cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
GERAKAN LITERASI DIGITAL BAGI GURU-GURU SEKOLAH DASAR Komang Sujendra Diputra; Ni Ketut Desia Tristiantari; I Nyoman Laba Jayanta
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (292.401 KB) | DOI: 10.31764/jces.v3i1.1483

Abstract

Abstrak: Dunia digital yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi secara masif di semua sektor kehidupan berdampak pada berubahnya tata kehidupan secara fundamental. Implikasi dari dunia digital ini adalah lahirnya individu padat pengetahuan dan wawasan, serta menghasilkan individu dengan istilah digital native yaitu generasi yang hidup pada era digital dimana internet menjadi bagian integral dalam kehidupan. Dalam konteks pendidikan harusnya perkembangan teknologi dan internet sudah memberikan dampak positif dalam proses pembelajaran maupun dari perspektif pengembangan keprofesionalan guru. Kondisi yang kurang ideal terjadi di SD N 1 Sulanyah dan SD N 2 Sulanyah, dimana literasil digital guru-guru masih lemah. Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut yaitu dengan “menggalakkan” Gerakan Literasi Digital yang didefinisikan sebagai gerakan memotivasi, menggerakkan, dan membudayakan “melek” digital, yang dilakukan  dengan pendekatan persuasif partisipatif. Metode yang digunakan terdiri dari tiga perlakuan berupa pelatihan dan pendampingan strategi penelusuran informasi digital, pengembangan media berbasis teknologi, serta penulisan karya tulis dan publikasi di e-journal. Program Kegiatan telah berhasil meningkatkan literasi digital guru-guru mitra, dimana hasil evaluasi menunjukkan lebih dari 70% guru-guru mitra mampu melakukan pencarian informasi digital, media pembelajaran berbasis teknologi yang dihasilkan berada dalam kategori “baik”. Terkait dengan menyusun dan mengirim artikel ke e-journal sudah berhasil dilakukan oleh guru secara mandiri.Abstract: The digital world, which is characterized by massive use of technology in all sectors of life, has an impact on fundamentally changing life systems. The implication of this digital world is the birth of knowledge-intensive and insightful individuals, as well as producing individuals with the term digital native, namely the generation that lives in the digital era where the internet becomes an integral part of life. In the context of education the development of technology and the internet should have a positive impact on the learning process and from the perspective of teacher professional development. Less than ideal conditions occur in SD N 1 Sulanyah and SD N 2 Sulanyah. The results of the situation analysis found that the teacher's digital literacy was still lacking. The solution to overcome these problems is to conduct a Digital Literacy Movement program which consists of three components of activities in the form of training and coaching digital information retrieval strategies, development of technology-based media, as well as writing papers and publications in e-journals. This program is effectively able to develop teacher digital literacy characterized by more than 70% of partner teachers able to search for digital information independently, the media produced are classified as good, and teachers are able to produce and submit class action research articles in e-journals independently.
PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGOLAHAN LIMBAH BAGI PETERNAK PUYUH RAMAH LINGKUNGAN KOTA KENDARI SULAWESI TENGGARA Astriana Napirah; Hamdan Has; Amiluddin Indi; Putu Nara Kusuma P.
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (256.743 KB) | DOI: 10.31764/jces.v3i1.1445

