cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,084 Documents
PENYADARAN BAHAYA UJARAN KEBENCIAN MELALUI #RTIKABDIMAS PROGRAM RELAWAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI ABDI MASYARAKAT Rinda Cahyana; Dewi Tresnawati; Leni Fitriani; Ridwan Setiawan; Eri Satria; Ade Sutedi; Sri Rahayu; Muhammad Rikza Nashrulloh; Rina Kurniawati; Yusnita Habsari Utami
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10121

Abstract

Abstrak: Ujaran kebencian merupakan sisi negatif kebebasan berekspresi yang menimbulkan dampak buruk di dunia maya dan dunia nyata. Salah satu cara intervensi ujaran kebencian adalah pembangunan kompetensi literasi digital melalui pendidikan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat akan bahaya ujaran kebencian. Program Relawan Teknologi Informasi dan Komunikasi Abdi Masyarakat yang dikenali di media sosial dengan hastag #RTIKAbdimas adalah program rutin tahunan yang bertujuan untuk melaksanakan upaya pembangunan tersebut di kabupaten Garut. Metode #RTIKAbdimas secara garis besar mencakup perekrutan relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) dan pelayanan relawan dalam bentuk kegiatan edukasi. Sebanyak 184 orang mahasiswa Teknik Informatika tersebar di 31 kelompok relawan TIK dan menyampaikan layanannya kepada lebih dari 400 remaja di lingkungan mitra yang berada di sejumlah kecamatan dalam lingkup wilayah kabupaten Garut. Rata-rata nilai sertifikasi mereka sebagai relawan TIK adalah 48.56. Hasil survei program kepada mitra menunjukan sekitar 66% kegiatan pelayanan relawan TIK memberikan manfaat pengetahuan, di mana 87% peserta dari mitra merasa puas dan sangat puas. Mitra menilai aspek unggul relawan TIK pada komunikasi dan kerjasama. Menurut hasil tes peserta di awal dan akhir kegiatan, kinerja relawan TIK yang berhasil meningkatkan rata-rata pengetahuan bahaya ujaran kebencian sekitar 5.05 dari 41.12. Berdasarkan skor kinerja individual dan kelompok , sekitar 88% mahasiswa yang berpartisipasi sebagai relawan dalam #RTIKAbdimas terkualifikasi relawan TIK yang unggul.Abstract: Hate speech is a negative side of freedom of expression that has a harmful impact in cyberspace and the real world. One way of intervening against hate speech is the development of digital literacy competencies through education to increase public knowledge of the dangers of hate speech. The Community Service Information and Communication Technology Volunteer Program, known on social media with the hashtag #RTIKAbdimas is an annual routine program that aims to carry out these development efforts in the Garut district. The #RTIKAbdimas method broadly includes the recruitment of ICT volunteers (Information and Communication Technology) and volunteer services in the form of educational activities. A total of 184 Informatics Information Engineering students are spread across 31 ICT volunteer groups and deliver their services to more than 400 youths in partner environments located in several sub-districts within the Garut district. The average value of their certification as ICT volunteers on duty is 48.56. The results of the program survey to partners show that about 66% of ICT volunteer service activities provide knowledge benefits, of which 87% of participants from partners are satisfied and very satisfied. Partners assess the superior aspects of ICT volunteers in communication and collaboration. According to participants' test results at the beginning and end of the activity, the performance of ICT volunteers who succeeded in increasing the average knowledge of the dangers of hate speech was about 5.05 out of 41.12. Based on individual and group performance scores, about 88% of students who participate as volunteers in #RTIKAbdimas are qualified as excellent ICT volunteers.
PENGEMBANGAN MAGGOT SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF BUDIDAYA NILA PADA KAWASAN AGROWISATA MINAPADI Nur Indah Septriani; Sukirno Sukirno; Senny Helmiati; Aprilia Sufi Subiastuti; Wahyu Aristyaning Putri; Nata Dwi Annisa Nizma; Dwi Sendi Priyono; Fajar Sofyantoro
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.10837

