cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENYULINGAN SEDERHANA UNTUK PRODUKSI MINYAK ATSIRI SKALA RUMAH TANGGA Yanti, Hikma; Setyawati, Dina; Destiana, Destiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36167

Abstract

Abstrak: Minyak atsiri merupakan komoditi di sektor agribisnis yang memiliki pasaran bagus dan berdaya saing kuat di pasaran luar negeri. Keterbatasan pengetahuan masyarakat dalam menggunakan alat penyulingan minyak atsiri yang sederhana berdampak pada sumber daya alam yang ada di Kawasan Hutan Dengan Tujuan Khusus (KHDTK) yang belum dimanfaatkan secara maksimal. Tujuan dari kegiatan PKM (Pengabdian Kepada Masyarakat) ini yaitu meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat di sekitar KHDTK dalam memanfaatkan sumber daya alam dalam pembuatan minyak atsiri dengan menggunakan teknologi penyulingan sederhana. Kegiatan ini dilakukan dengan tiga tahapan, yaitu persiapan (pengumpulan informasi jenis tumbuhan penghasil minyak atsiri), pelaksanaan (sosialisasi teknologi penyulingan sederhana dalam pembuatan minyak atsiri) dan evaluasi kegiatan sebelum dan sesudah kegiatan dengan menggunakan kuisoner. Hasil kegiatan menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan dan pemahaman peserta kegiatan tentang minyak atsiri dari 0% menjadi 100%, perubahan tentang penyulingan minyak atsiri dari 0% menjadi 100% dan peningkatan pengetahuan mengenai cara pemanfaatan minyak atsiri yang awalnya 6,25% menjadi 100%.Abstract: Essential oils are a commodity in the agribusiness sector that has a good market and is highly competitive in foreign markets. The limited knowledge of the community regarding the use of simple essential oil distillation tools has an impact on the natural resources in the Special Purpose Forest Area (KHDTK), which have not been fully utilized. The purpose of this PKM (Community Service) activity is to increase the community's knowledge and awareness of utilizing natural resources in the production of essential oils using simple distillation technology at the KHDTK. This activity was conducted in three stages: preparation (gathering information on the types of plants that produce essential oils), implementation (socialization of simple distillation technology for essential oil production), and evaluation of activities before and after the activity using questionnaires. The results of the activity showed an increase in the participants' knowledge and understanding of essential oils from 0% to 100%, a change in their understanding of essential oil distillation from 0% to 100%, and an increase in their knowledge of how to use essential oils from 6.25% to 100%.
INOVASI INSINERATOR DRUM MINIM ASAP SEBAGAI SOLUSI PENGELOLAAN SAMPAH RUMAH TANGGA RAMAH LINGKUNGAN Lubis, Fitri Romaito; Abdelina, Abdelina; Siregar, Martua; Harahap, Yusniar; Harahap, Bayo; Azzahra, Fitrah Suci
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36117

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama masyarakat di Lingkungan III Kampung Kelapa, Kelurahan Timbangan, adalah rendahnya pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola sampah rumah tangga secara ramah lingkungan. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kualitas pengelolaan sampah melalui penerapan teknologi tepat guna berupa insinerator drum minim asap. Kegiatan dilaksanakan selama satu bulan melibatkan 20 kepala keluarga dan 2 mahasiswa Universitas Graha Nusantara. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan berbasis praktik langsung, pemasangan alat, pendampingan, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman warga sebesar 38% (hardskill) dan peningkatan partisipasi serta kepedulian lingkungan sebesar 41% (softskill). Warga mampu mengoperasikan alat secara mandiri dan mengurangi volume sampah tak terkelola hingga 33%. Program ini membuktikan bahwa pendekatan edukatif berbasis teknologi tepat guna efektif meningkatkan kapasitas masyarakat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan.Abstract: The main problem faced by residents in Lingkungan III Kampung Kelapa, Timbangan Village, is the lack of knowledge and skills in environmentally friendly household waste management. This Community Service Program aimed to increase environmental awareness and improve waste management quality through the application of an appropriate technology low-smoke drum incinerator. The program was implemented over one month, involving 20 households and 2 university students from Universitas Graha Nusantara. The methods included socialization, hands-on training, installation, mentoring, and evaluation using pre-test and post-test. The results indicated a 38% improvement in hardskill and a 41% increase in softskill related to environmental awareness and community participation. Residents successfully operated the tool independently and reduced unmanaged waste volume by 33%. The program demonstrates that community-based education integrated with appropriate technology effectively enhances environmental literacy and sustainable waste management capacity.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU SMP DALAM MERANCANG PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS KONTEKS DAN TEKNOLOGI DIGITAL Yanti, Liza Puspita; Sa’diyah, Mukhtamilatus; Wijayanti, Pradnyo; Saadah, Nurus; Indrawatiningsih, Nonik
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36353