Abstract

Abstrak: Tujuan pelaksanaan kegiatan Program Kemitraan Masyarakat Internal UHO ini adalah untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan peternak puyuh di Kelurahan Rahandouna dan Watubangga, Kota Kendari mengenai teknologi pengolahan limbah ternak puyuh. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan demonstrasi langsung (praktek di lapangan). Tahapan kegiatan yang dilakukan adalah sosialisasi program, penyuluhan tentang manajemen pemeliharaan puyuh yang baik, potensi dan efek limbah peternakan puyuh, pelatihan teknik pengolahan kotoran puyuh menjadi biogas, dan rehabilitasi kandang puyuh. Berdasarkan kondisi yang dijumpai di lapangan, diketahui bahwa teknologi pengolahan limbah peternakan puyuh menjadi biogas sangat dibutuhkan peternak. Teknologi ini menjadi solusi atas polusi bau yang ditimbulkan peternakan puyuh di kawasan padat penduduk Kota Kendari. Proses monitoring dan pendampingan peternak dilakukan secara berkala guna menjamin keberlangsungan pelaksanaan program.Abstract: The purpose of the UHO Internal Society Partnership Program is to increase the understanding and knowledge of quail farmers in Rahandouna and Watubangga Sub-districts, Kendari City regarding quail livestock waste treatment technology. The method used was counseling and direct demonstration (practice in the field). Stages of activities carried out were program socialization, counseling about good management of quail maintenance, potential and effects of quail farm waste, training in processing quail manure into biogas, and rehabilitation of quail cages. Based on the conditions found in the field, it is known that the technology for processing quail livestock waste into biogas is very much needed by farmers. This technology is a solution to the odor pollution caused by quail farms in the densely populated area of Kendari City. The process of monitoring and assisting farmers is carried out regularly to ensure the sustainability of the program's implementation.
REVITALISASI KONSELOR REMAJA SEHAT REPRODUKSI DI SMAN 3 KARAWANG Uun Nurjanah; Marliana Rahma; Damar Aulia Nissa
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (264.661 KB) | DOI: 10.31764/jces.v3i1.1315

Abstract

Abstrak: Kasus kematian ibu di Kabupaten Karawang masih tinggi dan merupakan penyumbang kematian  ibu yang cukup besar di Provinsi Jawa Barat. Usia kematian ibu yang masih belia atau usia pelajar masih banyak terjadi. Informasi tentang kesehatan reproduksi di sekolah masih kurang. Berdasarkan data dari Unit Pelaksana Akreditasi Kabupaten Karawang, jumlah SMA di Kabupaten Karawang adalah 37 sekolah dan jumlah  SMK adalah 82 Sekolah. Permasalah yang dihadapi remaja saat ini adalah kurangnya informasi tentang kesehatan reproduksi remaja. Berdarkan peraturan, sekolah semestinya mempunyai 10 persen dari seluruh siswa yang menjadi kader kesehatan. Namun faktanya belum seperti yang diharapkan pemerintah. Oleh sebab itu penting sekali dilakukan revitalisasi konselor remaja untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi remaja. Solusi yang ditawarkan adalah meningkatkan pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi dengan cara membentuk kelompok konselor remaja di STIKes Kharisma Karawang yang terdiri dari mahasiswa Keperawatan dan Kebidanan, kemudian melatih kelompok tersebut agar menjadi konselor remaja yang dapat mentransfer ilmu kepada peserta didik di SMA N 3 Karawang. Hasil yang diharapkan yaitu terbentuknya siswa yang menjadi kader kesehatan sekolah dengan jumlah minimal 10% dari jumlah seluruh peserta didik dan meningkatnya pengetahuan remaja tentang kesehatan reproduksi.Abstract: Cases of maternal mortality in Karawang are still high and are a significant contributor to maternal mortality in the province of West Java. Age of death of mothers who are still young or the age of students is still a lot. Information about reproductive health in schools is still lacking. Based on data from the Karawang Regency Accreditation Implementation Unit, the number of high schools in Karawang is 37 schools and the number of SMK is 82 schools. Issues issued by adolescents at this time is misinformation about adolescent reproductive health. Based on regulations, schools should have 10 percent of all students who become health cadres. Not yet the fact as expected by the government. Therefore it is very important to revitalize adolescent counselors to improve adolescent health knowledge. The solution offered is to increase adolescent knowledge on how to improve youth counselor groups at STIKes Kharisma Karawang consisting of Nursing and Midwifery students, then encourage these groups to become adolescent counselors who can transfer knowledge to students at SMA N 3 Karawang. The expected results come from students who become school health cadres with a minimum of 10% of the total number of students and adolescent knowledge about reproductive health.
THE KSPM PROGRAM GOES TO ORMAWA FOR CAPITAL MARKET LITERACY AND EDUCATION Tine Badriatin; Linda Septiana; Lucky Radi Rinandiyana
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (690.486 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1485