Abstract

Abstrak: Budidaya ikan nila di sawah (minapadi) merupakan potensi utama yang diangkat oleh desa wisata Kebonagung. Akan tetapi, tingginya harga pakan ikan menjadi kendala utama yang dihadapi oleh warga dalam pengembangan wisata minapadi. Pakan berbasis maggot merupakan alternatif pakan yang murah dengan kualitas nutrisi yang tinggi. Program pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan keterampilan pembuatan pakan alternatif dari maggot untuk minapadi. Program pengabdian ini dilaksanakan bersama dengan Karang Taruna Tani Rukun Santoso dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekar Arum, di Kebonagung, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi dan pelatihan budidaya maggot, sosialisasi budikamber, pemijahan ikan wader pari, program One Health Education, dan evaluasi. Berdasarkan hasil pengabdian ini, masyarakat menjadi paham dan terampil dalam budidaya maggot. Saran yang diberikan untuk kegiatan selanjutnya adalah pengembangan maggot skala masal dan peningkatan branding kawasan wisata minapadi.Abstract: Fish cultivation in rice fields (minapadi) is the main aspect of tourism developed by the Kebonagung tourism village. However, the high price of fish feed is the main obstacle faced by residents in developing minapadi tourism. Maggot-based feed is an inexpensive alternative to feed with high nutritional quality. Our program aimed to provide skills in making alternative feed from maggot for minapadi. The programs were carried out in collaboration with the Rukun Santoso Farmer Youth Organization and the Sekar Arum Women's Farmer Group, in Kebonagung, Imogiri, Bantul, Yogyakarta. The method of implementing the activities included socialization and training on maggot cultivation, socialization of budikamber, One Health Education program, and evaluation. Based on the results of this program, the community becomes aware and skilled in maggot cultivation. The suggestions for the next programs are the development of mass scale maggots and the improvement of the branding of the minapadi tourism.
FORMULASI ADMINISTRASI DESA MELALUI PENGEMBANGAN KAMPUNG DIGITAL DI DESA PEMATANG JOHAR KABUPATEN DELI SERDANG Jehan Ridho Izharsyah; Agung Saputra; Ananda Mahardika; Atikah Ulayya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10351

Abstract

Abstrak: Desa digital atau kampung digital merupakan transformasi desa atau kelurahan dalam mendukung terciptanya kota pintar atau smart city. Aplikatif dalam mendukung terciptanya desa digital diperuntukan dalam membangun administrasi berbasis digital, jaringan internaet Wireless Fidelity (WIFI) desa sebagai wujud transparansi, akuntabilitas dan partisipatif. Tujuan kegiatan pengabdian ini pertama melakukan pelatihan administrasi manual serta melakukan transisi berbasis online; kedua, pelatihan penggunaan perangkat lunak perkantoran (Microsoft Office) dan internet dengan teknik website sistem. Mitra yang terlibat dalam pengabdian ini yaitu desa Pematang Johar kabupaten Deli Serdang. Metode pengabdian dengan sosialisasi, pelatihan serta Focus Group Discussion (FGD). Hasil pengabdian yang dicapai Pertama, Konsep New Public Service (NPS) telah terimplementasi dengan baik pada mitra hal ini dibuktikan dengan perbaikan informasi pelayanan di website dan portal informasi desa. Kedua, Praktik pengelolaan pelayanan berbasis digital dengan pendekatan Komunikasi dan Advokasi kebijakan kepada masyarakat telah dilaksanakan dengan konsep pelayanan melalui jaringan desa dan internet desa misalnya : BUMDES, Pendidikan dan pelaku usaha mikro lainnya.Abstract: A digital village or digital village is a village or urban village transformation in supporting the creation of a smart city or smart city. Applicative in supporting the creation of a digital village is intended to build digital-based administration, the village Wireless Fidelity (WIFI) internet network as a form of transparency, accountability and participation. The purpose of this service activity is to first conduct manual administration training and make online-based transitions; second, training on the use of office software (Microsoft Office) and the internet with website system techniques. The partner involved in this service is the village of nails, Deli Serdang district. The service method is through socialization, training and Focus Group Discussion (FGD). The result of the service archieved First, The New public Service (NPS) Concept has been well implemented for partners, this is evidenced by the improvement of service information on the website and village information portal, Secondly, The Practice Of Digital Based service management with a comunication and Policy advocacy approach to the community has been implemented with the concept of service trough village networks and village internet for example : BUMDES, Education and other micro enterprises.
PEMANFAATAN DIGITALISASI UNTUK MENCETAK WIRAUSAHA MUDA DI SEPANJANG ASRI PASKA PANDEMI COVID-19 Noerma Pudji Istyanto; Muhammad Nasrullah; Rokhmatul Insani; Yuni Qoriah Verdiana; Rizki Afifatus Sa’diyah; M. Dawud Emerulloh
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 6 (2022): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i6.11109

