JCES (Journal of Character Education Society)
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Articles
524 Documents
SOCIALIZATION OF UNDERSTANDING THE RISKS OF B3 HOUSEHOLD PRODUCTS AND WASTE
Mega Ulimaz;
Muhammad Ma'arij Harfadli;
Nadia Almira Jordan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v4i1.2904
Abstrak: Rencana pengembangan prasarana persampahan di Kecamatan Balikpapan Utara menurut RDTR Kota Balikpapan masih diarahkan pada peningkatan daya tampung sampah skala lingkungan dan tahap pengelolaan akhir. Di antara berbagai jenis sampah permukiman atau domestik, terdapat sampah dan limbah yang mengandung unsur B3 (bahan berbahaya dan beracun). Limbah padat B3 rumah tangga apabila tidak dikelola secara benar berpotensi menimbulkan dampak ya pencemaran lingkungan dan membahayakan kesehatan. Saat ini, masyarakat belum memahami tentang perbedaan sampah B3 dan belum memahami cara/teknik pengelolaan sampah B3 yang benar. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini antara lain peningkatan pemahaman masyarakat permukiman terhadap jenis sampah B3 dan pengelolaannya untuk mengurangi pencemaran lingkungan. Diperoleh bahwa tingkat pemahaman Ibu-Ibu RT 54 Kelurahan Karang Joang terhadap 36 jenis produk B3 rumah tangga adalah sekitar 69% saja. Setelah melalui proses sosialisasi, tingkatan pemahaman masyarakat terhadap produk dan limbah B3 rumah tangga yang dihasilkan meningkat menjadi 88,4%. Diketahui pula tingkat resiko tertinggi terdapat pada proses pembuangan sisa produk B3.Abstract: The solid waste infrastructure planning in the North Balikpapan Subdistrict according to the RDTR of Balikpapan is still directed to increase the capacity of waste at the environmental level and the final level. If the household B3 solid waste not managed properly, it can cause environmental pollution and endanger health. The communities do not understand the difference between B3 waste and donot yet understand the proper B3 waste management technique. The objectives of community service include increasing the understanding of settlement communities towards B3 waste types and their management to reduce environmental pollution. It was found that the level of understanding of the RT 54 Karang Joang Women towards 36 types of household B3 products is only 69%. After going through the process of socialization, the level of communities understanding of the products and B3 waste generated by households increased to 88.4%. It is also known that the highest level of risk is found in the process of disposing of the remaining B3 products.
PENDAMPINGAN PENGGUNAAN SCREENING LUKA KAKI DIABETES UNTUK TENAGA KESEHATAN DAN KADER DI DAERAH TERPENCIL
Parliani Parliani;
Tri Wahyuni;
Sahbandi Sahbandi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v3i3.2730
Abstrak: Tujuan utama pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk pendampingan dan uji face validity penggunaan screening luka kaki diabetes (LKD) pada pasien diabetes mellitus (DM) dalam mendeteksi dini LKD sehingga menurunkan kejadian LKD serta dapat melakukan intervensi dini pada pasien beresiko. Kegiatan ini juga mendorong masyarakat untuk melakukan pola hidup sehat dengan senam diabetes, mengolah makanan sehat dan rutin melakukan pemeriksaan gula darah sewaktu (GDS). Metode pelaksanaan ini yakitu metode pelatihan dan partisipasif dimana seluruh kegiatan dilaksanakan bersama-sama dengan tenaga kesehatan, kader dan masyarakat desa. Hasil dari Face validity ialah perawat spesialis mudah menggunakan Screening ini, tetapi perawat umum atau kader harus dilakukan pelatihan untuk menggunakannya. Adapun hasil luaran dari kegiatan ini ialah masyarakat dapat secara rutin melakukan deteksi dini LKD yang dapat dilakukan oleh kader ataupun tenaga kesehatan di wilayah desa Kerawang dan Desa Sumber Agung sehingga mampu memberikan intervensi yang tepat sesuai tingkat resiko.Abstract: The main objective of implementing the activity is to provide assistance and face validity testing for using diabetic foot ulcer (DFU) screening in diabetes mellitus (DM) patients in early detection of DFU to reduce the incidence of DFU and to be able to do early intervention in patients with its risk. This activity also encourages people to adopt a healthy lifestyle with diabetes exercises, consume healthy food and check blood sugar regularly. The implementation methods are training and participatory method in which all activities are carried out together with health providers, cadres and communities. The result of Face validity is that specialist nurses are easy to use this screening, but general nurses or cadres must be trained to use it. The outcome of this activity is that the community can routinely carry out early detection of DFU which can be carried out by cadres or health providers in the Desa Kerawang and Desa Sumber Agung so that they are able to provide appropriate interventions according to the level of risk.
