cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,306 Documents
OPTIMALISASI LIMBAH PERTANIAN SEBAGAI PAKAN BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PETERNAK DOMBA DI KABUPATEN ROTE NDAO Benu, Imanuel; Jelantik, I Gusti Ngurah; Mullik, Marthen Luther; Mulik, Simon Edison; Nguru, David Agustinus; Ndun, Alberth Nugrahadi; Turupadang, Welem; Uly, Kirenius
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37374

Abstract

Abstrak: Ketersediaan pakan berkualitas merupakan salah satu kendala utama dalam usaha penggemukan domba di Kelurahan Mokdale, Kabupaten Rote Ndao, terutama pada musim kemarau. Permasalahan ini diperparah oleh belum optimalnya pemanfaatan limbah pertanian sebagai sumber pakan alternatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan peternak dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak melalui penerapan teknologi fermentasi, silase, dan amoniasi. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pendekatan pendidikan dan pelatihan yang dilanjutkan dengan praktik langsung serta pendampingan berkelanjutan berbasis Participatory Rural Appraisal (PRA). Kegiatan ini melibatkan 15 orang peternak domba yang terdiri atas 10 laki-laki dan 5 perempuan. Evaluasi kegiatan dilakukan melalui pre-test dan post-test. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sekitar 80% peserta mengalami peningkatan pemahaman terhadap teknik pengolahan limbah pertanian menjadi pakan ternak. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong pemanfaatan sumber daya lokal secara lebih efisien serta mendukung keberlanjutan usaha peternakan domba di wilayah Kelurahan Mokdale.Abstract: The availability of high-quality feed remains a major constraint in sheep fattening systems in Mokdale Village, Rote Ndao Regency, particularly during the dry season. This challenge is exacerbated by the underutilization of agricultural residues as alternative feed resources. This community service program aimed to enhance farmers’ knowledge and practical skills in processing agricultural waste into livestock feed through the application of fermentation, silage, and ammoniation technologies. The program was implemented using an education- and training-based approach, followed by hands-on practice and continuous mentoring within a Participatory Rural Appraisal (PRA) framework. A total of 15 sheep farmers (10 men and 5 women) participated in the activities. Activity evaluation was carried out through pre-test and post-test measurements. Evaluation results indicated that approximately 80% of participants demonstrated improved understanding of techniques for processing agricultural residues into sheep feed. Overall, the program contributed to promoting more efficient utilization of local resources and supporting the sustainability of sheep production systems in Mokdale Village.
MODEL EKONOMI HIJAU AGRIBISNIS KOPI GAYO DENGAN INOVASI EKONOMI AKUNTANSI DI ACEH TENGAH Tambunan, Sari Bulan; Effendi, Ihsan; Amelia, Wan Rizca
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36721

Abstract

Abstrak: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengembangkan Model Ekonomi Hijau Agribisnis Kopi yang terintegrasi dengan inovasi ekonomi akuntansi guna meningkatkan keberlanjutan lingkungan, efisiensi usaha tani, dan daya saing petani kopi. Kegiatan dilaksanakan bersama kelompok tani dan koperasi kopi rakyat dengan melibatkan 30 petani kopi sebagai peserta. Permasalahan utama yang dihadapi mitra adalah rendahnya pemahaman terhadap konsep ekonomi hijau, praktik agribisnis berkelanjutan, serta pencatatan ekonomi usaha tani yang mencerminkan nilai tambah lingkungan. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan, pendampingan partisipatif, dan demonstrasi praktik yang difokuskan pada budidaya ramah lingkungan, pencatatan biaya produksi sederhana, analisis keuntungan usaha tani, serta pemanfaatan limbah kopi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi lapangan, dan penilaian adopsi teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan literasi pencatatan biaya produksi dari 35% menjadi 82%, sekitar 70% peserta mulai menggunakan pupuk organik, serta potensi efisiensi biaya produksi sebesar 10–15%. Kegiatan ini menjadi fondasi awal penerapan agribisnis kopi yang lebih hijau, transparan, dan berdaya saing.Abstract: This community service activity aims to develop an integrated Green Economy Model for the Coffee Agribusiness that incorporates accounting innovation to improve environmental sustainability, farming efficiency, and the competitiveness of coffee farmers. The activity was carried out in collaboration with farmer groups and community coffee cooperatives, involving 30 coffee farmers as participants. The main problems faced by partners were a low understanding of the concept of green economy, sustainable agribusiness practices, and economic recording of farming businesses that reflect environmental added value. The implementation methods included training, participatory assistance, and practical demonstrations focused on environmentally friendly cultivation, simple production cost recording, analysis of farming business profits, and utilization of coffee waste. Evaluation was conducted through pre-tests and post-tests, field observations, and technology adoption assessments. The results of the activity showed an increase in production cost recording literacy from 35% to 82%, with around 70% of participants starting to use organic fertilizers, as well as potential production cost efficiencies of 10-15%. This activity laid the initial foundation for the implementation of a greener, more transparent, and more competitive coffee agribusiness.
PENINGKATAN LITERASI EKONOMI GLOBAL DAN KESADARAN PERAN PEMUDA DALAM PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN DI KOTA PALEMBANG Fadhlia, Maudy Noor; Supli, Nur Aslamiah; Fahlevi, Zhillan; Nuaba, I Kadek Andre; Damayanti, Larassita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36061