Abstract

Abstrak: Pengabdian pada masyarakat melalui sosialisasi dan edukasi serta literasi pasar modal ini bertujuan untuk menambah partisipasi masyarakat berinvestasi di pasar modal khususnya di kalangan civitas academika Universitas Siliwangi. Kegiatan ini diikuti oleh 30 peserta yang mana 20 peserta berasal dari ORMAWA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Jurusan Pendidikan Ekonomi Universitas Siliwangi. Kegiatan ini dilaksanakan melalui metode diskusi dan tanya jawab daripada peserta yang dilaksanakan dengan 2 materi dalam satu hari kegiatan. Namun demikian kegiatan ini perlu ditindak lanjuti kembali dimana dengan kegiatan lanjutan literasi pasar modal ini peserta memiliki antusias yang tinggi untuk memperluas wawasan mengenai pasar modal serta perlu diperluas kembali sasaran atau target dari kegiatan sosialisasi dan edukasi pasar modal ini. Abstract: Community service through socialization and education as well as capital market literacy aims to increase public participation in investing in the capital market, especially among the Siliwangi University academic community. This activity was attended by 30 participants, of which 20 participants came from the ORMAWA Faculty of Teacher Training and Education, Department of Economic Education, Siliwangi University. This activity was carried out through the method of discussion and question and answer than participants who carried out with 2 materials in one day of the activity. However, this activity needs to be followed up again where with the continued activity of capital market literacy, participants have a high enthusiasm to broaden their horizons about the capital market and also need to expand the targets or targets of this capital market education and education socialization activity.
CAPITAL MARKET LITERATION PROGRAM IN CLASS Tine Badriatin; Lucky Radi Rinandiyana; Fuzi Waliyul Mujtahidin; Elis Listiana Mulyani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (266.934 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i1.1546

Abstract

Abstrak: Untuk mengenalkan investasi khususnya pasar modal pada kalangan investor muda dapat dilakukan dengan berbagai cara, dalam hal ini penulis melakukan pengabdian pada masyarakat untuk mengenalkan investasi di pasar modal melalui literasi dalam kelas yang dilaksanakan pada mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Siliwangi sebanyak 120 orang. Harapannya diadakan literasi pasar modal dalam kelas ini adalah para mahasiswa yang merupakan generasi muda dapat memahami tentang investasi di pasar modal serta mengubah paradigma tentang investasi hanyalah sekedar menabung namun juga ada investasi lain selain menabung serta mengubah anggapan menabung menjadi investasi dan mulai bergerak dari saving society menjadi investing society. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini adalah kuliah umum dalam kelas dan simulasi online trading Relitrade yang diisi oleh praktisi pasar modal dari PT. Reliance Sekuritas Indonesia, Tbk Kantor Perwakilan Tasikmalaya. Output yang dihasilkan dari kegiatan ini adalah sudah adanya ketertarikan dari mahasiswa untuk memulai menjadi investor pemula yang mana hal ini ditandai dengan adanya mahasiswa yang mulai mencoba bertanya bahkan mendaftar untuk membuka rekening saham.Abstract: To introduce investment, especially the capital market, to young investors can be done in various ways, in this case the authors devote to the community to introduce investment in the capital market through literacy in classes conducted at the Faculty of Economics, Siliwangi University students as many as 120 people. It is hoped that capital market literacy will be held in this class. Students who are young people can understand about investing in the capital market and change the paradigm of investment to save money, but there are also other investments besides saving and change the notion of saving into investment and start moving from saving society to investing society. The method used in this activity is a public lecture in class and an online trading simulation Relitrade filled by capital market practitioners from PT. Reliance Sekuritas Indonesia, Tbk Tasikmalaya Representative Office. The output generated from this activity is that there is already an interest from students to start becoming a novice investor which is marked by the students who start trying to ask questions and even register to open a stock account.
PEMANFAATAN BAHAN RAMAH LINGKUNGAN UNTUK DESAIN PENGHIJAUAN VERTIKAL SEBAGAI UPAYA MENCIPTAKAN KENYAMANAN TERMAL Panji Anom Ramawangsa; Atik Prihatiningrum; Lindung Zalbuin Mase
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (259.438 KB) | DOI: 10.31764/jces.v3i1.1496

