cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
telaah.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1, Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN : 24772429     EISSN : 26206226     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Telaah adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Artikel/karya tulis yang dimuat dalam jurnal ini adalah karya tulis hasil penelitian dan hasil pemikiran (telaah kritis) mengenai pendidikan, bahasa, serta sastra indonesia. Kontributor yang dapat mempublikasikan tulisanya pada jurnal ini adalah para akademisi (dosen dan guru), praktisi, dan pemerhati dibidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 19 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2: July 2025" : 19 Documents clear
PEMBELAJARAN MENULIS DENGAN METODE KOLABORATIF PADA SISWA SMP Aminuddin, Aminuddin; Akbar, M Aris; Anwar, Khairil
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.31326

Abstract

This study aims to explore the application of collaborative methods in learning writing at the junior high school level through a Systematic Literature Review approach. The literature sources used are from trusted indexers such as SCOPUS, DOAJ, and Google Scholar. The results of the analysis show that collaborative methods have a significant positive effect on improving students' writing skills. Activities such as group discussions, cooperation, and mutual feedback are proven to increase students' active involvement, stimulate creativity, and develop critical thinking skills and the ability to organize arguments in a structured and logical manner. Supporting factors, such as the creation of an inclusive classroom environment, the teacher's role as an effective facilitator, and students' intrinsic motivation, play an important role in the successful implementation of this method. However, despite the positive impact of existing research, there are some gaps that need attention, such as the lack of research that deeply discusses the practical challenges faced by teachers and students in time management and the division of roles in groups.
MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK BERMUATAN KEARIFAN LOKAL SUKU SASAK DENGAN MEDIA FILM PENDEK PADA SISWA KELAS XI MA RAUDLATUTTHOLIBIN NW PAOKMOTONG Syakur, Ahmad Abdan; Purnawarman, Purnawarman
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.31066

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis cerita pendek bermuatan kearifan lokal Suku Sasak dengan media film pendek pada siswa kelas XI MA Raudlatuttholibin NW Paokmotong. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas yang berlangsung selama dua siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap yaitu tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan evaluasi, serta tahap refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas XI MA Raudlatuttholibin NW Paokmotong. Pengambilan data dilakukan dengan wawancara, observasi, dan dokumentasi. Perbedaan antara siklus I dan siklus II terletak pada sarana dan prasarana serta langkah-langkah pembelajaran. Langkah pembelajaran yang dilakukan pada siklus I belum maksimal dan dioptimalkan pada siklus II.Hasil akhir kemampuan menulis cerita pendek pada siklus I, 16,5% siswa mendapat nilai sangat baik, 18,5% mendapat nilai baik, 62.5% mendapat nilai cukup, dan 12,5% mendapat nilai kurang. Pada siklus II terjadi peningkatan yang signifikan yaitu 73% siswa memperoleh nilai sangat baik dan 27% memperoleh nilai baik. Kearifan lokal suku Sasak yang termuat dalam cerpen siswa pada siklus I dan II yaitu saling jot/saling perasaq, saling sapaq, dan saling peliwat. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, dapat disimpulkan bahwa kemampuan menulis cerita pendek bermuatan kearifan lokal suku Sasak pada siswa kelas XI MA Raudlatuttholibin NW Paokmotong mengalami peningkatan. Abstract: This research aims to improve the ability to write short stories containing local wisdom of the Sasak Tribe using short films as a medium for class XI MA Raudlatuttholibin NW Paok cut students. This research is classroom action research which lasted for two cycles. Each cycle consists of four stages, namely the planning stage, implementation stage, observation and evaluation stage, and reflection stage. The subjects in this research were class XI students at MA Raudlatuttholibin NW Paok cut. Data collection was carried out by interviews, observation and documentation. The difference between cycle I and cycle II lies in the facilities and infrastructure as well as the learning steps. The learning steps carried out in cycle I were not optimal and were optimized in cycle II.The final results of the ability to write short stories in cycle I, 16.5% of students got a very good score, 18.5% got a good score, 62.5% got a fair score, and 12.5% got a poor score. In cycle II there was a significant increase, namely 73% of students got very good grades and 27% got good grades. The local wisdom of the Sasak tribe contained in the students' short stories in cycle I and II is mutual jot/mutual affection, greeting each other, and passing each other. Based on the results of this research, it can be concluded that the ability to write short stories containing local wisdom of the Sasak tribe in class.                              
Penerapan Model Problem Based Learning dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Mataram Arianto, Dodi; Candra, Candra; Winata, Aliahardi; Hafsah, Hafsah; Afandi, Ahmad
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.30124

