cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
JCES (Journal of Character Education Society)
ISSN : 27153665     EISSN : 26143666     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Journal of Character Education Society (JCES) | ISSN 2614-3666, is one of the devotion journals managed by the Faculty of Teacher Training and Education of Muhammadiyah University of Mataram and published every January and July. The publication of JCES aims to disseminate conceptual thinking and ideas, especially the results of community service, including: (1) science, applied, social, economic, cultural, ICT development, and administrative services, (2) training and improvement of educational technology outcomes, agriculture, information and communication, and religion (3) Teaching and empowering community and community of students, youth and community institutions on an ongoing basis. All scope is realized to the community to form a society of character and uphold the values of education.
Arjuna Subject : -
Articles 524 Documents
PENINGKATAN KOMPETENSI LITERASI DALAM KETERAMPILAN MEMBACA PADA SISWA SEKOLAH DASAR INPRES 12 KABUPATEN SORONG PAPUA BARAT Ihsan Ihsan; Leo Pratama; Rizal Hermawan
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (283.235 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1544

Abstract

Abstrak: Literasi dapat diartikan sebagai kemampuan membaca dan kemampuan menulis atau dapat disebut dengan melek aksara atau keberaksaraan. Perkembangan kurikulum pendidikan di sebuah negara akan selalu terjadi. Di Indonesia terjadi perkembangan kurikulum yang pesat yang disesuaikan dengan perkembangan dunia. Dalam tulisan ini hanya akan dibicarakan tentang literasi dalam keterampilan. Pengambilan sampel dilakukan dengan beberapa tahap Tahapan pertama adalah kegiatan awal yakni observasi, tahapan kedua adalah kegiatan inti yakni penyuluhan, dan tahapan ketiga adalah kegiatan akhir yakni evaluasi kegiatan. Instrumen yang digunakan adalah pre test dan post test. Pre test post test .Hasil penelitian ini menunjukan bahwa terdapat peningkatan kompetensi literasi dalam keterampilan membaca  pada siswa kelas IV SD Inpres 12 Kabupaten Sorong Papua Barat.Abstract: Literacy can be interpreted as the ability to read and the ability to write or can be called literacy or literacy. The development of educational curricula in a country will always occur. In Indonesia there is a rapid development of the curriculum that is adapted to world developments. In this paper we will only talk about literacy in skills. Sampling was carried out with several stages. The first stage was the initial activity ie observation, the second stage was the core activity namely counseling, and the third stage was the final activity namely the evaluation of activities. The instruments used were pre test and post test. Pre test post test. The results of this study indicate that there is an increase in literacy competence in reading skills in fourth grade students of SD Inpres 12, Sorong Regency, West Papua.
OPTIMALISASI PERAN AKUNTAN PADA ERA 4.0 Kurniawan Kurniawan; Tine Badriatin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 2 (2019): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.012 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i2.1621

Abstract

Abstrak: Penggunaan teknologi informasi pada era revolusi 4.0 khususnya peran akuntan tentu sudah menjadi kebutuhan dasar agar peran akuntan lebih optimal lebih siap dalam menghadapi era perkembangan zaman yang mana kesiapan itu tidak hanya semata dibutuhkan melalui teori semata yang harus dipelajari, namun juga optimalisasi peran akuntan akan kemampuan dan keterampilan seorang akuntan harus berkembang karena perannya dalam era menghadapi era komputerisasi 4.0 ini adalah menyediakan insight atas data, menganalisis, mengecek dan juga menginterpretasikan hasil. Oleh karena itu kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu kegiatan untuk menyiapkan para calon akuntan yang siap menghadapi zaman tersebut. Peserta dari pengabdian ini adalah 200 orang mahasiswa akuntansi dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Siliwangi. Tujuan dari kegiatan ini adalah diharapkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan serta kesiapan calon akuntan untuk menghadapi rintangan dan hambatan era revolusi 4.0 serta menghadapi  perkembangan zaman dimana selanjutnya akan menghadapi zaman society 5.0 sehingga siap menjadi seorang akuntan yang akuntabel.Abstract: The use of information technology in the 4.0 revolution era especially the role of accountants has certainly become a basic requirement so that the role of accountants is more optimally more ready to face the era of development where the readiness is not only needed through theory alone which must be learned, but also the optimization of the role of accountants for their abilities and an accountant's skill must develop because his role in the era facing the computerization 4.0 era is to provide insight into data, analyze, check and also interpret results. Therefore this activity is expected to be one of the activities to prepare prospective accountants who are ready to face the era. Participants from this service were 200 accounting students from the Faculty of Economics and Business at Siliwangi University. The purpose of this activity is expected to be an increase in knowledge and ability as well as the readiness of prospective accountants to face obstacles and obstacles of the 4.0 revolution era and to face the times when they will then face the era of society 5.0 so that they are ready to become an accountable accountant.
PELATIHAN PEMANFAATAN GULMA ECENG GONDOK SEBAGAI PUPUK ALTERNATIF Ainun Ayu Lestari; Muhammad Basir Muslimin; Rosmiati Rosmiati; Faizah Mahi
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (454.594 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1526

