cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,711 Documents
PENERAPAN APLIKASI PELAYANAN DESA BERBASIS MOBILE DENGAN KONSEP SMART VILLAGE DI DESA PEGANTENAN, KECAMATAN PEGANTENAN, KABUPATEN PAMEKASAN Yanuar Risah Prayogi; Fadilah Fahrul Hardiansyah; Nana Ramadijanti; Ahmad Syauqi Ahsan; Urfiyatul Erifani
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (559.234 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3370

Abstract

ABSTRAKDi Desa Pegantenan hingga saat ini belum ada suatu sistem yang mampu menjembatani antara pemerintah dan masyarakat Desa Pegantenan yang memanfaatkan teknologi informasi. Pelayanan pemerintah desa masih menerapkan sistem konvensional, yang mengharuskan warga datang ke kantor desa dan membutuhkan waktu yang cukup lama. Masyarakat juga kesulitan dalam menerima informasi dan menyampaikan laporan terkait keadan desa. Pada pengabdian masyarakat ini dikembangkan sebuah aplikasi pelayanan desa berbasis mobile sehingga dapat diakses oleh seluruh masyarakat Desa Pegantenan dalam rangka mewujudkan program Smart Village dan upaya menuju Penyelenggaraan Pemerintah Desa yang transparan dan berkemajuan. Metode pelaksanaan kegiatan terdiri dari tahap pengumpulan data seperti bisnis proses dan formulir yang digunakan warga ketika mengurus surat. Tahap berikutnya pembuatan aplikasi berbasis mobile dan sosialisasi aplikasi di Desa Pegantenan sekaligus sharing session tentang pengalaman selama memakai aplikasi. Hasil dari pengabdian ini adalah berupa sistem aplikasi pelayanan Desa Pegantenan yang berbasis mobile. Selain aplikasi mobile juga ada aplikasi web yang digunakan sebagai administrator. Aplikasi mobile ditujukan untuk warga sedangkan aplikasi web ditujukan untuk admin yaitu perangkat desa. Sistem aplikasi yang barbasis mobile dan web memungkinkan warga dapat mengakses sistem dimana saja dan kapan saja sehingga meningkatkan kualitas layanan Pemerintah Desa kepada warga atau masyarakat. Kata kunci: aplikasi pelayanan desa; aplikasi mobile; smart village; desa pegantenan. ABSTRACTUntil now, in Pegantenan Village, there is no system capable of bridging between the government and Pegantenan Village residents using information technology. Village government services still apply the conventional system, which requires residents to come to the village office and takes a long time. Residents also have difficulty receiving information and submitting reports related to village conditions. In this service, a mobile-based village service application was developed so that it can be accessed by all residents in order to realize the Smart Village program and efforts towards implementing a transparent and progressive Village Government. The method of implementing activities consists of the data collection stage such as business processes and forms that residents use when handling letters. The next stage is making mobile-based applications and application socialization as well as sharing sessions about experiences while using the application. The result of this service is a mobile-based service application system for Pegantenan Village. There is also a web application that is used as an administrator. The mobile application is intended for residents while the web application is intended for admins, namely village officials. Mobile and web-based application systems allow residents to access the system anywhere and anytime so as to improve the quality of village government services to residents. Keywords: village service application; mobile application; smart village; pegantenan village.
PELATIHAN TEKNIK KOMUNIKASI SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN DAN PENATALAKSANAAN HIV/AIDS Dewi Ambarwati; Wilis Dwi Pangesti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (309.412 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3219

