cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
EFFORT TO INCREASE THE ROLE OF GUARDIANS AND PREGNANT WOMEN FOR CHILDREN'S HEALTH SCIENCE IN THE WOMB WITH RADIOLOGY SCREENING Majdawati, Ana; Brahmana, Ivanna Beru; Yuliantini, Lisa Sophia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34891

Abstract

Abstract: Early detection of fetal health is an essential step in preventing complications that may affect a child's quality of life. Radiological screening, particularly ultrasonography (USG), serves as a tool to detect fetal health conditions. However, the understanding of student guardians and pregnant women regarding the urgency of radiological screening remains limited. This community service program aims to raise awareness and understanding among student guardians and pregnant women about the importance of radiological screening for the early detection of disorders that affect the growth and development of infants and toddlers. The activity was held on Friday, February 28, 2025, from 08:00 to 10:00 at one early childhood education (PAUD) partner in Sleman. Methods included lectures, interactive discussions, and the formation of 10 PAUD health cadres from the partner institution. The follow-up to this program involved training the cadets on preventive efforts using flipcharts that outlined the necessary actions for pregnant women and parents to monitor the growth and development of infants and toddlers, along with practical sessions in the community and with students at PAUD . The pre-test score was 63.28, while the post-test score increased to 82.68, indicating improved knowledge. In conclusion, this community service activity enhanced the knowledge of cadres and student guardians regarding the importance of radiological examinations (ultrasound and bone age assessments) for the early detection of growth and development in infants and toddlers, starting from the prenatal stage.
PENINGKATAN PENGETAHUAN ANGGOTA PALANG MERAH REMAJA TENTANG NYAMUK VEKTOR DBD MELALUI PENGENALAN APLIKASI JUMANTIK PMR DI KOTA TASIKMALAYA Virgianti, Dewi Peti; Liswanti, Yane; Sudianto, Sudianto; Suhartati, Rochmanah; Ferdina, Dina; Latisa, Alsya; Marhami, Azwan Cahya; Nata, Septiawan Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35120

Abstract

Abstrak: Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit endemik tahunan di Indonesia. Upaya pencegahan penularan vektor Aedes sp. di lingkungan sekolah dapat dilakukan dengan melibatkan siswa dalam kegiatan ekstrakurikuler Palang Merah Remaja (PMR) melalui peran sebagai Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan memperkenalkan aplikasi berbasis teknologi yang mudah diakses oleh anggota PMR untuk meningkatkan pengetahuan tentang nyamuk penular DBD, serta membentuk akun media sosial Jumantik PMR sebagai sarana komunikasi. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, pembuatan aplikasi, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi, dan perencanaan keberlanjutan program. Evaluasi pengetahuan dilakukan dengan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri dari 15 pertanyaan yang sama, yang mengukur pemahaman peserta mengenai penggunaan aplikasi serta pengetahuan terkait nyamuk vektor DBD. Sebanyak 100 anggota PMR dari 25 SMA di Kota Tasikmalaya terlibat sebagai peserta. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta, terutama mengenai tempat perindukan dan siklus hidup nyamuk. Hasil kuesioner memperlihatkan bahwa 100% peserta menilai aplikasi Jumantik sangat membantu pelaporan kegiatan di sekolah sekaligus sebagai sumber rujukan. Selain itu, 100% responden menyatakan akun media sosial Jumantik PMR bermanfaat untuk berbagi informasi penting terkait kegiatan jumantik. Program ini berhasil meningkatkan pengetahuan anggota PMR tentang vektor DBD dan memberikan sarana inovatif berupa aplikasi serta media sosial untuk mendukung kegiatan jumantik di sekolah.Abstract: Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is an annual endemic disease in Indonesia. Efforts to prevent the transmission of Aedes sp. vectors in the school environment can be done by involving students in extracurricular activities of the Red Cross Youth (PMR) through the role of Mosquito Larva Monitoring Officer (Jumantik). This community service activity aims to introduce a technology-based application that is easily accessible to PMR members to increase their knowledge about dengue-carrying mosquitoes and to create a PMR Jumantik social media account as a means of communication. The activity methods include socialization, training, application development, technology implementation, mentoring, evaluation, and program sustainability planning. Knowledge evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments consisting of 15 identical questions, which measured participants' understanding of application usage and knowledge related to dengue vector mosquitoes. A total of 100 Red Cross members from 25 high schools in Tasikmalaya City participated as participants. This activity demonstrates a significant increase in participants' knowledge, particularly regarding mosquito breeding sites and life cycles. The questionnaire results show that 100% of participants rated the Jumantik application as very helpful for reporting activities at school and as a source of reference. Additionally, 100% of respondents stated that the Jumantik PMR social media account is useful for sharing important information related to Jumantik activities. This program successfully increased PMR members' knowledge about dengue vectors and provided innovative tools such as applications and social media to support jumantik activities in schools.
PEMBERDAYAAN KADER POSYANDU MELALUI INOVASI PRODUK OLAHAN BISKUIT KELOR TELUR SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN STATUS GIZI PADA BALITA GIZI KURANG Prianti, Ani T.; Wahyuni, Sri; S., Sri Sukmawaty
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34648

