cover
Contact Name
muhammad ikhsan
Contact Email
ichsan@uwgm.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
jmm.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1 Pagesangan, Kota Mataram - NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri)
ISSN : 25988158     EISSN : 26145758     DOI : 10.31764/jmm.v4i2.1962
Core Subject : Education,
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) is a journal published by the Mathematics Education Departement of Education Faculty of Muhammadiyah University of Mataram. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) aims to disseminate the results of conceptual thinking and ideas, especially the results of educational research and technology to be realized in the community, including (1) Fields of science, applied, social, economic, cultural, health, ICT development, and administrative services, (2) Training and improvement in the results of educational, agricultural, information and communication, and religious technology (3) Teaching and empowering communities and communities of students, youth, youth and community organizations on an ongoing basis
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 3,203 Documents
PENINGKATAN KOMPETENSI PEMASARAN DIGITAL BAGI KELOMPOK WANITA TANI MELALUI PELATIHAN LITERASI DIGITAL DENGAN PENDEKATAN PARCIPATORY LEARNING Lusianingrum, Farah Putri Wenang; Meindrawan, Bayu; Pamela, Vega Yoesepa; Eris, Fitria Riany; Fardani, Aulia Rahma; Sintiasari, Marni
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36372

Abstract

Abstrak: Permasalahan prioritas yang dihadapi oleh KWT Desa Pasanggrahan tentang rendahnya kompetensi pemasaran digital anggotanya mendorong diimplemntasikan program pengabdian ini. Tujuan program ialah meningkatkan kemampuan literasi dan pemasaran digital produk lokas melalui pelatihan berbasis Parcipatory Learning. Mitra program yaitu KWT Tunas Haparan dan Sinar Mulya dengan jumlah peserta 41 anggota. Metode pelaksanaan kombinasi pelatihan dan pendampingan yang dijalankan meluai 3 tahap (pra kegiatan, pelaksanaan program, serta pemantauan dan evaluasi). Evaluasi program dilakukan dengan membandingkan hasil pretest dan posttest untuk mengukur peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta yang terdiri dari 20 soal. Hasil memperlihatkan peningkatan rata-rata kompetensi pemasaran digital sebesar 40%. Program ini secara tidak langsung dapat mendorong penguatan kapasitas perempuan desa dalam memanfaatkan teknologi digital guna pengembangan ekonomi lokal berkelanjutan.Abstract: The priority issue faced by the Pasanggrahan Village Women's Group (KWT) regarding the low digital marketing competency of its members prompted the implementation of this community service program. The program's objective is to improve digital literacy and marketing skills for local products through participatory learning-based training. The program's partners are KWT Tunas Haparan and Sinar Mulya, with 41 participants. The implementation method combines training and mentoring, which is carried out in three stages: pre-activity, program implementation, and monitoring and evaluation. Program evaluation is carried out by comparing the results of the pretest and posttest to measure the increase in participants' knowledge and skills, which consists of 20 questions. The results showed an average increase in digital marketing competency of 40%. This program can indirectly encourage the strengthening of the capacity of village women in utilizing digital technology for sustainable local economic development.
PELATIHAN KADER KESWA TENTANG PERTOLONGAN PERTAMA PADA ORANG DENGAN GANGGUAN KESEHATAN MENTAL SEBAGAI MITIGASI PERILAKU BUNUH DIRI Budiyani, Kondang; Dewi, Ros Patriani; Aryani, Eka
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37141

