cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
OPTIMIZATION OF SUSTAINABLE CAPTURE FISHERIES IN FAD FOR FISHERMAN Mustasim Mustasim; Misbah Sururi; Abudarda Razak; Ismail Ismail; Muhammad Ali Ulat; Amir Machmud Suruwaky; Handayani Handayani; Endang Gunaisah; Vicky Rizky Affandy Katili; Hendra Poltak
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4011

Abstract

Abstrak: Keberadaan rumpon sebagai alat bantu penangkap ikan dapat meningkatkan produksi dan keberlanjutan lingkungan perlu didukung dengan alat tangkap yang ramah lingkungan. sesuai dengan jenis ikan pada rumpon. Pengabdian masyarakat bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada nelayan untuk dapat membuat alat tangkap ramah lingkungan. Metode pelaksanaan yaitu memberikan ceramah dan praktik dilakukan dengan panduan instruktur memperagakan cara kerja untuk menghasilkan output kegiatan. Harapannya nelayan mandiri dan dapat meningkatkan kesejahteraanya. Kegiatan diikuti oleh kelompok nelayan kelurahan Saoka yang mendapat bantuna rumpon sebanyak 10 orang. Hasil pengabdian masyarakat nelayan mampu membuat alat tangkap ramah lingkungan berupa jaring insang hanyut pelagis kecil, rawai vertikal pelagis kecil, dan handline pelagis besar.  Evaluasi terhadap dampak rumpon dan alat tangkap ramah lingkungan terhadap pendapatan diperoleh hasil 2 orang nelayan mengalami kenaikan pendapatan sampai 10%, 5 orang nelayan mengalami kenaikan pendapatan 11-25%, 3 orang nelayan mengalami kenaikan pendapatan sebesar 26-100%.Abstract: The existence of FADs as a tool for fishing can increase production and environmental sustainability needs to be supported by environmentally friendly fishing gear. according to the type of fish on the FAD. Community service aims to provide skills to fishermen to be able to make environmentally friendly fishing gear. The method of implementation is to give lectures and practices conducted with the instructor's guide demonstrating how it works to produce the output of the activity. The hope is that fishermen are independent and can improve their welfare. The activity was followed by a group of fishermen from Saoka Village who received 10 people of FADs. The results of the community service of fishermen are able to make environmentally friendly fishing gear in the form of small pelagic gill nets, small pelagic vertical longlines, and large pelagic handlines. Evaluation of the impact of FADs and environmentally friendly fishing gear on income resulted in 2 fishermen experiencing an increase in income of up to 10%, 5 fishermen experiencing an income increase of 11-25%, 3 fishermen experiencing an income increase of 26-100%.
EDUKASI PERAWATAN FOOT AND ANKLE EXERCISES TERHADAP PENCEGAHAN KOMPLIKASI KAKI DIABETIK PADA PENDERITA DIABETES MELLITUS Baiq Ruli Fatmawati; Marthilda Suprayitna; Kurniati Prihatin; Zuliardi Zuliardi; Zaenal Arifin; Zuhratul Hajri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i3.2919

