cover
Contact Name
Zulkarnain
Contact Email
dzul9787@gmail.com
Phone
+6287832631987
Journal Mail Official
selaparang.ummat@gmail.com
Editorial Address
Jl. KH. Ahmad Dahlan No.1, Pagesangan, Kec. Mataram, Kota Mataram, Nusa Tenggara Bar. 83115
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan
ISSN : 26145251     EISSN : 2614526X     DOI : https://doi.org/10.31764/jpmb.v5i1.6393
SELAPARANG : Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan merupakan jurnal yang mendiseminasikan setiap pemikiran dan ide gagasan atas hasil penelitian dan pemanfaatan teknologi untuk diimplementasikan kepada masyarakat mencakup ; (1). Bidang ilmu pengetahuan ; MIPA (Matematika, Fisika, Kimia, Biologi), Terapan, Sosial, Budaya, Ekonomi, dan Kesehatan, (2). Pelatihan dan peningkatan hasil pendidikan dan (3). Pengembangan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi).
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 2,601 Documents
EDUKASI PEMBUATAN TEH BUNGA TELANG (Clitoria ternatea L.) DI DESA BAGOREJO KABUPATEN BANYUWANGI Ansori Ansori; Ratri Sekaringgalih; Alif Nur Laili Rachmah; Yuni Susanti; Ayu Qurota A’yun; Indahma Puji Lestari
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17254

Abstract

ABSTRAKBunga telang (Clitoria ternatea L.) memiliki banyak kandungan seperti tanin, fenol, flavanoid, antosianin, saponin, antrakuinon, karbohidrat, steroid, dan protein. Selain itu, bunga telang memiliki bahan aktif yang berpotensi farmakologi, antara lain sebagai antioksidan, antidiabetes, antibakteri, anti-kanker, anti-inflamasi, antihistamin, analgesik, antiparasit, antimikroba, dan antikatarak. Bunga telang dapat mengobati batuk, infeksi tenggorokan, gangguan penglihatan, bisul, dan sebagai minuman kesehatan. Namun, sangat disayangkan apabila bunga telang ini tidak dimanfaatkan secara optimal. Oleh karena itu, dengan adanya kegiatan pengabdian pada masyarakat yang bertujuan untuk menambah pengetahuan dan memanfaatkan bunga telang secara optimal menjadi produk yang bermanfaat bagi kesehatan, yaitu minuman teh herbal bunga telang. Pengabdian masyarakat ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaraan masyarakat tentang pentingnya pola hidup sehat. Penyuluhan dan pelatihan pembuatan teh bunga telang melibatkan ibu-ibu PKK di desa Bagorejo. Penyajian materi diawali dengan pemberian kuisioner awal; penyampaian materi terkait potensi dan manfaat bunga telang, tata cara pembuatan teh bunga telang; dan yang terakhir diberikan lagi kuisioner akhir. Proses penyajian materi dilakukan dengan metode ceramah dan diskusi tanya jawab peserta dengan pemateri yang diikuti dengan antuias oleh peserta. Hasil kegiatan pengabdian ini meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait potensi dan manfaat bunga telang yang dapat dibuktikan dengan hasil jawaban pada kuisioner akhir, yaitu 100%. Kata kunci: bunga telang; desa Bagorejo; kesehatan; pengabdian masyarakat; teh herbal. ABSTRACTButterfly pea flower (Clitoria ternatea L.) has many ingredients such as tannins, phenols, flavonoids, anthocyanins, saponins, anthraquinones, carbohydrates, steroids, and proteins. In addition, butterfly pea flowers have active ingredients that have pharmacological potential, including antioxidants, antidiabetic, antibacterial, anti-cancer, anti-inflammatory, antihistamines, analgesic, antiparasitic, antimicrobial, and anticataract. Butterfly pea flowers can treat coughs, throat infections, vision problems, boil, and as a health drink. However, it is unfortunate that this butterfly pea flower is not used optimally. Therefore, with the existence of community service activities that aim to increase knowledge and optimally utilize the butterfly pea flower into a product that is beneficial to health, namely the butterfly pea herbal tea drink. This community service is expected to increase public awareness about the importance of a healthy lifestyle. Counseling and training on making butterfly pea tea involved PKK women in Bagorejo village. The presentation of the material begins with giving the initial questionnaire; delivery of materials related to the potential and benefits of butterfly pea flowers, procedures for making butterfly pea flower tea; and the last given another final questionnaire. The process of presenting the material was carried out using the lecture method and discussion of questions and answers between the participants and the presenters who were followed enthusiastically by the participants. The results of this community service activity increase public knowledge regarding the potential and benefits of the butterfly pea flower which can be proven by the answers to the final questionnaire, which is 100%. Keywords: bagorejo village; Clitoria ternatea L.; community service; health; herbal tea.
PENINGKATAN KUALITAS HIDUP BALITA MELALUI PELATIHAN SKRINING TUMBUH KEMBANG BALITA BAGI IBU DAN KADER POSYANDU Rosi Kurnia Sugiharti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16010