Abstract

Abstrak: Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan literasi ekonomi global dan kesadaran peran siswa sebagai pemuda dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) di tingkat Sekolah Menengah Atas. Tantangan era globalisasi menuntut generasi muda memiliki pemahaman yang komprehensif tentang isu-isu ekonomi internasional dan dampaknya terhadap pembangunan lokal-berkelanjutan. Metode pelaksanaan yang digunakan meliputi ceramah interaktif, diskusi kelompok terarah serta evaluasi melalui 10 soal pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pemahaman peserta. Peserta kegiatan adalah 31 siswa kelas XI jurusan IPS. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pemahaman sebesar 35% pada materi literasi ekonomi global dan 42% pada materi SDGs, yang diverifikasi melalui perbandingan skor pre-test dan post-test. Hal ini mengindikasikan keberhasilan program dalam menanamkan kesadaran kritis dan sense of agency pada siswa untuk berpartisipasi aktif dalam mewujudkan pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.Abstract: This community service program aims to enhance students’ global economic literacy and awareness of their role as youth in supporting the achievement of the Sustainable Development Goals (SDGs) at SMA Negeri 14 Palembang. The challenges of globalization require young generations to possess a comprehensive understanding of international economic issues and their implications for local and sustainable development. The implementation methods included interactive lectures, focused group discussions, and evaluations through pre-test and post-test assessments to measure participants’ improvement in understanding. The participants consisted of 31 students from grade XI in the social sciences program. The results of the program indicate an average increase of 35% in understanding of global economic literacy and 42% in understanding of the SDGs, as verified through comparative analysis of pre-test and post-test scores. These findings demonstrate the program’s effectiveness in fostering critical awareness and a sense of agency among students to actively participate in realizing inclusive and sustainable development.
EDUKASI DAN PEMBERIAN TABLET TAMBAH DARAH SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA PUTERI Rina Sulisthia Arbie; Nancy Olii; Endah Yulianingsih; Yollanda Dwi Santi Violentina; Sri Sujawati; Nurhidayah Nurhidayah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37698

