cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
INCREASING SALES OF TUNA FISH SHREDDED PRODUCTS BY AMPENAN COASTAL WOMEN (IRT MELATI GROUP) DURING THE COVID 19 PANDEMIC Siti Yulianah M. Yusuf; Vidya Yanti Utami; Dewi Rispawati; Basuki Sri Hermato; Rifaid Rifaid
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5678

Abstract

Abstrak: IRT Melati merupakan kelompok yang didirikan oleh Perempuan Pesisir Ampenan untuk mengolah hasil laut menjadi produk abon ikan. Setelah melakukan observasi singkat kelokasi usaha tersebut, Tim menemukan berbagai permasalahan mitra, khususnya dalam aspek pemasaran produk, aspek manajemen usaha dan aspek higienitas proses produksi. Melalui kegiatan pengabdian, diharapkan dapat memberikan solusi bagi mitra untuk menentukan strategi pemasaran yang tepat, guna menentukan media promosi dan memperluas wilayah pemasaran. Selain itu Mitra dapat membuat laporan keuangan untuk mencatat semua transaksi secara sistematis, serta mitra dapat menerapkan protokol kesehatan dalam proses produksi, menjaga kebersihan dapur serta alat-alat produksi. Metode kegiatan ini diawali dengan memberikan penyuluhan, pelatihan serta pendampingan kepada mitra terkait ketiga aspek permasalahan yang ditemukan. Hasil dari kegiatan ini adalah: a) terdapat peningkatan penjualan produk abon ikan dan pengembangan usaha mitra; (b) terdapat peningkatan keberdayaan anggota IRT dalam menggunakan media social sebagai alat untuk promosi dan memperluas pasar; (c) mitra dapat membuat laporan keuangan sederhana secara sistematis; (d) terdapatnya kesadaran Mitra dalam menerapkan protokol kesehatan pada proses produksi, menjaga kebersihandapursertaalat-alatproduksi.Abstract:  IRT Melati is a group founded by Ampenan Coastal Women to process marine products into shredded fish products. After conducting a brief observation at the location of the business, the Team found various problems with the partners, particularly in the aspects of product marketing, aspects of business management and hygiene aspects of the production process. Through community service activities, it is expected to provide solutions for Partners to determine the right marketing strategy, in order to determine promotional media and expand the marketing area. In addition, Partners can create financial reports to systematically record all transactions, and Partners can apply health protocols in the production process, maintain the cleanliness of kitchens and production tools. This method of activity begins with providing counseling, training and assistance to Partners regarding the three aspects of the problems found. The targets to be achieved from this activity are: a) There is an increase in the sale of shredded fish products and business development of partners; (b) There is an increase in the empowerment of IRT members in using social media as a tool for promotion and expanding the market; (c) Partners can produce simple financial reports in a systematic manner; (d) There is awareness of Partners in implementing health protocols in the production process, maintaining the cleanliness of kitchens and production tools.
PENERAPAN KEWIRAUSAHAAN BERBASIS PARIWISATA BAGI MASYARAKAT Dyah Palupiningtyas; Nina Mistriani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 2 (2020): JULI
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v3i2.2341

