cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PEMBERDAYAAN EKONOMI MASYARAKAT MELALUI APLIKASI TEKNOLOGI PENGOLAHAN DODOL NANGKA DAN SUSU BIJI NANGKA DI KABUPATEN LOMBOK BARAT Nurhayati Nurhayati; Asmawati Asmawati; Syirril Ihromi; Marianah Marianah; Adi Saputrayadi
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (294.888 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3321

Abstract

ABSTRAKDesa kekeri merupakan salah satu desa sentra produksi nangka di Kabupaten Lombok Barat. Produksi buah nangka di desa tersebut melimpah namun tidak diikuti dengan harga jual yang tinggi. Ketika musim buah nangka tiba, harga jual nangka tidak memiliki nilai sedikitpun karena penjualan buah nangka dalam keadaan segar tanpa adanya proses pengolahan lebih lanjut. Berdasarkan kenyataan tersebut, dilakukan kegiatan pengabdian yang bertujuan untuk : (1) Memberikan pemahaman dan pengetahuan kepada masyarakat tentang nutrisi, manfaat dan olahan buah nangka (2) Menjelaskan dan memberikan percontohan kepada ibu – ibu rumah tangga dan remaja putri tentang aplikasi teknologi pengolahan dodol nangka dan susu biji nangka. (3) Memberikan ketrampilan kepada kelompok masyarakat khususnya ibu – ibu dan remaja putri tentang bagaimana cara meningkatkan pendapatan rumah tangga serta pemenuhan gizi keluarga melalui aplikasi teknologi pengolahan dodol nangka dan susu biji nangka. Pelaksanaan kegiatan ini berlangsung dengan sukses dan lancar sesuai dengan rencana. Kegiatan pengabdian pada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang nutrisi, manfaat dan olahan nangka. Selain itu juga mampu meningkatkan keterampilan peserta penyuluhan untuk mengolah dodol nangka dan susu biji nangka. Diharapkan kegiatan pengabdian ini dapat bermanfaat bagi peserta kegiatan untuk menjadi ide rintisan usaha dodol nangka meningkatkan pendapatan keluarganya serta dapat memenuhi gizi keluarga melalui aplikasi teknologi pengolahan susu biji nangka. Kata kunci: pemberdayaan masyarakat; dodol nangka; susu biji nangka; kekeri. ABSTRACTKekeri village is one of the centers for jackfruit production in West Lombok Regency. The production of jackfruit in the village is abundant but not accompanied by a high selling price. When the jackfruit season arrives, jackfruit's selling price is meager because the sale of jackfruit is fresh without further processing. Based on this fact, service activities were carried out aimed at: (1) Providing understanding and knowledge to the public about nutrition, benefits, and processed jackfruit (2) Explaining and giving examples to housewives and young women about the application of jackfruit dodol and jackfruit seeds milk processing. (3) Providing skills to community groups, especially mothers and young women, on increasing household income and fulfilling family nutrition by applying jackfruit lunkhead and jackfruit seed milk processing. This activity was carried out successfully and smoothly according to plan. This community service activity can increase public knowledge about nutrition, benefits, and processed jackfruit. Besides, it can also improve the extension participants' skills to process jackfruit lunkhead and jackfruit seed milk. It is hoped that this service activity can be useful for activity participants to become a pilot idea for dodol jackfruit business to increase family income and fulfill family nutrition by applying jackfruit seed milk processing. Keywords: community empowerment; jackfruit dodol; jackfruit seed milk; kekeri
SENTUHAN KASIH IBU, UPAYA STIMULASI TUMBUH KEMBANG ANAK DENGAN PIJAT BAYI PADA ANAK USIA 0-3 TAHUN DI DESA SELEBUNG KETANGGA, KECAMATAN KERUAK KABUPATEN LOMBOK TIMUR Catur Esty Pamungkas; Aulia Amini; Cyntiya Rahmawati
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.626 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3223