Abstract

Abstrak: Salah satu tanamanan endemic di desa Bategulung yaitu kelor dan telur ayam kampung. namun pemanfaatan hasil alam belum dimanfaatkan secara optimal dilihat dari tingkat komsumsi sayur kelor dan olahan telur masih rendah hanya sebatas telur dadar.Kader diharapkan dapat menjembatani antara petugas kesehatan dengan masyarakat serta membantu mengidentifikasi dan menjawab kebutuhan masyaraka. Tujuan kegiatan ini dilakukan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam mengolah Kelor dan Telur menjadi cemilan biskuit sehat bagi balita. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah penyuluhan, demontrasi dan simulasi. Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan pengabdian terbagi 3 tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi. Peserta dalam kegiatan ini sebanyak 15 kader. Hasil yang ditemukan dari pre test hanya 20% yang paham dan post test didapatkan hasil 100% peserta paham terkiat manfaat dan pengolahan daun kelor dan telur menjadi cemilan yang bisa meningkakan berat badan balita. Kegiatan terlaksana dengan lancar dan antusias masyarakat yang sangat tinggi.Abstract: One of the endemic plants in Bategulung village is moringa and free-range chicken eggs. However, the utilization of natural products has not been fully optimized, as seen from the low consumption of moringa vegetables and egg-based products, which are limited to omelets. Community health volunteers are expected to bridge the gap between health workers and the community, as well as to help identify and address community needs. The purpose of this activity is to improve the community's ability to process moringa and eggs into healthy biscuit snacks for toddlers. The methods used in this activity include counseling, demonstrations, and simulations. The implementation steps of the service activity are divided into three stages: planning, implementation, and evaluation. There were 15 volunteers participating in this activity. The results found from the pre-test showed that only 20% understood, while the post-test showed that 100% of participants understood the benefits and processing of moringa leaves and eggs into snacks that can increase toddlers' weight. The activity carried out smoothly with very high public enthusiasm.
SIVA CERDIK: PERIKSA IVA CEGAH KANKER SERVIKS DAN EDUKASI KESEHATAN PADA WANITA USIA SUBUR Pangaribuan, Santa Maria; Siregar, Henrianto Karolus; Siringoringo, Lince; Widiastuti, Sri Hunun; Purba, Sarti Oktarina
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Kanker serviks adalah kanker paling umum dan penyebab utama kematian akibat kanker di kalangan wanita di Indonesia. Human Papillomavirus (HPV) adalah virus yang paling sering dijumpai pada penyakit menular seksual dan diduga berperan dalam proses terjadinya kanker. HPV dibuktikan menjadi penyebab terbesar kanker mulut rahim atau disebut juga kanker serviks. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran wanita usia subur mengenai kanker serviks, infeksi HPV, serta pentingnya pemeriksaan IVA dan vaksinasi sebagai upaya pengendalian angka kejadian kanker serviks. Kegiatan pengabdian ini terbagai dalam dua kegiatan pokok yakni kegiatan pertama yaitu edukasi kesehatan tentang kanker serviks, vaksin dan infeksi HPV dan kebersihan genitalia sedangkan kegiatan kedua yakni pemeriksaan IVA test yang diikuti oleh 30 responden. Hasil dari kegiatan ini didapatkan adanya peningkatan skor pengetahuan pada wanita usia subur (WUS) menjadi 11,3 setelah mengikuti edukasi kesehatan. Didapatkan hasil pemeriksaan IVA test 25 (96%) dinyatakan negatif dan 1 (4%) dinyatakan positif. Kegiatan ini sangat berdampak bagi masyarakat khususnya WUS. Diharapkan program ini dapat dilakukan berkelanjutan yang dikemas dengan berbagai kegiatan yang dapat meningkatkan kesadaran wanita usia subur akan pentingnya deteksi dini kanker serviks.Abstract: Cervical cancer is the most common cancer and the leading cause of cancer-related deaths among women in Indonesia. Human papillomavirus (HPV) is the virus most frequently found in sexually transmitted diseases and is suspected to play a role in the development of cancer. HPV has been proven to be the main cause of cervical cancer. This activity aimed to increase the knowledge and awareness of women of reproductive age regarding cervical cancer, HPV infection, and the importance of IVA (Visual Inspection with Acetic Acid) screening and vaccination as efforts to control the incidence of cervical cancer. This community service activity consisted of two main components: the first was health education on cervical cancer, HPV infection, vaccination, and genital hygiene; and the second was IVA screening, which was attended by 30 respondents. The results showed an increase in knowledge scores among women of reproductive age, reaching 11.3 after participating in the health education session. The IVA test results revealed that 25 participants (96%) were negative, and 1 participant (4%) was positive. This activity had a significant impact on the community, especially women of reproductive age. It is expected that this program can be carried out sustainably through various activities to further enhance awareness among women of reproductive age about the importance of early detection of cervical cancer.
MONTESOL: UPAYA PENINGKATAN EKONOMI MELALUI USAHA PEMANFAATAN LIMBAH KARET SANDAL MENJADI ALAT PERMAINAN EDUKATIF Ovy Chandra Singhasari; Imma Ma'rifatus Sayidah Ummu; Tiara Daffa Nur Aini; Indari Indari; Musthika Wida Mashitah; Alfunnafi’ Fahrul Rizzal
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35774