Abstract

ABSTRAKHuman Immunodeficiency Virus/Acquired Immunodeficiency Syndrom (HIV/AIDS) merupakan salah satu masalah kesehatan di Indonesia termasuk di wilayah kabupaten Banyumas, Jawa Tengah. HIV/AIDS merupakan penyakit menular yang menyerang sistem kekebalan tubuh. Infeksi tersebut menyebabkan penderita mengalami penurunan ketahanan tubuh sehingga sangat mudah untuk terinfeksi berbagai macam penyakit lain. Sebelum memasuki fase AIDS, penderita terlebih dahulu dinyatakan sebagai HIV positif. Sejak bulan januari-juni tahun 2018 ditemukan kasus baru sebanyak 123 kasus. Sedangkan jumlah kasus komulatif sejak ditemukannya HIV/AIDS pada tahun 1993 hingga tahun 2018 sebanyak 1.146 kasus. Data kasus di Banyumas ini berasal dari laporan VCT (Voluntery Councelling and Test) dari Rumah sakit Prof. Margono Soekardjo dan RSUD Banyumas. Dalam aktivitas pencegahan dan penagguangan HIV/AIDS diperlukan strategi komunikasi. Karena strategi komunikasi merupakan salah satu aspek keberhasilan program pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS. Strategi komunikasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas belum memberikan pengaruh pada paradigma dikalangan masyarakat tentang HIV/AIDS. Sehingga tujuan dilakukannya pelatihan pada mitra adalah sebagai upaya meningkatkan kemampuan tehnik komunikasi tentang HIV/AIDS pada mitra dan penyebaran leaflet tentang pencegahan dan penatalaksanaan HIV/AIDS pada mitra. Hasil dari pelaksanaan pelatihan pada mitra didapatkan terdapat peningkatan pengetahuan dan teknik komunikasi. Metode yang digunakan dalam pelatihan meliputi ceramah, tanya jawab, diskusi dan penayangan video. Tahapan kegiatan dimulai dengan icebraking, pretest, penyampaian materi, praktik ketrampilan dan ditutup dengan posttest. Kata kunci: pelatihan; teknik komunikasi; HIV/AIDS ABSTRACTHuman Immunodeficiency Virus / Acquired Immunodeficiency Syndrome (HIV / AIDS) is one of the health problems in Indonesia, including in the Banyumas district, Central Java. HIV / AIDS is an infectious disease that attacks the immune system. The infection causes the patient to experience a decrease in body resistance so that it is very easy to become infected with various other diseases. Before entering the AIDS phase, the patient must first be declared HIV positive. Since January-June 2018, 123 new cases were found. Meanwhile, the number of cumulative cases since the discovery of HIV / AIDS in 1993 to 2018 was 1,146 cases. The case data in Banyumas comes from the VCT (Voluntery Councelling and Test) report from Prof. Hospital. Margono Soekardjo and Banyumas Hospital. In HIV / AIDS prevention and control activities, a communication strategy is needed. Because the communication strategy is one aspect of the success of the HIV / AIDS prevention and control program. The communication strategy carried out by the Banyumas Regency Government has not yet influenced the paradigm among the community regarding HIV / AIDS. So that the aim of conducting training for partners is as an effort to improve communication technical skills on HIV / AIDS to partners and to distribute leaflets on HIV / AIDS prevention and management to partners. The results of the implementation of training on partners found that there was an increase in knowledge and communication techniques. The methods used in the training include lectures, question and answer, discussion and video viewing. The activity stages began with icebraking, pretest, delivery of material, practice skills and closed with a posttest. Keywords: training; communication techniques; HIV / AIDS
GAMBARAN PEMBENTUKAN KADER DAN PELAKSANAAN POSYANDU REMAJA DALAM UPAYA PENINGKATAN KESEHATAN REPRODUKSI REMAJA Meda Yuliani; Yufina Yufina; Mamay Maesaroh
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (391.465 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4157