Abstract

Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan paradigma pembelajaran matematika menuju pendekatan yang lebih interaktif, kreatif, dan kontekstual. Namun, sebagian besar guru SMP masih menghadapi kendala dalam merancang pembelajaran yang mengintegrasikan konteks kehidupan nyata dengan pemanfaatan teknologi digital secara efektif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru SMP di salah satu daerah di Indonesia dalam merancang pembelajaran matematika berbasis konteks melalui penggunaan teknologi digital. Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan, workshop, dan pendampingan daring dengan total durasi 32 jam pembelajaran yang diikuti oleh 17 guru matematika. Evaluasi dilakukan melalui pretest–posttest dan angket kepuasan peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan pada pemahaman guru terhadap konsep pembelajaran berbasis konteks, kemampuan mengintegrasikan teknologi digital dalam pembelajaran, keterampilan merancang modul ajar berbasis konteks, serta kepercayaan diri dalam mengimplementasikan pembelajaran matematika yang inovatif. Secara keseluruhan, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kompetensi profesional guru, baik dari aspek hardskill, seperti penguasaan teknologi dan pengembangan modul ajar digital, maupun softskill, seperti kemampuan reflektif dan kolaboratif dalam menciptakan pembelajaran yang bermakna dan relevan bagi siswa.Abstract: The rapid development of digital technology has transformed mathematics learning into a more interactive, creative, and contextual process. However, many junior high school teachers still face challenges in designing lessons that effectively connect real-life contexts with digital technology. This community service program aimed to enhance the competence of junior high school teachers in Mojokerto Regency in designing contextual mathematics learning through the use of digital tools. The program consisted of counseling, workshops, and online mentoring over 32 learning hours, involving 17 mathematics teachers. Evaluation was carried out through pretest–posttest and participant satisfaction questionnaires. The results showed significant improvements in teachers’ understanding of contextual learning concepts (from 60% to 95%), ability to integrate digital technology (from 55% to 90%), skills in designing contextual teaching modules (from 50% to 85%), and confidence in implementing innovative classroom practices (from 65% to 95%). This program effectively strengthened teachers’ professional competencies, both in terms of hardskills, such as technological proficiency and digital module design, and softskills, such as reflective thinking and collaboration in developing meaningful learning experiences for students.
PROGRAM PENCEGAHAN STUNTING MELALUI VARIASI OLAHAN DAUN KELOR BAGI KADER POSYANDU Nugroho, Agung; Untarti, Reni; Irawan, Dedy; Muryaningsih, Sri; Wibowo, Anggun Pria
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36744

