cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,932 Documents
APLIKASI CRABBING BOX PORTABEL PADA POKDAKAN LAUT BERJAYA BAGI PEMENUHAN KETERSEDIAAN KEPITING SOKA DI KABUPATEN ACEH TAMIANG Muhammad Jamil; Agus Putra AS; Baihaqi Baihaqi; Cut Gustiana; Silvia Anzitha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19545

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada masyarakat (PKM) ini merupakan lanjutan dari penelitian terdahalu yang bertujuan untuk mengaplikasikan teknologi crabbing box pada 15 angggota kelompok pembudidaya kepiting soka Laut Berjaya dalam rangka pemenuhan ketersediaan produk itu di masyarakat. Metode yang digunakan adalah participatory rural appraisal dan transfer teknologi melalui serangkaian tahapan kegiatan antaranya koordinasi, sosialisasi, pelaksanaan kegiatan, pendampingan serta monitoring dan evaluasi. Keseluruhan tahapan kegiatan mulai dari koordinasi hingga monitoring dan evaluasi tercatat melalui instrument lembar posttest yang memperlihatkan 26,6% anggota kelompok sangat memahami ukuran cangkang kepiting yang dihasilkan paska moulting, 23% anggota yang lain memahami dengan baik kadar suhu air, PH dan jumlah oksigen terlarut yang ideal dalam budidaya kepiting soka, 80% anggota kelompok mengetahui tata cara penempatan crabbing box pada kolam, 67% anggota pokdakan memahami teknik penyambungan crabbing box, 27% anggota yang lain memahami teknik pencatatan dan penjualan produk. Disimpulkan bahwa rerata 40% anggota kelompok sangat memahami keseluruah teknik budidaya kepiting soka mulai dari tahap pemijahan, pembesaran, moulting hingga penjualan produk. Hal ini memperlihatkan bahwa budidaya kepiting soka mampu meningkatkan pendapatan anggota kelompok hingga 20% per siklus panenAbstract: This community service (PKM) it is a continuation of previous research with the aims to apply crabbing box technology to the Laut Berjaya Cultivation Groups. The method used is participatory rural appraisal and technology transfer through a series of activity stages including coordination, socialization, implementation of activities, mentoring and monitoring and evaluation. All stages of activities carried out from coordination up to monitoring and evaluation are listed on the post-test sheet instrument which shows that 26.6% of group members really understand the size of crab shells produced after mounting, 23% of other members understand well the water temperature levels, PH and the ideal amount of dissolved oxygen in cultivation. soft shell crab, 80% of group members know the procedures for placing crabbing boxes in ponds, 67% of cultivation groups understand the techniques for connecting crabbing boxes, 27% of other members understand the techniques for recording and selling products. It was concluded that an average of 40% of group members really understood all soft-shell crab cultivation techniques starting from the spawning, enlargement, mounting stages to product sales. This shows that cultivating soft shell crabs can increase the income of group members by up to 20% per harvest cycle 
EDUKASI KESEHATAN DALAM UPAYA PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP SANTRI MENGENAI PENCEGAHAN DEMAM BERDARAH DENGUE Nissa Noor Annashr; Neni Neni; Dadan Yogaswara; Andy Muharry
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.21091

