cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
SOLUSI KRISIS PAKAN TERNAK MUSIMAN: EDUKASI DAN IMPLEMENTASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH PERTANIAN KEPADA PETERNAK LOKAL Sinaga, Desi Maria; Maradon, Gusma Gama; Santi, Melia Afnida; Suryani, Heni; Pertiwi, Vindo Rossy; Darma, Muhammad Guna; Karima, Fadhila Nurul; Aldito, Muhammad Rayza
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36301

Abstract

Abstrak: Kabupaten Lampung Tengah memiliki potensi besar di sektor pertanian dan peternakan, namun ketersediaan pakan ternak masih menjadi permasalahan utama, terutama pada musim kemarau. Pemanfaatan limbah pertanian sebagai pakan alternatif melalui teknologi pengolahan menjadi langkah penting untuk mendukung keberlanjutan usaha peternakan rakyat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill dan softskill peternak dalam mengolah limbah pertanian menjadi pakan ternak alternatif yang berkualitas dan berkelanjutan. Metode yang digunakan meliputi ceramah, diskusi interaktif, serta praktik langsung pembuatan pakan melalui fermentasi dan silase. Mitra kegiatan adalah 16 orang peternak di Kampung Varia Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest berbasis angket untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan, dari 93,75% peserta berada pada kategori tidak paham dan kurang paham menjadi 98,75% berada pada kategori paham dan sangat paham. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan dan motivasi peternak untuk mengaplikasikan teknologi pakan alternatif secara mandiri.Abstract: Central Lampung Regency has substantial potential in agricultural and livestock sectors; however, feed availability remains a major constraint, particularly during the dry season. The utilization of agricultural waste as alternative livestock feed through appropriate processing technologies is therefore essential to support the sustainability of smallholder farming systems. This community engagement activity aimed to enhance both the hard skills and soft skills of farmers in processing agricultural by-products into high-quality and sustainable alternative feed. The methods applied included lectures, interactive discussions, and hands-on practice in producing fermented feed and silage. The partners involved were 16 smallholder farmers from Varia Agung Village, Central Lampung Regency. Evaluation was conducted using pretest and posttest questionnaires to assess participants’ levels of understanding. The results demonstrated a significant improvement, with 93.75% of participants initially categorized as having low or no understanding, increasing to 98.75% classified as having good to very good understanding after the activity. These findings indicate that the program was effective in improving farmers’ skills and motivation to independently adopt alternative feed processing technologies.
INTEGRASI BUDIDAYA PERIKANAN DAN KONSERVASI: PENDEKATAN PARTISIPATIF DALAM PEMBERDAYAAN KOMUNITAS PEMANCING TRADISIONAL DI SUKABUMI Robin, Robin; Supendi, Arif; Suherman, Muhammad Tanziil
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36232