Abstract

Abstrak: Eceng Gondok sebagai masalah bagi jaringan drainase, di Kota Makassar, juga dirasakan oleh berbagai negara di dunia. Di Amerika tanaman eceng gondok dengan nama latin Eichornia crassipes, sejak 1960 oleh pemerintah telah berdiri  Water Hyacinth Society yang merupakan asosiasi para ilmuwan, praktisi dan pengusaha untuk mengontrol atau menanggulangi masalah penyebaran eceng gondok. Asosiasi ini kemudian berganti nama menjadi Aquatic Plant management Society (APMS) yang meliputi pengkajian aspek-aspek biologis, ekologis dan pengontrolan pertumbuhan tumbuh-tumbuhan air pada umumnya dan tidak hanya terbatas pada eceng godok. Penelitian mengenai aspek-aspek ekologi eceng gondok di Indonesia sampai saat ini masih belum banyak dilakukan orang, padahal sebagai tanaman yang mengepung di permukaan air ini, memiliki nilai penting yang tinggi, terutama untuk pipik alternatif. Penyebarannya yang cukup luas, penyesuaiannya yang baik terhadap lingkungan, gangguan dan kerugian yang sangat berarti yang dapat ditimbulkannya, cara pengendaliannya yang sulit dan cara pemanfaatannya yang belum diketahui dengan baik sebenarnya merupakan alasan-alasan yang menarik untuk memanfaatkan tanaman ini secara menyeluruh. Salah satunya dengan melatih masyarakat, menjadikannya sebagai pupuk alternatif. Abstract: Water hyacinth as a problem for the drainage network, in Makassar City, is also felt by various countries in the world. In America the water hyacinth plant with the Latin name Eichornia crassipes, since 1960 the government has established the Water Hyacinth Society which is an association of scientists, practitioners and entrepreneurs to control or overcome the problem of the spread of water hyacinth. The association later changed its name to the Aquatic Plant Management Society (APMS) which included the study of biological, ecological aspects and controlling the growth of aquatic plants in general and was not limited to water hyacinth. Research on the ecological aspects of water hyacinth in Indonesia to date has not been done by many people, even though as a plant that surrounds the surface of this water, it has a high importance, especially for alternative piping. Its wide distribution, its good adaptation to the environment, significant disturbance and loss that can be caused by it, how to control it is difficult and how to use it that is not well known are actually interesting reasons to utilize this plant as a whole. One of them is by training the community, making it an alternative fertilizer
PENDAMPINGAN DALAM PENINGKATAN PERILAKU HIDUP SEHAT PEDULI DIABETES MELLITUS TIPE II DAN PENCEGAHAN LUKA KAKI DIABETES DI PALEMBANG Sanny Frisca; Putu Manik Swasti Arco; Fransiska Faomasi Daeli; Antonius Ari Wibowo
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (156.237 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i1.1525