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 telah berlangsung dua tahun sejak awal tahun 2020 lalu. Hal ini ternyata berdampak tidak hanya dari aspek kesehatan, tetapi juga aspek pendidikan dan perekonomian masyarakat. Dampak pendidikan dan ekonomi inilah yang turut dirasakan oleh warga kampung Sepanjang Asri, Sidoarjo. Adapun tujuan dari kegiatan pengabdian adalah perubahan pola pikir (mindset) wirausaha (entrepreneur), pemanfaatan teknologi secara postif, sehat dan bijak yang berlanjut pada peningkatan keterampilan pemasaran digital bagi para pemuda calon pengurus karang taruna kampung mitra yang akan dibentuk. Metode yang digunakan mulai dari sosialisasi, seminar, pelatihan, penugasan hingga pendampingan digital entrepreneur kepada 30 peserta yang terdiri dari 17 remaja putra, 13 remaja putri mulai dari tingkat SMP, SMA, Kuliah mapun pemuda yang sudah bekerja. Hasil dari kegiatan pengabdian adalah perubahan mindset, peningkatan digital skill serta terbentunkya karang taruna yang menjadi wadah untuk pengembangan diri menjadi wirausaha muda dan aktif. Adapun hasil evaluasi kegiatan pengabdian berupa penyebaran kuisoner kepada mitra menunjukkan bahawasanya 87% peserta kegiatan menjawab puas dengan kegiatan pengabdian tersebut. Kesimpulan dari kegiatan pengabdian adalah permasalah remaja dan pemuda pada mitra binaan dapat teratasi dengan dibentuknya karang taruna sebagai wadah bagi para remaja dan pemuda tersebut dengan memberikan seminar entrepreneur dan pelatihan digital skill. Saran dari kegitan pengabdian adalah membuat kegiatan yang lebih variatif, konsisten dan berkelanjutan sebagai sarana pendampingan bagi eksistensi dan keberlanjutan karang taruna tersebut.Abstract: The Covid-19 pandemic has been going on for two years since the beginning of 2020. This turned out to have an impact not only on the health aspect, but also on the education and economic aspects of the community. The impact of education and the economy is also felt by the residents of the Sepanjang Asri RT 11 / RW 06, Kelurahan Sepanjang, Kecamatan Taman, Sidoarjo Regency. The problem that occurs with partners is that many teenagers and fostered youth are addicted to gadgets and their time is to play online games, unclear tiktok, hoaxes, bullying, cybercrime and other counterproducts due to the School From Home (SFH) policy. In addition, there are no youth or youth forums and activities such as youth organizations that are able to direct more productive activities to help the family's economy due to being laid off or rolling the mat due to the low purchasing power of the people. The purpose of the service activity is to change the entrepreneurial mindset (entrepreneur), use technology in a positive, healthy and wise manner which continues to improve digital marketing digital skills and prepare business plan proposals (business plan) for youth candidates for village youth organizations. Partners to be formed. The methods used range from socialization, seminars, training, assignments to assisting digital entrepreneurs to ± 30 teenagers or young foster partners. The results of the service activities are a change in mindset, increased digital skills and the formation of youth organizations that become a forum for self-development to become young and active entrepreneurs. The results of the evaluation of service activities in the form of distributing questionnaires showed that 87% of the activity participants answered that they were satisfied with the service activities. The conclusion of the service activity is that the problems of youth and youth in fostered partners can be resolved by the formation of youth organizations as a forum for these youth and youth by providing entrepreneurial seminars and digital skills training. Suggestions from service activities are to make activities that are more varied, consistent and sustainable as a means of mentoring for the continuity of the karang taruna.
PELATIHAN MENULIS SENI KALIGRAFI BAGI GURU TAMAN PENDIDIKAN AL QUR’AN Alip Sugianto; Riyanto Riyanto; Muh Tajab
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10020