Abstract

Abstrak: Komunitas pemancing sungai umumnya menjalankan aktivitas memancing sebagai hobi, sementara sebagian besar anggotanya bekerja di sektor informal dengan pendapatan yang tidak stabil. Penurunan hasil tangkapan ikan serta keterbatasan lapangan kerja formal mendorong perlunya pengembangan mata pencaharian alternatif yang realistis, berbasis keterampilan yang telah dimiliki, dan adaptif terhadap kondisi sosial-ekologis setempat. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mentransformasi aktivitas pemancingan sungai menjadi sumber pendapatan tambahan melalui pengembangan budidaya ikan wader pari (Rasbora lateristriata) sebagai usaha ekonomi produktif berbasis komunitas. Program dilaksanakan selama delapan bulan dengan melibatkan komunitas pemancing sebagai mitra aktif menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR). Kegiatan meliputi pelatihan teknis budidaya perikanan, workshop manajemen kualitas air, serta pendampingan penguatan kelembagaan pembudidaya. Evaluasi dilakukan melalui perbandingan kapasitas teknis dan kelembagaan sebelum dan sesudah intervensi serta observasi perkembangan awal produksi. Hasil menunjukkan peningkatan kapasitas mitra sebesar 23%, terbentuknya kelembagaan pembudidaya yang lebih terorganisir, serta berkembangnya budidaya ikan wader pari hingga tahap awal produksi. Temuan ini menegaskan potensi budidaya ikan lokal berbasis partisipasi sebagai sumber penghidupan tambahan yang berkelanjutan.Abstract: River fishing communities generally engage in fishing as a recreational activity, while most of their members work in the informal sector with unstable income. Declining fish catches and limited access to formal employment highlight the need for realistic alternative livelihood strategies that build on existing skills and adapt to local socio-ecological conditions. This community service program aimed to transform river fishing activities into an additional source of income through the development of wader pari fish (Rasbora lateristriata) aquaculture as a community-based productive economic venture. The program was implemented over eight months by actively involving fishing communities as partners using a Participatory Action Research (PAR) approach. Activities included technical aquaculture training, water quality management workshops, and institutional strengthening assistance for fish farmers. Evaluation was conducted by comparing partners’ technical and institutional capacities before and after the intervention, as well as through observation of early production cycle development. The results showed a 23% increase in partners’ technical and institutional capacity, the establishment of a more organized fish farming group, and the advancement of wader pari aquaculture to the initial production stage. These findings confirm that participatory-based local fish aquaculture can sustainably expand the role of river fishing communities from recreational activities to alternative livelihood sources.
TERAPI OKUPASI MELALUI AKTIVITAS KELOMPOK UNTUK PENINGKATAN KESEJAHTERAAN PSIKOSOSIAL LANSIA Setiowati, Dwi
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37313

Abstract

Abstrak: Fenomena ageing population menyebabkan peningkatan populasi lansia di Indonesia, yang sering mengalami penurunan kesejahteraan psikologis seperti depresi, stres, dan kesepian akibat perubahan fisik, kognitif, serta sosial. Tujuan pengabdian masarakat ini yaitu meningkatkan kesejahteraan psikologis lansia melalui terapi aktivitas kelompok (TAK) berbasis terapi okupasi. Terapi okupasi yang digunakan yaitu pembuatan kerajinan tangan dari manik-manik, dengan mitra Sasana Tresna Werdha Ria Pembangunan yang melibatkan 8 lansia (7 laki-laki dan 1 perempuan), serta evaluasi melalui observasi perilaku selama kegiatan dan wawancara pasca kegiatan. Hasil yang dicapai menunjukkan peningkatan motorik halus sebesar 100% (semua peserta mampu menyelesaikan kerajinan dengan rapi) dan softskill interaksi sosial serta ekspresi emosi positif sebesar 100% dibandingkan evaluasi perasaan awal.Abstract: The ageing population phenomenon has led to an increase in the elderly population in Indonesia, often experiencing a decline in psychological well-being such as depression, stress, and loneliness due to physical, cognitive, and social changes. The purpose of this community service is to enhance the psychological well-being of the elderly through group activity therapy based on occupational therapy. The occupational therapy include crafting handmade items from beads, partnering with Sasana Tresna Werdha Ria Pembangunan involving 8 elderly participants (7 males and 1 female), with evaluation through behavioral observation during the activity and post-activity interviews. The achieved results demonstrate a 100% improvement in hard skills of fine motor abilities (all participants completed crafts neatly) and soft skills in social interaction and positive emotional expression compared to initial feelings assessment.
OPTIMALISASI LIMBAH PERTANIAN MELALUI TEKNOLOGI BIOKONVERSI UNTUK PRODUKSI PUPUK ORGANIK DAN PESTISIDA ALAMI PADA KELOMPOK TANI SUKA MAJU Chuchita, Chuchita; Irawan, Ahmad; Alfi, Febrianto; Hutapea, Sonia Tri Mart Grasella; Eduard, Jonathan Stefanus; Pereiz, Zimon; Oksal, Efriyana
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37149

