cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
RAISING PUBLIC AWARENESS OF THE COVID-19 PANDEMIC THROUGH SOCIALIZATION OF MASK MAKING IN COMMUNITY PROGRAMS Agung Setyawan; Tyasmiarni Citrawati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3182

Abstract

Abstrak: Pengabdian masyarakat (Abdimas) adalah salah satu kegiatan yang dilakukan dosen dan mahasiswa dalam kontribusinya menyelesaikan persoalah yang ada di masyarakat. Simbiosis mutualisme antara dosen dan mahasiswa serta masyarakat akan banyaknya pengetahuan, pengalaman yang diperoleh dari dan kepada masyarakat. Kelompok sasaran masyarakat yang dituju dalam program abdimas ini adalah kelompok masyarakat yang memerlukan dukungan dalam menanggulangi wabah pandemi Covid-19. Pelaksanaan program ini ditekankan pada upaya untuk memberdayakan masyarakat, kelompok masyarakat, aparat pemerintahan desa atau stakeholders lainnya dalam menghadapi pandemi Covid-19. Sosialisasi pembuatan masker merupakan salah satu program Abdimas LPPM Universitas Trunojoyo Madura tahun 2020. Dosen bersama dengan mahasiswa kelompok 119, 120, 121, dan 122 serta masyarakat bahu membahu bersama melakukan program kerja penanggulangan meluasnya wabah Covid-19.Abstract:  Community service (Abdimas) is one of the activities carried out by lecturers and students in contributing to solving problems in society. The symbiosis of mutualism between lecturers and students and the community will be a lot of knowledge and experience gained from and from the community. The target groups of people in this community service program are community groups who need support in overcoming the Covid-19 pandemic outbreak. The implementation of this program is emphasized on efforts to empower communities, community groups, village government officials or other stakeholders in the face of the Covid-19 pandemic. The socialization of making masks is one of the Abdimas LPPM Universitas Trunojoyo Madura programs in 2020. Lecturers together with student groups 119, 120, 121, and 122, and the community work together to carry out work programs to combat the spread of the Covid-19 outbreak.
ANTICIPATION COVID-19 WITH MOVEMENT FOR HEALTHY AND PRODUCTIVE LIFE Farid Ardyansyah; Wanda Halim Mawaddah; Ismi Nur Azizah
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.3447

Abstract

Abstrak: Indonesia saat ini menghadapi musibah berupa wabah penyakit yang disebabkan oleh sebuah virus dimana penularannya sangat mudah. Wabah ini semakin hari semakin meningkat, utamanya di Provinsi Jawa Timur yang pada Mei 2020 menempati posisi teratas terbanyak pasien terjangkit covid-19 dengan jumlah kurang lebih 4.100 orang pada tanggal 27 Mei 2020. Hal ini membuat pemerintah melaksanakan aturan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) dan seluruh warga dihimbau untuk mematuhi protokol kesehatan. Aturan ini sangat berdampak pada banyak aspek kehidupan baik sosial, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat. Maka dari itu, seluruh lapisan masyarakat harus cerdas dan tanggap menghadapi ini terutama generasi muda yang bergerak membantu mencegah serta menanggulangi wabah ini agar tidak merugikan masyarakat. Program pengabdian masyarakat Desa Manggaan Kecamatan Modung Bangkalan adalah penyuluhan gerakan hidup sehat dan produktif dan pembagian masker. Program ini bertujuan untuk menanamkan pengetahuan tentang gerakan hidup sehat dengan mensosialisasikan pentingnya hidup sehat serta pengamalannya dengan memfasilitasi masyarakat dengan masker, tempat cuci tangan dan protokol kesehatan lainnya. Masyarakat sangat antusias dengan program ini dan beberapa orang mulai mengaplikasikan dan mengembangkan gerupatif ini. Terdapat 3 tahapan kegiatan pengabdian masyarakat : persiapan, pelaksanaan, evaluasi. Hasil kegiatan abdimas ini agar masyarakat Desa Modung memahami pentingnya hidup sehat dan menjalankan protokol selama pandemi covid-19.Abstract: Nowadays, Indonesia is facing the non-nature disaster that is an epidemic of a disease that is caused by an easy-transmission virus. This epidemic increases, particularly in East Java where on May 2020 it occupies the top position with the most number of patients who are infected covid-19. The amount is about 4.100 people on May, 27th 2020. This makes the government applies a new regulation that is PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) in which all people have to obey the health protocol. This rule gives effects in many aspects: social, economic, and public welfare. Because of that, the society must be intelligent and responsive in facing this disaster particularly the young generations and students. They have to rise up and help preventing this epidemic in order to avoid all negative impacts. The dedication program for Manggaan villagers, Modung, Bangkalan is a counseling about healthy life movement and productivity and masks distribution. This program is aimed to embed the knowledge that is about healthy life movement through socialize the importance of healthy life and facilitate the society with hand-washing facilities and others as the form of application of the healthy life particularly in pandemic situation.The society is very enthusiastic with this program and some of them intend to apply and develop the knowledge of healthy life and being productive. There are 3 stages of community service activities: preparation, implementation, evaluation. The results of this activity are so that the people of Modung Village understand the importance of living a healthy life and carrying out protocols during the Covid-19 pandemic.
BAHASA DAN LATAR TEMPAT SEBAGAI PENDEKATAN DALAM VIDEO PENYULUHAN TENTANG VIRUS COVID-19 Dinda Rizki Tiara
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i3.2897