Abstract

Abstrak: Anemia merupakan salah satu masalah gizi utama yang menyerang remaja putri di Indonesia, dengan prevalensi mencapai 32% pada tahun 2018. Remaja putri menjadi kelompok paling rentan terhadap anemia akibat menstruasi, pola konsumsi gizi yang rendah, dan kebiasaan diet ekstrem. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan status hemoglobin remaja putri melalui pendekatan edukatif dan preventif. Kegiatan dilakukan di Kabupaten Gorontalo, dengan melibatkan 50 peserta. Metode pelaksanaan mencakup penyuluhan mengenai anemia dan tablet tambah darah (TTD), skrining hemoglobin, pemberian tablet tambah darah, serta evaluasi melalui instrumen pre-test dan post-test yang memuat 15 pertanyaan . Hasil menunjukkan bahwa pengetahuan peserta tentang anemia meningkat dari 28% menjadi 93% setelah edukasi. Dari 50 peserta, 46% teridentifikasi mengalami anemia ringan, dan 10 orang menunjukkan peningkatan kadar hemoglobin setelah rutin mengkonsumsi tablet tambah darah. Indikator keberhasilan kegiatan ini ditandai oleh meningkatnya pengetahuan responden serta adanya kepatuhan konsumsi tablet Fe yang berdampak pada perbaikan kadar hemoglobin.Abstract: Anemia is one of the major nutritional problems affecting adolescent girls in Indonesia, with a prevalence reaching 32% in 2018. Adolescent girls are the most vulnerable group to anemia due to menstruation, inadequate dietary intake, and extreme dieting behaviors. This study aimed to improve the knowledge, awareness, and hemoglobin status of adolescent girls through educational and preventive approaches. The activities were conducted in Tinelo, Tualango, and Dulomo villages, Tilango Subdistrict, Gorontalo Regency, involving 50 participants. The implementation methods included health education on anemia and iron supplementation, hemoglobin screening, distribution of iron tablets, and evaluation through pre-test and post-test assessments. The results showed that participants’ knowledge about anemia increased from 28% to 93% after the educational intervention. Among the 50 participants, 46% were identified as having mild anemia, and 10 participants showed an increase in hemoglobin levels after regularly consuming iron tablets. By improving awareness and knowledge about anemia, it is expected that the prevalence of anemia and its negative impacts on the younger generation can be reduced.
OPTIMALISASI PERAN APOTEKER DALAM PENCEGAHAN DIARE MELALUI EDUKASI INTERAKTIF PADA REMAJA DI PESANTREN Onny Ziasti Fricillia; Rayhan Nurfarizki Achja; M Ridho Syahreza; Muhammad Rizky Aulia Rachman
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38076

Abstract

Abstrak: Diare merupakan suatu penyakit yang membuat penderitanya sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer. Penyakit ini bisa menyebar melalui empat hal, yaitu makanan, tinja, minuman, dan tangan. Tujuan dari kegiatan edukasi ini adalah untuk meningkatkan pemahaman santri tentang pencegahan diare melalui penyampaian ceramah, demonstrasi dan games interaktif dengan memanfaatkan media powerpoint, leaflet dan mix and match card untuk meningkatkan pemahaman para santri. Metode yang digunakan adalah sosialisasi terhadap para santri dengan menggunakan leaflet dan power point. Penilaian tingkat pemahaman antar santri dilakukan dengan menggunakan kuisoner pre-test dan post-test yang diberikan kepada 14 santri. Kuisoner yang digunakan berisi 10 pertanyaan. quasi eksperimental dengan desain satu kelompok pre-test dan post-test. Hasil yang didapatkan yaitu, terjadi peningkatan pemahaman yang dapat dibuktikan dengan melihat hasil persentase pada pre-test dan post-test dengan peningkatan dari 48,6% menjadi 84,3%. Selain itu, santri terlihat interaktif dan antusias terhadap pemaparan materi, mempraktekkan cara mencuci tangan dengan baik dan benar serta mix and match card.Abstract: Diarrhea is a disease that causes sufferers to have frequent bowel movements, with loose stools. This disease can be spread through four things: food, feces, drinks, and hands. The purpose of this educational activity is to improve students' understanding of diarrhea prevention through lectures, demonstrations, and interactive games using PowerPoint media, leaflets, and mix and match cards to improve students' understanding. The method used is socialization to students using leaflets and PowerPoint. Assessment of the level of understanding among students was carried out using a pre-test and post-test questionnaire given to 14 students. The questionnaire used contained 10 questions. The results obtained were an increase in understanding as evidenced by looking at the percentage results in the pre-test and post-test with an increase from 48.6% to 84.3%. In addition, students appeared interactive and enthusiastic about the presentation of the material, practicing how to wash hands properly and correctly, and mix and match cards.Diarrhea is a disease that causes sufferers to have frequent bowel movements, with loose stools. This disease can be spread through four things: food, feces, drinks, and hands. The purpose of this educational activity is to improve students' understanding of diarrhea prevention through lectures, demonstrations, and interactive games using PowerPoint media, leaflets, and mix and match cards to improve students' understanding. The method used is a quasi-experimental design with a single group pre-test and post-test. The results obtained are an increase in understanding as evidenced by the percentage results in the pre-test and post-test with an increase from 48.6% to 84.3%. In addition, students appeared interactive and enthusiastic about the presentation of the material, practicing how to wash hands properly and correctly, and mix and match cards.
PENGUATAN MODERASI BERAGAMA BAGI SISWA: PENDEKATAN KOLABORATIF UNTUK MENCEGAH RADIKALISME Titik Rahmawati; Ella Izzatin Nada
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.38029