Abstract

ABSTRAKPosyandu remaja merupakan salah satu bentuk Upaya Kesehatan Bersumber Daya Masyarakat (UKBM) yang dikelola dan diselenggarakan dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat termasuk remaja dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan keterampilan hidup sehat remaja. Pembentukan Posyandu Remaja dan kader kesehatan remaja bertujuan untuk meningkatkan kesehatan reproduksi remaja dan sebagai wadah untuk memfasilitasi kebutuhan kesehatan remaja. Berdasarkan survey mawas diri yang dilakukan sebelumnya, terdapat beberapa remaja yang tidak mengetahui tentang kesehatan reproduksi seperti tentang menstruai, resiko perilaku seks tidak bertanggung jawab, serta menurut petugas kesehatan setempat kegiatan posyandu remaja belum terlaksana dengan optimal. Oleh karena itu maka dibentuklah Posyandu remaja dan para kader Remaja di Dusun 2 Cibangkonol Desa Cibiru Wetan Kabupaten Bandung. Dalam penyelanggaraanya, pengelola Posyandu Remaja dipilih melalui proses musyawarah. Dari hasil pembentukan posyandu remaja tersebut didapatkan pengelola posyandu dusun 2, yaitu kader remaja berjumlah 7 orang yang nantinya menjadi perpanjangan tugas dibawah pengawasan Puskesmas Cibiru Hilir. Berdasarkan hasil kesepakatan pelaksanaan posyandu dilaksanakan setiap minggu ke-3. Kegiatan tersebut diawali dengan pemeberian penyuluhan mengenai posyandu remaja, serta pada saat kegiatan awal posyandu remaja diberikan materi-materi penyuluhan tentang kesehatan reproduksi remaja . Diharapkan dengan Pembentukan Posyandu Remaja ini dapat meningkatkan derajat kesehatan remaja serta meningkatkan pengetahuan kesehatan reproduksi bagi para remaja.             Kata kunci: kader remaja; kesehatan reproduksi remaja; posyandu remaja ABSTRACTYouth Integrated Healtcare center is a form of Community-Based Health Efforts (UKBM) which is managed and organized from, by, for and with the community, including youth in the implementation of health development to improve the health status and healthy life skills of adolescents. The establishment of Youth Integrated Healtcare center and youth health cadres aims to improve adolescent reproductive health and as a forum to facilitate adolescent health needs. Based on an introspective survey conducted previously, there were a number of adolescents who did not know about reproductive health, such as menstruation, the risk of irresponsible sexual behavior, and according to local health officials, youth Integrated Healtcare center activities had not been implemented optimally. Therefore, youth Integrated Healtcare center and youth cadres were formed in Dusun 2 Cibangkonol, Cibiru Wetan Village, Bandung Regency. In its implementation, the management of the Youth Integrated Healtcare center is selected through a deliberation process. From the results of the formation of the youth Integrated Healtcare center, it was found that the hamlet 2 posyandu manager, namely 7 youth cadres who later became an extension of their duties under the supervision of the Cibiru Hilir Puskesmas. Based on the agreement, the Integrated Healtcare center will be implemented every 3rd week. The activity began with the provision of counseling on youth Integrated Healtcare center, and during the initial activity, youth Integrated Healtcare center was given counseling materials on adolescent reproductive health. It is hoped that the establishment of this Youth Integrated Healtcare center can improve the health status of adolescents and increase knowledge of reproductive health for adolescents. Keywords: youth cadres; adolescent reproductive health; youth integrated healthcare center
DASI GANDA ( WADAH PROMOSI DENGAN GAYA BERBEDA ) DI ERA INDUSTRI 4.0 DENGAN PEMANFAATAN PLATFORM BAGI PENGRAJIN SANDAL C’KER Galang Abdul Aziz; Nadila Al Azhar; Fauzan Aufa Pradiva; Oryz Agnu Dian Wulandari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.08 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3164