Abstract

Model pembelajaran Problem Based Learning salah satu model yang melibatkan keaktifan peserta didik selalu berpikir kritis dan keterampil dalam menyelesaikan permasalahan, dan  memberikan pengalaman kepada peserta didik, untuk terlibat langsung dengan dunia nyata serta dapat menyelesaikan permasalahan  di dalam kehidupan nyata, yang tentunya model ini sangat penting untuk di jadikan rujukan ilmu dalam berkehidupan.Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Penerapan Model Problem Based Learning Pada Mata Pelajaran PPKn Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Kelas VII SMP Negeri 12 Mataram. Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan kelas suatu pengamatan terhadap kegiatan belajar berupa sebuah tindakan, yang sengaja dimunculkan dan terjadi dalam sebuah kelas secara bersama dengan menghadirkan suatu kerjasama dengan pihak seperti atasan, teman sejawat, atau guru dengan penelitin. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, tes, dan dokumentasi. Data yang dianalisis adalah aktivitas guru dan peserta didik serta hasil tes. Hasil penelitian ini yakni peserta didik mengalami peningkatan hasil belajar setelah menerapkan model Problem Based Learning. Nilai rata-rata peserta didik yang diperoleh, pada siklus I nilai rata-rata sebesar 65,23 dengan persentase ketuntasan 60%, lalu siklus II nilai rata-rata yang diperoleh meningkat menjadi sebesar 76,15 dengan persentase ketuntasan 70% meskipun telah memenuhi standar ketuntasan peneliti melanjutkan penelitian ke siklus III nilai rata-rata peserta didik semakin meningkat sebesar 85,15 dengan persentase ketuntasan 88%.
Rimpu dan Identitas Perempuan Bima: Tinjauan Semiotik atas Nilai Kesopanan Darmurtika, Linda Ayu; Juriati, Aan; Nuranisah, Nuranisah; Fadila, Uswatun; Bujang, Ahmad; Alfatih, Muhammad Dimas
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32405

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk melakukan telaah sistematis terhadap literatur yang membahas Rimpu sebagai representasi identitas perempuan Bima dengan pendekatan semiotik, khususnya dalam mengkaji nilai kesopanan yang terkandung dalam elemen visual busana tradisional tersebut. Melalui metode Systematic Literature Review (SLR), data dikumpulkan dari berbagai sumber literatur akademik yang terindeks di Scispace, Elicit, Google Scholar, dan Directory of Open Access Journals (DOAJ), penelitian ini menelaah bagaimana bentuk fisik, fungsi sosial, serta makna simbolik Rimpu mencerminkan nilai-nilai kesopanan, kehormatan, dan identitas budaya perempuan Bima. Hasil kajian menunjukkan bahwa Rimpu tidak hanya berfungsi sebagai penutup aurat sesuai dengan ajaran Islam, tetapi juga sebagai penanda visual status sosial dan simbol kontinuitas budaya. Bentuk, warna, dan motif Rimpu mengandung makna yang beragam, mencerminkan identitas sosial pemakai dan peranannya dalam masyarakat. Selain sebagai pakaian, Rimpu menjadi medium pewarisan nilai-nilai moral dan adat istiadat antar generasi, memperkuat solidaritas perempuan, dan mempertahankan identitas budaya di tengah arus perubahan sosial. Dengan demikian, Rimpu merepresentasikan konstruksi identitas perempuan Bima yang kaya akan nilai simbolik, religius, dan kultural.
Makna Matra Wacana Ritual Toho Dore Ompu Rangga Nurmiwati, Nurmiwati; Suyasa, I Made; Nurwahidah, Nurwahidah; Akhmad, Akhmad
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32660

