cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 24 Documents
Search results for , issue "Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)" : 24 Documents clear
Peningkatan keterampilan menulis bahasa inggris melalui pendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran eksperimental Dedi Aprianto; Sutarman Sutarman; Wira Hendri
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37485

Abstract

Abstrak Kemampuan menulis akademik dalam bahasa Inggris merupakan keterampilan penting bagi mahasiswa untuk mendukung publikasi ilmiah dan dokumentasi profesional. Observasi awal menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa S1 Farmasi Universitas Bumigora mengalami kesulitan dalam struktur kalimat, penggunaan tata bahasa, dan penyusunan ide secara koheren. Pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan keterampilan menulis mahasiswa melalui pendekatan Pembelajaran eksperimental. Metode yang digunakan melibatkan 49 mahasiswa sebagai peserta, dilaksanakan selama empat minggu, meliputi identifikasi kebutuhan belajar melalui kuesioner pre-test, pelatihan menulis berbasis learning by doing, pendampingan intensif menulis paragraf dan esai, serta evaluasi post-test. Kuesioner pre-test dan post-test menggunakan skala Likert 1-5 untuk menilai aspek gramatika, struktur teks, kosakata, dan kepercayaan diri mahasiswa. Hasil pengabdian menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator, dengan rata-rata skor pre-test 2,80 meningkat menjadi 4,32 pada post-test. Mahasiswa lebih mampu menyusun paragraf dan esai yang koheren, menggunakan kosakata akademik tepat, serta menunjukkan kepercayaan diri lebih tinggi dalam menulis. Temuan ini menegaskan adanya efektivitas pendekatan pembelajaran eksperimental dalam meningkatkan kemampuan menulis akademik, keterlibatan aktif, dan refleksi diri mahasiswa. Kata kunci: pembelajaran eksperimental; peningkatan keterampilan menulis; menulis akademik. Abstract Academic writing skills in English are essential for students to support scientific publications and professional documentation. Initial observations show that most undergraduate pharmacy students at Bumigora University have difficulties with sentence structure, grammar usage, and coherent idea development. This community service program aims to improve students' writing skills through an pembelajaran eksperimental approach. The method involved 49 students as participants and was conducted over four weeks, including the identification of learning needs through a pre-test questionnaire, learning-by-doing-based writing training, intensive guidance on writing paragraphs and essays, and a post-test evaluation. The pre-test and post-test questionnaires used a 1-5 Likert scale to assess aspects of grammar, text structure, vocabulary, and student confidence. The results of the community service showed a significant increase in all indicators, with an average pre-test score of 2.80 increasing to 4.32 on the post-test. Students were better able to compose coherent paragraphs and essays, use appropriate academic vocabulary, and demonstrate higher confidence in writing. These findings confirm the effectiveness of the Pembelajaran eksperimental approach in improving students' academic writing skills, active engagement, and self-reflection. Keywords: experimental learning; writing skill improvement; academic writing
Efektifitas penyuluhan gizi dalam meningkatkan pengetahuan tentang dampak konsumsi makanan cepat saji pada siswa sekolah dasar Deby Tri Mario; Zikri Muthahari; Pramudya Wisnu Priambodo; Iqbal Maulana; Yovhandra Ockta; Idarul Hafni; Iken Rahma Mahesty; Rahman Rahman; Salma Alfina Putri Nada; Nurul Hidayah; Nurhalisa Nurhalisa
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38217

