cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
telaah.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jalan KH. Ahmad Dahlan No 1, Pagesangan, Kota Mataram
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Jurnal Ilmiah Telaah
ISSN : 24772429     EISSN : 26206226     DOI : 10.31764
Core Subject : Education,
Jurnal Ilmiah Telaah adalah wadah publikasi ilmiah yang diterbitkan oleh Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Mataram. Artikel/karya tulis yang dimuat dalam jurnal ini adalah karya tulis hasil penelitian dan hasil pemikiran (telaah kritis) mengenai pendidikan, bahasa, serta sastra indonesia. Kontributor yang dapat mempublikasikan tulisanya pada jurnal ini adalah para akademisi (dosen dan guru), praktisi, dan pemerhati dibidang pendidikan, bahasa, dan sastra Indonesia.
Arjuna Subject : -
Articles 43 Documents
Search results for , issue "Vol 11, No 1: January 2026" : 43 Documents clear
ANALISIS KEMAMPUAN MENULIS CERPEN SISWA KELAS X DKV SMK ULIL ALBAB NW GEGEK Purnawarman, Purnawarman; Bilal, Arpan Islami; Sutama, I Made; Dewantara, I Putu MAs; Wirahyuni, Kadek
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.37576

Abstract

Penelitian  ini  bertujuan  untuk  mengetahui  kemampuan  menulis  cerpen  siswa  kelas  SMK  Ulil  Albab  NW  Gegek tahun  pelajaran  2024/2025.  Metode  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  penelitian  deskriptif  kualitatif.  Sumber  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  20  karangan  cerpen  siswa  kelas X DKV SMK  Ulil  Albab  NW  Gegek dan  guru  mata pelajaran Bahasa Indonesia.  Metode  pengumpulan  data  yang  digunakan  dalam  penelitian  ini  adalah  lembar  observasi.  Subjek  penelitian  ini  adalah  siswa  kelas  X  DKV SMK Ulil Albab NW Gegek.  Dari  20  sempel  siswa.  Berdasarkan  hasil  analisis  data  kemampuan  menulis  cerpen  dalam  kualifikasi  baik  sekali  sebanyak  4  siswa  (20%).  Kemampuan  menulis  cerpen  dalam  kualifikasi  baik  sebanyak  6  siswa  (30%).  Kemampuan  menulis  cerpen  dalam  kualifikasi  cukup  sebanyak  8  siswa  (40%).  Kemampuan  menulis  cerpen  dalam  kualifikasi  kurang  sebanyak  2 siswa  (10%).  Dengan  demikian  sesuai  dengan  perhitungan  rata-rata  nilai,  dapat  disimpulkan  bahwa  kemampuan  menulis  cerpen  siswa  kelas X DKV  SMK  Ulil  Albab  NW  Gegek  dengan  nilai  rata-rata  68,2  berkualifikasi  cukup.
Revitalisasi Cerita Rakyat dan Tradisi Sasak melalui Teater Komunitas: Studi Kasus Kampoeng Baca Pelangi Waluyan, Roby Mandalika; Mawardi, Taufik; Nahdlatuzzainiyah, Nahdlatuzzainiyah; Hardi, Rahmat Sulhan; Renda, Rapi
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.37227

Abstract

This study analyzes the role of Kampoeng Baca Pelangi (KBP) in Merce Timur Hamlet, Selat Village, Narmada District, West Lombok as a community literacy platform that develops theatrical performance arts based on Sasak folklore and traditions. As a non-formal learning space that began as a community literacy movement, KBP has developed into a creative center that facilitates children and youth to learn, adapt, and re-perform local stories such as the legends of Princess Cilinaya, Princess Mandalika, Peraq Api, and various other Lombok cultural narratives. This study uses a qualitative approach with a case study design, through in-depth interviews, observations of the rehearsal and performance process, and a review of community documentation and local media publications. The results show that KBP plays a role in: (1) strengthening the cultural identity of the younger generation through the integration of literacy with traditional theater practices; (2) creating a collaborative space between communities, educators, and higher education institutions; and (3) presenting a community-based cultural revitalization model that is adaptive to local needs. The findings also indicate major challenges in the form of limited resources, regeneration, and minimal sustainable promotional support. Overall, this study confirms that the synergy between literacy, education, and performing arts is an effective strategy in revitalizing Sasak culture at the community level, while also providing a basis for developing policies and programs to strengthen local culture in West Lombok.
Analisis Literatur Tentang Peran Guru Dalam Membentuk Karakter Disiplin Siswa Sekolah Dasar Putri, Amanda Ihza; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Nizaar, Muhammad
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35683