Abstract

ABSTRAKUMKM di Indonesia saat ini memiliki pengaruh yang besar dalam membantu meningkatkan kemajuan bangsa. Perkembangan UMKM tersebut, dapat berkembang jauh lebih pesat apabila UMKM dalam pemasarannya mengikuti perkembangan saat ini yaitu dengan menggunakan digital marketing agar dapat terjangkau diberbagai wilayah bahkan hingga ke tingkat Internasional. Kegiatan pemasaran dapat dinilai berhasil apabila produk yang dijual dapat menembus pasaran hingga ke tingkat Internasional. Pemanfaatan dengan menggunakan digital marketing dapat dilakukan dengan memanfaatkan media sosial, marketplace, website sebagai media dalam melakukan berbagai transaksi baik  promosi, menjual produk maupun digunakan sebagai kegiatan transaksi jual – beli bagi pelaku usaha. Kabupaten Banyumas terdapat berbagai UMKM salah satunya adalah pengrajin sandal bandol. Pemasaran sandal bandol di Kabupaten Banyumas saat ini masih menggunakan cara tradisional, sehingga masih banyak masyarakat di Indonesia yang belum mengetahui bahkan mengenal produk sandal bandol. Mitra dari kegiatan pengabdian kami yakni pengrajin Sandal Bandol C’KER di Kabupaten Banyumas milik Bapak Subandi. Tujuan dari pengabdian kami yaitu untuk mengembangkan pemasaran digital bagi pengrajin sandal bandol agar dapat meningkatkan penjualan serta pendapatan bagi pelaku usaha dengan cara membuat wadah promosi dengan memanfaatkan media sosial yang sudah ada serta platform yang telah kami miliki. Metode yang kami gunakan yaitu dengan melakukan wawancara secara daring dikarenakan situasi covid saat ini untuk memperoleh hasil dari perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan pendampingan oleh DASI GANDA. Hasil dari kegiatan pengabdian kami setelah melakukan pendampingan kepada pengrajin sandal bandol selama 4 bulan yakni bulan april sampai dengan bulan juli adalah adanya peningkatan penjualan serta respon positif dari masyarakat untuk mengenal jauh produk sandal bandol. Hasil tersebut diperoleh dari hasil wawancara dengan mitra yakni Bapak Subandi yang menyatakan bahwa sebelum dilakukan pendampingan oleh DASI GANDA dengan sistem penjualan secara offline, dapat menjual sandal bandol dalam 1 bulan sebanyak 4-6 buah tetapi setelah dilakukan pendampingan oleh DASI GANDA, dalam 1 bulan dapat menjual Sandal Bandol C’KER sebanyak 8-10 pasang sandal bandol. Kata kunci: UMKM; pemasaran digital; sandal bandol. ABSTRACTUMKM in Indonesia currently have a big influence in helping to improve the progress of the nation. The development of these UMKM can develop much more rapidly if UMKM in their marketing follow current developments, namely by using digital marketing so that they can be reached in various regions even to the international level. Marketing activities can be considered successful if the products being sold can penetrate the market to the international level. Utilization using digital marketing can be done by utilizing social media, marketplaces, websites as media in carrying out various transactions, both promotions, selling products and being used as buying and selling transactions for business actors. Banyumas Regency has various UMKM, one of which is a bandol sandal craftsman. Currently, the marketing of bandol sandals in Banyumas Regency still uses traditional methods, so that there are still many people in Indonesia who do not know or even know about bandol sandals. The partner of our service activities is the Sandal Bandol C'KER craftsman in Banyumas Regency owned by Mr. Subandi. The goal of our service is to develop digital marketing for bandol sandal craftsmen in order to increase sales and income for business actors by creating a promotional platform by utilizing existing social media and the platforms we already have. The method we use is to conduct online interviews due to the current covid situation to obtain results from differences before and after assistance by DASI GANDA. The result of our service activities after mentoring bandol sandal craftsmen for 4 months, from April to July, is an increase in sales and a positive response from the community to get to know the bandol sandal products. These results were obtained from the results of interviews with partners, namely Mr. Subandi, who stated that before assistance by DASI GANDA with an offline sales system, he could sell 4-6 bandol sandals in 1 month but after assistance by DASI GANDA, within 1 month sells C'KER Bandol Sandals as many as 8-10 pairs of bandol sandals. Keywords: UMKM; digital marketing; bandol sandals.
KKN TEMATIK DESA FATUSENE-KECAMATAN MIOMAFO TIMUR KABUPATEN TIMUR TENGAH UTARA Dominggus G.H. Adoe; Jack C.A. Pah; Adi Y. Tobe
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (403.566 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.3949