Abstract

Abstrak: Kota Tasikmalaya yang terletak di Provinsi Jawa Barat memiliki jumlah kematian DBD tertinggi di Indonesia yaitu 20 kasus kematian pada tahun 2020. Kegiatan pengabdian masyarakat ini memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan serta sikap santri Rumah Tahfidz Al-Ikhlas mengenai pencegahan DBD. Kegiatan ini dilaksanakan melalui 3 tahapan yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan serta tahap evaluasi. Kegiatan edukasi kesehatan diselenggarakan pada Hari Senin, tanggal 24 Februari 2020 di Rumah Tahfidz Al-Ikhlas Tasikmalaya yang melibatkan 23 orang santri. Materi edukasi kesehatan disampaikan melalui metode ceramah dengan didukung oleh media power point. Evaluasi dilakukan dengan cara santri mengisi kuesioner pre-test dan post-test . Berdasarkan hasil dari kegiatan edukasi kesehatan, diketahui bahwa terjadi peningkatan rata-rata skor pengetahuan santri dari 59,13 sebelum diberikan edukasi menjadi 80 setelah diberikan edukasi. Adapun skor rata-rata sikap juga meningkat dari 61,74 sebelum diberikan edukasi menjadi 76,52 setelah diberikan edukasi. Dapat disimbulkan bahwa edukasi kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap santri mengenai pencegahan DBD.Abstract: The Tasikmalaya city, which is located in West Java Province, had the highest number of dengue hemorrhagic fever deaths in Indonesia, namely 20 deaths in 2020. Community service activities aimed to increase the knowledge and attitudes of Al-Ikhlas Tahfidz Boarding School students regarding dengue prevention. This activity was carried out in 3 stages, namely the preparation stage, implementation stage and evaluation stage. Health education activities were held on Monday, February 24 2020 at the Tasikmalaya Al-Ikhlas Tahfidz Boarding School involving 23 students. Health education material was delivered through the lecture method supported by power point media. Evaluation was carried out by students filling out pre-test and post-test questionnaires. Based on the results of health education activities, it was known that there has been an increase in the mean score of knomloedge among students from 59.13 before being given education to 80 after being given education. The mean score of attitude also increased from 61.74 before being given education to 76.52 after being given education. It can be concluded that health education had proven effective in increasing students' knowledge and attitudes regarding dengue prevention. 
PELATIHAN WELDING SMAW 1G DAN 2F PADA MASYARAKAT KELOMPOK NELAYAN GUNA MENINGKATKAN KETERAMPILAN KOMPETENSI DI KABUPATEN FAKFAK Rusdin Rusdin; Osmar Buntu Lobo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20376

Abstract

Abstrak: Masyarakat nelayan di Kampung Sekban, Kabupaten Fakfak, Provinsi Papua Barat menjadi mitra kegiatan pengabdian masyarakat (PKM). Berdasarkan survei tim PKM, mereka masih memiliki latar belakang pendidikan dan keterampilan yang rendah, khususnya kompetensi las SMAW. Secara ekonomi, mereka termasuk dalam kategori kelas bawah. Mereka menangkap ikan di laut untuk kehidupan ekonominya. Pengelasan SMAW sangat bermanfaat dalam memberikan keterampilan tambahan untuk meningkatkan kehidupan ekonomi mereka. Mereka bisa mendapatkan penghasilan dari memproduksi meja dari rangka baja, pagar, dan tralis pengaman. PKM ini bertujuan untuk membekali mereka dengan keterampilan las SMAW. Dalam pelatihan tersebut mereka diajarkan tata cara pelaksanaan pekerjaan pengelasan yang sesuai dengan standar operasional prosedur; cara memasang ampere yang benar berdasarkan ketebalan bahan, memotong sambungan sudut, mengelas dengan sudut 90 derajat, menggunakan elektroda yang sesuai dengan bahan las dan menggunakan peralatan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dengan benar. Pelatihan ini diikuti oleh 21 nelayan. Metode yang digunakan adalah ceramah dan penerapan langsung. Kompetensi peserta dinilai berdasarkan jawaban kuesioner. Hasil pembagian kuisioner mitra PKM mendapatkan nilai 89,33% mampu melaksanakan pekerjaan pengelasan secara mandiri, sedangkan hanya 10,67% yang kurang kompeten sehingga kegiatan PKM tersebut dinyatakan berhasil berdasarkan hasil kuisioner tersebut.Abstract: Fishermen community in Sekban Village, Fakfak Regency, West Papua Province were the partner of the public service (PKM) activity. Based on the survey of the PKM team, they still have low educational background and skills, particularly SMAW welding competency. Economically, they are of low-class category. They catch fish in the sea for their economic life. SMAW welding is highly beneficial for providing them with extra skill to improve their economic life. They would be able earn from producing tables from steel frames, fences, and safety trails. The PKM was aimed to equip them with SMAW welding skills. In the training they were taught the procedure of performing welding jobs that comply with standard operational procedures; how to apply the correct amper based on material thickness, cut corner joints, weld to make 90-degree angles, use electrodes that accorded to the welding material and proper use of Occupational Health and Safety kits. The training was attended by 21 fishermen. The results of the distribution of questionnaires from PKM partners scored 89.33% able to carry out welding work independently, while only 10.67% were less competent so that the PKM activities were declared successful based on the results of the questionnaire.
UPAYA PENINGKATAN KOMPETENSI PENGAJAR BAHASA ARAB MELALUI PENDAMPINGAN PEMBUATAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS GOOGLE SITE Diah Dina Aminata; Dian Mohammad Hakim
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26262