Abstract

Abstrak: Komplikasi penyakit diabetes mellitus yang sering dijumpai adalah kaki diabetik yang ditandai dengan ulkus, infeksi, gangren dan artropi charcot. Upaya pencegahan kaki diabetic dilakukan dengan cara pemeriksaan, perawatan dan Foot and Ankle Exercises, sehingga dapat mencegah terjadinya luka dan dapat meningkatkan vaskularisasi pada kaki penderita diabetes mellitus. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk mengedukasi masyarakat tentang bagaimana perawatan dan Foot and Ankle Exercises pada penderita diabetes mellitus di wilayah kerja Puskesmas Penimbung, Gunungsari, Lombok Barat. Metode yang digunakan melalui pendidikan kesehatan tentang perawatan dan pelatihan senam kaki (Foot and Ankle Exercises) sebagai tindakan pencegahan terhadap komplikasi kaki diabetik pada 35 responden dengan diabetes mellitus. Evaluasi Akhir Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah diperolehnya pengetahuan penderita diabetes mellitus terhadap perawatan kaki yang menunjukkan peningkatan nilai rerata post test menjadi 75 dari nilai rerata pada pre test 31 terhadap 30 responden. Diharapkan informasi yang telah disampaikan dalam modul dapat dijadikan panduan dalam memantau penatalaksanaan perawatan kaki pada diabetes mellitus serta Kegiatan senam kaki ini dapat dilakukan secara teratur dirumah dan gerakannya disesuaikan dengan kemampuan tubuh.Abstract: A complication of diabetes mellitus often encountered by diabetic foot which is characterized by ulcers, infection and gangrene and Charcot’s anthropic. Prevention of diabetic food is done examination, Foot treatment and Ankle Exercises, can prevent injury and can increase vascularity blood in feet. The purpose of devotion to this community  is a educate the public about how to care foot with Foot treatment and Ankle Exercises for people with diabetes mellitus  in Penimbung public Health Center, sub district Gunungsari, West Lombok, West Nusa Tenggara. Methods used through health education regarding the care and training of foot and ankle exercises as a preventive measure against complications of diabetic foot in 35 respondent with diabetes mellitus. Final Evaluation of Community Service Program obtained knowledge of diabetes mellitus sufferers on foot care which shows an increase in the mean value of the posttest to 75 from the mean value in the pre-test 31 to 35 respondents. the information that has been conveyed in the module can be used as a guide in monitoring the management of foot care in diabetes mellitus and this Foot treatment and Ankle Exercises can be done regularly at home and the movements are adjusted to the body's ability.
PERAN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM DAN YOUTUBE DALAM PEMBUATAN ACARA DAN KEGIATAN KARANG TARUNA Anggun Citra Dini Dwi Puspitasari; Riko Riko
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i3.2601

Abstract

Abstrak: Karang Taruna adalah organisasi kepemudaan yang berperan penting dalam mengembangkan potensi generasi muda di lingkungannya. Kami mendapati bahwa Karang Taruna RT 010 RW 02 Kelurahan Susukan Kecamatan Ciracas Jakarta Timur kurang aktif dalam membuat acara dan kegiatan-kegiatan di lingkungannya. Salah satunya karena mereka belum memanfaatkan media sosial Instagram dan YouTube sebagai wadah mengekspresikan diri untuk aktif membuat kegiatan-kegiatan di lingkungannya. Untuk itu, kami melakukan sosialisasi tentang peran media sosial Instagram dan YouTube sebagai wadah mengekspresikan diri agar aktif membuat acara dan kegiatan-kegiatan kepemudaan di lingkungan RT 010 RW 02 Kelurahan Susukan, serta memberikan pelatihan cara mengedit video untuk mempublikasikannya di Instagram dan YouTube. Setelah dilakukan sosialisasi dan pelatihan, pada akhirnya Pemuda Karang Taruna RT 010 RW 02 Kelurahan Susukan Kecamatan Ciracas Jakarta Timur dapat mengedit video kegiatan mereka, dan siap untuk dipublikasikannya di Instagram dan YouTube dengan akun atau channel Karang Taruna RT 010 RW 02 Kelurahan Susukan Kecamatan Ciracas Jakarta Timur.Abstract: Karang Taruna is a youth organization that plays an important role in developing the younger generation within local community. We found that Karang Taruna RT 010 RW 02 Kelurahan Susukan Kecamatan Ciracas Jakarta Timur is less active in creating events and activities within its community. For this reason, we conducted socialization about the role of social media like Instagram and YouTube, not only as a form of expression, but also as a form of creating events and activities. We also provided training on how to edit videos for Instagram and YouTube. After the socialization and training, this Karang Taruna is managed to edit their video documentation and published it to their Karang Taruna Instagram account and YouTube channel.
PELATIHAN SOLIDWORK SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN KEMAMPUAN TEKNIK MENGGAMBAR BAGI SISWA SMKN Novi Sukma Drastiawati; Nur Aini Susanti; Tri Hartutuk Ningsih; Diah Wulandari; Andita Nataria Fitri Ganda
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i3.1470