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara sistematis berbagai hasil kajian mengenai peran guru dalam membentuk karakter disiplin siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan menelaah artikel-artikel ilmiah yang diterbitkan antara tahun 2015–2025, baik nasional maupun internasional. Hasil sintesis literatur menunjukkan bahwa guru memiliki peran multifaset sebagai pendidik, pembimbing, pengarah, evaluator, dan teladan moral dalam menanamkan kedisiplinan. Strategi yang diterapkan mencakup pendekatan keteladanan, pembiasaan, penegakan aturan, serta sistem penghargaan dan hukuman. Selain itu, faktor pendukung keberhasilan pembentukan karakter disiplin antara lain dukungan kepala sekolah, kolaborasi dengan orang tua, dan budaya sekolah yang kondusif. Namun, penelitian juga mengidentifikasi tantangan seperti lemahnya kesadaran diri siswa, pengaruh lingkungan sosial, dan kurangnya konsistensi penerapan aturan. Kesenjangan penelitian menunjukkan perlunya kajian yang lebih empiris mengenai efektivitas strategi berbasis digital dan kolaboratif dalam membentuk kedisiplinan siswa. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya perlu mengkaji model pendidikan karakter berbasis teknologi yang selaras dengan paradigma pendidikan 5.0 untuk memperkuat nilai disiplin di era transformasi digital.
Implementasi Nilai -Nilai Kebudayaan dalam Tradisi Ntek Dulang Sebagai Penanaman Karakter dan Sosial Siswa Sekolah Dasar Ulandari, Sri; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35645

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk  mengimplementasi nilai-nilai kebudayaan dalam tradisi Ntek Dulang sebagai sarana penanaman karakter dan sosial siswa sekolah dasar. Dengan menggunakan metode Systematic Literature Review , sumber literatur dikumpulkan dari berbagai indeks  seperti Scopus, DOAJ, dan Google Scholar, dari terbitan 2020 sampai 2025. Hasil kajian literatur menghasilkan empat temuan yaitu (1) Tradisi Ntek Dulang mengandung nilai-nilai luhur seperti gotong royong, kebersamaan, rasa syukur, dan penghormatan terhadap sesama, yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran untuk membentuk karakter moral dan sosial siswa sejak dini. (2) Guru menerapkan strategi pembelajaran yang berbasis pada pengalaman budaya lokal dan praktik sosial masyarakat Sumbawa, sehingga proses belajar menjadi lebih kontekstual dan bermakna bagi siswa. (3) Implementasi nilai-nilai budaya dilakukan melalui pendekatan tematik, pembelajaran berbasis proyek, serta kegiatan kolaboratif yang melibatkan partisipasi aktif siswa dan dukungan dari masyarakat setempat. (4) Nilai-nilai lokal dalam tradisi Ntek Dulang juga berperan penting dalam memperkuat hubungan antara sekolah dan komunitas, mendorong kerja sama antara guru, orang tua, dan tokoh adat dalam membangun karakter sosial dan tanggung jawab siswa. Keempat aspek ini secara sinergis menunjukkan bahwa pengintegrasian nilai-nilai budaya lokal dalam pembelajaran tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian tradisi, tetapi juga sebagai fondasi pembentukan karakter yang humanis, inklusif, dan berakar pada kearifan lokal.
TRADISI NYONGKOLAN GENDANG BELEQ SEBUAH EDUKASI BUDAYA Darmutika, Linda Ayu; Bilal, Arpan Islami; junianti, Juan; Iftitah, Iftitah; Khatimah, Khusnul; Perdani, Febryanti Indah
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.36545