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian pada masyarakat melalui Program Kuliah Kerja Nyata bertujuan untuk meningkatkan laju geraknya pembangunan masyarakat dengan menumbuh kembangkan motivasi pada masyarakat Desa Fatusene. Adapun target yang diharapkan dapat tercapai, yaitu : kebutuhan air bersih bagi masyarakat dapat terpenuhi, pembuatan kebun percontohan bagi masyarakat, mencegah hewan ternak terkena penyakit, mengajak anak-anak dan pemuda untuk menabung sejak dini, serta membuka pemahaman kepada masyarakat desa untuk melihat peluang usaha sehingga mereka tidak hanya bekerja sebagai petani tetapi juga mengelola hasil tani mereka menjadi produk jadi melalui usaha kecil maupun menengah. Metode pelaksanaan kegiatan ini adalah sosialisasi dan pelatihan dengan melibatkan masyarakat Desa Fatusene secara langsung. Beberapa hasil yang dicapai dalam kegiatan ini adalah tersedianya air bersih, hewan ternak yang tidak terkena penyakit, kebun percontohan yang dapat diikuti oleh masyarakat, terutama anak-anak dan remaja pada masyarakat Desa Fatusene, yang mulai menabung dan tumbuhnya jiwa kewirausahaannya. Kata kunci: pengabdian masyarakat, KKN, pelatihan, sosialisasi ABSTRACTCommunity service activities through the Community Service Program aim to increase the pace of community development by fostering and developing motivation in the people of Fatusene Village. The targets are expected to be achieved, namely: the need for clean water for the community can be met, making demonstration gardens for the community, preventing livestock from getting sick, inviting children and youth to save from an early age, and opening understanding to the village community to see business opportunities. So they not only work as farmers but also manage their agricultural products into finished products through small and medium enterprises. The method of implementing this activity is socialization and training by directly involving the Fatusene Village community. Some of the results achieved in this activity are the availability of clean water, livestock that are not affected by disease, demonstration gardens that can be followed by the community, especially children and adolescents in the community of Fatusene Village, who are starting to save and grow an entrepreneurial spirit. Keywords: community service program, KKN, training, outreach
UPAYA MENCIPTAKAN LINGKUNGAN YANG SEHAT MELALUI PEMBUATAN MCK BAGI WARGA KAMP PENGUNGSI TIMOR BARAT Kristomus Boimau; Rima Nindia Selan; Adi Yermia Tobe; Jack C. Pah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (597.321 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3387

Abstract

ABSTRAKKamp pengungsi Dilor Tuapukan adalah salah satu contoh kamp pengungsi di Timor Barat yang masih dihuni oleh pengungsi sejak tahun 1999.  Kamp pengungsi seluas ± 2,25 ha (150 m x 150 m) ini dihuni oleh 111 KK dengan jumlah jiwa sebanyak 275 orang. Seluruh KK tinggal di rumah darurat yang tidak layak huni sesuai standar rumah sehat dengan kondisi ALADIN (atap, lantai, dinding) seadanya yakni atap dari daun gewang, dinding dari bebak/pelepah dan lantai tanah. Selain itu, ketersediaan MCK pun sangat kurang, bahkan mayoritas KK (± 85%) di kamp ini tidak memilik MCK sendiri, sehingga mereka memanfaatkan kebun di sekitar kamp untuk buang air besar (BAB). Dari hasil pantauan di wilayah kamp pengungsi Dilor terlihat ada sebuah MCK permanen, 12 MCK darurat berdinding daun gewang tanpa closet. Saluran pembuangan air dari MCK pun macet sehingga air tergenang disepanjang saluran. Hal ini tentu menciptakan lingkungan yang tidak sehat. Tidak tersedianya MCK yang layak sesuai standar kesehatan disebabkan karena keterbatasan dana untuk membangun MCK serta ketidakpahaman warga akan pentingnya kesehatan lingkungan. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk mengatasi ketidaktersediaan MCK dengan membuatkan MCK umum bagi warga. Kegiatan ini dilaksanakan selama 2 bulan dan menghasilkan 2 unit MCK permanen dengan masing-masing MCK memiliki 3 kamar. Setelah MCK selesai dibuat dan digunakan, selanjutnya tim pelaksana melakukan monitoring ke lokasi setiap 2 minggu sekali untuk memantau aktifitas warga dalam menggunakan MCK. Hasilnya menunjukkan bahwa warga tidak buang air besar (BAB) sembarangan. Kata kunci: kamp pengungsi; lingkungan; MCK. ABSTRACTThe DilorTuapukan refugee camp, is one of the refugee camps in West Timor that has been inhabited by refugees since 1999. The area of this camp is approximately 2.25 hectares (150 m x 150 m).This refugee camp is inhabited by 111 families with a total of 275 people.The whole family lives at emergency houses. The houses are not suitable for habitation (viewed from the Healthy Home Standard).  The condition of the houses that they live in, especially in terms of ALADIN (roof, floor, walls) conditions is very unhealthy and very simple. The roof of the houses are made of Gewang Leaves, the walls are made of Bebak / Midrib and the floor are made of land only. In addition, the availability of facilities for bathing, washing clothes, and defecating (MCK) are very lacking. The majority of families (± 85%) in this camp do not have their own toilet. To carry out the MCK activities, they used the garden around the camp. For example, to defecate (BAB) is stiffened in the garden area. From the results of monitoring in the area of the Dilor refugee camp, it can be seen that there is a permanent toilet only, 12 emergency toilets with Gewang leaf walls without watercloset. The drainage channel from the toilets was jammed, so that the water was stagnant along the channel. This certainly creates an unhealthy environment. The unavailability of proper toilets according to health standards, are due to limited funds to build toilets, and residents' lack of understanding of the importance of environmental health. Therefore, to overcome the unavailability of toilets, the implementation team will make public toilets for residents. This activity was carried out for 2 months, and has succeeded build 2 permanent MCK units with each MCK having 3 rooms. Keywords: refugee camp; environment; MCK.
PEMANENAN AIR HUJAN SEBAGAI PENYEDIAAN AIR BERSIH PADA ERA NEW NORMAL DI KELURAHAN SUSUNAN BARU Fera Lestari; Try Susanto; Kastamto Kastamto
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (402.698 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.4447