Abstract

ABSTRAKPembinaan tumbuh kembang anak secara komperhensif dan berkualitas dapat diselenggarakan melalui kegiatan stimulasi, deteksi dan intervensi dini penyimpangan tumbuh kembang. Skrining tumbuh kembang balita dapat dilakukan dengan kuesioner pra skrining perkembangan (KPSP).  Tujuan pengabdian masyarakat ini     adalah untuk meningkatkan pengetahuan kader dan ibu tentang skrining tumbuh kembang balita dengan menggunakan kuesioner KPSP. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Karangraharja Kecamatan Cikarang Utara. Peserta penyuluhan dan pelatihan ini sebanyak 30 kader dan 30 orang ibu yang memiliki balita.  Manfaat kegiatan ini untuk meningkatkan pengetahuan kader dan ibu tentang skrining tumbuh kembang balita dengan kuesioner KPSP. Pada kegiatan ini dilakukan pendampingan kader untuk menyampaikan kembali materi dan melatih ibu tentang cara melakukan skrining tumbuh kembang balita. Metode pengabdian masyarakat ini berupa penyuluhan pre dan post tentang tumbuh kembang balita dilanjutkan pelatihan skrining tumbuh kembang balita dengan menggunakan kuesioner KPSP. Hasil pengabdian masyarakat ini bahwa tingkat pengetahuan kader sebelum diberikan penyuluhan dan pelatihan sebagian besar kurang yaitu sebanyak 53,3% sedangkan setelah diberikan penyuluhan dan pelatihan 86,7%. Tingkat pengetahuan ibu sebelum penyuluhan dan pelatihan adalah 56,6% dan tingkat pengetahuan setelah penyuluhan dan pelatihan 93,3%. Katakunci: skrining; tumbuh kembang; KPSP ABSTRACTComprehensive and quality development of children's development can be carried out through stimulation activities, early detection and intervention of developmental deviations. Toddler growth and development screening can be done with a developmental pre-screening questionnaire (KPSP). The purpose of this community service is to increase the knowledge of cadres and mothers about screening the growth and development of toddlers by using the KPSP questionnaire. This activity was carried out in Karangraharja Village, North Cikarang District. Participants in this counseling and training were 30 cadres and 30 mothers with toddlers. The benefit of this activity is to increase the knowledge of cadres and mothers about screening the growth and development of toddlers with the KPSP questionnaire. In this activity, cadre mentoring was carried out to convey material again and train mothers on how to screen toddler growth and development. This community service method is in the form of pre and post counseling about toddler growth and development followed by training on toddler growth and development screening using the KPSP questionnaire. The results of this community service showed that the level of knowledge of cadres before being given counseling and training was mostly lacking, namely as much as 53.3%, while after being given counseling and training it was 86.7%. Mother's level of knowledge before counseling and training was 56.6% and the level of knowledge after counseling and training was 93.3%. Keywords: screening; growth and development; KPSP
PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TENTANG PEMANFAATAN TEKNOLOGI PENGERING MAKANAN DENGAN SOLAR CELL BERBASIS DIGITAL MONITORING SYSTEM DI DESA CIBUAYA Lela Nurpulaela; Dian Budhi Santoso; Arnisa Stefanie; Reni Rahmadewi; Vita Efelina; Jojo Sumarjo
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17217