Abstract

AbstrakKonsumsi jajanan tinggi gula, garam, dan lemak pada anak sekolah dasar masih menjadi permasalahan, terutama pada lingkungan dengan edukasi gizi yang belum optimal. Survei pendahuluan pada salah satu sekolah dasar negeri di Kabupaten Aceh Barat menunjukkan mayoritas siswa mengonsumsi makanan tidak sehat, seperti jajanan cepat saji (kemasan) dan minuman berpemanis, yang berpotensi pada risiko gangguan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan siswa mengenai dampak konsumsi makanan cepat saji serta mendorong perilaku makan sehat sejak dini. Pelaksanaan program ini melibatkan 53 siswa kelas III. Metode yang digunakan berupa penyuluhan edukatif-interaktif melalui presentasi, video, banner, leaflet, permainan, kuis, dan pemberian reward. Evaluasi dilakukan menggunakan desain pretest–posttest dengan 10 soal pilihan ganda. Hasil menunjukkan peningkatan pengetahuan yang signifikan, dengan rerata skor pretest 6.53 meningkat menjadi 7.89 pada posttest (t=14.501; p=0.001; Cohen’s d=1.726). Selama kegiatan, siswa juga menunjukkan perubahan sikap positif, partisipasi aktif, serta kemampuan mengidentifikasi makanan sehat dan tidak sehat. Secara keseluruhan, penyuluhan ini efektif meningkatkan literasi gizi dan pengetahuan siswa. Program serupa direkomendasikan sebagai strategi promotif kesehatan di lingkungan sekolah. Kata kunci: penyuluhan gizi; makanan cepat saji; perilaku makan sehat; sekolah dasar; literasi kesehatan. AbstractThe consumption of snacks high in sugar, salt, and fat among elementary school children remains a problem, particularly in communities where nutrition education is not yet optimal. A preliminary survey at a public elementary school in West Aceh Regency showed that the majority of students consume unhealthy foods, such as packaged fast-food and sugary drinks, which pose a potential risk of health problems. This community service activity aims to increase students’ knowledge regarding the impact of fast-food consumption and to encourage healthy eating behaviors from an early age. The implementation of this program involved 53 third-grade students. The methods used included interactive educational sessions through presentations, videos, banners, leaflets, games, quizzes, and the distribution of rewards. Evaluation was conducted using a pretest–posttest design with 10 multiple-choice questions. The results showed a significant increase in knowledge, with the average pretest score of 6.53 rising to 7.89 on the posttest (t=14.501; p=0.001; Cohen’s d=1.726). During the activity, students also demonstrated positive attitude changes, active participation, and the ability to identify healthy and unhealthy foods. Overall, this educational program was effective in improving students’ nutrition literacy and knowledge. Similar programs are recommended as a health promotion strategy in school settings. Keywords: nutrition education; fast-food; healthy eating habits; elementary school; health literacy.
Edukasi tentang masalah jerawat dan pencegahannya pada siswa di Sekolah Asrama Ar-Raihan, Bandar Lampung Eugenia Callista; Nicole Early Victoria Ferindita Rosmauli Pardosi; Jericho Leonel; Naomi Jeges Margaretha Aritonang; Nandini Amerta Putri; Putik Titian Citra Hening; Suryadi Islami
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.36145