Abstract

Abstrak: Pendampingan Pembuatan Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Google Site di Pondok Pesantren AZ-Zahra Lawang merupakan program pendampingan pengajar Pondok Pesantren Az- Zahra yang dilaksanakan secara periodik dengan melibatkan pengajar dalam kegiatan pendidikan yakni Pembuatan Media Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Google Site. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan wawasan kepada pengajar terkait media pembelajaran bahasa Arab serta melatih hardskill pengajar dalam menggunakan media pembelajaran berbasis google site di lingkungan Pesantren Az- Zahra. Adapun Pelaksanaan Pendampingan ini mengunakan metode RRA (Rapid Rural Appraisal), sedangkan metode dalam pelaksanaannya menggunakan teknik PRA (Participatory Rural Appraisal). Pondok Pesantren Az-Zahra adalah Lembaga pembelajaran yang memiliki perhatian besar terhadap pembelajaran Bahasa arab. Hal ini terlihat dalam kurikulum dan penggunaan sumber belajar yang menggunakan Bahasa arab. Adapun pengajar yang terdapat di pondok pesantren Az-Zahra berjumlah 10 orang. Dalam menyampaikan pembelajarannya, Pengajar masih menggunakan cara traditional dan minim dalam penggunaan media pembelajaran. Pada Tahap akhir yaitu evaluasi yang terdiri dari penilaian dan monitoring pendampingan yang diperoleh melalui observasi dan wawancara terhadap pengajar di Lembaga mitra. Hasil dari pendampingan ini yakni adanya peningkatan pengetahuan pengajar sebesar 90% terkait teori media pembelajaran Bahasa arab dan adanya peningkatan sebesar 80% dalam kompetensi pengajar dalam pembuatan media pembelajaran Bahasa arab berbasis google site.Abstract: Assistance in Creating Arabic Learning Media Based on Google Site at the AZ-Zahra Lawang Islamic Boarding School is a mentoring program for teachers of the Az-Zahra Islamic Boarding School which is carried out periodically by involving teachers in educational activities, namely the Creation of Arabic Learning Media Based on Google Site. This activity aims to provide insight to teachers related to Arabic language learning media and train teachers' hard skills in using google site-based learning media in the Az-Zahra Islamic Boarding School. The implementation of this assistance uses the RRA (Rapid Rural Appraisal) method, while the method in its implementation uses the PRA (Participatory Rural Appraisal) technique. Az-Zahra Islamic Boarding School is a learning institution that has a great interest in learning Arabic. This can be seen in the curriculum and the use of learning resources that use Arabic. The teachers at the Az-Zahra Islamic boarding school are 10 people. In delivering their learning, teachers still use traditional methods and are minimal in the use of learning media. In the final stage, it is an evaluation consisting of assessment and monitoring of assistance obtained through observation and interviews with lecturers at partner institutions. The result of this assistance is an increase in teachers' knowledge by 90% related to Arabic language learning media theory and an 80% increase in teacher competence in making Arabic language learning media based on google sites. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER ‘AISYIYAH MELALUI PROGRAM GERAKAN ‘AISYIYAH MENUJU USIA LANJUT Primanitha Ria Utami; Devi Ristian Octavia; Novely Dwita Ramadhani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.25914