Abstract

Abstrak: Sentra produksi sandal menghasilkan limbah karet sandal yang sulit diuraikan. Tindakan membuang dan membakar limbah karet sandal yang selama ini dilakukan menimbulkan pencemaran lingkungan. Program pengabdian masyarakat MONTESOL bertujuan menginisiasi usaha pemanfaatan limbah karet sandal menjadi alat permainan edukatif (APE) berbasis metode Montessori sebagai upaya peningkatan ekonomi masyarakat. Mitra program adalah 11 ibu-ibu PKK Desa Toyomarto. Metode pelaksanaan program terdiri dari edukasi manajemen limbah dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan APE, pengemasan, dan pemasaran produk. Hasil program menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra mengenai manajemen limbah (dari nilai rata-rata pre-test 65 menjadi 100 saat post-test); terciptanya 3 produk APE dengan merek Toysol (sortir warna, tempel dan bentuk, pohon bertumbuh); dan terjualnya 41 paket Toysol yang menghasilkan keuntungan bagi PKK Desa. Program MONTESOL membuka peluang usaha baru bagi masyarakat, sekaligus menawarkan pendekatan berkelanjutan terhadap pengurangan limbah dan pemberdayaan ekonomi.Abstract: Sandal production centers generate rubber sandal waste that is difficult to decompose. The practice of disposing and burning rubber sandal waste, which has been carried out so far, causes environmental pollution. The MONTESOL community service program aims to initiate efforts to utilize rubber sandal waste into educational toys (APE) based on the Montessori method as an effort to improve the community's economy. The program partners are 11 women from the Toyomarto Village PKK. The program implementation method consists of waste management education followed by training in the manufacture of APE, packaging, and product marketing. The program results show an increase in the partners' knowledge of waste management (from a pre-test average score of 65 to 100 in the post-test); the creation of 3 APE products under the Toysol brand (color sorting, sticking and shaping, growing trees); and the sale of 41 Toysol packages, generating profits for the village PKK. The MONTESOL program opens up new business opportunities for the community, while offering a sustainable approach to waste reduction and economic empowerment.
PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN KETERAMPILAN IBU PKK DALAM PENCEGAHAN PENYAKIT GINJAL KRONIS MELALUI EDUKASI KESEHATAN DAN DETEKSI DINI Fahrun Nur Rosyid; Gracia Foreva Zinta; Tutut Setiowati
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34921