Abstract

Abstrak: Keberadaan tanaman dapat membuat manusia merasa teduh karena penggunakan elemen tanaman memberi kesan yang dinamis dan menarik pada suatu bangunan. Salah satu bentuk dari green architecture yang dapat diterapkan pada bangunan rumah yaitu green panel. Selain berfungsi untuk mereduksi panas sinar matahari, green panel berfungsi untuk menghadirkan efek visual, serta sebagai penanda lokasi yang mempertimbangkan aspek proporsi, aspek keseimbangan serta keamanan dalam pemilihan material. Solusi yang ditawarkan untuk menyelesaikan permasalahan mitra Kegiatan PPM Pembinaan dilakukan dengan metode sosialisasi dan demonstration plot selama proses sosialisasi desain green panel  dilaksanakan. Hasil yang di dapat adalah Pemahaman masyarakat kelurahan Pematang Gubernur, Kecamatan Muara Bangkahulu terhadap bentuk desain modul green panel dalam menyikapi fungsinya terhadap kenyamanan termal di dalam rumah tinggal.Abstract: The existence of plants can make people feel shady because using plant elements gives a dynamic and interesting impression on a building. One of the forms of green architecture that can be applied to house building is the green panel. In addition to functioning to reduce sunlight heat, the green panel serves to present visual effects, as well as a location marker that considers the proportion aspect, balance aspect, and security in material selection. Solutions offered to solve the problem of partners PPM coaching activities are conducted by methods of socialization and demonstration plot during the socialization process Green panel design is implemented. The result is the understanding of the Community village of Pematang Governor, District Muara Bangkahulu against the design of Green panel modules in addressing its function to thermal comfort in a residential home.
PELATIHAN KEWIRAUSAHAAN BAGI NELAYAN DI TAMPUNA BUNGI KOTA BAUBAU Nining Asniar Ridzal
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (277.88 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1620

Abstract

Abstrak: Kelurahan Tampuna terletak di Kecamatan Bungi dengan jarak ±22 km dari kota Baubau. Kelurahan Tampuna terbagi atas tiga desa yaitu Desa KB, Desa Wanajati, Desa Watabea yang sebagian masyarakatnya bermata pencaharian sebagai nelayan dan petani. Kelurahan tampuna secara geografis terletak di bagian selatan garis khatulistiwa di antara 05o18’ - 05o22’ Lintang Selatan dan Diantara 122o36’- 122o44’ Bujur Timur dan mempunyai luas wilayah 6,74 km2. Tujuan yang ingin dicapai dari kegiatan pelatihan ini adalah  dicapai dari dari kegiatan pelatihan ini adalah untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan khususnya bagi Nelayan Masyarakat Kelurahan Tampuna agar apa yang dihasilkan tidak hanya terbatas untuk dikonsumsi sendiri dan dijual sebelum diolah. Masyarakat diharapkan meningkatkan keterampilan dan pengetahuannya serta inovasi  dan variasi di dalam pengelolaam hasil yang diperoleh Nelayan sehingga dapat menghasilkan produk iklan yang bertahan lama, agar dapat meningkatkan pendapatan masyarakat . Dalam usaha menumbuhkan mental wirausaha itu sendiri diperlukan pribadi yang mau belajar, berlatih,bertindak untuk sukses yang berkelanjutan. Jika hal ini dapat dilakukan akan meningkatkan pengetahuan dan kretaivitas masyarakat dan diharapkan dapat disebarluaskan kepada seluruh masyarakat yang ada di sekitarnya.Abstract: Tampuna Village is located in the Bungi district, ± 22 km from the city of Baubau. The Tampuna Urban Village is divided into three villages: KB Village, Wanajati Village and Watabea Village, where the majority of the population works as fishermen and farmers. Tampung Village is geographically located in the southern part of the equator between 05018 ’- 05022’ South Latitude and between 122036 ’- 122044’ East Longitude and has an area of 6.74 km2. The aim of this training measure is to promote entrepreneurship through this training measure, especially for the fishermen of the Tampuna Village Community, so that what is produced is not limited to self-consumption and is sold before processing. The community is expected to improve its skills and knowledge, as well as innovations and differences in the management of the results achieved by fishermen, in order to produce long-lasting advertising products and thus increase people's income. To develop an entrepreneurial mentality, you need a person who is willing to learn, practice and act for sustainable success. If this can be done, the knowledge and creativity of the community will be increased and it is expected that this will be passed on to all surrounding communities.
SOSIALISASI PENTINGNYA MENJAGA MUTU DAN DAYA PIKAT KEMASAN PRODUK Syurwana Farwita Samuddin; Beddu Lahi; Ramli Toalib; Gazali Gazali
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (463.187 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1519