Abstract

ABSTRAKKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilatar belakang oleh hasil produk Masyarakat di Desa Cibuaya, dalam proses pengeringan makanannya masih menggunakan metode sederhana dengan cara di jemur di bawah matahari. Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat di Desa Cibuaya dalam memanfaatkan teknologi pengering makanan dengan menggunakan panel surya (solar cell) dan sistem pemantauan digital. Pengering makanan adalah metode yang efektif untuk mempertahankan nilai gizi dan meningkatkan umur simpan makanan. Namun, banyak masyarakat di daerah pedesaan belum mengadopsi teknologi ini secara maksimal dikarenakan keterbatasan sumber daya dan pengetahuan teknis. Dalam pengabdian masyarakat ini, telah dilakukan sosialisasi dan pelatihan kepada masyarakat Desa Cibuaya mengenai penggunaan teknologi pengering makanan dengan solar cell dan sistem pemantauan digital. Pelatihan ini akan mencakup pengenalan tentang prinsip kerja pengering makanan dengan menggunakan energi matahari melalui panel surya, serta penerapan sistem pemantauan digital untuk memastikan proses pengeringan berjalan dengan baik. Selain itu, akan dibangun juga infrastruktur yang diperlukan, termasuk pemasangan panel surya dan pengembangan sistem pemantauan digital. Sistem pemantauan ini akan memungkinkan masyarakat untuk memantau dan mengontrol proses pengeringan makanan secara real-time melalui perangkat digital, seperti smartphone atau komputer. Dengan adanya sistem pemantauan ini, masyarakat dapat mengoptimalkan penggunaan energi surya, meminimalkan kerugian, dan memastikan kualitas hasil pengeringan makanan. Dari hasil kegiatan pemberdayaan ini, masyarakat Desa Cibuaya telah memiliki pengetahuan yang cukup untuk memanfaatkan teknologi pengering makanan dengan solar cell secara efektif. Selain itu, pemanfaatan sistem pemantauan digital akan memberikan kemudahan dan efisiensi dalam pengoperasian pengering makanan. Kesinpulan yang didapatkan dari kegiatan ini telah meningkatkan taraf hidup masyarakat, mengurangi kerugian makanan, dan mendorong pengembangan ekonomi lokal berbasis produk olahan makanan. Kata kunci: pemberdaayaan masyarakat; pengering makanan; solar cell; sistem pemantauan digital. ABSTRACTThis community service activity is motivated by the results of community products in Cibuaya Village, in the food drying process they still use a simple method by drying it in the sun. This service aims to empower the community in Cibuaya Village in utilizing food drying technology using solar cells and a digital monitoring system. Food dehydrating is an effective method of retaining nutritional value and increasing the shelf life of food. However, many people in rural areas have not fully adopted this technology due to limited resources and technical knowledge. In this community service, socialization and training has been carried out for the people of Cibuaya Village regarding the use of food drying technology with solar cells and a digital monitoring system. This training will include an introduction to the working principles of food dryers using solar energy through solar panels, as well as the implementation of a digital monitoring system to ensure the drying process is running well. In addition, the necessary infrastructure will also be built, including the installation of solar panels and the development of a digital monitoring system. This monitoring system will enable the public to monitor and control the food drying process in real-time through digital devices, such as smartphones or computers. With this monitoring system, people can optimize the use of solar energy, minimize losses, and ensure the quality of food drying. From the results of this empowerment activity, the people of Cibuaya Village already have sufficient knowledge to effectively utilize food drying technology with solar cells. In addition, the use of a digital monitoring system will provide convenience and efficiency in operating the food dryer. The conclusions obtained from this activity have improved people's lives, reduced food losses, and encouraged local economic development based on processed food products. Keywords: community empowerment; food drying; solar cells; digital monitoring system.
PEMANFAATAN VILLAR (VIRTUAL LABORATORY 5.0 BASED ON AUGMENTED REALITY) SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN DI SMK PERDANA Tatas Transinata; Iryan Dwi Handayani; Trias Widorini
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16897