Abstract

Abstrak: Diabetes mellitus adalah penyakit kronik yang dapat menimbulkan masalah fisik, ekonomi, dan kualitas hidup. Salah satu dari masalah fisik adalah komplikasi terjadinya gangguan pada kaki atau ulkus kaki. Kaki diabetes apabila tidak dirawat dengan baik akan mudah mengalami luka dan cepat berkembang menjadi komplikasi yang lebih buruk. Salah satu upaya pengelolaan kaki diabetes adalah dengan perawatan kaki diabetes. Perawatan kaki yang baik mengurangi risiko timbulnya gangguan sensorik pada kaki. Gangguan sensorik pada kaki dapat memicu terjadinya komplikasi kaki yaitu neuropati. Pasien memerlukan peningkatan pemahaman tentang penyakit dan perawatannya. Pemberian edukasi pada masyarakat di daerah binaan tim Pengabdian Kepada Masyarakat mampu meningkatkan  pengetahuan sebesar 64% pada kondisi pra dan post test. Peningkatan juga dialami pada kondisi kaki yang menjadi lebih baik setelah melakukan perawatan kaki sesuai dengan arahan dari tim PKM.  yang memperlihatkan upaya penyuluhan dapat dikatakan berhasil dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat. Keberhasilan tersebut harus dipertahankan dan ditingkatkan serta dilakukan evaluasi kondisi kaki dengan menggunakan ankle brachial index. Abstract: Diabetes mellitus is chronic disease which can impact physic, economic, and quality of life among diabetic patients. One of diabetic complication is foot problem as known like foot ulcer. Diabetic patient need to care their foot, because ulcer can complicate to amputation. Foot care can reduce ulcer complication, increase awareness of foot, and reduce risk for sensoric sensation decrease and neurophaty among diabetic patients. Patients need education, so they know how to do foot care by themselves. This study can increase knowledge of patient 64% and also enhance foot condition of patient after given foot care. In future study can use ankle brachial index to examine patient’s foot
SOSIALISASI UNDANG-UNDANG NO 1 TAHUN 1974 TENTANG PERKAWINAN TERHADAP PROBLEMATIKA NIKAH DINI DI KABUPATEN LOMBOK UTARA M.Ulfatul Akbar Jafar; Mardiah Mardiah; M. Taufik Rachman
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.011 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1554

Abstract

Abstrak: Fokus kegiatan ini adalah pada sosialisasi undang-undang (UU) nomor  1(satu) tahun 1974 tentang perkawinan, lebih spesifik lagi terkait pasal 7 (tujuh) ayat (1) tentang batas minimum usia perkawinan, yang sebelumnya (sebelum revisi) bahwa, batas usia perkawinan bagi perempuan dan laki-laki adalah 19 tahun. Dalam pelaksaan kegiatan dilakuakn dengan cara turun langsung ke lapangan,melakukan sosialisasi bertemu secara langsung dengan warga masyarakat desa Dangiang kecamatan kayangan kabupaten Lombok Barat, kegiatan ini dilakukan di aula gedung serba guna desa Dangiang. Pernikahan dini sendiri menjadi masalah yang serius yang terjadi pada masyarakat desa Dangiang sebab tidak sedikit anak-anak dibawah umur di desa dangiang melewati masa mudanya dengan mengendong anak (menikah dini) sehingga berpengaruh pada kesiapan mental dan fisik mereka, oleh karena itu perlu dilakukan sebuah pendampingan kepada orang tua serta anak muda baik berupa pembinaan ataupun sosialisasi. Berdasarkan temuan lapangan bahwa tidak sedidkit masyarakat tidak memahami aturan Negara (UU) terkait dengan perkawinan, hal ini bias dipahami karena kurangnya sosialisasi dari instansi terkait, tingkat pendidikan yang masih rendah serta letak geografis yang  sulit dan jauh dari pusat kota. Oleh karena itu kesimpulannya bahwa kedepannya perlu adanya pembinaan,pendampingnan terhadap masyarakat desa dangiang khusunya didalam memahami aturan perkawinan serta dampak daripada pernikahan dini.Abstract: The focus of this activity is on the socialization of Law number 1 of 1974 concerning marriage, more specifically related to article 7 paragraph (1) concerning the minimum age of marriage which was previously (before revision) that, the marriage age limit for women is 16 years whereas for men is 19 years, after having been revised and approved on 16 September 2019 then the minimum limit for women and men is 19 years. In carrying out the activities carried out by going straight to the field, conducting socialization meet directly with the citizens of the village of Dangiang, the district of heaven in West Lombok regency, this activity was carried out in the hall of the Dangiang village multipurpose building. Early marriage itself becomes a serious problem that occurs in the Dangiang village community because not a few children under age in the village of Dangiang through their youth by holding children (married early) so that it affects their mental and physical readiness, therefore it is necessary to assist parents and young people in the form of coaching or outreach. Based on field findings that not a little people do not understand the State rules (Laws) related to marriage, this bias can be understood because of the lack of socialization from related agencies, the level of education is still low and the geographical location is far from the city center. Therefore, the conclusion is that in the future there needs to be guidance, assistance to the village community especially in understanding the rules of marriage and the impact of early marriage.
PELATIHAN PENERAPAN KEBIJAKAN PUBLIK BAGI APARATUR DESA DI DESA TEGALARUM KECAMATAN MRANGGEN KABUPATEN DEMAK PROVINSI JAWA TENGAH Moeljono Moeljono; Williyanto Kartiko Kusumo
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (271.152 KB) | DOI: 10.31764/jces.v3i1.1547