Abstract

Keberhasilan suatu produk di pasar, didukung beberapa hal penting, diantaranya kemasan. Peran penting kemasan pada sebuah produk yang akan dijual. Selain bisa menambah nilai estetika, desain kemasan juga bisa menarik perhatian sekaligus bahan promosi.Selain itu produk yang sudah memasuki proses kemas biasanya juga bisa bertahan lebih lama serta bisa melindungi produk dari bahaya kerusakan saat proses pendistribusian. Kemasan adalah pembungkus atau wadah yang biasa dimanfaatkan untuk mencegah atau meminimalisasi adanya kerusakan pada barang di dalamnya. Adapun definisi pengemasan adalah suatu proses memberi wadah atau pembungkus untuk suatu produk. Misalnya, melindungi dari sinar matahari secara langsung, kelembaban udara, oksigen, pemcemaran dari virus atau kumas, dan benturan. Pengemasan produk bisa digunakan sebagai media petunjuk bagi konsumen melalu informasi atau tanda yang terdapat pada kemasannya. Berdasarkan pertimbangan itu, Dosen Universitasn Indonesia Timur (UIT) Makassar, yang terdiri dari dosen Fakultas Ekonomi dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, menggelar sosialisasi akan pentingnya mewujudkan kemasan produk yang baik, kepada sejumlah Usaha Kecil Mikro (UKM) di Kota Makassar, dihadiri kurang lebih 15 pelaku usaha.
PENYULUHAN PENTINGNYA PERAWATAN HUTAN KOTA DENGAN POLA PELIBATAN PEMUDA DAN REMAJA Nurul Mukhlishah; Harlina Harlina; Amran Amran; Agus Salim Syam
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (533.855 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1500