MEMBANGUN KESADARAN HUKUM TENTANG PERLINDUNGAN ANAK BAGI GURU
Yenny AS;
Anita Yuliastini;
Rini Setiawati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v3i3.2580
Abstrak: Kriminalisasi guru yang dalam tataran empirisnya masih terjadi dalam tatanan kehidupan masyarakat pada dewasa ini. Kriminalisasi guru ini terjadi karena dipengaruhi oleh berbagai faktor diantaranya kurangnya pemahaman dari para guru batasan perlakukan penindakan pendisiplinan terhadap murid dengan konsepsi perlindungan anak, sehingga muncul di permukaan seakan guru melakukan kekerasan terhadap muridnya dan berujung pada kriminalisasi guru. Sementara terdapat juga faktor kehilangan kepercayaan orangtua terhadap sekolah ketika guru melakukan Tindakan pendisiplinan terhadap anaknya dinilai sebagai kekerasan, sehingga terjadi permasalahan antara orangtua, guru dan sekolah. Mendasari hal tersebut maka penting untuk dilakukan pengembangan komunikasi hukum melalui penyuluhan hukum kepada para guru tentang konsepsi dan arti penting perlindungan anak, disamping pentingnya juga konsepsi perlindungan guru diberikan kepada orangtua, keluarga dan masyarakat. Kegiatan penyuluhan hukum ini dilakukan terhadap guru PAUD di Kecamatan Sungai Raya Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan hukum langsung berupa ceramah, diskusi kelompok, guna memperoleh peningkatan pemahaman dan pengetahuan para guru PAUD tentang perlindungan anak.Abstract: The criminalization of teachers which in their empirical level still occurs in the current structure of community life. This criminalization of teachers occurs because it is influenced by various factors including the lack of understanding of teachers on disciplinary measures to discipline students with the conception of child protection, so that it appears on the surface as if the teacher is violent towards his students and results in the criminalization of the teacher. While there is also a factor in losing parents' trust in schools when teachers take disciplinary action against their children as violence, resulting in problems between parents, teachers and schools. Underlying this, it is important to develop legal communication through legal counseling to teachers about the conception and importance of child protection, in addition to the importance of the conception of teacher protection given to parents, families and the community. This legal counseling activity was carried out for PAUD teachers in Sungai Raya District, Kubu Raya Regency, West Kalimantan. The method used is direct legal counseling in the form of lectures, group discussions, in order to gain increased understanding and knowledge of PAUD teachers about child protection.
PEMBINAAN DAN PENDAMPINGAN PENGOLAHAN RUMPUT LAUT BAGI PETANI
Yenry Anastasia Pellondou;
Joris Taneo
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v3i3.2380
Abstrak: Salah satu mata pencaharian utama masyarakat di Desa Oelolot Kecamatan Rote Barat, Kabupaten Rote Ndao ialah petani tambak rumput laut. Latar belakang dilakukannya pembinaan dan pendampingan ini adalah karena kurangnya pemahaman petani rumput laut Desa Oelolot Kabupataen Rote Ndao tentang varian penjualan dan pengolahan rumput laut yang berdampak pada minimnya pendapatan mereka. Maka, tujuan kegiatan ini adalah adanya peningkatan pemahaman tentang varian pengolahan dan penjualan rumput laut. Metode yang digunakan adalah pemberian pemahaman tentang gizi makanan hasil olahan rumput laut (agar-agar) dan pendampingan (praktek) pengolahan rumput laut menjadi agar-agar serta alternatif penjualan olahan rumput laut. Hasil yang didapat adalah meningkatnya pemahaman petani rumput laut Desa Oelolot tentang gizi makanan hasil olahan rumput laut dan alternative pengolahan dan penjualan rumput laut berupa agar-agar demi peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani rumput laut.Abstract: One of the main livelihoods of the people in Oelolot Village, West Rote District, Rote Ndao Regency is seaweed farming farmers. The background for this coaching and assistance is due to the lack of understanding of seaweed farmers in Oelolot Village, Rote Ndao Regency about the sales and processing variants of seaweed which have an impact on their minimal income. Thus, the aim of this activity is to increase understanding of the variants of processing and selling seaweed. The method used is providing an understanding of the nutrition of seaweed processed foods (jelly) and assistance (practice) of processing seaweed into jelly as well as alternative sales of processed seaweed. The results obtained are the increased understanding of seaweed farmers in Oelolot Village about the nutrition of seaweed processed food and alternative processing and sales of seaweed in the form of jelly for the sake of increasing the income and welfare of seaweed farmers.