Abstract

Abstrak: Taman Pendidikan Al Qur'an Muhammadiyah se Ponorogo sejumlah 42 lembaga yang tersebar di 21 Kecamatan. Sebanyak 42 peserta perwakilan lembaga mengikuti keterampilan menulis al Qur'an (Maharah al Kitabah) dengan membuat seni Kaligrafi. Seni kaligrafi merupakan sebuah seni menulis indah menggunakan huruf Arab. TPA Muhammadiyah Ponorogo yang memiliki ketertarikan dalam menulis seni Kaligrafi masih sangat terbatas. Maka, tidak heran jika seni Kaligrafi di Muhammadiyah Ponorogo serasa kering. Mitra pengabdian ini adalah Forum Lembaga Pendidikan Al Qur’an Muhammadiyah Ponorogo dengan mengadakan program pengabdian masyarakat dengan mengelar pelatihan menulis seni kaligrafi bagi guru TPA Muhammadiyah Ponorogo. Hasil dari pengabdian ini adalah pemahaman mengenai teori dalam menulis seni kaligrafi dan ketrampilan dalam membuat seni kaligrafi guna mendukung kualitas pembelajaran menulis al Qur’an bagi guru.Abstract: The Muhammadiyah Al Qur'an Education Park in Ponorogo has 42 institutions spread across 21 sub-districts. A total of 42 participants representing institutions participated in the skills of writing the Qur'an (Maharah al Kitabah) by making the art of Calligraphy. Calligraphy is the art of beautiful writing using Arabic letters. TPA Muhammadiyah Ponorogo which has an interest in writing calligraphy is still very limited. So, do not be surprised if the art of Calligraphy at Muhammadiyah Ponorogo feels dry. The partner of this service is the Muhammadiyah Ponorogo Al Qur'an Educational Institution Forum by holding a community service program by organizing calligraphy writing training for TPA Muhammadiyah Ponorogo teachers. The result of this service is an understanding of the theory in writing calligraphy art and skills in making calligraphy art to support the quality of learning to write the Qur'an for teachers.
PENINGKATAN PRODUKTIVITAS TERNAK AYAM MELALUI TEKNOLOGI INKUBATOR MESIN PENETAS TELUR BERBASIS INTERNET OF THING Khairul Muttaqin; Ahmad Ihsan; Heri Irawan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10812

Abstract

Abstrak: Pemberdayaan masyarakat merupakan hal yang penting untuk dilakukan karena melalui pemberdayaan akan meningkatkan kemampuan masyarakat dalam menganalisa kondisi dan potensi yang ada sehingga menciptakan kehidupan masyarakat menjadi lebih baik dan teratur. Salah satu pemberdayaan yang dilakukan yaitu pada kelompok usaha ternak ayam yaitu sebanyak 30 orang. Beberapa kendala yang dihadapi kelompok usaha ternak dalam memproduksi ayam, yaitu; (1) membutuhkan waktu yang lama dalam penetasan telur; (2) resiko telur tidak berhasil menetas masih sangat besa; (3) proses pengecekan masih melihat langsung ke lokasi; dan (4) Keterbatasan lahan sehingga tata letak ayam menetas tidak terkendali. Oleh karena itu diperlukan suatu teknologi inkubator penetas telur berbasis yang sangat membantu kelompok usaha ternak dalam meningkatkan hasil produktivitas ternak ayam dan mempermudah peternak dalam menjalankan usaha ternak ayam. Tahapan Pelaksanaan kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu sosialisasi, perancangan dan pembuatan alat, serta pelatihan, pendampingan dan penerapan alat. Dari hasil pelaksanaan kegiatan didapatkan bahwa tingkat kepuasan pengguna mencapai nilai rata-rata sebesar 87,93%, hal ini menunjukkan alat inkubator mesin penetas telur berbasis IoT layak untuk digunakan dalam proses penetasan telur.Abstract: Community empowerment is an important thing to do because through empowerment it will increase the community's ability to analyze existing conditions and potentials so as to create a better and orderly community life. One of the empowerments carried out is the community of the chicken farming business group "Dunia Livestock Poultry" in Gampong Blang, Langsa District, Langsa City. There are several obstacles faced by livestock business groups in producing chickens, namely; (1) it takes a long time to hatch eggs; (2) the risk of eggs not hatching is still very large; (3) the checking process is still looking directly at the location; and (4) Limited land so that the layout of the hatching chickens is not controlled. Therefore, an Internet of Thing (IoT) based egg incubator technology is needed which greatly assists livestock business groups in increasing the productivity of chickens and makes it easier for farmers to run a chicken farming business. Stages The implementation of activities is carried out in three stages, namely socialization, design and manufacture of tools, as well as training, mentoring and application of tools. From the results of the activity, it was found that the level of user satisfaction reached an average value of 87.93%, this indicates that the IoT-based egg incubator is feasible to be used in the egg hatching process.
PELATIHAN PENGEMBANGAN LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK INTERAKTIF BERBASIS WEB LIVEWORKSHEETS BAGI GURU SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Marlinda Mulu; Mariana Jediut; Zephisius Rudiyanto Eso Ntelok; Fransiska Jaiman Madu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10729