Abstract

Abstrak: Limbah pertanian selama ini dibakar atau dibuang sembarangan menyebabkan pencemaran dan kerusakan lingkungan. Melalui pelatihan dan pendampingan, masyarakat diberikan pemahaman serta praktik langsung dalam mengolah limbah organik menjadi produk bernilai ekonomis. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan limbah pertanian melalui teknologi biokonversi menjadi pupuk organik. Metode yang dilakukan yaitu dengan cara memberikan sosialisasi dan pelatihan terkait pestisida alami pupuk organik sebagai inovasi pemanfaataan limbah biomassa pascapanen kelompok tani suka maju dengan peserta 30 orang. Selanjutnya dilakukan evaluasi dengan metode pre-test dan post-test sebanyak 10 soal pilihan ganda yang diisi oleh peserta kegiatan dalam bentuk kuisioner. Hasil evaluasi dari kegiatan ini telah mencapai seluruh indikator keberhasilan yaitu kehadiran peserta 100% dari seluruh undangan yang disebar dan pengetahuan peserta mengalami peningkatan berdasarkan hasil pre-test (50,25%) dan post-test (90,25%) yang telah dilakukan sebelumnya.Abstract: Agricultural waste has been burned or disposed of carelessly, causing pollution and environmental damage. Through training and mentoring, the community is given an understanding and hands-on practice in processing organic waste into products with economic value. It is hoped that the results of the activity will show increased knowledge, reduced dependence on synthetic fertilizers, and the creation of new business opportunities based on sustainable agriculture. This activity aims to increase community awareness and skills in managing agricultural waste through bioconversion technology into organic fertilizer. The method used is by providing socialization and training related to natural pesticides and organic fertilizers as an innovation in utilizing post-harvest biomass waste from the Suka Maju farmer group with 30 participants. Furthermore, an evaluation was conducted using pre-test and post-test methods filled out by the activity participants in the form of questionnaires. The evaluation results of this activity have achieved all indicators of success, namely 100% participant attendance from all invitations distributed and participant knowledge has increased based on the results of the pre-test (50.25%) and post-test (90.25%) that have been conducted previously.
EDUKASI TENTANG PENTINGNYA SARAPAN PAGI PADA SISWA SEKOLAH DASAR Yudianti, Yudianti; Irwan, Zaki; Hapzah, Hapzah; Nurbaya, Nurbaya
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36547

Abstract

Abstrak: Masyarakat Indonesia masih banyak yang belum membiasakan sarapan. Padahal dengan tidak sarapan akan berdampak buruk terhadap proses belajar di sekolah bagi anak sekolah, menurunkan aktivitas fisik, menyebabkan kegemukan pada remaja, orang dewasa, dan meningkatkan risiko jajan yang tidak sehat. Tujuan dari kegiatan Pengabdian Masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para siswa sekolah dasar terkait pentingnya sarapan. Kegiatan pengabdian Masyarakat yang dilakukan berupa edukasi tentang pentingnya sarapan yang dilakukan melalui metode ceramah dan tanya jawab. Pengabdian Masyarakat ini dilakukan di sekolah dasar (SD). .Mitra pada kegiatan ini adalah siswa kelas lima dan enam sebanyak 25 orang. Evaluasi dilakukan melalui pre dan post test. Hasil evaluasi dari pre dan post test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan persentase peserta yang memiliki pengetahuan cukup yaitu dari 60% sebelum penyuluhan menjadi 80% setelah penyuluhan. Melalui kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan para siswa tentang pentingnya sarapan, dan ikut berpartisipasi aktif dalam mengampanyekan kebiasaan sarapan pada siswa SD dan keluarga mereka. Abstract: Many Indonesians still do not make breakfast a habit. Not eating breakfast negatively impacts the learning process at school for schoolchildren, reduces physical activity, causes obesity in adolescents and adults, and increases the risk of unhealthy snacks. The purpose of this Community Service activity is to increase elementary school students' knowledge regarding the importance of breakfast. The Community Service activity was carried out in the form of education about the importance of breakfast through lectures and question and answer methods. This Community Service was carried out at Salulayang Bambu Elementary School. Evaluation was carried out through pre- and post-tests. The results of the pre- and post-test evaluations showed an increase in the percentage of participants with sufficient knowledge, from 60% before the counseling to 80% after the counseling. Through this activity, it is hoped that students' knowledge about the importance of breakfast will increase and they will actively participate in campaigning for breakfast habits among elementary school students and their families.
EDUKASI GIZI DAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA BERBASIS BOOKLET AUGMENTED REALITY SEBAGAI STRATEGI PUTUS RANTAI STUNTING Adhyatma, Aminah Aatinaa; Fariningsih, Erika; Giawa, Lucyana Ayundari; Dewi, Aisyah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37378