Abstract

Abstrak: Dunia pendidikan saat ini tengah menghadapi revolusi industri 4.0, untuk generasi muda perlu persiapan dari segi kemampuan dalam bidang komputer. Bagi siswa SMK, kemampuan yang harus ditingkatkan adalah terampil menggunakan komputer untuk mendesain sebagai pengembangan pada mata pelajaran teknik menggambar. SMKN 1 Bendo merupakan salah satu SMK terbaik di Kabupaten Magetan, sehingga penambahan keterampilan sudah layak dimiliki oleh siswa-siswa pada sekolah tersebut, namum berdasarkan silabus yang ada salah satu pengembangan teknik menggambar masih berupa mata pelajaran CAD (Computer Aided Design). Berdasarkan misi sekolah, satunya adalah mengupayakan mutu layanan pendidikan kejuruan sesuai dengan tuntutan masyarakat dunia usaha dan dunia industri, maka pelatihan tentang teknik menggambar menggunakan komputer perlu ditambahkan secara khusus. Salah satu pengembangan yang diperlukan adalah terampil menggunakan software SolidWork. Para siswa dapat meningkatan keterampilan menggunakan software tersebut dengan mengikuti pelatihan yang diadakan oleh dosen-dosen Teknik Mesin UNESA. Metode pelatihan SolidWork menggunakan metode pembelajaran secara langsung (direct instruction), yang meliputi kegiatan orientasi, presentasi, latihan terstruktur, latihan terbimbing, dan latihan mandiri. Respon siswa terhadap pelatihan SolidWork adalah 97,67% hal tersebut menunjukkan siswa memberikan respon sangat positif.Abstract: The World of Education is currently facing an industrial revolution 4.0, for the younger generation needs preparation in terms of capabilities in the computer field. For vocational students, the ability that must be improved is in using computers to design as a development in drawing engineering subjects. Bendo 1 Vocational School is one of the best Vocational Schools in Magetan Regency, so that the addition of skills is appropriate for students at the school, but based on the syllabus, one of the techniques of drawing is CAD (Computer Aided Design) subjects. Based on the school mission, one of which is to strive for the quality of vocational education services in accordance with the demands of the business community and the industrial world, training on drawing techniques using computers needs to be added specifically. One development that is needed is regarding the ability of students to skillfully use Solidwork software. Students can improve their skills to use the software by attending training held by UNESA Mechanical Engineering lecturers. The SolidWork training method uses the direct instruction method, which includes orientation activities, presentations, structured exercises, guided exercises, and independent training. The response of students to SolidWork training was 97.67%, it shows students gave very positive responses.
KNOWLEDGE AND SKILL OF THE HEALTH CADRES ABOUT BASIC LIFE SUPPORT Edi Purwanto; Indah Dwi Pratiwi; Lilis Setyowati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3532

Abstract

Abstrak: Pertolongan pertama yang segera diberikan pada kasus cardiac arrest yang timbul di masyarakat sebenarnya bukan hanya tanggung jawab petugas Kesehatan. Orang awam/anggota masyarakat seyogyanya mempunyai pengetahuan dan keterampilan dasar tentang penanganan kasus kedaruratan umum yang sering ditemui dimasyarakat. Belum masuknya program pelatihan penanganan kasus kedaruratan umum untuk orang awam/layperson dalam agenda pembinaan kesehatan oleh pemerintah, akan meningkatan angka kematian pada kelompok orang yang beresiko tersebut. Oleh karena itu, perlu dilakukan kegiatan pelatihan dan pendampingan tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD). Mitra yang terlibat adalah sebanyak 26 Kader Kesehatan di Kota Malang. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian ini adalah pendampingan dan pelatihan tindakan pendampingan tindakan Bantuan Hidup Dasar (BHD) yang meliputi kasus tersedak benda asing, dan kasus henti napas dan henti jantung. Hasil yang diperoleh adalah adanya peningkatan kemampuan kognitif dari peserta setelah diadakan pendampingan dan pelatihan.Abstract: Immediate first aid given in cardiac arrest cases that arise in the community is not the only responsibility of health workers. Laypersons should have basic knowledge and skills regarding handling general emergency cases encountered in the community. The absence of a general emergency case handling training program for laypersons in the government’s health development agenda will increase the mortality rate for these groups of people at risk. Therefore, it is necessary to carry out training activities and assistance for Basic Life Support skills. The partners involved were 26 Health Cadres in Malang City. The method used for the service activity is mentoring and training for assistance for Basic Life Support skills, including choking on foreign objects and respiratory arrest and cardiac arrest. There was an improvement in the participants’ cognitive abilities after mentoring and training skills.
THE SOCIALIZATION OF NATURAL DYES AND SHIBORI TEXTILE COLORING METHODS FOR EMPOWERING KAMPUNG BATIK KAMBOJA COMMUNITY Siva Devi Azahra; Jagad Aditya Dewantara; Siti Masitoh Kartikawati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4327