Abstract

ABSTRAKBayi dapat tumbuh dan berkembang dengan baik jika kebutuhan dasarnya terpenuhi, yaitu  asah, asih dan asuh. Kebutuhan asah adalah kebutuhan akan stimulasi dini. Pemberian stimulasi dini yang sesuai akan memungkinkan terbentuknya etika, kepribadian yang baik, kecerdasan, kemandirian, keterampilan dan produktivitas yang baik. Efektifitas pijat bayi memberikan manfaat pada perkembangan motorik sangat baik pada anak usia 8-28 hari dibandingkan dengan anak yang tidak diberikan stimulasi pijat bayi (Rizki, 2017). Melalui pemijatan peredaran darah akan lancar, Salah satu zat penting yang dibawa adalah oksigen. Terpenuhinya oksigen diotak secara cukup membuat konsentrasi dan kesiagaan bayi semakin baik(Sembiring, 2017). Solusi permasalahan yang ditawarkan yaitu “Sentuhan Kasih Ibu” Upaya Stimulasi Tumbuh Kembang anak dengan Pijat Bayi yang dilakukan Pada Anak Usia 0-3 Tahun di Desa Selebung Ketangga di Kecamatan Keruak Kabupaten Lombok Timur. Tujuan pengabdian ini memberikan informasi bagi masyarakat terutama orang tua mengenai manfaat setiap langkah dari pijat bayi. Tim PKMS akan memberikan pelatihan langsung kepada ibu yang akan dipraktikkan oleh narasumber yang berpengalaman, memiliki bidang ilmu yang sesuai dan telah mendapatkan pelatihan pijat bayi sebelumnya, sehingga setiap informasi diberikan oleh orang yang tepat. Setelah diberikan pelatihan pijat bayi tersebut, diharapkan ibu dapat mempraktikan sendiri pijat bayi di rumah.Jumlah responden yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 32 balita. Hasil pengadian didapatkan terbanyak responden 12-24 sebanyak 19 balita (59,4%). Hasil pre test didapatkan 23 responden memiliki pengetahuan kurang dan post test sebagian besar pengetahuan cukup sebanyak 18 responden. Hasil follow up kemampuan pijat bayi didapatkan 24 reponden mampu melakukan pijat bayi dengan benar. Kata kunci: stimulasi tumbuh kembang; bayi; pijat bayi. ABSTRACTBabies can grow and develop well if their basic needs, which are teasers, love and foster. The need for sharpening is the need for early stimulation. Providing first inspiration appropriate will enable the formation of ethics, a good personality, intelligence, independence, skills and good productivity. The effectiveness of baby massage provides benefits to motor development is very good in children aged 8-28 days compared with children who do not give stimulation of baby massage (Rizki, 2017). Through massage, the blood circulation will be smooth. One of them the essential substance carried is oxygen. Fulfilment of oxygen in the brain is sufficient to make the baby's concentration and alertness are getting better (Sembiring, 2017). The solution to the problem offered is the "Touch of Mother's Love" Efforts to Stimulate Child Development with Infant Massage which was carried out on children aged 0-3 years in Selebung Ketangga Village in Keruak District East Lombok Regency. The purpose of this service is to provide information for the community, especially parents, regarding the benefits of every step of baby massage. The Stimulus Community Service Team (PKMS) will provide training directly to the mother who will be practised by experienced speakers who have fields science according to the training and baby massage before, so every information given by the right person. After being given the baby massage training, it is hoped that the mother can practicing baby massage at home on their own. The number of respondents who participated in this activity was 32 toddler. The results obtained were the most respondents 12-24 as many as 19 toddlers (59.4%). Pre results test found 23 respondents have less knowledge and most of the post-test sufficient knowledge of 18 respondents. The follow-up results of the infant massage ability were obtained 24 respondents are able to massage the baby properly. Keywords: growth and development stimulation; baby; baby massage.
PEMANFAATAN DAUN KELOR SEBAGAI BAHAN DASAR PRODUK OLAHAN MAKANAN DI KELURAHAN KAMBANIRU Junaedin Wadu; Anggreni Madik Linda; Elfis Umbu Katongu Retang; Elsa Christin Saragih
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (748.782 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4270

