cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
PENDAMPINGAN PENGEMBANGAN AGRIBISNIS SORGUM DI DESA ONDOREA BARAT, NTT Djou, Laurentius Dominicus Gadi; Murdaningsih, Murdaningsih; Lanamana, Willybrordus; Lulan, Theodore Y. K.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34774

Abstract

Abstrak: Program Desa Binaan (PDB) di Desa Ondorea Barat, dengan mitra Kelompok Tani Pati Tau Mbadhe (25 orang), Kelompok Peternak Fongasama (25 orang) dan Kelompok PKK (25 orang), dengan tingkat pendidikan SD-SMA, dan berprofesi sebagai petani, peternak dan ibu-ibu rumah tangga. Adapun kegiatan ini bertujuan mempersiapkan Masyarakat memiliki kemandirian melalui berbagai kegiatan mulai teknik budidaya sorgum, Teknik pascapanen sorgum, pembangunan rumah kompos, penyuluhan dan Pelatihan pembuatan pupuk kompos, Pengolahan berbagai produk turunan, pelatihan dan pendampingan usaha serta pemasaran. Metode yang digunakan terdiri dari penyuluhan, pelatihan dan pendampingan. Kegiatan diawali dengan pembangunan rumah kompos berukuran, pelatihan pembuatan kompos, pelatihan dan pendampingan budidaya, pascapanen, pengolahan berbagai produk turunan sorgum, pendampingan pengembangan usaha dan pemasaran. Kegiatan penyuluhan dan pelatihan dimulai dengan pre-test, dan rata-rata jawaban benar 30,3% dalam kategori rendah. Kegiatan pelatihan dan pendampingan kompos dengan menggunakan bahan dasar dari limbah ternak dan limbah pertanian. Pada pelatihan dan pendampingan kegiatan Teknik budidaya sorgum dan pasca panen sorgum dengan melakukan pengolahan tanah dan pemupukan untuk meningkatkan produktivitas. Hasil yang diperoleh dari budidaya sorgum, dilakukan pelatihan dan pendampingan pengolahan berbagai produk turunan mulai dari pembuatan beras sorgum menjadi tepung sorgum, kue kering berbahan sorgum, kue kembang sorgum serta pengolahan limbah budidaya sorgum yang berupa batang sorgum menjadi gula sorgum. Selanjutmya Masyarakat juga didampingi dalam mengurus perijinan registrasi usaha berupa PIRT (Produk Industri Rumah Tangga) di BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan) Kabupaten Ende sehingga Masyarakat menjadi mandiri mulai dari penyediaan bahan baku sampai dengan produk turunan untuk dipasarkan yang dapat meningkatkan pendapatan masyakat atau keluarga. Post-test juga dilakukan pada akhir kegiatan dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan sebesar 87% dengan kategori tinggi.Abstract: The Assisted Village Program (PDB) in West Ondorea Village, with partners from the Pati Tau Mbadhe Farmers Group (25 people), the Fongasama Livestock Group (25 people) and the PKK Group (25 people), with elementary to high school education levels, and working as farmers, livestock breeders and housewives. This activity aims to prepare the community to have independence through various activities starting from sorghum cultivation techniques, sorghum post-harvest techniques, compost house construction, extension and training in making compost, processing various derivative products, business training and mentoring and marketing. The methods used consist of extension, training, and mentoring. The activity begins with the construction of a compost house, compost making training, cultivation training and mentoring, post-harvest, processing of various sorghum derivative products, business development and marketing mentoring. The extension and training activities begin with a pre-test, and the average correct answer is 30.3% in the low category. Training and mentoring activities for composting using livestock and agricultural waste as the basic materials. In the training and mentoring activities, sorghum cultivation techniques and post-harvest sorghum were carried out by processing the soil and fertilizing to increase productivity. The results obtained from sorghum cultivation were trained and mentored in processing various derivative products ranging from making sorghum rice into sorghum flour, sorghum-based cookies, sorghum flower cakes and processing sorghum cultivation waste in the form of sorghum stalks into sorghum sugar. Furthermore, the community was also assisted in processing business registration permits in the form of PIRT (Household Industry Products) at BPOM (Food and Drug Monitoring Agency) of Ende Regency so that the community became independent from providing raw materials to derivative products for marketing which could increase community or family income. A post-test was also conducted at the end of the activity and the results showed an increase in knowledge and skills of 87% with a high category.
PEMANFAATAN E-MODUL TEKNOLOGI PAKAN SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DIGITAL DI SEKOLAH KEJURUAN Kertiyasa, I Kadek Yoga; Sihombing, Dewi Elfrida; Ersani, Erry; Ayuningsih, Ni Wayan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34448