Abstract

Abstrak: Pandemi Covid-19 merupakan wabah besar yang sedang terjadi di seluruh belahan dunia, termasuk di Indonesia. Penularan virus Covid-19 di Indonesia yang massive  menuntut adanya informasi yang tepat dan disebarkan secara terus menerus agar masyarakat dapat meningkatkan kesadaran dan mendapatkan edukasi yang tepat mengenai penyebaran dan pencegahan Covid-19. Pada beberapa masyarakat yang kental dengan budaya, seperti masyarakat Madura, diperlukan pendekatan kontekstual dalam melakukan penyuluhan agar informasi tersebut bisa sampai dengan tepat pada masyarakat. Latar belakang budaya dan latar wilayah daerah menjadi pertimbangan penting dalam kegiatan penyuluhan Covid-19. Penyuluhan dilakukan melalui video yang telah dibuat dengan menggunakan bahasa Madura dengan tujuan informasi dan himbauan tersebut terasa dekat dengan masyarakat, sehingga perhatian pada informasi dan pelaksanaan himbauan lebih banyak dilakukan. Penyuluhan ini dilakukan pada salah satu daerah di Kabupaten Pamekasan, Madura yang kental akan budayanya. Hasilnya masyarakat lebih memahami cara menghindar dari virus Covid-19 dan dapat mengurangi penyebaran virus tersebut.Abstract: The Covid-19 pandemic is a major epidemic that currently occurring in all parts of the world, including in Indonesia. The massive transmission of the Covid-19 virus in Indonesia requires proper and continuous information to be disseminated so that the public could raise the awareness and receive the right information about the spread and prevention of Covid-19. In some societies that are salient with culture values, such as the Madurese community, a contextual approach is needed in conducting prevention program so that the information could reach the community accurately. Cultural values and regional background are essential points for conducting Covid-19 counseling program. Therefore, the prevention and mitigation of Covid-19 program in Madura should be conducted in a contextual manner so it more appealing and close the heart of public. The counseling was conducted through videos using the Madurese language with the cultural approach so many people could raise their awareness about the importance of Covid-19 prevention program. This counseling was carried out in one of the areas in Pamekasan Regency, Madura which salient with its cultural value.
PROGRAM PEMBERDAYAAN ANAK PENYINTAS GEMPA LOMBOK MELALUI PEMANFAATAN PERMAINAN TRADISIONAL Ilham Syahrul Jiwandono; Heri Setiawan; A. Hari Witono; Hudian Yusfil Hazmi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i3.2453