Abstract

Abstrak: Permasalahan kesehatan mental masih menjadi isu yang penting di daerah dengan stigma negatif terhadap gangguan kesehatan mental. Tingginya kasus bunuh diri merupakan salah satu masalah kesehatan mental. Selain itu, kurangnya akses terhadap dukungan sosial maupun bantuan tenaga profesional semakin memperparah kecenderungan individu untuk melakukan bunuh diri. Saat ini, sumber daya yang memiliki keterampilan untuk memberikan pertolongan pertama psikologis masih sangat minim. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pelatihan pertolongan pertama psikologis agar para kader dapat memiliki keterampilan yang lebih baik dalam memberikan Pertolongan Pertama Psikologis. Metode pelaksanaannya mencakup proses identifikasi dan rekrutmen, pengembangan modul, pelaksanaan pelatihan, supervisi dan pendampingan, sosialisasi dan kampanye, penguatan jaringan rujukan, serta monitoring dan evaluasi program. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Oktober 2025 dengan melibatkan 50 peserta dari kader Posyandu di Gunungkidul. Efektifitas pelatihan dilakukan dengan pengukuran skor pre-post test. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang keterampilan PFA yang dibuktikan dari peningkatan rata-rata skor pre-test yaitu sebesar 59.00 menjadi 92.80 pada skor post-test. Hasil ini memberikan implikasi bagi para kader Keswa agar dapat membantu mengatasi masalah kesehatan mental dan tentunya berdampak pada turunnya angka kasus bunuh diri.Abstract: Mental health problems remain an important issue in regions where there is still a negative stigma toward mental disorders. The high rate of suicide cases represents one of the major mental health challenges. In addition, the lack of access to social support and professional assistance further exacerbates individuals’ tendencies toward suicidal behavior. Currently, there are still very limited human resources with the necessary skills to provide Psychological First Aid (PFA). Therefore, this community service activity aims to provide PFA training so that community health volunteers (cadres) can develop better skills in delivering Psychological First Aid. The implementation methods include the processes of identification and recruitment, module development, training implementation, supervision and mentoring, socialization and campaigning, strengthening referral networks, as well as program monitoring and evaluation. The activity was conducted on October 17, 2025, involving 50 participants from Posyandu cadres in Gunungkidul. The effectiveness of the training was evaluated through pre-test and post-test score measurements. The analysis results showed an increase in participants’ knowledge of PFA skills, as evidenced by the rise in the average pre-test score from 59.00 to 92.80 in the post-test. These results have implications for mental health cadres, enabling them to help address mental health issues and, consequently, contribute to reducing suicide rates.
UPAYA PENCEGAHAN BABY BLUES SYNDROME DAN DEPRESI PASCA MELAHIRKAN PADA IBU NIFAS DAN MENYUSUI Wijaya, Wulan; Sugiharti, Ina; Fitriani, Dyah Ayu; Yuliani, Meda; Listriyati, Linda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37375

Abstract

Abstrak: Puskesmas Puding Besar merupakan salah satu Puskesmas yang mendukung kesehatan mental Ibu, baik pada Ibu hamil, Nifas dan menyusui. Permasalahan utama yang diidentifikasi meliputi rendahnya pengetahuan ibu mengenai perubahan psikologis normal dan patologis setelah melahirkan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mencegah baby blues syndrom dan depresi pasca melahirkan melalui peningkatan pemahaman Ibu. Kegiatan meliputi sosialisasi, penyuluhan dan sharing pengalaman yang diikuti oleh 30 Ibu nifas dan menyusui di wilayah Kerja Puskesmas Puding Besar. Evaluasi dilakukan melalui pre-test & post-test interakti dan tanya jawab dari peserta. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan bahwa peningkatan pengetahuan Ibu tentang baby blues syndrom dan depresi pasca melahirkan meningkat dari 8,20 menjadi 12,85 dan peningkatan pengetahuan tentang ASI dari 9,10 menjadi 13,40. Ibu nifas untuk dapat mengeksplorasikan pengalaman-pengalaman tersebut dengan didampingi oleh anggota keluarag terutama suami serta didukung oleh tenaga kesehatan (bidan) guna menimalisir kejadian depresi atau tekanan saat melakukan perawatan pada bayi sehingga Ibu menjadi lebih tenang dan nyaman saat memberikan ASI.Abstract: Puding Besar Health Center is one of the Health Centers that supports maternal mental health, both for pregnant women, postpartum women, and breastfeeding women. The main problem identified includes mothers' low knowledge regarding normal and pathological psychological changes after childbirth. This community service activity aims to prevent baby blues syndrome and postpartum depression by increasing mothers' understanding. Activities include socialization, counseling, and sharing experiences attended by 30 postpartum and breastfeeding mothers in the Puding Besar Community Health Center's work area. Evaluation was carried out through pre-test & post-test interactions and questions and answers from participants. The results of the community service activity showed an increase in mothers' knowledge about baby blues syndrome and postpartum depression from 8.20 to 12.85 and an increase in knowledge about breastfeeding from 9.10 to 13.40. Postpartum mothers can explore these experiences accompanied by family members, especially husbands, and supported by health workers (midwives) to minimize the incidence of depression or stress when caring for babies so that mothers can be calmer and more comfortable when breastfeeding. 
PELATIHAN PEMBELAJARAN STEM UNTUK MENDUKUNG KOMPETENSI GURU DALAM MERANCANG PEMBELAJARAN MATEMATIKA BERBASIS PROYEK Rahaju, Endah Budi; Suryanti, Sri; Sari, Yurizka Melia; Fiangga, Shofan; Prihartiwi, Nina Rinda
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36855