Abstract

Abstrak: Pelatihan kewirausahaan berbasis pariwisata merupakan pengabdian masyarakat yang sederhana dan dapat dilakukan oleh masyarakat yang berada disekitar daya tarik wisata. Namun, dalam pelaksanaannya dibutuhkan antusias masyarakat berinovasi dalam membuat produk yang diminati wisatawan, sehinggadapat membuka peluang usaha baru yang bermanfaat untuk dikembangkan didesanya.   Metode penelitian yang dilakukan menggunakan metode deskripsi, dimana peneliti mendiskripsikan pengabdian dengan wawancara potensi daya tarik, kemudian dilakukan FGD (Focus Group Discussion) kepada masyarakat tentang pentingnya Kewiruasahaan. Tujuan kewirausahaan ini merupakan proses melakukan sesuatu yang baru atau kreatif dan berbeda (inovatif) yang berguna dalam memberikan nilai lebih. Desa Jamalsari memiliki daya tarik yang sangat menarik untuk dikunjungi wisatawan yaitu Waduk  Barang Bukit Cinta Jati. Tetapi dibutuhkan ada inovasi untuk orang-orang yang akan mengembangkan daya tarik ini dengan konsep ramah lingkungan, dan orang-orang yang menjual kreativitas inovasi produk lokal untuk menarik dipromosikan di sekitar waduk Bukit Cinta Jatibarang. Kegiatan ini bertujuan untuk menciptakan perspektif dan meningkatkan motivasi masyarakat di bidang kewirausahaan, produk yang tersedia di masyarakat dapat dikemas dengan baik dan tentunya akan menarik bantuan pemerintah / mitra untuk bekerja sama.Abstract: Entrepreneurial training based on tourism is a simple community devotion and can be done by people who are around the tourist attraction. However, in its implementation it takes enthusiasm of the community innovating in making the products that tourists demand, so that open new business opportunities that are beneficial to be developed in the village. Methods of research conducted using the method of description, where researchers describe the devotion with interviews potential attraction, then conducted FGD (Focus Group Discussion) to the public about the importance of entrepreneurship. This entrepreneurial goal is the process of doing something new or creative and different (innovative) that is useful in delivering more value. Jamalsari Village has a very interesting attraction for tourists to visit namely Bukit Cinta Jati Reservoir goods. But it takes innovation for people who will develop this attraction with eco-friendly concepts, and those who sell creativity of local product innovations to withdraw are promoted around Bukit Cinta Jatibarang Reservoir. This Activity aims to create perspectives and improve community motivation in the field of entrepreneurship, the products available in the community can be packed well and will certainly attract government/partner assistance to cooperate.
PENINGKATAN KAPASITAS MUBALLIGH DI KECAMATAN PLERET DALAM UPAYA PEMBERANTASAN BUTA AKSARA AL-QURAN Fahmi Irfanudin; Cahyo Setiadi Ramadhan; Fathurrahman Kamal
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.6696

Abstract

Abstrak: Al-Qur’an merupakan pedoman yang perlu dibaca oleh setiap Muslim agar dapat bermanfaat bagi kehidupan mereka di dunia dan akhirat. Walaupun demikian, di lingkungan masih ditemukan bahwa banyak Muslim yang belum mampu membaca Al-Qur’an. Hal ini menjadi paradoks dengan kondisi Muslim di Indonesia yang merupakan kelompok Muslim terbesar di dunia. Oleh karena itu, diperlukan kegiatan pengajaran Al-Qur’an untuk memberantas buta aksara Al-Qur’an. Para mubalig, termasuk yang tergabung atau menjadi mitra Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Pleret di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Berdasarkan wawancara yang dilakukan, diketahui bahwa kegiatan pengajaran Al-Qur’an berlangsung baik untuk usia anak-anak. Hanya saja terdapat individu dewasa yang ingin belajar Al-Qur’an, tetapi mengalami keterbatasan waktu. Untuk mengatasi hal tersebut, dapat dilakukan perubahan metode mengajar Al-Qur’an bagi individu dewasa agar kegiatan pengajaran Al-Qur’an dapat menjadi lebih efisien. Untuk itu, dilakukan peningkatan kapasitas para mubalig di lingkungan PCM Pleret dengan pelatihan metode yang cepat untuk mengajar Al-Qur’an. Metode yang dilatihkan yaitu Metode Tsaqifa. Metode ini dapat digunakan untuk mengajarkan Al-Quran dengan cepat dengan berpusat pada pembelajar dan cenderung bersifat kemanusiaan. Mubalig dan mubaligah di lingkungan PCM Pleret yang telah menjalani pelatihan memberikan evaluasi yang positif bagi pelatihan yang dilakukan. Mereka menunjukkan pemahaman yang baik terhadap materi pelatihan yang diterima. Selain itu, mereka juga menyatakan akan menerapkan metode tersebut di lingkungan dakwahnya.Abstract:  Al-Quran is a guide that every Muslim needs to read in order to be useful for their lives in this world and the hereafter. However, in the environment it was found that there are still many Muslims who are not able to read the Koran. This is a paradox with the condition of Muslims in Indonesia, which is the largest Muslim group in the world. Therefore, it is necessary to teach the Koran to eradicate illiteracy in the Koran. The missionaries, including those who are members of or become partners of the Pleret Muhammadiyah Branch Leadership (PCM) in Bantul, Yogyakarta Special Region. Based on the interviews conducted, it is known that the teaching of the Koran is good for children. It's just that there are adult individuals who want to learn the Koran but have limited time. To overcome this, it can be done by changing the method of teaching the Koran for adult individuals so that the teaching activities of the Koran can be more efficient. To that end, an increase in the capacity of the missionaries in the PCM Pleret environment was carried out by training in a fast method for teaching the Koran. The method being trained is the Tsaqifa Method. Muballigh and Muballigah in the PCM Pleret environment who have undergone training gave a positive evaluation of the training carried out. They show a good understanding of the received training material. In addition, they also stated that they would apply the method in their da'wah environment.
EMPOWERMENT OF HOUSEHOLD MOTHERS IN MAJAPAHIT VILLAGE THROUGH CREATIVITY IMPROVEMENT FOR INCREASING INCOME FOR FAMILY Nining Asniar Ridzal; Waode Adriani Hasan; Waode Erna; Anita Anita; Siti Rahayu
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5667