Abstract

Abstrak: Ritual toho dore merupakan salah satu tradisi yang yang menghubungkan antara manusia dengan hal gaib. Tulisan ini membahas tentang makna mantra dalam wacana ritual toho dore ompu rangga pada masyarakat Lambu. Hal yang menjadikan masyarakat Lambu percaya, sebuah penyakit dapat disembuhkan dengan cara melakukan ritual toho dore dengan cara membacakan mantra-mantra yang sesuai dengan kebutuhan pasien, cara ini dilakukan selain dari sarana pengobatan dokter. Tujuan tulisan ini menjelaskan makna mantra dalam wacana ritual toho dore ompu rangga pada masyarakat Lambu Kabupaten Bima. Metode yang digunakan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, transkip dan terjemah. Sedangkan teori yang digunakan teori wacana, teori fungsi, dan hermeneutika. Hasil penelitian menunjukan bahwa pada masyarakat Lambu ada 6 mantra yang digunakan yaitu mantra toho dore supu ringu (gangguan jiwa), toho dore diperuntukan untuk ibu yang kehilangan anak dalam rahimnya, mantra toho dore parafu, mantra toho dore pengobatan gangguan jin dan setan, mantra pengasihan untuk mendekatkan jodoh, mantra keselamatan dan keberkahan usaha. Makna mantra ritual toho dore ompu rangga ada empat makna yaitu makna keselamatan, makna kekuatan, makna spiritual dan makna kasih sayang. Abstract:  The Toho Dore ritual is a tradition that connects humans with the supernatural. This article discusses the meaning of mantras in the discourse of the Toho Dore Ompu Rangga ritual in the Lambu community. The thing that makes the Lambu community believe is that a disease can be cured by performing the toho dore ritual by reciting mantras that suit the patient's needs, this method is carried out apart from medical treatment. The purpose of this article is to explain the meaning of the mantra in the Toho Dore Ompu Rangga ritual discourse in the Lambu community of Bima Regency. The method used is a qualitative descriptive method. Data was obtained through observation, interview, transcription and translation techniques. While the theories used are discourse theory, function theory, and hermeneutics. The results of the study showed that in the Lambu community there are 6 mantras used, namely the toho dore supu ringu mantra (mental disorders), toho dore is intended for mothers who have lost their children in their wombs, the toho dore parafu mantra, the toho dore mantra for treating disturbances from jinns and demons, the love mantra to bring one's soul mate closer, the mantra for safety and blessings of business. The meaning of the Toho Dore Ompu Rangga ritual mantra has four meanings, namely the meaning of safety, the meaning of strength, the spiritual meaning and the meaning of compassion.                     
Analisis Afiksasi Pada Teks Piato Presiden Joko Widodo Di Hari Antikorupsi Sedunia: Kajian Morfologi Setiawan, Irma
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.30142

Abstract

Penelitian bertujuan untuk menganalisis penggunaan afiksasi dalam pidato Presiden Joko Widodo, dengan fokus pada jenis-jenis afiks yang digunakan dalam menyampaikan pesan antikorupsi. Afiksasi, sebagai proses pembubuhan afiks pada kata dasar, dapat memperkaya makna kata dan memperjelas komunikasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan analisis teks, yang dilakukan pada teks pidato yang diambil dari tayangan Youtube KompasTV. Data dianalisis berdasarkan jenis afiks yang digunakan, yaitu prefiks, sufiks, dan konfiks, serta makna gramatikal yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa afiksasi dalam pidato tersebut berperan penting dalam memperkuat pesan moral dan mengkomunikasikan ide antikorupsi. Hasl dan temuan berupa sistem prefiks pe-, di-, meN-, sufiks –an, –I, –nya, dan konfiks ke-an, per-an, di-kan, serta peN-an. Penggunaan afiks ini memperkaya makna kata dan meningkatkan pemahaman audiens terhadap pesan yang disampaikan. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam memahami peran morfologi, khususnya afiksasi, dalam komunikasi politik dan pemahaman sosial masyarakat.
HUBUNGAN PENGUASAAN DIKSI DAN DAN KALIMAT EFEKTIF DENGAN KETERAMPILAN MENULIS TEKS BERITA DI KOMUNITAS BALAI JURNALISTIK MAHASISWA (BJM) UMBARA Nina, Nina; Sastromiharjo, Andoyo; Arianto, Arianto; Nissa, Barkatun; Bujaya, Muhammad; Talitha, Stella; Trisnawati, Trisnawati; Kustina, Rika
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.30648