Abstract

Abstrak: Penyakit ginjal kronis (PGK) merupakan masalah kesehatan global yang berdampak serius terhadap kualitas hidup dan ekonomi masyarakat. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Ibu PKK dalam pencegahan PGK melalui edukasi kesehatan dan deteksi dini. Metode pengabdian dilaksanakan melalui pendidikan kesehatan berupa ceramah dan diskusi interaktif untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai PGK. Materi mencakup pengertian, faktor risiko, tanda dan gejala, prinsip pencegahan dengan perilaku hidup sehat, serta pemeriksaan sederhana untuk deteksi dini. Kegiatan didukung media PowerPoint dan leaflet, dilanjutkan evaluasi pre-test dan post-tes. Sebanyak 25 orang peserta berpartisipasi dalam kegiatan ini. Hasil analisis menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta secara signifikan setelah pemberian edukasi, dengan nilai p = 0,007. Temuan ini menegaskan adanya pengaruh positif edukasi kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan peserta mengenai pencegahan dan manajemen PGK.Abstract: Chronic kidney disease (CKD) represents a global health concern that significantly impacts both quality of life and economic well-being. This community service activity aimed to enhance the knowledge and skills of PKK mothers in CKD prevention through health education and early detection. The intervention was conducted using health education methods, including lectures and interactive discussions, to improve participants’ understanding of CKD. The educational content covered the definition of CKD, risk factors, signs and symptoms, preventive principles through healthy lifestyle practices, and simple screening methods for early detection. The program was supported by PowerPoint presentations and leaflets and was followed by pre-test and post-test evaluations. A total of 25 participants took part in the activity. The results demonstrated a statistically significant improvement in participants’ knowledge after the intervention (p = 0.007), indicating a positive effect of health education on increasing participants’ knowledge regarding CKD prevention and management.
MEWUJUDKAN SLB EDU-AGRO: INTEGRASI PENDIDIKAN INKLUSIF DAN KEMANDIRIAN MELALUI AGROEDUKASI Fadhila Kartika Sari; Fitria Dewi Navisa; Lia Rohmatul Maula; Maria Ulfa; Nurul Alifah Fardianti; Elis Dwi Wulandari
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34882

Abstract

Abstrak: Keterampilan vokasi, pemanfaatan teknologi digital, dan kesadaran terhadap hukum masih menjadi tantangan mitra yang ditunjukkan dengan rendahnya kemandirian dan belum optimalnya kualitas pembelajaran di sekolah. Pengabdian ini mengintegrasikan pendidikan inklusif melalui agroedukasi, digitalisasi pembelajaran, dan literasi hukum sebagai upaya perwujudan SLB Edu-agro. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan hidroponik, workshop digitalisasi pembelajaran, dan penyuluhan hukum. Sebanyak 70 peserta terdiri dari guru, siswa, dan orang tua dilibatkan sebagai mitra kegiatan. Evaluasi dilakukan secara formatif melalui refleksi, observasi, dan angket, serta wawancara di akhir kegiatan sebagai evaluasi sumatif untuk tindak lanjut. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan, baik softskill ataupun hardskill. Peningkatan softskill berupa kemandirian dan kesadaran hukum berturut-turut adalah 81% dan 90%, sedangkan keterampilan hidroponik dan keterampilan IT meningkat sebesar 85% dan 78%. Hasil ini menunjukkan program pengabdian berhasil memberikan dampak positif secara signifikan terhadap peningkatan softskill dan hardskill sekaligus memperkuat kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan tim pengabdian.Abstract: Vocational skills, utilization of digital technology, and legal awareness remain challenges for partners, as evidenced by low independence and suboptimal learning quality in schools. This community service integrates inclusive education through agro-education, learning digitization, and legal literacy as an effort to realize SLB Edu-agro. The community service activities were carried out through socialization, hydroponics training, learning digitization workshops, and legal counseling. A total of 70 participants consisting of teachers, students, and parents were involved as partners in the activities. Evaluation was carried out formatively through reflection, observation, and questionnaires, as well as interviews at the end of the activity as a summative evaluation for follow-up. The results showed an increase in skills, both soft skills and hard skills. The improvement in soft skills in the form of independence and legal awareness was 81% and 90%, respectively, while hydroponics and IT skills increased by 85% and 78%. These results indicate that the community service program has succeeded in providing a significant positive impact on the improvement of soft skills and hard skills while strengthening collaboration between schools, families, and the community service team. Meta Analysis: The Accuracy Level of the Radial Basis Function Method in Time Series Prediction.
PENGUATAN PENGETAHUAN GIZI IBU MELALUI EDUKASI ASI DAN MPASI DALAM UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI DESA BINAAN KECAMATAN TILANGO Sri Yeyen Makjun; Yusni Podungge; Ika Suherlin; Nurnaningsih Ali Abdul; Hasnawatty S. Porouw; Nurfaizah Alza; Veny Delvia Pombaile
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.33039