Abstract

AbstrakJerawat atau acne vulgaris merupakan masalah kulit yang umum dialami oleh remaja dan dewasa muda, terutama akibat lonjakan hormon selama masa pubertas. Kondisi ini tidak hanya berdampak pada aspek fisik, tetapi juga dapat memengaruhi psikologis penderitanya karena menimbulkan rasa malu, rendah diri, serta menurunkan kualitas hidup. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilakukan untuk meningkatkan pemahaman dan penanganan jerawat pada remaja. Pengabdian dilaksanakan pada Minggu, 28 September 2025 di Sekolah Asrama Ar-Raihan, Bandar Lampung. Total peserta berjumlah 21 orang, terdiri atas 4 laki-laki dan 17 perempuan. Metode kegiatan meliputi penyampaian materi edukatif, pengisian kuesioner pre-test dan post-test melalui Google Form, serta evaluasi menggunakan Focus Group Discussion (FGD). Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor sebesar 9,23 poin dari pre-test ke post-test, menandakan adanya peningkatan pengetahuan peserta mengenai jerawat dan penanganannya. Secara keseluruhan, kegiatan berjalan lancar dan mendapat respons positif dari peserta. Program ini terbukti efektif dan relevan dalam meningkatkan pemahaman remaja mengenai perawatan kulit berjerawat serta pentingnya penerapan gaya hidup sehat untuk menjaga kesehatan kulit. Kata kunci: jerawat; remaja; edukasi kesehatan; pengabdian masyarakat; acne vulgaris. Abstract Acne, or acne vulgaris, is a common skin problem experienced by adolescents and young adults, mainly caused by hormonal fluctuations during puberty. This condition affects not only the physical aspect but also the psychological well-being of individuals, as it may lead to feelings of embarrassment, low self-esteem, and a decreased quality of life. Community service activities were carried out to improve understanding and treatment of acne in adolescents. The service took place on Sunday, September 28th 2025, at Ar-Raihan Boarding School, Lampung. A total of 21 participants took part in the activity, consisting of 4 males and 17 females. The methods used included educational presentations, pre-test and post-test questionnaires via Google Form, and evaluation through Focus Group Discussion (FGD). The results showed an average score increase of 9.23 points from the pre-test to the post-test, indicating improved participant understanding of acne and its management. Overall, the program ran smoothly and received positive feedback from participants. This activity proved to be effective and relevant in enhancing adolescents’ knowledge about acne care and promoting healthy lifestyle practices to maintain skin health. Keywords:  acne; adolescents; health education; community service; acne vulgaris
Pemberdayaan kader kesehatan Desa Purwosekar untuk pendampingan lansia dalam menghadapi proses penuaan dan akhir kehidupan dengan reminiscence therapy Yafet Pradikatama Prihanto; Ellia Ariesti; Mochamad Ali Sodikin
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37588

Abstract

AbstrakStudi pendahuluan yang telah dilakukan pada bulan September 2025 bersama kader kesehatan Desa Purwosekar menunjukkan bahwa kader belum pernah mendapatkan pelatihan khusus yang mengenai pendampingan lansia dalam menghadapi proses penuaan dan persiapan akhir kehidupan. Kondisi ini menyebabkan pendampingan yang diberikan lebih terfokus pada aspek fisik, sedangkan dimensi psikologis dan spiritual lansia sering terabaikan. Padahal, banyak lansia di Desa Purwosekar yang membutuhkan ruang untuk mengekspresikan pengalaman hidupnya sebagai bagian dari penerimaan diri dan persiapan menghadapi kematian. Menanggapi permasalahan tersebut, dosen STIKes Panti Waluya Malang akan melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat selama tiga hari dengan fokus pada pemberian edukasi psikososial melalui materi Reminiscence Therapy (terapi kenangan) yang ditujukan kepada kader kesehatan Desa Purwosekar. Program Pengabdian kepada Masyarakat yang dilaksanakan di Desa Purwosekar memperoleh dukungan penuh dari STIKes Panti Waluya Malang, perangkat desa, serta seluruh kader kesehatan. Kegiatan dilaksanakan secara luring pada tanggal 18, 20, dan 21 November 2025 dan diikuti oleh 40 kader kesehatan dengan tingkat kehadiran 100% pada setiap sesi. Pelaksanaan kegiatan meliputi penyampaian materi, diskusi, dan praktik keterampilan dasar kesehatan. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan (kognitif) kader kesehatan, dibuktikan dengan kenaikan rata-rata nilai pre-test sebesar 5,8 menjadi 7,775 pada post-test atau meningkat sebesar 34,05%, melebihi batas minimal kenaikan yang ditetapkan sebesar 25%. Pada aspek psikomotor, seluruh partisipan juga menunjukkan peningkatan, tercermin dari hasil penilaian lembar observasi di mana semua mendapatkan skor 16 (100%). Selain itu, seluruh kader mengikuti kegiatan secara aktif, dan seluruh materi yang direncanakan tersampaikan dengan baik kepada peserta. Secara keseluruhan, program ini berjalan lancar dan berhasil meningkatkan kompetensi kader kesehatan Desa Purwosekar baik dari sisi pengetahuan maupun keterampilan Kata Kunci : kader kesehatan, lansia, reminiscence therapy. AbstractA preliminary study conducted in September 2025 with health cadres in Purwosekar Village revealed that the cadres had never received specific training related to assisting older adults in coping with the aging process and end-of-life preparation. This condition resulted in caregiving practices that were predominantly focused on physical aspects, while the psychological and spiritual dimensions of older adults were often neglected. In fact, many older adults in Purwosekar Village require a space to express their life experiences as part of self-acceptance and preparation for death. In response to this issue, lecturers from STIKes Panti Waluya Malang implemented a three-day community service program focusing on the provision of psychosocial education through Reminiscence Therapy for health cadres in Purwosekar Village. The Community Service Program received full support from STIKes Panti Waluya Malang, village authorities, and all health cadres. The activities were conducted offline on November 18, 20, and 21, 2025, and were attended by 40 health cadres, achieving a 100% attendance rate at each session. The implementation of the program included material presentations, discussions, and basic health skill practices. Evaluation results demonstrated an increase in the cadres’ knowledge (cognitive domain), as evidenced by an improvement in the average pre-test score from 5.8 to 7.775 in the post-test, representing a 34.05% increase, exceeding the minimum target improvement of 25%. In the psychomotor domain, all participants also showed improvement, as reflected in the observation checklist assessment in which all participants achieved a score of 16 (100%). In addition, all cadres actively participated throughout the activities, and all planned materials were delivered effectively. Overall, the program was successfully implemented and effectively enhanced the knowledge and skills of health cadres in Purwosekar Village. Keywords: health cadres, older adults, reminiscence therapy.
Penguatan tata kelola manajemen keuangan berbasis syari'ah pada Koperasi Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (KP3IW) Wildan Yudhanto; Deni Ramdani; Alex Johanes Simamora; Ediet Leo Elvandy; M. Elfan Kaukab
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38671