Abstract

Abstrak: Dalam kehidupan nyata perempuan seringkali kurang mampu berperan aktif dalam perekonomian keluarga, akibatnya perempuan hanya bekerja sebagai ibu rumah tangga dan bergantung pada penghasilan suami. Kaum perempuan yang memiliki kemampuan mandiri di bidang ekonomi adalah salah satu indikator meningkatnya kesejahteraan. Ketika perempuan mengenyam pendidikan, memiliki hak milik, dan kebebasan untuk bekerja baik diluar maupun di dalam rumah serta mandiri. Tujuan pengabdian masyarakat mengajak para ibu rumah tangga yang memiliki banyak waktu tidak produktif di Kelurahan Majapahit untuk berkreasi guna menciptakan produk yang bernilai ekonomis. Sehingga diharapkan suatu saat nanti masyarakat bisa menjadi pengusaha sukses. Metode Pelaksanaan dengan memberikan pengetahuan dan materi. Hasil dari Pengabdian ini adalah kegiatan ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan tentang peluang usaha bagi ibu-ibu rumah tangga, dengan modal kecil dan menggunakan peralatan yang sudah ada, sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Selain itu, ibu-ibu rumah tangga sudah memiliki keinginan untuk berwirausaha.Abstract: In real life women are often less able to play an active role in the family economy, as a result women only work as housewives and depend on their husbands' income. Women who have the ability to be independent in the economic field is one indicator of increasing welfare. When women receive education, have property rights, and the freedom to work both outside and inside the home and be independent. The purpose of community service is to invite housewives who have a lot of unproductive time in Majapahit Village to be creative in order to create products that have economic value. So hopefully one day people can become successful entrepreneurs. Implementation method by providing knowledge and materials. The result of this service is that this activity can provide additional knowledge and insight about business opportunities for housewives, with small capital and using existing equipment, so that they can increase family income. In addition, housewives already have the desire to become entrepreneurs.
PENINGKATAN KEMAMPUAN DAN KETRAMPILAN INPUTING DATA TUBERKULOSIS BAGI PROGRAMMER TB Maryani Setyowati; Noor Alis Setiyadi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i4.5760