Abstract

ABSTRAKTeknologi dalam pembelajaran dapat membantu sekolah dalam meningkatkan kompetensi dan motivasi siswa. Hal ini bertepatan dengan tren Education 5.0 dimana teknologi memainkan peran penting dalam proses pembelajaran hingga media pembelajaran yang digunakan. Sekolah harus mampu menyesuaikan transisi baru ini agar siswa mampu dalam berkompetisi kedepannya. Saat ini banyak sekolah yang belum mampu memanfaatkan teknologi dengan baik sehingga berpengaruh pada kualitas pembelajaran. Penggunaan media belajar Virtual Learning based on Augmented Reality (VILLAR) merupakan salah satu solusi yang diimplementasikan dalam mengatasi rendahnya kualitas pembelajaran dalam keterampilan siswa. Kegiatan pengabdian ini dimulai dengan Analisa permasalahan, penggalian data, pre-test, treatment dan pelatihan, dan di akhiri dengan post-test. Objek dari pengabdian ini adalah siswa kelas XI di SMK Perdana Semarang yang berjumlah 35 siswa. Hasil pre-test dan post test dengan menggunakan Analisa N-Gain Test menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa dengan tingkat persentase sebesar 86%. Hal ini dapat dikatakan bahwa produk tersebut cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa dilihat dari hasil pre-test dan post-test siswa. Kata kunci: augmented reality; education 5.0; villar; virtual laboratory. ABSTRACTThe contents of the abstraction, between 150-300 words, just one paragraph. If you see gray letters here, the fault is not in your eyes. This form is made by utilizing the facilities provided by MsWord. It seems, to make things easier, use the same language you use in your writing. Use the Abstract Fill style for this format. If you use this template correctly, all numbering will be generated automatically. So you don't need to edit it manually. Of course, if you create a section of this paper that requires numbering after this template, the number will continue with the existing part number. Again, you don't need to edit the part numbers, because if the contents of this template are deleted, the numbers will be sorted by themselves. If you want to try to delete the contents of this template, please back up first. Keywords: augmented reality; education 5.0; villar; virtual laboratory.
PKM TUKANG BANGUNAN DESA SUKOGIDRI MELALUI TEKNIK PENULANGAN STRUKTUR RANGKA BETON BERTULANG BAMBU Muhtar Muhtar; Hanafi Hanafi; Iskandar Umarie; Amri Gunasti
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.17157