Abstract

Abstrak: Diharapkan melalui kegiatan ini akan mendorong kecakapan aparatur desa dalam pengambilam keputusan publik dengan mengedepankan skala prioritas keputusan yang diambil. Tujuan dari pengabdian masyarakat adalah memberikan pelatihan penerapan pengambilan kebijakan publik dalam meningkatkan kapasitas aparatur pemerintahan desa. Metode kegiatan digunakan Participatory Learning and Action. Kegiatan dilakukan dengan menekankan pada kegiatan ceramah, diskusi, curah pendapat yang dilakukan secara interaktif dengan anggota kelompok dan dilanjutkan dengan aksi atau kegiatan riil yang relevan dengan materi pelatihan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat berjalan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan, peserta memilki respon dan antusias terhadap pelatihan dan tercipta perubahan pengetahuan, sikap dan keterampilan dalam pengambilan kepusan kebijakan publik.Abstract: It is expected that these activities will encourage proficiency in the village officials to prioritize public decision making decisions priorities. The purpose of this public service activities is to provide training implementation of public policy making in improving the capacity of government personnel village. The method used is activity Participatory Learning and Action. This activity is carried out with an emphasis on activities of lectures, discussions, brainstorming performed interactively with members of the group and continued with the action or real activities relevant to the training materials. The results of community service activities run in accordance with a predetermined plan, the public has an enthusiastic response and to training and create changes in knowledge, attitudes and skills in making public policy.
PENINGKATAN KOMPENTENSI GURU IPA BIOLOGI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA MELALUI PELATIHAN DAN PEMBEKALAN MATERI DI LABORATORIUM KABUPATEN PESISIR SELATAN Erman Har; Rona Taula Sari; Gusmaweti Gusmaweti; Wince Hendri; Azrita Azrita; Lisa Deswati; Nawir Muhar; Reza Putra Perdana; Doni Seftriawan; Setriadi Setriadi; Vanya Mulyani
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 1 (2018): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (323.247 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i1.1637

Abstract

Abstrak: Tujuan pengabdian pada masayarakat ini untuk meningkatkan pemahaman guru Biologi tentang materi dan konsep IPA, dan meningkatkan kreatifitas serta menemukan cara-cara pendekatan pembelajaran yang kreatif dan inovatif sehingga materi mudah dimengerti oleh siswa, membantu guru mendiskusikan topik-topik yang kurang dipahami siswa sehingga guru bisa secara bersama-sama merencanakan pembelajaran yang lebih baik. Pendekatan yang dilakukan dengan memberikan pelatihan/penyuluhan berupa penguatan materi terutama di laboratorium, memberikan stimulasi kepada guru bagaimana mengembangkan ide dan pendekatan-pendekatan kreatif yang dapat membantu siswa memahami konsep yang diajarkan guru, membantu guru yang akan mengikuti ujian kompetensi guru agar lebih siap dan dan lebih memahami materi yang mungkin diujikan sebagai persiapan sertifikasi. Kegiatan PPM yang sudah dilakukan yaitu persiapan dengan mengadakan pertemuan dengan pihak Diknas Kabupaten Pesisir Selatan untuk memantapkan proses pelaksanaan dengan mendatangkan guru-guru IPA SMP sebanyak 20 Orang yang berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan. Hasil analisis angket kompetensi guru-guru IPA didapat informasi pada aspek perencanaan memperoleh 68,74% dengan criteria cukup, hal yang sama terjadi pada evaluasi dengan nilai 65,65%. Sementara itu pada aspek pelaksanaan memperoleh 85,93% dengan criteria Baik sekali. Abstract: The purpose of this community service is to increase the understanding of Biology teachers about the material and concepts of science, and increase creativity and find ways of learning approaches that are creative and innovative so that the material is easily understood by students, helping teachers discuss topics that are less understood by students so that teachers can together plan better learning. Approach is done by providing training / counseling in the form of strengthening the material, especially in the laboratory, stimulating the teacher how to develop ideas and creative approaches that can help students understand the concepts taught by the teacher, help the teacher to be take the teacher competency test to be better prepared and understand better the material that might be tested in preparation for certification. PPM activities that have been carried out are preparations by holding a meeting with the Department of Education in the South Coastal District to strengthen the implementation process by bringing in 20 junior high school science teachers from various sub-districts in the South Coastal District. The results of the questionnaire analysis of the competence of natural science teachers obtained information on the planning aspects obtained 68.74% with sufficient criteria, the same thing happened in the evaluation with a value of 65.65%. Meanwhile in the aspect of implementation gained 85.93% with the criteria Very Good.
PENYULUHAN BAHAYA PENYALAHGUNAAN NAPZA BAGI PELAJAR DAN REMAJA Jurnal Syarif; Ardiansah Hasin; Suharsih Thahir; Nardin Nardin; Muhammad Khaerul Nur
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 1, No 2 (2018): Juli
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (352.994 KB) | DOI: 10.31764/jces.v1i2.1545