Abstract

Abstrak: Petugas Tuberkulosis atau yang dikenal sebagai Programmer TB mempunyai peranan penting dalam pengelolaan data TB, termasuk di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, ditemukannya capaian CNR BTA positif Kabupaten Sukoharjo tahun 2017 berada pada urutan terendah ke-3 setelah Kabupaten Semarang dan Kabupaten Magelang. Untuk mendukung pengembangan sistem informasi pendukung kebijakan Program TB maka diperlukan kegiatan untuk pelatihan penginputan data Tuberkulosis ke dalam SPK-TB  atau Sistem Pendukung Keputusan Tuberkulosis oleh programmer TB yang secara langsung berhubungan dengan pasien TB di lapangan.Tujuan dari pengabdian ini adalah meningkakan kemampuan dan ketrampilan Prorammer TB di puskesmas untuk melakukan inputing data Tuberkulosis dengan menggunakan SPK-TB. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi analisis masalah dari mitra untuk menentukan masalahnya, identifikasi karakteristik Programmer TB puskesmas dengan membagikan kuesioner, analisis kebutuhan dan keputusan sistem dengan mengidentifikasi kebutuhan yang diperlukan Programmer TB, Sosisalisasi penggunaan SPK-TB pada peserta dan pelatihan pencatatan atau pengunpulan data TB puskesmas. Adapun peserta yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 12 Programmer TB dari berbagai puskesmas di wilayah kerja Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan kemampuan dan ketrampilan dari Programmer TB dalam melakukan inputing data dengan benar. Sehingga perlunya dukungan dari pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo untuk menggunakan SPK-TB dalam inputing data TB.Abstract:  Tuberculosis officers or known as TB Programmers have an important role in TB data management, in Sukoharjo Regency, Central Java, the finding of positive BTA CNR in Sukoharjo Regency in 2017 was the 3rd lowest after Semarang Regency and Magelang Regency. To support the development of information systems supporting policies for the TB Program, it is necessary to conduct training in the input of Tuberculosis data into the TB SPK or Tuberculosis Decision Support System by TB programmers who are directly related to TB patients in the field. TB at the community health center to input Tuberculosis data using SPK-TB. The method of implementing the activities includes problem analysis from partners, identification of the characteristics of TB Programmers at the community health center by distributing questionnaires, needs analysis and system decisions by identifying the needs needed by TB Programmers, socialization of the use of SPK-TB to participants and training in recording or collecting data on TB. The participants who took part in this activity were 12 TB Programmers from various hcommunity ealth centers in the working area of Sukoharjo Regency, Central Java. This activity shows an increase in the ability and skills of TB Programmers incorrectly inputting data. So the need for support from the Sukoharjo District Health Office to use SPK-TB in inputting TB data.
USE OF DUOLINGO APPLICATION TO IMPROVE ENGLISH VOCABULARY DURING COVID-19 FOR MINING ENGINEERING STUDENTS Hidayati Hidayati; Rima Rahmaniah; Irwandi Irwandi; M. Hudri; Ilham Zitri; Sintayana Muhardini
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5656

Abstract

Abstrak: Duolingo masuk ke kategori aplikasi edukasi, tapi cara penggunaannya, layaknya bermain game sehingga mahasiswa juga dapat menggunakannya secara santai tanpa tekanan, dan dalam penggunaannya pula sangat mudah diterima dan diserap karena fleksibilitasnya. Aplikasi ini bertujuan untuk membantu dan mengembangkan kemampuan berbahasa, oleh karena itu, dengan melibatkan mahasiswa semester III (tiga) S1 Teknik Pertambangan Fakultas Teknik maka kegiatan pengabdian pada masyarakat ini menggunakan Duolingo application atau aplikasi Duolingo sebagai media pembelajaran elektronik untuk meningkatkan kemampuan kosakata berbahasa Inggris. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini telah dilaksanakan dengan menggunakan metode observasi dan metode tindakan sehingga hasilnya adalah bahwa mahasiswa secara langsung dilatih untuk selalu mengingat apa arti kata yang telah disebutkan tersebut lewat soal-soal yang diberikan pada setiaplevel sehingga mereka akan terus mengingat kosakata tersebut dengan menggunakan beberapa gambar, games dan lainnya dengan menampilkan bahasa inggris yang sering dipergunakan sehingga mahasiswa dapat belajar dengan lebih mudah. Mahasiswa juga dapat memanfaatkan teknologi internet, dalam hal ini penggunaan aplikasi Duolingo untuk kegiatan pembelajaran bahasa khususnya bahasa inggris yang lebih kreatif, menarik, dan inovatif serta memahami konsep media pembelajaran beserta fungsi media pembelajaran sehingga aplikasi Duolingo ini memberikan peningkatan kosakata bahasa Inggris karena metode dan bentuk yang berbeda sehingga mahasiswa tidak merasa terbebani dalam pelaksanaannya.Abstract: Duolingo is the educational application category like playing a game, so the students can also use its casually without pressure, and also easy to accept and absorb because of flexibility. This application aims to help and develop the language skills, therefore, by involving third semester students of Mining Engineering Faculty of Engineering, as the community service activity uses the Duolingo application as an electronic learning medium to improve their English vocabulary skills. This community service activity has been carried out using the observation and classroom action, so, the result is the students are directly trained to always remember about the word means through the questions given at each level by using several pictures, games and others. Students can also take advantages of internet technology, in this case the use of the Duolingo application for language learning activities, especially English which is more creative, interesting, innovative and they have to understand the concept of learning media and the functions of learning media so that this Duolingo application provides an increase in English vocabulary because of its methods and forms in its implementation.
DIGITALISASI MASJID ERA SOCIETY 5.0 MENGGUNAKAN TEKNOLOGI QRIS PADA KAS MASJID AL-MUSLIMIN Juniar Hutagalung; Amrullah Amrullah; Saniman Saniman; Widiarti Rista Maya; Elfitriani Elfitriani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.6976