Abstract

Abstrak: Permasalahan utama mitra dalam kegiatan ini adalah rendahnya pemahaman guru SMP di Kabupaten Mojokerto dalam merancang pembelajaran matematika berbasis proyek terintegrasi STEM sesuai tuntutan Kurikulum Merdeka. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menyusun modul ajar yang kontekstual, inovatif, dan selaras dengan nilai Profil Pelajar Pancasila. Metode pelaksanaan meliputi workshop, diskusi kelompok, dan praktik penyusunan modul ajar dengan melibatkan 30 guru anggota MGMP Matematika SMP. Evaluasi kegiatan dilakukan menggunakan instrumen kuesioner, pre-test dan post-test, serta penilaian kualitas produk modul ajar. Pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur pemahaman konsep STEM dan pembelajaran berbasis proyek, sedangkan kuesioner respons digunakan untuk menilai kesiapan dan persepsi guru. Hasil menunjukkan peningkatan signifikan, dengan 72% guru mampu menghasilkan modul ajar terintegrasi STEM berkualitas baik. Rata-rata skor pemahaman meningkat dari 52,4 pada pra-test menjadi 81,6 pada post-test. Kesiapan guru dalam mengimplementasikan pembelajaran STEM juga meningkat dari 25% menjadi 70%. Program ini berkontribusi dalam meningkatkan kompetensi profesional dan kesiapan guru dalam menerapkan Kurikulum Merdeka.Abstract: The main problem faced by partners in this activity was the low level of understanding among junior high school teachers in Mojokerto Regency in designing STEM-integrated project-based mathematics learning in accordance with the requirements of the Merdeka Curriculum. This community service activity aimed to improve teachers' competence in developing teaching modules that are contextual, innovative, and in line with the values of the Pancasila Student Profile. The implementation methods included workshops, group discussions, and teaching module development practices involving 30 teachers who are members of the Junior High School Mathematics Teacher Working Group (MGMP). The activity was evaluated using questionnaires, pre-tests and post-tests, as well as teaching module quality assessments. Pre-tests and post-tests were used to measure understanding of STEM concepts and project-based learning, while response questionnaires were used to assess teacher readiness and perceptions. The results showed a significant improvement, with 72% of teachers able to produce good quality STEM-integrated teaching modules. The average comprehension score increased from 52.4 on the pre-test to 81.6 on the post-test. Teachers' readiness to implement STEM learning also increased from 25% to 70%. This program contributed to improving teachers' professional competence and readiness in implementing the Merdeka Curriculum.
PENGEMBANGAN DASAWISMA MELALUI PENGOLAHAN HASIL LAUT UNTUK MENINGKATKAN KETAHANAN KELUARGA NELAYAN PULAU BARRANG LOMPO Idrus, Idham Irwansyah; Syam, Agus; Haerani, Haerani; Mappe, Ulfa Utami; Sunaniah, Sunaniah
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37177