Abstract

Abstrak: Semakin meningkatnya kesadaran lingkungan menyebabkan mulai beralihnya gaya hidup masyarakat untuk menggunakan produk yang ramah lingkungan. Penggunaan pewarna alami yang ramah lingkungan dalam proses produksi tekstil dapat menjadi alternatif untuk menghindari penggunaan pewarna sintetis yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan maupun kesehatan. Oleh karena itu, penggunaan pewarna alami dengan memanfaatkan tumbuhan khas serta teknik pewarnaan shibori sangat bermanfaat untuk menghasilkan produk yang memiliki ciri khas, bernilai ekonomi, dan ramah lingkungan. Kelompok masyarakat Kampung Batik Kamboja terdiri dari masyarakat dan juga pengrajin batik yang ada di Kota Pontianak sehingga merupakan akseptor potensial karena merupakan pelaku langsung industri tekstil. Tahapan kegiatan dimulai dengan meninjau kondisi eksisting kelompok masyarakat tersebut, melakukan sosialisasi, memberikan pelatihan pembuatan pewarna alami dan teknik pewarnaan shibori, dan diakhiri dengan melakukan evaluasi pengetahuan peserta. Berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan setelah kegiatan, terdapat peningkatan pengetahuan dan keterampilan yang bagi kelompok masyarakat tersebut, yaitu pemahaman mengenai bahaya penggunaan pewarna sintetis bagi kesehatan maupun lingkungan, pemanfaatan jenis-jenis tumbuhan sebagai pewarna alami, dan teknik pewarnaan shibori. Kegiatan tersebut menjadi pendorong kelompok masyarakat Kampung Batik Kamboja untuk berinovasi dalam pembuatan karya seni tekstil batik dan mengembangkan jenis-jenis tumbuhan Kalimantan Barat yang berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai pewarna alami.Abstract: Increasing of environmental awareness has led to the shifts of people's lifestyles to use environmental friendly products. The use of eco-friendly natural dyes in the textile production process might be used an alternative to avoid harmful effect to the environment and risk to human health when using synthetic dyes. Therefore, using natural dyes especially from typical plants and utilizing shibori coloring techniques are useful to produce distinctive, economic, and eco-friendly products. Kampung Batik Kamboja, a community group consists of people and batik craftsmen in Pontianak City, is a potential acceptor of the methods since they are real player in textile industry. The activities was started with the review of the current condition of the community followed by socialization, providing training on making natural dyes and shibori coloring techniques, and ending with evaluating the knowledge of participants. Based on the evaluation conducted in the end of activity, the results show an increase in knowledge and skills of the member of community, in term of the understanding of the dangers of using synthetic dyes for health and the environment. Also, they have knowledge in alternative method of coloring by using natural dyes from plant and applying shibori coloring techniques. This activity is able to empower Kampung Batik Kamboja community groups to innovate of batik textile manufacturing especially in the artworks and develop the utilization of West Kalimantan plant species as a potential natural dyes.
WORKSHOP OF MOBILE APPLICATION USE EQUIPPED WITH AUGMENTED REALITY TECHNOLOGY IN THE SCIENCE FORMATIVE ASSESSMENT Yessi Affriyenni; Vita Ria Mustikasari; Erni Yulianti; Erti Hamimi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.3467