Abstract

Abstrak: Pelayanan dan penghimpunan dana infaq di Masjid Al Muslimin masih sistem offline. Dengan menggunakan metode pelatihan kepada pengurus BKM Al Muslimin, sehingga jamaah dan masyarakat dapat melakukan infaq dengan menggunakan menu scan Quik Response (QR) di aplikasi. Pengguna hanya memindai kode QR milik BKM Al Muslimin. Aplikasi dikembangkan berbasis web menyediakan fitur infaq bagi yang akan berdonasi ke masjid tanpa harus memasukkan uang ke kotak infaq masjid. Aplikasi ini memfasilitasi pembayaran elektronik dengan mengintegrasikan Quik Response Code Indoneian Standart (QRIS) dalam proses transaksi elektronik. QRIS juga dapat dipindai langsung dari halaman web tanpa perlu mencetak. Sehingga tidak terjadi lagi kehilangan kotak infaq, dan menghindari adanya penipuan yang mengatasnamakan masjid. Program penggalangan dana infaq dengan sistem kode QR melalui sistem pembayaran non tunai dan distribusi, agar transparansi. Dengan QRIS ini, masyarakat yang ingin berdonasi ke masjid cukup memindai QRIS dengan aplikasinya sendiri tanpa harus berpindah ke aplikasi lain. Berdasarkan hal tersebut maka perlu dilakukan pengabdian untuk merancang dan mengimplementasikan aplikasi QRIS berbasis web agar penggalangan dana infaq dapat lancar dan mudah. Tujuan yang ingin dicapai dalam pengabdian ini adalah mengimplementasikan aplikasi QRIS berbasis web untuk mempermudah memberikan infaq dan menyalurkan dana infaq dari masyarakat sehingga lebih efisien dan efektif.Abstract:  The service and collection of infaq funds at the Al Muslimin Mosque is still an offline system. By using the BKM Al Muslimin management training method, so that pilgrims and the public can donate by using the Quick Response (QR) scan menu on the application. Users only display the QR code belonging to BKM Al Muslimin. This web-based application provides an infaq feature for those who will donate to the mosque without having to put money into the mosque's infaq box. This application facilitates electronic payments by integrating Quik Response Code Indoneian Standart (QRIS) in the electronic transaction process. QRIS can also be scanned directly from web pages without the need to print. So that there are no more lost infaq boxes, and avoid being scammed in the name of the mosque. Infaq fundraising program with a QR code system through a non-cash payment and distribution system, for transparency. With this QRIS, people who want to donate to mosques can simply enjoy QRIS with their own application without having to switch to another application. Based on this, dedication is needed to design and implement a web-based QRIS application so that infaq fundraising can be smooth and easy. The goal to be achieved in this service is to implement a web-based QRIS application to make it easier to provide infaq and channel infaq funds from the community more efficiently and effectively.
PROGRAM PELATIHAN PRODUKSI ABON IKAN DAN VIRAL MARKETING DI DESA BUNKATE Nining Suryani; W.B Prihandoyo; P.H Rachman; Raden Sudarwo; Hulaifi Hulaifi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 4 (2021): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i4.5683