Abstract

AbstrakKoperasi Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (KP3IW) memiliki peran strategis dalam memperkuat akses permodalan dan keberlanjutan usaha pedagang pasar tradisional. Namun, tata kelola manajemen keuangan koperasi masih menghadapi kendala berupa pencatatan yang belum terstandar, lemahnya sistem pengendalian internal, serta belum terintegrasinya prinsip-prinsip syari’ah dalam mekanisme pembiayaan dan pelaporan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola manajemen keuangan berbasis syari’ah guna meningkatkan transparansi, akuntabilitas, dan keberlanjutan kelembagaan koperasi. Mitra sasaran adalah KP3IW dengan 25 peserta yang terdiri atas pengurus, pengawas, dan perwakilan anggota. Metode pelaksanaan meliputi asesmen awal, pelatihan manajemen keuangan syari’ah, workshop penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) berbasis akad syari’ah, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman peserta sebesar 38% (berdasarkan pre-test dan post-test), tersusunnya 1 dokumen SOP keuangan syari’ah, 3 format laporan keuangan terstandar, serta pembentukan mekanisme pengawasan internal berbasis prinsip syari’ah. Secara kualitatif, terjadi peningkatan kesadaran transparansi dan disiplin pencatatan keuangan. Kegiatan ini sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) tujuan 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi) dan tujuan 16 (Institusi yang Tangguh dan Akuntabel), mendukung agenda RPJMN 2020–2024 dalam penguatan ekonomi kerakyatan dan koperasi, serta selaras dengan Asta Cita dalam memperkuat kemandirian ekonomi berbasis kerakyatan dan nilai-nilai keadilan sosial. Kata kunci: tata kelola koperasi; manajemen keuangan syari’ah; SDGs; RPJMN; asta cita. AbstractThe Cooperative of the Wonosobo Main Market Traders Association (KP3IW) plays a strategic role in strengthening access to capital and ensuring the sustainability of traditional market traders’ businesses. However, its financial management governance still faces several challenges, including non-standardized bookkeeping practices, weak internal control systems, and the limited integration of sharia principles in financing mechanisms and financial reporting. This community engagement program aims to strengthen sharia-based financial management governance in order to enhance transparency, accountability, and institutional sustainability. The target partner was KP3IW, involving 25 participants consisting of board members, supervisors, and representatives of cooperative members. The implementation methods included an initial governance assessment, sharia financial management training, workshops on the preparation of Standard Operating Procedures (SOPs) based on sharia contracts, as well as mentoring and evaluation. The results indicate a 38% increase in participants’ understanding (based on pre-test and post-test results), the development of one sharia-based financial SOP document, three standardized financial reporting formats, and the establishment of an internal monitoring mechanism grounded in sharia principles. Qualitatively, the program improved awareness of transparency and financial recording discipline. This initiative aligns with the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goal 8 (Decent Work and Economic Growth) and Goal 16 (Peace, Justice, and Strong Institutions), supports the National Medium-Term Development Plan (RPJMN) 2020–2024 in strengthening people-based economic institutions and cooperatives, and is consistent with the Asta Cita agenda in promoting inclusive and socially just economic independence. Keywords: cooperative governance; sharia financial management; SDGs; RPJMN; asta cita.
Pelatihan pengolahan minuman kopi beraroma lezat di desa Jeruju Besar Kecamatan Sungai Kakap Kabupaten Kubu Raya Fatmawati Fatmawati; Indah Sulisdiani; Hairil Anwar; Zulkarnain Zulkarnain
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.36460