Abstract

Tradisi nyongkolan merupakan salah satu upacara adat masyarakat Sasak di Pulau Lombok yang sarat dengan nilai-nilai sosial dan budaya. Prosesi ini biasanya diiringi dengan gendang beleq, alat musik tradisional yang memiliki makna historis dan simbolik. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan nilai-nilai edukatif yang terkandung dalam tradisi nyongkolan gendang beleq serta relevansinya dalam pendidikan budaya lokal. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi terhadap tokoh adat, pelaku budaya, serta masyarakat yang terlibat dalam tradisi tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nyongkolan gendang beleq mengandung nilai-nilai pendidikan seperti gotong royong, disiplin, tanggung jawab, penghormatan terhadap leluhur, dan pelestarian budaya. Tradisi ini dapat diintegrasikan ke dalam pendidikan formal maupun nonformal sebagai media pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Dengan demikian, nyongkolan gendang beleq bukan hanya sebuah ritual adat, tetapi juga wahana edukasi yang memperkuat identitas budaya masyarakat Sasak.
Representasi Nilai dalam Tradisi Tiorana Masyarakat Etnik Donggo (Kajian Linguistik Antropologi) Maryani, Sri; Artika, I Wayan
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.37491

Abstract

Tradisi tiorana merupakan praktik budaya pascaperkawinan masyarakat etnik Donggo yang secara harfiah bermakna mengunjungi mertua. Tradisi ini diwujudkan melalui kunjungan keluarga mempelai perempuan ke rumah keluarga mempelai laki-laki dengan membawa sarung tenun serta jajan tradisional berupa kalempe atau timbu. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis representasi nilai yang terkandung dalam tradisi tiorana berdasarkan praktik budaya dan persepsi masyarakat dengan perspektif linguistik antropologi. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan desain studi persepsi masyarakat. Data dikumpulkan melalui observasi terhadap dua pelaksanaan tradisi tiorana di Desa Wadukopa serta angket daring menggunakan Google Form yang diisi oleh 25 responden dari masyarakat etnik Donggo. Analisis data dilakukan secara deskriptif-interpretatif melalui pengategorian nilai-nilai yang terepresentasi dalam praktik kebahasaan, simbol budaya, dan interaksi sosial. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tradisi tiorana merepresentasikan nilai hormat kepada mertua, kesantunan berbahasa, kebersamaan keluarga, tanggung jawab sosial, dan penguatan identitas budaya Donggo. Nilai hormat kepada mertua dan kesantunan berbahasa muncul sebagai representasi nilai yang paling dominan, baik dalam observasi maupun persepsi responden. Simbol budaya seperti sarung tenun dan kalempe/timbu dipersepsikan sebagai penanda ketulusan, penghormatan, dan penerimaan kekerabatan. Meskipun terdapat persepsi perubahan dalam pelaksanaan tradisi, nilai-nilai inti tiorana dinilai tetap bertahan dan relevan dalam kehidupan masyarakat Donggo di tengah dinamika sosial.
PENINGKATAN SIKAP DISIPLIN SISWA SEKOLAH DASAR MELALUI GAMBAR MEDIA HASIL KARYA SENDIRI Adellia, Ayu Dwi; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Nizaar, Muhammad
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35688

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran media gambar hasil karya sendiri dalam meningkatkan sikap disiplin siswa sekolah dasar. Disiplin merupakan aspek penting dalam pendidikan karakter yang perlu ditanamkan sejak dini agar siswa mampu mengatur diri, menghargai waktu, dan mematuhi aturan sekolah. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kepustakaan yang menelaah berbagai teori dan penelitian terbaru tahun 2020–2023. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan gambar karya siswa sendiri tidak hanya meningkatkan kreativitas, tetapi juga melatih tanggung jawab, ketekunan, dan kepatuhan siswa dalam aktivitas pembelajaran. Siswa yang terlibat langsung dalam menciptakan media pembelajaran menunjukkan peningkatan pada kedisiplinan, baik dalam menyelesaikan tugas tepat waktu, menjaga kerapian, maupun menaati aturan kelas. Temuan ini menegaskan bahwa pembelajaran berbasis karya siswa dapat menjadi strategi efektif dalam menanamkan nilai karakter disiplin sejak dini.
PERAN LINGKUNGAN SEKOLAH DALAM MENINGKATKAN MINAT BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR Hasanah, uswatun; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35686