Abstract

Abstrak: Masalah stunting di Indonesia, terutama di Provinsi Gorontalo, menunjukkan prevalensi yang tinggi, berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo pada tahun 2022 mencapai 23,8%, dengan Kabupaten Gorontalo mencatat angka tertinggi 30,8%. Salah satu penyebab utama adalah rendahnya pemberian ASI eksklusif dan MPASI yang sesuai usia. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pemahaman orang tua mengenai pemberian ASI eksklusif, MPASI yang tepat, dan deteksi dini masalah gizi pada anak. Metode yang digunakan adalah edukasi yang dilaksanakan di Desa Tinelo, Tualango, dan Dulomo, dengan peserta 30 ibu yang memiliki bayi balita dan anak prasekolah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan ibu. Hasilnya, pada pre-test pengetahuan ibu sebesar 43,33%, lalu pada post-test terjadi peningkatan pengetahuan sebesar 83,33% mengenai ASI eksklusif dan MPASI. Meskipun ada kendala cuaca, program ini berhasil memberikan informasi yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat untuk mencegah stunting.Abstract: The problem of stunting in Indonesia, especially in Gorontalo Province, shows a high prevalence, based on data from the Gorontalo Provincial Health Office in 2022 reaching 23.8%, with Gorontalo Regency recording the highest rate of 30.8%. One of the main causes is the low level of exclusive breastfeeding and age-appropriate complementary feeding (MPASI). The purpose of this service is to increase parents' understanding of exclusive breastfeeding, appropriate complementary feeding (MPASI), and early detection of nutritional problems in children. The method used was education that was carried out in Tinelo, Tualango, and Dulomo villages, with 30 participants being mothers of infants under five and preschool children. Evaluation was conducted through pre-test and post-test to measure the improvement of mothers' knowledge. As a result, in the pre-test the mothers' knowledge was 43,33%, then in the post-test there was a 83,33% increase in knowledge about exclusive breastfeeding and complementary feeding (MPASI). Despite the weather constraints, this program succeeded in providing much-needed information to the community to prevent stunting.
PELATIHAN DIGITAL MARKETING BERBASIS MEDIA SOSIAL UNTUK PENINGKATAN PEMASARAN PRODUK PERTANIAN Imelda Imelda; Rakhmad Hidayat
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34947