Abstract

Abstrak: Perkembangan kemajuan teknologi revolusi industri 5.0 di bidang pendidikan mengalami transformasi menuju digitalisasi pembelajaran. Sekolah tidak lagi menerapkan pembelajaran secara konvensional dengan buku cetak tetapi dituntut untuk menciptakan inovasi media pembelajaran berbasis digital. Kegiatan ini dirancang untuk mengembangkan e-modul teknologi pengolahan pakan sebagai media pembelajaran berbasis digital. Metode dalam kegiatan pengabdian yaitu sosialiasi dan penginstalan E-Modul teknologi pakan ternak di Sekolah Kejuruan yang menyasar peserta didik kelas 10 dan 11 sebanyak 100 orang dan 4 orang guru pendamping.Berdasarkan hasil analisis deskriptif melalui pretest dan posttest terjadi peningkatan sebesar 73.73% pengetahuan siswa dalam teknologi pakan ternak. E-modul teknologi pakan ternak dapat digunakan untuk siswa dan guru dalam pembelajaran.Abstract: The development of technological advances in the 5.0 industrial revolution in the field of education has undergone a transformation towards the digitization of learning. Schools no longer apply conventional learning methods using textbooks but are required to develop innovative digital-based learning media. This program was designed to develop e-modules on feed processing technology as digital-based learning media. The methods used in this community service activity were the dissemination and installation of e-modules on animal feed technology in vocational schools, targeting 100 students in grades 10 and 11 and 4 accompanying teachers. Based on the results of descriptive analysis through pre-tests and post-tests, there was a 73.73% increase in students' knowledge of animal feed technology. The E-module on animal feed technology can be used by students and teachers in learning.
TRANSFORMASI DIGITAL BUMDES: PEMBERDAYAAN DAN PENDAMPINGAN UNTUK OPTIMALISASI POTENSI UNGGULAN DESA CANE UKEN GAYO LUES Junita, Afrah; Fairus, Fairus; AS, Agus Putra; Mutia, Tuti
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 4 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i4.33249

Abstract

Abstrak: BUMDes Cane Uken memiliki potensi usaha yang baik, namun terkendala rendahnya literasi digital, akses pasar terbatas, strategi pemasaran lemah, dan pencatatan keuangan belum transparan. Tujuan pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan BUMDes Cane Uken tentang manajemen usaha berbasis digital atau pemasaran produk BUMDes melalui transformasi digital berupa pengenalan platform pemasaran online, pendampingan intensif dalam penggunaan media sosial dan e-commerce, serta pelatihan pembukuan keuangan yang transparan dan akuntabel untuk memperkuat peran BUMDes sebagai penggerak utama ekonomi lokal. Metode pengabdian yang digunakan mengadopsi pendekatan partisipatif dengan teknik ceramah interaktif dan praktik langsung. Mitra pengabdian ini adalah BUMDes “Tawar Nate” berjumlah 11 orang. Evaluasi dilakukan setelah pengabdian selesai dilaksanakan dengan sebaran kuesioner. Hasil pengabdian menunjukkan 92% mitra memahami pentingnya digitalisasi BUMDes, 80% mampu menggunakan website BUMDes, 85% mitra terampil menggunakan platform pemasaran online, dan 82% terampil membuat catatan keuangan. Abstract: BUMDes Cane Uken has good business potential, but is hampered by low digital literacy, limited market access, weak marketing strategies, and non-transparent financial records. The purpose of this community service is to improve BUMDes Cane Uken's understanding and skills in digital-based business management or BUMDes product marketing through digital transformation in the form of an introduction to online marketing platforms, intensive mentoring in the use of social media and e-commerce, and transparent and accountable financial bookkeeping training to strengthen the role of BUMDes as the main driver of the local economy. The community service method used adopts a participatory approach with interactive lecture techniques and direct practice. This community service partner is BUMDes "Tawar Nate" totaling 11 people. Evaluation was carried out after the community service was completed by distributing questionnaires. The results of the community service showed that 92% of partners understood the importance of BUMDes digitalization, 80% were able to use the BUMDes website, 85% of partners were skilled in using online marketing platforms, and 82% were skilled in making financial records.
TEKNOLOGI BUDIDAYA PAKAN ALAMI DAN EDUKASI ANALISIS KEUNTUNGAN USAHA BUDIDAYA IKAN Abidin, Zainal; Fadjar, Mohamad; Shinta, Agustina; Abdulloh, Mohammad Fahmi Addin; Berlianawati, Arneta Meila; Setyono, Kheista Putri; Sabrina, Siti Amelia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35583