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, dengan prevalensi nasional 19,8% pada 2024. Rendahnya literasi gizi, tingginya angka anemia, serta minimnya pemahaman kesehatan reproduksi pada remaja berpotensi memperkuat siklus stunting antar-generasi. Program BARENG REMAJA bertujuan meningkatkan pengetahuan mengenai gizi seimbang dan kesehatan reproduksi melalui media Booklet Augmented Reality (AR). Metode kegiatan meliputi penyuluhan, Focus Group Discussion (FGD), simulasi peer educator, dan evaluasi melalui pre-test post-test pada siswa SMA Negeri. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah intervensi edukasi. Rata-rata skor pengetahuan meningkat dari 13,1 pada pre-test menjadi 14,0 pada post-test, atau mengalami peningkatan sebesar 6,87%. Selain itu, proporsi peserta dengan penguasaan materi baik (≥75%) meningkat dari 53,84% menjadi 61,53%. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis Booklet Augmented Reality mampu meningkatkan pemahaman gizi dan kesehatan reproduksi remaja secara terukur. Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini menghasilkan kader sebaya sebagai agen edukasi berkelanjutan di sekolah. Media AR terbukti meningkatkan minat belajar dan memudahkan pemahaman materi. Kegiatan ini berpotensi menjadi strategi efektif pencegahan stunting berbasis teknologi pada remaja.Abstract: Stunting remains a serious health problem in Indonesia, with a national prevalence of 19.8% in 2024. Low nutritional literacy, high rates of anemia, and limited understanding of reproductive health among adolescents have the potential to reinforce the cycle of stunting between generations. The BARENG REMAJA program aims to increase knowledge about balanced nutrition and reproductive health through Augmented Reality (AR) booklets. The activity methods include counseling, Focus Group Discussions (FGDs), peer educator simulations, and evaluation through pre-test post-test on public high school students. The results showed an increase in participant understanding after the educational intervention. The average knowledge score increased from 13.1 in the pre-test to 14.0 in the post-test, or an increase of 6.87%. In addition, the proportion of participants with good mastery of the material (≥75%) increased from 53.84% to 61.53%. These findings indicate that Augmented Reality Booklet-based education can measurably improve adolescent understanding of nutrition and reproductive health. In addition to increasing knowledge, this activity produces peer cadres as agents of ongoing education in schools. AR media has been proven to increase learning interest and facilitate understanding of the material. This activity has the potential to be an effective technology-based strategy for preventing stunting in adolescents.
UPAYA PENCEGAHAN DINI PREEKLAMPSIA IBU HAMIL DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS KOTA BANJARMASIN Okvitasari, Yenny; Amalia, Rizki; Adawiyah, Rabiatul; Ruslinawati, Ruslinawati; Rahmawati, Sulistya; Yuliana, Fitri
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36630