Abstract

Abstrak: Banyak anak-anak yang masih trauma akibat gempa bumi yang mengguncang pulau Lombok 2018 silam. Diperlukan sebuah program pemberdayaan agar perkembangan fisik dan mental mereka agar tidak terganggu. Solusi yang ditawarkan dalam program ini adalah mengembalikan mental penyintas gempa melalui pemanfaatan permainan tradisional yang dekat dengan lingkungan anak-anak Pengabdian ini bertujuan untuk membantu anak-anak mengembalikan mental anak yang sempat down akibat gempa serta meningkatkan aktivitas fisik anak agar perkembangan motoriknya tidak terganggu. Metode pengabdian menggunakan kolaborasi, koordinasi, persiapan dan pelaksanaan.. Lokasi pengabdian di Dusun Sumur Pande Lauk, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara. Setelah program ini dilaksanakan terlihat perubahan yang dialami anak-anak penyintas gempa Lombok, diantaranya mudah tertawa, mau bermain secara berkelompok dan berani keluar dari rumahnya masing-masing.Abstract: Many children are still traumatized by the earthquake that shook the island of Lombok in 2018 ago. An empowerment program is needed so that their physical and mental development is not disrupted. This service aims to help children restore the mentality of children who were down due to the earthquake and increase physical activity of children so that motor development is not disrupted. The service method uses collaboration, coordination, preparation and implementation. The solution offered in this program is through the use of traditional games that are close to the environment of children. Location of service in the Sumur Pande Lauk, Kayangan Sub-District, North Lombok Regency. After the program was implemented, it was seen that the changes experienced by the children of survivors of the earthquake in Lombok, including being able to laugh, wanting to play in groups and daring to get out of their homes.
EDUKASI PENGGUNAAN HAND SANITIZER DAN PEMBAGIAN HAND SANITIZER DISAAT PANDEMI COVID-19 Fenti Fatmawati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i2.2401

Abstract

Abstrak: Covid-19 adalah suatu wabah penyakit yang disebabkan oleh virus Corona. Wabah ini kini telah menjadi permasalahan dunia tidak terkecuali negara Indonesia. Diperlukan adanya kegiatan yang dapat mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga perilaku hidup sehat untuk mencegah penyebaran virus corona. Tujuan dilaksanakannya kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat akan pentingnya hidup bersih dan sehat  guna menghindari tertularnya Covid-19 ini yang salah satunya dengan cara mengedukasi penggunaan hand sanitizer. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di RW 08 Kelurahan Manjahlega Kecamatan Rancasari Kota Bandung oleh dosen Bhakti Kencana University. Adapun metode kegiatan ini dilakukan beberapa tahap. Tahap pertama yaitu pembuatan hand sanitizer secara mandiri dan tahap kedua adalah membagikan hand sanitizer pada warga. Hand sanitizer telah ditempatkan di titik-titik yang dilewati oleh warga sehingga warga dapat mengambilnya dengan mudah namun terkontrol. Titik-tersebut diantaranya di depan rumah warga dan di gerbang masuk RW 08 karena di daerah RW 08 ini semua akses masuk komplek dijadikan satu pintu. Kegiatan ini telah terlaksana dengan baik dan masyarakat telah teredukasi akan pentingnya hidup bersih dan sehat guna menghindari penyebaran virus corona.Abstract: Covid19 is an epidemic caused by the Coronavirus. This outbreak has become a problem in the world including Indonesia. The benefit of this activity is to educate the public about the importance of maintaining healthy living behaviors. The purpose of this community service activity is to educate the public about the importance of a clean and healthy life in order to avoid contracting Covid19, one of which is by educating the use of hand sanitizers. This community service activity was carried out at RW 08 Manjahlega Village, Rancasari District, Bandung City by a lecturer of Bhakti Kencana University. The method for this activity is carried out in several stages. The first stage is making hand sanitizers independently and the second stage is distributing hand sanitizers to residents.. Hand sanitizers have been placed at points that are passed by residents so that residents can retrieve them easily but are controlled. These points are in front of the residents' houses and at the entrance gate of RW 08 because in the RW 08 area all accesses to the complex are made into one gate. This activity has been carried out well and the community has been educated on the importance of a clean and healthy life to avoid the spread of the corona virus.
PLANNING AND ASSISTANCE THE MAKING OF INFILTRATION WELLS Gunawan Prayitno; Mohammad Bisri; Pitojo Tri Juwono; Muhammad Ruslin Anwar; Harimurti Harimurti; Nindya Sari; Dian Dinanti; Mayang Wigayatri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3564