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian masyarakat di, Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri, dilaksanakan untuk menjawab tantangan tingginya biaya pakan ikan (> 60% biaya produksi). Budidaya ikan nila dan gurame oleh Pokdakan “Mina Buana” kesulitan mempertahankan usaha akibat ketergantungan pada pakan pabrikan. Solusi yang Pokdakan pilih adalah implementasi teknologi tepat guna (TTG) budidaya Azolla pinnata sebagai pakan alternatif serta edukasi analisis finansial sederhana. Untuk itu, kegiatan ini bertujuan untuk (1) Meningkatkan kemampuan pembudidaya ikan dalam menerapkan teknologi budidaya Azolla pinnata sebagai pakan alternatif, (2) Memperkuat keterampilan analisis finansial sederhana untuk menghitung efisiensi usaha budidaya, dan (3) Menumbuhkan kemandirian dan keberlanjutan usaha perikanan desa melalui penerapan teknologi tepat guna. Pokdakan "Mina Buana" sebagai mitra kegiatan berjumlah 10 orang. Metode yang diterapkan meliputi survei kondisi mitra, pelatihan budidaya azolla, praktik penerapan langsung, edukasi finansial, serta evaluasi berbasis pre-test, post-test, dan analisis biaya. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa substitusi 30% pakan pabrikan dengan pakan alami menurunkan biaya produksi dari Rp1.862.000 menjadi Rp1.502.900 tanpa mengurangi produktivitas ikan, sehingga keuntungan usaha meningkat dari kerugian Rp137.000 menjadi laba Rp222.100. Temuan ini membuktikan bahwa penggunaan pakan alternatif berbasis azolla mampu meningkatkan efisiensi finansial, mendorong kemandirian pembudidaya, serta membuka peluang keberlanjutan usaha perikanan desa. Kegiatan juga menghasilkan luaran berupa peningkatan keterampilan teknis, analisis finansial sederhana, serta distribusi sarana kolam dan bibit azolla bagi peserta.Abstract: Community service activities in Wates Subdistrict, Kediri Regency, were carried out to address the challenge of high fish feed costs (> 60% of production costs). Tilapia and gurame fish farming by the “Mina Buana” Pokdakan (Fish Farmers Group) had difficulty maintaining their business due to their dependence on factory-made feed. The solution chosen by the group was the implementation of appropriate technology (TTG) for cultivating Azolla pinnata as an alternative feed, as well as education on simple financial analysis. Therefore, this activity aims to (1) improve fish farmers' ability to apply Azolla pinnata cultivation technology as an alternative feed, (2) strengthen simple financial analysis skills to calculate the efficiency of cultivation businesses, and (3) foster independence and sustainability of village fisheries through the application of appropriate technology. There were 10 members of the “Mina Buana” Pokdakan (fisheries group) who participated in the activity. The methods applied included a survey of the partners' conditions, azolla cultivation training, direct application practice, financial education, and evaluation based on pre-tests, post-tests, and cost analysis. The results of the activity show that substituting 30% of manufactured feed with natural feed reduces production costs from IDR 1,862,000 to IDR 1,502,900 without reducing fish productivity, thereby increasing business profits from a loss of IDR 137,000 to a profit of IDR 222,100. These findings prove that the use of azolla-based alternative feed can improve financial efficiency, encourage farmer independence, and open up opportunities for sustainable village fisheries. The activity also resulted in improved technical skills, simple financial analysis, and the distribution of ponds and azolla seedlings to participants.
PENINGKATAN KAPASITAS PRODUKSI BELACAN UDANG REBON MELALUI PENERAPAN TEKNOLOGI TEPAT GUNA PADA UMKM Putri, Elisa; Ramadhani, Wahyu; Yusra, Syarifah; Muliyani, Fitri; Husni, Nurul Farida
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.35161