Abstract

ABSTRAKSalah satu potensi desa Sukogidri adalah banyaknya spesies bambu. Bambu merupakan energi terbarukan dan berkelanjutan yang belum dimanfaatkan maksimal untuk meningkatkan keberdayaan ekonomi masyarakat desa. Bambu mempunyai kuat tarik dan daya elastis cukup tinggi sehingga dapat dimanfaatkan untuk tulangan struktur beton sederhana, seperti rangka kuda-kuda, gewel, balok, dan kolom rumah sederhana. Belum maksimalnya manfaat bambu, faktor ekonomi dan keterbatasan pengetahuan para tukang bangunan tentang cara merangkai tulangan bambu untuk struktur rangka merupakan tiga masalah prioritas yang harus dipecahkan. Peningkatan pengetahuan cara merangkai tulangan bambu diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keberdayaan ekonomi tukang bangunan. Pengabdian ini merupakan aplikasi hasil penelitian tentang “Jembatan Pracetak Rangka Beton Bertulang Bambu” dan “Bambu sebagai Tulangan Beton”. PKM ini bertujuan memberdayakan dan meningkatkan pengetahuan serta keterampilan Kelompok Kreatif Tukang Bangunan agar mandiri secara ekonomi dan sosial. Metode pelaksanaan kegiatan ini dimulai dengan observasi dan koordinasi lapangan, bimbingan dan penyuluhan sampai melakukan evaluasi keberhasilan program. Peningkatan rata-rata kemampuan tukang bangunan setelah dilakukan pelatihan sebesar 34,1. Hal ini menunjukkan peningkatan yang terjadi pada tukang bangunan sebesar dua tingkat yakni dari tidak mahir menjadi mahir. Oleh karenanya kegiatan PKM ini dianggap berhasil. Kata kunci: tukang; struktur; rangka; beton; bambu ABSTRACTOne of the potentials of Sukogidri village is the abundance of bamboo species. Bamboo is a renewable and sustainable energy that has not been maximally utilized to increase the economic empowerment of village communities. From a technical perspective, bamboo has a high tensile strength and elasticity that can be utilized for reinforcement of simple concrete structures, such as trusses, gewels, beams, and columns of simple houses. The underutilization of bamboo, economic factors, and limited knowledge of builders on how to assemble bamboo reinforcement for frame structures are three priority problems to be solved. Increasing knowledge on how to assemble bamboo reinforcement is needed to increase the knowledge and economic empowerment of the community of builders in carrying out their profession. This service is an application of research results on "Bamboo Reinforced Concrete Truss Precast Bridge" and "Bamboo as Concrete Reinforcement". This PKM aims to empower and improve the knowledge and skills of the Creative Group of Builders to be economically and socially independent. The method of implementing this activity begins with observation and field coordination, guidance and counseling to evaluate the success of the programme. The average increase in the ability of builders between before and after training was 34.1. This shows the improvement that occurred in the builders by two levels, namely from not proficient to proficient. Therefore, this PKM activity is considered successful. Keywords: builder; structure; frame; concrete; bamboo
PENDAMPINGAN PENGUATAN KAPABILITAS GURU DALAM IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN INOVATIF BERBASIS E-LEARNING Evi Karlina Ambarwati; Agung Susilo Yuda Irawan; Praditya Putri Utami; Sulistia Nurwinda; Anggun Lenteraningati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19415

Abstract

ABSTRAKUndang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen pasal 8 mengamanatkan kompetensi profesional yang menuntut guru untuk memiliki kemampuan dan keahlian dalam menjalankan profesinya serta beradaptasi terhadap perubahan. Di era Revolusi Industri 4.0 dan perkembangan Teknologi Informasi dan Komuninasi (TIK), berbagai transformasi di dunia pendidikan perlu dilakukan. Pemerintah Indonesia juga telah menyusun program digitalisasi pendidikan sebagai salah satu program prioritas. Tujuan dari Pengabdian kepada Masyarakat ini adalah untuk memperkuat kompetensi profesional guru melalui kemampuan menerapkan pembelajaran inovatif melalui e-learning di SMP Negeri 3 Rengasdengklok Karawang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan dalam bentuk diskusi kelompok, Problem Based Learning serta pendampingan integrasi e-learning. Peserta yang dilibatkan adalah 14 orang guru di SMP Negeri 3 Rengasdengklok. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini menunjukan adanya peningkatan kompetensi digital guru sebesar 71% dan kesiapan integrasi e-learning sebesar 70%. Kata kunci: E-learning; guru; kompetensi digital; pembelajaran inovatif ABSTRACTLaw Number 14 of 2005 Article 8 about Teachers and Lecturers mandates professional competence which requires teachers to have the expertise to conduct their profession and adapt to dynamic changes. Along with the development of Information and Communication Technology (ICT) and the era of Industrial Revolution 4.0, the world of education also needs to transform. Moreover, the Indonesian government has prioritized the education digitalization program. The aim of this Community Service is to strengthen teachers' professional competence through the capability to implement innovative learning through e-learning in SMP Negeri 3 Rengasdengklok, Karawang. This community service activity was conducted in the form of focused group discussions, Problem Based Learning and e-learning integration. The participants involved were 14 teachers. The results of this activity showed an average increase in teacher’s digital competence by 71% and e-learning readiness by 70%. Keywords: e-learning; teachers; digital competence; innovative learning
SOSIALISASI PENGEMBANGAN PRODUK BANANA PEEL JELLY DRINK DI CV. SAHABAT PANGAN, MALANG, JAWA TIMUR Tanaya Dayinta Choirina; Rahmawati Rahmawati
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16261