Abstract

Abstrak: Penggunaan teknologi pembelajaran sejauh ini telah dilakukan oleh guru-guru SMPN 4 Langke Rembong seperti pembuatan video pembelajaran, penggunaan aplikasi WA, penggunaan email dan lainnya. Akan tetapi, teknologi ini dinilai belum memadai untuk memicu siswa aktif dalam proses belajar. Salah satu jenis bahan ajar yang kehadirannya penting adalah Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD). Akibat pandemi Covid-19, LKPD yang semulanya digunakan langsung dalam proses pembelajaran di kelas, menjadi jarang digunakan. Oleh karena itu, penting untuk dilakukan pelatihan pengembangan LKPD interaktif dengan bantuan web based liveworksheet.com kepada guru SMPN 4 Langke Rembong sejumlah 39 peserta, dengan rincian 22 guru perempuan dan 17 guru laki-laki. Tujuan kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman dalam mengembangkan LKPD interaktif. Hal ini perlu dilakukan agar LKPD tetap digunakan dan bermanfaat saat proses pembelajaran secara virtual sehingga aktifitas belajar siswa tetap terlihat dan terpantau. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi perencanaan, persiapan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi. Evaluasi kegiatan dinilai dari terciptanya produk dan evaluasi terhadap tingkat pemahaman guru dalam proses pengembangan LKPD interaktif melalui angket. Hasil kegiatan menunjukkan kelompok guru mata pelajaran berhasil merancang LKPD interaktif. Pengukuran terhadap tingkat pemahaman juga menunjukkan tingkat pemahaman peserta sebesar 80%. Berdasarkan hasil tersebut maka LKPD interaktif dapat digunakan guru dalam proses pembelajaran.Abstract: The use of learning technology has been carried out by SMPN 4 Langke Rembong teachers such as making learning videos, using WA applications, using email and others. However, this technology is considered inadequate to trigger students to be active in the learning process. One type of teaching materials whose presence is important is worksheet. Due to the COVID-19 pandemic, worksheet which was originally used directly in the learning process in the classroom, is rarely used. Therefore, it is important to conduct interactive worksheet development training with the help of web based liveworksheet.com for 39 participants of SMPN 4 Langke Rembong teachers, where there are 22 female teachers and 17 male teachers. This training aims to increase knowledge and understanding in developing interactive LKPD. This needs to be done so that worksheet can still be used and useful during the virtual learning process so that student learning activities are still visible and monitored. The method of implementing the activities includes planning, preparation, implementation, monitoring and evaluation. Evaluation of activities is assessed from the creation of products and evaluation of the level of understanding of teachers in the process of developing interactive worksheet through a questionnaire. The results of the activity showed that the group of subject teachers succeeded in designing it. The measurement of the level of understanding also shows the level of understanding of the participants by 80%. Based on these results, interactive worksheets can be used by teachers in the learning process.
MANFAAT JAHE MERAH (ZINGIBER OFFICINALE VAR. RUBRUM) SEBAGAI MINUMAN HERBAL DALAM UPAYA PENINGKATAN KESUBURAN PASANGAN USIA SUBUR MELALUI EDUKASI Rika Handayani; Asnuddin Asnuddin; Meriem Meisyaroh; Asmah Sukarta; Rosmawaty Rosmawaty; Nurjannah Nurjannah; Andi Ria Metasari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.9762