Abstract

Abstrak: Usia lanjut kerap mengalami permasalahan kesehatan yang berpotensi pada resiko munculnya penyakit kronis seperti hipertensi maupun diabetes mellitus. Tujuan pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini untuk meningkatkan pengetahuan kader ‘Aisyiyah tentang penggunaan obat yang tepat pada usia lanjut, penyimpanan obat yang tepat, yang terlihat dari data pretest dan posttest yang sudah diberikan. Mitra pemberdayaan ini adalah Kader ‘Aisyiyah Jetis Lamongan yang terdiri dari 15 anggota yang hadir dan memiliki rangkaian kegiatan rutinan pengajian dan bakti sosial. Kegiatan diawali dari skrinning kesehatan (pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, asam urat, atau kolesterol). Tahap berikutnya pemberian sosialisasi dan edukasi tertib manajemen kelola obat menggunakan media pocket books dengan Tema gerakan sehat ‘Aisyiyah menuju usia lanjut. Pocket books yang dapat diakses secara digital dengan thema cerdas menggunakan obat; tips pola hidup sehat yang dirangkai jadi satu di dalam pocket Books. Hasil menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dengan kategori baik meningkat persentasenya yang awalnya kategori baik 60% menjadi 86,67%, sehingga edukasi kesehatan dan pemahaman dalam peningkatan kompetensi terkait pengelolaan obat menuju usia lanjut memerlukan peran penting kolaborasi dari tenaga kesehatan dan masyarakat demi mewujudkan peningkatan kualitas hidup pasien usia lanjut.Abstract: Older people often experience health problems that have the potential to increase the risk of developing chronic diseases such as hypertension or diabetes mellitus. The aim of implementing this community service activity is to increasing the knowledge of ‘Aisyiyah cadres about the proper use of drugs in the elderly, proper storage of drugs, which can be seen from the pre-test and post-test data that has been given. This empowerment partner is the 'Aisyiyah Jetis Lamongan Cadre, which consists of 15 members who attend and have a series of routine recitation and social service activities. The activity begins with a health screening (measurement of blood pressure, checking blood sugar, uric acid or cholesterol). The next stage is providing socialization and education on orderly medication management using pocket books as a medium with the theme of the 'Aisyiyah healthy movement towards old age. Pocket books that can be accessed digitally with smart themes using medicine; Healthy lifestyle tips are put together in a pocket book. The results show that there was an increase in knowledge with the good category (>75%) increasing in percentage from the initial good category of 60% to 86.67%., so that health education and understanding in increasing competence related to drug management towards old age requires an important role of collaboration from health workers and the community in order to realize an improvement in the quality of life of patients elderly.
ANALISIS RISIKO BISNIS PADA UKM COFFEE SHOP DI KOTA PADANG Halimah Tusadiah; Fadila Rahma Mulya; Rahmat Febrianto; Erna Widiastuty; Rebi Fara Handika
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 3 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i3.23211