Abstract

ABSTRAKInovasi produk adalah cara perusahaan meningkatkan nilai sebagai kunci kesuksesan bagi perusahaan sehingga diperlukan adanya produk-produk yang unggul. Produk hasil inovasi merupakan sesuatu yang baru, baik bagi perusahaan maupun konsumen. CV. Sahabat Pangan merupakan industri pangan yang memanfaatkan bahan baku lokal berupa pisang dengan jenis raja awak. Pengolahan rambak pisang menghasilkan limbah utama berupa kulit pisang yang selama ini dimanfaatkan untuk pakan ternak warga sekitar. Kandungan pektin pada kulit pisang sangat berpotensi untuk diolah menjadi produk minuman jeli atau jelly drink dari air ekstrak kulit pisang yang diberi nama Banana Peel Jelly Drink. Langkah awal yang dilakukan adalah melakukan sosialisasi yang diikuti dengan demonstrasi kegiatan pengembangan produk jelly drink dari kulit pisang. Materi sosialisasi meliputi pentingnya inovasi produk, potensi limbah kulit pisang, pelaksanaan pengembangan produk, dan peluang bisnis. Kegiatan setelah sosialisasi ini ditindak lanjuti dengan mengembangkan formulasi hingga ditemukan formulasi terbaik. Proses pemberdayaan membutuhkan proses yang tidak singkat sehingga diharapkan dapat terjadi pemberdayaan yang keberlanjutan berdasarkan asas kemandirian. Kata kunci: sosialisasi; pengembangan produk; jelly drink; kulit pisang. ABSTRACTProducts resulting from innovation are something new, both for companies and consumers. CV. Sahabat Pangan is a food industry that utilizes local raw materials in the form of bananas of the raja awak type. The processing of banana crunch produces the main waste in the form of banana peels which have been used for livestock feed for local residents. The pectin content in banana peels has the potential to be processed into a jelly drink product from banana skin extract water called Banana Peel Jelly Drink. The first step taken was conducting outreach followed by a demonstration of product development activities for jelly drink from banana peels. Socialization material includes the importance of product innovation, the potential for banana peel waste, the implementation of product development, and business opportunities. Activities after socialization are followed with finding best formulation. The empowerment process requires a process that is not short so that it is hoped that sustainable empowerment will occur based on the principle of independence.  Keywords: socialization; product development; jelly drink; banana peel.
PENINGKATAN MUTU PENDIDIKAN DENGAN MEMANFAATKAN TEKNOLOGI INFORMASI DAN KOMUNIKASI Gudiato, Candra; Mira, Mira; Kusnanto, Kusnanto; Cahyaningtyas, Christian
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 4 (2023): December
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i4.19725