Abstract

Abstrak: Kesuburan merupakan kemampuan menghasilkan keturunan. Ketidakmampuan untuk hamil setelah berhubungan seks tanpa menggunakan kondom merupakan masalah klinis bagi pasangan usia subur. Manfaat jahe merah sebagai bahan pengobatan salah satunya dapat diberikan terapi pada pasangan usia subur yang mengalami ketidaksuburan. Pemanfaatan bahan alam memiliki efek samping yang minimal dibandingkan dengan terapi farmakologi yang mengandung bahan kimia. Tujuan dari kegiatan ini adalah meningkatkan pengetahuan masyarakat khususnya pasangan usia subur tentang manfaat jahe merah (Zingiber Officinale Var. Rubrum) sebagai minuman herbal dalam upaya peningkatan kesuburan. Metode yang dilakukan dengan edukasi. Mitra dalam kegiatan ini adalah masyarakat yang berada di Dusun Tanakaraeng Desa Tanakaraeng Kec. Manuju Kabupaten Gowa yaitu sebanyak 32 orang. Hasil kegiatan ini adalah sebanyak 85% masyarakat menjadi paham tentang manfaat jahe merah. Disimpulkan bahwa pemberian edukasi dapat meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang manfaat jahe merah sebagai minuman herbal dalam upaya meningkatkan kesuburan.Abstract: Fertility is the ability to produce offspring. The inability to conceive after unprotected sex is a clinical problem for couples of childbearing age. One of the benefits of red ginger as a treatment ingredient can be given therapy to couples of childbearing age who experience infertility. The use of natural ingredients has minimal side effects compared to pharmacological therapies that contain chemicals. The purpose of this activity is to increase public knowledge, especially couples of childbearing age, about the benefits of red ginger (Zingiber Officinale Var. Rubrum) as an herbal drink in an effort to increase fertility. The method used is education. Partners in this activity are people who are in the Tanakaraeng Hamlet, Tanakaraeng Village, Kec. Manuju Gowa Regency as many as 32 people. The result of this activity is that as many as 85% of the people understand about the benefits of red ginger. It was concluded that providing education could increase public knowledge about the benefits of red ginger as an herbal drink in an effort to increase fertility.
KONSELING KELOMPOK SEBAYA HUMANISTIK SEBAGAI ALTERNATIF MENINGKATKAN ASERTIVITAS REMAJA Citra Puspita Putri; Rabia Zakaria; Siti Choirul Dwi Astuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10763