Abstract

Abstrak: Jumlah Coffee shop yang semakin meningkat di Kota Padang menunjukkan bahwa minum kopi telah menjadi gaya hidup. Peningkatan jumlah coffee shop menunjukkan bahwa bisnis kopi memiliki prospek yang menjanjikan di masa depan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk menganalisis risiko bisnis pada kedai kopi NorthEast, sebuah UKM yang berlokasi di Kota Padang. Analisis risiko penting dilakukan karena bertujuan untuk melakukan antisipasi risiko bisnis UKM di masa depan. Metode yang dilakukan dalam kegiatan pengabdian ini terdiri dari observasi, wawancara, dan konsultasi. Metoda observasi dilakukan untuk menentukan objek kegiatan pengabdian. Metoda wawancara bertujuan untuk membantu UKM menganalisis risiko bisnisnya. Metoda konsultasi bertujuan untuk memaparkan hasil analisis yang dilakukan sebelumnya dan memberikan solusi atas permasalahan risiko yang dihadapi. Hasilnya adalah bahwa UKM perlu melakukan analisis terhadap risiko bisnisnya secara regular dan mandiri menggunakan instrumen yang disediakan oleh tim pengabdi.Abstract: The increasing number of coffee shops in Padang City shows that drinking coffee has become a lifestyle. The increase in the number of coffee shops shows that the coffee business has promising prospects in the future. This community service activity aims to analyse business risks in coffee shop UKMs in Padang City. Risk analysis is important because it aims to anticipate future SME business risks. The methods used in this service activity consist of observation, interviews and consultation. The observation method is used to determine the object of service activities. The interview method aims to help SMEs analyses their business risks. The consultation method aims to explain the results of previous analyses and provide solutions to the risk problems faced. The result is that SMEs need to analyse their business risks in the future independently using risk measurement instrument provided.
IMPLEMENTASI PENGOLAHAN SUSU ETAWA MENJADI MASKER DALAM UPAYA MENINGKATKAN PENDAPATAN KELOMPOK TERNAK DI KECAMATAN SUNGGAL Irma Dewi; Wiwin Nurzanah; Mohd. Yusri; Yunita Pane; Mulia Mulia; Togar Timoteus Gultom
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 2 (2024): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i2.21815

Abstract

Abstrak: Desa Paya geli terletak di kecamatan medan sunggal kabupaten Deli Serdang dan termasuk populasi ternak yang paling tinggi yaitu 260 kambing. Implementasi pengolahan susu etawa menjadi masker di Desa Paya Geli bertujuan untuk meningkatkan pendapatan kelompok ternak. Kegiatan dilakukan melalui praktek pembuatan masker, pelatihan cara pemerasan susu yang higienis, dan diskusi tentang manajemen keuangan. Delapan orang mitra terlibat dalam kegiatan ini, dengan metode evaluasi dilakukan melalui observasi dan wawancara dengan Mitra untuk mendapatkan umpan balik, serta pemantauan terhadap perkembangan dan hasil kerja Mitra setelah pelatihan dilakukan. Dengan kombinasi metode pre-test dan post-test, observasi, wawancara, dan evaluasi skill, tim pengabdian dapat secara komprehensif mengevaluasi efektivitas kegiatan pelatihan dan dampaknya terhadap peningkatan pengetahuan dan keterampilan Mitra Peternak Kambing.Terjadi peningkatan skill mitra sebesar 30% setelah kegiatan berlangsung. Mitra yang terlibat dalam kegiatan implementasi pengolahan susu etawa menjadi masker di Desa Paya Geli berjumlah 8 orang.Abstract: Paya Geli Village is located in Medan Sunggal sub-district, Deli Serdang district and has the highest livestock population, namely 260 goats. The implementation of processing etawa milk into masks in Paya Geli Village aims to increase the income of livestock groups. Activities were carried out through the practice of making masks, training on how to express milk hygienically, and discussions on financial management. Eight partners were involved in this activity, with the evaluation method carried out through observation and interviews with Partners to obtain feedback, as well as monitoring the progress and results of Partners' work after the training was carried out. With a combination of pre-test and post-test methods, observation, interviews and skill evaluation, the service team can comprehensively evaluate the effectiveness of training activities and their impact on increasing the knowledge and skills of Goat Farming Partners. There was an increase in partner skills of 30% after the activity took place. Eight partners were involved in the implementation of etawa milk processing into masks in Paya Geli Village.
PENYULUHAN PENINGKATAN PENGETAHUAN PEMBUDIDAYA RUMPUT LAUT MENGGUNAKAN METODE GANTUNG DI DESA ALAANG Paulus Edison Plaimo; Imanuel Lamma Wabang; Hermayanti Hermayanti; Junius Manase Sau Sabu
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.20495