Abstract

ABSTRAKKelor menjadi salah satu tanaman yang mempunyai kandungan gizi yang tinggi dan daunnya dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dasar pengolahan makanan ataupun minuman. Program pengabdian masyarakat dilakukan pada kelompok tani Ie Hari 1 di Kelurahan Kambaniru Kecamatan Kambera Kabupaten Sumba Timur. Metode yang digunakan pada pengabdian ini yaitu metode penyuluhan dengan memberikan materi terkait pengenalan produk kelor dan nilai gizinya, serta memberikan pelatihan langsung pembuatan pudding dan ice cream kelor. Anggota  kelompok tani Ie hari 1 didominasi oleh wanita yang mempunyai potensi dalam pengolahan produk makanan dari daun kelor, karena tersedia pohon kelor di sekitaran rumah para anggota kelompok. Hasil dari Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah kelompok tani mempunyai ketertarikan dalam mengenal produk olahan kelor yang mempunyai nilai ekonomis yang baik. Kata kunci : kelor; bahan dasar; kelompok tani Ie hari 1 ABSTRACTMoringa is a plant that has a high nutritional content and its leaves can be used as one of the basic ingredients for food or beverage processing. The community service program was carried out at the Ie Day 1 farmer group in Kambaniru Village, Kambera District, East Sumba Regency. The method used in this service is the extension method by providing material related to the introduction of Moringa product and its nutritional value, as well as providing direct training in making Moringa pudding and ice cream. The Ie day 1 farmer group members are dominated by women who have the potential in processing food products from Moringa leaves, because there is a Moringa tree around the house of the group members. The result of this Community Service is that farmer groups have an interest in getting to know Moringa processed products that have good economic value. Keywords: moringa; basic material; Ie farmer group day 1
PENGEMBANGAN PELAYANAN DASAR PENDIDIKAN DI DESA BINYAN (DESA PILOT TAHUN 2018) MELALUI PENGINTEGRASIAN GERAKAN LITERASI SEKOLAH DALAM PEMBELAJARAN DAN PENGEMBANGAN POJOK LITERASI DI SD NEGERI 2 BUAHAN I Wayan Wayan Numertayasa; Ni Ketut Desia Tristiantari; I Putu Oka Suardana
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (363.23 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3386

Abstract

ABSTRAKGuru di SD Negeri 2 Buahan belum memiliki pemahaman yang baik terkait dengan pelaksanaan GLS di SD. Untuk mengatasi permasalah tersebut dilaksanakan PkM dengan mengembangkan pelayanan dasar Pendidikan di Desa Binyan melalui pengintegrasian GLS dalam pembelajaran dan pengembangan pojok literasi di SD Negeri 2 Buahan. PkM ini bertujuan untuk mengembangkan pelayanan dasar Pendidikan di   Desa Binyan melalui pengintegrasian GLS dalam pembelajaran dan pengembangan pojok literasi di SD Negeri 2 Buahan. Adapun rancangan kegiatan yang digunakan adalah (1) identifikasi masalah; (2) Analisis Kebutuhan; (3) menyusun program, (4) pelaksanaan program, (5) evaluasi program, (6) tindaklanjut evaluasi, dan (7) pelaporan dan publikasi. Metode evaluasi program yang digunakan adalah metode observasi dan metode angket. Berdasarkan pelaksanaan rencana kegiatan, hasil yang diperoleh adalah (1) 9 orang guru SD Negeri 2 Buahan telah mampu mampu menyusun perencanaan dan melaksanakan literasi dalam pembelajaran. (2) Ada tujuh unit pojok literasi yang telah direalisasikan. (3) Kemampuan siswa meningkat dalam hal minat membaca. Kata kunci: literasi; pembelajaran ABSTRACTTeachers at SD Negeri 2 Buahan do not have a good understanding regarding the implementation of GLS in SD. To overcome this problem, PkM was implemented by developing basic education services in Binyan Village through integrating GLS in learning and developing literacy corners at SD Negeri 2 Buahan. This PkM aims to develop basic education services in Binyan Village through the integration of GLS in learning and the development of a literacy corner at SD Negeri 2 Buahan. The activity designs used were (1) problem identification; (2) Needs Analysis; (3) compiling programs, (4) implementing programs, (5) evaluating programs, (6) follow-up evaluations, and (7) reporting and publication. The program evaluation method used is the observation method and the questionnaire method. Based on the implementation of the activity plan, the results obtained were (1) 9 teachers of SD Negeri 2 Buahan were able to plan and implement literacy in learning. (2) There are seven literacy corner units that have been realized. (3) Students' abilities increase in reading interest. Keywords : literacy; learning
EDUKASI DAMPAK DAN PENCEGAHAN SCREEN DEPENDENCY DISORDER (SDD) SELAMA MASA PANDEMI PADA IBU BALITA DI DESA TELAGAWARU LOMBOK BARAT Catur Esty Pamungkas; Siti Mardiyah WD; Aulia Amini; Desi Rofita; Baiq Masdariah; A.A Muhammad Nur Kasman
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (377.721 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4473