Abstract

Abstrak: Stunting menjadi salah satu problem kesehatan yang dialami hampir di semua negera berkembang termasuk Indonesia. Penyebab utama stunting di Indonesia meliputi pola makan yang kurang bergizi, sanitasi yang buruk, serta akses terhadap layanan kesehatan yang masih terbatas di beberapa daerah. Hal ini ditambah realita jika kesadaran masyarakat terhadap isu stunting masih tergolong rendah. Melihat hal ini tentunya perlu penanganan secara integratif melalui edukasi secara berkelanjutan serta dengan dengan meningkatkan asupan gizi melalui konsumsi makanan yang kaya akan nutrisi. Tujuan kegiatan ini yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang gizi seimbang dan pencegahan stunting serta memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam membuat makanan olahan sehat dari daun kelor. Program sosialisasi ini dilaksanakan dengan sasaran penerima yaitu para kader Posyandu di Desa Karangcegak, Kabupaten Purbalingga sebanyak 15 orang. Kegiatan berupa sosialisasi serta pembuatan cookies berbahan baku dain kelor sebagai salah satu inovasi makanan sehat bagi anak. Setelah pelatihan, kader menunjukkan peningkatan pengetahuan dan pengalaman pelatihan dari 40% menjadi 100%. Program ini menjadi strategi edukatif yang efektif dalam upaya pencegahan stunting di tingkat desa serta mendukung pemanfaatan potensi pangan lokal secara berkelanjutan.Abstract: Stunting is one of the health problems experienced in almost all developing countries, including Indonesia. The main causes of stunting in Indonesia include poor nutrition, poor sanitation, and limited access to health services in some areas. This is compounded by the fact that public awareness of stunting is still relatively low. In view of this, an integrated approach is needed through continuous education and by increasing nutritional intake through the consumption of nutrient-rich foods. The objectives of this activity were to raise public awareness about balanced nutrition and stunting prevention, as well as to provide knowledge and skills in making healthy processed foods from moringa leaves. This socialization program was carried out with 15 Posyandu cadres in Karangcegak Village, Purbalingga Regency as the target recipients. The activity involved socialization and the making of cookies using moringa leaves as one of the innovations in healthy food for children. After the training, the cadres showed an increase in knowledge and training experience from 40% to 100%. This program has become an effective educational strategy in efforts to prevent stunting at the village level and supports the sustainable utilization of local food potential.
EFEKTIVITAS EDUKASI BERBASIS VIDEO DALAM MENINGKATKAN PENGETAHUAN REMAJA TENTANG PENCEGAHAN STUNTING Kurniawati, Nurdika; Kusumaningrum, Tanjung Anitasari Indah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36022

Abstract

Abstrak: Upaya peningkatan pengetahuan remaja mengenai stunting merupakan langkah penting dalam pencegahan masalah gizi sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pencegahan stunting melalui media edukatif berupa video, yang dilaksanakan pada tanggal 5 dan 12 Juli 2025 dengan melibatkan 41 remaja anggota Karang Taruna Desa Kertonatan. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest yang terdiri dari 20 pertanyaan untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan skor rata-rata dari 68,0 menjadi 80,2, atau mengalami kenaikan sebesar 17,9%. Edukasi mengenai stunting dapat meningkatkan pengetahuan remaja terkait definisi, dampak, faktor risiko, dan cara pencegahan sejak dini, sementara media video dapat dimanfaatkan sebagai salah satu media edukasi yang relevan, komunikatif, dan mudah diterima dalam upaya penyuluhan kesehatan bagi remaja. Disarankan agar kegiatan edukatif ini dapat dilanjutkan secara rutin, sehingga pengetahuan dan kesadaran remaja mengenai stunting semakin meningkat dan berdampak pada pencegahan masalah gizi di masa depan.Abstract: Efforts to increase adolescents' knowledge about stunting are an important step in the early prevention of nutritional ptoblems. This community service activity aims to increase adolescents’ knowledge regarding stunting prevention through educational media in the form of a video, which was carried out on July 5 and 12, 2025, involving 41 adolescent members of the Karang Taruna in Kertonatan Village. The evaluation was conducted using a pretest and posttest consisting of 20 questions to measure changes in participants’ knowledge levels. The results showed an increase in the average score from 68.0 to 80.2, or an increase of 17.9%. Education about stunting can increase adolescents’ knowledge related to the definition, impacts, risk factors, and early prevention methods, while video media can be utilized as a relevant, communicative, and easily accepted educational tool in health promotions efforts for adolescents. It is recommended that this educational activity be continued regularly so that adolescents’ knowledge and awareness of stunting continue to increase and contribute to the prevention of nutritional problems in the future.
EFEKTIVITAS PELATIHAN ANTI PERUNDUNGAN ISLAMI PADA GURU DAN DOSEN Uyun, Muhamad; Ningsih, Ike Utia; Bahriah, Yuli; Damayanti, Sulpa
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36846