Abstract

Abstrak Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini dilaksanakan di Desa Jeruju Besar, Kabupaten Kubu Raya, dengan tujuan meningkatkan kapasitas pelaku usaha kopi lokal dalam pengolahan produk dan strategi pemasaran digital. Permasalahan utama yang dihadapi mitra meliputi keterbatasan keterampilan meracik minuman kopi yang sesuai selera pasar, rendahnya literasi digital dalam promosi daring, serta lemahnya kelembagaan kelompok usaha. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif, demonstrasi teknik penyeduhan kopi beraroma, dan pendampingan pembuatan konten promosi berbasis media sosial. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap teknik pengolahan minuman kopi yang kreatif serta tumbuhnya kesadaran dalam membuat konten promosi digital melalui platform seperti Instagram dan WhatsApp Business. Selain itu, kegiatan ini turut mendorong terbentuknya jaringan kelembagaan usaha kopi yang lebih solid di tingkat desa. Temuan ini memperkuat pentingnya integrasi antara peningkatan kapasitas teknis dan pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat daya saing UMKM berbasis komunitas di wilayah pedesaan. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; UMKM; pemasaran digital; penguatan kelembagaan; desa jeruju besar. Abstract This Community Service Program (PKM) was conducted in Jeruju Besar Village, Kubu Raya Regency, with the aim of enhancing the capacity of local coffee entrepreneurs in product processing and digital marketing strategies. The main challenges faced by the partners included limited skills in blending coffee beverages that meet market preferences, low digital literacy in online promotion, and weak institutional collaboration among business groups. The methods applied consisted of participatory training, demonstrations of aromatic coffee brewing techniques, and mentoring sessions on creating social media–based promotional content. The results of the program indicate an improvement in participants’ understanding of creative coffee processing techniques and an increased awareness of producing digital promotional content through platforms such as Instagram and WhatsApp Business. Furthermore, the activity encouraged the establishment of a more solid institutional network among local coffee businesses at the village level. These findings emphasize the importance of integrating technical capacity development with the utilization of digital technology to strengthen the competitiveness of community-based micro, small, and medium enterprises (UMKM) in rural areas. Keywords: community empowerment; UMKM; digital marketing; institutional strengthening; jeruju besar village.
Pendampingan komersialisasi tanaman obat di Asman Toga Berseri RW.008 Kelurahan Klender, Jakarta Timur Ika Agustina; Indri Astuti Handayani; Farida Tuahuns
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38208