INCREASING ELEMENTARY SCHOOL CHILDREN'S KNOWLEDGE ABOUT HARMFUL EFFECT OF CIGARETTES AS AN EFFORT TO CREATE NON-SMOKING AREAS
Lis Aisyah;
Ayu Prameswari Astuti;
Delli Yuliana
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v4i1.3646
Abstrak: Persepsi Akan bahaya rokok dapat terbentuk sejak kecil. Menurut Aisyah dan Prameswari, persepsi siswa sekolah dasar yang ada di Kecamatan Cimalaka masih banyak yang memiliki persepsi negatif akan bahaya rokok (75%). Persepsi negatif ini salah diakibatkan karena kurangnya pengetahuan mengenai bahaya rokok. Dari masalah yang didapat maka tujuan dari pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan siswa-siswi sekolah dasar sehingga terbentuk persepsi positif tentang bahaya rokok secara dini. Metode PKm menggunakan metode ICARE (Identiffication, Consolidation, Action, Reflection and Evaluation). Pemberian pengetahuan pada siswa diawali dengan pre-test kemudian pemberian materi secara daring menggunakan media video dan juga buku. Pembelajaran dilakukan selama 6 hari di mana dalam satu hari siswa diminta untuk menonton video dan juga membaca buku yang diberikan sebanyak dua kali. Evaluasi post-tes dilakukan di akhir pembelajaran. Hasilnya didapatkan uji paired T test menujukan nilai p (0,00) yang artinya ada perbedaan yang signifikan sebelum dan sesudah perlakukan dengan nilai korelasi (0,576) yang artinya ada hubungan yang kuat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini selanjutnya akan menjadi pondasi dalam upaya menciptakan Kawasan bebas asap rokok.Abstract: Perception of the harmful effect of cigarettes can be formed since childhood. According to Aisyah and Prameswari, the perception of elementary school students in Cimalaka subdistrict still negatively perceives the dangers of cigarettes (75%). This negative perception is caused by a lack of knowledge about smoking hazards. The purpose of implementing this community service is to increase the knowledge of elementary school students so that a positive perception of smoking hazards is formed early. The PKm method uses the ICARE method (Identification, Consolidation, Action, Reflection, and Evaluation). Giving knowledge to students begins with a pre-test and then provides material online using video and books. Learning is carried out for six days in which in one day, students are asked to watch videos and read books that are given twice. Post-test evaluation is carried out at the end of the lesson. The results showed that the paired T-test showed the p-value (0.00), which means a significant difference before and after treatment with a correlation value (0.576), which means a healthy relationship. This community service activity will then become the foundation for efforts to create a smoke-free area.