Abstract

ABSTRAKTeknologi berperan penting bagi kehidupan manusia. Kemudahan dalam mengoperasikan gadget, baik itu smartphone, tablet, maupun laptop membuat gadget sangat familiar bagi masyarakat, tanpa terkecuali anak-anak. Fitur yang ada didalamnya membuat tertarik anak- anak yang mengakses gadget (Kementrian Kesehatan RI, 2018). Terpapar gadget di usia dini, dapat menyebabkan ketergantungan Screen Dependency Disorder (SDD). Hal ini terjadi karena otak anak belum berkembang secara sempurna, anak-anak belum dapat membedakan mana hal yang benar dan salah, serta hal yang boleh untuk dilakukan dan yang tidak. Sehingga mereka tidak memiliki kemampuan untuk membatasi penggunaan gadget (Kementrian Kesehatan RI, 2018). Solusi permasalahan yang ditawarkan yaitu edukasi dampak dan pencegahan screen dependency disorder (sdd)  selama masa pandemi pada ibu balita di desa telagawaru lombok barat. Setelah diberikan edukasi tentang dampak dan pencegahan kecanduan gadget, ibu balita dibekali modul yang dapat dipelajari di rumah dapat mempraktikan kebiasaan untuk tidak memfasilitasi anak bermain gadget. Jumlah responden yang mengikuti kegiatan ini sebanyak 10 balita. Hasil pengabdian didapatkan pengetahuan ibu balita tentang penggunaan gadget 40% memiliki pengetahuan kurang, setelah dilakukan post test pengetahuan ibu balita meningkat, didapatkan 80% ibu meningkat yaitu Baik. Kata kunci: screen dependency disorder; balita; pandemi covid19 ABSTRACTTechnology plays an essential role in human life.  The ease of operating gadgets, be it smartphones, tablets, or laptops, makes devices very familiar to the public, including children.  The features in it attract children who access gadgets (Kementerian Kesehatan RI, 2018).  Exposure to gadgets at an early age can lead to dependence on Screen Dependency Disorder. This is happening because the child's brain is not yet fully developed; the children are unable to distinguish between right and wrong things, as well as what to do and what not.  So they cannot limit the use of gadgets (Kementerian Kesehatan RI, 2018).  The solution to the problem offered is impact education and prevention of screen dependency disorder during the pandemic period for mothers of children under five in Telagawaru village, West Lombok.  After being given education about the effects and prevention of gadget addiction, mothers provided modules that they can learn from at home to practice the habit of not facilitating children to play with gadgets.  The number of respondents who participated in this activity was ten toddlers.  The results of the dedication, it’s found that the mother's knowledge about the use of gadgets was 40% less knowledgeable, after the post-test the mother's knowledge increased, it’s found that 80% of the mothers had increased, namely Good Keywords: screen dependency disorder;  toddlers; the covid pandemic 19
PENGOLAHAN LABU KUNING MENJADI BERBAGAI PRODUK OLAHAN PANGAN Tanwirul Millati; Udiantoro Udiantoro; Raihani Wahdah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (130.153 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2935