Abstract

Abstrak: Kurangnya pengetahuan dalam digital marketing menjadi kendala bagi petani dalam memperluas pasar produk pertanian. Kegiatan PKM ini dilaksanakan untuk meningkatkan wawasan dan kecakapan petani dalam pemanfaatan digital marketing guna memperluas akses pasar produk pertanian. Mitra kegiatan adalah anggota kelompok tani Sari Mulya di Desa Madu Sari sebanyak 25 peserta yang sebelumnya hanya mengandalkan pemasaran tradisional sehingga jangkauan pasar terbatas. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik dan pendampingan penggunaan media sosial facebook marketplace dan instagram), serta evaluasi kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi mitra sangat baik dengan kehadiran mencapai 100 persen. Terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan petani terhadap digital marketing sebesar 30 persen, serta sebagian besar peserta (85 persen) mampu mempraktikkan digital marketing secara mandiri. Namun, sekitar 15 persen peserta masih mengalami kesulitan karena faktor usia dan tingkat pendidikan. Pelatihan digital marketing berdampak positif bagi peningkatan kemampuan petani memasarkan produk pertanian, meskipun masih diperlukan pendampingan berkelanjutan agar keterampilan yang diperoleh dapat diimplementasikan secara konsisten.Abstract: Lack of knowledge in digital marketing is an obstacle for farmers in expanding their agricultural product markets. This PKM activity was carried out to increase farmers' knowledge and skills in utilizing digital marketing as a strategy for marketing agricultural products. The partners were 25 members of the Sari Mulya farmer group in Madu Sari Village, who previously relied solely on traditional marketing, resulting in limited market reach. The activity methods included socialization, training, practice in using social media (facebook marketplace and instagram), and evaluation. The results of the activity showed excellent partner participation with 100 percent attendance. There was a 30 percent increase in farmers' knowledge and skills in digital marketing, and most participants (85 percent) were able to practice digital marketing independently. However, about 15 percent of participants still experienced difficulties due to age and education level factors. Digital marketing training has had a positive impact on increasing farmers' capacity to market agricultural products, although ongoing assistance is still needed so that the skills acquired can be implemented consistently.
OPTIMALISASI PERAN BIDAN DALAM PENCEGAHAN PREEKLAMSIA MELALUI PELATIHAN PRENATAL YOGA Sarliana Sarliana; Hastuti Usman; Olkamien Jesdika Longulo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34765

Abstract

Abstrak: Preeklampsia merupakan komplikasi kehamilan yang meningkatkan risiko morbiditas dan mortalitas ibu serta janin. Salah satu upaya pencegahan adalah melalui pendekatan non-farmakologis seperti prenatal yoga, yang berfokus pada relaksasi, pernapasan, dan postur tubuh. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan bidan dalam memberikan pelayanan antenatal care yang lebih holistik melalui pelatihan prenatal yoga. Kegiatan dilaksanakan di Puskesmas Mamboro dengan melibatkan 10 bidan. Metode pelaksanaan meliputi ceramah, demonstrasi, dan praktik bersama. Evaluasi dilakukan menggunakan lembar observasi kemampuan peserta yang menilai aspek keterampilan dalam melakukan gerakan yoga, teknik pernapasan, postur tubuh, dan kemampuan membimbing ibu hamil secara aman dan efektif. Indikator keberhasilan mencakup peningkatan keterampilan praktik, pemahaman terhadap prinsip prenatal yoga, partisipasi aktif selama pelatihan, serta komitmen peserta untuk mengintegrasikan yoga dalam pelayanan antenatal care. Berdasarkan hasil lembar observasi, terjadi peningkatan keterampilan peserta sebesar 75%. Sebagian besar bidan mampu mempraktikkan gerakan prenatal yoga dengan benar, meskipun beberapa masih memerlukan pendampingan. Pelatihan ini memberikan kontribusi positif dalam meningkatkan kapasitas bidan dan berpotensi menjadi strategi preventif dalam menurunkan risiko preeklampsia.Abstract: Preeclampsia is a complication of pregnancy that increases the risk of maternal and fetal morbidity and mortality. One prevention effort is through non-pharmacological approaches such as prenatal yoga, which focuses on relaxation, breathing, and posture. This community service activity aims to improve the skills of midwives in providing more holistic antenatal care services through prenatal yoga training. The activity was carried out at the Mamboro Health Center involving 10 midwives. The implementation method includes lectures, demonstrations, and joint practices. The evaluation was carried out using an observation sheet of participants' abilities that assessed aspects of skills in performing yoga movements, breathing techniques, posture, and the ability to guide pregnant women safely and effectively. Success indicators include improving practice skills, understanding of prenatal yoga principles, active participation during training, and participants' commitment to integrating yoga in antenatal care services. Based on the results of the observation sheet, there was an increase in the participants' skills by 75%. Most midwives are able to practice prenatal yoga movements correctly, although some still require assistance. This training makes a positive contribution to increasing the capacity of midwives and has the potential to be a preventive strategy in reducing the risk of preeclampsia.