu simulasi dalam mempraktekkan sosok seorang Apoteker. Sasaran mitra dalam pengabdian masyarakat ini, adalah siswa kelas 5 dan 6 di SDN Lukrejo, Kalitengah, Kabupaten Lamongan dengan tim terdiri dari 1 dosen, 5 mahasiswa. Waktu pelaksanaannya pada bulan Agustus 2022. Berdasarkan hasil pretest dan posttest, pre-test sebesar 52,5% dan post-test setelah edukasi mengalami peningkatan sebesar 54,4%, terdapat peningkatan pengetahuan terkait penggunaan obat sejak dini. Melalui kegiatan tersebut, harapannya siswa SDN Lukrejo akan lebih perhatian terhadap penggunaan obat, dan lebih menyadari pentingnya profesi kesehatan seperti apoteker, dalam menunjang ketercapaian kesehatan di generasi mendatang. Selain itu juga untuk memotivasi siswa Sekolah dasar menjadi generasi penerus yang berperan di bidang kesehatan dan berkontribusi aktif meningkatkan kesehatan di masyrakat Lukrejo, Kalitengah.Abstract: Currently, the phenomenon of pharmacists is still not recognized by the community, it still occurs frequently, including in Lamongan. This is what happened in the Lukrejo Village Community, Kalitengah, from children to adults who do not yet know the figure of a pharmacist. This community service activity is a simulation of the Little Pharmacist using cartoon puppet media, which aims to improve the branding of the Little Pharmacist in elementary school students so that they can get to know more about the activities carried out by a pharmacist and can increase knowledge about drugs from an early age. The cartoon puppet media is used as a simulation tool in practicing the figure of a pharmacist. The target partners in this community service are students in grades 5 and 6 at SDN Lukrejo, Kalitengah, Lamongan Regency with a team consisting of 1 lecturer, 5 students. The implementation time is in August 2022. Based on the results of the pretest and posttest, the pre-test was 52.5% and the post-test after education had increased by 54.4%, there was an increase in knowledge related to the use of drugs from an early age. Through this activity, it is hoped that the students of SDN Lukrejo will pay more attention to the use of drugs, and are more aware of the importance of health professions such as pharmacists, in supporting the achievement of health in future generations. In addition, to motivate elementary school students to become the next generation who play a role in the health sector and actively contribute to improving health in the Lukrejo community, Kalitengah.
PENINGKATAN KETERAMPILAN KELUARGA DALAM DETEKSI DINI DIABETIC FOOT ULCER DI KOTA MATARAM Agus Supinganto; Aan Dwi Sentana; Ni Putu Sumartini; Mardiatun Mardiatun
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10490