Abstract

Abstrak: Ketahanan keluarga berkaitan langsung dengan permasalahan sosial kemasyarakatan di sebuah wilayah, termasuk di Pulau Barrang Lompo yang dihadapkan dengan tingginya angka prevalensi stunting serta permasalahan lainnya. Salah satu upaya yang dilakukan pemerintah setempat, yaitu melalui kelompok Dasawisma. Kegiatan PKM (Program Kemitraan Masyarakat) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan Dasawisma Sukun 04 dalam pengolahan hasil laut, utamanya Ikan Layang (Decapterus Spp) yang umumnya mudah diperoleh, namun memiliki kadar gizi, protein, nutrisi dan Omega-3 yang tinggi. Kegiatan pendampingan dilakukan dengan metode pemberdayaan yang melibatkan 11 orang anggota mitra, melalui sosialisasi berupa penyuluhan potensi gizi dan potensi ekonomi Ikan Layang, serta pelatihan pengolahan Ikan Layang menjadi Abon Ikan, Bakso Ikan dan Nugget Ikan menggunakan alat-teknologi. Hasil pendampingan menunjukkan peningkatan pengetahuan mitra sebesar 39%, serta meningkatnya keterampilan, mulai dari tahap dressing hingga pengemasan. Bahkan dalam tahap pendampingan setelah pelatihan, mitra sudah mampu memproduksi dan memasarkan produk olahan Ikan Layang meskipun masih dalam skala kecil. Hasil PKM menunjukkan bahwa, kelompok masyarakat marginal, dalam hal ini perempuan nelayan, memiliki potensi untuk terus berkembang dan berperan serta dalam pembangunan, melalui keterlibatan dalam kelompok sosial mereka dapat meningkatkan kesejahteraan keluarga dan akhirnya meningkatkan ketahanan keluarga.Abstract: Family resilience is directly related to social community issues in a region, including in Pulau Barrang Lompo, which faces high stunting prevalence rates and other problems. One of the local government's efforts is through the Dasawisma group. This PKM (Community Partnership Program) activity aims to enhance the knowledge and skills of Dasawisma Sukun 04 in processing marine products, primarily Layang Fish (Decapterus spp.), which is generally easy to obtain but has high levels of nutrition, protein, nutrients, and Omega-3. The mentoring activity is conducted using an empowerment method involving 11 partner members, through socialization in the form of counseling on the nutritional and economic potential of Layang Fish, as well as training on processing Layang Fish into fish floss (abon ikan), fish balls (bakso ikan), and fish nuggets using tools and technology. The mentoring results show a 39% increase in partners' knowledge, along with improved skills from the dressing stage to packaging. Even in the post-training mentoring phase, partners are already capable of producing and marketing Layang Fish processed products, albeit on a small scale. The PKM results indicate that marginal community groups, in this case, fisherwomen, have the potential to continue developing and participating in development; through involvement in their social groups, they can improve family welfare and ultimately strengthen family resilience.
PELATIHAN DAN PENERAPAN TEKNOLOGI STUP DALAM BUDIDAYA LEBAH TRIGONA Ponisri, Ponisri; Riskawati, Riskawati; Farida, Anif; Fajar, Farid; Suma, Aldi; Nauw, Yulia Wimar
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36723