Abstract

ABSTRAKSusunan Baru merupakan kelurahan yang berada di kecamatan Tanjung Karang Barat, Kota Bandar Lampung, Lampung. Kelurahan Susunan Baru tidak jarang mendapatkan bantuan air bersih berupa penyaluran air bersih. Hal ini dilakukan dalam rangka merespon sulitnya akses air bersih diwilayah tersebut dikarenakan kondisi tanah berbatu dan berada didataran tinggi. Sudah sejak Kelurahan Susunan Baru kesulitan dalam mendapatkan air bersih apabila musim kering tiba. Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat diharapkan dapat memberikan pengetahuan mengenai cara mendapatkan alternatif sumber air bersih dari air hujan dan meningkatkan pemahaman pentingnya memanfaatkan air hujan sebagai sumber air bersih untuk kebutuhan mandi dan mencuci serta diharapkan dapat memberikan keterampilan baru bagi masyarakat dalam membuat teknologi pemanenan air hujan yang dapat menjadi sumber air bersih untuk pemenuhan kebutuhan air bersih di tingkat rumah tangga. Alat panen hujan yang telah dibuat berfungsi dengan baik karena pada saat hujan turun air hujan masuk kedalam alat panen hujan dan ditampung. Dengan perhitungan volume air hujan dengan berbagai asumsi didapatkan air yang dapat ditampung selama seminggu adalah sebanyak 1350 liter.  Jika dalam satu hari air yang digunakan untuk mencuci tangan mencapai 60 Liter.  Maka air yang tertampung mampu memenuhi kebutuhan mencuci tangan selama 22 hari.  Dari hasil Pengabdian yang dilakukan diketahui bahwa Kelurahan dapat menghemat penggunaan air untuk cuci tangan selama 22 hari  dengan terisinya alat panen hujan, terlebih lagi jika hujan yang terjadi lebih dari 3 kali seminggu.  Adanya tampungan dari air hujan menambah sumber air baru yang dapat dimanfaatkan untuk kegiatan sehari-hari dan menjadi suatu alternatif  dalam penyediaan air bersih Kata kunci: air hujan; pemanenan air hujan; sumber air bersih. ABSTRACTSusunan Baru is a village located in Tanjung Karang Barat sub-district, Bandar Lampung City, Lampung. Kelurahan Susunan Baru often receives clean water assistance in the form of clean water distribution. This is done in response to the difficulty of access to clean water in the area due to the rocky soil conditions and highlands. Already, Susunan Baru Village has had difficulty getting clean water when the dry season arrives. Community Service Activities are expected to provide knowledge about how to obtain alternative sources of clean water from rainwater and increase understanding of the importance of utilizing rain water as a source of clean water for bathing and washing needs and are expected to provide new skills for the community in making rainwater harvesting technology that can become a source of clean water to meet the needs of clean water at the household level. The rain harvesting tool that has been made functions well because when it rains, the rainwater enters the rain harvesting tool and is collected. By calculating the volume of rainwater with various assumptions, it is found that the water that can be stored for a week is as much as 1350 liters. If in one day the water used to wash hands reaches 60 liters. Then the collected water is able to meet the needs of washing hands for 22 days. From the results of the Community Service, it is known that the Kelurahan can save water use for washing hands for 22 days by filling up rain harvesting tools, especially if it rains more than 3 times a week. The existence of storage from rainwater adds new water sources that can be used for daily activities and becomes an alternative in the provision of clean water Keywords: rain water; rain water harvesting;source of clean water.
PENDAMPINGAN KEGIATAN FUN WITH ENGLISH PADPENDAMPINGAN KEGIATAN FUN WITH ENGLISH PADA SERIKAT ANAK MISIONER (SEKAMI) STASI ST. ZAKHARIA, KEUSUKUPAN AGUNG ENDE, FLORES, NTT Agustina Pali; Maria Kristina Ota
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (263.517 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.2884