Abstract

Abstrak: Revolusi industri 4.0 menyasar pada teknologi terapan dan berdampak langsung kepada masyarakat termasuk golongan yang bergerak pada bidang pendidikan yakni guru dan dosen. Para pendidik dituntut untuk selalu berinovasi dengan metode belajar, model pembelajaran, penilaian serta umpan baliknya terutama di masa pandemi COVID-19. Untuk itu, dilaksanakanlah kegiatan workshop dengan tema pelatihan penggunaan aplikasi mobile (bergerak) dilengkapi teknologi augmented reality dalam pelaksanaan asesmen formatif IPA. Tujuan workshop ini adalah membantu para guru dalam pelaksanaan penilaian (asesmen) berbantuan teknologi yang sedang berkembang saat ini yaitu Augmented Reality terintegrasi dengan teknologi internet dan perangkat bergerak lainnya di masa pandemik. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini terdiri dari tiga tahapan utama yakni tahap persiapan, pelaksanaan, dan penyusunan laporan. Pelaksanaan kegiatan workshop ini dilaksanakan secara daring melalui platform Zoom pada tanggal 16-18 Juni 2020 yang terdiri dari penyampaian materi 1 dan materi 2, diskusi, serta tugas mandiri. Kegiatan pengabdian berjalan baik dan lancar dengan 97,1% peserta menyatakan materi yang dibawakan jelas dan bobot tugas yang proporsional, Selain itu, sebanyak empat orang peserta workshop berhasil mendiseminasikan karyanya melalui sebuah seminar berskala nasional.Abstract: Industrial revolution 4.0 targets applied technology and directly impacts people including the educational community such as teachers and lecturers. The educators are required to keep innovating the learning method, model, and assessment along with its feedback, especially in the COVID-19 pandemic era. Thus, a workshop with the theme of the use of mobile applications equipped with augmented reality in Science formative assessment was conducted. The purpose of this workshop is to assist the teachers in conducting assessments equipped with currently developing technology which is the Augmented Reality integrated with the internet and other mobile applications in the pandemic era. The activity of this community service consists of three main stages including planning, execution, and reporting. The workshop execution was conducted virtually through the Zoom platform on June 16th-18th, 2020 including the presentation of 1st and 2nd material, discussion, and independent structured assignment. The community service went well and smoothly with the material clarity responses reached 97.1% and proportional workload. Besides, four participants have submitted and disseminated their papers through a national-scaled conference.
INSTRUCTIONAL LEARNING DEVELOPMENT ASSISTANCE PROGRAM FOR ELEMENTARY SCHOOL TEACHERS THROUGH ASSISTED SCHOOL PROGRAM Pradipta Annurwanda; Rahmat Winata; Siti Suprihatiningsih; Rizki Nurhana Friantini; Bernadeta Ritawati; Rian Rian
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i2.4109

Abstract

Abstrak: Seorang guru dituntut untuk mampu menyusun tujuan pembelajaran secara jelas dan lugas agar proses pembelajaran dapat terkonsepsikan dengan baik. Namun beberapa guru masih mengalami kesulitan dalam menyusun perangkat pembelajaran sesuai dengan pedoman yang ada. Hal ini mengakibatkan guru belum sepenuhnya menjadikan perangkat pembelajarannya sebagai kendali dan pedoman dalam melaksanakan pembelajaran di kelas. Oleh karena itu kegiatan pendampingan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Kegiatan pendampingan ini dilaksanakan di SDN 04 Sepahat, Menjalin, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat selama 10 bulan yaitu dari tanggal 30 Januari 2020 sampai dengan 30 November 2020. Peserta pendampingan adalah 9 guru tingkat sekolah dasar. Metode pelaksanaan kegiatan pendampingan terbagi menjadi 3 tahapan yaitu persiapan, pelaksanaan dan evaluasi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat peningkatan kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Selain itu, kegiatan pendampingan ini menambah pengalaman, wawasan dan pengetahuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Pelaksanaan kegiatan pendampingan penyusunan perangkat pembelajaran mendapatkan respon positif dari guru.Abstract: A teacher is required to be able to formulate clear and straightforward learning objectives so that the learning process can be well conceptualized. However, some teachers still have difficulty arranging learning tools. This results in teachers not yet perfect in making learning tools as control and implementing them in classroom learning. Therefore this mentoring activity aims to improve the ability of teachers to arrange learning tools. This mentoring activity was carried out at SDN 04 Sepahat, Menjalin, Landak Regency, West Kalimantan for 10 months, from January 30 to November 30, 2020. Mentoring participants were 9 elementary school level teachers. The method of implementing mentoring activities is divided into 3 stages of preparation, implementation, and evaluation. The results of this activity indicate that the increase in the ability of teachers to arrange learning tools. Besides, this mentoring activity adds to the experience, insight, and knowledge of teachers in preparing learning tools. The implementation of assistance activities for the preparation of learning tools received a positive response from the teacher.
WIFI FACILITIES AND ONLINE SEMINARS IN AN ONLINE LEARNING ATMOSPHERE DURING THE COVID-19 PANDEMIC Fajar Luqman Tri Ariyanto
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i1.2990