Abstract

Abstrak: Lebah Trigona adalah jenis lebah tanpa sengat yang berpotensi besar untuk dibudidayakan sebagai sumber pendapatan alternatif bagi masyarakat. Hasil utama dari lebah ini berupa madu trigona, propolis, dan bee bread yang memiliki nilai jual tinggi serta beragam manfaat bagi kesehatan. Kampung Batu Lubang Pantai memiliki potensi cukup tinggi lebah trigona yang terdapat pada dinding rumah dan pohon dalam hutan. Kegiatan ini bertujuan memberikan pengetahuan dan ketrampilan masyarakat dalam budidaya lebah trigona dengan penggunaan stupJumlah mitra dalam kegiatan ini sebanyak 20 orang, Pengukuran tingkat pengetahuan dan ketrampilan peserta dilakukan menggunakan metode pre-test dan post-test Pada kegiatan sosialisasi tentang budidaya lebah trigona tingkat pemahaman dan pengetahuan meningkat yaitu dari 30% menjadi 85%. Sedangkan pelatihan pembuatan dan penerapan teknologi stup lebah trigona berhasil meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dari 25% menjadi 85%. Proses pelatihan yang meliputi sosialisasi, pembuatan stup dengan bahan ramah lingkungan berkontribusi pada peningkatan produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan lebah trigona. Dengan demikian, teknologi stup yang tepat dan pelatihan yang efektif dapat mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan dan ramah lingkunganAbstract: Trigona bees are a type of stingless bee that has great potential to be cultivated as an alternative source of income for the community. The main products of this bee are trigona honey, propolis, and bee bread which have a high selling value and various health benefits. Kampung Batu Lubang Pantai has a fairly high potential for trigona bees found on the walls of houses and trees in the forest. This activity aims to provide knowledge and skills of the community in trigona bee cultivation with the use of stup. The number of partners in this activity is 20 people, The measurement of the level of knowledge and skills of participants is carried out using pre-test and post-test methods In socialization activities about trigona bee cultivation, the level of understanding and knowledge has increased, from 30% to 85%. Meanwhile, training in the manufacture and application of trigona bee stup technology has succeeded in increasing knowledge and skills from 25% to 85%. The training process which includes socialization, making stups with environmentally friendly materials contributes to increasing the productivity and sustainability of the trigona bee farming business. Thus, the right stup technology and effective training can support the development of the local economy in a sustainable and environmentally friendly manner.
PENERAPAN APLIKASI PODA SEBAGAI INOVASI PEMBELAJARAN DIGITAL BERBASIS KEARIFAN LOKAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SISWA Mahrani, Mahrani; Samosir, Khairunnisa; Harahap, Rosni; Karlina, Rina; Handayani, Mira
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36199

Abstract

Abstrak: Kegiatan ini penting dilakukan karena mampu menjembatani kesenjangan literasi dengan menyediakan media belajar yang lebih menarik, mudah diakses, dan relevan dengan kehidupan sehari-hari melalui inovasi berbasis digital aplikasi belajar “PODA”. Aplikasi ini dikembangkan sebagai media pembelajaran interaktif yang mengintegrasikan nilai budaya dalam literasi digital anak sekolah dasar. latar belakang rendahnya minat baca dan terbatasnya media pembelajaran kontekstual menjadi. Metode pelaksanaan kegiatan PKM dilakukan tiga tahapan, yaitu: (1) sosialisasi dan pelatihan penggunaan aplikasi PODA kepada guru dan siswa, (2) pendampingan penggunaan aplikasi dalam kegiatan belajar membaca dan menulis berakar budaya lokal, dan (3) evaluasi efektivitas penggunaan aplikasi terhadap peningkatan literasi siswa. Peserta pelatihan terdiri atas 12 guru dan 50 siswa SD Negeri di Pintupadang. Hasil menunjukkan adanya peningkatan keterampilan literasi siswa 25,7% yang ditunjukkan melalui peningkatan minat baca, kemampuan memahami teks, serta kemampuan menulis kreatif berbasis nilai budaya. Kemampuan guru memanfaatkan media pembelajaran teknologi digital meningkat. Kegiatan ini berkontribusi terhadap penguatan karakter dan literasi budaya anak sejak dini.Abstract: This activity is important because because it can britge the literacy gap by providing learning media that are more interesting, easily accessible, and relevant to everyday life through digital-based innovation in the learning application "PODA". It was developed as an interactive learning medium that integrates cultural values into the digital literacy of elementary students. The background of this activity stems from the low reading interest and the limited availability of contextual learning media. The are three stages: (1) socialization and training on the use of the PODA application for teachers and students, (2) mentoring in the implementation of the application during reading and writing activities, and (3) evaluation of the application’s effectiveness. The were 12 teachers and 50 students from SD Negeri in Pintu Padang. The results showed an increase in students’ literacy skills 25,7 %, reflected in their growing reading interest, text comprehension ability, and creative writing skills based on cultural values. Teachers also improved ability to utilize digital technology as a learning medium. This activity contributes to strengthening character education and cultural literacy among children.
MEMBANGUN KONEKSI DI KELAS: PELATIHAN STRATEGI KOMUNIKASI EFEKTIF UNTUK PENINGKATAN KOMPETENSI SOSIAL GURU SD Rachmadyanti, Putri; Rahman, Delfia Ikhlasiah; Puspita, Ari Metalin Ika; Setiawan, Ricky
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36086