PENERAPAN PARTICIPATORY RURAL APPRAISAL POHON MASALAH DI DESA KALIPUCANG SEBAGAI DESA MANDIRI ENERGI
Aris Subagiyo;
Gunawan Prayitno;
Dian Dinanti;
Wawargita Permata W.;
Mayang Wigayatri
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v3i2.2363
Abstrak: Desa Kalipucang merupakan desa yang berada di dataran tinggi dengan koordinat antara 800-900 m dari permukaan laut dengan luas 671,178 ha yang 69,65% KK penduduknya merupakan peternak. Desa Kalipucang memiliki jumlah sapi perah sebanyak 2.544 ekor sapi, yang dapat mendukung wisata peternakan. Salah satu wisata yang memanfaatkan sektor petenakan untuk dijadikan wisata adalah Kampoeng Susu yang terletak di Dusun Kuntul Utara. Hal ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di Desa Kalipucang, namun pemanfaatan sektor peternakan sebagai sektor wisata ini tidak dimanfaatkan dengan maksimal untuk dijadikan sebagai lapangan pekerjaan. Selain itu Desa Kalipucang merupakan salah satu desa yang berpotensi untuk dijadikan Desa Mandiri Energi berbasis biogas. Oleh karena itu pengabdian masyarakat ini membahas identifikasi potensi-potensi maupun masalah-masalah yang ada di Desa Kalipucang agar dapat dilakukan pembangunan dan perkembangan terkait Desa Mandiri Energi di Desa Kalipucang.Abstract: Kalipucang Village is a village located in the highlands with coordinates between 800-900 m above sea level with an area of 671,178 ha of which 69.65% of the population is a breeder. Kalipucang village has 2,544 dairy cows. Supported by the number of existing dairy farmers and cows, it supports for tourism. The utilization of the livestock sector that used as tourism is Kampoeng Susu, which is located in the North Kuntul Hamlet. This can improve the economy of the community in Kalipucang Village, but the utilization of the livestock sector as a tourism sector is not maximally utilized to be used as employment. In addition, Kalipucang Village is one of the villages that has the potential to become a biogas-based of Energy Independent Village. Therefore, this community service discusses the potentials and problems that exist in Kalipucang Village so that development and development can be carried out related to the Energy Independent Village in Kalipucang Village.
OPTIMIZATION OF THE HEALTH OF MOTHER AND CHILDREN (KIA) THROUGH PREGNANT WOMEN CLASS COMMUNITY CARE AND PUBLIC VISITS
Meda Yuliani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v4i2.4132
Abstrak: Pemeriksaan kesehatan pada lingkup ibu dan anak salah satunya adalah pemberian asuhan pada kehamilan yaitu dengan melakukan kelas ibu hamil, serta melakukan asuhan kunjungan ibu nifas.Tujuan asuhan ini untuk memonitoring kesehatan pada ibu serta menjalin komunikasi dengan ibu, agar ibu merasa lebih dekat dengan petugas kesehatan sehingga dalam bisa lebih intens dalam memberikan edukasi kepada ibu. Kegiatan ini dilakukan secara langsung kepada ibu yaitu dilakukan pada saat kelas ibu hamil dimana ibu hamil bisa berkumpul serta berbagi pengalaman dengan ibu hamil lainnya, serta petugas tetap bisa memberikan edukasi dan pemeriksaan dalam suasana yang lebih santai, serta melakukan kunjungan langsung kepada ibu yang baru melahirkan dengan kondisi Riwayat resiko tinggi, sehingga bisa lebih memonitoring kondisi ibu serta bisa memberikan edukasi mengenai kebutuhan nifas dan menyusui secara lebih intens. Dari hasil kegiatan ini para ibu hamil dan ibu nifas bisa lebih terbuka dan leluasa dengan kondisi yang dirasakannya, dan kita sebagai pemberi asuhan bisa lebih leluasa dan bisa lebih intens dalam melakukan persuasif tentang kesehatan. Kegiatan ini diharapkan dapat terus dilanjutkan terutama untuk ibu hamil ataupun ibu nifas beresiko agar bisa memonitoring kondisi kesehatannya.Abstract: One of the health checks at the scope of mothers and children is to provide care for pregnancy, namely by conducting classes for pregnant women, and conducting postpartum care. so that they can be more intense in providing education to mothers. This activity is carried out directly to mothers during pregnancy classes where pregnant women can gather and share experiences with other pregnant women, and officers can still provide education and examinations in a more relaxed atmosphere, as well as make direct visits to mothers who have just given birth. with a history of high risk conditions, so that they can better monitor the condition of the mother and can provide education about the needs of childbirth and breastfeeding more intensely. From the results of this activity, pregnant women and post-partum mothers can be more open and free with the conditions they feel, and we as caregivers can be more flexible and can be more intense in doing persuasive about health. This activity is expected to continue to develop, especially for pregnant women or at risk for postpartum mothers so that they can monitor their health conditions.