Abstract

Abstrak: Potensi rumput laut di Desa Alaang sangat tinggi namun, sisi pemasaran sering menemui kendala dengan tujuan akhir penjualan dalam hal ini diversifikasi produk, karena nilai indeks keragenan yang cenderung menurun. Tujuan pelaksanaan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini, untuk peningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat pembudidaya di Desa Alaang mengenai metode pengeringan rumput laut dengan cara digantung metode penjemuran ini sangat ideal untuk terus menjaga nilai keragenan agar produktivitas dan nilai pasar rumput laut yang berasal dari Desa Alaang tidak mengalami kemunduran. Proses kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dengan melalui penyuluhan dengan metode ceramah, diskusi dan tanya jawab dengan mitra sasaran yaitu pembudidaya rumput laut yang berjumlah 63 orang, walaupun demikian secara umum, terklasifikasi dalam beberapa tahapan antara lain, tahap Persiapan, Tahap Pelaksanaan, Tahap Evaluasi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, dinyatakan berhasil, secara signifikan yaitu 90%, sebab terlihat perubahan pengetahuan dan pemahaman yang dialami oleh pembudidaya rumput laut. Dimana tergambar dari kemampuan dan ketrampilan pembudidaya dapat menerapkannya, setelah kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini selesai dilakukan.Abstract: The potential of seaweed in Alaang Village is very high, however, the marketing side often encounters obstacles with the ultimate goal of sales in this case product diversification, because the value of the carrageenan index tends to decrease. The purpose of the implementation of this Community Service (PkM) activity is to increase the knowledge and understanding of the cultivator community in Alaang Village regarding the seaweed drying method by hanging this drying method is ideal for continuing to maintain the value of carrageenan so that the productivity and market value of seaweed originating from Alaang Village does not experience a decline. The process of community service activities is carried out through counseling with lectures, discussion, and question and answer methods with target partners, namely seaweed farmers totaling 63 people, although in general, it is classified into several stages, including the Preparation Stage, Implementation Stage, and Evaluation Stage. This community service activity was declared successful, significantly, namely 90%, because there were changes in knowledge and understanding experienced by seaweed farmers. Where it is illustrated from the ability and skills of the cultivators to apply it after this community service activity is completed. 
PEMANFAATAN ALVOKAD DAN MADU LOKAL DALAM MENURUNKAN HIPERTENSI PADA KEHAMILAN Sri Uliyafni Labaco; Nurfitri Mopangga; Ismiwahyuni Latif; Citra Puspita Putri; Astri Adestin Ilimullah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 1 (2024): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i1.19872

Abstract

Abstrak: Salah satu masalah kesehatan ibu hamil dengan hipertensi menjadi prioritas utama dalam bidang kesehatan. Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk mencegah hipertensi pada ibu hamil dengan meningkatkan pengetahuan dan status kesehatan ibu hamil agar tidak mengalami hipertensi dalam kehamilan. Pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan metode penyuluhan, diskusi tanya jawab serta demonstrasi pemberian buah alvokad dan madu lokal pada ibu hamil yang berjumlah 6 orang. Evaluasi ibu hamil dilakukan melalui pengukuran pengetahuan pretest dan posttest penyuluhan, sedangkan evaluasi keberhasilan pemberian mengonsumsi buah alvokad dan madu lokal melalui pengukuran tekanan darah pada ibu hamil setelah mengonsumsi buah alvokad dan madu lokal setiap hari selama 1 minggu. Hasil pengabdian diperoleh bahwa dari 5 orang (83,3%) ibu hamil memiliki nilai posttest baik, 1 orang (16,67%) ibu hamil memiliki nilai pos test kurang baik dan hasil tekanan darah normal setelah mengonsumsi buah alvokad dan madu local selama seminggu.Abstract: One of the health problems of pregnant women with hypertension is a top priority in the health sector. This community service aims to prevent hypertension in pregnant women by increasing the knowledge and health status of pregnant women so as not to experience hypertension in pregnancy. The implementation of this community service activity uses the method of counseling, question and answer discussions and demonstrations of giving alvocado fruit and local honey to pregnant women totalling 6 people. Evaluation of pregnant women is done through measuring pretest and posttest knowledge of counseling, while evaluating the success of consuming alvocado fruit and local honey through measuring blood pressure in pregnant women after consuming alvocado fruit and local honey every day for 1 week. The results of the service obtained that from 5 people (83.3%) pregnant women had good posttest scores, 1 person (16.67%) pregnant women had poor posttest scores and normal blood pressure results after consuming alvocado fruit and local honey for a week.
PELATIHAN PEMBUATAN SATE TAICHAN KREMES DI OMK PITAK DALAM MENGASAH INOVASI PENGOLAHAN DAGING AYAM Achmadi, Puspita Cahya; Maku, Nikolas Karan; Pery, Benediktus Trysan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26366