Abstract

Abstrak: Banjir, dan genangan dapat terjadi dimana saja di Indonesia, terutama dengan curah hujan yang cukup tinggi. Sumur resapan dan biopori dapat menjadi solusi bagi permasalahan banjir dan genangan.  Sumur resapan adalah sebuah rekayasa teknik penyimpanan air dengan bentuk seperti sumur gali yang memiliki fungsi sebagai penampung air hujan dari atap rumah yang diteruskan dalam tanah dengan kedalaman tertentu. Pondok Pesantren Bahrul Maghfiroh yang terletak di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang juga mempunyai permasalahan genangan akibat limpasan air yang cukup tinggi. Kegiatan ini bertujuan membuat sumur resapan dilokasi mitra sehingga dapat mengurangi terjadinya genangan yang sering terjadi pada saat musih hujan. BPPM (Badan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya bekerjasama dengan mitra Yayasan di Ponpes Bahrul Maghfiroh di Kelurahan Tlogomas, Kecamatan Lowokwaru Kota Malang, mendampingi dalam proses perencanaan dan implementasi pembangunan sumur resapan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan dimulai dengan pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) penentuan lokasi sumur resapan, pendampingan perencanaan serta pendampingan pembangunan sumur resapan. Hasil kegiatan ini adalah terbangunnya 3 (tiga) sumur resapan yang diharapkan dapat mengurangi genangan yang biasa terjadi di dalam lingkungan pondok pesantren.Abstract:  Floods and flooding can occur anywhere in Indonesia, especially with high rainfall. Infiltration wells and bio pores can be a solution to flood and flood problems. The infiltration well is an engineering water storage technique in the form of a dug well, which functions as a rainwater reservoir from the roof of a house, which continues to be deep in the ground. Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School, located in Tlogomas Village, Lowokwaru District, Malang City, also has a serious water runoff flooding problem. This activity aims to make infiltration wells in partner locations to reduce flooding that often occurs during the rainy season. BPPM (Research and Community Service Agency) Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya collaborates with the Bahrul Maghfiroh Islamic Boarding School partners in Tlogomas Village, Lowokwaru District Malang City to assist in the planning and implementation of the infiltration well building process. This community service activity began with the implementation of the Focus Group Discussion (FGD) on infiltration wells, assistance in the planning, and assistance in the construction of absorption wells. This activity result is the construction of 3 (three) infiltration wells, which are expected to reduce the amount of flooding normally occurring in the boarding school environment.
IMPROVEMENT OF BALANCED NUTRITIONAL KNOWLEDGE AND SKILLS THROUGH THE DEMONSTRATION OF ISI PIRINGKU IN BASIC SCHOOL CHILDREN Mardiana Mardiana; Hana Yuniarti; Eddy Susanto
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4314