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran lingkungan sekolah dalam meningkatkan minat belajar siswa sekolah dasar melalui pendekatan Systematic Literature Review (SLR). Penelusuran literatur dilakukan menggunakan basis data Google Scholar, DOAJ, dan Scopus dengan rentang publikasi tahun 2015–2025. Sebanyak 15 artikel yang relevan dianalisis berdasarkan dimensi lingkungan sekolah yang meliputi aspek fisik, sosial, dan psikologis. Hasil kajian menunjukkan bahwa lingkungan fisik yang nyaman, bersih, dan tertata mampu meningkatkan fokus serta kenyamanan belajar siswa. Lingkungan sosial yang harmonis antara guru dan siswa memperkuat keterlibatan emosional dan motivasi belajar, sedangkan lingkungan psikologis yang aman, inklusif, dan suportif menciptakan rasa percaya diri dan semangat belajar yang tinggi. Ketiga dimensi tersebut berinteraksi secara sinergis dalam membentuk ekosistem sekolah yang kondusif terhadap peningkatan minat belajar siswa. Oleh karena itu, penguatan kualitas lingkungan sekolah menjadi strategi penting untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran di sekolah dasar secara berkelanjutan..
INTEGRASI NILAI-NILAI KEARIFAN LOKAL DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA BERBASIS ETNOPEDAGOGI DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA Ihsani, Baiq Yuliatin; Nurmiwati, Nurmiwati; Milandari, Baiq Desi
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.37323

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji nilai-nilai kearifan lokal yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia di tingkat SMP melalui pendekatan etnopedagogi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif eksploratif dan riset pengembangan (Research and Development/R&D). Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan mengacu pada model Miles, Huberman yang meliputi 3 tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa nilai-nilai kearifan lokal yang berhasil diidentifikasi dan diintegrasikan meliputi lima aspek utama, yaitu: (1) gotong royong (begawe, begibung) yang menumbuhkan solidaritas dan kerja sama sosial; (2) kesopanan dan etika berbahasa (tata krama Sasak) yang membentuk sikap santun dan beradab; (3) cinta tanah air dan pelestarian alam (awig-awig, subak Sasak) yang menumbuhkan kesadaran ekologis dan tanggung jawab sosial; (4) kreativitas dan estetika (nyongkolan, peresean) yang mengembangkan daya cipta dan apresiasi seni budaya; dan (5) nilai religius dan moral (lebaran topat) yang memperkuat spiritualitas dan karakter siswa. Integrasi nilai-nilai kearifan lokal masyarakat Sasak dalam pembelajaran Bahasa Indonesia menjadikan proses belajar tidak hanya berorientasi pada penguasaan kompetensi linguistik, tetapi juga pada penguatan karakter dan identitas budaya siswa.
Implementasi Ice Breaking sebagai Strategi Meningkatkan Minat Baca dan Konsentrasi Belajar Siswa Sekolah Dasar Salsabilah, Salsabilah; Haifaturrahmah, Haifaturrahmah; Fujiaturrahman, Sukron
Jurnal Ilmiah Telaah Vol 11, No 1: January 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/telaah.v11i1.35635

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji penerapan ice breaking sebagai strategi pembelajaran untuk meningkatkan minat baca dan konsentrasi belajar siswa sekolah dasar. Pendekatan kualitatif dengan metode Systematic Literature Review (SLR) digunakan untuk mensintesis dan menginterpretasikan temuan-temuan relevan dari penelitian-penelitian sebelumnya yang diterbitkan antara tahun 2020 dan 2025. Data diperoleh melalui pencarian sistematis di basis data akademik seperti Google Scholar, ERIC, ResearchGate, SpringerLink, dan Garuda. Tinjauan ini menunjukkan bahwa berbagai jenis kegiatan ice breaking, termasuk permainan bahasa, cerita motivasi, sorakan berirama, latihan fisik ringan, dan permainan berbasis digital, secara efektif menciptakan lingkungan belajar yang menarik dan menyenangkan, mengurangi kebosanan siswa, dan meningkatkan fokus mereka selama pembelajaran literasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa ice breaking tidak hanya meningkatkan motivasi membaca siswa tetapi juga memperkuat perhatian dan keterlibatan kognitif mereka dalam pembelajaran berbasis literasi. Lebih lanjut, penelitian ini menyoroti bahwa keberhasilan kegiatan ice breaking bergantung pada kreativitas guru, keterampilan manajemen kelas, dan keselarasan kegiatan dengan tujuan pembelajaran. Secara keseluruhan, tinjauan tersebut menyimpulkan bahwa pemecah kebekuan berfungsi sebagai strategi pedagogi adaptif yang memadukan dimensi kognitif, afektif, dan sosial, mendukung terwujudnya pembelajaran yang menyenangkan dan selaras dengan tujuan Kurikulum Merdeka