Abstract

Abstrak: Fenomena perundungan (bullying) masih menjadi persoalan serius di sekolah dan perguruan tinggi karena berdampak pada kesehatan psikologis, rasa aman, dan kualitas pembelajaran. Mitra kegiatan menghadapi beragam kendala, antara lain ketiadaan SOP anti bullying berbasis nilai Islam, rendahnya kemampuan deteksi dini pendidik, serta belum tersedianya mekanisme pelaporan dan dukungan psikososial. Pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan pendidik dalam pencegahan dan penanganan bullying melalui Pelatihan Pendidikan Anti-Bullying berbasis Islam. Metode yang digunakan mencakup penyuluhan interaktif, diskusi kasus, dan latihan identifikasi tanda bullying yang melibatkan 66 peserta dari berbagai jenjang pendidikan. Evaluasi dilakukan melalui pretest posttest serta pemantauan partisipasi sebanyak 20 pertanyaan pilihan ganda. Hasil menunjukkan peningkatan kemampuan peserta, kelompok dosen mengalami peningkatan paling tinggi sebesar 3,23%, diikuti oleh guru SMA sebesar 1,14%. Sementara kelompok lainnya tidak menunjukkan perubahan nilai rata rata. Program ini berkontribusi pada penguatan kapasitas pendidik dan pembentukan lingkungan pendidikan yang lebih aman, empatik, dan humanis.Abstract: Bullying remains a serious issue in schools and universities due to its impact on psychological well being, safety, and overall learning climate. The partner institution faces several challenges, including the absence of Islamic-based anti-bullying SOPs, limited early detection skills among educators, and a lack of reporting mechanisms and psychosocial support. This community service program aims to enhance educators’ knowledge, attitudes, and skills in preventing and managing bullying through Islamic-based Anti-Bullying Education Training. The methods consisted of interactive lectures, case discussions, and practical identification exercises, involving 66 participants across educational levels. Evaluation was conducted through pretest posttest assessments and participation monitoring. The results indicate an improvement in participants’ competencies, particularly in understanding bullying concepts, identifying risks, and applying Islamic values such as active sabr, adl, ihsan, and qaulun ma’ruf in intervention practices. The program strengthens educators’ capacity and promotes the development of safer, more empathetic, and humanistic educational environments.
EDUKASI PENTINGNYA ALAT PELINDUNG DIRI DAN PEMERIKSAAN KESEHATAN PADA PETANI DI SIGI BIROMARU Putrie, Intania Riska; Setyawati, Tri; Oktafiani, Devi; Pratika, Mayabi; Walanda, Ryka Marina; Listawati, Listawati; Finomala, Finomala; Yulia, Yulia; Mus, Rosdiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36235

Abstract

Abstrak: Penggunaan pestisida oleh petani berisiko tinggi menyebabkan paparan bahan kimia secara langsung yang dapat memicu penyakit, salah satunya hipertensi. Hal ini disebabkan masih banyak petani memakai alat pelindung diri (APD) tidak secara lengkap. Implementasi penggunaan APD di lapangan pun kerap terabaikan karena beberapa faktor, salah satunya kurangnya pengetahuan mengenai pentingnya APD dan cara pemakaiannya yang tepat. Tujuan kegiatan pengabdian ini untuk mengedukasi pentingnya penggunaan APD bagi petani guna mencegah dampak negatif dari paparan pestisida jangka panjang. Metode yang digunakan meliputi edukasi langsung serta pemeriksaan kesehatan sederhana, seperti pengukuran tensi darah, glukosa darah sewaktu, dan asam urat. Kegiatan ini dilaksanakan di Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, pada 29 Agustus 2025 dengan peserta sebanyak 35 petani. Evaluasi dalam kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan wawancara yang disertai edukasi oleh Tim Pengabdi. Hasilnya, masih cukup banyak petani yang menggunakan APD tidak lengkap bahkan tidak menggunakan APD saat bekerja. Hasil ini mendukung hasil pemeriksaan kesehatan yang menunjukkan mayoritas petani mengalami hipertensi (51,4%), meskipun kadar saturasi oksigen normal (100%), kadar GDS normal (91,4%) dan kadar asam urat normal (54,3%). Setelah diberikan edukasi dan melihat secara langsung hasil pemeriksaan kesehatan, para petani memahami pentingnya penggunaan APD bagi kesehatan serta akan menggunakan APD yang telah dibagikan saat bekerja di lahan pertanian.Abstract: The use of pesticides by farmers carries a high risk of direct exposure to chemical substances which can trigger diseases one of which is hypertension. This is because a large number of farmers still do not fully or appropriately wear personal protective equipment (PPE). One of the many reasons why PPE usage in the field is frequently overlooked is a lack of awareness regarding the significance of PPE and how to use it properly. This community service project aims to inform farmers on the value of personal protective equipment (PPE) in preventing the harmful effects of prolonged pesticide exposure. The methods used include direct education and basic health checks, such as blood pressure measurement, random blood glucose level testing, and uric acid level testing. This activity was conducted at Sigi Biromaru, Sigi Regency, Central Sulawesi, on August 29, 2025, with 35 participating farmers. The evaluation conducted during this activity, in addition to health checks, also included interviews and educational sessions by the Community Service Team. The results revealed that a significant number of farmers were still using incomplete or no PPE while working. This finding supports the health checks, which showed that the majority of farmers had hypertension (51.4%), despite normal oxygen saturation levels (100%), normal blood glucose levels (91.4%), and normal uric acid levels (54.3%). After being educated and seeing the results of the health checks firsthand, the farmers understood the importance of using PPE for their health and will use the PPE that has been distributed when working on agricultural land.
PEMBERDAYAAN SISWA SMA SEBAGAI AGEN PENGURANGAN RISIKO BENCANA HIDROMETEOROLOGI Dwinanda, Indah Gumilang; Thareq, Subhan Ilham; Cassiophea, Lolla; Adelia, Kadek Ayu Cintya; Puspitorini, Mega; Angeline, Adinda Martha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37058