Abstract

ABSTRAKPerkembangan teknologi informasi dan komunikasi yang pesat tidak dapat dihindari dan berpengaruh signifikan pada dunia pendidikan. Dunia pendidikan terus mendapat tekanan untuk selalu beradaptasi dengan perkembangan teknologi guna meningkatkan kualitas pendidikan. Oleh karena itu, sumber daya manusia yang berkompetensi menjadi suatu keharusan. Sehingga diadakan pelatihan dan pengembangan terkait dengan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi. Pelaksanaan kegiatan tersebut dilaksanakan di salah satu sekolah di perbatasan, yaitu SMPN 1 Teriak, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang, Provinsi Kalimantan barat . Pelaksanaan pelatihan dan pengembangan ini melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM). Pada kegiatan ini berfokus pada penggunaan microsoft office seperti word, power point dan excel. Dengan adanya kegiatan pelatihan dan pengembangan ini diharapkan kualitas sumber daya manusia akan meningkat. Sehingga mutu pendidikan di SMPN 1 Teriak secara otomatis juga akan meningkat. Selain itu diharapkan siswa yang mengikuti pelatihan ini dapat mengembangkan keterampilan dalam teknologi yang mungkin akan diperlukan oleh siswa dikemudian hari. Pelaksanaan pelatihan ini dilakukan secara offline dengan diikuti oleh seluruh guru, tenaga kependidikan (staff) dan beberapa siswa. Hasil dari adanya pelatihan ini adalah peserta lebih mengetahui manfaat teknologi dalam dunia pendidikan dan mengetahui cara mengoperasikan teknologi komputer dengan baik, peserta dapat secara langsung mempraktekkan terkait dengan apa yang telah dipelajari pada pelatihan tersebut. Berdasarkan kuesioner yang dibagikan di akhir kegiatan juga menunjukkan nilai rata-rata 4.051 dari nilai maksimal 5 untuk kegiatan Pelatihan yang telah dilangsungkan. Kata kunci: TIK; microsoft office; pelatihan teknologi ABSTRACTThe rapid development of information and communication technology cannot be avoided and has a significant impact on the world of education. The world of education continues to be under pressure to always adapt to technological developments in order to improve the quality of education. Therefore, competent human resources are a must. So that training and development is held related to the use of information and communication technology. This activity was carried out at one of the schools on the border, namely SMPN 1 Teriak, Teriak District, Bengkayang Regency, West Kalimantan Province. This training and development is carried out through the Community Service (PkM) program. This activity focuses on using Microsoft Office such as Word, Power Point and Excel. With this training and development activity, it is hoped that the quality of human resources will increase. So the quality of education at SMPN 1 Teriak will automatically increase. In addition, it is hoped that students who take part in this training can develop skills in technology that students may need in the future. This training was carried out offline and was attended by all teachers, education staff (staff) and several students. The result of this training is that participants know more about the benefits of technology in the world of education and know how to operate computer technology well, participants can directly practice what they have learned in the training. Based on the questionnaire distributed at the end of the activity, it also showed an average score of 4,051 out of a maximum score of 5 for the training activities that had taken place.Keywords: ICT; microsoft office; technology training.
UPAYA PENINGKATAN KUALITAS HIDUP PENDERITA DM MELALUI PEMBENTUKAN DAN PENDAMPINGAN SUPPORT GROUP DAN SELF-HELP GROUP Angga Saeful Rahmat
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.19905