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan antara penguasaan diksi dan kalimat efektif dengan keterampilan menulis teks berita anggota Komunitas Balai Jurnalistik Mahasiswa (BJM) UMBARA. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan teknik korelasional. Teknik korelasional merupakan suatu teknik penelitian yang berpusat pada analisis hubungan yang bertujuan untuk mengetahui serta menganalisis terdapat atau tidaknya hubungan diantara variabel yang diteliti. Adapun pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan beberapa macam seperti observasi, wawancara tak terstruktur dan tes berupa soal pilihan ganda dan uraian. Penentuan sampel menggunakan cluster sampling dengan jumlah sampel 37 responden. Berdasarkan hasil analisis data, didapatkan bahwa terdapat tiga hasil yang didapatkan pada penelitian ini. Hasil perhitungan diperoleh kesimpulan: (1) Variabel penguasaan diksi memiliki korelasi positif dengan variabel teks berita dengan hasil rhitung lebih besar dari rtabel yaitu 0,7982 > 0,324 dengan tingkat korelasi “kuat”. (2) Variabel kalimat efektif memiliki korelasi positif dengan variabel teks berita dengan hasil rhitung lebih besar dari rtabel yaitu 0,9047 > 0,324 dengan tingkat korelasi “sangat kuat”. (3) Variabel penguasaan diksi dan kalimat efektif secara bersama-sama memiliki korelasi positif dengan hasil rhitung lebih besar dari rtabel yaitu 0,8997 > 0,324 dengan tingkat korelasi “sangat kuat”. Artinya semakin baik penguasaan diksi dan kalimat efektif maka akan lebih baik keterampilan menulis teks berita.
Analisis Dampak Pergantian Kurikulum 2013 Ke Kurikulum Merdeka Terhadap Pembelajaran Di Sekolah Dasar Muhardini, Sintayana; Sari, Nursina; Amelia, Sherly Dwi; Rahman, Nanang; Muhdar, Syafruddin; Bilal, Arpan Islami; Handayani, Monika
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.32675

Abstract

Modifications in the curriculum of education signify advancements in science and technology. The Merdeka curriculum is an initiative aimed at addressing contemporary demands and technological integration, affecting education across multiple levels. This study seeks to evaluate the transition to the independent curriculum from the 2013 curriculum in primary schools, focusing on its implementation, challenges, impacts, and potential solutions. This research employs a descriptive qualitative methodology. The findings of this study indicate that the independent curriculum is executed in phases in accordance with governmental directions. The process of transitioning the independent curriculum from the 2013 curriculum has three transitional stages: freedom to learn, share, and change. The main obstacle is teacher adaptation to a new, more flexible approach. In addition, limited facilities and infrastructure, such as the availability of learning books, digital devices, and technological literacy, are a challenge. The positive effects are that student participation in the learning process becomes more active, creative, and oriented in each task. In terms of administration, the workload becomes lighter. Solutions for Handling the Obstacles of the 2013 Curriculum Transition to the Independent Curriculum in Elementary Schools include providing intensive assistance to teachers, optimizing training, and conducting regular evaluations to see what still needs improvement. 
Proses Nyelabar dalam Tradisi Merariq: Analisis Etnografi Komunikasi pada Masyarakat Sasak Darmurtika, Linda Ayu; Sari, Nila; Embunsari, Nur; Jannah, Uzlifatul; Nasiroh, Nasiroh
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.31790