Abstract

Abstrak: Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi sosial guru Sekolah Dasar (SD) di Pacitan melalui strategi komunikasi efektif, guna mendukung pembelajaran di kelas. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) Pengabdian kepada Masyarakat, dengan sasaran 16 guru SD di Pacitan. Metode pelatihan meliputi diskusi, role play, dan juga penugasan, di akhir kegiatan dilakukan evaluasi menggunakan instrumen angket kepuasan. Kegiatan evaluasi menggunakan dua metode penilaian: (1) evaluasi proses melalui observasi, lapangan catatan, dan partisipasi peserta dalam diskusi, bermain peran, dan latihan praktis; dan (2) evaluasi hasil melalui partisipasi mahasiswa. Indikator keberhasilan meliputi peningkatan pemahaman tentang strategi komunikasi yang efektif, kemampuan menerapkan komunikasi asertif dan simpatik dalam simulasi, dan tingkat minat mahasiswa terhadap materi, sumber penyampaian, dan relevansi studi. Hasil menunjukkan kepuasan keseluruhan yang tinggi, dengan semua peserta memberikan umpan balik positif. Aspek yang dinilai tertinggi adalah manfaat peningkatan kompetensi sosial 96%, diikuti oleh kejelasan penyampaian narasumber 94% dan keterlibatan peserta 92%. Kesesuaian waktu dan durasi mendapat skor 86%, sementara relevansi materi mendapat skor 84%. Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan dianggap sangat bermanfaat, relevan, dan efektif dalam memberikan pengalaman belajar yang bermakna.Abstract: This training aims to improve the social competence of elementary school teachers in Pacitan through effective communication strategies, to support classroom learning. This activity was organized as a Student Creativity Program (PKM) Community Service, targeting 16 elementary school teachers in Pacitan. The training methods included discussions, role-plays, and assignments. At the end of the activity, an evaluation was conducted using a satisfaction questionnaire instrument. Evaluation activities use two assessment methods: (1) process evaluation through observation, field notes, and participant participation in discussions, role-playing, and practical exercises; and (2) outcome evaluation through student participation. Indicators of success include increased understanding of effective communication strategies, the ability to apply assertive and sympathetic communication in simulations, and the level of student interest in the material, delivery sources, and relevance of the study. The results showed high overall satisfaction, with all participants providing positive feedback. The aspect that was rated highest was the benefit of improving social competence (96%), followed by the clarity of the speaker's delivery (94%) and participant engagement (92%). The appropriateness of time and duration received a score of 86%, while the relevance of the material received a score of 84%. These findings indicate that the training was considered very useful, relevant, and effective in providing a meaningful learning experience.
PENDAMPINGAN LITERASI DIGITAL DALAM PENCEGAHAN PENIPUAN SIBER MELALUI WEBINAR EDUKATIF Surbakti, Feliks Prasepta Sejahtera
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.37100