Abstract

Abstrak: Child-centered Disaster Risk Reduction (CDRR) atau pengurangan risiko bencana yang berpusat pada anak merupakan salah satu pendekatan inovatif yang memberdayakan kaum muda sebagai kontributor aktif untuk membang ketahanan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan secara signifikan meningkatkan pengetahuan siswa tentang risiko terjadinya bencana dan ketahanan masyarakat Siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) yang masih tergolong di bawah umur, sehingga dikelompokkan sebagai anak-anak yang mana tidak hanya kelompok rentan tetapi juga sebagai agen perubahan yang kuat dalam upaya pengurangan risiko bencana. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya budaya sadar bencana hidrometeorologi, meningkatkan pengetahuan siswa terkait tugas dan tanggung jawab seorang agen pengurangan risiko bencana hidrometeorologi dan meningkatkan keterampilan para siswa dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pelatihan kepada siswa tentang penerapan teknologi sistem peringatan dini berbasis Internet of Things (IoT) serta mendukung hilirasi hasil penelitian yang sesuai dengan target dan masalah yang terjadi di masyarakat. Berdasarkan hasil kegiatan yang telah dilaksanakan maka didapatkan persentase diatas 85% untuk pemahaman bencana hidrometeorologi, langkah pencegahan dan langkah penanganan.Abstract: Child-centred Disaster Risk Reduction (CDRR) is an innovative approach that empowers young people to become active contributors to building community resilience. This approach is expected to significantly increase students' knowledge about disaster risk and community resilience. High school students are still classified as minors, so they are grouped as children who are not only a vulnerable group but also powerful agents of change in disaster risk reduction efforts. This community service activity aims to raise students' awareness of the importance of a culture of awareness of hydrometeorological disasters, increase students' knowledge of the duties and responsibilities of a hydrometeorological disaster risk reduction agent, and improve students' skills in dealing with hydrometeorological disasters. In addition, this activity also provided training to students on the application of early warning systems based on the Internet of Things (IoT) and supported the dissemination of research results in line with the targets and issues occurring in the community. Based on the results of the activities that have been carried out, a percentage of above 85% was obtained for understanding hydrometeorological disasters, preventive measures, and response measures.
EDUKASI HIV BERBASIS PAR DAN SOCIAL ENGINEERING: PENINGKATAN LITERASI DAN TRAJEKTORI PADA REMAJA SMA DI PALANGKA RAYA Nugroho, Chrismantya Dwi Satriya; Yubel, Novrel Esa; Saputra, Adithiya Wiradinatha; Ramadina, Trisni Salsa; Simanjuntak, Peronika; Sari, Cyntia Lupita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36598