Abstract

Abstrak: Preeklamsia merupakan kondisi kegawatdaruratan yang jika tidak ditangani, dapat membahayakan ibu dan janin, serta berlangsung hingga masa nifas. Tujuan pengabdaian kepada masyarakat ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu hamil tentang pencegahan dini. Metode kegiatan ini yaitu edukasi melalui keiatan penyuluhan dengan media powerpoint dan leafet. Peserta pada kegiatan ini 10 ibu Hamil. Evaluasi keberhasilan menggunakan soal pre-posttest degan jumlah soal 20. Hasil Pengabdian ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu hamil dengan rata-rata nilai post-test ibu hamil berdasarkan tabel 1 yaitu 92%. Hal ini menunjukkan terdapat peningkatan rata-rata nilai pengetahuan ibu hamil dengan rata-rata peningkatan nilai yaitu 8%. Upaya peningkatan pengetahuan masyarakat khususnya ibu hamil tentang preeklamsia dapat selalu dilaksanakan pada setiap kelas ibu hamil minimal 1x pertemuan dalam kegiatan tersebut.Abstract: Preeclampsia is a medical emergency that, if left untreated, can endanger the mother and fetus and can persist into the postpartum period. The purpose of this community service is to increase the knowledge of pregnant women about early prevention of preeclampsia. This activity method is carried out in three stages: the preparation stage, the implementation stage, and the evaluation stage. This activity participated in 10 pregnant women. The results of this community service show an increase in the knowledge of pregnant women with an average post-test score of 92% according to Table 1. This indicates an increase in the average knowledge score of pregnant women with an average increase of 8%. Optimizing community knowledge, especially pregnant women, about preeclampsia can always be carried out in every class for pregnant women at least once in the activity.
PENINGKATAN PENGETAHUAN REMAJA MELALUI VIDEO EDUKASI PERSONAL HYGIENE MENSTRUASI Rupilu, Vrensca C. M.; Rahmadani, Ulfa; Daulian, Fika; Yakob, Anneke; Nur, Syaharuddin; Almira, Faridha
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36048

Abstract

Abstrak: Kebersihan pribadi saat menstruasi merupakan salah satu aspek yang harus diperhatikan dalam kesehatan reproduksi perempuan. Studi yang dilakukan pada tahun 2023 menunjukkan bahwa 46% siswi memiliki pemahaman yang rendah tentang kesehatan reproduksi. Kegiatan ini bertujuan untuk memperluas wawaasan remaja putri tentang pentingnya kebersihan pribadi saat menstruasi. Metode yang digunakan yaitu dengan memanfaatkan video edukasi. Evaluasi dilakukan menggunakan sistem pre-post dan post-test dengan jumlah pertanyaan sebanyak 16 soal untuk menilai pengetahuan sebelum dan setelah diberikan pendidikan. Aktivitas berlangsung sepanjang satu hari dan dihadiri oleh 50 siswi. Berdasarkan hasil pre-test dan post-test, diperoleh nilai p-value 0,004<0,05. Hasil ini menunjukkan bahwa penggunaan video untuk memberikan edukasi tentang kebersihan pribadi saat menstruasi secara efektif meningkatkan pengetahuan siswa perempuan.Abstract: Personal hygiene during menstruation is one aspect that must be considered in women's reproductive health. A study conducted in 2023 showed that 46% of female students had a low understanding of reproductive health. This activity aims to broaden young women's knowledge about the importance of personal hygiene during menstruation. The method used is through educational videos. The evaluation was conducted using a pre-post and post-test system with 16 questions to assess knowledge before and after the education was provided. The activity lasted one day and was attended by 50 female students. Based on the pre-test and post-test results, a p-value of 0.004<0.05 was obtained. These results indicate that the use of videos to provide education on personal hygiene during menstruation effectively improves female students' knowledge.
SEKOLAH PEREMPUAN UNTUK PENURUNAN STUNTING Ernada, Sus Eko Zuhri; Molasy, Honest D.; Eriyanti, Linda D.
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36604