Abstract

Abstrak: Penyalahgunaan NAPZA (Narkotika, Psikotropika, dan Zat-zat Adiktif) merupakan suatu pola perilaku yang bersifat patologik, dan biasanya dilakukan oleh individu yang mempunyai kepribadian rentan atau mempunyai resiko tinggi, dan jika dilakukan dalam jangka waktu tertentu akan menimbulkan gangguan bio-psiko-sosial-spiritual. NAPZA bersifat psikotropika dan psikoaktif yang mempunyai pengaruh terhadap sistem syaraf dan biasanya digunakan sebagai analgetika (pengurang rasa sakit) dan memberikan pengaruh pada aktifitas mental dan perilaku serta digunakan sebagai terapi gangguan psikiatrik pada dunia kedokteran. Secara farmakologik, yang termasuk NAPZA antara lain ganja, morfin, sabu, ekstasi, marijuana, putau, kokain, pil koplo, dan sebagainya. Obat-obatan ini termasuk dalam daftar obat G yang artinya dalam penggunaannya harus disertai dengan kontrol dosis yang sangat ketat oleh dokter. Pelajar (siswi) adalah istilah bagi peserta didik pada jenjang pendidikan menengah pertama dan menengah atas. Siswa adalah komponen dalam sistem pendidikan, yang selanjutnya menjalani proses pendidikan, sehingga menjadi manusia yang berkualitas sesuai dengan tujuan pendidikan nasional. Penyuluhan ini menempatkan pelajar sebagai suatu komponen ditinjau dari pendekatan sosial, dan psikologis. Abstract:  Drug Abuse (Narcotics, Psychotropic, and Addictive Substances) is a pattern of behavior that is pathological, and is usually carried out by individuals who have vulnerable or high-risk personalities, and if done within a certain period of time will cause bio-psycho-social disorders -spiritual. NAPZA is psychotropic and psychoactive which has an influence on the nervous system and is usually used as an analgesic (pain relief) and has an effect on mental activity and behavior and is used as a psychiatric disorder therapy in the medical world. Pharmacologically, drugs including marijuana, morphine, methamphetamine, ecstasy, marijuana, putau, cocaine, koplo pills, and so on. These medicines are included in the list of G medicines, which means that in their use they must be accompanied by very strict dose control by a doctor. Student (student) is a term for students at the junior and senior high school level. Students are a component of the education system, which subsequently goes through an educational process, so that they become qualified human beings in accordance with national education goals. This counseling places students as a component in terms of social and psychological approaches.
PENERAPAN BAITUL ARQAM UNTUK PENGUATAN NILAI BAGI DOSEN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH MATARAM Ilham Ilham; Palahuddin Palahuddin; Rudi Arrahman; Mardiyah Hayati
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 3, No 1 (2020): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (272.127 KB) | DOI: 10.31764/jces.v3i1.1520