Abstract

Abstrak: Hamparan pesisir Kota Langsa yang kaya akan sumber daya hayati menjadikan sebagian besar penduduknya bermata pencaharian sebagai nelayan, dengan udang rebon sebagai salah satu hasil laut melimpah yang digunakan sebagai bahan baku pembuatan belacan, oleh-oleh khas setempat. UMKM Belacan Aceh Awaina, yang berdiri sejak tahun 1950-an di Gampong Simpang Lhee dan kini mempekerjakan tujuh tenaga kerja, masih menghadapi kendala dalam proses pengeringan bahan baku yang dilakukan secara konvensional di bawah sinar matahari, sehingga memerlukan waktu lama dan sangat bergantung pada cuaca. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan mutu belacan melalui penerapan oven pengering, yang dilaksanakan melalui tiga tahap: pra kegiatan, pelaksanaan, dan evaluasi. Pada tahap pra kegiatan, tim melakukan diskusi untuk mengidentifikasi permasalahan dan menentukan solusi; pada tahap pelaksanaan dilakukan pelatihan dan pendampingan penggunaan oven pengering; dan pada tahap evaluasi dilakukan wawancara untuk menilai perubahan yang terjadi. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan, yaitu waktu pengeringan berkurang dari 3–4 hari menjadi 5–6 jam, kapasitas produksi meningkat dari 83 kg menjadi 250 kg per hari, efisiensi waktu pengolahan mencapai 66,6%, serta kualitas produk menjadi lebih baik, seragam, dan higienis.Abstract: The extensive coastal area of Langsa City provides abundant biological resources, making fishing the primary livelihood for most residents, with rebon shrimp as one of the most plentiful marine products and the main ingredient for producing belacan, a well-known local specialty. Belacan Aceh Awaina, an MSME established in the 1950s in Gampong Simpang Lhee and now employing seven workers, still faced problems in its traditional sun-drying method, which required a long processing time and depended heavily on weather conditions. This community service program aimed to improve production capacity and product quality by introducing a drying oven. The program was carried out in three stages: pre-activity, implementation, and evaluation. During the pre-activity stage, the team conducted discussions and interviews to identify problems and design appropriate solutions. In the implementation stage, the team provided training and hands-on assistance in operating the drying oven. Finally, in the evaluation stage, interviews were conducted to assess changes after adopting the new technology. The results showed significant improvements: drying time decreased from 3–4 days to 5–6 hours, production capacity increased from 83 kg to 250 kg per day, processing time became more efficient by 66.6%, and the product quality became more uniform, hygienic, and overall better.
EDUKASI DAN PELATIHAN KADER KESEHATAN UNTUK PENCEGAHAN PENYAKIT TIDAK MENULAR DAN PENINGKATAN PRAKTIK IMD SERTA ASI EKSKLUSIF Ra'bung, Alfrida Semuel; Hasni, Hasni; Hartini, Diah Ayu; Sakti, Putri Mulia
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34713