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji proses Nyelabar dalam tradisi Merariq masyarakat Sasak melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR) dengan fokus pada analisis etnografi komunikasi. Literatur yang digunakan berasal dari basis data terindeks Scopus, DOAJ, dan Google Scholar dengan rentang waktu publikasi antara tahun 2015 hingga 2025. Hasil kajian menunjukkan bahwa proses Nyelabar merupakan praktik komunikasi budaya yang kompleks, yang melibatkan komunikasi verbal dan nonverbal sebagai sarana membangun kesepahaman, menjaga keharmonisan, dan memperkuat identitas kultural antar keluarga calon mempelai. Tokoh-tokoh budaya seperti mediator, keluarga, serta tokoh adat dan agama memainkan peran penting dalam menjaga keutuhan nilai-nilai lokal selama proses berlangsung. Namun demikian, muncul tantangan signifikan akibat perubahan sosial dan perbedaan pola komunikasi antar generasi, khususnya generasi muda yang lebih akrab dengan teknologi digital. Kondisi ini mengindikasikan terjadinya pergeseran dalam pemaknaan dan representasi komunikasi tradisional, yang berpotensi menyebabkan distorsi makna serta penurunan apresiasi terhadap nilai-nilai adat. Temuan ini mengungkap kesenjangan dalam studi-studi sebelumnya, yaitu minimnya kajian mendalam terkait dinamika komunikasi antar generasi dalam konteks Nyelabar. Oleh karena itu, kajian ini merekomendasikan pengembangan riset lanjutan dengan topik "Transformasi Norma Komunikasi Tradisional dalam Proses Nyelabar: Studi Etnografi Komunikasi Antar Generasi di Masyarakat Sasak" guna merumuskan strategi pelestarian komunikasi tradisional yang adaptif terhadap perubahan zaman.
Pengaruh Penggunaan Media Teknologi Pendidikan dalam Meningkatkan Literasi Digital Siswa Kelas IX di SMP Negeri 3 Wera Huda, Nurul; Hafsah, Hafsah; Winata, Aliahardi; Isnaini, Isnaini; Muttaqin, Zedi
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 10, No 2: July 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v10i2.30125

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di SMP Negeri 3 Wera Kabupaten Bima NTB. Penggunaan media teknologi Pendidikan memiliki peran penting dalam meningkatkan literasi digital siswa, terutama dalam mata Pelajaran PPKn. Dengan pemanfaatan teknologi, siswa dapat lebih memahami konsep kewarganegaraan serta memiliki keterampilan literasi digital yang baik.Tujuan penelitian untuk mengukur pengaruh penggunaan media teknologi Pendidikan terhadap peningkatan literasi digital siswa di SMPN 3 Wera. Penelitian menggunakan pendekatan Kuantitatif dengan analisis deskriptif melalaui kuesioner yang diberikan kepada siswa kelas IX. Populasi yang digunakan dalam penelitian yaitu siswa kelas IX di SMPN 3 Wera kabupaten Bima yang berjumlah 100 siswa sedangkan sampel dalam penelitian adalah 62 siswa. Teknik pengumpulan data yang di gunakan dalan penelitian ini adalah observasi, kuesioner, dan dokumentasi. Adapun Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis regresi sederhana.Hasil penelitian menunjukan penerapan media teknologi Pendidikan dalam pembelajaran PPKn dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan literasi digital siswa kelas IX di SMPN 3 Wera. Hasil menunjukan besarnya pengaruh media teknologi pendidikan terhadap literasi digital PPKn siswa sebesar 0,269 artimya pengaruh penggunaan media teknologi Pendidikan terhadap literasi digital PPKn siswa secara Parsial adalah sebesar 26.9% dengan sisanya yaitu 73,1% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak terdapat dalam penelitian ini

Page 1 of 2 | Total Record : 19