Abstract

ABSTRAKKecamatan Daha Selatan kabupaten Hulu Sungai Selatan Kalimantan Selatan merupakan daerah penghasil labu kuning. Selama ini labu kuning hanya dimanfaatkan untuk campuran sayuran dan kue tradisional, seperti nagasari. Untuk  meningkatkan nilai tambah dan penganekaragaman pangan lokal berbasis labu kuning dilakukan pelatihan mengenai pengolahan  labu kuning. Pengolahan labu kuning dibagi menjadi dua tahap, yaitu  pengolahan labu kuning menjadi tepung dan pengolahan  tepung labu kuning menjadi cake, kue kering, dodol dan kerupuk. Tujuan dari kegiatan ini adalah memberi ketrampilan  dan pengetahuan pengolahan labu kuning kepada masyarakat dengan harapan dapat dikembangkan sebagai sumber ekonomi keluarga. Kegiatan ini diikuti oleh 22 peserta yang mewakili lima desa yang ada di kecamatan Daha Selatan. Hasil  kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat sangat antusias untuk mengolah labu kuning menjadi beberapa produk olahan  karena selain warna produknya menarik (kuning), rasanya enak dan produk olahan bermacam-macam. Produk olahan labu kuning oleh peserta  akan diikutkan dalam pameran pembangunan  yang diadakan di tingkat provinsi. Kata Kunci: labu kuning; nilai tambah; pangan lokal; penganekaragaman pangan; produk olahan  pangan. ABSTRACTDaha Selatan, Hulu Sungai Selatan District, South Borneo is a sub district which produce pumpkin. Thus far, pumpkin is only used as vegetable mixture and traditional cake, such as Nagasari. The added value and diversification of pumpkin-based products can be increased by training in pumpkin processing. There is two step of pumpkin processing. First step is to processed pumpkin into flour and then the flour could be used to made food products such as, cake, cookies, dodol and crackers. The purpose of this activity is to provide the community with skills and knowledge in processing pumpkin with the expectation it can be developed as a source of family economy. This activity was attended by 22 representatives from five villages in Daha Selatan. The result of this activity show the community processed pumpkin with enthusiasm into various products because it has appealing color (yellow) and tastes good, beside that the products could be has more variance. Pumpkin product processed by participant would be included in development exhibition held at the provincial level. Keywords: pumpkin; added value, local food; food diversification; food products.
INTEGRITAS PENDIDIKAN MENUAI WIRAUSAHA DI ERA PANDEMI DESA BUNTU KARYA KECAMATAN LUWU KABUPATEN PONRANG SELATAN PROVINSI SULAWESI SELATAN Harmita Sari; S. M. Anwar; Hurria Hurria; Andi Rizkiyah Hasbi; Israini Suriati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (567.233 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.3379

Abstract

ABSTRAKSeminar merupakan salah satu kegiatan yang dapat dilakukan sebagai proses untuk memecahkan suatu masalah, atau proses menemukan solusi yang biasanya diangkat dari hasil sebuah penelitian atau literatur. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan di desa Buntu Karya dengan melihat pendidikan dari masing masing pemuda dan masyarakat, relatif masih kurang dikarenakan kurangnya minat masyarakat akan pendidikan itu sendiri atau masyarakat lebih tertarik untuk bekerja baik bertani maupun pekerjaan lainnya. Dengan melihat adanya berbagai potensi hasil alam yang ada di Desa Buntu Karya penulis mengangkat seminar kewirausahaan dengan maksud agar kiranya warga atau masyarakat dapat mengolah atau memanfaatkan hasil alamnya dengan baik. Karena adanya pandemi sampai saat ini, berbagai dampak yang terjadi salah satunya adalah dampak kecemasan terhadap kesehatan, bagaimana cara menjaga dan menempatkan diri ketika berada di keramaian dengan mematuhi protokol kesehatan. Kata kunci : integritas pendidikan; wirausaha; covid-19; desa buntu karya ABSTRACTThe seminars is one of the activities that can be carried out  as a process to solve a problem, or the process of finding a solution which is usually based on the results of a study or literature. Based on the results of observations and interviews conducted in Buntu Karya Village by looking at the education of each youth and community, it is relatively still lacking due to the lack of public interest in education itself or the community is more interested in working both farming and other jobs. By looking at the various potentials of natural products in Village Buntu creation Village, the author raises an entrepreneurship seminars with the intention that residents or the community can process or make good use of natural products. Because of the existence of pandemic until now, various impacts have occurred, one of which is the impact of anxiety on health, how to guard and place oneself when in a crowd by complying with health protocols. Keywords : education integrity; entrepreneurship; covid-19; buntu karya village
PENGEMBANGAN PRODUK KOPI HERBAL OLAHAN DESA INKLUSIF GUNA MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN KAUM DISABILITAS DI DESA BEDALI LAWANG KABUPATEN MALANG Mochamad Fariz Irianto; Supami Wahyu Setiyowati; Shodiq Auludin Rafiqu Hidayah
SELAPARANG Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (452.305 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3346