Abstract

Abstrak: Radikalisme agama merupakan ancaman serius di lingkungan pendidikan yang perlu diantisipasi sejak dini, terutama pada jenjang pendidikan menengah pertama, di mana siswa berada pada fase penting pembentukan sikap keagamaan dan kebangsaan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat pemahaman moderasi beragama bagi siswa MTs melalui pendekatan kolaboratif dan partisipatif. Metode yang digunakan mengombinasikan pendekatan kualitatif dan Community-Based Research (CBR), dilengkapi angket pretest–posttest untuk menilai efektivitas program. Sebanyak 85 siswa mengikuti rangkaian kegiatan, dan evaluasi dilakukan dengan membandingkan skor pemahaman sebelum dan sesudah intervensi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman moderasi beragama dari 38% pada pretest menjadi 82% pada posttest, disertai perkembangan sikap yang lebih terbuka, toleransi antarumat beragama, dan penguatan nilai kebangsaan. Temuan ini menegaskan bahwa program penguatan moderasi beragama efektif sebagai langkah preventif dalam menekan potensi tumbuhnya paham radikalisme di lingkungan madrasah.Abstract: Religious radicalism is a serious threat in the educational environment that needs to be anticipated early, especially at the junior high school level, where students are in a crucial phase of forming religious and national attitudes. This community service activity aims to strengthen the understanding of religious moderation among MTs students thru a collaborative and participatory approach. The method used combines qualitative approaches and Community-Based Research (CBR), supplemented with pretest-posttest questionnaires to assess the program's effectiveness. A total of 85 students participated in the series of activities, and the evaluation was conducted by comparing the understanding scores before and after the intervention. The results show an increase in the understanding of religious moderation from 38% in the pretest to 82% in the posttest, accompanied by the development of a more open attitude, interfaith tolerance, and the strengthening of national values. These findings affirm that the religious moderation strengthening program is effective as a preventive measure in suppressing the potential growth of radicalism within the madrasa environment.
IMPLEMENTASI ECOSINK BERBASIS LIMBAH PLASTIK: STRATEGI EDUKATIF PENGELOLAAN SAMPAH DAN PENINGKATAN SANITASI SEKOLAH Deddy Alif Utama; Fitriani Sudirman; Bun Yamin Badjuka; Yanti Mustafa; Sulastri Pua Age; Juwita Suma
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37592

Abstract

Abstrak: Permasalahan sampah plastik dan minimnya fasilitas sanitasi di sekolah menjadi tantangan serius bagi kesehatan lingkungan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman siswa mengenai pengelolaan sampah melalui penerapan teknologi tepat guna Ecosink (wastafel portabel) berbasis bahan daur ulang. Mitra kegiatan adalah 53 siswa di salah satu SMA Islam, Kota Gorontalo. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Learning yang mengombinasikan edukasi, praktik perakitan, dan observasi. Hasil menunjukkan keberhasilan pembuatan unit Ecosink fungsional dengan peningkatan pengetahuan siswa dari 92% menjadi 98%. Meskipun terjadi ceiling effect pada aspek kognitif, program ini efektif menanamkan keterampilan teknis (hardskill) daur ulang. Sebagai tindak lanjut, disarankan alokasi waktu workshop yang lebih panjang dan pembentukan tim piket khusus untuk perawatan media filter secara berkala guna menjamin keberlanjutan sarana sanitasi sekolah.Abstract: The problem of plastic waste and the lack of sanitation facilities in schools pose serious challenges to environmental health. This community service activity aims to improve students' understanding of waste management through the application of appropriate technology called Ecosink (portable sink) based on recycled materials. The partners were 53 students at one of the Islamic High School, Gorontalo City. The implementation method used a Participatory Learning approach, combining education, assembly practice, and observation. Results showed the successful creation of functional Ecosink units, with student knowledge increasing from 92% to 98%. Despite a ceiling effect in cognitive scores, the program effectively instilled technical recycling skills. Moving forward, longer workshop durations and the formation of dedicated student maintenance teams for periodic filter replacement are recommended to ensure the sustainability of school sanitation facilities.
PEMBERDAYAAN PERTANIAN LAHAN KERING MALALUI PERTANIAN BAWANG MERAH ORGANIK BERTEKNOLOGI DIGITAL Gede Widayana; I Gusti Lanang Agung Parwata; Nia Erlina; Ida Bagus Putu Mardana; I Komang Restu Widi Artha; Ni Kadek Cinta Eka Putri Jayanti; Anak Agung Gde Suyoga Wiguna; Gede Arya Amerta; Putu Vina Febryanti; Gede Darmika Yasa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37984