Abstract

Abstrak: Kasus Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus terus meningkat di Kelurahan Baiya. Rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai gaya hidup sehat dan deteksi dini, serta terbatasnya peran kader kesehatan, memperburuk situasi ini. Selain itu, cakupan Inisiasi Menyusu Dini (IMD) dan pemberian ASI eksklusif masih rendah karena kurangnya edukasi bagi ibu hamil. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam skrining PTM dan memperkuat pengetahuan ibu hamil terkait IMD. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, penyuluhan interaktif, dan pelatihan praktik bagi 20 warga usia ≥35 tahun, 5 pemuda, dan 10 ibu hamil. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan PTM pada masyarakat dari 36% menjadi 88%, pengetahuan IMD/ASI eksklusif pada ibu hamil meningkat dari 50% menjadi 100%, serta 100% kader mampu melakukan skrining tekanan darah dan perhitungan IMT. Intervensi ini terbukti meningkatkan kesadaran kesehatan dan keterampilan kader secara signifikan.Abstract: Cases of Non-Communicable Diseases (NCDs) such as hypertension and diabetes mellitus continue to increase in Baiya Village. The low public knowledge about healthy lifestyles and early detection, as well as the limited role of health cadres, exacerbate this situation. In addition, the coverage of Early Breastfeeding Initiation (IMD) and exclusive breastfeeding is still low due to the lack of education for pregnant women. This service activity aims to increase the capacity of health cadres in NCD screening and strengthen pregnant women's knowledge related to IMD. The methods used included socialization, interactive counseling, and practical training for 20 residents aged ≥35 years, 5 youth, and 10 pregnant women. Evaluation is carried out through pre-test and post-test. The results showed an increase in NCD knowledge in the community from 36% to 88%, exclusive knowledge of IMD/ASI in pregnant women increased from 50% to 100%, and 100% of cadres were able to conduct blood pressure screening and BMI calculations. This intervention has been shown to significantly increase health awareness and skills of cadres.
EDUKASI GREEN ECONOMY DAN KEWIRAUSAHAAN HIJAU BAGI SISWA SMAK SINT CAROLUS PENFUI KUPANG Pongge, Maria Imakulata; Ketmoen, Adrianus; Perseveranda, M. E.; Leki, Salomon; Masri, Marius; Lawalu, Emiliana Martuti; Indrawati, Agnes Susanti; Loda, Adelheid Elisabet; Gamatara, Maksimilianus Jati; Betu, Kristina Wada; Firmansyah, Mariano; Manafe, David
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34069

Abstract

Abstrak: Perubahan iklim dan meningkatnya pencemaran lingkungan menuntut adanya pendidikan green economy dan kewirausahaan hijau untuk membentuk generasi yang peduli keberlanjutan. SMA Katolik Sint Carolus Penfui Kupang menghadapi tantangan rendahnya pemahaman siswa terhadap konsep tersebut, yang belum terintegrasi secara optimal dalam kurikulum. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa dalam pengelolaan sumber daya berkelanjutan serta pengembangan ide usaha ramah lingkungan. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, edukasi, dan diskusi interaktif, melibatkan 4 guru dan 40 siswa sebagai peserta. Evaluasi dilakukan melalui observasi, pre-test, post-test, dan wawancara. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa hingga 80% tentang konsep green economy dan kewirausahaan hijau, serta keterlibatan aktif dalam diskusi. Program ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan, tetapi juga membangun karakter, kreativitas, dan potensi kewirausahaan siswa untuk mendukung ekonomi lokal berkelanjutan. Guru dan pihak sekolah menilai kegiatan ini relevan dengan pendidikan karakter masa kini dan berpotensi menjadi langkah awal integrasi tema keberlanjutan ke dalam pembelajaran sekolah.Abstract: Climate change and increasing environmental pollution demand the integration of green economy and green entrepreneurship education to shape a generation that is committed to sustainability. SMA Katolik Sint Carolus Penfui Kupang faces the challenge of low student understanding of these concepts, which have not yet been optimally integrated into the curriculum. This community service program aims to enhance students’ knowledge and skills in sustainable resource management and the development of environmentally friendly business ideas. The activities were conducted through socialization, education, and interactive discussions, involving 4 teachers and 40 students as participants. Evaluation was carried out through observation, pre-tests, post-tests, and interviews. The results showed an improvement of up to 80% in students’ understanding of green economy and green entrepreneurship concepts, along with active engagement in discussions. The program not only raised environmental awareness but also fostered character building, creativity, and entrepreneurial potential to support a sustainable local economy. Teachers and school representatives assessed the program as relevant to current character education challenges and a potential starting point for integrating sustainability themes into the school curriculum.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI DIGITAL DALAM LAYANAN KONSELING UNTUK MENINGKATKAN RESILIENSI PENYINTAS KEKERASAN Mulyani, Esti; Supriatun, Evi; Hasni, Nafisah Itsna
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 6 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i6.34956