Abstract

ABSTRAKPengembangan produk kopi herbal merupakan bagian dari pemberdayaan masyarakat dalam bentuk kegiatan produktif yang bertujuan untuk melatih masyarakat disabilitas untuk menghasilkan produk kopi herbal yaitu kopi koerja yang diharapkan memberikan dampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Metode pelaksanaan yang dilakukan adalah dengan sosialisasi program, pengadaan mesin dan pengadaan bahan penunjang, pelatihan pengolahan produk kopi herbal, dan pelatihan pemasaran strategi produk. Kegiatan ini diikuti oleh kelompok sasaran yaitu masyarakat disabilitas yang tergabung dalam organisasi difabel Lingkar Sosial Omah Difabel dengan peserta sebanyak 10 orang.  Pelatihan ini sangat dirasakan manfaatnya oleh para peserta pelatihan anggota disabilitas seperti kemudahan pengoperasian alat produksi, rebranding produk, dan peningkatan jaringan pemasaran produk. Kata kunci: kopi herbal; masyarakat disabilitas; desa inklusif. ABSTRACTThe development of herbal coffee products is part of community empowerment in the form of productive activities that aim to train people with disabilities to produce herbal coffee products namely koerja coffee which is expected to have an impact on improving people's well-being. The implementation method is by socializing the program, procurement of machinery and procurement of supporting materials, training in processing herbal coffee products, and marketing training of product strategies. This activity was attended by a target group, namely people with disabilities who belonged to the Omah Difabel Social Circle disability organization with 10 participants.  This training is strongly felt by the participants of disability member training such as ease of operation of production tools, product rebranding, and improvement of product marketing network Keywords: herbal coffee; people with disabilities; inclusive villages.
IMPLEMENTASI MICROBUBBLE GENERATOR TIPE ORIFICE DENGAN PIPA POROUS DAN PIPA DISTRIBUTOR UNTUK AERASI KOLAM IKAN Sulistyo Sidik Purnomo; Jojo Sumarjo; Iwan Nugraha Gusniar
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (299.149 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4392