Abstract

Abstrak: Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk transfer keterampilan memproduksi abon ikan dan viral marketing kepada masyarakat Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui intervensi dan pelatihan. Kelompok sasaran kegiatan adalah kelompok petani budidaya ikan air tawar Desa Bunkate, Kecamatan Jonggat, Kabupaten Lombok Tengah. Manfaat kegiatan ini adalah 1) memberikan keterampilan produk abon ikan, 2) memberikan keterampilan cara pengambilan foto produk, dan 3) meningkatkan pengetahuan viral marketing. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa: 1) peserta pelatihan telah mampu memproduksi bon ikan denga tiga varian rasa yaitu abon ikan nila, abon ikan salem, dan abon ikan bandeng , 2) peserta pelatihan telah mampu mengambil foto produk dengan peralatan sederhana, 3) peserta pelatihan sudah dapat melakukan kegiatan viral marketing yatu membuat akun dan konten menarik dalam salah satu platform penjualan online. Namun, untuk pembuatan abon dan viral marketing perlu diadakan pelatihan lebih lanjut untuk meningkatkan keterampilan memproduksi bon dengan pengemasan yang lebih berkualitas, pembuatan abon dengan masa kadaluarsa lebih lama, dan meningkatkan jangkauan pemasaran. Secara keseluruhan pengabdian masyarakat ini kegiatan berjalan dengan baik dan mendapatkan respon positif dari peserta dan pra petani budidaya ikan air tawar setempat.Abstract:  The purpose of this community service activity is to transfer skills to produce fish abon and viral marketing to the people of Bunkate Village, Jonggat Subdistrict, Central Lombok Regency. The method of carrying out activities is carried out through intervention and training. The target group of activities is the freshwater fish farming farmer group Bunkate Village, Jonggat Subdistrict, Central Lombok Regency. The benefits of this activity are 1) providing skills for shredded fish products, 2) providing skills on how to take product photos, and 3) increasing viral marketing knowledge. The results of the evaluation showed that: 1) the training participants were able to produce fish fillets with three flavors, namely shredded tilapia, salmon shredded, and shredded milkfish, 2) trainees were able to take product photos with simple equipment, 3) trainees had can carry out viral marketing activities, namely creating interesting accounts and content on one of the online sales platforms. However, for floss production and viral marketing, further training is needed to improve skills in producing vouchers with higher quality packaging, making floss with a longer expiration date, and increasing marketing reach. Overall, this community service activity went well and received a positive response from participants and pre-farmers of local freshwater fish cultivation.
OPTIMALISASI PENINGKATAN PENGETAHUAN DAN SIKAP REMAJA SEBAGAI AGENT OF CHANGE MENCEGAH PENULARAN COVID-19 MELALUI MEDIA VIDEO Ratna Dian Kurniawati; Dayu Fitrah; Suherdin Suherdin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 5, No 1 (2022): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v5i1.4823