Abstract

Abstrak: Masa remaja merupakan fase emas untuk mengembangkan potensi diri dan mengambil banyak resiko. Dimana pada masa remaja banyak ide kreatif dan inovatif yang harus dituangkan. Salah satunya adalah mengembangkan suatu olahan pangan untuk menjadi produk yang memiliki nilai jual. Sasaran kegiatan pengabdian dilakukan pada remaja di OMK Pitak sebanyak 15 orang, Manggarai pada Tanggal 23 Maret 2024. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini pemberdayaan remaja untuk mengasah inovasi pengolahan daging ayam untuk memulai sebuah usaha kuliner. Adanya kegiatan dalam mengasaha inovasi pengolahan suatu produk diharapakn mampu menambah keahlian hard skill dan soft skill serta memberikan sentuhan nilai jual lebih sehingga dapat meningkatkan daya jual suatu produk terutama produk hewani yang menjadi salah satu protein hewani. Pembuatan sate taichan merupakan salah satu inovasi unik dalam pengolahan daging ayam menjadi produk kuliner karena memiliki ciri, rasa dan pengolahan khas yang berbeda dengan sate tradisional. Sebelum dilakuakan demonstrasi pelatihan dan pendampingan 7% remaja di OMK Pitak pernah mengolah produk sate taichan dan 93% remaja di OMK Pitak tidak pernah mengolah produk sate taichan. Setelah diberikan demonstarsi pelatihan dan pendampingan bahwa remaja di OMK Pitak yang bisa mengolah sate taichan kremes sebanyak 87% dan sebanyak 13% remaja di OMK Pitak belum bisa mengolah sate taichan kremes. Hasil evaluasi memberikan presentasi 80% Remaja di OMK Pitak mendapatkan peningkatan hard skill dan soft skill.Abstract: Adolescence is a golden phase to develop your potential and take many risks. During adolescence, there are many creative and innovative ideas that must be poured. One of them is developing a processed food to become a product that has selling value. The target of community service activities was carried out on teenagers in OMK Pitak as many as 15 people, Manggarai on March 23, 2024. The purpose of this community service is to empower teenagers to hone chicken processing innovations to start a culinary business. The existence of activities in developing innovative processing of a product is expected to be able to add hard skills and soft skills and provide a touch of more selling value so that it can increase the marketability of a product, especially animal products which are one of the animal proteins. Making satay taichan is one of the unique innovations in processing chicken meat into culinary products because it has distinctive characteristics, flavors and processing that are different from traditional satay. Before the training and mentoring demonstration, 7% of teenagers in OMK Pitak had processed taichan satay products and 93% of teenagers in OMK Pitak had never processed taichan satay products. After the training and mentoring demonstration, 87% of teenagers in OMK Pitak can process crispy taichan satay and 13% of teenagers in OMK Pitak cannot process crispy taichan satay. The evaluation results gave a presentation of 80% of teenagers in OMK Pitak getting an increase in hard skills and soft skills.