Abstract

Abstrak: Baitul Arqam Dosen merupakan kegiatan kaderisasi pokok yang diselenggarakan untuk menyatukan visi serta membangun pemahaman nilai ideologis, sistem, dam aksi gerakan bagi dosen di lingkungan Perguruan Tinggi Muhammadiyah. Kegiatan Baitul Arqam dosen Universitas Muhammadiyah Mataram ini dalam rangka penanaman pemahaman tentang ideologi Muhammadiyah, memperteguh identitas diri sebagai warga persyarikatan Muhammadiyah, peningkatan komitmen dan integritas dalam mengembangkan amal usaha dan persyarikatan Muhammadiyah, dan membentuk staf pengajar perguruan tinggi Muhammadiyah yang unggul dan Islami. Peserta Baitul Arqam adalah dosen kontrak Universitas Muhammadiyah Mataram yang berjumlah 32 orang. Metode yang digunakan pada kegiatan pengabdian ini adalah ceramah bevariasi, demonstrasi, simulasi, dan diskusi. Penilaian keadaan peserta menggunakan model Konteks, Input, Proses dan Produk (CIPP) pada aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Berdasarkan hasil analisis, rata-rata nilai peserta pada aspek kognitif 75.7, afektif 76.5 dan psikomotorik 74.13. Dengan demikian, tingkat pemahaman dosen kontrak Universitas Muhammadiyah Mataram tentang nilai Al Islam dan Kemuhammadiyah berada pada level baik. Artinya, penerapan Baitul Arqam memiliki pengaruh terhadap peningkatan pemahaman nilai Al Islam dan Kemuhammadiyah bagi dosen Universitas Muhammadiyah Mataram.Abstract: Baitul Arqam for lecturers is the principal regeneration training held to unify the vision and build understanding of ideological values, systems, and real movement for lecturers within the Muhammadiyah Universities. The Baitul Arqam training for lecturers of the Muhammadiyah University of Mataram is to build an understanding ideology of Muhammadiyah, strengthening self-identity as a Muhammadiyah community, increasing commitment and integrity in developing Muhammadiyah's charities and organizations, and to build an excellent and Islamic teaching staff of Muhammadiyah University of Mataram. Participants of Baitul Arqam are 32 lecturers. The methods used in this training are varied lectures, demonstrations, simulations, and discussions. For assessment the participants was using the Context, Input, Process and Product (CIPP) model based on cognitive, affective, and psychomotor aspects. Based on the analysis results, the average score of participants in the cognitive aspect was 75.7, affective 76.5 and psychomotor 74.13. Thus, the level of understanding of contract lecturers at Muhammadiyah University of Mataram was good. So, the applied of Baitul Arqam has effect in increasing the participants’ understanding towards Al Islam and Kemuhammadiyahan values for the lectures of Muhammadiyah University of Mataram.
SOSIALISASI PEREMPUAN SEBAGAI BASIS PENINGKATAN KUALITAS HIDUP KELUARGA Nurmillah Nurmillah; Harniati Harniati; Fatmawada S; Wahyuddin Wahyuddin
JCES (Journal of Character Education Society) Vol 2, No 1 (2019): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (501.298 KB) | DOI: 10.31764/jces.v2i1.1538

Abstract

Abstrak: Perempuan telah menjadi bagian dari kajian ilmu terpisah, dikarekan kompleksitas yang melingkupi kehidupan mereka. Kegiatan ini hanya membedah satu peran perempuan terkait kedudukan mereka dalam keluarga atau rumahtangga. Perempuan diasumsikan memiliki peran dalam mendorong perbaikan hidup menuju  keluarga pra-sejahtera.  Peran perempuan sebagai Motivator Ketahanan Keluarga (MKK), Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM), hal ini terutama pada masyarakat desa/kelurahan yang memiliki program pelibatan aktif perempuan dalam membangun masyarakat. Kegiatan yang melibatkan dosen dari tiga Perguruan Tinggi (PT) ini, dilaksanakan secara bersama di Desa Bontosunggu, Kabupaten Gowa, dengan sasaran ibu rumahtangga. Tujuan kegiatan Sosialisasi Perempuan Sebagai Basis Peningkatan Kualitas Hidup Keluarga  ini, diharapkan dapat mendorong kebijakan program fasilitasi Kader Pemberdayaan Masyarakat (KPM) sebagai tenaga Motivator Ketahanan Keluarga (MKK), sehingga menyatukan pola pembinaan keluarga dan pemberdayaan perempuan yang melibatkan partisipasi masyarakat dan lembaga terkait dalam semua tingkatan.Abstract:  Women have become part of separate science studies, due to the complexity that surrounds their lives. This activity only dissects the role of women related to their position in the family or household. Women are assumed to have a role in encouraging improvements in life towards underprivileged families. The role of women as Motivators of Family Resilience (MKK), Community Empowerment Cadres (KPM), this is especially in rural / urban communities that have a program of active involvement of women in community building. The activity, which involved lecturers from three tertiary institutions (PT), was carried out jointly in Bontosunggu Village, Gowa Regency, targeting housewives. The aim of the Women's Socialization Activity as a Basis for Improving Family Quality of Life, is expected to be able to encourage the Community Empowerment Cadre (KPM) facilitation program as a Family Resilience Motivator (MKK), so as to unite the pattern of family coaching and women's empowerment that involves community participation and related institutions in all tiers

Page 5 of 53 | Total Record : 524