Abstract

ABSTRAKIndonesia memiliki potensi produksi akuakultur yang besar. Pada sektor perikanan, budidaya ikan diupayakan untuk memanfaatkan sumber daya air terbatas. Faktor yang memengaruhi kualitas dan pertumbuhan ikan adalah oksigen terlarut (dissolved oxygen). Microbubble generator (MBG) menjadi solusi untuk menyelesaikan masalah oksigen terlarut (DO) dalam air. Pengabdian ini akan melakukan modifikasi MBG tipe orifice dengan pipa porous dan pipa distributor. Selanjutnya mengkaji tentang pengaruh pipa distributor dengan variasi parameter pengujian terhadap stabilitas harga DO yang seragam pada air di kolam ikan. Pelaksanaannya akan melibatkan proses perancangan alat yang menghasilkan drawing design. Maka akan diteruskan ke proses pembuatan alat, setelah itu diuji fungsinya. Tahap akhir proses pengujian dalam air di kolam tanpa ikan untuk memperoleh harga DO yang stabil dan seragam. Dengan tujuan masyarakat dapat mengetahui, mengoperasikan, merawat, membuat alat secara swadaya (mandiri). Estimasi masyarakat mengetahui dari hasil kegiatan ini berkisar 84%. Hal ini ditinjau dari saat di lapangan dan taha evaluasi/monitoring telah dilakukan. Selain itu masyarakat mendapatkan dampak perekonomian yang positif, khususnya untuk komunitas peternak ikan skala kecil dan menengah yang tidak memiliki fasilitas seadanya. Kata kunci: dissolved oxygen; microbubble generator; orifice type; drawing design. ABSTRACTIndonesia has a large potential aquaculture production. In the fisheries sector, fish farming is sought to utilize limited water resources. Factors that affect the quality and growth of fish are dissolved oxygen (dissolved oxygen). Microbubble Generator (MBG) is the solution to resolve dissolved oxygen problems (DO) in water. This service will modify the ORIFICE type MBG with Porous pipes and distributor pipes. Furthermore, examine the influence of distributor pipes with variations in testing parameters on the stability of the price of DO uniformly on water in the fish pond. The implementation will involve the design process that produces drawing design. Then it will be forwarded to the tool making process, after which it is tested. The final stage of the testing process in water in a pond without fish to get a stable and uniform do price. With the aim of the community can know, operate, care for, make tools in self-help. Community estimates knowing from the results of this activity ranging from 84%. It is reviewed from the moment in the field and the evaluation/monitoring has been done. In addition, the community gets a positive economic impact, especially for small and medium-sized fish farmers who do not have makeshift facilities. Keywords: dissolved oxygen; microbubble generator; orifice type; drawing design.
PENDALAMAN KONSEP FISIKA MENGGUNAKAN ALAT PERAGA BERBASIS MIKROKONTROLER PADA SISWA SMA Nurul Qomariyah; Rahadi Wirawan; Suhayat Minardi; Siti Alaa'; I Gusti Ngurah Yudi Handayana
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (316.238 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3225

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian ini bertujuan untuk memberikan pendalaman konsep dasar fisika melalui metode praktikum atau eksperimen menggunakan alat peraga serta pengenalan mikrokontroler untuk pembuatan alat peraga sederhana. Tempat pelaksanaan pengabdian di Ponpes Darul Aminin NW Aikmual Lombok Tengah. Kegiatan ini dibagi menjadi beberapa tahapan yang pertama pemberian materi mengenai pendalaman konsep-konsep dasar fisika dan materi pengenalan mikrokonroler sebagai komponen alat peraga, tahapan kedua Tim PKM mendemonstrasikan penggunaan alat peraga pada materi gerak Jatuh (GJB), bandul matematis, kinematika, dan konsep konversi energi, tahapan terakhir yaitu tim PKM memberikan kesempatan peserta untuk mencoba langsung menggunakan alat peraga yang disediakan. Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman konsep fisika pada siswa melalui metode eksperimen. Dengan metode ini siswa juga lebih aktif dan dapat melihat langsung fenomena fisika yang terjadi melalui pengamatan. Keterbatasan alat peraga di sekolah dapat disiasati dengan pembuatan set eksperimen berbasis mikrokontroler yang penggunaanya sangat mudah dan luas. Pembelajaran menggunakan metode eksperimen ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah. Kata kunci: alat peraga; metode eksperimen; mikrokontroler. ABSTRACTThis service activity aims to understand the basic concepts of physics through practicum or experimental methods using props and microcontroller introduction training for making simple props. Implementation of community service at Darul Aminin Islamic Boarding School, NW Aikmual, Central Lombok. This activity is divided into several stages. The first is providing material regarding the deepening of  physics concepts and material for the introduction of microcontrollers as props components, the second stage of the PKM Team which uses props on Fall motion material (GJB), mathematical pendulum, kinematics, and concepts conversion of energy inthe last stage, the PKM team, allowed participants to try directly using the tools provided. This activity provides benefits in improving students' understanding of physics concepts through the experimental method. With this method, students are also more active and can see first hand the physical phenomena that occur through observation. The limitations of teaching aids in schools can be overcome by making microcontroller-based experimental sets that are very easy and widely used. Learning using the experimental method is expected to improve the quality of learning in schools. Keywords: props; experimental method; mikrokontroler. 

Page 12 of 272 | Total Record : 2711