Abstract

Abstrak: Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) ini dilaksanakan pada kelompok tani mitra di wilayah pedesaan dengan basis ekonomi pertanian hortikultura dan perikanan air tawar. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi sistem produksi yang masih konvensional, keterbatasan akses air, lemahnya manajemen usaha, serta ketergantungan pemasaran pada pengepul. Kegiatan pengabdian bertujuan meningkatkan kapasitas produksi dan nilai tambah ekonomi mitra melalui penerapan teknologi digital dan penguatan manajemen usaha. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Learning System (PALS) yang meliputi sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi, serta penguatan kelembagaan dan keberlanjutan dengan melibatkan 25 anggota kelompok tani. Evaluasi dilakukan melalui pre–post assessment keterampilan dan pencatatan perubahan produktivitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan keterampilan teknis mitra sebesar 38%, peningkatan efisiensi produksi pertanian sebesar 30%, serta peningkatan nilai jual produk olahan bawang merah rata-rata sebesar 25% melalui diversifikasi produk dan perbaikan sistem pemasaran.Abstract: This Community Service Program (PkM) is implemented in partner farmer groups in rural areas with an economic base of horticulture and freshwater fisheries. The main problems faced by partners include conventional production systems, limited water access, weak business management, and marketing dependence on collectors. The community service activity aims to increase production capacity and economic added value of partners through the application of digital technology and strengthening business management. The implementation method uses the Participatory Action Learning System (PALS) approach which includes socialization, training, technology application, mentoring and evaluation, as well as institutional strengthening and sustainability by involving 25 farmer group members. Evaluation is carried out through pre-post skills assessments and recording productivity changes. The results of the activity show an increase in partners' technical skills by 38%, an increase in agricultural production efficiency by 30%, and an average increase in the selling value of processed shallot products by 25% through product diversification and improvements to the marketing system.
PELATIHAN INOVASI PANGAN LOKAL PEKARANGAN RUMAH DAN PEMBUATAN PMT Khoirul Anwar; Ibnu Malkan Bakhrul Ilmi; Avliya Quratul Marjan; Sarah Al’zazilla; Cahya Kamila; Yehezkiel Firman Anugerah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37412

Abstract

Abstrak: Data prevalensi stunting pada anak secara nasional tahun 2024 sudah mencapai 19,8%. Berdasarkan data SSGI 2024, Kota Depok memiliki prevalensi stunting sebanyak 12,5% sehingga membutuhkan intervensi atau strategi terarah untuk menekan angka tersebut. Tingginya kasus disebabkan oleh kurangnya pengetahuan gizi keluarga serta pemanfaatan pangan lokal yang belum optimal untuk mendukung pertumbuhan anak. Stunting tidak hanya berdampak pada kesehatan dan kognitif anak, tetapi juga berdampak terhadap ekonomi masa depan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam upaya menekan angka stunting melalui pemanfaatan pangan lokal dari pekarangan rumah. Kegiatan Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di Paud Wijaya Kusumah, Kelurahan Kedaung, Depok. Terdiri dari 16 peserta yang merupakan anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Asri Kedaung dan warga setempat. Metode yang dilakukan adalah penyuluhan dengan media audio visual, serta adanya praktik langsung. Evaluasi peningkatan pengetahuan mitra dilakukan melalui pengisian pretest dan posttest yang terdiri dari 10 soal, kemudian dilakukan analisis statistik menggunakan SPSS dengan uji paired sample t-test. Hasil yang diperoleh adalah kegiatan ini berjalan lancar, peserta aktif dan mengikuti kegiatan hingga akhir. Tidak terdapat peningkatan pengetahuan peserta yang signifikan, tetapi terdapat peningkatan rata-rata pada hasil pre-test dan post-test peserta. Kegiatan ini sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menekan angka stunting.Abstract: The national prevalence of stunting in children in 2024 has reached 19.8%. Based on SSGI 2024 data, Depok City has a stunting prevalence of 12.5%, requiring targeted interventions or strategies to reduce this figure. The high number of cases is due to a lack of nutritional knowledge among families and the suboptimal use of local foods to support child growth. Stunting not only affects children's health and cognition, but also has an impact on their future economic prospects. The aim of this activity is to increase community knowledge and awareness in order to reduce stunting rates through the use of local food from home gardens. This community service activity was carried out at the Wijaya Kusumah Early Childhood Education Center in Kedaung Village, Depok. It consisted of 16 participants who were members of the Asri Kedaung Women Farmers Group (KWT) and local residents. The methods used were audio-visual counseling and hands-on practice. The evaluation of the partners' knowledge improvement was carried out through the completion of a pretest and posttest consisting of 10 questions, followed by statistical analysis using SPSS with a paired sample t-test. The result obtained was that this activity ran smoothly, with participants actively participating and following the activity until the end. There was no significant increase in participants' knowledge, but there was an average increase in participants' pre-test and post-test results. This activity was an effort to increase public knowledge and attitudes in reducing stunting rates.
IMPLEMENTASI PICOBOT UNTUK LATIHAN PASCA STROKE PASIEN DENGAN KELAINAN GAIT SEPERTI FOOT DROP Dimas Adiputra; Aris Kusumawati; Nilla Rachmaningrum; Ario Veisa Rayanda Utomo
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 2 (2026): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i2.37674