Abstract

Abstrak: Covid-19 atau virus Corona menjadi wabah penyakit yang meresahkan dan membawa dampak signifikan bagi semua sektor di seluruh dunia. Sektor pendidikan menjadi salah satu bidang yang terdampak dari pandemi covid-19. Pergantian metode belajar dari tatap muka menjadi daring menimbulkan permasalahan baru di beberapa daerah. Fenomena ini mendasari peneliti untuk melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tujuan yang pertama menyediakan layanan Wi-Fi gratis untuk pelajar dan kedua memberikan pengarahan secara online kepada orang tua dan guru dalam menghadapi pembelajaran daring di masa pandemi covid-19. Lokasi pengabdian berada di Kelurahan Jelakombo Jombang dan Desa Keleyan Bangkalan. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara langsung dengan memberikan fasilitas belajar berupa Wi-Fi gratis dengan teknik Tethering melalui perangkat smartphone. Dilanjutkan kegiatan memberikan pengarahan untuk guru dan orang tua secara online dengan tema kiat guru dan orang tua dalam menghadapi pembelajaran daring di masa pandemi covid-19. Hasil dari kegiatan ini siswa dapat belajar daring dengan maksimal. Guru dan orangtua mendapatkan kiat dan strategi dalam mengadapi pembelajaran daring di masa pandemi covid 19.Abstract: Covid-19 or the Corona virus has become a disturbing disease outbreak and has had a significant impact on all sectors around the world. The education sector is one of the areas affected by the Covid-19 pandemic. Changing learning methods from face to face to online has created new problems in several areas. This phenomenon underlies researchers to carry out community service activities with the first objective of providing free Wi-Fi services for students and secondly providing online guidance to parents and teachers in dealing with online learning during the Covid-19 pandemic. The location of the service is in Jelakombo Jombang and Keleyan Bangkalan. The implementation of activities is carried out directly by providing learning facilities in the form of free Wi-Fi with Tethering techniques via smartphone devices. The activity was continued by providing briefings for teachers and parents online with the theme of tips for teachers and parents in dealing with online learning during the Covid-19 pandemic. The results of this activity students can learn online optimally. Teachers and parents get tips and strategies in dealing with online learning during the Covid-19 pandemic.
PELATIHAN PENGGUNAAN OBAT SECARA TEPAT UNTUK SWAMEDIKASI Handa Muliasari; Agus Dwi Ananto; Candra Eka Puspitasari; Rizqa Fersiyana Deccati; Virnia Wanda Utami
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i3.2750

Abstract

Abstrak: Telah dilakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Desa Lembah Sempaga, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat yang bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang penggunaan obat secara tepat dalam melakukan swamedikasi. Kegiatan pengabdian dilakukan dengan memberikan sosialisasi tentang penggunaan obat yang tepat yang dilanjutkan dengan workshop mengisi identitas obat dan penggunaan umum obat. Peserta kegiatan dapat memahami materi yang disampaikan yang ditunjukkan dengan kemampuan menjawab pertanyaan ketika diskusi. Pemahaman penggunaan obat yang tepat juga terukur dari kemampuan mengisi catatan identitas obat dan menggunakan obat dengan benar, serta dapat menyampaikannya di depan forum diskusi dengan baik. Pemahaman yang baik tentang penggunaan obat yang tepat diharapkan dapat menjadi panduan masyarakat dalam melakukan swamedikasi, sehingga tidak terjadi kesalahan pengobatan maupun resiko efek samping obat.Abstract: Community service activities have been carried out in Lembah Sempaga Village, Narmada District, West Lombok Regency, which aims to provide understanding to the community about the proper use of drugs in conducting self-medication. Community service activities are carried out by providing socialization about the proper use of drugs, followed by workshop to fill in the drug identities and general use of drugs. The participants were able to understand the material presented which is shown by the ability to answer questions during the discussion. Understanding of proper drug use was also measured by the ability to fill in the records of drug identity and drug use properly. The participants were also able to convey it in front of discussion forums properly. A good understanding of proper drug use is expected to be a guide for the community in conducting self-medication, so that there is no medication error or the risk of drug side effects.