Abstract

AbstrakKelompok Asuhan Mandiri (Asman) Toga Berseri RW.008 di Kelurahan Klender, Jakarta Timur, memiliki potensi besar dalam pemanfaatan tanaman obat keluarga dalam bentuk produk minuman botanikal. Namun, produk tersebut terkendala dengan masa simpan singkat (2-7 hari) dan kemasan yang sederhana. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan nilai ekonomi dan daya saing produk melalui diversifikasi sediaan menjadi produk kering yang tahan lama dan kemasan yang lebih menarik. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) yang melibatkan 16 anggota mitra, meliputi materi penyuluhan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB), alih teknologi pengeringan menggunakan mesin food dehydrator, pelatihan pengemasan serta pendampingan komersialisasi. Evaluasi pengetahuan dilakukan menggunakan uji pre-test dan post-test yang dianalisis dengan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi 0,874 (p>0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan signifikan pada peningkatan pengetahuan kognitif secara umum, namun terdapat peningkatan pemahaman spesifik pada aspek konsep teknologi pengeringan dan standar kemasan hingga mencapai 100%. Secara praktik, mitra berhasil melakukan diversifikasi produk dengan mengubah minuman botanical dari bentuk cair menjadi bentuk kering. Penerapan teknologi ini meminimalisir risiko kerugian akibat kerusakan produk dan memperluas potensi jangkauan pemasaran. Kata kunci: diversifikasi produk; food dehydrator; masa simpan; tanaman obat keluarga. Abstract The Asman Toga Berseri group in RW.008, Klender Village, East Jakarta, has significant potential for the utilization of medicinal plants as botanical beverages. However, these products are limited by a short shelf life (2–7 days) and simple packaging. This community service activity aims to increase the economic value and competitiveness of the products through diversification into durable dry products and more attractive packaging. The implementation method employed a Participatory Action Research (PAR) approach involving 16 partners, which included counseling on Good Manufacturing Practices for Processed Food (CPPOB), technology transfer using a food dehydrator, packaging training, and commercialization assistance. Knowledge evaluation was conducted using pre-test and post-test, analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test. Statistical analysis results showed a significance value of 0.874 (p>0.05), indicating no significant difference in general cognitive knowledge improvement; however, there was a specific increase in understanding regarding drying technology concepts and packaging standards, reaching 100%. In practice, the partners successfully diversified their products by converting botanical drinks from liquid to dry forms. The application of this technology minimizes the risk of financial loss due to product spoilage and expands the potential marketing reach. Keywords: product diversification; food dehydrator; shelf life; family medicinal plants.
Implementasi teknologi penyemprot pestisida berbasis panel surya sebagai upaya pemanfaatan energi Ranisa Oktaviyanti; Izzal Ihsani; Dede Fauzul Iman; Sohip Romdoni; Repaldi Repaldi; Eka Nurwahid; Syafa Raihanun Nabila; Siswo Wardoyo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.38042