Abstract

Abstrak: Pesatnya perkembangan teknologi informasi meningkatkan kasus penipuan digital, khususnya melalui media sosial dan transaksi keuangan daring, sehingga mengancam keamanan masyarakat di ruang siber. Tujuan utama kegiatan ini adalah meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai bentuk penipuan digital serta membekali mereka dengan keterampilan praktis untuk menghindarinya. Metode yang digunakan mencakup webinar publik, distribusi infografis dan video edukatif pendek, serta simulasi pelatihan untuk mengenali dan merespons modus penipuan. Kegiatan ini juga melibatkan kerja sama dengan 2 mitra institusi yaitu Kominfo dan Komisi 1 DPR RI. Peserta webinar berjumlah 120 orang yang berasal dari wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, serta luar negeri. Hasilnya menunjukkan peningkatan pemahaman peserta yang signifikan sebesar 75%, ditandai dengan kemampuan yang lebih baik dalam mengidentifikasi jenis penipuan digital. Edukasi ini terbukti efektif dalam membangun budaya waspada dan meningkatkan literasi digital masyarakat, sehingga mampu menurunkan risiko menjadi korban penipuan di dunia maya.Abstract: The rapid development of information technology has led to a significant increase in digital fraud, particularly through social media and online financial transactions, thereby posing a serious threat to public security in cyberspace. The primary objective of this activity was to enhance public awareness of various forms of digital fraud and to equip participants with practical skills to avoid such threats. The methods employed included a public webinar, the distribution of infographics and short educational videos, as well as training simulations to recognize and respond to fraud schemes. This activity involved collaboration with two institutional partners, namely the Ministry of Communication and Informatics and Commission I of the Indonesian House of Representatives. The webinar was attended by 120 participants from Central Jakarta, South Jakarta, and overseas. The results indicated a significant improvement in participants’ understanding by 75%, as reflected in their enhanced ability to identify different types of digital fraud. This educational initiative proved effective in fostering a culture of vigilance and improving digital literacy, thereby reducing the risk of becoming victims of online fraud.
PEMANFAATAN PROTEIN IKAN TUNA UNTUK GIZI TUMBUH KEMBANG ANAK DAN DEMONSTRASI PEMBUATAN DIMSUM TUNA Masikki, Maharani Farah Dhifa Dg.; Hardi, Auliyah Dif; Wati, Awan Ambar; Rabiah, Siti; Rizka, Nur; Passe, Putri; Silvana, Silvana; Pilanto, Yenilda; Aliyani, Yusti; Naharun, Adelina; Asih, Ni Putu Nadya Puspita
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v10i1.36758

Abstract

Abstrak: Indonesia masih menghadapi prevalensi stunting yang tinggi, sehingga diperlukan pendidikan gizi berbasis keluarga sebagai upaya pencegahan. Ibu memiliki peran penting dalam memenuhi nutrisi anak untuk mendukung tumbuh kembang optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu rumah tangga dalam memanfaatkan ikan tuna sebagai sumber protein lokal untuk pencegahan stunting. Metode kegiatannya meliputi penyuluhan gizi, pemasakan pembuatan dimsum berbahan dasar ikan tuna, serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan peserta, serta uji organoleptik untuk menilai penerimaan produk. Peserta kegiatan berjumlah 16 ibu rumah tangga. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta dari kondisi awal 50% kategori sedang dan 50% kategori tinggi menjadi 87,5% berada pada kategori tinggi setelah kegiatan. Selain itu, peserta memperoleh keterampilan praktis dalam mengolah ikan tuna menjadi makanan bergizi yang dapat diterapkan dalam rumah tangga. Kegiatan ini berkontribusi dalam mendukung pencegahan stunting melalui pemanfaatan pangan lokal dan penguatan pendidikan gizi berbasis praktik.Abstract: Indonesia still faces a high prevalence of stunting, requiring family-based nutrition education as a preventive measure. Mothers play an important role in meeting their children's nutritional needs to support optimal growth and development. This community service activity aims to improve the knowledge and skills of housewives in utilizing tuna as a local source of protein for the prevention of stunting. The methods used in this activity included nutrition counseling, cooking tuna-based dim sum, and interactive discussions. Evaluation was conducted using pre-tests and post-tests to measure changes in participants' knowledge levels, as well as organoleptic tests to assess product acceptance. There were 16 housewives participating in this activity. The results showed an increase in participants' knowledge from an initial level of 50% in the moderate category and 50% in the high category to 87.5% in the high category after the activity. In addition, participants gained practical skills in processing tuna into nutritious foods that can be applied in their households. This activity contributed to supporting stunting prevention through the utilization of local foods and the strengthening of practice-based nutrition education.