Abstract

Abstrak: Stunting masih menjadi masalah gizi kronis di banyak daerah pedesaan, termasuk Desa Taman, yang dipengaruhi oleh rendahnya pengetahuan gizi ibu dan praktik pengasuhan keluarga. Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan literasi gizi perempuan melalui Sekolah Perempuan sebagai upaya pencegahan stunting. Kegiatan dilaksanakan melalui sosialisasi, penyuluhan, dan integrasi materi gizi dalam pertemuan rutin SEKOPER PKH dengan melibatkan 100 peserta perempuan penerima Program Keluarga Harapan sebagai mitra. Media edukasi berupa komik disusun dan diuji dalam sesi pembelajaran partisipatif. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang masing-masing terdiri atas 10 pertanyaan tertutup untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman gizi sebesar 32%, dari nilai rata-rata 60,9 menjadi 80,2 setelah program dilaksanakan. Selain itu, peserta menunjukkan perubahan awal dalam praktik pengasuhan sederhana yang mendukung pencegahan stunting. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi gizi berbasis komunitas melalui Sekolah Perempuan dengan dukungan media visual efektif dalam meningkatkan kapasitas perempuan sebagai pengelola gizi keluarga.Abstract: Stunting remains a chronic nutritional problem in many rural areas, including Taman Village, driven by low maternal nutrition knowledge and suboptimal caregiving practices within families. This community service program aimed to improve women’s nutrition literacy through the Women’s School as an effort to prevent stunting. The activities were implemented through socialization, nutrition education sessions, and the integration of nutrition-related materials into regular SEKOPER PKH meetings, involving 100 women beneficiaries of the Family Hope Program as participants. An educational comic was developed and tested within participatory learning sessions. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments, each consisting of 10 closed-ended questions, to measure changes in participants’ knowledge levels. The results showed a 32% increase in nutrition knowledge, with the mean score rising from 60.9 to 80.2 after the program. In addition, participants demonstrated early changes in caregiving practices that support stunting prevention. These findings indicate that community-based nutrition education delivered through the Women’s School, supported by visual educational media, is effective in strengthening women’s capacity as primary managers of family nutrition.
MENTAL HEALTH WARRIORS: PELATIHAN KADER KESEHATAN JIWA UNTUK DESA SEHAT MENTAL Kurniawan, Kurniawan; Khoirunnisa, Khoirunnisa; Masrina, Dwi; Parestorian, Putri Hanipan
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37228

Abstract

Abstrak: Kesehatan jiwa merupakan aspek fundamental dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kabupaten Pangandaran masih menghadapi berbagai tantangan, antara lain rendahnya literasi kesehatan jiwa, tingginya stigma terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ), serta keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan jiwa profesional. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan jiwa melalui pelatihan berbasis komunitas dalam rangka mendukung terwujudnya desa sehat mental. Metode pelaksanaan berupa edukasi melalui ceramah interaktif yang disertai dengan diskusi dan tanya jawab. Kegiatan ini diikuti oleh 18 peserta yang terdiri atas 12 kader kesehatan, 4 kepala dusun, dan 2 perangkat desa. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner Community Attitudes Toward the Mentally Ill (CAMI III) untuk menilai stigma terhadap ODGJ, serta Pre-test dan Post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan kader terkait kesehatan mental dan Psychological First Aid (PFA). Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan nilai rata-rata pengetahuan peserta, dari 62,78 sebelum pelatihan menjadi 90,00 setelah pelatihan. Selain itu, sebagian besar responden (83,3%) menunjukkan stigma positif terhadap ODGJ, yang mencerminkan peningkatan kesadaran masyarakat. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan jiwa serta keterampilan kader dalam deteksi dini, konseling dasar, dan promosi kesehatan mental di tingkat desa.Abstract: Mental health is a fundamental component in achieving community well-being. Parakanmanggu Village, Parigi Subdistrict, Pangandaran Regency, continues to face several challenges, including low mental health literacy, persistent stigma toward People with Mental Disorders (PMD), and limited access to professional mental health services. This Community Service Program aimed to enhance the capacity of mental health cadres through community-based training to support the development of a mentally healthy village. The program employed an educational approach using interactive lectures complemented by question-and-answer discussions. A total of 18 participants were involved, consisting of 12 health cadres, 4 hamlet heads, and 2 village officials. Evaluation was conducted using the Community Attitudes Toward the Mentally Ill (CAMI III) questionnaire to assess stigma toward PMD, as well as Pre-test and Post-test instruments to measure participants’ knowledge related to mental health and Psychological First Aid (PFA). The results demonstrated a significant increase in the average knowledge score, from 62.78 before the training to 90.00 after the intervention. Furthermore, most respondents (83.3%) exhibited positive attitudes toward PMD, indicating an improvement in community awareness. Overall, this program proved effective in improving mental health literacy and enhancing cadres’ skills in early detection, basic counseling, and mental health promotion at the village level.