Abstract

Abstrak: Remaja merupakan kelompok usia yang rentan terhadap penyebaran HIV/AIDS. Fenomena ini diperparah dengan minimnya literasi kesehatan, berkembangnya stigma negatif, dan disparitas akses informasi di lingkungan sekolah. Sementara, pendekatan penyuluhan konvensional yang bersifat satu arah seringkali kurang efektif dalam memodifikasi sikap dan perilaku. Oleh karena itu, diperlukan strategi intervensi yang melibatkan partisipasi aktif dan rekayasa sosial, yang selaras dengan budaya sekolah dan memanfaatkan pengaruh teman sebaya. Kegiatan yang melibatkan 75 peserta dari kelompok umur remaja ini akan mengevaluasi efektivitas sosialisasi HIV/AIDS yang didasarkan pada metode participatory action research, kemudian diintegrasikan dengan social engineering demi meningkatkan pengetahuan dan kesiapan perilaku pencegahan di kalangan siswa. Dinamika adopsi pola trajektori ini selaras dengan prinsip-prinsip Teori Difusi Inovasi, yang dicirikan oleh keunggulan komparatif materi yang disajikan, potensi pengujian empiris melalui simulasi, visibilitas hasil pembelajaran, serta relevansinya dengan konteks institusi pendidikan, diperkuat oleh peran early adopters dan mekanisme pembelajaran sebaya. Hasil penelitian berupa intervensi mengindikasikan peningkatan kapasitas kognitif yang konsisten di kalangan seluruh partisipan.Abstract: Adolescents constitute an age group that is particularly vulnerable to the spread of HIV/AIDS. This vulnerability is exacerbated by limited health literacy, the persistence of negative stigma, and disparities in access to information within school environments. Meanwhile, conventional, one-way educational approaches often prove insufficient in effectively modifying attitudes and behaviors. Therefore, intervention strategies that emphasize active participation and social engineering, align with school culture, and leverage peer influence are critically needed. This study, involving 75 adolescent participants, evaluates the effectiveness of HIV/AIDS socialization programs based on participatory action research methods, integrated with social engineering approaches to enhance students’ knowledge and readiness for preventive behaviors. The dynamics of the adoption trajectory observed in this intervention align with the principles of the Diffusion of Innovation Theory, as reflected in the comparative advantage of the instructional materials, opportunities for empirical testing through simulation, the visibility of learning outcomes, and their relevance to the educational context, further reinforced by the role of early adopters and peer learning mechanisms. The findings of the intervention indicate a consistent improvement in cognitive capacity across all participants. 
PEMBERDAYAAN GURU DAN ORANG TUA MELALUI INOVASI MEDIA PEMBELAJARAN DAN PENGASUHAN BERBASIS PHBS DI PAUD Palmin, Beata; Manggul, Makriana Sedista; Banggur, Maria D. Vista; Merici, Angela; Timan, Emerensiana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37211

Abstract

Abstrak: Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) yang belum konsisten di satuan PAUD dan lingkungan keluarga menjadi tantangan dalam pembentukan kebiasaan sehat anak usia dini. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas pendidik dan orang tua dalam pengasuhan berbasis PHBS di PAUD Randong, Kabupaten Manggarai, dengan melibatkan 7 pendidik dan 1 kepala PAUD serta 20 orang tua sebagai mitra. Kegiatan dilaksanakan melalui pendekatan participatory training yang meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan, dan evaluasi. Materi kegiatan mencakup pembuatan media pembelajaran digital PHBS menggunakan Canva, penyusunan SOP dan rencana kerja tahunan PHBS, serta praktik Eco Enzim sebagai penerapan PHBS di rumah. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi, dan analisis dokumen. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan pendidik, partisipasi orang tua, serta pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat pada anak.Abstract: The inconsistent implementation of Clean and Healthy Living Behavior (CHB) in early childhood education settings and family environments poses a challenge to the development of healthy habits among young children. This community service program aimed to enhance the capacity of educators and parents in implementing CHB-based parenting at Randong Early Childhood Education (ECE) Center, Manggarai Regency, involving seven teachers, one school principal, and twenty parents as partners. The program was conducted using a participatory training approach that included socialization, training, mentoring, and evaluation. The activities covered the development of digital CHB learning media using Canva, the formulation of CHB standard operating procedures and annual work plans, and eco-enzyme production practices as an application of CHB at home. Evaluation was carried out through pre- and post-tests, observations, and document analysis. The results indicated improvements in educators’ competencies, increased parental participation, and the establishment of clean and healthy behaviors among children.