MACRAME SKILLS TRAINING FOR HOUSEWIVES AFFECTED BY THE COVID PANDEMIC
Tarich Yuandana
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 1 (2021): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v4i1.3556
Abstrak: Kondisi pandemi yang melanda negeri semenjak bulan maret 2020 mengharuskan masyarakat agar berfikir lebih kreatif untuk menggerakkan roda ekonomi keluarga. Terutama sebagai ibu rumah tangga yang memegang peranan sentral dalam keluarga, untuk mendukung ekonomi keluarga seorang ibu rumah tangga harus mempunyai kemampuan atau kreatifitas terutama dibidang kewirausahaan berbasis industri kreatif, melalui kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan 1) memberdayakan kelompok ibu-ibu rumah tangga terdampak covid yang berhasrat menjadi wirausaha; 2) membangun talenta keahlian industri kreatif dalam membuat/memproduksi kerajinan macrame; 3) meningkatkan kemampuan penggunaan teknologi Informasi sebagai media pemasaran produk macrame yang dihasilkan oleh Ibu-ibu rumah tangga terdampak covid-19 di Kelurahan Bancaran; 4) meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam menghasilkan berbagai jenis produk macrame yang kreatif. Luaran program ini adalah video pembelajaran ketrampilan macrame. Pengabdian ini dilakukan dengan memberikan pelatihan secara daring dan luring yang diikuti 20 peserta. Teknis pelaksanaan pelatihan yakni pembukaan pelatihan secara luring dengan memberikan alat dan bahan pelatihan macrame, kemudian dilanjutkan pelatihan secara daring selama tujuh hari melalui WhatsApp Group. Hasil dari kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah ibu-ibu rumah tangga mempunyai semangat berwirausaha, mempunyai kemampuan memanfaatkan teknologi Informasi sebagai alat pemasaran dan mampu membuat kerajinan macrame dengan variasi desain layak jual.Abstract: The pandemic conditions that have hit the country since March 2020 require people to think more creatively to move the wheels of the family economy. Especially as a housewife who plays a central role in the family, to support the family economy a housewife must have the ability or creativity, especially in the field of entrepreneurship based on creative industries, through community service activities aiming at 1) empowering groups of housewives affected by Covid who desire to be entrepreneurial; 2) building creative industry talents in making / producing macrame crafts; 3) increasing the ability to use information technology as a marketing medium for macrame products produced by housewives affected by covid-19 in Bancaran Village; 4) increase knowledge and skills in producing various types of creative macrame products. The output of this program is a macrame skills learning video. This service was carried out by providing online and offline training which was attended by 20 participants. The technical implementation of training, namely the opening of offline training by providing macrame training tools and materials, then continued with online training for seven days through the WhatsApp Group. The result of this community service activity is that housewives have an entrepreneurial spirit, have the ability to use information technology as a marketing tool and are able to make macrame crafts with various sales-worthy designs.