Abstract

Abstrak: Kekerasan terhadap perempuan dan anak, baik fisik, seksual, psikologis, maupun berbasis online, berdampak serius pada kesehatan mental penyintas. Layanan konseling yang tersedia masih terbatas pada tatap muka, sehingga akses korban di daerah terpencil terhambat. Program pengabdian ini bertujuan mengembangkan layanan konseling berbasis website PulihBersama.id yang aman, inklusif, dan mudah diakses. Mitra kegiatan adalah organisasi pemberdayaan perempuan di tingkat kabupaten yang terdiri dari 74 kader dan anggota tim motivasi ketahanan keluarga. Metode meliputi workshop, pendampingan, dan uji coba aplikasi, dengan evaluasi pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan keterampilan kader dalam mengoperasikan aplikasi, dari 42% sebelum kegiatan menjadi 87% setelah kegiatan, atau meningkat 45%. Peningkatan ini mencakup kemampuan pendaftaran kasus, pencatatan konseling, dan rujukan layanan. Program ini memperkuat literasi digital kader sekaligus memperluas akses konseling berbasis komunitas bagi penyintas kekerasan. Dengan demikian, keberlanjutan perlindungan psikososial dapat lebih terjamin melalui pemanfaatan teknologi digital.Abstract: Violence against women and children, whether physical, sexual, psychological, or online-based, has a serious impact on survivors' mental health. The available counseling services are still limited to face-to-face, so victims' access in remote areas is hampered. This service program aims to develop PulihBersama.id website-based counseling services that are safe, inclusive, and easily accessible. The activity partner is a women's empowerment organization at the Ang level consisting of 74 cadres and members of the family resilience motivation team. The method includes workshops, mentoring, and application trials, with pre-test and post-test evaluations. The results showed a significant increase in the skill of cadres in operating the application, from 42% before the activity to 87% after the activity, or an increase of 45%. These improvements include case registration, counseling logging, and service referral capabilities. This program strengthens the digital literacy of cadres while expanding access to community-based counseling for survivors of violence. Thus, the sustainability of psychosocial protection can be better guaranteed through the use of digital technology.
INTERNALISASI NILAI KARAKTER ANAK MELALUI SOSIALISASI ANTI-BULLYING DAN PENDIDIKAN SEKSUAL USIA DINI DI SEKOLAH DASAR Saputri, Nur Sholehah Dian
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v9i5.34298