Abstract

Abstrak: Stroke adalah juara penyebab utama disabilitas, di mana dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan berjalan sehingga penyintas stroke memerlukan fisioterapi untuk pemulihan. Jumlah fisioterapis yang terbatas serta lamanya proses rehabilitasi sering menjadi tantangan dalam pelaksanaan fisioterapi konvensional. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mendiseminasikan produk riset berupa robot fisioterapi engkel, Picobot di RSUD Dr. Soetomo untuk mendukung aktifitas fisioterapi berjalan serta meningkatkan wawasan tenaga kesehatan dan pasien mengenai penggunaan teknologi robotik untuk fisioterapi. RSUD Dr. Soetomo adalah rumah sakit daerah di bawah naungan pemerintah provinsi Jawa Timur yang fokus dalam pelayanan kesehatan juga pengembangan keilmuan kesehatan melalui kerja sama penelitian dan pengabdian masyarakat dengan perguruan tinggi. Kegiatan ini dihadiri oleh 1 dokter rehabilitasi medik, 2 fisioterapis, 5 pasien serta undangan umum. Pelaksanaan dibagi menjadi tiga tahapan, yaitu pra, inti dan pasca kegiatan, di mana Picobot didiseminasikan melalui edukasi dan pelatihan serta disurvei melalui kuesioner dan wawancara. Hasil survey menunjukkan bahwa Picobot dipersepsikan aman, mudah digunakan dan bermanfaat untuk terapi berjalan. Responden juga mengabarkan pengalaman terapi yang lebih menyenangkan dengan skor peningkatan lebih dari 60%. Picobot dapat diterapkan sebagai solusi untuk mendukung fisioterapi berkelanjutan, baik di komunitas maupun institusi kesehatan di Indonesia, seperti RSUD Dr. Soetomo.Abstract: Stroke is the leading cause of disability, which in the long term can cause walking disorders, requiring stroke survivors to undergo physical therapy for recovery. The limited number of physical therapists and the length of the rehabilitation process often pose challenges in the implementation of conventional physical therapy. This community service activity aims to disseminate research products in the form of an ankle physical therapy robot, Picobot, at Dr. Soetomo Regional General Hospital to support walking physical therapy activities and increase the knowledge of health workers and patients regarding the use of robotic technology for physical therapy. Dr. Soetomo Regional General Hospital is a regional hospital under the auspices of the East Java provincial government that focuses on health services and the development of health science through research and community service collaborations with universities. This activity was attended by 1 medical rehabilitation doctor, 2 physiotherapists, 5 patients, and the general public. The implementation was divided into three stages, namely pre, core, and post-activity, where Picobot was disseminated through education and training and surveyed through questionnaires and interviews. The survey results show that Picobot is perceived as safe, easy to use, and useful for walking therapy. Respondents also reported a more enjoyable therapy experience with an improvement score of more than 60%. Picobot can be applied as a solution to support continuous physiotherapy, both in communities and health institutions in Indonesia, such as Dr. Soetomo General Hospital.