Abstract

ABSTRAKTantangan kepatuhan dan konsitensi dalam perawatan penderita diabetes melitus, pendekatan medis saja tidak cukup. Dukungan sosial dan emosional dari keluarga, teman, dan komunitas sangatlah penting untuk membantu pasien menjalani pengobatan dan merawat kesehatannya dengan lebih baik. Tujuan Pengabdian Masyarakat ini adalah mengimplementasikan pendampingan support group dan self-help group pada penderita diabetes mellitus sebagai upaya peningkatan kualitas hidup penderita diabetes. Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan berkelompok membentuk support group dan self-help group. PkM ini terbukti secara statistik menggunakan uji Wilcoxon berpengaruh meningkatkan pengetahuan pada 29 (96,67%) peserta dengan nilai Sig 0,000 (<0,05) dan meningkatkan kualitas hidup pada 30 peserta (100%) peserta dengan nilai Sig 0,000 (<0,05. Kesimpulan kegiatan self-help group penderita DM dapat dilaksanakan di masyarakat untuk meningkatkan kualitas hidup penderita DM  Kata kunci: support group; self-help group; diabetes melitus; kualitas hidup ABSTRACTThe compliance and consistency in the treatment of diabetes mellitus, and the medical approach alone are not enough. Social and emotional support of the family, friends, and the community is very important to help patients seek treatment and care for better health. The purpose of Community service is to implement this community assistance support group and self-help group in people with diabetes mellitus to increase the quality of life for diabetics. This community service uses a community group approach form such as a support group and self-help group. This Program is proven statistically using the Wilcoxon significantly increased knowledge on 29 ( 96,67 % ) participants with the sig. 0,000 (<0,05 ) and improve the quality of life in 30 participants (100% ) participants with the sig 0,000 (<0,05). The Conclusion is self-help group activities can be carried out in the community to improve the quality of life of DM patients.. Keywords: support group; self-help group; diabetes mellitus; quality of life
OPTIMALISASI METODE STATISTIKA MENGGUNAKAN EXCEL PADA PENELITIAN TINDAKAN KELAS KKG GUGUS 04 ARJASA Riza Yuli Rusdiana; Vega Kartika Sari; Halimatus Sa&#039;diyah; Kacung Hariyono; Sri Hartatik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 7, No 3 (2023): September
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v7i3.16105

Abstract

ABSTRAKTujuan pengabdian yang diusulkan tim melalui pelatihan yaitu i) menambah pengetahuan guru terkait metode statistika untuk pengolahan data hasil penelitian tindakan kelas, dan ii) update kompetensi guru dalam penggunaan Ms. Excel. Pelatihan dihadiri 25 guru dari anggota KKG gugus 04 Arjasa secara luring. Tim menyampaikan materi kepada peserta dalam bentuk teori dan praktik secara langsung. KKG gugus 04 Arjasa mendapatkan informasi penerapan metode statistika dengan pemanfaatan Ms. Excel dalam menyusun PTK. Hasil kegiatan pengabdian menunjukkan terdapat pebedaan signifikan pengetahuan dan kemampuan peserta pelatihan sebelum dan sesudah mengikuti pelatihan. Peserta pelatihan mendapatkan peningkatan pengetahuan dan keterampilan terkait penerapan metode statistika untuk menyelesaikan kasus pembelajaran menggunakan Ms. Excel. Uji t-paired menyimpulkan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah mengikuti pelatihan sebesar 73.2 yang lebih tinggi secara signfikan pada tingkat 5% dibandingkan dengan sebelum mengikuti pelatihan sebesar 43.6. Kegiatan pengabdian selanjutnya disarankan untuk dilakukan pelatihan secara rutin dengan materi metode statistika parametrik lainnya dan menggunakan software statistika. Kata kunci: excel; PTK; statistika; uji t-paired. ABSTRACTThe objectives of the service proposed by the team through training are i) increasing teacher knowledge related to statistical methods for processing CAR data and ii) updating teacher competence using Ms. Excel. The 25 teachers from members of KKG cluster 04 Arjasa attend offline training. The team delivered theoretical and practical materials to participants directly. KKG cluster 04 Arjasa obtained information on the application of statistical methods by utilizing Ms. Excel in compiling CAR. The knowledge and ability of trainees before and after attending the training are significantly different. Training participants obtain increased knowledge and skills about statistical methods to solve learning cases using Ms. Excel. The t-paired test concludes participants' knowledge and skills after training at 73.2 was significantly higher at a level of 5% compared to before training at 43.6. Further service activities are recommended to regularly training with other parametric statistical methods and using statistical software. Keywords: CAR; excel; statistic; t-paired test.