Abstract

Abstrak: Fenomena bullying dan rendahnya literasi pendidikan seksual pada anak usia sekolah dasar menjadi penyebab berbagai permasalahan. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas sosialisasi anti bullying dan pendidikan seksual usia dini pada peserta didik di sekolah dasar. Hasil dari kegiatan berupa pre-test dan post-test dianalisis secara kuantitatif dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Sosialisasi diikuti 127 peserta didik di SD IT Anak Sholeh. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor pre-test dan post-test (Z = -9,300; p = 0,000 < 0,05). Sebanyak 122 peserta didik mengalami peningkatan pemahaman, sedangkan 5 peserta didik mengalami penurunan, dan tidak ada peserta didik yang tetap. Temuan ini menunjukkan bahwa sosialisasi anti-bullying dan pendidikan seksual usia dini berkontribusi positif terhadap internalisasi nilai karakter anak, meskipun terdapat perbedaan pemahaman antar siswa serta dipengaruhi faktor eksternal seperti budaya sekolah dan teman sebaya. Selain peningkatan kuantitatif, peserta menunjukkan antusiasme tinggi dan komitmen menginternalisasikan karakter positif dalam pergaulan sehari-hari.Abstract: The issues of bullying and limited sexual education literacy among elementary school children often lead to various challenges. This activity aims to determine the effectiveness of anti-bullying socialization and early childhood sexual education for students in elementary schools. The activity results, in the form of a pre-test and post-test, were analyzed quantitatively using the Wilcoxon Signed Rank Test. 127 students from SD IT Anak Sholeh participated in the program. The findings revealed a significant difference between pre-test and post-test results (Z = -9.300; p = 0.000 < 0.05). Of the participants, 122 students demonstrated improved understanding, five showed a decline, and none remained unchanged. Overall, the results suggest that anti-bullying socialization and early sexual education play an essential role in fostering children’s character development. However, differences in individual comprehension and external influences such as school culture and peer interactions were observed. In addition to the increase in quantity, participants showed high enthusiasm and commitment to internalizing positive character in everyday interactions.
TRANSFORMASI EKOWISATA KOPI MELALUI TEKNOLOGI INFORMASI: OPTIMALISASI WEBSITE DAN MEDIA SOSIAL UNTUK PENINGKATAN DAYA TARIK WISATA Maulana, Zulkifli; Pananrangi, Andi Rasyid; Fauzan, Arief
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 9, No 5 (2025): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak: Transformasi ekowisata kopi melalui teknologi informasi merupakan strategi penting untuk meningkatkan daya tarik dan daya saing destinasi wisata berbasis pertanian. Mitra dalam kegiatan ini adalah Kelompok Tani Aroma Arabika yang beranggotakan 25 orang. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemanfaatan media digital sebagai sarana promosi ekowisata kopi. Tujuan pengabdian ini adalah mengoptimalkan website dan media sosial sebagai sarana promosi ekowisata sekaligus meningkatkan soft skill (komunikasi digital, kreativitas konten, manajemen jejaring sosial) dan hard skill (pembuatan website, editing foto/video, analisis media digital) anggota kelompok agar mampu melakukan promosi mandiri. Metode pelaksanaan meliputi: (1) sosialisasi pentingnya branding digital, (2) pelatihan pembuatan konten digital kreatif dan pengelolaan website, (3) penerapan teknologi melalui pengembangan website dan integrasi media sosial, (4) pendampingan intensif dalam implementasi promosi digital, dan (5) evaluasi berbasis sistem monitoring dan evaluasi (Monev) yang mengukur indikator keberhasilan berupa peningkatan keterampilan anggota, kualitas konten digital, frekuensi interaksi media sosial, serta dampak ekonomi melalui jumlah kunjungan dan penjualan produk olahan kopi. Analisis keberhasilan dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui analisis SWOT dan analisis GAP untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan peningkatan soft skill dan hard skill anggota sebesar 70%, serta peningkatan nilai ekonomi kelompok sebesar 55% yang ditandai dengan kenaikan jumlah kunjungan wisata dan penjualan produk olahan kopi. Program ini memiliki potensi keberlanjutan melalui kemandirian digital kelompok dan penguatan jejaring promosi online.Abstract: Transforming coffee ecotourism through information technology is an important strategy to increase the attractiveness and competitiveness of agricultural-based tourist destinations. The partner in this activity is the Aroma Arabica Farmers Group, which has 25 members. The main problem faced is the low utilization of digital media as a means of promoting coffee ecotourism. The purpose of this community service is to optimize websites and social media as a means of promoting ecotourism while improving the soft skills (digital communication, content creativity, social network management) and hard skills (website creation, photo/video editing, digital media analysis) of group members so they are able to carry out independent promotions. The implementation methods include: (1) socialization of the importance of digital branding, (2) training in creative digital content creation and website management, (3) application of technology through website development and social media integration, (4) intensive mentoring in implementing digital promotions, and (5) evaluation based on a monitoring and evaluation (Monev) system that measures success indicators in the form of increased member skills, quality of digital content, frequency of social media interactions, and economic impact through the number of visits and sales of processed coffee products. The success analysis was carried out using a qualitative approach through SWOT analysis and GAP analysis to compare conditions before and after the activity. Results show a 70% increase in members' soft and hard skills, as well as a 55% increase in the group's economic value, as evidenced by increased tourist visits and sales of processed coffee products. This program has the potential for sustainability through the group's digital independence and strengthening its online promotional network.