PSIKOEDUKASI SIAGA BENCANA: MEMBENTUK KOMUNITAS SADAR BENCANA DI KAWASAN WISATA
Rina Mariana;
Harry Theozard Fikri;
Isna Asyri Syahrina
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 3 (2020): October
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v3i3.2796
Abstrak: Kawasan wisata Kota Padang merupakan salah satu sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang mempunyai potensi untuk berkembang. Namun, Kota Padang juga memiliki resiko bencana alam cukup tinggi terutama gempa dan tsunami. Permasalahan yang muncul adalah masyarakat belum tanggap dan siaga serta belum memahami dengan baik pentingnya kesiagaan terhadap bencana. Pengetahuan yang rendah, minimnya penyediaan informasi dan pengelolaan risiko bencana dapat meningkatkan jumlah korban akibat bencana. Masyarakat di kawasan pantai Air Manis adalah kawasan wisata yang menjadi mitra dalam pengabdian ini. Dari permasalahan tersebut perlu solusi dengan memberikan psikoedukasi (disaster mental health) siaga bencana seputar reaksi umum (perilaku, emosi, kognisi dan fisik) dan membangun komunitas sadar bencana untuk pengurangan risiko bencana. Metode pelaksanaan program pengabdian ini meliputi pendampingan dan pelatihan kesiagaan bencana dari perspektif psikologis. Setelah dilakukan kegiatan Psikoedukasi siaga bencana, peningkatan pengetahuan dan pemahaman tentang bencana dan kesiagaan bencana masyarakat lebih meningkat dengan menggunakan media leaflet serta terbentuknya komunitas sadar bencana membuat masyarakat lebih siap menghadapi situasi bencana yang berkelanjutan dari sisi Psikologis.Abstract: The touristic area of Padang City is one of the tourism and creative economy sectors that have immense potential to develop. However, Padang City also has a high risk of natural disasters, especially earthquakes and Tsunami. The problem is that people are not yet alert and prepared, and they do not understand the importance of being prepared for disaster. Inadequate knowledge and information, as well as inadequate disaster risk management, can increase the number of victims due to disasters. The community in Air Manis beach is the partner in this activity. Based on the mentioned problems, a solution is needed by giving psychoeducation (disaster mental health) about disaster alertness and general reactions (behavior, emotion, cognition, and physical) as well as building communities that are aware of disasters to reduce the risks. The method used in this activity includes assistance and training for disaster preparedness and alertness from a psychological perspective. After the psychoeducation was carried out, the people’s knowledge and understanding of disasters were increased by using leaflet media, and with the formation of disaster awareness community, people became more prepared to face sustainable disaster situations from a psychological perspective.
THE PRODUCTION OF HAND SANITIZER USING BETEL LEAF COMBINED WATER LIME TO IMPROVE COMMUNITY SKILLS
Ria Claudia Welerubun;
Silvia Hanna Kusuma Sirait;
Jeni Jeni;
Heru Joko Budi Rianto;
Insar Damopolii
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.31764/jces.v4i2.4134
Abstrak: Perilaku hidup bersih di era Covid-19 dapat dilakukan dengan cara menggunakan desinfektan dan antiseptik. Antiseptik sendiri digunakan untuk membunuh kuman atau mikroba pada tubuh organisme. Salah satu penggunaan antiseptik yang lagi marak di era covid-19 adalah hand sanitizer. Pengabdian bertujuan untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam membuat hand sanitizer berbahan dasar daun sirih dan jeruk nipis. Pengabdian dilakukan melalui proses penyuluhan dan pelatihan. Lokasi pengabdian adalah Kecamatan Yendidori Kabupaten Biak Numfor Provinsi Papua. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa pengetahuan masyarakat bertambah tentang pengertian (sebesar 71.43%), fungsi (sebesar 57.14%), dan bahan dasar hand sanitizer (sebesar 100%). Keterampilan dalam membuat hand sanitizer bertambah sebesar 92.86%. 100 % masyarakat merespon dengan baik kegiatan pengabdian yang dilaksanakan. Kesimpulan yang diperoleh dari hasil pengabdian ini adalah bahwa masyarakat Kampung Impendi memperoleh peningkatan informasi dan keterampilan dalam pembuatan hand sanitizer dari bahan alami. Pelatihan pemanfaatan bahan alami untuk dijadikan hand sanitizer atau antiseptik lainnya perlu dilakukan secara terus menerus.Abstract: Clean living behavior in the Covid-19 era can be conducted by using disinfectants and antiseptics. Antiseptic itself is using to kill germs or microbes in the organism's body. One of the more prevalent uses of antiseptics in the Covid-19 era is a hand sanitizer. The community service aims to improve community skills in making hand sanitizers made from betel leaf and lime. Community service was carried out through a process of socialization and training. The service location is Yendidori District, Biak Numfor Regency, Papua Province. The service results show that people's knowledge increases about understanding (by 71.43%), function (by 57.14%), and the essential ingredients of hand sanitizers (by 100%). The skill in making hand sanitizers increased by 92.86%. 100% of the community responded well to the service activities carried out. The conclusion obtained from this service results is that the people of Impendi Village received increased information and skills in making hand sanitizers from natural ingredients. Continuous socialization and training on the use of natural ingredients as hand sanitizers or other antiseptics are necessary.