Abstract

Abstrak: Laporan United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF), 80 juta anak dan remaja di Indonesia mengalami dampak sekunder akibat pandemi, yaitu pembelajaran, kesehatan, gizi, dan ketahanan ekonomi. Angka kejadian COVID-19 anak usia sekolah (6-18 tahun) di Jawa Barat tercatat 6,8% dari jumlah kejadian positif (143.043 kasus per 18 Agustus 2020) menurun setelah pemerintah menerapkan belajar daring menjadi 42.330 kasus. Kasus COVID-19 pada anak naik kembali 15% per Agustus 2021. Anak dan remaja beresiko terpapar dari anggota keluarga yang terkonfirmasi, lingkungan dekat ataupun di luar rumah dimana anak dan remaja melakukan kegiatan. Masa remaja merupakan masa transisi dari kanak-kanak ke masa dewasa, pada masa ini seorang individu belum mampu bertanggung jawab, baik terhadap dirinya maupun terhadap masyarakat. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor resiko kejadian COVID-19 pada anak dan remaja terus meningkat. Tujuan dari pengabdian masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja masjid Mathla'ul Huda melalui pendidikan kesehatan dengan media video dalam upaya pencegahan COVID-19. Pengabdian masyarakat diikuti oleh 36 remaja masjid Mathla'ul Huda yang diharapkan dapat menjadi agent of change pencegahan COVID-19.Abstract:  Reports from the United Nations International Children's Emergency Fund (UNICEF), 80 million children and adolescents in Indonesia are experiencing secondary impacts due to the pandemic, namely learning, health, nutrition, and economic resilience. The incidence of COVID-19 for school-age children (6-18 years) in West Java was recorded at 6.8% of the number of positive cases (143,043 cases as of August 18, 2020) which decreased after the government implemented online learning to 42,330 cases. COVID-19 cases in children rose again by 15% as of August 2021. Children and adolescents are at risk of exposure from confirmed family members, close environments or outside the home where children and adolescents carry out activities. Adolescence is a period of transition from childhood to adulthood, at this time an individual has not been able to be responsible, both to himself and to society. This is one of the risk factors for the increasing incidence of COVID-19 in children and adolescents. The purpose of this community service is to increase the knowledge and attitudes of the youth of the Mathla'ul Huda mosque through health education with video media in an effort to prevent COVID-19. The community service was attended by 36 teenagers from the Mathla'ul Huda mosque who were expected to become agents of change in preventing COVID-19. 
STRENGTHENING ONLINE LEARNING AND COVID-19 PREVENTION EDUCATION IN PAUD Hilmatun Nadiah; Syifaul Fuada
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 4, No 3 (2021): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jces.v4i3.5674

Abstract

Abstrak: Artikel ini membahas tentang pengabdian masyarakat di PAUD Nurul Hidayah Wanayasa. Terdapat dua kegiatan yang dilakukan, pertama yaitu program pendampingan pembelajaran daring selama satu minggu sesuai jam belajar (senin-kamis). Kegiatan kedua adalah edukasi pencegahan COVID-19 untuk memberikan pemahaman mengenai 3M pada peserta didik yang dikemas melalui perlombaan gerak dan lagu 3M. Kegaitan lomba dilakukan pada minggu kedua pengabdian, yaitu 4 Desember 2020 dan penjurian pada 7 Desember 2020. Sasaran kegiatan adalah siswa kelas A (20 anak) dan kelas B (18 anak) PAUD Nurul Hidayah Wanayasa. Pendekatan pelaksanaan program adalah kegiatan persiapan (koordinasi dan pembuatan media pembelajaran), kegiatan pendampingan belajar di WhatsApp group dan pemberian reward. dan dilanjutkan dengan kegiatan perlombaan, penjurian, pengumuman pemenang, pemberian apresiasi, pembuatan video kompilasi pemenang dan diunggah di Youtube, terakhir adalah evaluasi program. Hasil menunjukkan bahwa program diterima dengan baik oleh guru maupun siswa. Guru terbantu dengan dukungan penguatan pembelajaran daring oleh pelaksana dan dapat menggali minat bakat anak, siswa menjadi bersemangat mengikuti belajar daring, dan pelaksanaan pembelajaran jarak jauh di PAUD Nurul Hidayah Wanayasa menjadi lebih menarik dan lebih hidup.Abstract:  This article discusses community service at PAUD Nurul Hidayah Wanayasa. There are two activities carried out; the first is online learning assisting program for one week within the learning schedule (Monday-Thursday). The second one is COVID-19 prevention education to provide students with an understanding of 3M in a song competition. The competition was carried out in the second week of the program (December 4, 2020) and judging on December 7, 2020. The community target is A-class students (20 children) and B-class (18 children) of PAUD Nurul Hidayah Wanayasa. The program implementation approach is preparation (coordination and learning media production), study assistance in WhatsApp groups, and rewards. Then continued with competition activities, judging, announcement of winners, giving appreciation, making a compilation video of winners, and uploaded on Youtube; the last is program evaluation. The results showed that the program was well-received by both teachers and students. Teachers are helped by strengthening online learning by us and exploring the interests of children's talents. As a result, students become enthusiastic about participating in online learning, and the implementation of distance learning at PAUD Nurul Hidayah Wanayasa becomes more interesting and more colorful.