Abstract

Abstrak: Pengaruh teman sebaya memiliki peran yang sangat besar pada seorang anak yang menginjak usia remaja. Banyak remaja yang takut tidak memiliki teman oleh karena itu, remaja membutuhkan suatu keterampilan sosial yaitu asertivitas untuk menolak pengaruh negatif yang berasal dari lingkungan. Salah satu prosedur yang dapat dilakukan untuk mengajarkan asertivitas yaitu dengan melalui beberapa jam pembekalan. Pemberian pembekalan asertivitas dapat membantu mengurangi kecenderungan kenakalan remaja akibat pengaruh negatif yang berasal dari teman sebaya. Tujuan kegiatan ini yaitu untuk meningkatkan keterampilan asertifitas remaja telah terlaksana dengan baik dengan dukungan penuh dari pemerintah daerah kecamatan dan Puskesmas Kabila. Metode pelaksanaan yaitu penyuluhan tentang kecerdasan majemuk dan sosialisasi 10 kompetensi (kesadaran diri, empati, pengambilan keputusan, pemecahan masalah, berfikir kritis, berfikir kreatif, komunikasi efektif, hubungan interpersonal, pengendalian emosi dan mengatasi stress). Hasil yang telah dicapai yaitu terbenduknya forum peduli kesehatan desa untuk memberikan dukungan berupa moril, finansial dan material seperti kesepakatan tentang bantuan yang akan diberikan berupa dana, tempat penyelenggaraan dan peralatan Serambi Remaja Humanistik.Abstract: The influence of peers has a very big role in a child who is in his teens. There is a lot of pressure faced from peers, such as seduction, invitation, even coercion to do something that is not desired or inappropriate. In this case, many teenagers do not dare or hesitate to say "no" for reasons of fear of not having friends, fear of being hostile, or fear of being considered uncool. Therefore, adolescents need a social skill, namely assertiveness to reject negative influences that come from the environment. One of the procedures that can be done to teach assertiveness is by going through several hours of debriefing. The provision of assertiveness can help reduce the tendency of juvenile delinquency due to negative influences from peers. The purpose of this activity is to refresh the Youth Posyandu to become a Humanistic Teen Porch through assertiveness debriefing to improve humanism in youth groups in Kabila District, Bone Bolango Regency. The target of this activity is youth in the age range of 10-18 years.
PEMANFAATAN LIMBAH POTONGAN KAWAT SEBAGAI CAMPURAN BETON SERAT UNTUK MEMBANTU MASYARAKAT MELAKUKAN PENGECORAN JALAN Amalia Amalia; Muhammad F. Rouf Hasan; Anis Rosyidah; Rinawati Rinawati; Denny Yatmadi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 6, No 5 (2022): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v6i5.10679

Abstract

Abstrak: Kondisi jalan Kampung Sugutamu yang rusak dan berlubang berpotensi menyebabkan kecelakaan, sehingga perlu dilakukan pengecoran kembali. Penggunaan beton serat dengan bahan tambah limbah potongan kawat dapat meningkatkan kinerja beton, sehingga jalan yang terbuat dari beton tidak mudah retak dan rusak. Tujuan pengabdian yaitu memberikan edukasi serta membantu masyarakat Kampung Sugutamu dalam proses perbaikan jalan . Kegiatan pengabdian masyarakat dilakukan secara gotong-royong dengan masyarakat Kampung Sugutamu RT 002, RW 021 yang berperan sebagai mitra. Peserta kegiatan meliputi masyarakat sekitar, 14 orang Dosen Teknik Sipil PNJ, dan 2 orang Mahasiswa Teknik Sipil PNJ. Evaluasi dilakukan dengan instrumen kuisioner yang dibagikan kepada masyarakat setelah kegiatan pengecoran selesai. Hasil kegiatan berupa perbaikan jalan kurang lebih sepanjang 200 m, dengan lebar 2 meter, dan tebal beton 10 cm. Secara tidak langsung masyarakat yang terlibat pengecoran, memperoleh pengetahuan baru tentang perbaikan jalan sebesar 71,4%. Selain itu kegiatan ini membantu masyarakat menghemat pengeluaran sebesar 25 juta yang meliputi pengadaan material dan sewa tukang.Abstract: The condition of the damaged and potholed Sugutamu Village road has the potential to cause an accident, so it needs to be re-casted. The use of fiber concrete with additional material of wire cut waste can improve the performance of concrete so that roads made of concrete are not easily cracked and damaged. The purpose of the service is to provide education and help the people of Kampung Sugutamu in the process of road repair. Community service activities are carried out in mutual cooperation with the people of Kampung Sugutamu RT 002, RW 021 who act as partners. The participants of the activity include the surrounding community, 14 PNJ Civil Engineering Lecturers, and 2 PNJ Civil Engineering Students. The Evaluation is carried out with a questionnaire instrument which is distributed to the community after the casting activity is completed. The results of the activity are road repairs of approximately 200 m long, 2 meters wide, and 10 cm thick concrete. Indirectly, the people involved in the foundry gained new knowledge about road repair by 71.4%. In addition, this activity helps the community to save 25 million in expenses which include material procurement and construction hire.