Abstract

Abstrak: Pengetahuan merupakan tahap awal dalam perubahan sikap dan perilaku Kurangnya pengetahuan  mengenai gizi akan berdampak pada timbulnya masalah gizi  yaitu kekurangan zat gizi atau bahkan kelebihan zat gizi.  Pemberian pendidikan gizi sebagai gambaran kepada siswa bahwa pentingnya penerapan gizi seimbang dan juga memberi motivasi agar mau  sarapan pagi sebelum ke sekolah dengan mengkonsumsi sayuran hijau, kacang-kacangan, padi-padian dan buah-buahan yang cukup, sehingga makanan yang dikonsumsi cukup beraneka ragam baik  jumlahnya maupun dalam kualitasnya sesuai dengan porsi anjuran pada isi piringku. Tujuan dari kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan siswa mengenai gizi seimbang melalui demonstrasi Isi piringku pada anak SDN 115 Palembang sebanyak 40 orang. Adapaun metode yang digunakan adalah penyuluhan, demonstrasi dan simulasi. Hasil dari kegiatan pengabmas ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan rata-rata pengetahuan siswa sebesar 38,5 point dan sebanyak 40 orang (100%) siswa dapat mengisi isi piringku dengan benar artinya telah terjadi peningkatan keterampilan siswa dalam mengisi isi piringku. Disarankan kepada siswa agar selalu mengonsumsi makanan bergizi seimbang yang sesuai dengan porsi makan isi piringku.Abstract: Knowledge is the initial stage in changing attitudes and behavior. Lack of knowledge about nutrition will have an impact on the emergence of nutritional problems, namely nutritional deficiencies or even excess nutrients. Providing nutrition education as an illustration to students that the importance of implementing balanced nutrition and also motivating them to have breakfast before going to school by consuming enough green vegetables, nuts, grains and fruits, so that the food consumed is quite diverse. the amount and quality according to the recommended portion on the contents of my plate. The purpose of this activity is to increase students' knowledge and skills regarding balanced nutrition through demonstration of the contents of my plate on child of SDN 115 Palembang as many as 40 students. The methods used are counseling, demonstration and simulation. The results of this community service activity showed that there was an increase in the average student's knowledge of 38,5 points and as many as 40 people (100%) students could fill in the contents of my plate correctly, which means that there has been an increase in student skills in filling out the contents of my plate. It is recommended that students always eat a balanced nutritious diet that matches the portion of the meal that is on my plate.
VILLAGE COMMUNITY BASED JOURNALISTIC WORKSHOP Zulkarnain Hamson; St. Shofiyah; Rostini Rostini; Arjang Arjang; Andi Azhar Aljurida
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3465

Abstract

Abstrak: Jurnalistik desa dengan tujuan membangun kekuatan informasi desa dalam menunjang publikasi potensi dan aktifitas desa, saat ini menjadi prioritas yang tidak bisa dihindari, terlebih akuntabilitas manajemen pemerintahan desa, bisa sangat terbantu. Untuk itu, pola pengelolaannya didistribusikan kepada masyarakat, sehingga akan lebih meningkatkan peran serta masyarakat dalam membangun daerahnya. Pelibatan masyarakat desa, justru membuka ruang bagi kemunculan dan kepercayaan public pada kinerja aparat desa. Sisi lain yang diharapkan dari keterlibatan masyarakat adalah kedekatan mereka pada problematika desa, juga menjembatani public dan desa dimana mereka berdiam. Pelatihan ini dinilai berhasil menaikkan tingkat keprihatinan masyarakat pada problematika desa, dan menyuarakan berbagai potensi yang dimilikinya. Peserta workshop terdiri dari wakil ibu rumahtangga, perempuan, remaja dan tenaga motifator desa. Peserta dilatih secara teknis membuat berita desa, dengan pedoman penulisan berita komerial. Hasilnya 25 peserta mampu menuliskan informasi desa yang siap dipublikasi, baik media social maupun media komersial.Abstract:  Village journalism with the aim of building the strength of village information in supporting the publication of village potential and activities is currently an unavoidable priority, especially the accountability of village government management, which can be greatly helped. For this reason, the management pattern is distributed to the community, so that it will further increase community participation in developing their regions. Involving village communities, in fact opens space for the emergence and public confidence in the performance of village officials. Another aspect that is expected from community involvement is their closeness to village problems, as well as bridging the public and the village where they live. This training is considered successful in raising the level of community concern on village problems and voicing the various potentials it has. Workshop participants consisted of representatives of housewives, women, youth and village motivator staff. Participants are trained technically in making village news, with guidelines for writing commercial news. As a result, 25 participants were able to write village information that was ready to be published, both social media and commercial media.
THE GUIDANCE OF TOURISM MARKET PARTICIPATIVE PLANNING Gunawan Prayitno; Aris Subagiyo; Nindya Sari; Dian Dinanti; Nurkholis Hamidi; Sugiarto Sugiarto; Suluh Elman Swara; Muhammad Satya Adhitama
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4029