Abstract

Abstrak: Gangguan sensasi (Neuropati) penderita Diabetes Mellitus (DM) merupakan faktor penyebab terjadinya Diabetic Foot Ulcer (DFU). New normal pandemic Covid-19 terbatasnya melakukan aktifitas dan kunjungan ke pelayanan kesehatan. Pemeriksaan neurologi di pelayanan kesehatan memerlukan waktu dalam pelaksanaannya sehingga penderita tidak mau datang untuk memeriksakan kesehatannya. Berdasarkan analisis situasi, permasalahan yang dihadapi mitra yaitu keluarga belum tahu gangguan sensasi dan mengenal deteksi dini DFU, sehingga resiko komplikasi DM pada penderita masih tinggi. Pengabdian ini bertujuan untuk (1) Memberikan pengetahuan kepada keluarga mengenai gangguan sensasi; dan (2) Meningkatkan keterampilan keluarga dalam deteksi dini DFU menggunakan Ipswich Touch Test (ITT). Metode yang digunakan dalam pengabdian ini berupa penyuluhan dan pendampingan oleh tim pengabdian dengan materi berupa (1) Pengenalan gangguan Neuropati penderita DM; (2) Pengenalan cara melakukan ITT; dan (3) Pengenalan peralatan untuk deteksi dini Neuropati menggunakan ITT. Mitra pengabdian ini yaitu keluarga penderita DM di Wilayah kerja Puskesmas Cakranegara, Puskesmas Tanjung Karang dan Puskesmas Dasan Agung Kota Mataram. Jumlah peserta sebanyak 45 Kepala Keluarga dengan evaluasi berupa pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan 2.68 dan peningkatan keterampilan keluarga sejumlah 12.24 tentang deteksi dini DPU menggunakan ITT. Sehinga keluarga mampu melakukan deteksi dini gangguang sensasi serta meningkatkan peran serta keluarga dalam perawatan penderita DM.Abstract: Impaired sensation (neuropathy) in people with diabetes mellitus (DM) is a factor that causes Diabetic Foot Ulcer (DFU). The new normal for the Covid-19 pandemic is limited to activities and visits to health services. Neurological examinations in health services require time to be carried out so that patients do not want to come to check their health. Based on the situation analysis, the problems faced by partners are that the family does not know about sensation disorders and knows early detection of DFU, so the risk of DM complications in patients is still high. This service aims to (1) provide knowledge to families about sensation disorders; and (2) Improving family skills in early detection of DFU using the Ipswich Touch Test (ITT). The method used in this service is in the form of counseling and assistance by the service team with the materials in the form of (1) Introduction to Neuropathic disorders in DM patients; (2) Introduction of how to do ITT; and (3) Introduction of equipment for early detection of Neuropathy using ITT. The partners of this service are families of DM sufferers in the working area of the Cakranegara Health Center, Tanjung Karang Health Center and Dasan Agung Health Center, Mataram City. The number of participants was 45 families with evaluations in the form of pre-test and post-test. The results of the activity showed that the increase in knowledge of 2.68 and improvement of family skills was 12.24 regarding the early detection of DPU using ITT. So that families are able to make early detection of sensation disorders and increase family participation in the care of people with DM.
MENGOPTIMALKAN KOMUNIKASI SOSIAL DAN AKTIVITAS SEHAT PARA LANSIA MELALUI REHABILITASI TAMAN MINI “TRESNA” Bangun Suharti; Fri Rejeki Noviera; Ahmad Riza Faizal; Zaimasuri Zaimasuri; Abdullah Wildan Ulhaq
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11209

Abstract

Abstrak: Orangtua lanjut usia (lansia) dianggap sebagai manusia kurang berguna, bergantung pada orang lain dan memiliki banyak keterbatasan. Para lansia kurang diberikan fasilitas dan kepercayaan untuk meningkatkan aktivitasnya guna mempertahankan kesehatan mereka. Jika mereka diasuh di panti sosial, fasilitas panti seringkali kurang mendukung aktivitas fisik, sosial, finansial dan memorial yang menyehatkan dan memberdayakan mereka. Tujuan PKM ini untuk memfasilitasi para lansia beraktivitas fisik yang sehat dan berkomunikasi sosial melalui kegiatan penyaluran hobi berkebun dan berternak agar mereka senang, bersemangat dan berdaya. Mitra dalam kegiatan ini adalah Panti Sosial Lanjut Usia (PSLU) Tresna Werdha, Lampung. PKM dilakukan melalui kegiatan rehabilitasi taman mini “Tresna” milik panti tersebut. Rehabilitasi dilakukan dengan perbaikan dan penambahan fasilitas berkebun bunga dan tanaman obat keluarga, berternak unggas dan memelihara berbagai macam ikan konsumsi. Evaluasi pasca rehabilitasi taman, telah terjadi peningkatan komunikasi sosial, antar lansia, lansia dengan pihak pembina serta peningkatan aktivitas sehat lansia sebanyak 50% - 70%. Indikatornya adalah banyaknya lansia beraktivitas sehat dan berinteraksi sosial di taman mini “Tresna”.Abstract: Elderlies are considered as less useful human beings, dependent on others, and have many limitations. The elderly are not given the facilities and trust to increase their activities in order to maintain their health. If they are cared for in a social institution, the facility often does not support physical, social, financial and memorial activities that nourish and empower them. The purpose of this PKM is to facilitate the elderly in physical and social activities through the distribution of hobbies in gardening and animal husbandry so that they are happy, excited and empowered. The partner in this activity is the Tresna Werdha Elderly Social Institution (PSLU), Lampung. PKM is carried out through the rehabilitation of the "Tresna" mini garden belonging to the orphanage. The rehabilitation was carried out by repairing and adding facilities for gardening flowers and family medicinal plants, raising poultry and raising various kinds of fish for consumption. Evaluation after the rehabilitation of the park, there has been an increase in social communication, fellow the elderly, the elderly and the coaches and an increase in the elderly's healthy activities by 50% - 70%. The indicator is the number of elderly who have healthy activities and social interaction in the “Tresna” mini park.