Abstract

Abstrak Desa Cisalam, yang terletak di Kecamatan Baros, merupakan wilayah agraris dengan ketergantungan tinggi pada sektor pertanian sebagi sektor pencaharian. Namun, petani di desa ini menghadapi tantangan dalam efisiensi kerja dan kesehatan akibat metode penyemprotan pestisida manual yang masih digunakan. Kesadaran akan pentingnya energi ramah lingkungan membuka peluang untuk mengadopsi teknologi modern, seperti penyemprotan pestisida berbasis energi surya. Pengabdian pada masyarakat ini bertujuan untuk mengimplementasikan dan mensosialisasikan teknologi penyemprotan pestisida berbasis panel surya sebagai solusi untuk meningkatkan efisiensi dan keberlanjutan dalam pertanian di Desa Cisalam. Kegiatan ini dilaksanakan melalui survei, pengadaan alat, perakitan sistem penyemprotan, dan sosialisasi kepada masyarakat. Metode yang digunakan meliputi pelatihan langsung dan pendampingan kepada kelompok tani untuk memastikan pemahaman dan penerapan teknologi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan peningkatan pemahaman petani terhadap teknologi penyemprotan pestisida berbasis panel surya. Selain itu, alat yang diserahkan kepada kelompok tani berfungsi dengan baik, meningkatkan efisiensi penyemprotan dan mengurangi ketergantungan pada energi konvensional. Implementasi teknologi penyemprotan pestisida berbasis energi surya di Desa Cisalam tidak hanya meningkatkan produktivitas pertanian, tetapi juga mendukung keberlanjutan lingkungan. Temuan ini menunjukkan potensi besar untuk penerapan teknologi ramah lingkungan dalam sektor pertanian, yang dapat menjadi model bagi desa-desa lain di Indonesia. Kata kunci: penyemprotan pestisida berbasis tenaga surya; keberlanjutan pertanian; adopsi teknologi oleh petani. Abstract Cisalam Village, located in Baros District, is an agrarian area highly dependent on the agricultural sector as its primary livelihood. However, farmers in this village face challenges in work efficiency and health due to the continued use of manual pesticide spraying methods. The growing awareness of environmentally friendly energy has opened opportunities to adopt modern technologies, such as solar-powered pesticide spraying systems. This Community service to implement and socialize solar panel-based pesticide spraying technology as a solution to improve agricultural efficiency and sustainability in Cisalam Village. The activities included surveys, equipment procurement, system assembly, and community outreach, using methods such as direct training and assistance to local farmer groups to ensure understanding and practical application of the technology. The results showed increased farmer awareness and knowledge of the solar-powered system, and the equipment provided operated effectively, improving spraying efficiency while reducing dependence on conventional energy sources. The implementation of this technology not only enhances agricultural productivity but also contributes to environmental sustainability, demonstrating significant potential for eco-friendly innovations in agriculture that could serve as a model for other rural areas in Indonesia. Keywords: solar-powered pesticide spraying; agricultural sustainability; farmer technology adoption.
Inovasi digital dalam pengelolaan sampah: trashgo aplikasi pelaporan masyarakat berbasis online Columba Bernadina Prima; Elisabeth Date Masan Welin; Paulus Serapinus Sebho; Arnoldus Jansen Goru; Katarina Jefriani Guru; Maria Yohanita Wonga; Kristianus Simon H. Molan; Indriyati Indriyati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.37647

Abstract

AbstrakProgram Kreativitas Mahasiswa bidang Pengabdian kepada Masyarakat (PKM-PM) TrashGo dilaksanakan di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah melalui inovasi digital berbasis aplikasi TrashGo. Pelaksanaan kegiatan mencakup observasi, sosialisasi, pelatihan, serta pendampingan kepada masyarakat untuk memperkenalkan sistem pelaporan dan edukasi pengelolaan sampah berbasis teknologi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan masyarakat sebesar 30–35% terkait konsep 3R (reduce, reuse, recycle) yang diukur melalui perbandingan hasil pre-test dan post-test berbasis kuesioner kepada peserta kegiatan sosialisasi. Peningkatan ini didukung oleh terbentuknya aplikasi TrashGo sebagai sarana komunikasi antara warga dan pemerintah desa yang berkontribusi pada meningkatnya partisipasi masyarakat serta dukungan pemerintah desa dalam pengelolaan sampah. Program ini memberikan dampak positif bagi kebersihan dan kesehatan lingkungan serta membuka peluang keberlanjutan melalui komitmen awal pemerintah Desa Penfui Timur untuk menyusun regulasi desa terkait pengelolaan sampah berbasis aplikasi TrashGo. Kata kunci: inovasi digital; pengelolaan sampah; aplikasi trashgo. AbstractThe TrashGo Student Creativity Program for Community Service (PKM-PM) was implemented in Penfui Timur Village, Kupang Tengah District, Kupang Regency, East Nusa Tenggara Province. This program aims to increase community awareness and participation in waste management through digital innovation based on the TrashGo application. The implementation of activities included observation, outreach, training, and mentoring to the community to introduce a technology-based waste management reporting and education system. The results of the program indicated a 30–35% increase in community knowledge regarding the 3R concept (reduce, reuse, recycle), as measured through a comparison of pre-test and post-test questionnaire results administered to participants in the socialization activities. This improvement was supported by the development of the TrashGo application as a communication platform between residents and the village government, which contributed to increased community participation and strengthened village government support for waste management. The program had a positive impact on environmental cleanliness and public health and created opportunities for sustainability through the initial commitment of the Penfui Timur Village government to formulate village regulations related to application-based waste management using the TrashGo application.Keywords: digital innovation; waste management; trashgo app.
Program KKN tematik infrastruktur mengangkat daya tarik ekowisata Desa Meranti Berbasis IMAP Hasdiana Hasdiana; I Wayan Sudana; Hendra Uloli
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 2 (2026): April (In Progress)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i2.35762