Abstract

ABSTRAKBahasa Inggris merupakan bahasa pengantar yang digunakan untuk berkomunikasi diseluruh dunia. Pembelajaran bahasa Inggris untuk pemula (beginners) adalah hal yang harus dilakukan sehingga bisa dijadikan bekal untuk anak dimasa depan. Tujuan dari kegiatan pendampingan ini adalah untuk memperkenalkan bahasa Inggris sejak dini kepada anak-anak serta mampu meningkatkan motivasi serta rasa percaya diri anak-anak dalam menggunakan bahasa Inggris. Salah satu aktivitas yang dilakukan adalah kegiatan Fun with English yang merupakan a recommended activity to motivate kids in learning English dengan menerapkan metode pembelajaran yang beragam sehingga anak-anak tidak merasa jenuh bahkan bosan dalam proses belajar seperti ceramah, Think Pair Share, games serta lagu-lagu berbahasa Inggris. Dari kegiatan ini anak-anak SEKAMI menjadi merasa percaya diri, pembelajaran yang diberikanpun sangat disenangi oleh anak-anak. Saran bagi pemerhati bahasa Inggris adalah untuk lebih meningkatkan kreativitas melalui berbagai macam cara untuk membumikan bahasa Inggris di bumi nusantara. Kata kunci: fun with English; SEKAMI. ABSTRACTEnglish language is a medium language which used to communicate in all over the world. English learning for the beginners is the important thing that have to do so that it can be supplied for their future. The aim of this activity was to introduce English as early as possible to children and could enhance their motivation and their confidence in using English. One of the activity is Fun with English activity that is a recommended activity to motivate children in learning English by implementing various learning methods in order that the children will never get bored and saturated during learning process. These activities such as lectures, Think Pair Share, games and also English songs. From this activity, the children of SEKAMI become have their self confidence, they felt happy with the materials are given by their teacher. The suggestion is addressed to English observer is they have to be more aware in increasing the creativity through many activities. Keywords: fun with English, SEKAMI
UPAYA PENINGKATAN SADAR WISATA BERBASIS BAHASA DAN KEWIRAUSAHAAN PADA KEGIATAN PROMOSI KAMPUNG WISATA KUNGKUK Esti Junining; Nila Firdausi Nuzula; Isti Purwaningtyas; Didik Hartono; Nuria Setiarini; N’imatul Lailiyah
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 2 (2021): April
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (517.376 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i2.3087