Abstract

Abstrak: Peran pemuda dalam melestarikan lingkungan hidup sangat penting dan dibutuhkan. Pemuda merupakan generasi penerus yang akan mewarisi bangsa ini, termasuk kekayaan alam dan lingkungan hidup di dalamnya. Bahkan harus meneruskan warisan itu kepada generasi yang akan datang. Warisan kekayaan alam dan lingkungan hidup ibarat warisan berkelanjutan, dan pemuda menjadi bagian di dalamnya. Agar warisan dan amanat itu terjaga, pemuda harus berperan aktif dalam melestarikan lingkungan hidup. Mengapa pemuda dan lingkungan hidup itu tidak bisa dipisahkan, Karena pemuda adalah agen perubahan. Upaya penguatan ekonomi nasional dan perbaikan kualitas lingkungan hidup Indonesia dimasa depan, harus diawali dengan membekali remaja dan atau pemuda sebagai agen perubahan. Bukan hanya sebagai penerima manfaat kualitas lingkungan hidup yang baik, peran pemuda harus dapat dioptimalkan sebagai subjek atau pelaku dari berbagai upaya peningkatan kualitas lingkungan hidup, diantaranya; pelestarian hutan, konservasi keanekaragamanhayati, penurunan polusi udara, air, tanah, mitigasi-ataptasi perubahan iklim, penanggulangan bencana.Abstract: The role of youth in preserving the environment is very important and needed. Youth are the next generation who will inherit this nation, including the natural wealth and the environment in it. Even the inheritance must be passed on to future generations. The legacy of natural wealth and the environment is like a sustainable legacy, and youth is a part of it. In order for the inheritance and mandate to be maintained, youth must play an active role in preserving the environment. Why youth and the environment cannot be separated, because youth are agents of change. Efforts to strengthen the national economy and improve the quality of Indonesia's environment in the future must begin by equipping youth and / or youth as agents of change. Not only as a beneficiary of good environmental quality, the role of youth must be optimized as a subject or actor of various efforts to improve the quality of the environment, including; forest conservation, biodiversity conservation, reduction of air, water, soil pollution, climate change mitigation, disaster management.
SOSIALISASI TANGGAP BENCANA PADA MASYARAKAT MELALUI PENDEKATAN LITERASI MEDIA DI LABUHAN HAJI KABUPATEN LOMBOK TIMUR Iskandar Iskandar; Amin Saleh; Iwin Ardyawin; Muh. Rizqan R.; Intan Kurniani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.204 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1549

Abstract

Abstrak: Sosialisasi Tanggap Bencana Pada Masyarakat di Desa Teros Kecamatan Labuhan Haji Kabupaten Lombok Timur Melalui Pendekatan Literasi Media Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Mataram, 2019. Kegiatan  ini  dilaksanakan sebagai bentuk pengamalan Chatur Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang pengbadian pada masyarakat dalam merespon isu kebencanaan yang berhubungan dengan pencegehan, mitigasi, kesiap-siagaan, dan literasi media. Tujuan yang ingin dicapai dalam kegiatan ini adalah tersampainya informasi penanganan kebencanaan dengan menggunakan media sebagai sarana informasi, baik media cetak maupun online, serta pengetahuan praktis tentang cara mengantisipasi bahaya bencana. Tujuan lain adalah mengurangi resiko bencana yang menyebakan terjadi kerugian baik moril maupun materi pada masyarakat. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah metode sosialisasi dengan terlebih dahulu dilakukan observasi awal langsung bertemu dengan perangkat desa dan masyarakat, dengan menggunakan bahasa yang santun dan media yang dapat dipahami oleh masyarakat. Sasaran program pengabdian ini meliputi aparat desa, tokoh masyarakat, masyarakat umum, pemuda, dan para siswa, pada tingkatan, SMP, SMA, dan juga mahasiswa sebagai warga masyarakat setempat. Hasil dalam kegiatan ini adalah tersalurnya berbagai informasi dan langkah penanggunalan bencana yang pada akhirnya dapat menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk membentuk kelompok peduli bencana, relawan bencana, dan tersediaanya peta resiko bencana disetiap lingkungan.Abstract: Disaster response socialization in communities through media literation approaches in Teros village, Labuhan Haji, east lombok. Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Muhammadiyah Mataram, 2019. This activity was carried out as one realization of the four higher education principles, it is in the field of dedication to the community in responding to disaster issues related to prevention, mitigation, preparedness, and media literacy. The aim of this activity is to gain the information on disaster management through media as a means of information, both on printed and online media. Moreover, it also aims to obtain practical knowledge on how to anticipate the danger of disasters. Another goal is to reduce the risk of disaster which causes both moral and material losses of the community. The method used in this dedication is the method of socialization by first observing the initial direct meeting to the village officials and community by using polite language and media that can be understood by the community. The targets of the service program include village officials, community leaders, the general public, youth, and students at the level of junior high and high school, and also the students in the local community members. The outcome of this activity is expected can contribute to the availability of various information related to the disaster mitigation. In the end, it helps foster community awareness to form disaster care groups, disaster volunteers, and the availability of disaster risk maps in each neighborhood.

Page 4 of 53 | Total Record : 524