Abstract

Abstrak Desa Meranti merupakan salah satu desa di Kecamatan Tapa Kabupaten Bone Bolango dengan potensi wisata alam yang menarik namun belum dikelola secara optimal. Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Infrastruktur di Desa Meranti bertujuan mengangkat daya tarik wisata alam tersebut menjadi destinasi ekowisata melalui intervensi berbasis IMAP sebagai alat pemetaan dan pengambilan keputusan. Metode yang digunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, pengumpulan data dilakukan melalui Observasi, Wawancara, Focus Group Discussion (FGD), sosialisasi, serta pembentukan kelompok pemeliharaan pemetaan kawasan. Kegiatan dirancang dalam empat tahap: (1) pemetaan awal potensi, masalah, dan kebutuhan infrastruktur destinasi; (2) pengumpulan data melalui survei lapangan, observasi fasilitas, dan pemetaan partisipatif; (3) perumusan prioritas bersama pemangku kepentingan melalui FGD; dan (4) Evaluasi dan pemantauan. Output utama mencakup peta tematik aset berdasarkan IMAP dan penetapan model desain ekowisata. Hasil program memperlihatkan peningkatan kesiapan destinasi, keterhubungan antar-objek wisata melalui rute interpretasi, serta bertambahnya kapasitas pengelola lokal dalam memelihara dalam mengelola layanan dasar. Penggunaan IMAP memungkinkan integrasi data biofisik, akses, dan risiko lingkungan ke dalam satu desain yang mudah dipahami lintas pemangku kepentingan, sehingga keputusan investasi infrastruktur menjadi lebih terarah dan terukur dan dapat mempercepat penataan infrastruktur skala desa sekaligus memperkuat daya tarik ekowisata secara berkelanjutan. Kata kunci: infrastruktur; ekowisata; pemetaan; partisipatif; IMAP. Abstract Meranti Village is a village in Tapa District, Bone Bolango Regency with attractive natural tourism potential but has not been optimally managed. The Thematic Infrastructure Community Service Program (KKN) in Meranti Village aims to elevate the natural tourism attraction into an ecotourism destination through IMAP-based interventions as a mapping and decision-making tool. The method used is a participatory and collaborative approach, data collection is carried out through Observation, Interviews, Focus Group Discussions (FGD), socialization, and the formation of area mapping maintenance groups. The activity is designed in four stages: (1) initial mapping of potential, problems, and infrastructure needs of the destination; (2) data collection through field surveys, facility observations, and participatory mapping; (3) formulation of priorities with stakeholders through FGDs; and (4) Evaluation and monitoring. The main outputs include a thematic map of assets based on IMAP and the establishment of an ecotourism design model. The program results show increased destination readiness, connectivity between tourist objects through interpretation routes, and increased capacity of local managers in maintaining and managing basic services. The use of IMAP enables the integration of biophysical data, access, and environmental risks into a single design that is easily understood by all stakeholders, so that infrastructure investment decisions become more targeted and measurable and can accelerate village-scale infrastructure development while strengthening the attractiveness of ecotourism in a sustainable manner. Keywords: infrastructure; ecotourism; mapping; participatory; IMAP

Page 1 of 3 | Total Record : 24