Abstract

ABSTRAKTujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk memberikan dan menerapkan pengetahuan terkait kegiatan promosi berbasis Bahasa dan kewirausahaan masyarakat desa wisata. Metode yang digunakan untuk mencapai tujuan ini adalah ceramah bervariasi, demonstrasi, dan latihan. Pendampingan kegiatan pengabdian ini dilakukan secara luring dan daring. Kegiatan secara luring dilaksanakan secara sarahsehan dengan mentaati protocol kesehatan yang disarankan oleh pemerintah. Kegiatan luring terdiri dari pelatihan Bahasa Inggris, pelatihan promosi wirausaha, peluncuran aplikasi untuk latihan komunikasi Bahasa Inggris, pemasangan pelakat petunjuk arah sebagai promosi wisata serta kerjasama untuk menjadikan dusun-dusun lainnya menjadi dusun tematik dengan potensi wisata yang dimiliki. Kegiatan secara daring juga dilakukan pelatihan melalui aplikasi yang didesain khusus untuk pembelajaran komunikasi bagi penggiat wisata. Hasil dari pengabdian ini adalah peserta memahami dan dapat mempraktekkan secara langsung kegiatan promosi melalui Bahasa dan wirausaha untuk peningkatan kualitas pelayanan dan peningkatan kualitas ekonomi masyarakat lokal desa wisata. Kata kunci: pengembangan desa wisata; sadar bahasa; sadar wisata; ekonomi lokal. ABSTRACTThe purpose of this community service is to provide and apply knowledge related to language-based promotion activities and entrepreneurship in tourism village communities. The methods used to achieve the goal are varied lectures, demonstrations, and exercises. Assistance for this service activity is carried out offline and online. Offline activities are carried out in a sarahsehan manner in accordance with the health protocol recommended by the government. Offline activities consist of English language training, entrepreneurial promotion training, launching applications for English communication training, installing direction signs as tourism promotions and cooperation to turn other hamlets into thematic hamlets with their tourism potential. Online activities are also conducted through training through applications specifically designed for communication learning for tourism activists. The result of this service is that participants understand and can directly practice promotional activities through language and entrepreneurship to improve service quality and improve the economic quality of local tourism village communities. Keywords: tourism village development; language awareness; tourism awareness; local economy.
PENDAMPINGAN KEGIATAN BELAJAR DI RUMAH SECARA PRIVAT DI MASA PANDEMI COVID-19 DILINGKUNGAN KABUPATEN BANGLI BAGIAN UTARA Putu Beny Pradnyana; I Nyoman Sudirman; Desak Putu Anom Janawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 4, No 1 (2020): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (411.158 KB) | DOI: 10.31764/jpmb.v4i1.3383

Abstract

ABSTRAKTujuan pengabdian masyarakat ini adalah (1) untuk mengatasi masalah dan membantu masyarakat khusunya anak-anak usia sekolah dasar yang mendapatkan hambatan pada kegiatan pembelajaran di rumah, mengingat pembelajaran yang dilakukan secara daring di lingkungan Kabupaten Bangli bagian Utara yang merupakan kawasan wilayan Kota Bangli yang terpencil, (2) Membantu siswa kelas rendah tidak punya bahan pembelajaran di rumah, (3) membantu meminjamkan fasilitas dan media pembelajaran di rumah, dan (4) membantu meringankan beban orang tua dalam mengajarkan anak-anak meraka di rumah. Kegiatan ini dilakukan dalam beberapa tahap, yaitu (1) Identifikasi masalah (2) analisis kebutuhan; (3) merancang pembinaan dan pendampingan; (4) melaksanakan pembimbingan; (5) monitoring dan Observasi hasil kegiatan; (6) pelaporan dan tindaklanjut. Hasil pengabdian ini adalah terbantunya pembelajaran daring di rumah selama masa pandemic Covid-19, orang tua siswa sudah bisa menggunakan gadget untuk pembelajaran daring anak mereka, bagi siswa kelas rendah sudah dibantu dalam menyediakan bahan ajar, meminjamkan fasilitas dan media pembelajaran dan para orang tua sangat merasa terbantukan dengan kegiatan pendampingan ini di masa pandemic Covid-19 dan dalam belajar di rumah selama masa pandemic Covid-19 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan. Kata kunci: sekolah dasar; pembelajaran di rumah; pandemik covid-19. ABSTRACTThe objectives of this community service are (1) to solve problems and help the community, especially elementary school-age children who face obstacles to learning activities at home, given that learning is carried out online in the northern part of Bangli Regency which is a remote area of Bangli City. , (2) Helping low-grade students who do not have learning materials at home, (3) helping to lend facilities and learning media at home, and (4) helping to ease the burden on parents in teaching their children at home. This activity is carried out in several stages, namely (1) problem identification (2) needs analysis; (3) designing guidance and assistance; (4) carry out guidance; (5) observation of activity results; (6) reporting and follow-up. The result of this service is the help of online learning at home during the Covid-19 pandemic, parents of students can use gadgets for their children's online learning, low-grade students have been assisted in providing teaching materials, lending facilities and learning media and parents are very felt helped by this assistance activity during the Covid-19 pandemic and in studying at home during the Covid-19 pandemic by still paying attention to health protocols. Keywords: elementary school; home learning; covid-19 pandemic.

Page 14 of 272 | Total Record : 2711