Abstract

Abstrak: Desa Sumbersekar merupakan desa yang dikenal dengan istilah Kampung Dokar dengan beragam tawaran tatanan nuansa kampung tempo dulu. Setiap tahunnya, warga desa Sumbersekar menggelar festival Kampoeng Dokar dengan berbagai kegiatan. Konsep ini mendapat dukungan penuh dari warga lokal dengan kerja sama warga dalam menata kampung yang bertemakan tempo dulu dengan berbagai desain anyaman bambu di lingkungan desa. Pendampingan perencanaan Kawasan Wisata Sumbersekar dilakukan oleh BPPM Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, terkait dengan solusi pengembangan yang harus dilakukan yaitu peningkatan identitas produk lokal, penyusunan grand desain Kawasan, serta DED Kawasan wisata Sumbersekar yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat. Selain itu dengan adanya pembangunan tersebut maka akan dapat mendorong bergeraknya sektor lain di Desa Sumbersekar baik dari sosial, ekonomi, budaya maupun yang lainnya.Abstract: Sumbersekar Village is a village known as Kampung Dokar with a variety of offers of old village nuances. Every year, residents of Sumbersekar village hold the Kampoeng Dokar festival with various activities. This concept has received full support from residents with residents' cooperation in arranging old-themed villages with various woven bamboo designs in the village environment. BPPM (Badan Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) Faculty of Engineering, Universitas Brawijaya assists in planning the Sumbersekar Tourism Area by developing necessary solutions, including enhancing local products' identity, developing the Area's grand design, and developing the Area's detail engineering design. Also, this development will encourage the movement of other sectors in Sumbersekar Village from social, economic, cultural, and other aspects.
ROM MOVEMENT TRAINING ON CARE GIVER Lilik Pranata; Sri Indaryati; Aniska Indah Fari
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.2934

Abstract

Abstrak: Range Of Motion (ROM) merupakan suatu cara yang dilakukan untuk membantu pergerakan pada lansia dengan keterbatasan sendi, kegiatan ini sangat penting dilakukan terutama di Panti Werdha karena didominasi oleh lansia yang telah mengalami kekakuan sendi, adapun yang harus membantu melakukan adalah care giver, care giver merupakan orang yang membantu lansian dalam kesehariannya, saat dilakukan studi pendahuluan care giver belum pernah di ajarkan cara gerakan ROM, maka dari masalah tersebut dilakukan pelatihan ROM pada care giver yang dilakukan oleh ahli bidang fisioterapis, tujuan kegiatan untuk meningkatakn kompentesi dan kemapuan dari care giver dalam memberikan perawatan pada lansia. Setelah dilakukan pelatihan selama tiga hari dan dilakukan evaluasi, care giver sudah mampu melakukan ROM secara mandiri, serta akan diterapkan pada lansia yang mengalami kaku sendi atau keterbatasan fisik untuk mengurangi gangguan pada sendi serta mengurangi kematian jaringan pada bagian kaki dan tangan. Perlunya adanya pelatihan yang kontinyu kepada care giver untuk meningkatkan kemampuan dan skill merawat lansia.Abstract: Range of motion (ROM) is a way to help elderly people with joint limitations. This activity is very important to do, especially in nursing homes because it is dominated by elderly people who have experienced joint stiffness. care giver is a person who helps lansian in his daily life, when a preliminary study was conducted the care giver had never been taught how to move ROM, so from this problem ROM training was carried out on care giver which was carried out by a physiotherapist, the purpose of the activity was to increase the competence and ability of care giver in providing care for the elderly. After three days of training and evaluation, the care giver is able to perform ROM independently, and it will be applied to the elderly who experience joint stiffness or physical limitations to reduce joint disorders and reduce tissue death in the feet and hands. The need for continuous training for caregivers to improve their ability and skills to care for the elderly.

Page 10 of 53 | Total Record : 524